https://www.youtube.com/watch?v=qjjwmDcZ2Bg
KATA PENGANTAR Om Swatyastu Puji syukur saya panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, karena atas Asung Kertha Waranugraha beliau, sehingga saya dapat menyelesaikan Laporan Kegiatan Pendampingan Individu 2 Calon Guru Penggerak Angkatan 9 Kota Denpasar tepat pada waktunya. Laporan ini saya buat sebagai bentuk pertanggungjawaban, bahwa saya telah melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan program perencanaan kegiatan. Dalam kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang memberikan kontribusi positif dalam kegiatan Pendampingan Individu 2 ini, utamanya 1. Ibu Ni Putu Sugilastini, S.Pd. selaku Fasilitator, yang telah memberikan banyak bimbingan, motivasi, dan arahan yang berharga. 2. Ibu Ni Putu Swandewi, S.Pd. selaku Pengajar Praktik (PP), yang juga telah banyak memberikan bimbingan, motivasi, dan arahan yang sangat berarti. 3. Ibu I Gusti Ayu Ari Nuratih, S.Pd.,M.Pd., selaku Kepala SD Saarswati 6 Denpasar, yang tidak hanya memberikan bimbingan dan motivasi, tetapi juga memberikan dukungan nyata yang telah mendorong semangat saya untuk terus mengembangkan diri. 4. Bapak/Ibu Guru dan Staf SD Saraswati 6 Denpasar, yang selalu memberikan motivasi dan semangat kepada saya dalam perjalanan menempuh Pendidikan Calon Guru Penggerak. Semoga segala sumbangsih yang diberikan akan mendapat balasan yang berlipat dari Ida Sang Hyang Widi Wasa. Akhir kata apabila ada hal-hal yang belum sempurna dari laporan ini, kritik dan saran bagi para pembaca yang sifatnya membangun sangat saya harapkan. Sekian dan Terima kasih. Om Santih, Santih, Santih Om Denpasar, 07 Oktober 2023 Calon Guru Penggerak (CGP) Made Mardika, S.Ag.,M.Pd.H
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR............................................................................................................ 2 DAFTAR ISI .......................................................................................................................... 3 A. Latar Belakang................................................................................................................... 4 B. Tujuan Kegiatan Pendampingan Individu Ke-2 ................................................................ 5 C. Deskripsi Kegiatan............................................................................................................. 5 1. Refleksi Diri Tentang Lingkungan Belajar di Sekolah (15 menit)..................................8 2. Refleksi Perubahan Diri Setelah Mempelejari Modul 1.1, Modul 1.2 dan Modul 1.3. (15 menit)..................................................................................................................................8 3. Rencana Merintis/Menumbuhkan Komunitas Praktisi di Sekolah. (20 menit)..............11 4. Mengkomunikasikan Visi dan Prakarsa Perubahan Sekolah (110 menit) ......................14 D. Hasil Kegiatan ................................................................................................................. 15 E. Penutup............................................................................................................................. 18 F. Dokumentasi Kegiatan ..................................................................................................... 19 G. Flayer Kegiatan................................................................................................................ 20 H. Dokumentasi Kegiatan..................................................................................................... 21 LAMPIRAN-LAMPIRAN 1. Simpulan Kalimat Visi 2. Rancanagn Prakarsa Perubahan Surat Undangan Peserta 2. Daftar Hadir Pengajar Praktik 2. Daftar Hadir Kepala Sekolah 3. Daftar Hadir Peserta
A. Latar Belakang Program pendidikan guru penggerak merupakan sebuah inisiatif untuk membentuk guru-guru menjadi pemimpin yang berfokus pada perkembangan murid. Melalui program ini, diharapkan guru-guru dapat mengembangkan kemampuan diri mereka sendiri serta membantu guru-guru lainnya dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan refleksi, berbagi pengalaman, dan berkolaborasi secara mandiri. Guru yang mengikuti program ini juga diharapkan memiliki kematangan moral, emosional, dan spiritual yang memungkinkan mereka untuk mematuhi kode etik profesi guru. Selain itu, program ini juga mendorong guru-guru untuk merencanakan, melaksanakan, merefleksikan, dan mengevaluasi pembelajaran yang berfokus pada kepentingan murid. Guru-guru diajak untuk melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran, berkolaborasi dengan mereka, serta menjalin hubungan yang kuat dengan komunitas sekitar untuk mengembangkan sekolah dan memberikan kesempatan bagi murid untuk mengembangkan kepemimpinan mereka sendiri. Program ini mencakup berbagai jenis pelatihan seperti pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan selama periode 6 bulan bagi guru yang mengikuti program ini. Dalam tahap pendampingan, setiap guru penggerak akan diberikan bimbingan oleh seorang pengajar praktik yang dikenal sebagai PP. PP akan memberikan dukungan individual kepada guru tersebut dan akan terlibat dalam kegiatan lokakarya. Pada tahap pendampingan yang kedua, guru penggerak akan bersama PP untuk mengadakan diskusi dan menyampaikan visi serta prakarsa perubahan kepada seluruh anggota sekolah, dengan tujuan mewujudkan aspirasi dan cita-cita yang lebih baik bagi murid di masa depan. Program pendidikan guru penggerak bukan hanya sekadar program pelatihan, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk menghadapi beragam tantangan dalam dunia pendidikan. Dengan meningkatnya kompleksitas masyarakat dan perkembangan teknologi, guru penggerak diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menghadapi perubahanperubahan tersebut dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang kebutuhan murid dan komunitas sekolah. Program ini menjadi jembatan yang memungkinkan guru-guru menjadi
lebih responsif, kreatif, dan inovatif dalam membentuk pendidikan yang relevan dan bermakna bagi semua pihak yang terlibat dalam ekosistem pendidikan. B. Tujuan Kegiatan Pendampingan Individu Ke-2 Adapun Tujuan Pendampinan Indi Vidu Ke-2 adalah sebagai berikut : 1. Mendiskusikan cita-cita/visi warga sekolah terhadap murid di masa yang akan dating. 2. Refleksi Penerapan Budaya Positif di Sekolah. C. Deskripsi Kegiatan 1. Refleksi Diri Tentang Lingkungan Belajar di Sekolah (15 menit) Kegiatan pendampingan 2 dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 7 Oktober 2023, mulai pukul 11.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita. Kegiatan ini dimulai dengan sesi Pengajar Praktik membahas pemahaman dan Refleksi Diri Tentang Lingkungan Belajar di Sekolah. Pengajar Praktik memulai dengan mengajukan pertanyaan terbuka sebagai berikut : a. Bagaimana dukungan Kepala Sekolah/Rekan Sejawat terhadap Guru Penggerak yang Bapak/Ibu jalani? Jawaban saya sebagai CGP : Selama saya menjalani program Pendidikan Guru Penggerak, dukungan yang saya terima dari kepala sekolah sangat luar biasa. Beliau selalu memberikan dukungan penuh dalam menjalankan tugas-tugas di LMS sehingga saya dapat menyelesaikannya tepat waktu. Selain itu, beliau juga membantu saya dalam mengatur waktu pembelajaran dan menjalankan kewajiban sebagai calon guru penggerak. Tidak hanya kepala sekolah, rekan sejawat juga sangat mendukung saya. Mereka merasa senang melihat saya aktif mengikuti program pendidikan ini, bahkan saya juga berhasil memotivasi beberapa rekan sejawat untuk bergabung dalam program yang sama. Semua ini membuat semangat saya dalam menjalani pendidikan ini semakin tinggi, dan saya merasa sangat bersyukur atas dukungan yang saya terima dari kepala sekolah dan rekan sejawat.
b. Apa bentuk dukungan yang mereka berikan? Jawaban saya sebagai CGP : Dalam perjalanan saya dalam program Pendidikan Guru Penggerak, dukungan dari kepala sekolah dan rekan sejawat telah memainkan peran yang sangat penting. Kepala sekolah tidak hanya memberikan motivasi dengan kata-kata semangat yang menginspirasi, tetapi juga memberikan dukungan konkret seperti fasilitas dan pelatihan tambahan yang membantu meningkatkan kualitas pembelajaran. Beliau juga selalu siap membantu mengatasi hambatan yang mungkin muncul. Di sisi lain, rekan sejawat juga memberikan motivasi dengan mengapresiasi dedikasi saya dan bahkan ada yang terinspirasi untuk bergabung dalam program serupa. Mereka juga berbagi pengalaman, tips, dan trik, serta bersedia berkolaborasi dalam pengembangan materi pembelajaran. Dukungan emosional dan solidaritas dalam menghadapi kesulitan bersama juga menjadi bagian penting dari peran rekan sejawat dalam perjalanan ini. Dengan demikian, baik kepala sekolah maupun rekan sejawat telah memberikan dukungan yang sangat berarti dalam berbagai bentuk, yang secara keseluruhan telah membantu saya menjalani program Pendidikan Guru Penggerak dengan sukses. c. Apa tantangan yang Bapak/Ibu hadapi dalam menjalani Pendidikan Guru Penggerak di lingkungan sekolah Bapak/Ibu? Jawaban saya sebagai CGP : Tantangan terbesar yang saya hadapi adalah menjaga keseimbangan antara tugas di sekolah dan peran saya sebagai calon guru penggerak. Manajemen waktu menjadi hal yang krusial dalam upaya saya memenuhi tanggung jawab di sekolah sekaligus berkomitmen pada program Pendidikan Guru Penggerak. Saya kadang harus berusaha keras untuk menyesuaikan jadwal mengajar, khususnya saat harus mengikuti pertemuan online seperti Google Meet. Terkadang, perjalanan yang harus ditempuh cukup jauh dari sekolah ke rumah membuat saya harus berupaya keras agar bisa hadir di pertemuan online tepat waktu. Selain itu, upaya untuk menjalankan tugas dan aksi nyata sebagai guru penggerak juga memerlukan
perencanaan waktu yang matang. Semua ini merupakan tantangan yang harus saya atasi agar bisa menjalani kedua peran ini secara efektif. d. Apa yang Bapak/Ibu lakukan untuk menghadapi tantangan tersebut? Jawaban saya sebagai CGP : Untuk mengatasi tantangan menjaga keseimbangan antara tugas di sekolah dan peran saya sebagai calon guru penggerak, saya telah mengambil beberapa langkah konkret. Pertama, saya membuat jadwal harian dan mingguan yang rinci, memprioritaskan tugas-tugas penting di sekolah, dan memanfaatkan teknologi untuk mengingatkan jadwal. Saya juga terus berkomunikasi dengan kepala sekolah tentang tanggung jawab tambahan saya dan mencari solusi jika ada konflik jadwal. Selain itu, saya berusaha untuk terus meningkatkan kemampuan manajemen waktu saya melalui berbagai sumber belajar. Melalui langkahlangkah ini, saya berharap dapat menghadapi tantangan ini dengan lebih efektif dan produktif. e. Apa rencana Bapak Ibu kedepannya sehingga kegiatan Pendidikan Guru Penggerak yang Bapak/Ibu jalani berjalan dengan maksimal Jawaban saya sebagai CGP : Rencana saya kedepannya adalah terus meningkatkan efektivitas dalam menjalani kegiatan Pendidikan Guru Penggerak agar berjalan dengan maksimal. Saya akan terus fokus pada manajemen waktu yang baik dan memastikan perencanaan jadwal yang lebih matang. Selain itu, saya akan terus berkomunikasi secara aktif dengan kepala sekolah dan rekan sejawat untuk memastikan koordinasi yang baik dalam melaksanakan tugas-tugas di sekolah dan sebagai calon guru penggerak. Saya juga berencana untuk terus mengembangkan kemampuan manajemen diri, termasuk kemampuan mengatasi tantangan dan menghadapi situasi yang mungkin muncul di masa depan. Selain itu, saya akan terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pendidikan sehingga dapat
memberikan kontribusi yang lebih besar dalam program Pendidikan Guru Penggerak. Selanjutnya, saya akan aktif mencari peluang kolaborasi dengan rekan guru penggerak lainnya untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan sumber daya dalam upaya memajukan pendidikan di sekolah kami. Semua ini merupakan bagian dari komitmen saya untuk menjalani Pendidikan Guru Penggerak dengan maksimal dan memberikan dampak positif yang signifikan pada dunia pendidikan. 2. Refleksi Perubahan Diri Setelah Mempelejari Modul 1.1, Modul 1.2 dan Modul 1.3. (15 menit) a. Apa saja yang sudah Bapak/Ibu Pelajarai Pada Modul 1.1, Modul 1.2 dan Modul 1.3. Jawaban saya sebagai CGP : Pada Modul 1.1, saya mendalami pemikiran Ki Hajar Dewantara yang menekankan pentingnya mendidik untuk membimbing anak-anak menuju kebahagiaan dan keselamatan yang tinggi, baik sebagai individu maupun anggota masyarakat. Filosofi ini menjadi dasar yang kuat untuk pemahaman saya dalam Modul 1.2. Modul 1.2 membahas konsep Nilai dan Peran Guru Penggerak yang sangat inspiratif. Terdapat lima nilai penting yang harus dimiliki oleh seorang guru penggerak: berpihak pada murid, mandiri, reflektif, kreatif, dan kolaboratif. Sementara itu, guru penggerak memiliki lima peran penting, yaitu menjadi pemimpin pembelajaran, menjadi coach untuk guru, mendorong kolaborasi, mendorong kepemimpinan murid, dan menggerakkan komunitas praktisi. Pada Modul 1.3, saya memahami betapa pentingnya memiliki visi dalam pendidikan. Visi di sini adalah pandangan jauh ke depan tentang hasil pendidikan yang ingin dicapai. Modul ini juga memperkenalkan metode perencanaan baru, yaitu IA Inquiry Apresiatif. Metode ini menekankan pada mengidentifikasi kekuatan awal (aset) dan mengubah masalah menjadi tantangan yang harus
diatasi. IA (Inquiry Apresiatif) terdiri dari dua tahapan, yaitu ATAP (Aset, Tantangan, Aksi, Pelajaran) dan BAGJA (Buat pertanyaan, Ambil pelajaran, Gali mimpi, Jabarkan rencana, Atur eksekusi). Seluruh pembelajaran dari tiga modul ini telah membantu saya memahami pentingnya pendidikan yang berfokus pada perkembangan murid dan bagaimana merencanakannya dengan baik. Saya merasa sangat terinspirasi oleh konsepkonsep ini dan yakin bahwa pemahaman ini akan membantu saya menjadi seorang Calon Guru Penggerak yang lebih efektif dan berdedikasi dalam mendidik anak-anak menuju masa depan yang lebih baik. b. Apakah yang Bapak/Ibu pelajari sudah Bapak/Ibu terapakan di kelas. Berikan apa saja contohnya? Jawaban saya sebagai CGP : Saya ingin menyampaikan bahwa ini sesuai dengan Filosofi Ki Hajar Dewantara, dan saya telah merenungkan filosofi ini dengan penuh rasa syukur. Apa yang telah saya pelajari dari ketiga modul tersebut sudah bisa saya terapkan di kelas. Dalam Modul 1.1, saya telah belajar untuk mengambil peran saya sebagai seorang guru dengan baik. Saya telah menunjukkan teladan yang baik kepada siswa dengan datang tepat waktu dan membimbing mereka. Sebagai seorang guru, saya selalu memberikan dorongan, motivasi, dan panduan kepada anakanak sesuai dengan potensi mereka. Tujuan utama saya adalah agar siswa dapat merdeka dalam proses pembelajaran, dengan fokus pada pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dalam Modul 1.2, saya telah mengimplementasikan nilai dan peran guru penggerak. Ini melibatkan perencanaan pembelajaran yang berfokus pada kebutuhan siswa, membangun hubungan yang baik dengan siswa, serta belajar melalui platform mereka. Saya juga berinovasi dalam memanfaatkan media pembelajaran sesuai perkembangan zaman, bertindak sebagai pemimpin pembelajaran yang bertanggung jawab terhadap tugas yang saya emban, berkolaborasi dengan orang tua siswa, dan menggerakkan komunitas praktisi.
Saya aktif dalam peran saya sebagai ketua komunitas belajar di sekolah, serta dalam komunitas praktisi seperti KKG Agama Hindu di gugus dan KKG Kecamatan Denpasar Timur. Selain itu, saya secara berkala melakukan evaluasi, refleksi, dan tindak lanjut untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Dalam Modul 1.3, pemberdayaan ekstrakurikuler menjadi fokus utama dalam upaya mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dan mencapai visi sekolah. Hal ini bertujuan agar pelajar Pancasila dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam bidang non-akademik sesuai dengan minat dan bakat masing-masing siswa. Dengan demikian, profil pelajar akan mencerminkan keselarasan antara kemampuan akademik dan perkembangan karakter berdasarkan nilai-nilai Pancasila. c. Apakah terjadi perubahan terhadap murid Bapak/Ibu dikelas? dan bagaimana tanggapan atau respon murid Bapak/Ibu terhadap perubahan yang dilakukan? Jawaban saya sebagai CGP : Ada perubahan dari murid-murid saya, meskipun belum terlalu signifikan. Saya masih harus terus berproses untuk menemukan cara agar pembelajaran lebih efektif, terutama dalam hal membentuk budaya positif di sekolah. Ini memerlukan waktu dan usaha untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang kedisiplinan. Astungkàra tanggapan ata respon murid sangat positif terhadap perubahan yang saya lakukan, terutama ketika saya menggunakan berbagai media inovatif dalam pembelajaran. d. Bagaimana perasaan Bapak/Ibu setelah menerapakan Modul 1.1, 1.2 dan 1.3 dikelas Bapak/Ibu? Jawaban saya sebagai CGP : Perasaan saya sangat senang dan bahagia, terutama ketika melihat murid-murid saya semakin aktif dan penuh semangat saat mengikuti pembelajaran.
e. Apa yang yang sudah baik dan yang perlu Bapak/Ibu perbaiki kedepannya? Jawaban saya sebagai CGP : Sebagai seorang pendidik, adalah penting untuk memberi salam dan memberikan senyuman kepada siswa dengan ramah saat mereka datang ke sekolah pada pagi hari. Kedatangan tepat waktu di sekolah juga merupakan hal yang sangat penting. Salah satu hal yang perlu saya perbaiki adalah kesabaran saya dalam menghadapi beragam karakter siswa. Saya juga perlu melakukan refleksi pembelajaran secara rutin untuk memahami kelebihan dan kekurangan saya saat mengajar. 3. Rencana Merintis/Menumbuhkan Komunitas Praktisi di Sekolah. (20 menit). a. Apakah Bapak/ibu memiliki pengalaman merintis komunitas praktisi di sekolah /lingkungan? Jawaban saya sebagai CGP : Ia saya memiliki pengalaman dalam menrintis komunitas praktisi di sekolah tempat saya bertugas yaitu SD Saraswatì 6 Denpasar dengan berkolaborasi bersama Kepala Sekolah dan semua guru yang ada di sekolah. Sebelumnya komunitas belajar di sekolah saya bernama KKG Mini namun seiring dengan perkembangan Pendidikan sekarang berganti menjadi Komunitas Belajar . Komunitas praktisi yang ada di sekolah saa baru saja dibentuk dengan melalu SK yang telah ditepakan ole Ibu Kepala Sekolah bernama Komunitas Belajar Guru SD Saraswatì 6 Denpasar dan kebetulan posisi saya di dalam komunitas adalah sebagai ketua. b. Apakah capaian kegiatan sesuai dengan harapan dan tujuan? Jawaban saya sebagai CGP : Kegiatan Komunitas Belajar Guru SD Sarswati 6 Denpasar telah dimulai sesuai harapan. Sebelumnya, melalui KKG Mini di sekolah, kegiatan ini sudah berjalan namun belum konsisten. Sekarang, dengan berganti nama menjadi Komunitas Belajar Guru SD Sarswati 6 Denpasar, kami berharap agar kegiatan ini dapat menjadi lebih baik. Bahkan, baru kemarin saya berhasil melaksanakan kegiatan
perdana, yakni Penguatan Literasi dan Numerasi bagi guru-guru di sekolah. Kami juga mengundang narasumber ahli dibidangnya untuk memberikan wawasan yang lebih luas kepada para guru. c. Apa tantangan selama penerapan komunitas praktisi di sekolah dan bagaimana Bapak/Ibu mengatasi tantangan tersebut? Jawaban saya sebagai CGP : Tantangan selama penerapan komunitas praktik di sekolah adalah terkait dengan waktu pelaksanaan KKG yang masih sulit untuk dilakukan pertemuan secara rutin, contohnya hanya satu bulan sekali. Hal ini disebabkan oleh padatnya kegiatan belajar mengajar, terutama di hari Sabtu yang juga diisi dengan kegiatan pengembangan diri. Oleh karena itu, ke depannya, saya berencana melalui program yang telah disusun, kita harus berkomitmen untuk mendorong agar komunitas ini dapat berjalan sesuai harapan dengan menjalin kolaborasi yang lebih baik. Selain itu, kendala lainnya adalah adanya anggota dengan faktor internal yang belum maksimal dalam partisipasinya. Untuk mengatasi kendala ini, langkah yang bisa diambil adalah dengan membuat kesepakatan atau melakukan diskusi secara insidental tentang capaian pembelajaran yang sudah dilakukan. Dengan demikian, kita dapat mencari solusi bersama untuk meningkatkan partisipasi dan kontribusi anggota dalam komunitas ini, sehingga tujuan komunitas dapat tercapai dengan lebih baik. d. Apa saja hal menarik dan menjadi pembelajaran saat merintis komunitas praktisi? Jawaban saya sebagai CGP : Merintis komunitas praktisi mengajarkan saya pentingnya menjadi seorang coach bagi guru lain dengan kemampuan membangun hubungan pribadi yang kuat, mendengarkan dengan empati, mengidentifikasi tujuan bersama, mendorong kolaborasi, mengakui prestasi, menyediakan pelatihan, melakukan evaluasi berkala, dan memberikan dukungan emosional. Dengan strategi ini, saya akan
menciptakan lingkungan di mana semua guru merasa didukung, termotivasi, dan berkomitmen untuk mencapai tujuan bersama dalam komunitas praktisi. e. Strategi apa saja yang akan Bapak/ Ibu lakukan untuk segera memulai komunitas praktisi di lingkungan sekolah Bapak/ Ibu? Jawaban saya sebagai CGP : Untuk segera memulai komunitas praktisi di lingkungan sekolah, langkah pertama adalah mengidentifikasi tujuan komunitas dengan jelas dan mengajak semua guru untuk terlibat aktif. Selanjutnya, perlu disusun struktur komunitas berdasarkan pedoman yang dikeluarkan oleh kepala sekolah, merencanakan kegiatan awal yang melibatkan semua anggota, serta memfasilitasi komunikasi teratur melalui platform yang sesuai. Diperlukan juga jadwal pertemuan rutin untuk berdiskusi, berbagi ide, dan mengevaluasi progres komunitas, serta memastikan ada dukungan administratif yang memadai dan dukungan kepemimpinan sekolah untuk mempromosikan komunitas ini di seluruh lingkungan sekolah. Dengan strategi ini, diharapkan tercipta lingkungan kolaboratif di mana para guru dapat dengan mudah berbagi pengetahuan dan bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan. f. Apa rencana yang akan Bapak/Ibu lakukan untuk pengembangan komunitas praktiksi yang sudah dibentuk? Jawaban saya sebagai CGP : Untuk mengembangkan komunitas praktisi yang sudah terbentuk, rencana saya mencakup evaluasi berkala, pengayaan konten, kolaborasi eksternal dengan narasumber yang relevan, pemanfaatan teknologi untuk memperkuat komunikasi, optimalisasi pembelajaran di PMM, penyediaan sumber daya, pengembangan kepemimpinan, adaptasi terhadap perubahan di dunia pendidikan seperti kurikulum yang dinamis, serta upaya promosi dan rekrutmen anggota baru. Dengan strategi ini, saya berharap komunitas ini akan terus tumbuh, memberikan manfaat yang lebih besar bagi anggotanya, dan berkontribusi positif
pada perkembangan pendidikan di lingkungan sekolah, sambil tetap responsif terhadap perkembangan yang terus berubah dalam dunia pendidikan. 4. Mengkomunikasikan Visi dan Prakarsa Perubahan Sekolah (110 menit) Sesi ini dimulai dengan CGP dan Pengajar Praktik bersama-sama memimpin diskusi penyelarasan visi dan praktik perubahan sekolah. Peserta diskusi terdiri dari guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan di sekolah yang dipandu oleh CGP. Sebelum memulai diskusi, penting untuk memastikan bahwa semua peserta berada dalam posisi yang nyaman untuk berdiskusi. Dalam idealnya, posisi tempat duduk peserta diatur dalam bentuk lingkaran sehingga semua orang berada dalam posisi setara. Selain itu, alat fasilitasi seperti plano, papan tulis, atau kertas dengan pertanyaan kunci telah disiapkan untuk memandu diskusi. Pengajar Praktik memiliki tugas penting untuk memastikan bahwa CGP siap untuk memfasilitasi diskusi bersama dengan guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan. Mereka membuka pertemuan dengan menguraikan tujuan diskusi, yaitu untuk "Mendiskusikan cita-cita/visi warga sekolah terhadap murid di masa yang akan datang." Setelah itu, susunan acara pertemuan dijelaskan, termasuk pengantar tujuan diskusi, merumuskan kalimat rumpang dan mengevaluasi visi sekolah, mengidentifikasi perilaku yang mencerminkan visi, mendiskusikan inisiatif perubahan yang dapat dilakukan di sekolah, dan penutup. Pengajar Praktik memberikan penguatan terhadap proses diskusi yang akan dilakukan dan dapat memberikan tambahan informasi yang relevan dengan topik diskusi. Selanjutnya, forum diskusi diserahkan kepada CGP, yang akan memimpin diskusi dengan langkah-langkah yang telah disusun sebelumnya. Pengajar Praktik tetap siap membantu CGP dalam memfasilitasi pertemuan jika diperlukan, namun, sebaiknya CGP berusaha mandiri untuk memimpin diskusi guna mencapai hasil yang produktif dan relevan.
D. Hasil Kegiatan Kegiatan Diskusi dimulai dengan sambutan penuh semangat dari Calon Guru Penggerak. Kemudian, salam hormat disampaikan kepada Pengajar Praktik, Kepala Sekolah, dan peserta diskusi. Acara dilanjutkan dengan pembacaan susunan acara yang telah ditentukan oleh Calon Guru Penggerak. Selanjutnya, sebuah doa dibacakan sebelum pengantar dari Ibu Pengajar Praktik dan Ibu Kepala Sekolah SD Saraswati 6 Denpasar. Setelah itu, sesi diskusi langsung dipandu oleh Calon Guru Penggerak, dengan Pengajar Praktik berperan sebagai moderator. Kegiatan ini diskusi ini diikuti 19 oang pendidik dan tenaga kependidikan dan Staf SD Saarswati 6 Denapsar sesuai dafatar terlampir. Selanjutnya Calon Guru Penggerak kemudian memperkenalkan diri dan membacakan sebuah pantun untuk menjalin suasana yang semakin akrab di antara semua peserta. Ini diikuti dengan penyampaian tujuan dari sesi diskusi agar suasana tetap santai. Untuk menghilangkan tegangnya suasana, Calon Guru Penggerak mengajak semua peserta untuk melakukan Ice Breaker, yaitu senam dengan gerakan yang membuat peserta semangat. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan puisi "Aku Melihat Indonesia" karya Ir. Soekarno oleh Calon Guru Penggerak. Saat pembacaan puisi, suasana tampak tenang, dan setelahnya, para peserta memberikan apresiasi yang tulus karena pembacaan puisinya begitu menggetarkan jiwa. Selanjutnya, Calon Guru Penggerak mengajak peserta untuk merenungkan isi puisi tersebut dan mengaitkannya dengan Visi Murid Impian. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok, yang masing-masing diberi nama berdasarkan tokoh Mahabharata. Setiap kelompok diberikan kertas dan spidol untuk menggambarkan visi mereka tentang murid impian di masa depan (5-10 tahun ke depan). Peserta diskusi sangat bersemangat dan antusias dalam mengerjakan tugas mereka. Setelah selesai, masing-masing kelompok secara bergiliran mempresentasikan hasil diskusinya. Suasana diskusi pun menjadi semakin hidup dan interaktif, membantu semua peserta untuk berbagi ide dan visi mereka dengan baik.
Setelah diskusi yang penuh inspirasi bersama CGP, pertanyaan yang diajukan kepada para peserta menjadi titik awal untuk merenung dalam-dalam tentang perasaan mereka setelah menciptakan "gambar". Pertanyaan tersebut menggugah pikiran dan emosi, menjadikan ruang untuk refleksi yang mendalam. Kemudian, CGP mengajukan pertanyaan yang lebih mendalam, mempertanyakan apakah visi sekolah saat ini sudah mampu mencerminkan dengan jelas impian dan aspirasi yang ingin kita capai bersama para murid kita. Begitu pula, apakah visi tersebut sudah mampu membedakan sekolah kita dari sekolah lain, menciptakan perbedaan yang signifikan dalam perkembangan dan pertumbuhan murid-murid kita. Setelah itu, CGP mengajak peserta untuk mengubah mimpi-mimpi yang telah diwujudkan dalam "gambar" menjadi kata-kata yang konkret dalam sebuah visi yang memikat. Dalam suasana yang sarat semangat, CGP membagikan sticky notes dan kertas plano kepada setiap peserta. Setiap kertas plano telah diisi dengan pertanyaan yang sesuai dengan pertanyaan rumpang yang sebelumnya diajukan. Secara bergantian, para peserta dengan penuh antusiasme menempelkan sticky notes pada kertas plano yang sudah terpampang di dinding kelas. Semua peserta merasa bersemangat untuk berkontribusi dan memberikan tanggapan yang berharga. Hasilnya adalah sebuah paragraf utuh yang merefleksikan visi yang diidamkan oleh seluruh peserta. Visi ini menggambarkan sekolah yang berkomitmen sepenuh hati pada perkembangan murid-muridnya, membimbing mereka untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Suasana ini menciptakan energi positif diantara peserta dan memotivasi mereka untuk bersama-sama menjalani perjalanan menuju impian yang lebih besar, demi muridmurid dan SD Saraswati 6 Denpasar yang lebih baik. Setelah melengkapi kalimat rumpang, CGP meminta peserta untuk memahami visi sekolah. Visi ini diartikan sebagai panduan bagi guru dalam menentukan langkahlangkahnya. Visi sekolah seharusnya menjadi cita-cita yang ingin dicapai di masa depan dan harus dapat diwujudkan. Dalam konteks kekuatan visi, CGP menekankan bahwa harapan kita sejalan dengan visi kita. Visi yang kita miliki saat ini seharusnya mencerminkan gambaran masa depan para murid kita. Karena masa depan murid kita pada akhirnya juga akan menjadi masa depan bangsa kita, Indonesia. CGP juga memtivasi,
bahwa yang perlu diingat adalah bahwa visi yang dibuat harus memiliki sifat yang mampu menginspirasi, memberi semangat, memotivasi, dan menggerakkan hati orang-orang, serta mengajak mereka untuk berkolaborasi. Hanya dengan cara ini, kita akan mampu terus melangkah maju ke depan dengan tekad dan semangat yang terkandung dalam visi tersebut. Visi SD Saraswatì 6 Denpasar adalah “Terwujudnya Pelajar Berbudaya dan Berkepribadian Pañcaúìla” 1. Setelah melihat Visi Sekolah CGP, CGP mengajak peserta diskusi untuk berpartisipasi dalam rangka melengkapi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan melalui aplikasi Padlet.Adapun pertanya tersbeut sebagai berikut : 2. Apakah Visi Sekolah kita selama ini sudah selaras dengan cita-cita kita untuk murid? 3. Jika Visi sudah berpihak pada murid coba laukan identifikasi program apa saja yang bisa dilakukan oleh warga sekolah untuk mendorong pertumbuhan diri murid dari segala sisi? 4. Adakah yang ingin disesuaikan atau ditambahkan dari visi sekolah kita? 5. Jika ada Hal-hal yang ingin disesuaikan atau ditambahkan dalam visi Peserta sangat antusias dalam menanggapi undangan ini dan dengan penuh semangat mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah disiapkan melalui aplikasi yang telah dibagikan oleh CGP. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dirancang dengan baik dan terstruktur dengan tata bahasa yang sesuai, sehingga mampu menjadi landasan yang kuat untuk mengumpulkan informasi dan pemikiran yang berharga dalam mendukung perumusan ulang Visi Sekolah. Hal ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam menjadikan proses diskusi ini sebagai sumber informasi yang berharga untuk merumuskan Visi Sekolah yang lebih baik. Diskusi terus berlanjut semakin seru dan interaktif. CGP pun semakin bersemangat menyampaikan visi yang telah disusunnya, yaitu “Mewujudkan Generasi Unggul dan Berintegritas Berlandaskan Profil Pelajar Pancasila” dengan Prakarsa Perubahan “Mengembangkan Kegiatan Ekstrakurikuler Yang Menekankan Pada Nilai-Nilai Pancasila.”. Dalam menyusun Visi, CGP mengenlkan pendekatan Inkuiri Apresiatif (IA) dengan tahapan Canvas BAGJA dan ATAP. Hal ini tampaknya menjadi peserat, semakin
menarik minat pembaca, dan CGP juga menampilkan Prakarsa perubahan dari visi yang telah dibuatnya. Selain itu, CGP menegaskan bahwa Kanvas BAGJA bukan hanya sekadar alat untuk menyusun visi, melainkan sebagai pedoman yang penting dalam merumuskan visi yang telah diperbaikinya. Dalam rangka mencapai visi sekolah "Terwujudnya Pelajar Berbudaya dan Berkepribadian Pancasila" dan visi yang disusun oleh CGP "Mewujudkan Generasi Unggul dan Berintegritas Berlandaskan Profil Pelajar Pancasila", keduanya memiliki keselarasan yang kuat dalam komitmen mereka terhadap nilai-nilai Pancasila dan pengembangan budaya serta kepribadian siswa berdasarkan nilai-nilai tersebut. Visi sekolah menekankan pengembangan "Pelajar Berbudaya dan Berkepribadian Pancasila," sementara visi guru penggerak mencatat "Profil Pelajar Pancasila" sebagai landasan untuk menghasilkan generasi unggul. Peran guru penggerak secara khusus disebutkan dalam visi guru, menegaskan bahwa guru adalah agen perubahan yang aktif dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan menambahkan langkah konkret seperti mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler yang menekankan nilai-nilai Pancasila, visi sekolah memberikan panduan yang lebih rinci yang sejalan dengan visi guru penggerak. Keselarasan ini menciptakan sinergi dalam upaya bersama untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu menghasilkan generasi unggul yang berlandaskan Pancasila. E. Penutup Setelah CGP menyimpulkan keseluruhan sesi, selanjutnya CGP menyerahkan forum kepada Pengajar Praktik. Pengajar Praktik memberikan apresiasi atas semangat CGP dalam memimpin diskusi. Beliau juga mengapresiasi dan memotivasi agar CGP tetap bersemangat untuk mengikuti tahapan pendidikan guru penggerak dan mengembangkan visi yang sudah disusun. Selain itu, beliau juga memberikan penguatan dari sesi diskusi yang telah berlangsung sangat aktif dan penuh semangat. Sesi diskusi Pendampingan Individu 2 dengan tema "Perubahan Paradigma Pemimpin Pembelajaran" pun ditutup dengan pantun yang disampaikan oleh CGP sebagai ungkapan terima kasih. CGP juga mengingatkan peserta
untuk memberikan umpan balik melalui link Padlet yang telah dibagikan sebagai refleksi akhir dari kegiatan. F. Dokumentasi Kegiatan Dokumentasi kegiatan adalah proses penting dalam pengumpulan dan penyimpanan informasi terkait suatu kegiatan atau acara, yang dapat melibatkan berbagai jenis rekaman seperti teks, foto, atau video. Menyertakan dokumentasi berupa foto memiliki pentingnya yang sangat besar, karena foto mampu mengabadikan momen penting, memberikan informasi visual yang kuat, berfungsi sebagai bukti yang kuat, mendukung promosi dan publikasi, serta berperan dalam pengarsipan dan referensi masa depan, memungkinkan kegiatan tersebut untuk tetap dikenang, dievaluasi, dan dibagikan dengan pihak-pihak terkait serta masyarakat umum. Sebagai dokumentasi kegiatan ini saya sertakan dokumentasi foto dan juga video. Dalam kegiatan ini, dokumentasi akan dibuat dalam bentuk Video, Foto, dan Slide Presentasi. Berikut adalah rincian mengenai cara mengakses dokumentasi tersebut: 1. Video dokumentasi akan tersedia melalui tautan Canal YouTube dengan mengunjungi tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=f805kTo6c0o 2. Dokumentasi dalam bentuk foto akan tersedia dalam laporan ini. 3. Slide Presentasi akan tersedia melalui tautan Anyflip dengan mengunjungi tautan berikut: https://anyflip.com/jkcfq/foai/ Dengan mengikuti tautan-tautan tersebut, para pembaca akan dapat mengakses semua bentuk dokumentasi yang telah dibuat dalam kegiatan ini dengan mudah. Terima kasih.
G. Flayer Kegiatan
H. Dokumentasi Kegiatan Dokumentasi Foto 1.1 Wawancara Pengajar Praktik dengan CGP terkait dengan : ✓ Refleksi Diri Tentang Lingkungan Belajar di Sekolah. ✓ Refleksi Perubahan Diri Setelah Mempelejari Modul. ✓ Rencana Merintis/Menumbuhkan Komunitas Praktisi di Sekolah. ✓ Mengkomunikasikan Visi dan Prakarsa Perubahan Sekolah.
Dokumentasi Foto 1.2 Sesi Mengkomunikasikan Visi dan Prakarsa Perubahan Sekolah dan memandu peserta diskusi.
Dokumentasi Foto 1.3 Sesi Mengkomunikasikan Visi dan Prakarsa Perubahan Sekolah dan memandu peserta diskusi saat melengkapi kalimat rumpang.
Dokumentasi Foto 1.4 Sesi Mengkomunikasikan Visi dan Prakarsa Perubahan Sekolah setelah dibagi kelompok peserta membuat gambar Imaji Murid Impian dan mempresenatsian hasilnya secara bergantian.
Dokumentasi Foto 1.5 CGP foto bersama dengan Pengajar Praktik, Kepala Sekolah danGuru SD Saraswati 6 Denapsar sebagai peserat diskusi usai presentasi membahas visi sekolah dan prakarsa perubahan.
Lampiran-Lampiran 1. Simpulan Kalimat Visi
2. Rancangan Prakarsa Perubahan
3. Surat Undangan Peserat Diskusi Pendampingan Individu 2
4. Dafar Hadir Pengajar Praktik 5. Daftar Hadir Pengajar Kepala Sekolah
6. Daftar Hadir Peserta