KEWARGANEGARAAN
DIGITAL
SIMDIG
ARDITA SAPUTRI
KEWARGANEGARAAN DIGITAL
Warga digital adalah orang yang sadar akan
hal baik dan yang buruk, menunjukan
kecerdasan perilaku teknologi, dan bisa
membuat pilihan yang tepat saat
menggunakan teknologi. Memanfaatkan TI
untuk membentuk suatu komunitas,
pekerjaan, dan berekreasi.
Berekreasi adalah:
• Memiliki pengetahuan dan kemampuan
untuk mengoperasikan TI.
• Mengekspresikan sebuah ide/gagasan
karakteristik, pribadi, ide maupun tujuan
yang tertuang di dunia maya. Tapi, sifat
dunia maya yang tidak mempertemukan
individu-individu tersebut maka secara
tidak langsung mendorong makin
menipisnya bahkan hilangnya norma-
norma sopan santun, rasa tanggung
jawab, dan etika saat berkomunikasi.
Untuk mengantisipasi hal itu maka
diperlukanlah Kewargaan Digital.
Kewargaan Digital adalah konsep yang dapat
digunakan untuk memberikan pengetahuan
mengenai penggunaan teknologi dunia maya
dengan baik dan benar. Atau juga dapat
didefinisikan sebagai norma perilaku yang
tepat dan bertanggung jawab atas
penggunaan teknologi. Implikasi penggunaan
teknologi dunia maya yang baik dan benar:
• · Pemilihan kata yang tepat saat
berkomunikasi
• · Tidak menyinggung pihak lain
• · Tidak memberikan informasi
rahasia
|| KOMPONEN KEWARGAAN DIGITAL ||
Ada 9 komponen kewargaan digital, yang
dibagi menjadi 3 kategori.
a. Lingkungan Belajar dan Akademis
Komponen 1. Akses Digital --> Setiap orang
punya hak untuk memakai fasilitas TIK, tapi
tidak setiap orang punya kesempatan yang
sama untuk mengakses teknologi.
Komponen 2. Komunikasi Digital --> Setiap
warga digital diharapkan mengetahui jenis-
jenis komunikasi, dan mengetahui kelebihan
dan kekurangan komunikasi-komunikasi
tersebut.
Komponen 3. Literasi Digital --> Proses
belajar mengajar mengenai teknologi dan
pemanfaatan teknologi.
b. Lingkungan Sekolah dan Tingkah Laku
Komponen 4. Hak Digital --> Setiap warga
digital mempunyai hak privasi, kebebasan
berbicara, dan lain-lain. Setiap warga digital
juga punya kewajiban yang harus terpenuhi,
membantu pemanfaatan teknologi, mengikuti
aturan yang berlaku.
Komponen 5. Etiket Digital --> Dibuat
dengan tujuan menjaga perasaan dan
kenyamanan user lainnya.
Komponen 6. Keamanan Digital --> Warga
digital harus hati-hati menjaga informasi dari
pihak yang tidak bertanggung jawab.
c. Kehidupan Anda di Luar Lingkungan
Sekolah
Komponen 7. Hukum Digital --> Mengatur
etiket penggunaan teknologi dalam
masyarakat.
Komponen 8. Transaksi Digital --> Dalam
jual-beli online, penjual dan pembeli harus
menyadari resiko dan keuntungan jual-beli
online.
Komponen 9. Kesehatan Digital --> Dibalik
manfaat teknologi digital, ada beberapa hal
yang bisa mengancam kesehatan (baik fisik
maupun mental). Untuk mencegahnya, kita
harus menyadari bahaya yang dapat
ditimbulkan teknologi digital.
|| T.H.I.N.K.||
T.H.I.N.K. Merupakan tata krama untuk
menjadi Kewargaan Digital yang baik dan
benar, kita telah menyadari pentingnya
kewargaan digital. Tata Krama Komunikasi
sinkron juga berkesenambungan denagn
menggunakan konsep “T.H.I.N.K.” sebelum
kita berkomunikasi di dunia digital, baik itu
e-mail, post facebook, twitter, blog, forum,
dan lain-lain. T.H.I.N.K. merupakan akronim
dari:
- Is it True (Benarkah)?
Benarkah posting Anda? Atau hanya isu yang
tidak jelas sumbernya?
- Is it Hurtful (Menyakitkankah)?
Apakah post anda akan menyakiti perasaan
orang lain?
- Is it illegal (Ilegalkah)?
Ilegalkah post Anda?
- Is it Necessary (Pentingkah)?
Pentingkah post Anda? Post yang tidak
penting akan mengganggu orang lain.
- Is it Kind (Santunkah)?
Santunkah post Anda?, tidak menggunakan
kata-kata yang dapat menyinggung orang
lain?
Di kehidupan nyata, kita memiliki
kewarganegaraan yang berdasarkan pada
negara asal kita. Lalu bagaimana dengan
dunia maya (internet dan sosial media) yang
kita jelajahi setiap hari? Di dunia maya kita
cenderung bebas berpendapat maupun
berperilaku sehingga sering kali terjadi
penyimpangan norma-norma yang berlaku.
Oleh karena itu dibentuklah konsep
kewarganegaraan digital. Dilansir dari situs
resmi Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia, definisi dari
kewarganegaraan digital adalah norma
perilaku yang tepat dan bertanggung jawab
terkait dengan penggunaan teknologi
informasi. Kewarganegaraan digital
membuat setiap warga digital (pengguna
perangkat digital) untuk menggunakan
teknologi dengan baik dan bertanggung
jawab sama seperti halnya kehidupan di
dunia nyata. Fungsi kewarganegaraan
digital Berikut adalah fungsi dari
kewarganegaraan digital: Menciptakan dunia
digital yang bertanggung jawab Walau dunia
digital adalah dunia maya, namun dunia
digital berdampak secara langsung ke
kehidupan nyata manusia. Baca juga: Ciri-Ciri
Masyarakat Modern Netizen (sebutan warga
digital) bisa berkomentar apa saja tanpa
memikirkan efek komentar yang ia berikan.
Disinilah tugas kewarganegaraan digital yang
mengatur agar warga digital dapat
bertanggung jawab atas semua hal yang dia
lakukan di dunia maya. Kewarganegaraan
digital akan menghindari terjadinya
cyberbullying (pembulian di dunia maya)
dan cyberharrasment (pelecehan di dunia
maya). Sehingga perlakuan yang menyangkut
keduanya bisa dilaporkan dan diproses
secara hukum. Dengan adanya
kewarganegaraan digital juga
menghindarkan adanya isu mengenai SARA
maupun hal-hal berbau pornografi.
Kewarganegaraan digital akan membuat
warga digital berpikir apakah hal ini jelas
kebenarannya dan bukan hoax, apakah hal ini
pantas untuk di sebarkan, apakah hal ini
sopan dan tidak menyakiti orang lain, apakah
betul hal ini penting untuk disebarkan.
Sehingga menuntun kita pada penggunaan
internet yang sehat dan nyaman. Membantu
proses interaksi Kewarganegaraan digital
membantu proses interaksi antar warga
digital di seluruh dunia dengan aman,
nyaman, dan kondusif. Dilansir dari Date
Reportal, Internet menghubungkan sekitar
4,72 milyar orang pada April 2021 atau
sekitar sepertiga populasi manusia di muka
Bumi. Manusia dapat saling berkomunikasi
dengan mudah tanpa dibatasi tempat dan
juga waktu. Baca juga: Contoh Perilaku Boros
dan Hemat Energi di Lingkungan Masyarakat
Memungkinkan kita menghubungi orang
asing di belahan bumi lain, melihat fenomena
alam diseluruh dunia, menyimak berita yang
terjadi di negara lain, memperoleh ilmu yang
dikembangkan di negara lain, hingga
mengetahui kabar orang-orang terdekat yang
tinggal jauh dari tanah air. Menciptakan
keamanan digital Kewarganegaraan digital
menciptakan keamanan serta menghindari
permasalahan dari dunia maya.
Kewarganegaraan digital memberikan hak,
kewajiban, hukum, serta keamanan bagi para
pengguna media digital. Hal ini
menghindarkan terjadinya pencurian data,
password, file, nomor kartu kredit, pin ATM,
dan data lainnya yang bisa menyebabkan
kerugian. Kewarganegaraan digital
diharapkan mampu melindungi warga digital
dari segala macam cybercrime (kejahatan
digital). Dilansir dari Interpol, kejahatan
dunia maya berkembang dengan sangat cepat
dengan tren baru yang terus bermunculan.
Contoh cybercrime adalah konten illegal,
penyusupan data (hacking), sabotase digital,
kejahatan informasi pribadi, perusakan
sistem keamanan, dan pembobolan kartu
kredit. Menambah pemahaman dalam
penggunaan media digital Dengan adanya
kewarganegaraan digital, pengguna media
digital mendapat pemahaman yang lebih dan
tidak sekedar menggunakannya saja. Tidak
hanya generasi muda, generasi yang lebih tua
akan lebih memahami penggunaan media
serta perangkat digital. Baca juga: Macam-
Macam Norma di Masyarakat Terbukanya
peluang bisnis Internet yang sehat akibat
adanya kewarganegaraan digital, membuka
luas peluang bisnis. Dunia digital
menghubungkan semua manusia di segala
penjuru dunia, memberikan jangkauan bisnis
yang lebih luas dan beragam. Terbukanya
peluang bisnis akan menaikkan pendapatan
juga membantu mengentaskan kemiskinan.
Akses informasi yang berkualitas Dengan
adanya kewarganegaraan digital, akses
informasi yang bermutu dan berkualitas akan
semakin mudah dan bijaksana. Informasi
dapat berupa artikel, buku, jurnal, berbagai
ulasan, sejarah, berita, hingga hukum yang
berlaku. Dengan adanya akses informasi yang
berkualitas dan tidak melanggar hak cipta,
dapat mencerdaskan dan memberikan pola
pikir yang baik bagi warga. Pada zaman
dahulu kita akan kesulitan mencari sumber
materi karena internet belum seperti
sekarang, namun sekarang kita dapat
mencari apapun di internet dengan sumber
yang kredibel. Adanya kewarganegaraan
digital juga menghindarkan warga dari
informasi yang buruk. Misalnya berita
bohong (hoax), foto-foto rekayasa, dan
hasutan yang membahayakan kedaulatan
baik dari segi politik, pemerintahan, agama,
ras, maupun status sosial).
Kewarganegaraan digital Kewarganegaraan
digital dapat didefinisikan sebagai norma-
norma yang sesuai, serta perilaku yang
bertanggung jawab dalam penggunaan
teknologi informasi. Hal ini mengacu pada
warga negara yang dapat menggunakan
internet secara teratur dan efektif. Dalam
kualifikasi sebagai warga digital, seseorang
biasanya harus memiliki keterampilan yang
luas, pengetahuan, dan akses menggunakan
internet melalui komputer, ponsel, ataupun
perangkat teknologi informasi lainnya untuk
berinteraksi dengan publik. Penggunanya
pun beragam mulai dari anak-anak hingga
orang yang berusia lanjut asalkan mereka
sudah tahu bagaimana caranya menggunakan
internet. Di negara yang sangat maju, mereka
memiliki kemampuan untuk menghubungkan
warga negara dengan unsur pemerintah
masing-masing melalui situs digital. Situs
tersebut berfungsi untuk memberi informasi
mengenai undang-undang yang berlaku saat
ini, menginformasikan mengenai tujuan
kebijakan saat ini dan masa depan, serta
memungkinkan warga untuk menyalurkan
aspirasi mereka sendiri dalam bidang politik.
Ada pula situs pemerintahan yang dibuat
untuk prosedur dasar seperti laporan pajak
dan pencatatan sipil (kelahiran, perkawinan,
kematian). Bisa dikatakan bahwa konsep
‘kewarganegaraan digital’ akan membantu
setiap warga negara tentang bagaimana
menggunakan teknologi informasi dengan
benar mengingat saat ini banyak pihak yang
menyalahgunakan penggunaan teknologi
informasi. Etika kewargaan digital: •
menggunakan kata-kata yang tepat dan
sesuai dengan etika kesopanan dalam
berkomunikasi • tidak menyinggung pihak
lain dalam sebuah update-an status yang
bertujuan untuk menjatuhkan suatu pihak
tertentu atau membuat status yang mengarah
pada provokasi • tidak membagikan
informasi yang bersifat privasi kepada publik
• tidak mengakses website yang tidak pantas
atau berisi konten yang negatif Komponen
Kewarganegaraan Digital Kewarganegaraan
digital memiliki 9 komponen utama, yaitu : 1.
Akses Digital Akses digital merupakan salah
satu komponen yang paling mendasar untuk
menjadi warga digital. Namun karena
beberapa faktor, seperti: status sosial
ekonomi, domisili, cacat tubuh, atau lainnya,
beberapa individu mungkin tidak memiliki
akses digital. Akses digital yang termudah
sering didapatkan di sekolah yang
menawarkan komputer dengan internetnya
untuk mempermudah siswa dalam
mengakses informasi, sekaligus
meminimalisir kesenjangan digital akibat
beberapa faktor tersebut. 2. Perdagangan
Digital Tidak dapat dipungkiri bahwa
kegiatan perdagangan saat ini sebagian besar
dilakukan secara online. Tentu saja sebagai
warga digital, kita diharapkan bertindak bijak
dan hati-hati, misalnya saja dalam hal
penggunaan kartu kredit secara online.
Kegiatan perdagangan digital telah membuat
segalanya jadi lebih mudah, namun ada pula
dampak negatifnya. Download ilegal,
perjudian, transaksi narkoba, pornografi, dan
lainnya rentan terjadi pula melalui kegiatan
perdagangan digital. 3. Komunikasi Digital
Komunikasi digital dilakukan secara tertulis
melalui jejaring sosial maupun email. Hal ini
tentu saja membutuhkan kemampuan
komunikasi yang baik dan sesuai dengan
etika. 4. Literatur Digital Hal ini memberi
pemahaman tentang bagaimana
menggunakan berbagai perangkat digital.
Misalnya, bagaimana cara mencari informasi
di mesin pencari dengan benar atau
bagaimana cara menggunakan berbagai log
online. Biasanya banyak lembaga pendidikan
akan membantu tiap individu untuk
memahami hal ini. 5. Etika Digital
Sebagaimana dibahas dalam komponen ke-3,
etika digital adalah suatu harapan agar
berbagai media teknologi informasi di
internet mengkomunikasikan sesuatu sesuai
dengan etika. Tak jarang beberapa media
tertentu menuntut perilaku dan penggunaan
bahasa yang lebih tepat dan sesuai. 6. Hukum
Digital Tak bisa dipungkiri bahwa kegiatan
perdagangan digital telah menghadirkan
fenomena pembajakan, download ilegal,
penyalahgunaan kartu kredit, pencurian
identitas, penyebaran virus, mengirim spam,
cyber bully, atau tindakan negatif lainnya.
Oleh karena itu diaturlah hukum digital
untuk mengantisipasi terjadinya halhal
tersebut meski tidak bisa sepenuhnya
dihilangkan 100%. 7. Hak dan Kewajiban
Digital Hak dan kewajiban digital merupakan
seperangkat hak warga negara digital seperti
memiliki privasi, berkomunikasi dengan
penuh etika, dan sebagainya. 8. Kesehatan
Digital Seorang warga digital harus
menyadari akibat stres fisik seperti
ketegangan mata, sakit kepala, dan lainnya
yang mungkin terjadi akibat penggunaan
internet yang berlebihan. Mereka harus sadar
untuk tidak tergantung bahkan kecanduan
pada internet karena hal itu bisa
mengganggu kesehatan mereka. 9. Keamanan
Digital Hal ini berarti bahwa seorang warga
digital harus mengambil langkah-langkah
protektif dengan berlatih menggunakan
password yang sulit, perlindungan virus,
back-up data, dan lain sebagainya. Virus
komputer merupakan sebuah perangkat
lunak yang dibuat oleh seorang peretas atau
hacker dengan tujuan untuk mencuri data
penting seperti nomor kartu kredit, nomor
kartu debit, nomor rekening, atau data
penting lainnya yang merasa diperlukan
Jenis-jenis Virus 1. Autoit Autoit merupakan
bahasa pemrograman seperti VBS Script yang
diciptakan oleh para pengembang untuk
memanipulasi gerakan mouse, ketikan
keyboard, dan aplikasi yang sedang berjalan
di sistem Windows. Namun seiring dengan
perkembangan waktu, bahasa pemrograman
tersebut juga memiliki titik lemah yang dapat
dengan mudah dimanipulasi oleh si pembuat
virus seperti hacker. Dan cara kerja
penyebaran virus ini, biasanya akan
menyerang sistem restore melalui flashdisk
yang anda colokkan ke USB port. Yang
artinya, jika anda tidak melakukan
pemindaian/scan pada flashdisk yang anda
colokkan ke port USB, maka virus tersebut
akan secara otomatis menyerang seluruh
folder yang berada di drive C maupun D pada
PC anda 2. Master Boot Sector Virus Master
Boot Sector merupakan virus yang khusus
dibuat oleh para hacker untuk menyerang
sistem boot sector. Sehingga pada kasus ini,
anda tidak akan dapat melakukan boot
melalui harddisk PC anda sama sekali.
Disamping itu, cara kerja virus ini dalam
menyerang boot sector PC anda, biasanya
akan menyusup melalui memori yang
memungkinkan MS DOS hanya dapat
mengakses Floppy Disk. 3. Discusx.vbs Virus
ini menggunakan bahasa pemrograman
seperti VBS Script yang dapat menginfeksi
drive C dan D pada PC anda. Dan cara kerja
virus ini dalam menginfeksi drive system
pada PC anda adalah, melalui pembuatan
autorun.inf yang berfungsi untuk
menjalankan sebuah program secara
otomatis melalui media penyimpanan
eksternal seperti flashdisk, hard disk
eksternal, dan sebagainya. Disamping itu,
virus ini juga dapat mengubah tampilan
halaman Internet Explorer menjadi “Discusx
say: Met Lebaran” 4. Trojan Horse Trojan
horse merupakan sebuah perangkat lunak
yang dikembangkan oleh hacker untuk
menyerang sistem jaringan keamanan
komputer anda. Dan virus ini biasanya
digunakan oleh para hacker untuk
mendapatkan hak akses ke dalam
administrator komputer anda. Nah itu
merupakan sesuatu yang sangat mengerikan
bukan, jika ada seseorang yang tidak dikenal
tiba-tiba mengendalikan sistem komputer
anda? 5. Worm Sebenarnya, worm bukan
merupakan jenis virus, tetapi cara kerja
penginfeksian worm ke komputer memang
mirip dengan cara penginfeksian virus pada
umumnya. Dan dalam kasus ini, cara
penginfeksian worm biasanya akan
melakukan duplikasi, yang pada akhirnya
dapat merusak sistem komputer anda. Nah,
itulah beberapa virus yang umumnya sering
dikembangkan oleh para hacker untuk
mencuri data di komputer anda. Dan jika
anda ingin mencegah hal ini terjadi sebelum
para hacker menyerang komputer anda,
maka dibawah ini, juga terdapat beberapa
langkah pencegahan yang dapat anda
lakukan, untuk menghindari serangan hacker
ke komputer anda. Langkah Pencegahan
Untuk menghindari serangan hacker yang
nantinya akan menimbulkan kerugian pada
data pribadi anda, maka anda dapat
melakukan beberapa langkah pencegahan di
bawah ini. Dan berikut merupakan beberapa
langkah pencegahan yang dapat anda
lakukan dibawah ini: 1. simpan data pribadi
anda di layanan penyimpanan cloud 2.
Simpan data pribadi anda di email dengan
enkripsi Two Factor Authentication Dan
langkah selanjutnya anda juga dapat
menyimpan data pribadi anda di akun gmail
yang telah anda buat. Dalam hal ini, mungkin
anda akan merasa penasaran dengan apa
yang kami maksud, dan mengapa kami
merekomendasikan layanan penyimpanan
yang terintegrasi dengan enkripsi Two Factor
Authentication. Cara Memilah Dan Memilih
Informasi Di Internet Beberapa waktu lalu
beredar kabar bahwa beberapa situs berita
ternama di Indonesia ada versi KWnya alias
versi palsunya. Isi beritanya? Jelas ngawur
dan gak jelas. Bagi yang cermat dan sering
mengakses situs-situs berita yang asli,
mungkin akan langsung menyadari dan tidak
akan terpengaruh oleh berita-berita yang
menyesatkan. Terlepas dari ada atau
tidaknya situs-situs palsu ini, ada juga situs
asli yang memang memberitakan informasi
yang menyesatkan. Kalian tau sendiri lah ya,
udah lumayan terkenal kok situs-situs ini.
Bahkan seringkali berita-berita yang gak jelas
sumbernya beredar di Facebook, Twitter,
bahkan BBM atau SMS. Lalu gimana caranya
menemukan informasi yang benar? Cara
untuk memilah dan memilih informasi? 1.
Berdasarkan Sumbernya Untuk nyari
informasi, alangkah baiknya untuk mencari
dari situs-situs ternama. Misalkan detik.com,
yahoo.co.id, tempo.co atau kompas.com.
Jangan dari situs-situs yang gak jelas. Situs-
situs ini emang udah terbukti memiliki
reporter/wartawan sehingga mereka
mendapatkan informasi langsung dari
sumbernya. Alasan lain? Nama besar mereka
menjadi pertaruhan kalo mereka
memberikan informasi yang salah. Kalo ada
berita atau kabar tanpa sumber? Walah,
apalagi yang model gini, langsung aja
tinggalin, UDAH PASTI NGACO. Kalo anda
dapet berita yang disebarkan
teman/kerabat/keluarga, tanya juga
sumbernya darimana. Kalo dia bilang "saya
juga dapat dari orang lain" artinya itu juga
berita ngaco. Jangan sampai kedekatan anda
dengan seseorang membuat anda tidak dapat
menilai dengan baik. Bisa Jadi Mereka Demo
Karena Termakan Informasi Yang Salah...
Atau Karena Uang 2. Carilah Berita Yang
Serupa Sebuah kejadian penting pasti akan
diberitakan. Misalkan sidang gugatan pilpres
di Mahkamah Agung. Hanya ada satu
kejadian di satu tempat, sehingga secara
logika berita-berita yang dimuat di situs-situs
pemberitaan pastilah isinya sama walau kata-
katanya sedikit-banyak ada perbedaan. Nah,
anda mesti waswas dan curiga kalo dari
detik, kompas, dan tempo memberitakan
kejadian A, tapi ternyata ada situs gak jelas
justru malah menceritakan B, dan hanya situs
inilah yang memberitakan. Darimana situs ini
mendapat berita? Apa betul mereka terjun ke
lapangan dan memberitakan langsung? 3.
Waspada Kata-Kata Provokatif Sebuah berita
haruslah netral, karena hanya
menyampaikan fakta-fakta yang ada di
lapangan. Bila ada kata-kata dari sebuah
sumber, maka kata-kata tersebut juga harus
diberitakan sebagaimana adanya dan tidak
ditambahkan atau dikurang-kurangi. Proses
editing berita juga penting, karena penulis
berita tidak boleh menambah-nambahkan
kata yang bersifat provokatif. Kebijaksanaan
dan kedewasaan pembaca sangat diperlukan
disini.