Konteks SosioKultural di Daerah yang sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara Anggota Kelompok 1 ; Dyah Nugraheni Rima Restuning Putri Sri Mulyani Setyo Triwinarno
Kekuatan konteks sosio-kultural di daerah yang sejalan dengan pemikiran KHD Konteks SosioKultural yang sejalan di daerah Pemikiran Ki Hajar Dewantara 1. Kenduri Nilai religius, kekeluargaan, penghormatan terhadap leluhur, berbagi, kepedulian. 2. Kerja Bakti Nilai gotong royong, Kerjasama, tolong menolong, peduli, berbagi. 3. Seni Rakyat Dayakan Nilai disiplin, kerja keras, Kerjasama, peduli, menghargai perbedaan. 4. Jumat Berkah Nilai berbagi, peduli, religious, Kerjasama. 5. Nyadran Nilai religious, peduli, menghormati leluhur, gotong royong, berbagi, peduli.
Nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter murid sebagai individu sekaligus sebagai anggota masyarakat pada konteks lokal sosial budaya di daerah Konteks Sosio-Kultural yang sejalan di daerah Pemikiran Ki Hajar Dewantara Penguatan Karakter Murid 1. Kenduri Nilai religius, kekeluargaan, penghormatan terhadap leluhur, berbagi, kepedulian. Kegiatan sarapan bersama di sekolah dan kegiatan doa bersama serta membayar ISPI. 2. Kerja Bakti Nilai gotong royong, Kerjasama, tolong menolong, peduli, berbagi. Jumat bersih dan melaksanakan tugas piket disekolah. 3. Seni Rakyat Dayakan Nilai disiplin, kerja keras, kerjasama, peduli, menghargai perbedaan. Penampilan P5 dengan pementasan kesenian rakyat dan pameran seni bagi murid. 4. Jumat Berkah Nilai berbagi, peduli, religi us, Kerjasama. Pembayaran infak dan berbagi makanan saat hari Jumat 5. Nyadran Nilai religius, peduli, menghormati leluhur, gotong royong, berbagi, peduli. Membaca doa bersama dan peringatan hari besar agama di sekolah.
Satu kekuatan pemikiran KHD yang menebalkan laku murid di kelas atau sekolah Anda sesuai dengan konteks lokal sosial budaya di daerah Anda yang dapat diterapkan. Suatu kegiatan lokal sosial budaya yang diambil adalah Kerja Bakti • Slogan yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara Ing ngarsa sung tuladha : Wali kelas dan ketua kelas mengkoordinasi serta memberi contoh perilaku hidup bersih. Selain itu mengatur pembagian tugas melaksanakan kegiatan kerja bakti. Murid melaksanakan tugasnya secara Bersama-sama, bergotong royong agar bisa segera selesai dan lingkungan menjadi bersih. Ing madya mangun karsa : Wali kelas dan seluruh warga kelas bekerja sama melaksanakan kegiatan kerja bakti sesuai dengan pembagian tugas yang telah disepakati. Guru disini tidak hanya memerintah namun mampu bekerjasama dengan murid. Tut wuri handayani : Berarti wali kelas dan ketua kelas senantiasa memotivasi dan juga mendukung kegiatan dengan memberi apresiasi bisa berbentuk pujian, pemberian reward, dan sebagainya.
Kenduri Kerjabakti Dayakan Jumat Berkah Nyadran Contoh Foto Kegiatan Sosial Budaya Daerah