The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Luky Safitri, 2020-12-20 01:23:23

EMODUL ENERGI BUNYI

ENERGI BUNYI

Keywords: KONSEP DASAR IPA SD

Modul Nama kelompok :
kelompok 1
materi energi 1. Erna dila
2. Luky safitri
bunyi 3. Nur jahra
4. Riko riswandi
5. Yuli susanti

MATA PELAJARAN KONSEP DASAR IPA SD

SEMESTER 1 / B
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

2020 / 2021

DOSEN PENGAMPU EVINA CINDA HENDRIANA,M.Pd

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT atas selesainya modul
guru pembelaran mata pelajaran biologi untuk Sekolah Menengah Atas dengan
baik. Modul ini merupakan model bahan belajar (learning material) yang dapat

digunakan oleh siswa untuk belajar lebih mandiri dan aktif.
Pada kesempatan ini, penyusun juga mengucapkan banyak terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan. Terutama pada dosen
pengampu mata kuliah konsep dasar ipa sd yang telah membimbing kami dalam

penyelesaian bahan ajar ini.
Penyusun berharap semoga modul ini mampu memberikan nuansa dan cara
belajar yang menarik dalam pembelajaran energi bunyi sehingga siswa mampu
memahami materi dengan baik. Mohon krik dan sarannya karen penyusun
menyadari bahwa masih banyak terdapatr kekurangan dam penyusunan modul ini.

Tebas,17 Desember 2020
Penulis

1

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ 1
DAFTAR ISI............................................................................................................2
BAB I .......................................................................................................................3
PENDAHULUAN ...................................................................................................3

A. Kompetensi Inti .........................................................................................3
B. Kompetensi Dasar dan Indiktor.................................................................3
C. Deskripsi Singkat ......................................................................................4
D. Petunjuk Penggunaan Modul ....................................................................4
E. Tujuan Akhir Pembelajaran ......................................................................4
D . Deskripsi………………………………………………………………………………………………………..6
BAB II......................................................................................................................7
KEGIATAN BELAJAR 1 .......................................................................................7
1. Tujuan Pembelajaran .......................................................................................7
2. Petunjuk Pelaksanaan Pembelajaran................................................................7
3. Uraian Materi ...................................................................................................8
RANGKUMAN .................................................Error! Bookmark not defined.
TUGAS………………………………………………………………………………………………………………………21
TES FORMATIF I.............................................................................................22
KUNCI JAWABAN …………………………………………………………………………………………………….26
LEMBAR KERJA…………………………………………………………………………………………………………29
BAB III ..................................................................................................................30
KESIMPULAN …………………………………………………………………………………………………………..30
SARAN………………………………………………………………………………………………………………………30
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................31

2

BAB I
PENDAHULUAN

A. Kompetensi Inti

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Mengmebangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan,

gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dan menunjukkan sikap sebagai
bahan dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan
rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metoda
sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar dan Indiktor

Kompetensi Dasar
3.11.1 Apa pengertian dari bunyi ?
3.11.2. Apa syarat terdengarnya bunyi ?
3.11.3. Apa saja sifat-sifat bunyi ?
3.11.4. Apa karakteristik bunyi ?
3.11.5. Bagaimana cepat rambat bunyi ?
3.11.6. Bagaimana bunyi dapat memantul ?
3.11.7. Apa saja yang mempengaruhi kekuatan bunyi ?
3.11.8. Rumus-rumus apa saja yang ada kaitannya dengan bunyi ?
3.11.9. Apa saja manfaat bunyi dalam kehidupan ?

C. Deskripsi Singkat

Modul ini merupakan modul pembelajaran mata pelajaran konsep dasar ipa sd yang bila digunakan
dengan tepat dapat mendukung proses pembelajaran dikelas. Modul ini berisi penjelasan materi tentang

3

energi bunyi apa pengertian,syarat,sifat-sifat,karakteristik,cepat rambat,bunyi dapat
memantul,apa saja yang mempengaruhi kekuatan bunyi,rumus-rumus apa saja yang ada
kaitannya dengan bunyi dan apa saja manfaat bunyi dalam kehidupan.

D. Petunjuk Penggunaan Modul

Sebelum anda mempelajari modul ini, bacalah beberapa petunjuk penggunaan sebagai berikut:
1. Bacalah kompetensi dasar dan indikator pembelajaran yang terdapat pada bab pendahuluan. Hal

ini akan memberi arah dan petunjuk tentang kemampuan yang akan anda peroleh setelah
mempelajari modul ini.
2. Bacalah keseluruhan materi yang ada pada modul ini dengan seksama. Kemudian saat membaca,
kaitkanlah dengan materi sebelummnya, karena setiap materi selalu ada hubungannya dan setiap
materi merupakkan kelanjutan dari materi sebelumnya.
3. Simaklah rangkuman sehingga akan membantu anda mengingat kembali ringkasan materi yang
telah diuraikan.
4. Kerjakan soal yang terdapat pada modul ini dengan sungguh-sungguh supaya anda dapat
mengetahui seberapa besar anda telah menguasai materi yang sudah dipelajari.
5. Jawablah soal-soal tersebut secara individual tanpa melihat kunci jawaban.
6. Apabila anda belum dapat menjawab 80% dari soal, maka dapat mempelajarinya kembali, suapaya
anda dapat memenuhi setiap tujuan pembelajaran yang diharapkan dalam setiap kegiatan
pembelajaran.
7. Apabila anda mengalami kesulitan, anda dapat berdiskusi sesama teman ataupun bertanya kepada
Bapak dan Ibu guru.
8. Jangan lupa sebelum belajar berdoalah terlebih dahulu. Semoga anda diberi kemudahan dalam
memperlajari keseluruhan.

E. Tujuan Akhir Pembelajaran

Setelah memperlajari modul ini, diharapkan anda dapat:
1. Apa pengertian dari bunyi ?
2. Apa syarat terdengarnya bunyi ?
3. Apa saja sifat-sifat bunyi ?
4. Apa karakteristik bunyi ?
5. Bagaimana cepat rambat bunyi ?
6. Bagaimana bunyi dapat memantul ?
7. Apa saja yang mempengaruhi kekuatan bunyi ?

4

8. Rumus-rumus apa saja yang ada kaitannya dengan bunyi ?
9. Apa saja manfaat bunyi dalam kehidupan ?

5

DESKRIPSI Memuat kemampuan yang harus dikuasai untuk satu
TUJUAN PEMBELAJARAN kesatuan kegiatan belajar. Rumusan tujuan kegiatan belajar
relatif tidak terikat dan tidak terlalu rinci.
URAIAN MATERI
RANGKUMAN Berisi uraian pengetahuan/ konsep/ prinsip
tentang kompetensi yang sedang dipelajari.
TUGAS
TES FORMATIF Berisi ringkasan pengetahuan / konsep / prinsip yang terdapat
LEMBAR KERJA pada uraian materi.

KUNCI JAWABAN Berisi instruksi tugas yang bertujuan untuk penguatan
DAFTAR PUSTAKA pemahaman terhadap konsep/ pengetahuan/prinsip-prinsip

penting yang dipelajari.

Berisi tes tertulis sebagai bahan pengecekan bagi peserta
didik dan guru untuk mengetahui sejauh mana penguasaan
hasil belajar yang telah dicapai, sebagai dasar untuk
melaksanakan kegiatan berikut.

Berisi petunjuk atau prosedur kerja suatu kegiatan praktik yang
harus dilakukan peserta didik dalam rangka penguasaan
kemampuan psikomotorik

Berisi jawaban pertanyaan dari tes yang diberikan pada
setiap kegiatan pembelajaran dan evaluasi pencapaian
kompetensi, dilengkapi dengan kritria penilaian pada
setiap item tes.

Semua referensi/pustaka yang digunakan 6
sebagai acuan pada saat penyusunan modul

(Minimal 8 referensi).

BAB II

KEGIATAN BELAJAR 1

LINGKUNGAN DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN

1. Tujuan Pembelajaran
Memuat kemampuan yang harus dikuasai untuk satu kesatuan kegiatan belajar. Rumusan

tujuan kegiatan belajar relatif tidak terikat dan tidak terlalu rinci.

a. Menjelaskan pengertian bunyi
b. Mendeskripsikan syarat terdengar nya bunyi
c. Mendeskripsikan sifat sifat bunyi
d. Mendeskripsikan karakteristik bunyi
e. Menganalisis bagaiman cepat rambat bunyi
f. Menganalisis bagaimana bunyi dapat memantul
g. Menjelaskan apa saja yang mempengaruhi bunyi
h. Mendeskripsikan rumus rumus
i. Mendeskripsikan manfaat bunyi

2. Petunjuk Pelaksanaan Pembelajaran

a. Bacalah dan pahami dengan seksama uraian-uraian materi pada pembelajaran ini. Bila ada materi

yang kurang jelas, anda dapat berdiskusi bersama teman ataupun bertanya kepada bapak dan ibu

guru.

b. Anda dapat mengetahui seberapa besar pemahaman anda terhadap materi yang telah dipelajari

dengan cara mencocokkan jawaban anda dengan menggunakan kunci jawaban Tes formatif I yang

terdapat dibagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar, kemudian gunakan rumus

berikut:

Rumus: ℎ × 100%


Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah sebagai berikut:
➢ 90% - 100% = Baik sekali
➢ 80% - 89% = Baik
➢ 70% - 79% = Cukup
➢ 60% - 69% = Kurang

7

c. Apabila tingkat penguasaan anda telah mencapai 80% atau lebih, maka anda dapat meneruskan
pembelajaran berikutnya. Tetapi apabila tingkat penguasaan anda masih dibawah 80% anda harus
mengulang kembali, terutama bagian yang belum dikuasai.

3. Uraian Materi

A. Pengertian Bunyi
Gelombang Bunyi adalah salah satu bentuk energi. Energi bunyi tersebut berasal dari benda

yang bergetar, getaran yang merambat disebut gelombang. Bunyi merupakan gelombang
longitudinal yang merambat secara perapatan dan perenggangan terbentuk oleh partikel zat
perantara serta ditimbulkan oleh sumber bunyi yang mengalami getaran.

Kita dapat mendengar bunyi karena bunyi tersebut merambat dari sumber bunyi sampai
telinga kita. Sumber bunyi yang bergetar akan menggetarkan udara disekitarnya, selanjutnya
molekul udara yang bergetar akan menjalar sampai telinga kita. Getaran molekul udara
membentuk rapatan dan regangan.

Apabila sebuat senar gitar kita petik maka akan terjadi getaran pada senar gitar yang
menimbulkan bunyi. Jika senar dawai gitar tersebut kita pegang, maka getaran dan bunyi pada
senar akan hilang. Ketika beduk dipukul, atau gitar di petik, senar gitar atau beduk tampak
bergetar waktu dibunyikan. Saat senar bergetar terdengarlah bunyi. Bunyi gitar akan melemah
jika getarannya melemah, akhirnya bunyi pun menghilang.

Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara
teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz)
dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel.

B. Energi Bunyi
Energi bunyi adalah segala kemampuan yang terjadi akibat adanya pengaruh bunyi. Bunyi

adalah getaran di udara. Benda yang bergetar akan menghasilkan bunyi. Saat berbicara kita
mengeluarkan bunyi. Suara musik atau lagu-lagu dari radio, tape, dan tv juga merupakan
bunyi. Semua bunyi itu dihasilkan oleh suatu sumber bunyi.

8

1. Sumber Bunyi
Sumber energi bunyi ada bermacam-macam. Benda-benda yang menghasilkan bunyi

disebut sumber bunyi. Kita juga dapat menghasilkan bunyi karena mempunyai pita
suara. Ketika kita bercakap-cakap pita suara yang ada di dalam tenggorokan bergetar

Alat-alat musik juga merupakan sumber bunyi. Ada bermacam-macam cara untuk
memainkan alat musik agar berbunyi. Sebagai contoh gitar dan kecapi. Alat ini dapat
menghasilkan bunyi jika dawainya dipetik. Seruling dan terompet jika ditiup akan
menghasilkan bunyi

Gendang dan drum akan menghasilkan bunyi ketika dipukul. Resonansi adalah
bergetarnya suatu benda karena getaran benda lain. Sebagian besar alat musik dilengkapi
resonator. Resonator merupakan ruang udara yang berfungsi untuk memperkuat bunyi.
Alat musik yang dilengkapi resonator antara lain gitar dan biola. Ketika senar pada gitar
dipetik, akan terjadi getaran pada senar tersebut. Adanya getaran senar menyebabkan
bergetarnya udara di dalam kotak gitar. Peristiwa ini disebut resonansi. Resonansi inilah
yang menyebabkan bunyi menjadi lebih kuat.

Bunyi akan terdengar kuat ketika kita berada di dekat sumber bunyi. Bunyi terdengar
semakin melemah jika kita menjauhi sumber bunyi. Bunyi yang dihasilkan berbagai
benda ada yang kuat, lemah, melengking, atau bernada rendah.

Banyaknya getaran yang terjadi dalam satu detik disebut frekuensi. Satuannya
frekuensi adalah Hertz (Hz). Suatu benda bergetar dengan frekuensi rendah akan
menghasilkan bunyi yang rendah. Getaran berfrekuensi tinggi akan menghasilkan bunyi
yang tinggi atau melengking.

Berdasarkan kuat lemahnya atau frekuensinya, bunyi dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
a. Infrasonik
Infrasonik adalah bunyi yang sangat lemah. Jumlah getaran bunyinya kurang dari 20
getaran per detik. Kita tidak dapat mendengarkan bunyi ini. Hanya hewan-hewan seperti
jangkrik, angsa, dan anjing yang dapat mendengarkannya.
b. Audiosonik
Audiosonik adalah jenis bunyi yang dapat kita dengar. Jumlah getaran bunyinya berkisar
antara 20 sampai 20.000 getaran per detik

9

c. Ultrasonik
Ultrasonik adalah bunyi yang sangat kuat, di atas audiosonik. Jumlah getaran bunyinya
lebih dari 20.000 getaran per detik. Bunyi ini juga tidak dapat kita dengar. Hewan yang
dapat menangkap bunyi ini, misalnya kelelawar dan lumba-lumba.

2. Sifat-Sifat Energi Bunyi
Energi bunyi mempunyai sifat dapat berpindah ke tempat lain dengan cara merambat

melalui media tertentu. Selain itu, bunyi juga dapat dipantulkan dan dapat diserap.
a. Bunyi Dapat Merambat Melalui Zat Padat, Zat Cair, dan Gas

Getaran bunyi merambat dalam bentuk gelombang. Oleh karena itu, bunyi yang
merambat disebut gelombang bunyi. Gelombang bunyi dapat merambat melalui zat padat,
cair, dan gas. Perambatan berlangsung paling cepat melalui udara. Gelombang bunyi
tersebut mirip seperti gelombang air.

Jika kita melempar kerikil ke dalam air yang tenang, terbentuklah gelombang
air. Berdasarkan kejadian tersebut dapat disimpulkan bahwa bunyi merambat ke segala arah.
Ketika lonceng sekolah berbunyi, bunyi lonceng merambat melalui udara. Udara merupakan
benda gas. Pada saat lonceng bergetar, getarannya mendorong molekul udara di sekitarnya.
Molekul udara ini kemudian menabrak lebih banyak molekul udara lainnya sehingga
gelombang bunyi dapat berpindah tempat. Ketika gelombang bunyi mencapai telinga kita,
terdengarlah bunyi.

1) Perambatan bunyi melalui benda padat, Bunyi dapat merambat melalui benda padat.
Perambatan bunyi melalui benda padat dapat kamu gunakan untuk membuat mainan.
Misalnya membuat mainan telepon-teleponan. Pada waktu bermain telepon-teleponan
bunyi merambat melalui benang menuju ke telinga kita.
2) Perambatan bunyi melalui benda cair, bunyi juga dapat merambat melalui benda cair.
Ketika dua batu diadu di dalam air, bunyi yang ditimbulkan dapat kita dengar. Hal itu
menunjukkan bahwa bunyi dapat merambat melalui zat cair. Sifat bunyi yang dapat
merambat melalui zat cair dimanfaatkan oleh tim SAR untuk mencari dan menolong
kecelakaan yang terjadi di tengah lautan. Adanya sifat itu, komunikasi antara orang yang
ada di atas kapal dan penyelam dapat dilakukan sehingga pencarian korban dapat berjalan
lancar.

10

3) Perambatan bunyi melalui gas, Udara merupakan benda gas. Kita dapat mendengar
suara orang berbicara dan burung berkicau karena getaran suara itu masuk ke telinga kita.
Hal itu menunjukkan bahwa suara dapat merambat melalui udara. Demikian juga halnya
pada guntur. Pada saat hari mendung, kita sering mendengar guntur. Guntur dapat kita
dengar karena getaran suaranya masuk ke telinga kita setelah merambat melalui
udara. Udara menjadi perantara bunyi ketika berkomunikasi. Dengan demikian, di mana
pun kamu berada, akan mudah berkomunikasi. Bahkan dalam jarak cukup jauh pun dapat
dilakukan, asal suaranya dikeraskan. Lain halnya di luar angkasa, komunikasi tidak dapat
dilakukan dengan mudah. Di sana tidak terdapat udara sehingga bunyi tidak dapat
merambat. Oleh karena itu, para astronaut berkomunikasi menggunakan radio.
4) Bunyi tidak dapat merambat di ruang hampa. Hal ini dapat ditunjukkan dengan
sebuah bel listrik yang diletakkan di dalam wadah yang hampa udara. Jika
disembunyikan, bunyi bel dapat kita dengar. Namun, jika udara dalam wadah yang
udaranya dikeluarkan, bunyi bel tidak terdengar walaupun bel itu digetarkan terus
menerus. Bunyi juga memerlukan waktu tertentu untuk menempuh suatu jarak. Namun,
cepat lambat bunyi akan berubah apabila melalui medium yang berbeda. Makin rapat atau
padat medium perantara, cepat rambat bunyi makin besar. Dengan kata lain, cepat rambat
bunyi tergantung pada jenis medium yang dilaluinya.

b. Bunyi Dapat Diserap dan Dipantulkan
Ketika merambat ke tempat lain, bunyi dapat mengenai benda-benda di sekitarnya.

Bunyi yang mengenai permukaan suatu benda dapat dipantulkan ataupun diserap. Jika bunyi
mengenai dinding, akan dipantulkan. Oleh karena itu, bunyi tersebut mengalami pemantulan.
Biasanya benda yang keras, rapat, dan mengkilat bersifat memantulkan bunyi.

Sifat-sifat bunyi pantul adalah sebagai berikut :
1) Bunyi pantul memperkuat bunyi asli yaitu bunyi pantul yang dapat memperkuat
bunyi asli. Biasanya terjadi pada keadaan antara sumber bunyi dan dinding pantul jaraknya
tidak begitu jauh (kurang dari 10 meter)
2) Gaung adalah bunyi pantul yang terdengar kurang jelas atau tidak sejelas bunyi
aslinya. Biasanya terjadi pada jarak antara 10 sampai 20 meter. Gaung dapat terjadi di dalam

11

gedung bioskop, gedung konser, atau gedung pertemuan. Oleh karena itu, untuk meniadakan
gaung pada gedung bioskop atau gedung pertemuan perlu dipasangi bahan peredam bunyi.

3) Gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli, gema terdengar jelas
seperti bunyi aslinya Biasanya terjadi pada jarak lebih dari 20 meter. Gema akan terjadi jika
kita berteriak di tengah-tengah stadion sepak bola atau di lereng bukit. Jenis bunyi pantul
lain adalah bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli. Sifat bunyi pantul ini yaitu
memperkuat bunyi asli. Contohnya suara kita ketika bernyanyi di dalam kamar mandi.
Beberapa manfaat gelombang bunyi dalam hal ini adalah pantulan gelombang bunyi adalah :
1) Dapat digunakan untuk mengukur kedalaman laut disini yang digunakan adalah bunyi
ultrasonik.
2) Mendeteksi janin dalam rahim, biasanya menggunakan bunyi infrasonik.
3) Mendeteksi keretakan suatu logam dan lain-lain.
4) Diciptakannya speaker termasuk manfaat dari bunyi audiosonik.
Bunyi radio yang terlebih dahulu mengenai stirofoam akan terdengar lebih lemah. Lemahnya
bunyi ini terjadi karena sebagian bunyi itu diserap. Umumnya benda atau bahan yang
berpori bersifat menyerap bunyi. Benda lain yang dapat menyerap bunyi yaitu
karpet. Benda-benda yang dapat menyerap bunyi dinamakan peredam bunyi. Bahan-bahan
ini banyak dipasang pada dinding sebelah dalam ruangan studio musik ataupun studio
rekaman. Dengan dilapisi peredam bunyi, suara musik yang keras tidak terdengar dari luar
studio. Selain itu, pemasangan peredam bunyi juga untuk menghindari terjadinya gaung.

C. Syarat terdengarnya bunyi
Syarat terdengarnya bunyi ada 3 macam:

1. Ada medium
Bunyi dapat merambat melalui benda gas seperti udara. Bunyi Guntur dapat kita dengar

karena ada udara. Cepat rambat bunyi di udara pada suhu 200C adalah 343 m per detik.
Bunyi dapat pula merambat melalui benda cair seperti untuk mencari harta karun atau kapal

yang tenggelam di dasar laut. Cepat rambat bunyi di air kira-kira 1.500 m per detik.
Selain itu, bunyi dapat merambat melalui benda padat seperti jika kita mengetuk meja dengan
pensil. Cepat rambat bunyi di baja kira-kira 6.000 m per detik.

2. Ada sumber bunyi

12

Semua getaran benda yang dapat menghasilkan bunyi disebut sumber bunyi. Contohnya
: bunyi gong yang dipukul dan bunyi seruling yang ditiup dan sebagainya.
3. Ada pendengar
Pendengar bunyi yaitu manusia dan hewan-hewan.

D. Sifat-Sifat Bunyi
Sifat-sifat bunyi meliputi :
1. Gelombang bunyi memerlukan medium dalam perambatannya .
Karena gelombang bunyi merupakan gelombang mekanik, maka dalam
perambatannya bunyi memerlukan medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa
zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air, batu
bara, atau udara.
2. Gelombang bunyi mengalami pemantulan (refleksi)
Salah satu sifat gelombang adalah dapat dipantulkan sehingga gelombang bunyi juga
dapat mengalami hal ini. Hukum pemantulan gelombang: sudut datang = sudut
pantul juga berlaku pada gelombang bunyi. Hal ini dapat dibuktikan bahwa pemantulan
bunyi dalam ruang tertutup dapat menimbulkan gaung.
3. Gelombang bunyi mengalami pembiasan (refraksi).
Salah satu sifat gelombang adalah mengalami pembiasan. Peristiwa pembiasan dalam
kehidupan sehari-hari misalnya pada malam hari bunyi petir terdengar lebih
keras dari pada
siang hari. Hal ini disebabkan karena pada pada siang hari udara lapisan atas lebih
dingin daripada dilapisan bawah. Karena cepat rambat bunyi pada suhu dingin lebih kecil
daripada suhu panas maka kecepatan bunyi dilapisan udara atas lebih kecil daripada
dilapisan bawah, yang berakibat medium lapisan atas lebih rapat dari medium lapisan
bawah. Hal yang sebaliknya terjadi pada malam hari. Jadi pada siang hari bunyi petir
merambat dari lapisan udara atas kelapisan udara bawah. Untuk lebih jelasnya hal ini
dapat kalian lihat pada gambar dibawah.
4. Gelombang bunyi mengalami pelenturan (difraksi)
Gelombang bunyi sangat mudah mengalami difraksi karena gelombang bunyi diudara
memiliki panjang gelombang dalam rentang sentimeter sampai beberapa meter. Seperti

13

yang kita ketahui, bahwa gelombang yang lebih panjang akan lebih mudah didifraksikan.
Peristiwa difraksi terjadi misalnya saat kita dapat mendengar suara mesin mobil
ditikungan jalan walaupun kita belum melihat mobil tersebut karena terhalang oleh
bangunan tinggi dipinggir tikungan.
5. Gelombang bunyi mengalami perpaduan (interferensi).

Gelombang bunyi mengalami gejala perpaduan gelombang atau interferensi, yang
dibedakan menjadi dua yaitu interferensi konstruktif (penguatan bunyi) daninterferensi
destruktif (pelemahan bunyi). Misalnya waktu kita berada diantara dua buah loud-
speaker dengan frekuensi dan amplitudo yang sama atau hampir sama maka kita akan
mendengar bunyi yang keras dan lemah secara bergantian Merambat membutuhkan
medium

E. Karakteristik Bunyi
Karakteristik Bunyi ada beberapa macam antara lain :

1. Nada adalah bunyi yang frekuensinya teratur.
2. Desah adalah bunyi yang frekuensinya tidak teratur.
3. Timbre adalah warna bunyi, berupa keseluruhan kesan pendengaran yang kita peroleh

dari sumber bunyi, setelah dipengaruhi resonansi dan zat pengantar. Warna bunyi adalah
bunyi yang frekuensinya sama tetapi terdengar berbeda.
4. Dentum adalah bunyi yang amplitudonya sangat besar dan terdengar mendadak

F. Cepat Rambat Bunyi
Cepat rambat bunyi dipengaruhi oleh jenis medium perambatannya. Medium udara, air,

zat padat dan suhu akan menghasilkan cepat rambat bunyi yang berbeda-beda. Semakin
padat suatu medium makin rapat pula partikel dalam medium dan makin kuat gaya kohesi
diantara partikel medium tersebut. Sehingga suatu bagian dari medium yang bergetar akan
menyebabkan bagian lain ikut bergetar secara cepat.

Demikian pula dengan suhu suatu medium. Makin tinggi suhu suatu medium, makin
cepat getaran partikel-partikel dalam medium tersebut, sehingga proses perpindahan getaran
semakin cepat.

14

Karena bunyi merupakan gelombang maka bunyi mempunyai cepat rambat yang
dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu :
1. Kerapatan partikel medium yang dilalui bunyi. Semakin rapat susunan partikel medium

maka semakin cepat bunyi merambat, sehingga bunyi merambat paling cepat pada zat
padat.
2. Suhu medium, semakin panas suhu medium yang dilalui maka semakin cepat bunyi
merambat. Hubungan ini dapat dirumuskan kedalam persamaan matematis (v = v0 +
0,6.t) dimana v0 adalah cepat rambat pada suhu nol derajat dan t adalah suhu medium.

G. Pemantulan Bunyi
Pada suhu udara 15 derajat selsius bunyi dapat merambat di udara bebas pada kecepatan

340 meter per detik. Rumus cepat rambat bunyi adalah v = S/t yaitu jarak tempuh dibagi
waktu tempuh. Suhu udara yang lebih panas atau lebih dingin memengaruhi kecepatan bunyi
di udara. Semakin rendah suhu udara makan cepat rambat bunyi semakin cepat karena
partikel udara lebih banyak.
Jenis-Jenis Bunyi Pantul Terdapat beberapa jenis bunyi pantul yaitu, gaung, dan gema

Bunyi pantul dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
1. Bunyi pantul memperkuat bunyi asli yaitu bunyi pantul yang dapat memperkuat bunyi

asli. Biasanya terjadi pada keadaan antara sumber bunyi dan dinding pantul jaraknya
tidak begitu jauh (kurang dari 10 meter)
2. Gaung adalah bunyi pantul yang terdengar hampir bersamaan dengan bunyi asli. Biasanya
terjadi pada jarak antara 10 sampai 20 meter. Sehingga bunyi asli menjadi tidak jelas.
Timbulnya gaung didalam gedung sangat merugikan sehingga gaung harus diredam atau
di serap, bahan yang biasa digunakan untuk dapat mencegah terjadinya gaung adalah
gabus, busa,dan kapas.
3. Gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli. Biasanya terjadi pada jarak
lebih dari 20 meter. Gema terjadi jika bunyi dipantulkan oleh suatu permukaan, seperti
tebing pegunungan, dan kembali kepada kita segera setelah bunyi asli
dikeluarkan. Meskipun suara yang dihasilkan lebih lemah dari bunyi asli.

15

H. Kekuatan Bunyi
Bunyi yang kuat berbeda dengan bunyi yang tinggi. Kekuatan bunyi tidak ditentukan

oleh frekuensi bunyi, tetapi oleh hal-hal yang lain, khususnya; amplitudo, resonansi, dan jarak.
Amplitudo adalah lebar getar atau simpang getar yang dibuat oleh sumber bunyi.

Semakin lebar getarannya, semakin kuat pula bunyinya.
Resonansi berarti ikut bergetar sejalan getaran bunyi. Biasanya dilakukan oleh benda

atau bagian terdekatnya. Dan sedikit banyak kejadian ini akan menambah kekuatan getar
sumber bunyi.

Contoh gitar; walaupun sumber bunyinya pada senar, namun kekuatannya bunyinya
lebih berasal dari kotak kayunya. Sebab, udara di dalam kotak itulah pelaku resonansi, yang
justru lebih kuat daripada sumber bunyi. Sehingga kotak tersebut dinamakan kotak
resonator. Namun kotak resonatornya hanya berlaku pada gitar accostic. Pada gitar elektrik
resonansi dibuat oleh proses elektrik.

Jarak dimaksukan bahwa kekutan bunyi juga ditentukan oleh jarak antara sumber bunyi
dengan alat pendengar atau penerima. Memakin dekat, akan semakin keras bunyinya.
Sebagaimana frekuensi, kekuatan bunyi juga dapat diiukur. Biasanya digunakan satuan
decibel yang disngkat db.

Angka petunjuk antara 0 db sampai kurang lebih 120 db. Sebagai bandingan; bunyi
biola selembut-lembutnya yang setara dengan siulan kita lebih kurang 20 db. Sedangkan
bagian kuat dari pemain orkes besar kurang lebih hanya mencapai 95 db.

I. Rumus-rumus yang berhubungan dengan bunyi
Bunyi memerlukan waktu untuk merambat melalui medium udara dari satu tempat

ke tempat lainnya. jarak yang ditempuh bunyi dalam waktu satu sekon disebut Cepat
Rambat Bunyi. Jika jarak yang ditempuh bunyi s dan waktu yang diperlukan t, cepat rambat
bunyi v dapat dirumuskan :
V = s/t
V= cepat rambat bunyi (m/s) s = Jarak tempuh bunyi (m)
t= waktu yang diperlukan (s) .
Pada pembahasan gelombang waktu yang diperlukan untuk satu gelombang adalah Periode

16

t = T sedangkan jarak tempuh bunyi adalah panjang gelombang s = λ, sehingga :
V = s/t=
Tλ =λ.f karena f = T
Dimana : V = cepat rambat bunyi (m/s)
T= Periode (s)
λ = Panjang gelombang (m)

f = frekuensi gelombang (Hz)

J. Manfaat Bunyi
Beberapa Manfaat adanya bunyi, antara lain :

1. Sifat-sifat gelombang bunyi, seperti sifat pemantulan, nada, dan frekuensi ultrasonik,
bermanfaat dalam kehidupan manusia. Dengan adanya tangga nada, umat manusia menjadi
lebih “manusia”. Nada-nada dilantunkan sebagai ekspresi pemikiran, motivasi, dan emosi.
2. Mendeteksi adanya tumor, menyelidiki otak, hati, dan liver, menghancurkan batu ginjal.
3. Tentu kita pernah mendengar apa yang disebut dengan USG (Ultrasonografi) sebagai
metode untuk mendeteksi janin. Walaupun penggunaan gelombang ultrasonik kalah akurat
dengan sinar-X (rontgen), namun belum pernah ditemukan hingga saat ini efek samping dari
penggunaan gelombang ultrasonik dibandingkan dengan penggunaan sinar-X.
4. Penggunaan bersama-sama gelombang ultrasonik dan sifat pemantulan digunakan dalam
alat yang disebut SONAR (Sound Navigating Ranging) bermanfaat untuk mengukur
kedalaman laut, mendeteksi ranjau, kapal tenggelam, letak palung laut, dan letak kelompok
ikan.
5. Selain di laut, di darat pun gelombang ultrasonik dapat digunakan untuk mendeteksi
kandungan minyak dan mineral dalam bumi.
6. Pemantulan bunyi dapat digunakan untuk mengukur panjang lorong gua, atau menyelidiki
kerusakan logam.

17

Rangkuman

Gelombang Bunyi adalah salah satu bentuk energi. Energi bunyi tersebut berasal dari benda
yang bergetar, getaran yang merambat disebut gelombang. Bunyi merupakan gelombang
longitudinal yang merambat secara perapatan dan perenggangan terbentuk oleh partikel zat
perantara serta ditimbulkan oleh sumber bunyi yang mengalami getaran.
Energi bunyi adalah segala kemampuan yang terjadi akibat adanya pengaruh bunyi.
Berdasarkan kuat lemahnya atau frekuensinya, bunyi dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
infrasonic, audiosonik, dan ultrasonic.
Sifat-Sifat Energi Bunyi

Energi bunyi mempunyai sifat dapat berpindah ke tempat lain dengan cara merambat
melalui media tertentu. Selain itu, bunyi juga dapat dipantulkan dan dapat diserap.

o Bunyi Dapat Merambat Melalui Zat Padat, Zat Cair, dan Gas
o Bunyi Dapat Diserap dan Dipantulkan
Syarat terdengarnya bunyi
Syarat terdengarnya bunyi ada 3 macam:
o Ada medium
o Ada sumber bunyi
o Ada medium
Sifat-sifat bunyi meliputi :
o Gelombang bunyi memerlukan medium dalam perambatannya
o Gelombang bunyi mengalami pemantulan (refleksi)
o Gelombang bunyi mengalami pembiasan (refraksi).
o Gelombang bunyi mengalami pelenturan (difraksi)
o Gelombang bunyi mengalami perpaduan (interferensi).

Karakteristik Bunyi ada beberapa macam antara lain :
o Nada
o Desah
o Timbre
o Dentum

18

Karena bunyi merupakan gelombang maka bunyi mempunyai cepat rambat yang
dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu :

o Kerapatan partikel medium yang dilalui bunyi.
o Suhu medium
Jenis-Jenis Bunyi Pantul Terdapat beberapa jenis bunyi pantul yaitu, gaung, dan gema
Bunyi pantul dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
o Bunyi pantul memperkuat bunyi asli yaitu bunyi pantul yang dapat memperkuat

bunyi asli.
o Gaung adalah bunyi pantul yang terdengar hampir bersamaan dengan bunyi asli.
o Gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli
Jarak dimaksukan bahwa kekutan bunyi juga ditentukan oleh jarak antara sumber bunyi
dengan alat pendengar atau penerima. Memakin dekat, akan semakin keras bunyinya.
Sebagaimana frekuensi, kekuatan bunyi juga dapat diiukur. Biasanya digunakan satuan
decibel yang disngkat db. Angka petunjuk antara 0 db sampai kurang lebih 120 db. Sebagai
bandingan; bunyi biola selembut-lembutnya yang setara dengan siulan kita lebih kurang
20 db. Sedangkan bagian kuat dari pemain orkes besar kurang lebih hanya mencapai 95
db.
Jika jarak yang ditempuh bunyi s dan waktu yang diperlukan t, cepat rambat bunyi v dapat
dirumuskan :
V = s/t
V= cepat rambat bunyi (m/s) s = Jarak tempuh bunyi (m)
t= waktu yang diperlukan (s) .
Pada pembahasan gelombang waktu yang diperlukan untuk satu gelombang adalah Periode
t = T sedangkan jarak tempuh bunyi adalah panjang gelombang s = λ, sehingga :
V = s/t=
Tλ =λ.f karena f = T
Dimana : V = cepat rambat bunyi (m/s)
T= Periode (s)
λ = Panjang gelombang (m)

f = frekuensi gelombang (Hz)

19

Beberapa Manfaat adanya bunyi, antara lain :
o Sifat-sifat gelombang bunyi, seperti sifat pemantulan, nada, dan frekuensi
ultrasonik, bermanfaat dalam kehidupan manusia
o Mendeteksi adanya tumor, menyelidiki otak, hati, dan liver, menghancurkan batu
ginjal.
o Tentu kita pernah mendengar apa yang disebut dengan USG (Ultrasonografi)
sebagai metode untuk mendeteksi janin
o Penggunaan bersama-sama gelombang ultrasonik dan sifat pemantulan digunakan
dalam alat yang disebut SONAR (Sound Navigating Ranging) bermanfaat untuk
mengukur kedalaman laut, mendeteksi ranjau, kapal tenggelam, letak palung laut,
dan letak kelompok ikan.
o Selain di laut, di darat pun gelombang ultrasonik dapat digunakan untuk
mendeteksi kandungan minyak dan mineral dalam bumi.
o Pemantulan bunyi dapat digunakan untuk mengukur panjang lorong gua, atau
menyelidiki kerusakan logam.

20

Tugas

1. apa yang dimaksud dengan energi bunyi…..
2. sebutkan syarat dan sifat terdengar nya bunyi…..
3. sebutkan karakteristik, dan cepat rambat bunyi cepat rambat……
4. jelaskan bunyi pantul yang dibagi kedalam 3 macam…..
5. sebutkan manfaat adanya bunyi……

21

Tes formatif

1. Gelombang bunyi pada alat ultrasonografi yang digunakan dalam
bidang kesehatan, misalnya pada proses pemeriksaan organ tubuh
manusia menerapkan konsep fisika, yaitu…..

A. Difraksi
B. Refleksi
C. Refraksi
D. Interferensi
E. Polarisasi

2. Bunyi merupakan gelombang…..
A. Elektromagnetik
B. Mekanik
C. Laut
D. Mikro
E. Medium

3. Semua benda yang dapat menghasilkan bunyi disebut …..
A. Dasar bunyi
B. Jenis bunyi
C. Ciri ciri bunyi
D. Sumber bunyi
E. Syarat bunyi

4. Bbunyi yang dapat didengar manusia ……

22

A. Audiosonik
B. Infrasonic
C. Ultrasonic
D. Supersonic
E. Interferensi

5. Bahan yang permukannya lunak dapat dijadikan sebagao…..bunyi.
A. Perendam
B. Penghasil
C. Nada
D. Pantulan
E. Pembiasan

6. Benda yang bergetar dapat menghasilkan ……..
A. Panas
B. Bunyi
C. Lagu
D. Gaya
E. Nada

7. Banyaknya getaran dalam satu detik disebut…….
A. Nada
B. Suara
C. Irama
D. Getaran
E. Frekuensi

8. Bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli adalah…..
A. Gema
B. Gaung
C. Nada

23

D. Pantulan
E. Bunyi

9. Bunyi yang paling cepat merambat pada benda adalah……
A. Gas
B. Lunak
C. Padat
D. Cair
E. Keras

10. Tempat yang biasanya memakai perndam bunyi adalah…….
A. Dapur
B. Ruang tamu
C. Rumah sakit
D. Rumah makan
E. Studio music

11. Berikut inui merupakna pernyataan yang benar tentang bunyi, kecuali …….
A. Merupakan gelombang longitudinal
B. Dapat mengalami polarisasi
C. Tidak dapat merambta dalam vakum
D. Dapat merambat melaluki zat padat
E. Dapat merambat melalui uap

12. Berikut ini adalah contoh sumber bunyi, kecuali…….
A. Gendang
B. Seruling
C. Kentongan
D. Gitar
E. Senter

24

13. Bunyi yang getar nya lebih dari 20.000 getaran pper sekon disebut……
A. Audiosonik
B. Infrasonic
C. Ultrasonic
D. Supersonic
E. Longitudinal

14. Bunyi dapat terdengar oleh telinga kita karena sumber bunyi mengalami ……
A. Getaran
B. Pemuaiann
C. Pendinginan
D. Perambatan
E. Pembelokan

15. Suara bel sekolah terdengar dari jaraak yang agak jauh karena suara bel merambat
melalui…..
A. Udara
B. Air
C. Tanah
D. Ruang hampa
E. Uap

B.
1) Ada berapakah macam jenis bunyi ?
2) Tinggi rendah nya bunyi ditentukan oleh ?
3) Apa yang dimaksud dengan sumber bunyi?
4) Apa yang dimaksud dengan gelombang longitudinal?
5) Jelaskan apa yang dimaksud dengan ultrasonic,audiosonik, infrasonic!

25

Kunci jawaban

kunci jawaban tugas :
1) Energi bunyi adalah segala kemampuan yang terjadi akibat adanya pengaruh
bunyi. Berdasarkan kuat lemahnya atau frekuensinya, bunyi dibedakan
menjadi tiga jenis, yaitu: infrasonic, audiosonik, dan ultrasonic.
2) Syarat terdengarnya bunyi
Syarat terdengarnya bunyi ada 3 macam:
o Ada medium
o Ada sumber bunyi
o Ada medium
Sifat-sifat bunyi meliputi :
o Gelombang bunyi memerlukan medium dalam perambatannya
o Gelombang bunyi mengalami pemantulan (refleksi)
o Gelombang bunyi mengalami pembiasan (refraksi).
o Gelombang bunyi mengalami pelenturan (difraksi)
o Gelombang bunyi mengalami perpaduan (interferensi).
3) Karakteristik Bunyi ada beberapa macam antara lain :
o Nada
o Desah
o Timbre
o Dentum
Karena bunyi merupakan gelombang maka bunyi mempunyai cepat rambat
yang dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu :
o Kerapatan partikel medium yang dilalui bunyi.
o Suhu medium
4) Jenis-Jenis Bunyi Pantul Terdapat beberapa jenis bunyi pantul yaitu, gaung, dan
gema Bunyi pantul dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
o Bunyi pantul memperkuat bunyi asli yaitu bunyi pantul yang dapat memperkuat
bunyi asli.

26

o Gaung adalah bunyi pantul yang terdengar hampir bersamaan dengan bunyi
asli.

o Gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli
5) Beberapa Manfaat adanya bunyi, antara lain :

o Sifat-sifat gelombang bunyi, seperti sifat pemantulan, nada, dan frekuensi
ultrasonik, bermanfaat dalam kehidupan manusia

o Mendeteksi adanya tumor, menyelidiki otak, hati, dan liver, menghancurkan
batu ginjal.

o Tentu kita pernah mendengar apa yang disebut dengan USG (Ultrasonografi)
sebagai metode untuk mendeteksi janin

o Penggunaan bersama-sama gelombang ultrasonik dan sifat pemantulan
digunakan dalam alat yang disebut SONAR (Sound Navigating Ranging)
bermanfaat untuk mengukur kedalaman laut, mendeteksi ranjau, kapal
tenggelam, letak palung laut, dan letak kelompok ikan.

o Selain di laut, di darat pun gelombang ultrasonik dapat digunakan untuk
mendeteksi kandungan minyak dan mineral dalam bumi.

o Pemantulan bunyi dapat digunakan untuk mengukur panjang lorong gua, atau
menyelidiki kerusakan logam.

A. 10. E
1) B 11.D
2) A 12. E
3) D 13. C
4) A 14. A
5) A 15. A
6) B
7) E
8) A
9) C

27

B.
1) ada 3 macam jenis bunyi yaitu audiosonik,ultrasonic dan infrasonic.
2) Frekuensi bunyi
3) Sumber bunyi adalah sesuatu yang berbunyi
4) Gelombang longitudinal adalah gelombang dimana perpindahan media berada dalam
arah yang berlawanan dengan arah propagasi gelombang. Dalam gelombang
longitudinal perpindahan media secara sejajar dengan rambatan gelombang.
5) Infrasonic adalah bunyi yang memiliki frekuensi kurang 20 Hz
Audiossnik adalah bunyi yang memiliki frekuensi antara 20 Hz sampai 20000 Hz
Ultrasonic adalah bunyi yang memiliki frekuensi lebih dari 20KH

28

Lembar kerja

PERCOBAAN ENERGI BUNYI

I. NAMA PERCOBAAN : PERCOBAAN PERAMBATAN BUNYI MELALUI BENDA
CAIR

II. TUJUAN PPERCOBAAN : MEMBUKTIKAN BAHWA BUNYI DAPAT
MERAMBAT MELALUI BENDA CAIR

III. ALAT DAN BAHAN:
a) AIR
b) BATU KORAL
c) CORONG KECIL
d) EMBER BESAR

IV. LANGKAH KERJA
a) ISI EMBER DENGAN AIR HINGGA PENUH
b) MASUKAN CORONG KEDALAM EMBER HINGGA BAGIAN
BAWAHNYA TERENDAM
c) USAHAKAN CORONG TIDAK MENEMPEL PADA EMBER
d) MINTA BANTUAN TEMAN MU MENGETUK SALAH SATU SISI EMBER
DENGAN MENGGUNAKAN BATU SECARA PERLAHAN
e) SEMENTARA ITU DEKATKAN TELINGA MU PADA BAGIAN ATAS
CORONG
f) DENGARKAN DAN CATAT HASILNYA

V. KERJAKAN BERSAMA TEMAN SEKELOMPOK KALIAN, AGAR LEBIH
MUDAH DALAM PELAKSANAAN DAN PENYELESAIAN NYA. SERTA
BERIKAN LAPORAN HASIL PENGAMATAN KALIAN BERBENTUK
PORTOFOLIO

29

Bab lll

A. Kesimpulan
Bunyi atau suara adalah kompresi mekanikal atau gelombang longitudinal yang merambat

melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang
bunyi dapat merambat misalnya di dalam air, kayu, atau udara. Alam kita terdiri atas energi,
materi dan gelombang (frekuensi), Bunyi adalah energi yang berubah menjadi
gelombang. Gelombang merambat kesemua jurusan, untuk merambat melewati ruang dia
memerlukan materi. Materi yang diperlukan bunyi untuk merambat adalah udara.

Sumber bunyi (materi yang bergetar karena enegi) --> bunyi (gelombang) --> merambat
melalui udara (materi) --> sampai ke telinga (materi) --> komponen telinga bergetar -->
diterjemahkan oleh otak menjadi bunyi.
B. Saran

Pemanfaatan bunyi seharusnya perlu mempertimbangkan sisi yang lain. Tidak hanya
hal Positif yang diambil tapi perlu adanya pemikiran terhadap dampak negatifnya. Dalam
pemanfaatan bunyi tidak mengganggu aktifitas manusia yang lainnya seperti ketika
mendengarkan music atau yang lainnya.

30

Daftar pustaka

Alif Yanuar Zukmadini. 2015. Superbook IPA SD KelAS 4,5,6. Wahyumedia
Azmiyawati, Choiril, Wigati Hadi, Omegawati, Rohana ,Kusumawati. 2009. BSE IPA IV

Salingtemas. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional
Lasmi Ketut. 2007. Bimbingan Pemantapan Fisika. Bandung: CV. Yrama Widya
Mediastika. C. E, 2010
Umar Efrizon. 2007. Fisika dan Kecakapan Hidup. Jakarta: Ganeca Exact.
www.adfal86.blogspot.com.2012/05
http://education-fisika.blogspot.com/
https://balkopites .blogspot.com/2018/08/soal-energi-bunyi.html?m=1
http://senensis.blogspot.co.id/2011/05/ipa-bunyi-dan-pemanfaatannya.html
http://www.informasi-pendidikan.com.2015/01
http://zakiul.com/2013/09
https://www.teknokiper.com/2017/01/contoh-soal-dan-pembahasan-gelombang-bunyi.html
https://id.scribd.com/document/400613213/soal-ulangan-harian-ipa-kelas-4-sd-bab-8-energy-

panas-dan-energy-bunyi
https://www/2016/10/laporan-kegiatan-percobaan-

perambatan.html#aoh=16084417966054&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&a
mp_tf=Dari%20%251%24s

31


Click to View FlipBook Version