The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Serat Wedhatama Pupuh Sinom X - 2

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tyradhia, 2022-01-03 18:42:05

Serat Wedhatam Pupuh Sinom

Serat Wedhatama Pupuh Sinom X - 2

Dening :

꧁ ꦡꦶ ꦫ ꦢ ꧂

“ Titik Rahayau D.A ”

Serat Wedhatama adalah Sastra tembang atau kidungan jawa karya Beliau adalah Ngarsa Dalem Ingkang
Wicaksana Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Sri Mangkunegoro IV. Wedatama (berasal dalam bahasa
Jawa; Wredhatama) berasal dari dua kata yaitu Weda dan Utama. Seat (tulisan/karya) Weda (Ajaran/
Pengetahuan Suci) tama (keutamaan/utama). Serat Wedhatama terbagi menjadi 5 pupuh yaitu :
pangkur, sinom, pucung, gambuh dan kinanthi.

Latar Belakang Tembang Sinom

Tembang Sinom seperti kita tahu merupakan salah satu dari 11 tembang macapat.

‘Sinom’ dalam Bahasa Jawa berarti pucuk daun yang baru tumbuh atau bersemi. Pucuk ini
diibaratkan sebagai manusia yang baru memasuki usia muda. Dalam masa ini hendaklah kita
selalu rajin dalam menuntun ilmu dan mencari pengalaman sebanyak mungkin.
Usia muda juga identik dengan masa pubertas. Pada masa pubertas akan terjadi perubahan fisik,
psikis dan pematangan fungsi-fungsi seksual. Salah satu tanda masa pubertas adalah mulai
adanya ketertarikan terhadap lawan jenis.

Masa muda juga merupakan masa yang sangat rawan karena pada masa masa inilah seorang akan
memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar terhadap banyak hal baik itu hal positif maupun
negatif. Di sinilah mulai berlaku norma-norma yang yang baik dari keluarga, masyarakat,
sekolah dan negara.
Dapat juga dikatakan,masa muda merupakan masa yang rawan karena anak anak muda
akan mencari jati dirinya sehingga jika mereka bergaul dengan komunitas yang salah, efeknya
akan sangat besar. Apalagi dari segi psikologis anak muda cenderung suka memberontak
terhadap kondisi yang menurutnya kurang ‘asik’.
Dari sinilah tembang sinom lalu diciptakan sebagai salah satu upaya preventif agar remaja
dapat melalui proses pubertas dengan sukses.
Tembang sinom secara garis besar mengandung dua hal, ajaran (piwulang) dan mengajari
(wewarah). Isi ajaran atau nasehatnya bisa tentang pergaulan, keilmuan, cobaan, percintaan dan
patah hati serta keteladanan orang orang zaman dulu.

Watak Tembang Sinom

Watak tembang diartikan sebagai sifat dari lirik-lirik pada tembang. Watak tembang bisa berupa
kesedihan, kegembiraan, amarah, larangan dst.

Watak pada tembang Sinom sendiri adalah memuat tentang kesabaran, ketulusan dan
keramahtamahan. Watak tembang yang seperti ini jelas agar nasehat nasehat dalam tembang
dapat tersampaikan dengan baik kepada para pemuda.
Pemuda juga tidak akan merasa dihakimi dan dipaksa mengikuti nasehat, sebaliknya mereka
akan secara alami mengikutinya karena disampaikan dengan lirik-lirik yang halus.

Fungsi Tembang Sinom

Tembang sinom dalam prakteknya dapat digunakan sebagai iringan ataupun hiburan dalam acara
acara yang melibatkan anak muda seperti acara pentas kesenian, perpisahan sekolah, pameran,
acara karang taruna dan acara acara kepemudaan lainnya.

Paugeran (Aturan) Tembang Sinom

Paugeran tembang sinom tersusun atas : 9 guru gatra, dengan guru wilangan dan guru lagu 8a, 8i,
8a, 8i, 7i, 8u, 7a, 8i, 12a

Paugeran Guru Gatra Tembang Sinom

Guru gatra berarti jumlah baris lirik dalam satu bait lagu. Dalam tembang sinom terdapat 9 baris
dalam setiap baitnya. Jadi, semua orang pasti akan mengikuti aturan ini.

Paugeran Guru Wilangan Tembang Sinom

Mudahnya, guru wilangan diartikan sebagai banyaknya suku kata di setiap baris atau gatra
tembang.
Guru wilangan tembang sinom adalah 8, 8, 8, 8, 7, 8, 7, 8, 12.
Cara membacanya adalah, baris pertama terdiri atas 8 suku kata, baris kedua 8 suku kata dst.

Paugeran Guru Lagu Tembang Sinom

Paugeran tembang sinom yang terakhir adalah guru lagu. Guru lagu adalah bunyi vokla terakhir
pada setiap baris atau gatra tembang.

Guru lagu pada tembang sinom adalah a, i, a, i, i, u, a, i, a.

Contoh Tembang Sinom Tentang Keteladanan Orang Terdahulu

Nulada laku utama
Tumrape wong tanah jawi
Wong agung ing Ngeksiganda
Penambahan Senopat
Kepati Amarsudi
Sudane hawa lan napsu
Pinepsu tapa brata
Tanapi ing siyang ratri
Amamangun karyenak tyasing sesame

Artinya:

Menirulah perilaku yang paling utama.
Bagi orang di tanah jawa.
Orang besar di Ngeksiganda/Mataram.
Panembahan Senopati.
Sangat tekun dan berusaha
Untuk mengendalikan hawa nafsu
Dengan berlaku prihatin/bertapa
Yang dilakukan pada siang dan malam
Membangun ketentraman hati sesame

** Tembang Sinom ini adalah karya KGPAA Mangkunegoro ke IV (1811-1882 M) dan terdapat
dalam Serat Wedhatama, Pupuh Sinom, podo 15. Tembang Sinom tersebut dikenal dengan nama
Sinom Gadhung Melati.

Makna Tembang Sinom

Dari beberapa contoh tembang di atas dapat diambil gambaran makna tembang sinom secara
umum.
Pertama adalah bahwasanya kawula muda diibaratkan sebagai pucuk tanaman yang baru tumbuh.
Karena baru tumbuh tentunya pucuk ini membutuhkan nutrisi yang baik dan banyak. Nutrisi bagi
pucuk disamakan dengan ilmu dan pengalaman yang banyak.
Pucuk tanaman juga sudah seharusnya tumbuh ke atas mengikuti datangnya sinar matahari agar
tumbuh tegak. Ini sama dengan kewajiban mencari panutan yang baik bagi kawula muda.
Kedua, masa-masa muda adalah momen ketika manusia dikuasai hawa nafsu. Hawa nafsu bisa
beragam bentuknya, mulai nafsu terhadap lawan jenis, nafsu terhadap harta, terhadap tahta dst.
Meskipun hawa nafsu juga merupakan anugerah dari Tuhan, kita sudah semestinya harus
selalu belajar mengendalikannya agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.
Ketiga, sebagai anak muda yang masih labil, mereka sangat perlu yang namanya panutan. Tentu
panutan disini adalah panutan yang baik. Banyak orang dapat dijadikan panutan mulai dari guru,
orang tua atau tokoh.
Keempat, sebagai anak muda yang mulai bisa membedakan hal baik dan buruk seyogyanya kita
selalu menjaga sikap dan adab serta mematuhi norma-norma yang berlaku baik di lingkup
keluarga, masyarakat maupun bangsa negara.

Intinya, sebagai anak muda kita harus membuat diri kita layak untuk dihargai. Agar dapat
dihargai caranya seperti dijelaskan yaitu dengan belajar, menjaga diri dari pergaulan, patuh
pada aturan dan sikap positif lainnya.


Click to View FlipBook Version