TEMA : 1-2
KOMPETENSI DASAR :
3 .2 Mengidentifikasi
pelaksanaan kewajiban dan
hak sebagai warga masyarakat
dalam kehidupan sehari-hari
3.4 Mengidentifikasi berbagai
bentuk keberagaman suku
bangsa, sosial, dan budaya di
Indonesia yang terikat
persatuan dan kesatuan.
RANGKUMAN
• Indonesia terdiri atas banyak pulau, suku bangsa, tarian,
rumah adat serta agama .
• Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dan budaya
yang berbeda-beda. Namun tetap dalam s atu wadah
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
• Bentu-bentuk keragaman di Indonesia
1. Keragaman suku bangsa
2. Keragaman tarian daerah
3. Keragaman bahasa
4. Keragaman rumah adat
5. Keragaman pakaian tradisional
6. Keragaman alat musik tradisional
7. Keragaman musik tradisional
BEKERJA SAMA DALAM KEBERAGAMAN
Dengan semangat Bhineka Tunggal Ika bangsa Indonesia
merasa senasip seperjuangan, sehingga di kembangkan sifat
kegotongroyongan tanpa mempermasalahkan perbedaan
atau keragaman.
Bentuk-bentuk kerja sama:
1.Kerja sama di lingkungan rumah
2. Kerja sama di lingkungan / masyarakat
Manfaat kerja sama
1.Pekerjaan akan lebih cepat selesai
2.Hasil pekerjaan akan akan memuaskan
3.Tercipta rasa kebersamaan dan nyaman
4.Meningkatkan persatuan dan kesatuan
Hak dan kewajiban
Hak adalah segala sesuatu yang seharusnya kita dapatkan. Kita
bisa memperoleh hak setelah melaksanakan kewajiban.
Kewajiban adalah segala sesuatu yang seharusnya kita
laksanakan.
Hak dan kewajiban kita antara lain:
• Hak dan kewajiban terhadap air
Air memiliki banyak manfaatnya bagi manusia untuk
mempertahankan kelangsungan.
Tanpa adanya air manusia tidak akan mampu
mempertahankan hidupnya. Meskipun air merupakan sumber
daya alam yang dapat di perbaharui , manusia wajib
menggunakan secara bijak.
• Hak dan kewajiban terkait penggunaan listrik
Penghematan penggunaan listrik merupakan langkah yang
bijak. Selain hemat biayanya juga tidak banyak. “ HEMAT
LISTRIK HEMAT BIAYA”
• Hak dan kewajiban terkait dengan minyak bumi.
Energi minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak
dapat di perbaharui . oleh sebab itu persediaan minyak bumi
harus di jaga dengan cara menggunakan bahan bakar secara
bijak.
• Hak dan kewajiban dalam menghemat energi.
Energi alternatif memiliki banyak keunggulan di bandingkan
sumber energi dari bahan bakar minyak. Salah satu
keunggulannya adalah tidak menimbulkan pencemaran
lingkungan, akan tetapi saat penggunaannya belum bisa
menggantikan penggunaan energi minyak bumi. Oleh karena
itu kita harus bersikap hemat dalam penggunaannya.
• Hak dan kewajiban terhadap lingkungan
1. Tidak membuang sampah sembarangan
2. Tidak mencemari lingkungan
3. Menggunakan kendaraan ramah lingkungan
4. Membangun gedung yang ramah lingkungan
5. Melakukan reboisasi
TEMA : 1-2
KOMPETENSI DASAR :
3.1 Mencermati gagasan pokok dan
gagasan pendukung yang
diperoleh dari teks lisan, tulis,
atau visual.
3.2 Membandingkan teks petunjuk
penggunaan dua alat yang
sama dan berbeda.
3.4 Membandingkan teks petunjuk
penggunaan dua alat yang
sama dan berbeda
RANGKUMAN
• CARA MENEMUKAN GAGASAN POKOK
• MENENTUKAN GAGASAN / PIKIRAN POKOK PADA
BACAAN
Kalimat Penjelas Pengertian gagasan pokok ,Kalimat
Utama,dan Kalimat Penjelas.
Gagasan Pokok adalah /gagasan yang menjadi pokok
pengembangan paragraf.
Gagasan pokok ini terdapat dalam kalimat utama.Nama lain
gagasan pokok adalah gagasan utama,ide pokok.Dalam satu
paragraf biasanya hanya ada satu ide pokok.
Kalimat utama adalah kalimat yang di dalamnya terdapat
gagasan pokok paragraf.
Kalimat utama ini dijelaskan oleh kalimat- kalimat lain dalam
paragraf tersebut,yang disebut dengan kalimat penjelas.Nama
lain untuk kalimat utama adalah kalimat topik.
Kalimat penjelas atau gagasan pendukung yaitu kalimat yang
menjelaskan kalimat utama.
MEMBUAT RINGKASAN ISI BACAAN
Cara membuat ringkasan bacaan
1. Membaca naskah asli
• Bacalah naskah asli berkali-kali, hingga kamu pahami
isinya
• Mengetahui kesan umum ( inti ) tulisan.
2. Mencatat gagasan utama
• Gunakan gagasan pokok yang untuk menyusun ringkasan
3. Gunakan kalimat baru
• Gunakan kalimat baru dalam ringkasan. Tulisan baru itu
menggambarkan tulisan asli dalam bentuk kalimat yang
lain.
• Memetakkan hubungan antar gagasan pokok dengan
gambar atau peristiwa yang sedang di bahas.
• Menemukan gagasan pokok dari gambar
1. Bentuk paragraf
2. Bentuk gagasan pokok
3. kalimat penjelas.
4. mempraktekkan teks petunjuk yang di baca
MEMBUAT TEKS PETUNJUK DALAM BENTUK POSTER
Pada poster kamu bisa menggunakan teks petunjuk untuk
menunjukkan langkah-langkah melakukan sesuatu hal. Gambar
poster kamu harus mendukung isi, penyajiannyapun harus
menarik dan mudah di pahami.
POSTER PELAKSANAAN HAK DAN KUWAJIBAN
Contoh:
.
TEMA : 1-2
KOMPETENSI DASAR :
3.1 Mengidentifikasi karakteristik ruang
dan pemanfaatan sumber daya alam
untuk kesejahteraan masyarakat dari
tingkat kota/kabupaten sampai
tingkat provinsi
3.2 Mengidentifikasi keragaman sosial,
ekonomi, budaya, etnis, dan agama
di provinsi setempat sebagai
identitas bangsa serta hubungannya
dengan karakteristik ruang.
RANGKUMAN
KERAGAMAN BUDAYA DI INDONESIA
1. MEMBAHAS TENTANG
• Suku bangsa
• Bahasa daerah
• Rumah adat
• Pakaian adatari daerah
• Instrumen musik daerah
• Makanan khas daerah
2. HARI BESAR KEAGAMAAN
3 MAKANAN KHAS NUSANTARA
Makanan khas Banyuwangi
4. KERAGAMAN BUDAYA DAN SOSIAL
PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM
Sumber daya alam merupakan segala sesuatu yang berasal dari alam
Berdasarkan jenisnya, sumber daya alam terdiri atas
• Sumber daya alam hayati
• Non hayati
BERDASARKAN SIFATNTA
• Sumber daya alam terdiri dari:
1. sumber daya alam yang dapat di perbaharui
2. sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui
TANAMAN OBAT DI INDONESIA
CONTOHNYA:
BATUBARA DAN MANFAATNYA BAGI KEHIDUPAN MANUSIA
PEMANFAATAN
SUMBER DAYA ALAM
TEMA : 1-2
KOMPETENSI DASAR :
3.6 Menerapkan sifat-sifat bunyi dan
keterkaitannya dengan indera
pendengaran
3.5 Mengidentifikasi berbagai sumber
energi, perubaha bentuk energi,
dan sumber energi alternatif
(angin, air, matahari, panas bumi,
bahan bakar organik, dan nuklir).
Bunyi adalah suatu hasil dari benda yang bergetar berupa
getaran yang merambat memerlukan medium. Bunyi
merupakan gelombang mekanik yang dalam perambatannya
arahnya sejajar dengan arah getarnya ( gelombang
longitudinal).
A . Sumber Bunyi
Sumber bunyi adalah benda-benda yang dapat menghasilkan
bunyi. Seperti:
Kentongan, beduk, alat musik, tong di pukulbahkan saat lebah
terbang getarannya dapat menimbulkan bunyi.
Alat musik berdasar sumber getarnya :
1. Alat musik tiup sumber getarnya adalah udara
2. Alat musik gesek sumber getarnya berupa dawai
3. Alat musik petik sumber getarnya berupa senar
4. Alat musik pukul sumber getarnya pada benda perantaranya
5. Alat musik goyang sumber getarnya pada goyangannya
B. Rambatan bunyi
Ada dua jenis gelombang bunyi yaitu
1. Gelombang bunyi transversal. Yaitu gelombang bunyi yang
dapat melalui benda padat
2. Gelombang bunyi longitudinal Yaitu gelombang bunyi yang
dapat melalui benda cair dan gas.
C. Bunyi teratur dan bunyi tidak teratur
Tinggi terndahnya bunyi tergantung dari frekwensi atau
kekerapan getaran yang di hasilkan.
ALAT INDRA PENDENGARAN
• Alat indra pendengaran
• Gangguan pada alat indra pendengaran antara lain :
1. Lubang telinga tersumbat benda asing
2. Kerusakan tulang pendengaran
3. Kerusakan saraf pendengaran
4. Gendang telinga kena infeksi
SIFAT-SIFAT BUNYI
Bunyi dapat terdengar karena adanya perantara atau media
bunyi. Media perantara tersebut digunakan bunyi untuk
menghantarkan suara sampai ke teliinga kita.media perantara
bunyi meliputi
• Zat padat
• Zat gas
• Zat cair
MATAHARI SEBAGAI SUMBER ENERGI
Matahari memancarkan energi cahaya dan energin panas .
setiap waktu dan tidak pernah habis. Energi tersebut sangat
penting bagi kehidupan di bumi.
MATAHARI SEBAGAI SUMBER ENERGI
BENTUK PERUBAHAN ENERGI
10 bentuk perubahan energi dan contoh dalam kehidupan
sehari hari ialah:
1. Energi Listrik menjadi Energi Panas
Contoh : Setrika, Oven, Kompor Listrik, Soldier, dsb
2. Energi Listrik menjadi Energi Gerak
Contoh : Kipas Angin, Motor listrik, Pompa air, Blender, dsb
3. Energi Listrik menjadi Energi Cahaya
Contoh : Lampu, TV, Komputer, Senter, dsb.
4. Energi Listrik menjadi Energi Bunyi
Contoh : Radio, TV, dsb
5. Energi Cahaya menjadi Energi Listrik
Contoh : Panel Surya
6. Energi Gerak menjadi Energi Listrik
Contoh : Kincir Angin untuk pembangkit listrik, PLTA
7. Energi Nuklir menjadi Energi Listrik
Contoh : PLTN
8. Energi Gerak menjadi Energi Panas
Contoh : Berlari, Memakai motor terlalu lama, dsb.
9. Energi Kimia menjadi Energi Gerak
Contoh : Bensin, Solar, Avtur, dsb
10. Energi Kimia menjadi Energi Panas
Contoh : Pembakaran bahan kimia seperti alkohol, bensin,
dsb.
PEMANFAATAN SUMBER ENERGI ALTERNATIF
• Energi alternatif dapat menjadi pengganti energi fosil yang
saat ini menjadi sumber energi utama di bumi.
• Energi alternatif memiliki manfaat untuk lingkungan, karena
dinilai lebih ramah terhadap lingkungan dan mampu
mencegah kerusakan lingkungan.
• Energi alternatif sebagai solusi sumber energi bagi
kehidupan manusia yang renewable atau dapat diperbaharui,
sehingga isu-isu kelangkaan energi bisa dihapus dengan
adanya energi terbarukan.
TEMA : 1-2
KOMPETENSI DASAR :
3.1. Menjelaskan pecahan-pecahan senilai
dengan gambar dan model konkret
3.2. Menjelaskan berbagai bentuk
pecahan (biasa, campuran, desimal,
dan persen) dan hubungan di
antaranya
3.3. Menjelaskan dan melakukan
penaksiran dari jumlah, selisih, hasil
kali, dan hasil bagi dua bilangan
cacah maupun pecahan dan desimal
Mengenal Pecahan
Pecahan merupakan salah satu bilangan yang memiliki bentuk unik.
Pecahan ditulis dengan menggunakan dua bilangan yang disusun
vertikal atau atas dan bawah dengan tanda batas di tengahnya. Untuk
angka bagian atas disebut pembilang, sedangkan di bagian bawah
disebut penyebut. Cara membaca bilangan dengan menyebutkan dari
atas ke bawah dan di bagian tengah dibaca “per”, seperti contoh gambar
di bawah ini.
Adapun pecahan pada benda ataupun gambar, maka bagian yang dipilih
atau diarsir menjadi pembilang sedangkan jumlah semua bagian menjadi
penyebut.
Pecahan senilai
Pecahan Senilai adalah dua pecahan atau lebih yang memiliki bentuk
berbeda tetapi nilainya sama. Pecahan senilai disebut juga pecahan
ekivalen. Untuk lebih mudahnya bisa disimak gambar di bawah ini.
Dari gambar di atas, gambar (a) merupakan gambar yang ketiga-tiganya
menunjukkan pecahan senilai. Walaupun antara gambar balok pertama
dan kedua bentuk pecahannya berbeda. Begitu juga dengan gambar (b)
lingkaran yang dibagi menjadi beberapa bagian.
Membandingkan pecahan
Materi Membandingkan pecahan dapat dilakukan dengan beberapa
macam cara. Adapun hasil dari membandingkan pecahan nantinya
menggunakan tanda “>, <, =”. Adapun arti dari tanda > maksudnya
adalah bilangan pertama lebih besar nilainya dibandingkan bilangan
kedua. Sedangkan tanda < berarti pecahan pertama lebih kecil dari
bilangan kedua.
Cara mengingat tanda membandingkan pecahan adalah apabila tanda <
jika ditambah garus di depan menjadi |< atau membentuk huruf K yang
berarti bilangan pertama kurang dari atau lebih kecil daripada bilangan
kedua.
Cara mudah dalam membandingkan pecahan adalah dengan mengalikan
silang. Namun perlu diketahui, dalam melakukan perkalian silang, posisi
pembilang yang menentukan posisi hasil perkalian.
Contoh:
Bandingkan pecahan berikut 2/3 … 4/5. Cara menyelesaikannya
sangatlah mudah tinggal kalikan silang yakni 2x5 merupakan bilangan
pecahan pertama dan 4x3 sebagai hasil dari bilangan pecahan kedua.
Jadi hasilnya adalah 2/3 < 4/5.
Macam-macam Pecahan
macam-macam pecahan diantaranya:
Pecahan biasa
Pecahan campuran
Pecahan decimal
Penjumlahan bilangan pecahan biasa
Dalam menjumlahkan pecahan biasa yang memiliki penyebut yang sama,
kalian cukup menjumlahkan angka yang ada di bagian atas atau biasa
dinamakan sebagai "pembilang" sementara penyebutnya tetap.
Contoh :
Pengurangan bilangan pecahan biasa
Konsep pengurangan pada bilangan pecahan biasa sama saja seperti
pada penjumlahan. Jika penyebutnya sama tinggal mengurangkan angka
yang ada di atasnya atau "pembilang".
Contoh :
Mengubah pecahan biasa menjadi pecahan campuran
Contoh Soal
1. Nyatakan pecahan berikut ke dalam pecahan campuran.
a. 35/4
b. 75/6
Mengubah Pecahan Biasa ke dalam Bentuk Desimal
Cara mengubah pecahan biasa menjadi pecahan desimal adalah dengan
cara mengubah penyebut menjadi 10, 100, 1.000, dan seterusnya.
Pembilang dan penyebut harus dikalikan dengan bilangan yang sama
agar penyebutnya menjadi 10, 100, 1.000, dan seterusnya.
Contoh:
Ubahlah pecahan 3/5 menjadi pecahan desimal !
Penyelesaian:
- Kalikan pembilang dan penyebut dengan pecahan 2/2, agar
penyebutmya menjadi 10. .
- Perhatiakn penyebutnya, krn 0 nya 1 pada penyebut, maka pada
pembilang hitung satu angka dari belakang, kemudiann pasang
koma.
- Jika di depan koma tidak ada bilangan, maka diberi tambahan 0.
Mengubah Pecahan Biasa ke dalam Bentuk Persen dan sebaliknya
a. Mengubah pecahan ke dalam bentuk persen
Cara mengubah pecahan biasa ke dalam bentuk persen, yaitu dengan
cara mengubah penyebut pecahan tersebut menjadi 100, karena
persen merupakan per seratus Pahamilah perubahan pecahan
menjadi persen di bawah ini!
Karena penyebut pecahan (2) ingin jadi 100,
maka penyebut harus dikalikan kepada 50 (2 x
50 = 100), sehingga pembilang pun harus
dikalikan dengan bilangan yang sama (1 ∞ 50)
sehingga 1/2 = 50 %
b. Mengubah persen ke bentuk pecahan biasa
Mengubah persen ke dalam bentuk pecahan biasa dilakukan
dengan cara sebagai berikut.
1. Dari bentuk persen diubah dulu menjadi pecahan biasa (per
seratus).
2. Taksir atau cari pembagi terbesar dari bilangan pembilang dan
penyebut.
3. Bagi pembilang maupun penyebut dengan bilangan pembagi
tersebut.
Contoh
Pembagi terbesar dari 75 dan 100 adalah 25, maka
kedua bilangan 75 dan 100 (pembilangdan
penyebut) dibagi oleh bilangan 25.
Menjadi
75 : 25 = 3 (pembilang)
100 : 25 = 4 (penyebut)
2. Mengubah Pecahan Ke dalam Bentuk Desimal dan Sebaliknya
a. Mengubah pecahan ke dalam bentuk desimal
Mengubah pecahan biasa ke dalam bilangan desimal dapat dilakukan
dengan dua cara berikut.
1) Dengan cara dibagi (bagi kurung). Ingat, bahwa ( per = bagi).Jadi,
untuk mengubah pecahan menjadi desimal dengan jalan pembilang
dibagi penyebut.
Contoh:
Caranya:
Pecahan 1/4 sama dengan 1 : 4, dapatkah
bilangan 1 : 4? Apabila yang dibagi lebih kecil
daripada yang membagi, maka tambahkan
angka 0 dan naikkan koma sehingga akan
membentuk bilangan desimal.
2) Dengan cara mengubah penyebut menjadi 10, 100, atau 1000. Ingat,
bahwa bilangan desimal merupakan bilangan per sepuluh, per
seratus, atau per seribu.
Contoh :
Penyebut dijadikan 10 ( 2 x 5 = 10) karena penyebut
dikalikan dengan bilangan 5, maka pembilang pun
harus dikalikan pada bilangan yang sama (5). Jadi, (1
x 5 = 5), maka sekarang menjadi pecahan 1/5 = 0,5
Jadi 1/5 = 0,5
b Mengubah bilangan desimal menjadi pecahan biasa
Mengubah bilangan desimal menjadi pecahan biasa caranya hampir
sama dengan cara yang kedua dalam mengubah pecahan biasa menjadi
desimal ( diubah menjadi per sepuluh, perseratus, perseribu) kemudian
pembilang dan penyebut dibagi dengan angka yang sama.
Contoh:
Bilangan desimal 0,5 sama dengan pecahan untuk menyederhanakan
pecahan 5/10 , maka pembilang dan penyebut dibagi dengan bilangan
yang sama (bilangan terbesar yang dapat membagi keduanya) yaitu
bilangan 5, sehingga pembilang (5 : 5 = 1) dan penyebut (10 : 5 = 2).
Jadi 0,5 = 1/2
3. Mengubah Desimal Ke dalam Bentuk Persen dan Sebaliknya
a. Mengubah desimal ke dalam bentuk persen
Bilangan desimal diubah dulu menjadi
pecahan per sepuluh atau per seratus.
Ingatlah per seratus sama dengan persen.
b. Mengubah persen ke dalam bilangan desimal
Bilangan persen diubah menjadi per seratus dan
untuk menjadikan bilangan desimal hanya
tinggal menentukan angka di belakang koma.
Agar lebih jelas perhatikanlah contoh di samping
ini.
- Perkalian Bilangan Asli dengan Pecahan Biasa
Caranya adalah dengan mengalikan bilangan asli dengan pembilang.
– Perkalian Dua Pecahan Biasa Caranya adalah pembilang kali pembilang
dibagi penyebut kali penyebut
– Pembagian Bilangan Asli dengan Pecahan Biasa
Dapat dilakukan dengan cara mengalikan bilangan yang dibagi dengan
kebalikan dari bilangan pembagi.
–Pembagian Dua Pecahan Biasa Dapat dilakukan dengan dua cara :
1. Mengalikan bilangan yang dibagi dengan kebalikan dari bilangan
pembagi.
2. Menyamakan penyebutnya, kemudian pembilang dibagi dengan
pembilang.
Penaksiran bilangan pecahan
Menaksir harga pecahan dapat dilakukan :
1. Dengan cara membuat garis bilangan, bisa juga dengan ara merubah
pecahan menjadi pecahan desimal, kemudian kita lihat angka
persepuluhannya, jika angka persepuluhannya kurang dari 4, maka
taksiran pecahan tersebut turun atau dianggap 0, namun apabila angka
persepuluhannya sama dengan atau lebih dari 5, maka taksirannya
naik atau dianggap 1 penyelesaian soal :
4/5 cara membuat garis bilangan,
dengan
<--I-----I-----I-----I-----I-----I-->
0 1/5 2/5 3/5 4/5 1
lihat bilangan pecahan 4/5 lebih dekat ke angka 1 daripada ke angka
0, maka taksiran dari 4/5 = 1
2. Dengan cara merubahnya menjadi pecahan desimal
contoh : 4/5 = 8/10 = 0,8
angka persepuluhannya adalah angka 8, angka 8 itu lebih dari 5, maka
taksirannya naik yaitu 1
2 ¾ dengan cara membuat garis bilangan
<--I----------I----------I----------I----------I-->
2 2 1/4 2 2/4 2 3/4 3
lihat bilangan 2 3/4 lebih dekat dengan 3 daripada 2, maka taksiran
dari 2 3/4 adalah 3 dengan cara merubahnya menjadi pecahan
desimal
2 3/4 = 2 75/100 = 2,75
angka persepuluhannya adalah angka 7, angka 7 lebih dari 5,
maka taksirannya naik menjadi 2+1 = 3
A. Ciri khusus Fonologi Bahasa Using
Ciri khusus fonologis yang tampak menonjol pada Bahasa Using
terutama terdapat pada:
1. Tekanan kata yang selalu jatuh pada suku kata akhir. Tekanan kata
pada suku kata terakhir ini menimbulkan
a. Diftongisasi. Pada posisi tertentu fonem-fonem /i/ dan /u/
dapat (tetapi tidak selalu) diucapkan [ai] dan [au];
Contoh: i ; siji, iki, kelendi
u ; telu,pitu, iku
b. Umlautisasi. Pada posisi tertentu fonem-fonem
/l,m,n,ng,ny,l,r,w,y/ diucapkan [l,m,n,ŋ,ń,r,w,y] dengan bunyi
“tebal”
Contoh: lima, ula, uwong
c. Glotalisasi. Kata-kata yang berakhir dengan suara [ẻ,o,A] pada
akhir kata-kata lepas. Akhir frasa atau klausa sering diucapkan
[ẻ′,o′, A′]
Contoh: ẻ sate dibaca satek
o sewo dibaca séwok
A lima dibaca limok
2. Palatalisasi. Pada posisi tertentu fonem-
fonem/b,d,dh,g,j,l,m,n,ng,ny,r,w,y/ diucapkan [by, dy, Dy, gy,
jy,ly,my,ny, ŋy,ńy ,ry,wy,yy] dengan suara luncuran lemah”y” lemah.
Contoh:
abang diucapkan abyang
madhang diucapkan madyang
wedang diucapkan wedyang
Gandrung diucapkan Gyandrung
Gedhang diucapkan Gedhyang
B. PEMAKAIAN HURUF
Huruf- huruf Abjad yang digunakan dalam Ejaan Bahasa Using
A. Huruf vokal : a,e,( é,è), i,o,u
B. Contoh pemakaian dalam kata
Fonem Contoh/Posisi dalam Kata
Alofon Awal Tengah Akhir
12 3 4 5
a [a] anu ‘milik’ bacot ‘hidung’ Ø
[A] ala ‘buruk’ daya ‘padahal’ sira ‘kamu’
e e empet ‘tahan’ parek ‘dekat’ Ø
(é) é éka ‘reka’ méndah alé ‘padahal’
(è) [E] ènten ‘ada’ ‘alangkah’ Ø
golèt ‘cari’
[i] isun ‘aku’ rika ‘Anda’ rabi ‘istri’
[I] imbuh
i ‘tambah’ kakik*)’kakek Ø
[ai] Ø
Ø laki ‘suami’
[o] ondet ‘ungkit’ sore ‘kemarin’ engko ‘nanti’
o [O] omes ‘sabar’ embok ‘kakak Ø
pr’
[u] uncal ‘cemara’ bungar ‘cerah’ garu ‘sisir’
[U] using ‘tidak’ kauk ‘sorak’ Ø
u
[au] Ø Ø milu ‘ikut’
Conto: [a ]: rambut [ai] : deriji
[A] : mata [o] : pokang
[e] : lengen [O] : otot
[é] : lambe [u] : kuku
[E] : kelek [U] : kuping
[i] : pipi [au] : untu
[I] : sikil
C. NGENAL ARAN BAGIAN-BAGIANE AWAK
1. 2. 3.
Ilat Bacot Sikil
4. 5. 6. 7.
Mata
Lengen Kuping Deriji
D. SILSILAH KELUARGA
Aran Celukan (julukan) jerone silsilah keluarga Wong Using :
1. kakek/anang = bapake bapak/bapake emak
2. embok = dulur tuwek wadon
3. anak = hang dilairaken emak lan bapak
4. putu = anake anak
5. uwak = kakange bapak/kakange emak/emboke
6. kakang bapak/emboke emak
7. paman = dulur tuwek lanang
= adike bapak/adike emak
8. adik = dulur enom lanang/wadon
9. embah/adon = emake bapak/emake emak
10. misan = anake paman/uwak
11. mantu = rabine utawa lakine anak
12. buyut = anake putu/wong tuweke embah/wong tuweke
13. misan pancer anang
= anake dulur lanange bapak.
E. ARAN PANGGONAN HANG NGAMPET TEKA NING
DONGENG/SEJARAH USING
1. Keramasan : Panggonan Sri Tanjung wuwung sakdurunge
dipateni Sidopekso
2. Cungking : Kuburane buyut Cungking ( Ki Wangsa karya /
penasehate Prabu Tawang alun ) kang rambute
dikuncung ring mburi ( wingking )
3. Pelecutan : Panggonane macan putih melecut ( ngilang
)hang saikii diarani desa macan putih, dukuh
pelecutan
4. Dandang Wiring : Manuk kuning hang nggegeraken desa
pennganjuran ( Banyuwangi) nong jamane lurah
Ki Marantaka, Manuk iku ilang/musno pas ring
sikile Ki Marantaka
5. Kedayunan : Panggonan dayun-dayun ne minak jingga
6. Inggrisan : Bentenge serdadu inggris ( nang ngarepe
gesibu )
7. Kepatihan : Panggonan para patih wong agung wilis ring
kecamatan Rogojampi Umahe patih ring jamane
Bupati Mas Alit ( kec. Banyuwangi)
8. Watu dodol : Panggonan watu kang didodol enggo dalan
nyang Penarukan.
F. ARANE PERKAKAS PAWON (Using) / ALAT-ALAT DAPUR
(Indonesia)
1. BENGAHAN = Tungku permanen dari batu-bata yang lekatkan
dengan adonan tanah adonan semen.
2. SEPIT
3. SEROTONG = Alat penjepit bara api, terbuat dari bambu.
= Bumbung bambu dipotong pendek, fungsinya
4. GENTHONG
5. SEWUR untuk meniup agar api menyala.
6. COWEK = Tempat menampung air dari tanah.
7. CANTHUK = Gayung
8. ERUS = Cobek
= Uleg-Uleg (Jawa)
9. WAJAN
= Alat untuk mengambil kuwah, dulu terbuat dari
10. SOLED bathok kelapa dengan pegangan dari bilah
11. DANDANG bambu.
12. PENGARON = Alat untuk menggoreng terbuat dari baja
(Namun ada juga dari tanah, kadang untuk
13. KEMARANG menggoreng kopi)
14. BEGOG
= Sothil (Jawa)
15. CERET = Alat untuk menanak nasi, terbuat dari tembaga,
16. KETEL baja atau seng.
= Tempat nasi terbuat dari batang kayu (biasanya
17. LUMUR
18. CINGKIR kayu mahoni).
19. LEPEK
= Tempat nasi terbuat dari baja atau alumonium.
= Semacam gelasm bentuknya agak besar
terbuat dari baja atau besi.
= Alat untuk menampung air minum, bentuk
langsing.
= Alat untuk menampung air minum, bentuknya
agak besar.
= Gelas
= Cangkir
= Alas cangkir
TEMA : 1-2
KOMPETENSI DASAR :
3.2 mengetahuitanda tempo dan
tinggi rendah
3.3 mengetahuigerak tari kreasi
daerah
A. Mengenal Tarian Daerah
Tari daerah adalah tarian suatu daerah yang berasal atau terbentuk
dari masyarakat di daerah tertentu. Selain diiringi dengan musik
tradisional setempat, tari daerah biasanya menggunakan pakaian
daerah pula.
Tarian daerah mencerminkan ciri khas daerah tersebut yang
dipentaskan pada waktu upacara adat dan menyambut tamu
kehormatan.
Nama-nama tarian daerah beserta asal daerahnya
No. Nama Tarian Asal Daerah
1 Tari Saman Meuseukat D. I. Aceh
2 Tari Kecak Bali
3 Tari Sekapur Sirih
4 Tari Jaipong Jambi & Kepulauan Riau
5 Tari Reog Ponorogo Jawa Barat
6 Tari Poco-poco Jawa Timur
7 Tari Topeng
8 Tari Kipas Pakarena Maluku Utara
9 Tari Andun Betawi/DKI Jakarta
10 Tari Bendrong Lesung
11 Tari Piring Sulawesi Selatan
12 Tari Pendet Bengkulu
13 Tari Serimpi Banten
14 Tari Saronde
15 Tari Selampit Delapan Sumatera Barat
16 Tari Lilin Bali
17 Tari Pinggan
18 Tari Giring-Giring Jawa Tengah
19 Tari Masyoh Sulawesi Utara
20 Tari Piso Surit
21 Tari Merak Jambi
22 Tari Kuda Lumping Sumatera Barat
23 Tari Papatai
Kalimantan
Kalimantan Tengah
Papua
Sumatera Utara
Jawa Barat
Jawa Timur
Kalimantan Timur
No. Nama Tarian Asal Daerah
24 Tari Jepen Kalimantan Timur
25 Tari Melinting
26 Tari Cakalele Lampung
27 Tari Suanggi Maluku
28 Tari Serampang Dua Belas Papua
29 Tari Jengger Sumatera Utara
30 Tari Selamat Datang
31 Tari Tenun Songket Bali
32 Tari Campak Papua
33 Tari Maengket Palembang
34 Tari Bedana Bangka Belitung
Sulawesi Utara
Lampung
B. GERAKAN DASAR TARI BUNGONG JEUMPA
Tari Bungong Jeumpa berasal dari Aceh.
Bungong Jeumpa berarti bunga cempaka.
Tarian ini dibagi ke dalam dua gerakan, yaitu gerakan saat berdiri dan
gerakan saat duduk.
1. Gerakan saat berdiri :
Gerakan A
• Kedua tangan di atas, kaki jinjit hentakkan dua kali. Ke kanan 2 kali.
• Kedua tangan di atas. Kaki jinjit hentakkan dua kali. Ke kiri 2 kali.
Hitungan 4x8.
Gerakan B
Menghadap serong ke kanan. Kedua jari rapat ditarik ke atas. Kaki
kanan ke depan.
• Tangan ditarik ke bawah, kaki kanan mundur.
• Menghadap serong ke kiri. Kedua jari rapat ditarik ke atas. Kaki kiri ke
depan.
• Bergantian kanan kiri sebanyak dua kali dua kali .
Hitungan 2x8
Gerakan C
• Menghadap serong ke kanan. Kedua jari rapat ditarik ke atas. Kaki
kanan ke depan.
• Tangan ditarik ke bawah, kaki kanan mundur.
• Menghadap serong ke kiri. Kedua jari rapat ditarik ke atas. Kaki kiri ke
depan.
• Bergantian kanan kiri sebanyak dua kali dua kali .
Hitungan 2x8
Gerakan E
• Kedua tangan memegang bahu, tangan didorong ke depan. Tangan
lurus jari tanganmengarah ke atas.
• Kaki maju bergantian kanan dan kiri.
Hitungan 2x8
2. Gerakan saat duduk
Gerakan G
• Tangan kanan berdiri dan tangan kiri memegang siku.
• Tangan kiri berdiri dan tangan kanan memegang siku.
• Kemudian tepuk 2X. Lakukan secara bergantian
Hitungan 2x8
Gerakan H
• Kedua tangan tepuk lurus ke depan. Tepuk ke tengah. Tepuk ke atas.
Tepuk ke tengah. Ketika tepuk atas badan diangkat.
Hitungan 4x8
Gerakan I
• Kedua tangan memegang lantai, serong ke kanan dan ke kiri. Ditarik
ke atas tangan lurus serong ke kanan dan ke kiri. Bergantian.
Hitungan 2x8
C. TANDA TEMPO dan NADA
Tempo adalah ukuran kecepatan birama lagu.
Tanda tempo adalah tanda yang digunakan untuk menunjukkan cepat
atau lambatnya sebuah lagu yang harus dinyanyikan.
Tempo lagu dapat dibedakan menjadi 3 kelompok :
1. Lambat
2. Sedang
3. Cepat.
Berikut ini istilah-istilah tanda tempo.
Tanda tempo lambat:
1. Grave. Tempo grave adalah Sangat lambat dan kidmat (40-44 M.M)
2. Largo. Tempo largo adalah lambat dan agung (46-50 M.M)
3. Adagio. Tempo Adagio berarti sedikit lebih cepat dari largo (52-54
M.M)
4. Lento. Tempo lento artinya lambat (56-58 M.M)
Tanda tempo sedang:
1. Adante. Tempo Adante adalah secepat orang berjalan (72-76 M.M)
2. Andantino. Tempo Andantino berarti lebih cepat dari adante (80-84
M.M)
3. Maestoso. Tempo Maestoso artinya agung dan mulia (88-92 M.M)
4. Moderato. Tempo moderato adalah sedang (96-104 M.M)
Tanda tempo cepat:
1. Allegretto. Tempo allegreto adalah agak cepat dan riang (108-116
M.M)
2. Allegro. Tempo allegro artinya cepat, hidup dan riang (132-138 M.M)
3. Vivace. Tempo vivace berarti hidup dan riang (160-176 M.M) 4. Presto.
Tempo presto berarti cepat (184-200 M.M)
Nada
Nada adalah bunyi yang beraturan, dan memiliki frekuensi tunggal
tertentu. Dalam teori musik, setiap nada memiliki tinggi nada atau tala
tertentu menurut frekuensinya ataupun menurut jarak relatif tinggi nada
tersebut terhadap tinggi nada patokan
Tangga Nada
Tangga nada merupakan susunan berjenjang dari nada-nada pokok
suatu sistem nada, mulai dari salah satu nada dasar sampai dengan nada
oktafnya, misalnya do, re, mi, fa, so, la, si, do.
Not Angka
Notasi angka merupakan penulisan karya seni musik yang
disimbolkan dengan angka.
Contoh :
1 2 3 4 5 6 7 ‘1
do re mi fa sol la si do
NOT BALOK
Not balok merupakan not yang disimbolkan dengan gambar yang
menunjukkan tinggi rendahnya suara. Istilah lain dari notasi balok
adalah notasi mutlak. Jenis notasi ini memiliki patokan tinggi rendah
nada yang tetap (a = 440 Hz). Pada notasi balok juga digunakan sistem
paranada dengan garis lima yang digunakan sebagai dasar
pembentukan nada.
Ada 3 bagian dalam notasi balok, yaitu bendera, tangkai, dan kepala.