The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kelompok 4-Bahan Ajar (Sistem Indera Pendengaran)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by alvitamaula08, 2023-01-08 06:25:28

Kelompok 4-Bahan Ajar (Sistem Indera Pendengaran)

Kelompok 4-Bahan Ajar (Sistem Indera Pendengaran)

Educating the mind without educating the heart is not educating at all

www.reallygreatsite.com

BAHAN AJAR

SISTEM INDERA

PPEENNDDEENN G AARRAANN

Disusun Oleh :
1.Alvita Rizki Maula (202133092)
2.Tiara Indria Sari (2021330980
3.Bagas Junianto (202133105)
4.Vindy Audina Adelia (202133125)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
dapat terselesaikannya Bahan Ajar Sistem Indera Pendengaran. Modul ini
bertujuan untuk membantu siswa dalam memahami penggunaan dan

KATA PENGANTARpengembangan konsep – konsep baru agar lebih terarah. Kami berharap

bahwa modul ini juga dapat menambah referensi bagi siswa dalam
pembelajran IPA.

Dalam modul ini memuat tentang uraian materi-materi yang berkaitan
dengan “SISTEM INDERA PENDENGARAN”. Selain itu untuk memudahkan
pemahaman juga terdapat rangkuman. Kami berusaha menyusun modul ini
sesuai dengan kebutuhan siswa dan guru sehingga dapat terjadi kegiatan
belajar mengajar yang lebih komunikatif dan optimal.

Akhirnya, kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang
telah membantu dalam penyusunan modul ini, semoga dapat memberikan
andil dalam kemajuan siswa untuk mempelajari IPA. Kami menyadari
bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan modul ini. Untuk itu,
kritik dan saran bagi kesempurnaan modul ini sangat kami harapkan.
Semoga modul ini dapat memberikan manfaat bagi pembentukan
ketrampilan generik dan hasil belajar siswa dalam penerapan IPA di
kehidupan sehari – hari.

Kudus, 8 Januari 2023

Kudus, 08 Januari 2023

PenuPliesnulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I Pengertian Sistem Indera Pendengaran...........................1
BAB II Anatomi Telinga...................................................................3

A. Telinga Luar..........................................................................4
B. Telinga Tengah.....................................................................5
C. Telinga Dalam.......................................................................6
BAB III Mekanisme Mendengar ....................................................9
BAB IV Gangguan Pada Telinga.....................................................11
Kesimpulan..........................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................14

BAB Sistem Indera


pendengaran

Alat indra adalah alat yang ada pada tubuh
manusia dan berfungsi untuk mengenal keadaan
dunia luar. “Alat” itu adalah reseptor saraf yang
sensitif. “Dunia luar” adalah dunia di luar tubuh
manusia itu sendiri yang disebut rangsangan.
Reseptor yang ada di dalam tubuh sensitif
terhadap rangsangan itu disebut dengan indra.
Indra ini mampu mengubah rangsangan
menjadiimpuls. Impuls ini merupakan sinyal
listrik yang sampai ke otak untuk membawa
berita sehingga orang dapat mengenal dunia
luar.

Sistem pendengaran merupakan sistem
yang digunakan untuk mendengar. Indera
pendengar manusia adalah telinga, selain
sebagai indera pendengar telinga berfungsi
sebagai alat keseimbangan. Telinga merupakan
alat untuk menerima getaran yang berasal dari
benda yang bergetar, dan memberikan kesan
suara pada kita. Getarannya dapat berasal dari
udara dan dapat pula berasal dai benda padat
atau benda cair, antara benda g bergetar dengan
telinga harus ada medium yaitu udara (Iswari &
Nurhastuti, 2018).

Telinga manusia merupakan organ
pendengaran yang menangkap dan merubah
bunyi berupa energi mekanis menjadi energi
elektris secara efisien dan diteruskan ke otak
untuk disadari serta dimengerti, sebagai sistem
organ pendengaran, telinga dibagi menjadi
sistem organ pendengaran perifer dan sentral.

Sistem Indera Pendengaran 1

Sistem organ pendengaran perifer terdiri dari
struktur organ pendengaran yang berada di luar
otak dan batang otak yaitu telinga luar, telinga
tengah, telinga dalam dan saraf kokhlearis
sedangkan organ pendengaran sentral adalah
struktur yang berada di dalam batang otak dan
otak yaitu nukleus koklearis, nukleus olivatorius
superior, lemnikus lateralis, kolikulus inferior dan
kortek serebri lobus temporalis area
wernicke(Nugroho & Wiyadi, 2009)

Sistem Indera Pendengaran 2

BAB Anatomi
Telinga

3 Saluran

Saluran/liang Setengah Lingkaran
Telinga Tulang
Landasan

Tulang

Martil Saraf

Pendengaran

Daun Telinga Rumah Siput
(Pinna) ( Koklea)

Gendang
Telinga Tulang
Sanggurdi
Saluran Eustachius

Secara anatomis, telinga manusia dapat diklasifikasikan
menjadi tiga bagian, yaitu:
a) Telinga bagian luar

Telinga bagian luar terdiri dari daun telinga dan liang
telinga/ saluran telinga

b) Telinga bagian tengah

Telinga bagian tengah terdiri dari gendang
telinga,tulang pendengaran (tulang martil, tulang
landasan dan tulang sanggurdi), dan saluran
eustachius

c) Telinga bagian dalam

Telinga bagian dalam terdiri dari 3 saluran setengah
lingkaran, saraf pendengaran, dan koklea

Sistem Indera Pendengaran 3

A. Telinga Luar

Liang Telinga

Daun Telinga

(Pinna)

Telinga luar terdiri dari daun telinga yang disebut juga
dengan “Pinna” yang berfungsi menentukan arah bunyi
yang didengar, dan memperkuat suara-suara yang
diterima. Fungsi ini dilakukan karena daun telinga punya
bentuk seperti corong dan terdapat tonjolan-tonjolan
yang terdiri dari tulang rawan dilapisi kulit.

Telinga luar ini juga terdiri dari liang telinga luar
(meatus acusticus eksternus) yang berfungsi
menghantarkan getaran suara dan mempertahankan
kelembaban suhu dari udara yang masuk. Dalam liang
telinga terdapat bulu-bulu dan sejumlah kelenjar yang
mengeluarkan kotoran telinga (cerumen), berfungsi
untuk melindungi telinga supaya tidak kemasukan barang
atau serangga.

Apabila produksi cerumen (kotoran telinga)
berlebihan, maka cerumen akan mengeras dan
menyumbat saluran pendengaran yang bersangkutan
dan penderita akan mengeluh tuli hambatan. Keadaan ini
disebut “Cerumen Obsturans”.

Sistem Indera Pendengaran 4

B. Telinga Tengah

Telinga tengah berupa rongga kecil yang berisi
udara, terletak di dalam tulang temporal dan
dindingnya dilapisi sel epitel. Antara Auris
Eksterna dan Auris Media dibatasi oleh gendang
pendengaran dinamakan membran tympani.
Di dalam telinga tengah terdapat bagian-bagian :

a. Membrana timpani

Membrana timpani (gendang telinga) yang
membatasi antara telinga luar dan telinga
tengah. Membran ini merupakan membrane
translussen abu-abu seperti mutiara yang
tersusun oblik dan melintasi ujung dalam
meatus auditorius eksternus, dengan
permukaan luarnya menghadap ke bawah, ke
depan dan keluar. Membran ini tersusun atas
jaringan ikat, pada permukaan luar ditutupi oleh
epitel yang bersambungan dengan epitel
meatus auditorius eksternus dan sisi dalam
yang bersambungan dengan epitel seluruh
telinga tengah. Bagian atas (pars flaccid,
membrana shrapnel) agak flaksid.

Sistem Indera Pendengaran 5

b. Ossikel

Ossikel adalah tiga tulang kecil yang
menempati sebagian besar rongga, terlentang
melintasi rongga dari membrane timpani pada
dinding lateral ke fenestrum ovale pada
dinding medial. Tiga tulang pendengaran ini
adalah maleus (martil) , inkus (landasan) dan
stapes (sanggurdi).
c. Tuba auditiva eustachii
Tuba auditiva eustachii (tuba faringo-
tympanicum) adalah saluran tulang dan
tulang rawan yang menghubungkan
nasofaring dengan telinga tengah dan
memungkinkan udara lewat dari nasofaring ke
telinga bagian tengah. Saluran ini panjangnya
kira-kira 3,7 cm berjalan miring ke bawah agak
depan, dan dilapisi oleh lapisan mukosa.
Saluran ini bermuara ke dalam dinding
anterior telinga tengah.

C. Telinga Dalam

Telinga bagian dalam (Labyrin) merupakan bagian
terpenting dari telinga, labyrin adalah suatu rongga
berisi cairan perilimpe dan letaknya di tulang pelipis
yang berfungsi melindungi bagian dalam. Telinga
dalam terletak di dalam pars petrosus os temporale
dan terdiri atas organ pendengaran dan organ
keseimbangan. Struktur telinga dalam terdiri atas
labirintus osseus dan labirintus membranosus.

Sistem Indera Pendengaran 6

1.1) Labirintus Osseus 7
merupakan serangkaian saluran bawah dikelilingi oleh
cairan yang disebut perilimfe. Bagian ini terdiri dari:
a) Vestibulum,

Yaitu ruangan kecil yang berhubungan dengan
koklea pada sisi anterior, dengan telinga tengah pada
sisi lateral melalui fenestra ovale dan fenestra
rotundum, dan dengan kanalis semisirkularis pada sisi
posterior.
b) Koklea,

Koklea berbentuk seperti rumah siput. Bagian
dalam tulang koklea, tabung membranosa berjalan


dari dasar apeks dan ke arah bawah kembali. Tabung

yang mengarah ke atas dimulai dari fenestra
rotundum dan disebut skala vestibuli. Sedangkan
tabung yang mengarah ke bawah disebut skala timpani
dan berakhir pada fenestra rotundum. Diantara dua
skala tersebut adalah skala media yang merupakan
tabung berisi endolimf. Di dalam koklea terdapat
organ korti yaitu struktur yang berjalan secara spiral
kearah atas pada koklea, dan dalam perjalanannya
disokong oleh pilar sentralis yang melekat pada
membrana basalis.
c). Kanalis semisirkularis

Merupakan saluran setengah lingkaran yang terdiri
dari tiga saluran, yang satu dengan lainnya
membentuk sudut 90 derajat, yaitu kanalis
semisirkularis superior, kanalis semisirkularis
posterior, dan kanalis semisirkularis lateralis

Sistem Indera Pendengaran

2)Labirintus membranosus, terdiri dari
a) Utrikulus

Berbentuk seperti kantong lonjong dan agak
gepeng, terpaut pada tempatnya oleh jaringan ikat,
di sini terdapat saraf (nervus akustikus) pada bagian
depan, dan sampingnya ada daerah yang lonjong
disebut macula Pada dinding belakang utrikulus, ada
muara dari duktus semisirkularis dan pada dinding
depannya ada tabung halus disebut utrikulosa
sirkularis, saluran yang menghubungkan utrikulus
dan sakulus.
b) Sakulus

Berbentuk agak lonjong lebih kecil dari
utrikulus, terletak pada bagian depan dan bawah

Tambahkan sedikit teks isidari vestibulum dan terpaut erat oleh jaringan ikat,
dimana terdapat nervus akustikus. Pada bagian
depan sakulus ditemukan serabut-serabut halus
cabang nervus akustikus berakhir pada macula
akustika sakuli. Pada permukaan bawah sakulus ada
ductus reunien yang menghubungkan sakulus
dengan ductus koklearis, dibagian sudut sakulus ada
saluran halus, disebut ductus endolimfatikus yang

berjalan melalui aquaduktus vetibularis menuju
permukaan bagian bawah tulang temporalis
berakhir sebagai kantong buntu yang disebut sakus
endolimfatikus, yang terletak tepat di lapisan otak
durameter.
c) Duktus semisirkularis
Duktus semisirkularis terdiri dari tiga tabung
selaput semisirkularis yang berjalan dalam kanalis
semisirkularis (superior, posterior dan lateralis).
Bagian duktus yang melebar disebut ampula
selaput. Setiap ampula mengandung satu celah
sulkus ampularis yang merupakan tempat masuknya
cabang ampula nervus akustikus, sebelah dalam ada
Krista ampularis yang terlihat menonjol ke dalam
yang menerima ujung-ujung saraf.
d) Duktus koklearis
Duktus koklearis merupakan saluran yang
bentuknya agak segitiga seolah-olah membuat batas
pada koklea timpani, atap duktus koklearis terdapat
membrane vestibularis, pada alasnya terdapat
membrane basilaris. Duktus koklearis mulai dari
kantong buntu dan berakhir tepat diseberang
kanalis lamina spiralis pada kantong buntu.

Sistem Indera Pendengaran 8

BAB Mekanisme
Pendengaran

Proses mendengar pada manusia melalui 9
beberapa tahap. Perhatikan pada gambar diatas
Tahap tersebut diawali dari lubang telinga yang
menerima gelombang dari sumber suara.
Gelombang suara yang masuk ke dalam lubang
telinga akan menggetarkan gendang telinga (yang


disebut membran timpani). Getaran membran

timpani ditransmisikan melintasi telinga tengah
melalui tiga tulang kecil, yang terdiri atas tulang
martil, landasan, dan sanggurdi. Telinga tengah
dihubungkan ke faring oleh tabung eustacius.
Getaran dari tulang sanggurdi ditransmisikan ke
telinga dalam melalui membran jendela oval ke
koklea. Koklea merupakan suatu tabung yang
bergulung seperti rumah siput.Koklea berisi
cairan limfa.

Getaran dari jendela oval ditransmisikan ke
dalam cairan limfa dalam ruangan koklea. Di
bagian dalam ruangan koklea terdapat organ
korti. Organ korti berisi cairan sel-sel rambut
yang sangat peka. Inilah reseptor getaran yang
sebenarnya. Sel-sel rambut ini akan bergerak
ketika ada getaran di dalam koklea, sehingga
menstimulasi getaran yang diteruskan oleh saraf
auditori ke otak.

Sistem Indera Pendengaran

MEKANISME Gelombang bunyi merupakan suatu gelombang getaran
PENDENGARAN udara yang timbul akibat getaran suatu obyek. Bunyi yang
didengar oleh setiap orang muda antara 20 dan 20.000 siklus
Gambar 1.1 Jaras Saraf Telinga per detik. Akan tetapi, batasan bunyi sangat tergantung pada
intensitas. Bila intesitas kekerasan 60 desibel di bawah 1
dyne/cm2 tingkat tekanan bunyi, rentang bunyi menjadi 500
sampai 5000 siklus per detik. Pada orang yang lebih tua


rentang frekuensi yang bisa didengarnya akan menurun dari

pada saat seseorang berusia muda, frekuensi pada orang yang
lebih tua menjadi 50 sampai 8000 siklus perdetik atau kurang.
1 Kekerasan bunyi ditentukan oleh sistem pendengaran yang
melalui tiga cara.

Cara yang pertama di mana ketika bunyi menjadi keras,
amplitudo getaran 16 membran basiler dan sel-sel rambut
menjadi meningkat sehingga akan mengeksitasi ujung saraf
dengan lebih cepat. Kedua, ketika amplitudo getaran meningkat
akan menyebabkan sel-sel rambut yang terletak di pinggir
bagian membran basilar yang beresonansi menjadi terangsang
sehinga menyebabkan penjumlahan spasial implus menjadi
transmisi yang melalui banyak serabut saraf. Ketiga, sel-sel
rambut luar tidak akan terangsang secara bermakna sampai
dengan getaran membran basiler mencapai intensitas yang
tinggi dan perangsangan sel-sel Ini tampaknya yang
menggambarkan pada sistem saraf bahwa tersebut sangat
keras.

1 Jaras persarafan pendengaran utama menunjukan bahwa
serabut saraf dari ganglion spiralis Corti memasuki nukleus
koklearis dorsalis dan ventralis yang terletak pada bagian atas
medulla. Serabut sinaps akan berjalan ke nukleus olivarius
superior kemudian akan berjalan ke atas melalui lemnikus
lateralis. Dari lemnikus lateralis ada beberapa serabut yang
berakhir di lemnikus lateralis dan sebagian besar lagi berjalan ke
kolikus inferior di mana tempat semua atau hampir semua
serabut pendengaran bersinaps. Jaras berjalan dari kolikus
inferior ke nukleus genikulum medial, kemudian jaras berlanjut
melalui radiasio auditorius ke korteks auditorik yang terutama
terletak pada girus superior lobus temporalis.

Pada batang otak terjadi persilangan antara kedua jaras di
dalam korpus trapezoid dalam komisura di antara dua inti
lemniskus lateralis dan dalam komnisura yang menghubungkan
dua kolikulus inferior. Adanya serabut kolateral dari traktus
auditorius berjalan langsung ke dalam sistem aktivasi retikuler
di batang otak. Pada sistem ini akan mengaktivasi seluruh
sistem saraf untuk memberikan respon terhadap bunyi yang
keras. Kolateral lain yang menuju ke vermis serebelum juga akan
di aktivasikan seketika jika ada bunyi keras yang timbul
mendadak. Orientasi spasial dengan derajat tinggi akan
dipertahankan oleh traktus serabut yang berasal dari koklea
sampai ke korteks.

Sistem Indera Pendengaran 10

BAB Gangguan pada

Telinga

Gangguan pada telinga dibagi menjadi dua, yaitu secara
klinis dan secara fisiologis

a. Secara Klinis

1) Tuli Konduktif/ Tuli Peifer

Penderita tuli terhadap suara dengan frekuensi
rendah oleh karena itu konduksi disebut juga
tuli bas.Pada orang normal kehilangan
pendengaran sebesar 15 desibel masih
dianggap normal. Apabila kerusakan terletak
pada membran tympani maka seseorang akan
kehilangan pendengaran (hearing lost) sebesar
20 desibel.
Bila kerusakan pada tulang-tulang pendengaran
maka hearing lost sebesar 65 DB. Bila
kehilangan di atas 65 DB merupakan tuli
konduksi yang berat. Pada penderita tuli
konduksi hantaran suara melalui udara
terganggu, sedangkan suara melalui tulang
normal.

2) Tuli Persepsi/tuli Central

Tuli sentral yaitu bila kerusakan dimulai dari
organ corti. Umumnya penderita akan
kehilangan pendengaran terhadap suara
dengan frekuensi tinggi, karena itu disebut juga
tuli Discont. Tuli sentral disebabkan karena
lebih banyak trauma suarat/acustic. Sebelum
seseorang mengalami ketulisan central akan
didapatkan dulu gejala-gejala pendengaran
yaitu :
a) Tunitus

Adalah orang yang mendengar bunyi
berdengung terus walau tidak ada suara. Hal
ini disebakan karena sel-sel rambut pada
organ corti rusak, sehingga ia terus menerus
bergetar tanpa ada rangsang suara.

Sistem Indera Pendengaran 11

b) Nervus Vestibularis

terangsang sehingga penderita akan mengeluh
pusing atau vertigo, mual, muntah dan
niztagmus (mata bergerak-gerak). Selanjutnya
penderita akan menerita gangguan dengan
frekuensi tinggi. Gangguan gejala-gejala ini
disebut dengan sindroma meniere.

Bentuk lain dari ketulian sentral antara lain :

a) Press by Cusis

Ini terjadi pada usia lanjut yang disebabkan
oleh kekakuan dari membran basillaris organ
corti.

b) Ketulian jiwa

Orang mendengar suara tetapi ia tidak dapat
mengenterpretasikan atau menyadari suara
apa yang didengar, karena asosiasi
pendengaran di cortex cerebri rusak (lobus
temporalis area 42 bordman) tuli persepsi
termasuk tuli sentral. Bila tuli ini bergabung
dinamakan dengan tuli total.

b. Secara Fisiologis

1) Tuli konduksi/hantara

Segala bentuk ketulian yang disebabkan oleh
ganguan hantaran udara melalui telinga luar
sampai organ corti. Disebabkan karena :
Sumbatan telinga luar, Kerusakan membrane
tympani, Kerusakan tulang pendengaran,
Sumbatan pada tuba eustachii, sehingga terjadi
perbedaan tekanan antara cavum tympani
dengan udara luar.
2) Tuli persepsi/tuli penerimaan

Segala bentuk ketulian yang disebabkan oleh
karena kerusakan reseptor penerimaan organ
corti sampai nervus ke VIII (Nervus Cochlearis).

Sistem Indera Pendengaran 12

3) Tuli Centra

Tuli centra merupakan segala bentuk ketulian
yang disebabkan oleh kerusakan batang
otak/medula oblongata sampai pada cortex
cerebri obus temperalis (pusat pendengaran).

Kesimpulan

1.Sistem pendengaran merupakan sistem yang
digunakan untuk mendengar. Indera pendengar
manusia adalah telinga, selain sebagai indera
pendengar telinga berfungsi sebagai alat
keseimbangan. Telinga merupakan alat untuk
menerima getaran yang berasal dari benda yang
bergetar, dan memberikan kesan suara pada kita

2.Secara anatomis, telinga manusia dapat
diklasifikasikan menjadi tiga bagian, yaitu: telinga
bagian luar, bagian tengah, dan telinga bagian dalam

3.Telinga bagian luar terdiri dari daun telinga dan liang
telinga.Telinga bagian tengah terdiri dari gendang
telinga,tulang pendengaran (tulang martil, landasan
dan sangguurdi), dan saluran eustachius.Telinga
bagian dalam terdiri dari 3 saluran setengah
lingkaran, saraf pendengaran, dan koklea

4.Mekanisme pendengaran dimulai dari gelombang
Bunyi diterima daun telinga kemudian disalurkan
masuk oleh liang telinga, gelombang bunyi
menggetarkan gendang telinga, getaran tersebut
diteruskan oleh osikel kemudian diteruskan ke tingkat
jorong menggetarkan cairan limfe di dalam kokhlea
dan menggerakan sel reseptor organ korti, yang
menghasilkan impuls untuk dihantarkan oleh saraf
pendengar otak untuk diartikan.

Sistem Indera Pendengaran 13

DAFTAR PUSTAKA

Asiyah, S. N. (2014). Fungsi indera pendengaran. Kuliah Psikologi Faal,
49–62.

Iswari, M., & Nurhastuti. (2018). Anatomi, Fisiologi Dan Genetika.
Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1.
http://repository.unp.ac.id/20541/1/BUKU Anatomi, Fisiologi dan
Genetika edit.pdf

Nugroho, P. S., & Wiyadi, H. (2009). Anatomi Dan Fisiologi
Pendengaran Perifer. Jurnal THT-KL, 2(2), 76–85.

Frp, D. W. Z., Krvwhg, R., Rqolqh, D. Q., Odvw, G., Kljk, D., Mrev, W.,
Ehhq, K., Odwho, U., Phqwruv, D., Krz, D. Q. G., Khos, F. D. Q., Ru, D.,
Krz, X. W., Rqh, G., Li, P., Hpsor, Q. R. W., Fdq, H., Idqwdvwlf, E. H., Ri,
V., … Wr, O. (2016). /,9( 21/,1(. 9, 9–34.
http://eprints.undip.ac.id/44456/3/Bab2.pdf

Sistem Indera Pendengaran 14


Click to View FlipBook Version