Di manapun kita berada, jadilah orang yang
bermanfaat agar hidup kita berguna dan
bermartabat-Ustadzah Aldhiah
jadilah jiwa tangguh tanpa mengeluh-Ustadzah
Selvi
Selamat Hari Santri Nasional! Mari kita
wujudkan Islam yang sejuk dan cinta damai
dalam kehidupan sehari-hari-Ustadzah Dina
Mari kita berbuat baik agar kita diperlakukan
baik dimana saja kita berada-Ustadzah Rufah
Berbekal restu ayah ibu kuyakinkan diri menjadi
seorang santri. Bersama santri damailah negeri,
bersama santri damailah hati dann bersama santri
Indonesia berakhlak dan berbudi tinggi-Ustadz Yoga
Sesulit apapun ujian yang kamu terima
jangan pernah meragukan kapasitas dalam
dirimu sendiri-Ustadz Dion
Selamat
HARI SANTRI NASIONAL
SABTU, 28 OKTOBER 2022
Sepenggal Kisah Teks Drama
Tentang Pahlawan
PASUKAN BELANDA BERLARIAN MEMBAWA
BENDERA MERAH PUTIH BIRU, LARI Melihat kondisi tersebut, Bung Tomo langsung
MEMUTAR PANGGUNG SEMBARI TERTAWA. datang ke Hotel Yamato untuk menanyakan ini
MENANCAPKAN BENDERA DI TENGAH kepada Jendral Inggris yang menjadi sekutu yaitu
Prok. Prok. Prok. datang sekerumunan bangsa Ingrris Jendral Mallaby.
“Saya datang kesini menemuimu” Ucap tentara MUSIK TEGANG
inggris “Jendral, kenapa Belanda memasang benderanya,
“Untuk apa kau datang ke sini” kita sudah sepakat untuk gencatan senjata, tapi
“Saya akan membantumu, menguasai Indonesia lagi” kenapa Belanda memasang benderanya seakan kita
“Baiklah, aku akan menerima bantuanmu” masiih terjajah”
BERSALAMAN “Tentu itu hak mereka memasang benderanya”
25 Oktober 1945 tentara inggris datang untuk datang “Tapi ini diwilayah kita, wilayah Negara Kesatuan
menemui sekutu AFNEI (Atlied Forces Netherlands Republik Indonesia, tolong bisa turunkan bendera
East Indies) dan NICA (Netherlands Indies Civil itu, sebelum terjadi hal-hal yang tidak
Administration). Mereka datang untuk membantu menyenangkan”
belanda mengurusi urusan yang ada di Indonesia. “Kenapa? Kau menantang kami? Sepertinya
Setelah percakapan itu Jendral Mallaby dari Inggris genjatan senjata ini cukup sampai disini”
langsung kembali ke Hotal Yamato untuk “Baiklah jika itu yang kalian minta”
beristirahat. Bung Tomo meninggalkan dengan perasaan kesal.
BELANDA DAN INGGRIS MENINGGALKAN Bung Tomo langsung menuju markasnya untuk
PANGGUNG memberi tahu kepada para pemuda bahwa genjatan
29 Oktober 1945, tentara inggris datang untuk senjata ini sudah berakhir.
menemui sebuah kelompok masyarakat yang diketuai “Kita telah di khianati oleh para sekutu dan
oleh Bung Tomo, Inggris menawarkan untuk genjatan senjata ini telah berakhir”
bekerjasama gencatan senjata. Hal tersebut “Lalu, apa yang harus kita lakukan Bung?”
disepakati. “Kita harus membela hak kita dan usir mereka dari
“Bung, kami sudah mengakui bahwa Indonesia sudah sini”
merdeka, sudah saatnya Indonesia menunjukkan “Baik Bung ide yang bagus”
kemerdekaannya. Mari kita bekerja sama untuk Esoknya, tanggal 30 Oktober 1945 Bung Tomo
gencatan senjata” merencanakan untuk langsung menyerang ke Hotel
“Wahh!!! Tawaran yang bagus, kami menerima Yamato.
tawaran anda dengan senang hati” “Ayo kita datang ke sana langsung”
BERSALAMAN TANDA SEPAKAT. “Siap Bung, mari kita ke sana”
BAKU HANTAM SLOW MOTION
DATANG TIGA PEMUDA INDONESIA YANG Suasana semakin mencekam, Bung Tomo langsung
MELEWATI HOTEL YAMATO, DAN berseru untuk menyerbu hotel Yamato. Bung Tomo
MENDAPATI KAUM BELANDA MENIBARKAN langsung menyeru, MERDEKA!!! Baku hantam terjadi,
BENDERA BELANDA. MEREKAPUN mereka melakukan adu tembak dan adu kekuatan. Saat-
BERLARIAN MENUJU KE MARKAS. saat perlawanan yang semakin membabi buta, tiba-tiba
terdengar suara ledakan dari dalam mobil Jendral
"Bung, Belanda telah menghianati kita” Mallaby. Jendral Inggris itupun terpanggang hidup-hidup
“Menghianati apa maksutnya?” dalam mobilnya yang meledak. Masa berkabung masih
“Belanda dengan sengaja mengibarkan benderanya, menyelimuti negara sekutu. Pengganti Jendral Mallaby,
itu sama saja menginjak harga diri kami, bangsa kita Mayor Jendral Eric Carden Robert Manserg merasa
sudah merdeka bung" tidak terima atas terbunuhnya Jendral Mallaby, Mayor
“Baiklah saya akan datang, ke Hotel untuk Eric ingin balas dendam kepada Bung Tomo dan kawan-
menanyakannya” kawannya.
“Dengan tanganku sendiri, saya akan membunuh Bung Tomo serta kawanannya, karena dia telah berani
membunuh sahabatku Jendral Mallaby, Ajudan kemari, berikan surat ini kepada Bung Tomo dan kawan-
kawannya”
“Baik Mayor Eric”
Setelah mendapatkan perintah itu, Ajudan dari Mayor Eric langsung menemui Bung Tomo dan
memberikan surat ini kepadanya
“Bung Tomo, saya tidak ingin berkelahi disini, tapi saya hanya ingin memberikan surat ini kepadamu atas
perintah Mayor Eric”
“Baiklah terimakasih, sekarang pergilah kau dari sini sebelum para pemuda pemuda melihatmu dan
dirimu diamuk oleh sekawanan pemuda ini.
Setelah mendapatkan surat itu, Bung Tomo menuju ke markasnya dan membuka surat itu bersama para
pemuda, ia membaca surat itu keras-keras.
“Kepada Bung Tomo dan sekawanannya, kematian Jendral Mallaby telah membuat kita kehilangan dan
tidak memiliki kekuatan lagi, bisakah kita bertemu untuk genjatan senjata kembali pada tanggal 10
November nanti, saya akan menunggu disini dengan senang hati”, tertanda Mayor Eric”
Isi surat yang tidak biasa, sepertinya ini akan menjadi jebakan untuk Bung Tomo dan sekawanannya.
Bung Tomopun ragu, tetapi dia harus datang juga agar semua bisa tetap selalu berjalan baik-baik saja
“Apakah kita bisa mempercayai mereka kembali Bung atas semua yang pernah terjadi?”
“Sudahlah, kita kesana saja tapi tetap kita harus waspada”
“Baiklah Bung”
10 November 1945, tepat hari ini adalah hari pertemuan antara Bung Tomo dan Mayor Eric. Bung Tomo
datang sendiri, seakan dia siap menjalani semua sendiri. Bung Tomo menuju loby hotel Yamato dengan
penuh semangat dan tidak gentar sampai, tapi ia dihadang langsung oleh mayor eric di depan loby hotel.
“Kau datang sendiri Bung?”
“Iya, memangnya kenapa?”
Sambil menodongkan pistolnya ke arah muka dari Bung Tomo dan
Mayor Eric berkata , “Berarti kau siap untuk mati sendiri”
Bung Tomo hanya senyum dan kemudian berkata “Apakah kau yakin?”
Percakapan Bung Tomo itu membuat seluruh pasukan dari Indonesia itu
keluar dari tempat persembunyian, Bung Tomo kembali berseru untuk
mengucap MERDEKA!!! Dengan gagah berani pasukan Indonesia datang
menyerbu secara bersama sama dan mereka berucap MERDEKA ATAU
MATI!!!
KORBAN MASIH BERJATUHAN DI PANGGUNG, PEMUDA
INDONESIA TERTAWA TERBAHAK ATAS KEMATIANNYA.
MENGANGKAT BENDERA DAN MENYOBEK, BENDERA BIRU
HINGGA TINGGAL MERAH DAN PUTIH. MERDEKA!!!
SELAMAT
HARI PAHLAWAN
10 November 2022
Antek-antek Belanda
Memutus urat nadinya kemudian bergeming... Indonesia belum merdeka
Kemudian jari-jarinya menari dengan sangat gemulai
Kepala memutar lenggang menengadah
Mengisyaratkan kemenangan palsu seolah semua pasrah
Hah, nestapa pula kau dapatkan para bedabah
Hari ini kami memandang
Wajah-wajah pada bingkai yang terpajang
Menunduk membisikkan doa
Dalam semat kenangan akan jasa
Kemerdekaan negeri ini bukanlah hadiah
Kau raih dengan darahmu yang telah tumpah
Merah Putih itu kini telah berdiri gagah
Tanpa seorangpun berani mengubah
Pembantaian, pembunuhan yang dihiasi warna merah membara
Lunturkan kain lusuh berwarna biru, lalu merah putih tetap menyala
Semarak bambu runcing, tumbuh, riuh, gaduh, luruh, menancap tanpa ragu
Kemudian teriakan kemenangan tumbuh, riuh, gaduh, luruh, menggema di telingamu
MERDEKA ATAU MATI
Menjadi slogan yang hingga kini tak pernah padam
Kini, kami nikamti udara segar
Hijau dedaunan menyejukkan
Berkat kerelaanmu, berdiri tegap memasang badan
Meski air mata membayangi kenangan
Akan pengorbanan yang tlah dipersembahkan
10 November ini
Bersama duka ini, Kami sematkan setangkup doa
Kemudian tekad dan asa menjadi penguasa
Bahwa kami adalah tonggak penerus
Untuk jiwa kepahlawananmu yang tulus
Nurul Kholifah May Sari
Tuban, 10 November 2022
Terima
Kasih