The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kompilasi kata-kata hikmah nukilan KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by My Flower English, 2019-12-28 21:46:58

Inspirasi Aa Gym

Kompilasi kata-kata hikmah nukilan KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)

Nota Penyusun

E-book ini adalah sebuah kompilasi kata-kata hikmah nukilan KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym),
petikan dari video kajian singkat di youtube dan laman instagram beliau. Sebarang kesilapan di dalam
penulisan ini adalah dari kelemahan dan kekurangan penyusun sendiri. Harap maaf. Terima kasih.
Semoga bermanfaat!.

Kandungan

1. Tidak Ada Satupun Musibah Tanpa Izin Alloh
2. Ditemani Alloh Saat Kesendirian Melanda
3. Sabar
4. Dzikir
5. Dzikir Dalam Keadaan Lapang
6. Nikmat dan Syukur
7. Awal Sebuah Musibah
8. Gigih Dalam Membaca Al-Qur'an
9. Semuanya Milik Alloh SWT
10. Kenapa Harus Besok?
11. Bersegera Untuk Beribadah
12. Topeng Dunia
13. Jangan Menangisi Masalah
14. Mengapa Kita Sakit Hati?
15. Tenang
16. Rusaknya Amal
17. Yakin Kepada Allah
18. Orang Yang Berbohong
19. Disiplin itu Istiqomah
20. Hidup Senang Tanpa Sibuk
21. Jangan Suka Menghakimi
22. Sabar Saat Dihina
23. Maksiat
24. Obat Sakit Hati
25. Usaha Yang Berkah
26. Nikmat

27. Jangan Bangga Dengan Penghormatan Orang
28. Kiat Menghadapi Masalah
29. Makna Alhamdulillah
30. Masalah Terbesar Dalam Hidup
31. Jangan Takut Tidak Punya Rezeki
32. Jangan Buang Waktu
33. Kiat Bersyukur
34. Fokus Bersyukur
35. Balasan Alloh Dari Setiap Amalan
36. Menyikapi Hinaan
37. Bahaya Dengki
38. Dosa Mendatangkan Keburukan
39. Bahaya Sombong
40. Bahagia Dengan Ikhlas Memberi
41. Mengingat Nikmat
42. Cinta Berbuah Kebaikan
43. Keimanan Yang Sirna
44. Berkata Baik Atau Diam
45. Terjerat Dosa Sendiri

1. Tidak Ada Satupun Musibah Tanpa Izin Alloh

Tidak ada satupun kejadian yang terjadi tanpa izin Alloh.
Tidak ada satupun musibah yang terjadi kecuali dengan izin Alloh.
Dan barangsiapa yang beriman kepada Alloh, Alloh memberi petunjuk di hatinya.
Tak ada satupun musibah yang menimpa di bumi maupun pada dirimu
kecuali sudah tertulis di lauh mahfudz sebelum Kami mewujudkannya.

Dan yang demikian itu mudah bagi Alloh.
Agar kalian tidak terlalu berduka cita terhadap apa yang luput darimu dan
tidak berbangga diri bergembira berlebihan dengan apa yang Alloh berikan padamu.
Alloh tidak menyukai orang yang sombong lagi membangga-banggakan diri.

Jadi kalau ada kejadian begini kita harus yakin,
ini sudah tertulis di lauh mahfudz.

Katakanlah sekali-kali tidak akan menimpa kepada kami kecuali
apa yang sudah ditetapkan Alloh untuk kami.
Dialah Alloh Pelindung kami dan
kepadaNyalah orang beriman bertawakal.

Jadi, kalau kita tidak ingat ke Alloh pasti berat tapi
kalau sudah ingat, sudah.

Jadi yang membuat kita sengsara tuh delay.
Terlambatnya hati tersambung dengan kekuasaan Alloh.

2. Ditemani Alloh Saat Kesendirian Melanda

Tidak ada rahsia sama sekali bagi Alloh dalam terang-terangan,
dalam sendiri, dalam ramai, dalam sembunyi, sama saja.

Artinya kita tidak pernah sendirian dalam hidup ini, tidak pernah.
Jadi orang-orang yang merasa kesepian karena kurang dzikir saja.

Nah dengan meyakini hati ini dibolak-balik oleh Alloh,
maka kita harus sangat serius memeriksa hati kita.
Alarmnya itu hati. Kalau maksiat pasti cirinya dua.
Satu, gelisah. Dua, takut ketahuan orang.
Dosa itu air laut, makin diminum makin haus.

Dosa itu fatamorgana, seakan indah padahal tidak ada keindahan.

3. Sabar

Semua masalah timbul karena tidak bisa menahan diri.
Tidak bisa mengendalikan diri atau dikatakan tidak sabar.
Sabar itu adalah kemampuan seseorang menahan diri, mengendalikan diri sehingga

sikap yang dilakukan adalah sikap yang disukai Alloh.
Sabar itu dalam taat. Ada sabar ketika menjauhi maksiat dan

ada sabar ketika menghadapi musibah.
Mudah-mudahan menjadi ajang latihan kita terus
mengendalikan mata, mengendalikan pikiran, mengendalikan telinga,
mengendalikan lisan, mengendalikan keinginan, mengendalikan nafsu terutama
mengendalikan niat kita sehingga semua terkendali dengan baik.
Nah ciri orang yang bisa mengendalikan segalanya dengan baik akan
nyaman pada dirinya dan kala kita sudah nyaman dengan diri kita,
Insya Alloh orang lain pun akan nyaman bersama kita.

Kebaikan selalu mendatangkan kenyamanan.
Dan keburukan dan dosa akan mendatangkan ketidaknyamanan.

Mudah-mudahan kita selalu bisa mengendalikan diri sehingga
apapun yang kita lakukan hanya kebaikan, kebaikan dan kebaikan

yang diterima oleh Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.

4. Dzikir

Dzikir itu dahsyat sekali hadirin. Dzikir itu amalan terbaik.
Amalan yang paling suci di sisi Alloh.

Amalan yang paling tinggi derajatnya.
Amalan yang lebih baik daripada menafkahkan emas dan perak.
Lebih baik daripada pertempuran yang mempertaruhkan nyawa, membunuh atau

terbunuh di jalan Alloh. Dan itu adalah Dzikrullah Ta'ala.

Orang yang dzikir dengan yang tidak dzikir ada bedanya.
Di dalam hadits Abu Musa, Nabi Sallallahu 'Alaihi Wasallam,

permisalan orang yang ingat kepada Alloh dan yang tidak
mengingat kepada Robb nya misalnya adalah seperti yang hidup dan yang mati.

Jadi kalau ada manusia hidup berarti ada ruhnya.
Kalau manusia mati tidak ada ruhnya. Nah ruhnya itu Dzikrulloh Ta'ala.

Maka ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan
bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

QS Al-Baqarah 2:152.

5. Dzikir Dalam Keadaan Lapang

Ada dua jalur, satu dengan sabar.
Dua, dengan syukur.

Makanya kalau lagi diberi nikmat itu sujud syukurnya yang banyak.
Boleh jadi nanti, Alloh memberi tambahan karunia terus,

karena Alloh lihat kita ini lebih banyak dzikrulloh dalam keadaan lapang.
Kalau naik pesawat dzikirnya hanya waktu goncang ya ada kemungkinan goncang terus.

Tapi kalau naik pesawat dari awal sudah baca Qur'an, dengerin murottal,
tidurnya dalam keadaan dzikir, ga ada goncangan tapi sibuk berdzikir.
Boleh jadi itu, menjadi orang yang diberikan banyaknya kelapangan
karena lapang juga jadi dzikir.

6. Nikmat dan Syukur

Hati-hati diperbudak keinginan karna
keinginan banyaknya membuat kita sering lupa

mensyukuri nikmat yang ada.
Bukan tidak boleh punya keinginan. Silahkan.
Yang penting kita menginginkan apa yang Alloh sukai dan
keinginan inilah yang mengantarkan kita bersyukur.
Alloh memberikan tambahan karunia bukan karena keinginan melainkan
karena syukur. Keinginan yang mengantarkan kita bersyukur.

Syukur yang membuka tambahan nikmat.

7. Awal Sebuah Musibah

Jangan menganggap remeh kehilangan sebuah amal.
Orang lain baca Qur'an, kita tidak. Orang lain shaum, kita tidak.
Orang lain tahajud, kita tidak. Orang lain bersedekah, kita tidak.
Padahal kita mampu melakukannya. Pasti ada yang menghalangi dari kebaikan ini.
Dan yang menghalanginya adalah biasanya maksiat yang kita lakukan.

Kalau makin banyak terhalang kita dari amal-amal
sementara orang lain bisa melakukannya, waspadalah hadirin.

Futur ini akan turun. Iman ini akan perlahan-lahan
sampai nanti tak terasa kita akan kehilangan banyak dan berat untuk mengejarnya.

Hanya selalu mewaspadai kehilangan-kehilangan.
Jangan hanya sibuk dengan kehilangan duniawi karena itu bukan masalah.

Tapi kehilangan ladang amal, kehilangan nikmatnya ibadah,
kehilangan kekhusyuan solat, kehilangan air mata tobat,
kehilangan kegemaran tafakur menyendiri,

kehilangan kegemaran untuk bershodaqoh dengan sekecil apapun yang kita miliki,
sebanyak apapun yang Alloh beri.

Hati-hati kalau sudah kehilangan dalam amal sholeh.
Itu merupakan awal musibah yang besar.
Mari kita selalu memeriksa diri.
Menurun atau meningkat iman ini.
Menurun atau meningkat amal kebaikan.
Menurun atau meningkat kemaksiatan.
Lantas sering tafakur.

Biasanya kita tidak bisa menilai diri kita dan itulah kerugian.
Mudah-mudahan kita selalu evaluasi diri dan segera bangkit memperbaiki diri.

8. Gigih Dalam Membaca Al-Qur'an

Salah satu yang bisa membuat kita semangat terus baca Qur'an sebetulnya
bukan perkara hapal atau tidaknya.

Ingat, satu huruf itu satu kebaikan yang dilipatgandakan menjadi sepuluh.
Jadi kalau alif lam mim itu tiga huruf, baru tiga puluh.
Nah sekarang kita terus membacanya.

İngin bisa hapal, ingin bisa paham dengan niat taqarrub ke Alloh.
Jangan heran itu, orang yang sering membaca Qur'an.
Yah sudahlah perkara hapal itu karunia Alloh yah.
Tapi perkara kita rajin membacanya,

sering membacanya dan ingin dekat dengan Alloh dengan membacanya,
itu sangat menguatkan energi kita.

9. Semuanya Milik Alloh SWT

Tidak ada satupun kecuali semuanya adalah ciptaan Alloh,
semuanya milik Alloh dan semuanya

ada dalam kekuasaan Alloh secara sempurna.
Semua yang ada adalah ciptaan Alloh,

milik Alloh dan ada dalam genggaman Alloh,
tidak bisa lari dari kekuasaan Alloh.
Semua makhluk didesain oleh Alloh,

dihidupkan oleh Alloh, diurus oleh Alloh Subhanahu Wa Ta'ala,
makanya tidak bisa lari dari kekuasaan Alloh.

Kalau kita menyebut Alhamdulillahirobbil'alamin.
Rabb itu Alloh yang menciptakan,
yang mengurus, yang menguasai,

yang mengembangkan, yang menggenggam.
Itulah Rabb semesta alam ini, Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.

10. Kenapa Harus Besok?

Kita belum tentu ada umur dalam kesempatan yang akan datang.
Sama sekali kita tidak tahu.

Saya besok akan sedekah padahal sekarang sanggup sedekah.
Kenapa harus besok? Besok belum tentu ada.

Dan biasanya penghalang berbuat baik itu adalah kecintaan kita kepada duniawi.
Termasuk duniawi adalah kenyamanan.

Kita memilih enak tidur daripada tahajud.
Padahal, sangat memungkinkan kita tahajud.

Hanya karena kita nyaman dalam tidur.
Kita lebih memilih makan daripada shaum.

Padahal peluang shaum itu ada.
Mau ditunda besok.

Lihatlah besok, pasti ada alasan lagi untuk menunda.

11. Bersegera Untuk Beribadah

Sedekah yang disukai nafsu, yang sedikit atau yang banyak?
Yang sedikit.

Kalau banyak yang disukai nafsu, diumumkan atau sembunyi-sembunyi?
Tahajud yang disukai nafsu, Inna a'toina atau Ar-Rahman?

Ke mesjid, yang disukai nafsu sesudah iqamat atau datang lebih awal?
Kita kalau udah kenal gitu,lebih enak pak.

Ini pasti nafsu nih. Nafsu itu nggak suka pada apa yang disukai Alloh.
Makanya, lakukan yang sebaliknya. Gitu lawannya.

Misalkan, ana malas solat. Solat saja. Buka Qur'an sehalaman? Tidak. Lima lembar.

12. Topeng Dunia

Kata kuncinya adalah jangan sibuk dengan penilaian makhluk.
Biasanya kita topeng duniawi ini karena
kita ada pengennya dari makhluk.
Pengen dipuji, pengen diakui,

pengen diperlakukan spesial, pengen dikagumi.
Terus mau apa? Makhluk itu ga punya apa-apa, nebeng hidup.

Yang punya apa-apa segala-gala itu Alloh.
Selain Alloh yah kayak kita gini.

Utek-utekan sebentar petantang petenteng pada mati.
Ga ada pahala. Ga punya surga.

Sepanjang dunia masih menyilaukan kita.
Rada susah bersihnya (hati). Adanya jangan sombong. Biasa aja.

Sedikitnya ga usah minder.
Lihat orang lain ga usah iri,
dah ga apa-apa kavling masing-masing.
Di ambil oleh Alloh ya udah ga apa-apa.

Semua ada waktunya.
Nanti ada lagi rejekinya,

jangan ribet dunia ini.
Jangan perkara remeh-temeh,

perkara uang,
tetek bengek ga boleh ngotorin hati.

Simpelkan aja.

13. Jangan Menangisi Masalah

Kita sering menangisi masalah, itu ga jadi selesai.
Kita ga ridho pada episode,

itu tidak akan merubah episode jadi cocok dengan keinginan kita.
Kita tidak ridho kepada satu kejadian.

Itu tidak akan merubah kejadian itu jadi cocok dengan keinginan kita.
Enggak.

Hanya membuat kita makin jauh dari Alloh.
Contoh, yang mau menikah, terus batal.

Calonnya nikah dengan yang lain. Ini ga terima. Itu ga jadi sama dia, bukan jodohnya.
Yang jadi itu jadi stress. Jadi, jangan suka menangisi masalah. Terima.
Terima episode itu sambil udah terima sing lapang hati sambil ikhtiar
bagaimana episode ini bikin deket dengan Alloh. Titik.
Nanti Alloh ngurus.

Beruntungnya orang-orang yang bisa menyikapi hidup ini dengan tepat.
Yang jadi masalah bukan masalahnya tapi sikap terhadap masalah.

14.Mengapa Kita Sakit Hati?

Tau kenapa kita sering sakit hati?
Karena Tuhan kita adalah penilaian orang.
Ingin dihargai, ingin dipuji, ingin dikagumi. Itu!

Tuhan kita itu adalah makhluk.
Sehingga ngabdi saja demi penilaian orang.
Kenapa banyak cicilan? Karena pengen dipuji.
Padahal yang muji tidak pernah bantu bayar cicilannya.
Ini masalah. Saya tidak niat menyinggung, tenang saja.
Karena ingin kelihatan langsing, tahan nafas. Menderita.
Ada orang yang diperbudak penilaian orang.
Bukan tidak boleh berpenampilan bagus tapi jangan diperbudak.
Makanya maaf. Ada yang diperbudak barang.

Ada yang diperbudak penilaian orang.
Tauhid membebaskan kita dari perbudakan itu.

15. Tenang

Banyak yang ingin tenang dalam hidup ini dan
begitu susah cari ketenangan.

Punya apa-apa tapi tidak punya tenang, tidak punya apa-apa.
Punya rumah megah mewah tapi hati selalu gelisah,
tidak akan menikmati apapun.
Punya pendamping hidup yang rupawan tapi
cemburu stress terus tidak menikmati apapun.

Maka tenang itu merupakan kunci kebahagiaan,
kunci kemuliaan, kunci keselamatan.

Ada yang lari ke pantai cari ketenangan.
Sampai di sana malah menjerit-jerit ada tsunami.
Ada yang mendaki gunung cari ketenangan, Nelangsa karena tersesat.

Kenapa tenang itu tidak mudah didapat?
Karena tenang ini ada pemiliknya.

"Dialah Alloh yang menurunkan ketenangan di hati orang beriman." QS Al-Fath 48:4

16. Rusaknya Amal

Jangan biarkan hal-hal yang remeh, yang sepele,
hal-hal yang kecil merusak kebahagiaan kita,
merusak hati kita, merusak amal-amal kita.
Betapa seringnya atas nama tersinggung,

atas nama harga diri, atas nama kehormatan diri,
kita meledak hanya karena perkara yang sangat cetek,

yang remeh yang kalau kita biarkan saja,
tidak akan merusak apapun, tidak akan merubah apapun.
Hati-hati jangan sampai perkara-perkara remeh merusak akhlak kita,
merusak kebersamaan, merusak kebahagiaan, merusak amal kita,
merusak kehormatan kita di sisi Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.

Yang remeh biarlah remeh.
Insya Alloh seorang yang legowo akan jauh lebih mantap hidupnya

dibanding dengan orang yang mudah tersinggung,
mudah sakit hati, mudah marah.

Semoga kita semakin bijaksana menghadapi aneka persoalan yang pasti akan kita hadapi.

17. Yakin Kepada Allah

Sekali lagi, yang paling penting dalam hidup ini adalah
kita yakin kepada Alloh.

Kalau sudah yakin kepada Alloh,
itu sudah segala urusan menjadi mudah.

Yakin Alloh yang memberi rizki
kita tidak akan gentar lagi dengan dollar naik,

bbm naik turun dan sebagainya.
Karena tugas kita bukan mikirin bbm. Tugas kita itu ibadah.

Bbm naik bbm turun harga naik harga turun
semuanya bisa jadi amal sholeh bagi kita.

Kalau kita sudah yakin yang membolak-balik hati itu
adalah Alloh Muqollibal Qulub kita tidak akan jaim di depan orang.

Kita tidak akan maksa supaya orang suka ke kita karena
kita tau maksa itu tidak ada apa-apanya.

18.Orang Yang Berbohong

Orang kalau tidak jujur,
waktunya habis untuk menutup ketidakjujurannya.
Setiap bohong itu pasti memproduksi bohong lainnya karena

bohong itu tidak bisa ditutupi oleh kebenaran.
Bohong itu hanya bisa ditutupi oleh kebohongan lainnya.

Jadi makin banyak bohong, waktu dia habis
hanya untuk menutupi kebohongan. Cilaka.

Tidak ada orang yang jago berbohong.
Orang tidak ketahuan bohongnya bukan karena jago berbohong tapi

karena Alloh belum membuka. Mengerti?
Tidak ada orang jago...wah! ini dilindungi strategi ini,
ini dilindungi dengan teknologi ini, ini dilindungi dengan pejabat ini.

Tidak bisa.
kalau Alloh mau ngebuka kebuka tuh.

Kapan pun Alloh mau kebuka, buka.
Tanpa bisa dicegah siapapun.

Jadi, ga ada yang jago berbohong, jago nipu ga ada.
Makanya Alloh membuka macam-macam lewat HP.

Ada yang lewat rekaman. KPK polisi.
Ah macam-macam dibuka kebuka aja.

Orang tidak ketahuan kebohongannya bukan karena
jago berbohong tapi karena Alloh belum membuka.

19. Disiplin itu Istiqomah

Disiplin itu istiqomah.
Istiqomah itu sumber karomah.
Tiada kemulian tanpa istiqomah.
Tiada kemuliaan dunia akhirat tanpa disiplin.
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam mengingatkan
amal yang paling disukai Alloh, yang disiplin walaupun sedikit.
Masya Alloh. Kata kuncinya adalah kemampuan
melakukan yang harus dilakukan dan menjadi biasa.

Bukan sekali tetapi biasa.
Kalau cuman sekali, belum jadi.
Tapi kalau kita membiasakan melakukan apa yang harus dilakukan, jadi tuh.

20. Hidup Senang Tanpa Sibuk

Kita pasti banyak keperluan.
Dan yang bisa memenuhi keperluan kita adalah Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.

Dan Alloh menjamin
"Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Alloh,
niscaya Alloh mencukupkan (keperluan)nya" QS Ath-Thalaq 65:3

Barangsiapa yang hatinya benar-benar yakin
bertawakal kepada Alloh, Alloh cukupi.

Jadi, kita sering memikirkan kecukupan padahal
kecukupan sudah dijanjikan oleh Alloh.

Harusnya yang kita pikirkan adalah ketawakalan karena
itu jalannya datangnya kecukupan.

Mudah-mudahan ilmu tentang kecukupan dalam hidup ini bisa kita pelajari bersama.

21. Jangan Suka Menghakimi

Jangan menganggap orang lain lebih rendah.
Lihat yang lebih muda, lihatlah kelebihannya apa?

Mereka dosanya lebih sedikit.
Lihat yang tua. Nah ini dia sudah tua berarti amalnya lebih banyak,

kebaikannya lebih banyak, pengalamannya lebih banyak.
Lihat orang yang tergelincir berbuat dosa.

Siapa tau dosa ini yang mengantarkannya kepada tobat nasuha.
Daripada kita menghakimi orang,

lebih baik kita bantu orang yang tergelincir bangkit kembali, benar?
Lihat orang yang belum beragama Islam,

kita tidak tau rahasia Alloh apa? Besok lusa boleh jadi
diberi hidayah dan lebih sholeh daripada kita.
Tidak harus meremehkan siapapun.

22. Sabar Saat Dihina

Kalau ada orang yang bersikap buruk kepada kita,
jangan kita balas keburukannya.

Tapi kita belajar dari keburukan orang agar
kita tidak melakukan keburukan yang sama.
Misalkan, "heh! kamu ini orangnya jelek! Item! Ngaco!"
Dia ngomong gitu. Jangan dibalas karena ini buruk.
Kalau keburukan dibalas keburukan, apa bedanya?
Kalau ada orang ngomong jelek, ini adalah ladang ilmu bagi kita.
Betapa orang punya pangkat, punya gelar, punya jabatan, punya rupa,
punya penampilan, kalau perkataannya kotor, jatuh kehormatannya.

Saya tidak akan melakukan hal yang sama.

Yang kedua, ladang amal.
Latihan sabar. Tahan. Ini dia penggugur dosa.

Ini dia pahala yang melimpah.
"Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik.
Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada
permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia."

QS Al-Fussilat 41:34

23. Maksiat

Kita terancam oleh dosa dan maksiat kita sendiri. Bayangkan.
Andaikata satu maksiat satu noda. Seperti apa setiap hari hati kita.
Terus-menerus mata maksiat, mulut maksiat, pendengaran maksiat,

pikiran maksiat, tubuh maksiat, hati maksiat, tebal sekali sedang
penghapusnya jarang. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam

tanpa dosa 100 kali sehari beristighfar dan memohon ampunan kepada Alloh.
Tanpa dosa. Bagaimana kita yang bergelimang dosa?
Berlumur maksiat tapi sedikit sekali bertobat.
Artinya masalah terbesar kita adalah kita

tidak sungguh-sungguh bertobat kepada Alloh. Selebihnya mudah.
Kalau gerbang tobat kita jalani. Sungguh-sungguh minta ampun.
Berhenti dari berbuat maksiat. Memperbanyak kebaikan.
Sebetulnya tidak ada yang berat dalam hidup ini.
Semua urusan kita sepenuhnya ada dalam kekuasaan Alloh.
Urusan hati. Urusan tubuh. Urusan ekonomi. Urusan keluarga.

Urusan usaha. Urusan bermasyarakat. Seluruhnya ada dalam kekuasaan Alloh.
Kalau Alloh mudahkan, akan mudah. Kalau Alloh persulit, akan sulit.
Dan gerbang kemudahan sudah dijanjikan yaitu
barang siapa yang memperbanyak istighfar.
Semoga Alloh menggolongkan kita menjadi ahli tobatan nasuha.

Barang siapa memperbanyak istighfar,
niscaya Alloh memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya,

kelapangan untuk setiap kesempitannya dan
rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. HR Ahmad

24. Obat Sakit Hati

Obat sakit hati tuh zikir, coba nih.
Siapa yang menciptakan kita?

Yang menghidupkan kita, siapa?
Siapa yang menutupi aib dan dosa kita?
Siapa yang bisa menghapuskan semua dosa?
Siapa yang bisa mengangkat derajat kita?

Yang ngasih pahala siapa?
Siapa yang bisa melindungi kita?
Siapa yang ngasih khusnul khotimah?
Siapa yang bisa melapangkan kubur kita?

Siapa yang memiliki surga?
Kalau semuanya milik Alloh, kenapa kita harus pusing dengan mulut orang?

Apa urusan kita dengan mulut orang?
Sedang orang itu akan berurusan dengan mulutnya sendiri.

Zikirlah obat sakit hati.

25. Usaha Yang Berkah

Bahawa ciri usaha yang diberkahi Allah itu adalah nyaman.
Nyaman itu hanya akan ada kalau hatinya baik. Hatinya tulus.

Allah menghadiahi hati yang baik itu dengan nyaman.
Kita akan nyaman dan orang lain di sekitar kita akan nyaman.

Jauhi penyakit tengil. T nya adalah takabbur.
Ciri orang yang sombong itu dua.
Satu, mendustakan kebenaran.

Dia tidak suka mendapatkan input kebenaran apapun.
Yang kedua, meremehkan dan merendahkan orang lain.

Hati-hati yah.
Setiap orang berpotensi jadi orang yang sombong.
Pokoknya kalau orang sudah terkunci oleh merasa diri benar paling benar.
Itu dia tidak akan nyaman dan orang disekitarnya pun tidak nyaman.

26. Nikmat

Mata kepada ciptaan, hati kepada Pencipta.
Alloh Al-Khaliq. Pencipta segala-galanya.

Segala yang ada di langit, bumi, berikut segala isinya adalah
ciptaan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.

Dialah Yang Maha Menciptakan, Dia Yang Mendesain,
Dia Yang Membuat, Mengurus, Membentuk Rupa.

Semua yang ada adalah ciptaan Alloh untuk menunjukkan keMahaBesaranNya.
Seyogyanya kita melihat apapun di alam semesta ini mendengar,
merasakan, langsung ingat kepada Penciptanya.

Itulah sebetulnya yang paling tepat yang harus kita lakukan karena
semua yang ada di alam semesta ini adalah menunjukkan keMahaHebatan,
keMahaAgungan, keMahaKuasaan, keMahaPerkasaan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.

Seharusnya semuanya adalah sarana dzikrulloh kita.
Alloh yang menciptakan.

Semua ini untuk melayani kita sebagai hamba Alloh agar bisa mengabdi kepada Alloh.

27.Jangan Bangga Dengan Penghormatan Orang

Kita dihormati orang.
Kita dihargai orang bukan karna kita keren.
Bukan karna gelar, pangkat, jabatan tapi cuma satu saja.
Karna Alloh masih menutupi aib, dosa, maksiat, masalalu,

keburukan dan kekurangan kita.
Oleh karna itu,

jangan bangga dengan penghormatan orang karna tidak cocok.
Dan jangan sakit hati kalau dihina orang karna
penghinaan orang lebih sederhana dibanding

keburukan kita yang sesungguhnya. Lalu bagaimana sekarang supaya taubat?
Cara taubat itu yang pertama harus ikhlas dalam taubatnya.
Jadi kita taubat bukan supaya kita disukai orang.
Kita taubat bukan supaya orang jadi memuliakan kita.
Kita taubat cuma satu saja.
Supaya Alloh mengampuni kita.

Karna orang yang taubatnya tidak ikhlas pasti tidak lama taubatnya.

28. Kiat Menghadapi Masalah

Hidup ini adalah perpindahan dari satu masalah ke masalah lain.
Bahkan terkadang dalam waktu yang sama berlapis masalah.
Jangan takut, masalah itu tidak ada yang berbahaya.
Yang berbahaya adalah salah menyikapi masalah.
Waktu ujian kita di sekolah. Tidak ada soal yang berbahaya.
Yang membuat kita tidak lulus ujian adalah salah jawaban.
Apa yang membedakan, ujian sekolah dengan ujian hidup?
Bedanya, kalau ujian sekolah kita meminta tolong guru,
dengan memuji guru dan menyerahkan soal kepada guru.
Mungkin malah kita dikeluarkan dari kelas.
Tetapi dalam hidup ini,

justru dengan menyerahkan semua urusan kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala,
maka Alloh lah yang akan membimbing kita.

29. Makna Alhamdulillah

Karunia apapun yang ada padamu adalah dari Alloh SWT.
Jadi kita harus melihat selain Alloh SWT tuh bukan sumber karunia,

selain Alloh SWT adalah jalan.
Jadi kantor bukan sumber rezeki hanya jalan sebagai rezeki.

Suami bukan pemberi rezeki namun jalan sebagai rezeki.
Maka ketika hati ini lepas dari berharap ke makhluk itu

bagian dari surga. Doa yang paling afdol itu adalah alhamdulillah.
Memuji Alloh SWT alaa kulli hal. dalam sehat alhamdulillah,
dipuji alhamdulillah, dicaci alhamdulillah, kenapa?
Karena dalam cacian pun terkandung banyak karunia.

Kalau ada yang mencaci kita berarti Alloh SWT sedang memberi tahu kita
betapa banyak yang ditutupi Alloh SWT

daripada cacian orang yang tidak seberapa.

30. Masalah Terbesar Dalam Hidup

Masalah terbesar kita adalah kita terlalu banyak mengandalkan selain Alloh.
Padahal yang namanya makhluk itu adalah

lemah tidak ada daya kecuali Allah memberikan kekuatan.
Yang diandalkan bernama makhluk itu pasti bodoh

tidak tahu apapun kecuali diberi sepercik ilmu oleh Allah.
Yang namanya makhluk itu adalah fakir tidak punya apapun

kecuali dititipi oleh Allah.
Sesuka Allah, sementara, titipan saja.
Dan yang namanya manusia itu pasti berlumur dosa ditutupi oleh Allah.
Dan hanya mulia kalo diampuni dosanya.
Selama ini kita banyak bersandar dengan yang lemah, bodoh,
tidak berdaya, tidak tahu apa-apa. Tidak punya apa-apa,

hanya punya dosa.
Itulah yang membahayakan dalam hidup kita.

31. Jangan Takut Tidak Punya Rezeki

Jangan takut tidak punya rezeki ya.
Yang takut itu satu.

Takut tidak berkah dalam menjemput rezekinya.
Karena dengan jalannya tidak halal itu yang kita.

Yang kedua, takut tidak punya syukur.
Karena setiap karunia itu belum jadi kebaikan kecuali dengan syukur.
Ini minum sudah ada tapi belum tentu jadi kebaikan kecuali kalo minumnya penuh syukur.

Kita minum, monyet minum, kelinci minum, kambing minum,
yang membedakan apa?

Yang membedakan kita pake syukur atau tidak.
Takut tidak punya sabar kalo lagi ditahan (rezekinya).

Selanjutnya jangan iri sama rezeki orang lain.
Karena jangankan se-majelis begini, seibu sebapak aja beda-beda.

32. Jangan Buang Waktu

Jangan sibuk mengomentari apa yang tidak perlu dikomentari.
Jangan sibuk mengurusi yang bukan bagian urusannya kecuali menjadi kewajiban.

Jangan sibuk memikirkan yang tidak perlu dipikirkan.
Jangan buang waktu kecuali untuk yang benar-benar harus kita lakukan.
Dan sebaik-baik apa yang kita lakukan adalah kalau kita dibimbing oleh Alloh.

Dan bimbingan Alloh SWT diberikan kepada
orang yang paling banyak dzikrulloh ta'ala.

Makin jarang berdzikir seperti lampu yang padam.
Makin banyak berdzikir seperti lampu yang bercahaya.

Lebih ringan lebih jelas.
Maka sibukkanlah dengan dzikrulloh.
Insya Alloh, Alloh akan membimbing lisan, pikiran, hati dan sikap kita.
"Dan berdzikirlah sebanyak-banyaknya niscaya engkau akan beruntung."
Semoga kita menjadi orang yang selalu basah lisan ini menyebut nama Alloh SWT.

33.Kiat Bersyukur

Hati-hati diperbudak keinginan.
Karena keinginan banyaknya membuat
kita sering lupa mensyukuri nikmat yang ada.
Bukan tidak boleh punya keinginan. Silakan.
Yang penting kita menginginkan apa yang Alloh sukai.
Dan keinginan inilah yang mengantarkan kita bersyukur.

Alloh memberikan tambahan karunia
bukan karena keinginan melainkan karena syukur.

Keinginan yang mengantarkan kita bersyukur,
syukur yang membuka tambahan nikmat.

34. Fokus Bersyukur

Kita terlalu fokus kepada keinginan kita.
Kita terlalu fokus kepada sesuatu yang belum kita miliki.

Kita terlalu fokus kepada yang belum ada.
Akibatnya tidak sempat mensyukuri yang ada.
Padahal Allah menambah nikmat kepada kita

bukan karena ingin tetapi karena syukur.
Seharusnya kita lebih sibuk mensyukuri yang ada.

Fokus saja bersyukur.
Selama ini saja kita kurang syukur, Alloh cukupi.

Apalagi kalau kita jadi ahli syukur.
Kurang apa pemberian Allah kepada kita selama ini?
Tidak ada yang kurang. Yang kurang cuma satu. kita kurang ajar.

35. Balasan Alloh Dari Setiap Amalan

Sesungguhnya tidak pernah ada yang tersembunyi.
Semuanya pasti disaksikan oleh Alloh.

"Alloh Maha Mengetahui apa pun yang engkau kerjakan."
Kemanapun, dimanapun, dalam keadaan apapun, pasti Alloh melihat kita.

Mengetahui dan semuanya ada balasannya.
Semua kebaikan yang kita lakukan kalau ikhlas,

pasti ada balasannya secara sempurna.
Baik manusia tahu atau tidak. menghargai atau tidak. Membalas atau tidak.

Semua kebaikan pasti ada balasannya dari Alloh.
Demikian pula kalau kita berbuat dosa dan maksiat,

pasti disaksikan oleh Alloh.
Dan tidak ada yang paling rugi selain dirinya sendiri.

Selalu dicamkan dihati setiap kali berbuat maksiat,
pasti akan kembali kepada saya dalam keadaan merugikan.
Setiap kali melakukan dosa, pasti kembali kepada saya, terus pikirkan begitu.

Sehingga ketika kita berbuat dosa, maksiat,
sekecil apapun, bentuk apapun,

kita tahu bahwa ini akan menjadi petaka bagi diri sendiri.
Akan datang persoalan dari sudut manapun.
Buah dari dosa sendiri.
Mudah-mudahan dengan berpikir begitu,
yakin Alloh melihat dan ada balasannya,

kita tercegah dari perbuatan buruk dan semangat untuk berbuat baik.

36. Menyikapi Hinaan

Jika orang menghina kita, lalu kita hina lagi.
Dia menyebar fitnah, kita sebarkan lagi fitnah.
Dia membeberkan aib, kita beberkan aib lagi.
Kalau itu yang kita lakukan, apa perlunya kita sekolah tinggi-tinggi?
Apa perlunya kita belajar agama yang banyak,
kalau kita hanya mampu meniru keburukan orang lain?
Sebetulnya kita belajar, kita meningkatkan pemahaman agama agar bisa berbuat lebih baik.
Orang menghina, kita bisa berkata dengan lebih baik.
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah membalas

keburukan dengan keburukan.
Karena kita harus yakin.

Oleh karena itu jangan galau dengan keburukan orang,
tapi galaulah kalau kita berhati buruk,

berfikir buruk, berbicara buruk dan bersikap buruk karena
itulah yang sebenarnya menjadi petaka bagi diri kita.
Percayalah, tidak ada yang tertukar.
Setiap perbuatan kembali kepada pelakunya.

37. Bahaya Dengki

Satu penyakit dia yang zolim tapi dia yang menderita.
Namanya penyakit dengki atau hasad.

Kalau kita ingin tau tingkat kedengkian kita,
semakin kita tidak menyukai orang lain mendapat nikmat itu semakin dengki.
Dan kalau ada kegembiraan dihati kita orang lain sengsara itu pun ciri dengki.

Kedengkian mutlak hanya menyengsarakan
menghancurkan pahala dan membinasakan diri sendiri.

Bersihkanlah dari kedengkian,
semua orang sudah punya garis takdir masing-masing.

Syukuri dengan apa yang Alloh berikan kepada kita.
Ikut bahagia dengan apa yang Alloh tetapkan bagi saudara kita.

Dan nikmati hati yang lega, pahala tetap terjaga,
kemuliaan semakin terpelihara. Bebas dari penyakit dengki.

38. Dosa Mendatangkan Keburukan

Seperti yang kita tahu bahwa
yang membuat hidup kita nelangsa itu adalah

dosa-dosa kita.
Tidak ada yang membuat kita menderita selain
keburukan kita sendiri. Jadi kalau kita lagi berbuat maksiat,
ya dosa, dalam skala apapun, itu kita harus siap nih.
Yang kita lakukan bakal balik ke kita, engga ketuker.
Kita nyakitin orang kita siap aja bakal sesuatu terjadi nih.
Kita ngelicik tunggu aja. Mendekati zina, tunggu.
Pokoknya tidak ada satupun yang kita lakukan kecuali dia pasti
balik ke kita, pasti! Engga akan meleset, engga akan ketuker.

Jadi siapa yang paling mengancam diri kita?
Diri kita sendiri.

39. Bahaya Sombong

Orang yang sombong tidak suka kepada ilmu agama.
Mendengar agama sahaja tidak suka.
Belajar Al-Qur'an jauh,

mungkin dia punya harta, gelar, pangkat, jabatan tapi
tidak suka mendengarkan kebenaran.

Dan alergi terhadap saran, kritik, koreksi, itu dianggap musuh.
Orang-orang sombong lebih sibuk membela dirinya walaupun

salah dan lebih sibuk menyerang orang lain.
Itu indikator kesombongan seseorang.

Tidak tahan mendengar masukan saran apalagi kritik, marah.
Dan ciri lain orang sombong adalah menganggap remeh orang lain.
Dia merasa mulia dengan harta, gelar, pangkat, kedudukan yang dia miliki dan

menganggap orang lain lebih rendah daripada dirinya.
Ini kebodohan. Kesombongan adalah kebodohan.
Bodoh tidak tau siapa Tuhan.
Bodoh tidak tau siapa dirinya yang sebenar.

Bodoh tidak mengerti bagaimana hidup mulia yang sesungguhnya.

40. Bahagia Dengan Ikhlas Memberi

Kita berfikir kebaikan orang,
berfikir keburukan orang,

mana yang lebih menenangkan hati?
Kita diberi orang senang tapi sebetulnya ada yang lebih menyenangkan.

Memberi orang lain.
Dan ada yang paling menyenangkan. Memberi orang lain dengan ikhlas.
Makanya siapapun yang ingin bahagia, lakukan saja apa yang Alloh suka.

Di sanalah letaknya bahagia.
Terutama putus berharap dari makhluk.
Semakin banyak berharap dari makhluk,

semakin tertekan hidup ini.
Semakin berharap hanya dari Alloh akan semakin nikmat.

Dan asal tau saja tidak ada yang terjadi tanpa ijin Alloh.
Apapun strategi kita, apapun ikhtiar kita,

kalau Alloh tidak mengijinkan, tidak terjadi.
Bukan perkata kata orang. Kata ini, kata itu. Tidak.

Yang terjadi itu apa yang Alloh mau.

41. Mengingat Nikmat

Teruslah memperbanyak mengingat
nikmat dari Alloh yang diberikan kepada kita.

Kalau kita ingin merasakan rahmat Allah,
merasakan harap kepada Allah,

maka perbanyaklah mengingat apa yang sudah Alloh berikan kepada kita.
Kalau kita ingin merasakan takut kepada Alloh,

maka lihatlah apa yang kita lakukan kepada Alloh.
Makin ingat dosa dan maksiat yang kita lakukan kepada Alloh,

Insya Alloh akan ada rasa takut.
Makin banyak mengingat limpahan karunia Alloh,

Insya Alloh kita akan semakin yakin dan
tetap berharap rahmat dari Alloh. Hauf dan rodja.

Inilah yang membuktikan keimanan kita.

42. Cinta Berbuah Kebaikan

Innallaha yuhibbul muhsinin.
Sesungguhnya Alloh sangat mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.

Oleh kerana itulah orang yang berbuat baik,
yang niatnya tulus, Alloh bahagiakan hatinya.

Alloh cerahkan wajahnya.
Alloh jernihkan pikirannya.
Alloh perindah perilakunya.
Dan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menjadikan jalan kebahagiaan bagi yang lain,
kemaslahatan bagi yang lain,
kemuliaan juga bagi yang lain.
"Khairunnas anfa'uhum linnas."
Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling membawa manfaat.
Jikalau Alloh memilih kita,
menjadi hamba yang penuh manfaat,
itulah karunia yang sangat besar.
Di dunia bahagia, mulia dan selamat.
Juga di akhirat kelak Insya Alloh.
Maka jadilah orang yang selalu berfikir baik,
berkata baik, berbuat baik, berhati baik karena
semua kebaikan kembali kepada kita.
"Al jaza ul ihsan illal ihsan."
Tiada balasan bagi kebaikan kecuali kebaikan.
Semoga kita jadi ahli kebaikan yang istiqomah sampai husnul khotimah.

43. Keimanan Yang Sirna

Jangan meremehkan dosa sekecil apapun juga karena
Alloh menyaksikan setiap dosa.

Bahaya terbesar dari dosa adalah dicabutnya nikmat iman kita.
Kalau iman sudah sirna, kita sudah tidak punya apa-apa lagi.
Dihujamkan gelisah saja di hati kita,
kita sudah sangat menderita.
Apapun yang ada tak akan ternikmati kalau
ketenangan dicabut dari hati kita.
Marilah kita waspada terhadap sekecil apa pun dosa karena
tidak ada yang luput dari penglihatan Alloh,
dari pengetahuan Alloh dan dari balasan Alloh.

Mudah-mudahan kita bisa beramal dengan sekecil apapun amal dan
menjauhi dosa, sekecil apapun dosa.

44.Berkata Baik Atau Diam

Sebetulnya setiap bertemu dengan orang,
apalagi ngobrol,

itu sangat berpeluang bertambah dosa.
Kalau tidak sangat berhati-hati setiap perkataan bisa jadi dosa.

Ada ujub. Ada riyak. Ada sum'ah.
Ada ghibah. Ada fitnah.

Ada bohong. Ada melebih-lebihkan.
Ada mengada-ada. Ada mengecilkan.
Sungguh tidak mudah untuk bisa bicara dengan betul-betul dipertanggungjawabkan.
Maka diam itu adalah pilihan terbaik.

Falyaqul Khairan Au Liyasmut.
Berkata baik atau diam.

Diam adalah kebijaksanaan.
Tapi sedikit orang yang melakukannya.

45. Terjerat Dosa Sendiri

Alarm kita berdosa adalah hati kita tidak pernah tenang.
Hidup kita menjadi sempit.

Takut diketahui keburukan kita oleh orang lain.
Tidak ada bahagia sama sekali.

Walaupun harta berlimpah, kedudukan tinggi,
penampilan indah, kendaraan mewah, rumah megah,

satu yang tidak akan pernah dimiliki,
tidak pernah memiliki hati yang sakinah.

Karena hati ini milik Allah,
Alloh yang membolak-balik hati dan
tidak akan pernah diberikan ketenangan orang-orang yang
hidupnya bergelimang dosa dan maksiat.
Agar kita bisa bertobat maka kita harus meluangkan
waktu untuk benar-benar menafakuri apa perbuatan buruk,
aib, kenistaan yang kita lakukan karena tanpa diawali dengan

kejujuran melihat kesalahan diri,
kita tak bisa mentobatinya.


Click to View FlipBook Version