The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ildasuryaputri111, 2022-02-19 22:16:38

seni budaya

kelas 8

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberi nikmat
sehat sehingga modul pembelajaran ini dapat selesai tepat waktu

tanpa ada halangan. Modul ini disusun guna memenuhi tugas
semester 2 Seni Budaya, dimana didalamnya akan dibahas mengenai

materi “Menggambar Model”.

Terima kasih sampaikan kepada tim guru yang turut berperan dalam
penyusunan modul belajar ini. Dalam penggunaannya nanti, pembaca

mungkin akan menemukan beberapa kekeliruan dan kekurangan
didalamnya. Oleh karena itu, penulis memohon pemakluman dan
maaf sebesar-besarnya. Kami dan tim penulis siap menerima kritikan

dan saran untuk memperbaiki penulisan ini di masa depan.

KEDIRI, 9 Februari 2022

ILDA SURYA PUTRI
JIMMY PRIYO AJI PANGESTU

SUCI MARTASARI
WILDAN ATHAULLAH FATHINNAUFAL

1.PENGERTIAN

~PENGERTIAN

Gambar: contoh gambar model

Menggambar adalah proses pengungkapan gagasan dan ide seseorang
melalui bahasa gambar. Menggambar merupakan kegiatan meniru barang, manusia,
binatang, dan sebagainya yang dibuat menggunakan goresan pensil atau alat
lainnya pada media dua dimensi seperti kertas, dinding dan sebagainya.

Model merupakan objek gambar yang menjadi bahan ispirasi dalam kegiatan
menggambar model. Menggambar model merupakan kegiatan menggambar dengan
menentukan objek gambar berupa objek tiga dimensi yang Digambar atau direkam
diatas bidang dua dimensi dengan ketentuan, kemiripan/ketepatan, bentuk dan
warna.

Untuk menghasilkan gambar yang menarik dan tepat perlu memperhatikan ,
langkah-langkah, dan teknik menggambar model yang baik dan benar. Objek
gambar model sangat beragam, antara lain seperti objek benda hidup (manusia,
hewan dan tumbuhan), dan benda mati (gelas, piring, botol, mangkuk, dan lain-lain).

1. PRINSIP-PRINSIP MENGGAMBAR
MODEL

Pinsip-prinsip menggambar model, terdiri dari:

1. Komposisi
Komposisi adalah susunan atau tataletak objek gambar antara objek gambar yang satu
dengan objek lainnya sehingga memiliki satu kesatuan bentuk yang harmonis.
Jenis-jenis komposisi antara lain, sebagai berikut;
a. Kompisisi Simetris, yaitu susunan objek gambar pada posisi seimbang antara sisi kanan
dan sisi kiri baik dalam susunan bentuk maupun objeknya.
b. Komposisi Asimetris, yaitu susunan objek gambar dalam posisi maupun ukuran yang
tidak sama antara sisi kanan dan sisi kiri, namun masih tetap memperhatikan proporsi,
keseimbangan, dan kesatuan antar objek gambar.
c. Komposisi Sentral, Susunan objek gambar pada posisi sentral/ ditengah-tengah bidang
gambar sebagai pusat perhatian, dengan memperhatikan proporsi bentuk dan model
gambar agar tercipta keseimbangan dan kesatuan antar objek gambar.

2. Proporsi
Proporsi adalah perbandingan ukuran dan bentuk objek antara bagian satu dengan bagian
yang lain secara ideal dan harmonis.

3. Keseimbangan
Keseimbangan adalah keselarasan antara objek gambar, bidang gambar dan gambar yang
dihasilkan. Keseimbangan dalam menggambar model dapat diperoleh dengan cara
memberikan efek perspektif pada objek gambar, sudut pandang gambar, maupun dengan
cara membuat skala.
Jenis-jenis keseimbangan antara lain sebagai berikut;
a. Keseimbangan Simetris, yaitu keadaan dimana unsur yang satu dengan unsur yang
lainnya memiliki persamaan.
b. Keseimbangan Asimetris, yaitu keadaan dimana unsur yang satu dengan unsur yang
lainnya kurang memiliki persamaan.

4. Kesatuan
Kesatuan adalah penataan unsur dengan cara menggabungkan unsur satu dengan unsur
lainnya berdasarkan bentuk, ukuran maupun jenisnya sehingga memperoleh hubungan

yang kuat, erat, dan saling mendukung antar satu dengan yang lain sehingga memiliki
kesatuan yang tidak terpisahkan.

5. Perspektif
Perspektif adalah memperhitungkan hukum alam dengan mempertimbangkan jauh dekat
benda dari pandangan mata kita, jika benda dekat dengan mata kita akan terlihat jelas,
sementara benda yang jauh dari pandangan mata akan terlihat samar dan tidak jelas.

6. Lay out
Lay out adalah tata letak objek gambar dengan keseluruhan bidang gambar. Prinsip lay out
diperlukan dalam menentukan tata letak atau posisi objek gambar dengan bidang gambar.

7. Gelap Terang
Gelap terang adalah efek gelap dan terangnya suatu permukaan objek atau bidang dari
pengaruh cahaya pada objek atau bidang tersebut, atau latar belakang karena pengaruh
cahaya

8. Plastisiteit
Plastisiteit adalah kesan natural dari hasil gambar yang seolah-olah seperti benda aslinya.
Plastisiteit dapat diperoleh dengan mengolah secara maksimal anatomi, warna, tekstur,
pencahayaan, bayangan, latar belakang, dan efek-efek lainnya.

2. UNSUR-UNSUR MENGGAMBAR MODEL

Unsur-unsur gambar model sama dengan unsur-unsur dalam seni rupa, diantaranya
yaitu:
1. Titik
Unsur titik merupakan unsur seni rupa dalam hal ini gambar model yang paling sederhana.
Unsur titik akan tampak dan berarti apabila dalam jumlah yang banyak. Gabungan dari
banyak titik-titik akan membentuk sebuah garis.
2. Garis
Garis merupakan unsur seni rupa (gambar model) yang terbentuk dari gabungan atau
rangkaian titik-titik yang terjalin dalam kesatuan memanjang dengan kedua ujung terpisah.

3. Bidang
Bidang merupakan unsur seni rupa (gambar model) yang terbentuk dari gabungan atau
pertemuan dari beberapa garis. Bentuk bidang dapat dikategorikan ke dalam beberapa
macam, antara lain seperti bidang geometris, bidang nongeometris, bidang biomorfosis,
dan bidang bersudut.

4. Bentuk
Bentuk merupakan unsur seni rupa (gambar model) yang terbentuk dari gabungan
beberapa bidang yang membentuk ruang atau volume. Terdapat beberapa macam jenis
bentuk, seperti bentuk kubistis, silindris, limas, prisma, kerucut, bola, dan lain-lain.

5. Warna
Warna merupakan kesan yang dihasilkan oleh pantulan cahaya pada mata. Terdapat
bermacam-macam jenis warna yang secara umum dapat dikategorikan ke dalam dua
macam, yaitu spektrum warna (me-ji-ku-hi-bi-ni-u) dan pigmen warna (warna primer,
sekunder, tersier, komplementer, dan analog).

6. Tekstur
Tekstur merupakan nilai permukaan suatu benda sehingga dapat memberikan kesan
tertentu jika dirasakan menggunakan indera peraba, sehingga dapat dikatakan halus, kasar,
licin, mengkilap, rata, berlubang, kusam, dan lain-lain. Secara visual terdapat dua macam
tekstur, yaitu tekstur nyata (keadaan benda saat dilihat dan diraba sama nilainya) dan
Tekstur semu (keadaan benda saat dilihat dan diraba berbeda).

7. Gelap Terang
Gelap terang merupakan keadaan suatu bidang yang terjadi karena adanya perbedaan
warna dan intensitas cahaya yang diterima oleh suatu objek. Gelap terang dapat
menimbulkan kesan tekstur dan kedalaman suatu benda.

8. Ruang
Ruang merupakan unsur seni rupa (gambar model) yang dapat memberikan kesan
kedalaman, baik dalam bentuk nyata maupun semu. Unsur ruang dalam bentuk nyata dapat
ditemui pada karya seni rupa tiga dimensi, sedangkan dalam bentuk semu dapat ditemui
pada karya seni rupa dua dimensi.

3. PROPORSI TUBUH MANUSIA

Secara umum dalam menggambar manusia sudah ditentukan rumus/ aturan baku
proporsi tubuh manusia, antara lain sebagai berikut ini:

a. Tinggi manusia dewasa: 7 x tinggi kepala (Indonesia)
b. Tinggi manusia dewasa: 7 ½ x tinggi kepalanya (Barat)
c. Tinggi manusia dewasa: 8 x tinggi kepalanya (Veryhigh)
d. Tinggi anak usia 10 tahun: 6 x tinggi kepala
e. Tinggi anak usia 5 tahun: 5 x tinggi kepala
f. Tinggi rata-rata balita: 4 x tinggi kepalanya
g. Bahu pria lebih lebar dari pada bahu perempuan
h. Panjang telapak tangan = lebar wajah
i. Panjang telapak kaki = tinggi wajah
j. Letak mata 1/2 tinggi wajah
k. Panjang mata 1/5 lebar wajah
l. Letak cuping hidung: posisi ditengah antara dagu dan letak mata
m. Letak bibir: posisi ditengah antara dagu dan cuping hidung
n. Panjang telinga: sebatas cuping hidung dan tinggi mata

4. TEKNIK MENGGAMBAR MODEL

Teknik Menggambar Arsir
Teknik arsir adalah teknik menggambar dengan menggunakan garis-garis sejajar
atau menyilang untuk menentukan gelap terang objek suatu gambar sehingga
terlihat seperti tiga dimensi atau bisa juga Teknik asir yang dibuat dengan cara
menggores-goreskan pensil, tinta, spidol, atau alat-alat yang lainnya kemudian
hasilnya nanti berupa garis-garis berulang yangmana akan membuat kesan gelap-
terang, gradasi, atau kesan dimensi.

Teknik Dussel

Teknik dusel adalah teknik menggambar yang penentuan dari gelap terang suatu
objek gambar dengan menggunakan pensil gambar yang digoreskan (digosokan)
dalam posisi miring (rebah) Teknik ini bisa juga teknik dengan cara menggosok
sehingga menimbulkan kesan gelap-terang atau tebal-tipis. Alat-alat yang dapat
digunakan antara lain yaitu pensil, krayon, dan konte.

Teknik Blok

Teknik blok adalah suatu teknik menggambar dengan cara menutup pada bagian
objek gambar dengan menggunakan satu warna, sehingga nantinya hanya terlihat
bentuk globalnya (siluet) atau juga bisa akan menimbulkan kesan balok.

Teknik Menggambar Poitilis

Teknik menggambar Pointilisme memanglah menitikberatkan pada penggunaan
titik untuk dapat membentuk suatu gambar. Kerapatan dari penyusunan titik-titik
adalah untuk menentukan gelap terang dari suatu objek supaya terlihat pejal
terlehiat seperti adanya kesan tiga dimensional.

Teknik Aquarel

Teknik aquarel adalah teknik menggambar dengan cara menggunakan cat air
dengan sapuan warna yang memanglah tipis, sehingga nanti hasilnya terlihat
seperti transparan atau tembus pandang atau bisa juga Teknik aquarel bisa
menggunakan bahan dengan campuran air di kertas, kain, atau bidang yang lain.
Jika Anda menggambar dengan menggunakan bidang gambar yang berupa kertas,
maka Anda dapat menggunakan cat air, cat poster, atau tinta bak.

Pengertian Teknik Plakat

Teknik plakat adalah teknik menggambar dengan cara menggunakan bahan cat
poster atau cat air dengan sapuan warna yang memanglah tebal sehingga nanti
hasilnya terlihat pekat dan menutup.

Teknik linear

Teknik linear adalah suatu teknik menggambar untuk dapat menggambarkan objek
gambar dengan menggunakan garis sebagai suatu unsur yang sangat menentukan,
baik itu menggunakan garis lurus maupun garis lengkung.

5. ALAT DAN BAHAN MENGGAMBAR
MODEL

Secara umum terdapat beberapa macam alat dan bahan untuk menggambar model bagi
pemula yang memiliki fungsi dan kegunaan masing-masing, yaitu;
1. Pensil
Pilihlah pensil berukuran 2H-H (keras), HB (medium), dan B-2B (lunak). Gunakan peraut
pensil untuk memperuncing ujung pensil. Kita juga bisa menggunakan sepotong kecil kertas
amplas untuk mempermudah mengatur keruncingan pensil sesuai kebutuhan.

2. Penghapus
Pilihlah penghapus yang lunak dan lentur untuk membersihkan garis-garis pensil tanpa
merusak kertas.

3. Kertas
Gunakan kertas gambar sesuai dengan kebutuhan. Jangan terlalu tipis dan usahakan yang
memiliki tekstur. Beberapa jenis kertas dapat digunakan untuk menggambar model seperti
kertas ukuran standar (A3, A4, dan kwarto). Untuk latihan, bisa juga menggunakan kertas
buram.

4. Pensil Warna
Penggunaan pensil warna dapat dilakukan dengan cara mengarsir atau memblok warna.
Tekanan pada penggunaan pensil sangat memengaruhi ketajaman warna.

5. Krayon
Bahan krayon terdiri atas dua macam, yaitu bahan berbasis kapur dan minyak (lilin).

6. Cat Air
Cat air merupakan salah satu bahan menggambar yang menghasilkan kesan warna berbasis
air. Cat air terdiri atas bentuk tube dan batangan. Bentuk tube menggunukan palet dan
campuran air, sedangkan cat air dalam bentuk batangan dapat langsung digunakan tanpa
mencampurnya dengan air.

6. PROSEDUR MENGGAMBAR MODEL

Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan perihal langkah-langkah urutan kerja
sebelum kita memulai menggambar model, diantaranya yaitu:

1. Persiapan alat dan bahan, maksudnya adalah sebelum kita memulai menggambar harus
mempersiapkan alat dan bahan yang kita gunakan sesuai dengan apa yang akan kita
gambar, baik itu kertas, pensil, pastel, krayon, konte, kanvas, cat, dan sebagainya yang kita
perlukan supaya kegiatan menggambar kita tidak terhambat karena ketidaksiapan kita
melengkapi alat atau bahannya.

2. Pengamatan, yaitu kegiatan untuk mengamati obyek gambar (model) yang akan kita
gambar. Dalam hal ini kecermatan atau ketelitian, ketepatan memilih objek gambar dan
dalam menentukan sudut pandang sangat menentukan hasil kerja kita.

3. Menentukan teknik menggambar, hal ini sangat berkaitan erat dengan bahan dan alat
yang kita gunakan, apakah menggunakan teknik kering (pensil, krayon, pastel, konte) atau
teknik basah (cat air, cat minyak, tinta). Biasanya dengan menggunakan teknik kering waktu
yang diperlukan untuk menyelesaikan lebih singkat bila dibandingkan menggunakan teknik
basah. Untuk teknik kering bisa menggunakan teknik arsir, teknik dussel, atau teknik
pointilis, sedangkan teknik basah bisa secara transparent atau aquarel dan teknik plakat.

4. Membuat sket (sketsa) atau rancangan gambar, yaitu kegiatan awal dalam menggambar
dengan membuat rancangan gambar dari objek yang kita amati secara bertahap dari bentuk
keseluruhan kemudian bagian-perbagian dan selanjutnya detailnya.

5. Penyelesaian gambar, yaitu menyempurnakan gambar Iebih lanjut hingga selesai
sempurna tentang persoalan perspektif, gelap terang, tekstur, warna, serta penekanan pada
bagian-bagian tertentu sehingga hasilnya indah dan menarik.

6. Finishing, yaitu penyelesaian akhir gambar hingga tahap penyajian karya dengan diberi
pelapis anti jamur. kaca atau pigura.


Click to View FlipBook Version