The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Proposal Proyek Kepemimpinan Akhir Topik 5

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by anggajuliartawan11, 2023-04-09 00:22:42

Proposal Proyek Kepemimpinan Akhir Topik 5

Proposal Proyek Kepemimpinan Akhir Topik 5

PROPOSAL PROYEK KEPEMIMPINAN I PROGRAM PENGEMBANGAN POJOK BACA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KARAKTER GEMAR MEMBACA ANAK DI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK WIDHYA ASIH SINGARAJA OLEH: LUH MARIANTINI (2264803047) I KETUT RAUH SUPARTAYASA (2264803048) I GUSTI NGURAH KADE ANGGA JULIARTAWAN (2264803049) NI PUTU DIANI ASRI (2264803050) NI NYOMAN PRIYANI (2264803051) PUTU ARI MULYA LESTARI (2264803057) NI PUTU SHELIA PRATIWI (2264803058) KOMANG NIC YADNYA PRADIPTA (2264803059) KETUT FINA KRISTINA (2264803060) KADEK PERDINNA TRI ASTIWI (2264803061) PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU PRAJABATAN GEL. II LPTK UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA SINGARAJA 2023


1 A. Pendahuluan Tujuan pendidikan nasional adalah mewujudkan generasi-generasi penerus bangsa yang memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan-keterampilan lain yang diperlukan oleh dirinya sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara (Syafril & Zen, 2019). Selaras dengan hal tersebut, pemerintah saat ini menggencarkan penanaman-penanaman nilai karakter yang juga bertujuan untuk melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki keterampilan sesuai perkembangan abad ke-21. Pemerintah merumuskan delapan belas (18) karakter baik yang harus mulai ditanamkan sejak dini bagi peserta didik, salah satu dari karakter tersebut adalah karakter gemar membaca. Karakter gemar membaca menjadi amat penting ditanamkan kepada peserta didik baik itu di sekolah dasar, ataupun sekolah menengah. Karakter gemar membaca berkaitan mengenai sikap seseorang untuk suka dan menyukai perilaku membaca bahan bacaan (Hardiawan, dkk,. 2021). Lebih lanjut, menurut Yaumi (2014) gemar membaca adalah kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai buku bacaan. Karakter gemar membaca dikatakan penting, karena gemar membaca akan menambah wawasan, pengetahuan, dan keterampilan siswa menuju ke arah yang lebih baik (Febriandari, 2019). Selain itu, dengan adanya pembiasaan gemar membaca, akan meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memahami dan menganalisis isi dari suatu bacaan atau dapat meningkatkan kemampuan literasi peserta didik itu sendiri. Sudah tentu, apabila karakter gemar membaca giat digencarkan, negara Indonesia akan menjadi negara yang maju dan berkualitas dari segi pendidikannya, serta unggul dari segi sumber daya manusianya (SDM). Sayangnya, harapan tersebut berbanding terbalik dengan hasil studi PISA tahun 2016 yang menunjukkan bahwa tingkat literasi masyarakat Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara. Selain itu, merujuk pada hasil penelitian Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) untuk siswa, capaian literasi membaca siswa Indonesia ditemukan relatif rendah. Hasil survei lembaga internasional yang bergerak di bidang pendidikan, United Nation Education Society and Cultural Organization (UNESCO), juga menyatakan bahwa kemampuan dan kebiasaan membaca di Indonesia tidak lebih tinggi dari negara lain (Putri & Rati, 2022). Salah satu unsur penting yang sejatinya dapat menunjang pengembangan karakter gemar membaca adalah adanya perpustakaan atau pojok membaca di lembagalembaga kependidikan. Pojok baca merupakan bentuk pemanfaatan sudut ruangan yang


2 dijadikan sebagai tempat memajang bahan bacaan dan karya kreativitas anak, juga sebagai magnet yang dapat menarik perhatikan anak untuk membaca (Agustina, dkk., 2022). Pojok baca dapat pula diartikan sebagai bentuk perpustakaan mini yang tersedia pada sudut sudut ruangan, yang dapat meningkatkan aktivitas dan antusias anak dalam membaca bahan bacaan (Aswat, dkk., 2020). Salah satu lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) terletak di Jalan W.R. Supratman, Gang Undis, Desa Penarukan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng diberi nama LKSA Widhya Asih. Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak ini menaungi 46 anak yang tinggal di dalam yayasan dan juga menaungi 35 anak yang tinggal berbasis keluarga, sehingga akumulasi jumlah anak di yayasan adalah sejumlah 81 orang anak. Berkaitan dengan karakter gemar membaca, LKSA Widhya Asih telah memiliki sebuah gedung perpustakaan yang kondisinya masih dalam keadaan baik. Hasil observasi dan wawancara bersama dengan Ketua LKSA, Bapak Frenkky Wardana menunjukan hasil bahwa, gedung perpustakaan yang ada di LKSA sudah tidak beroperasi dengan baik, dan kini telah dialihfungsikan menjadi ruangan rapat atau perkumpulan belajar anak-anak di LKSA. Gedung perpustakaan yang berdiri di tengah area LKSA tersebut tidak memiliki kumpulan buku/bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak asuh. Hasil wawancara lainnya menunjukan bahwa hanya sedikit anak-anak yang memiliki ketertarikan untuk membaca buku. Sebagian besar anak-anak memanfaatkan waktu luangnya untuk bermain atau sekedar melakukan browsing pada komputer/gadget. Uraian-uraian permasalahan yang berkaitan dengan karakter gemar membaca tersebut hendaknya segera dicarikan alternatif solusi sebagai upaya keikitsertaan memajukan kualitas pendidikan di Indonesia. Solusi yang ditawarkan melalui Program Projek Kepemimpinan I ini adalah Pengembangan Pojok Baca sebagai Upaya Meningkatkan Karakter Gemar Membaca Anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Widhya Asih. Sub kegiatan yang akan dilaksanakan melalui program ini adalah open donasi buku kepada mahasiswa dan masyarakat umum, penataan pojok baca, pemasangan poster/infografis untuk gemar membaca, dan sosialisasi pentingnya membaca pada anak-anak yayasan. B. Analisis Situasi Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Widhya Asih merupakan salah satu lembaga yang bertanggung jawab menangani kesejahteraan anak yang terletak di seputaran Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng. Secara geografis, LKSA Widhya Asih


3 terletak di Jalan W. R. Supratman, Gang Undis, Desa Penarukan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Jumlah anak-anak asuh di LKSA Widhya Asih berjumlah kurang lebih 81 orang, dengan rincian anak yang tinggal dalam yayasan sejumlah 46 orang, dan anak yang tinggal dengan berbasis keluarga adalah berjumlah 35 orang. Sebagian besar anak-anak asuh di LKSA berada pada jenjang SMP dan SMA, dan sebagian kecil masih berada di jenjang PAUD dan SD. LKSA Widhya Asih saat ini diketuai oleh Bapak Frenkky Wardana. Aksesibilitas dan mobilitas mahasiswa ataupun dosen pembimbing dari LPTK Universitas Pendidikan Ganesha menuju LKSA Widhya Asih sangat memadai. Jarak tempuh antara LPTK Universitas Pendidikan Ganesha menuju LKSA Widhya Asih adalah 3,8 kilometer, dengan waktu tempuh rata-rata 8 menit. Gambar 1. Jarak Tempuh Menuju LKSA Widhya Asih Hasil observasi dan wawancara yang dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2023 bersama dengan Bapak Frenkky Wardana menunjukan hasil bahwa: (1) LKSA Widhya Asih telah memiliki gedung perpustakaan, namun sudah tidak beroperasi dengan semestinya sebagai wadah anak meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan mengembangkan karakter gemar membaca, (2) gedung perpustakaan LKSA Widhya Asih tidak memiliki sumber-sumber bacaan atau buku-buku bacaan, (3) kecenderungan anak-anak asuh di LKSA lebih gemar untuk bermain di waktu luangnya dibandingkan dengan membaca buku bacaan.


4 Gambar 2. Kondisi Perpustakaan LKSA Widhya Asih yang Sudah Tidak Beroperasi C. Identifikasi dan Perumusan Masalah Berdasarkan uraian pendahuluan yang telah diuraikan, permasalahan yang dapat diidentifikasi dan diprioritaskan untuk ditangani adalah: 1) LKSA Widhya Asih belum memiliki perpustakaan/pojok membaca yang dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak.


5 2) Anak-anak LKSA Widhya Asih mayoritas masih berstatus sebagai peserta didik di instansi kependidikan, sehingga membutuhkan sarana meningkatkan pengetahuan melalui perpustakaan/pojok baca. 3) Anak-anak remaja rentan menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, seperti bermain bola atau game online. 4) Belum adanya program pengembangan karakter gemar membaca di LKSA Widhya Asih. Berdasar pada uraian identifikasi masalah tersebut, maka dapat diajukan rumusan masalah pada program ini, yaitu apakah program pengembangan pojok baca dapat meningkatkan karakter gemar membaca anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Widhya Asih? D. Tinjauan Pustaka 1. Pentingnya Gemar Membaca Gemar membaca adalah suatu kebiasaan yang dilakukan seseorang atau sebuah ketertarikan seseorang dalam membaca, mengoleksi juga senang mendalami sebuah buku dan beranggapan bahwa buku itu adalah sebuah sumber bacaan yang sangat bermanfaat dalam rangka menemukan hal-hal yang baru untuk dipelajari (Sugiarti, 2018). Gemar membaca adalah sikap yang muncul dari diri sendiri tanpa adanya paksaan dari siapapun, agar timbulnya rasa gemar baca seseorang harus diberikan sebuah motivasi atau sebuah gerakan yang rutin dalam kegiatan yang menuju ke arah gemar baca. Membaca sangat penting bagi kehidupan manusia. Kegiatan membaca buku merupakan kegiatan kognitif yang mencakup proses penyerapan pengetahuan, pemahaman, kemampuan analisis, kemampuan sintesis, dan kemampuan evaluasi. Dengan terbiasa membaca maka seseorang akan memiliki cakrawala pengetahuan yang luas, kreativitas terbuka, imajinasi tinggi, pemikiran yang maju dan berkembang serta menjadi cikal bakal pemberdayaan manusia yang cerdas dan berintelektual. Membaca adalah wujud dari sifat pembelajar. Sangat pantas jika buku disebut sebagai jendela dunia dan membaca merupakan investasi masa depan.(Shofaussamawati, 2014). Dengan membaca, wawasan semakin luas, dengan wawasan yang luas, cara berpikir akan berkembang dengan baik, dan tingkat kemampuan membaca semakin tinggi (Friantary, 2019). Kegemaran membaca memberikan dampak yang positif untuk anak. Karena minat baca yang sangat tinggi menjadikan minat belajar juga tinggi. Siswa yang senang


6 membaca akan mempunyai pengetahuan yang luas dari buku yang dibacanya (Ruslan & Wibayanti, 2019). Kegiatan membaca sebagai kebiasaan belajar sepanjang hidup yang didukung oleh kegemaran membaca yang harus dipelihara melalui lingkungan sekolah dan pendidikan formal (Rajaratnam, 2013). Meningkatkan kegemaran membaca siswa sangatlah penting untuk membangun pengetahuannya dan mengubahnya menjadi pelajar seumur hidup. Kegemaran membaca tidak hanya berguna untuk membangun kehidupan mereka sendiri, tetapi juga untuk berkontribusi positif dalam pembangunan sosioekonomi bangsa (Akanda, Hoq, & Hasan (2013). 2. Upaya Meningkatkan Gemar Membaca 1) Menyediakan berbagai buku yang tepat Malas pergi ke perpustakaan sekolah bukan berarti siswa tersebut memang tidak memiliki minat membaca. Bisa saja ada faktor tertentu yang membuat siswa enggan dan malas walaupun sebenarnya dia suka membaca buku. Salah satunya adalah minimnya koleksi buku yang menarik di perpustakaan. Fungsi perpustakaan memang diantaranya adalah tempat belajar selain ruang kelas. Namun hal tersebut tidak serta merta membuat sekolah hanya menyediakan buku-buku pelajaran saja di perpustakaan. Siswa sudah merasa lelah dan bosan belajar di kelas selama berjam-jam sehingga perlu refreshing. Perpustakaan bisa menjadi tempat yang enak dan nyaman bagi siswa untuk melepaskan penat jika disana tersedia berbagai buku dengan berbagai topik. Misalnya tentang teknologi, desain, tanaman, masakan dan sebagainya. Siswa bisa melepaskan lelah di perpustakaan sambil menambah pengetahuan yang tidak didapatkan dari pelajaran sekolah. 2) Bangun suasana yang menarik dan menyenangkan. Cara meningkatkan minat baca yaitu membangun suasana yang menyenangkan terutama di perpustakaan agar siswa betah di sana. Kesan yang selama ini ada yaitu perpustakaan adalah tempat yang membosankan. Sebaiknya sekolah membuat dan membangun suasana yang menyenangkan bagi siswa agar mereka senang dan nyaman berada di perpustakaan. Suasana yang menyenangkan tersebut bisa dibuat dengan menata rak buku sedemikian rupa agar space terlihat lebih leluasa, memberikan tempat duduk yang nyaman, lampu penerangan yang cukup dan sebagainya. Kalau perlu tambahkan juga beberapa poster yang menarik yang isinya kutipan-kutipan dari tokoh terkenal ataupun kalimat-kalimat motivasi.


7 3) Memanfaatkan Apa yang Ada di Sekitar Langkah selanjutnya adalah dengan memanfaatkan apa yang ada di sekitar, seperti buku komik, resep makanan, cerpen bergambar, dan sebagainya. Bacaan seperti ini memang memiliki kalimat yang sedikit dengan banyak gambar, akan tetapi hal ini dapat meningkatkan minat baca siswa karena tanpa disadari mereka akan membaca setiap kata. 4) Membuat dan Menempelkan Slogan Langkah selanjutnya adalah membuat slogan berisi pesan edukatif tentang membaca dengan gaya bahasa anak muda. Lalu menempelkan slogan ini di setiap lokasi yang sering dikunjungi siswa seperti ruang kelas, perpustakaan, aula sekolah, ruang guru, dan sebagainya. Dengan adanya slogan ini, mereka akan sering melihat dan teringat terus, lalu diharapkan para siswa dapat meningkatkan minat baca mereka. 5) Mengadakan Field Trip Cara meningkatkan minat baca siswa berikutnya adalah mengubah suasana. Hal ini dapat dilakukan dengan mengadakan field trip atau karyawisata mengunjungi toko buku dan perpustakaan selain di sekolah secara bersama-sama. Tentu ini merupakan hal yang seru serta pengalaman yang baru bagi para siswa karena dapat melihat ribuan buku berbeda dengan yang ada di sekolah. 3. Hakikat Pojok Baca Pojok baca atau sudut baca merupakan tempat yang terletak di sudut ruangan dan dilengkapi oleh koleksi bermacam-macam buku. Menurut Kemendikbud, pojok baca adalah sebuah tempat atau sudut di dalam suatu ruangan atau lingkungan, yang dirancang dan disediakan khusus untuk membaca buku atau bahan bacaan lainnya. (Rizka Viviana Masruroh, FKIP, 2016). Sudut Baca menurut Gipayana (2011:2) adalah sebuah ruang yang menyediakan buku-buku dengan jumlah banyak atau sedikit untuk dibaca, dipinjam, dan untuk melakukan aktivitas membaca (Ratmono, 2017). Sedangkan menurut Drs. H. Agus Maryono, M.Si. dari Universitas Negeri Yogyakarta, pojok baca adalah suatu tempat yang dirancang khusus untuk menumbuhkan minat baca masyarakat, terutama di kalangan pelajar. Pojok baca harus dilengkapi dengan berbagai macam bahan bacaan yang menarik, serta fasilitas


8 yang memadai agar para pengunjung dapat membaca dengan nyaman. Pojok baca tersebut biasanya dilengkapi dengan berbagai jenis buku, majalah, koran, atau bahan bacaan lainnya yang dapat dibaca oleh pengunjung. Pojok baca juga sering dilengkapi dengan tempat duduk yang nyaman dan pencahayaan yang memadai, sehingga para pengunjung dapat membaca dengan nyaman dan tidak merusak kesehatan mata mereka. Dari pengertian para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa pojok baca adalah sebuah tempat yang disediakan khusus untuk membaca berbagai macam bahan bacaan, dengan tujuan untuk meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat. Pojok baca harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memadai agar para pengunjung dapat membaca dengan nyaman dan mendapatkan manfaat dari kegiatan membaca tersebut. 4. Pojok Baca yang Ideal Pojok baca berbeda dengan perpustakaan karena sudut yang milik siswa dan merupakan bagian dari kelas mereka yang mana buku mudah diakses mereka. siswa memiliki kebebasan memilih buku-buku untuk diri mereka sendiri dan membaca berbagai buku-buku menarik yang ditampilkan. Menurut (Faiz, 2022) Pojok baca ini menyediakan peluang siswa untuk membaca secara mandiri serta terlibat dalam kegiatan membaca kelompok. Sudut baca adalah tanggung jawab kolektif guru dan siswa. Siswa harus diberikan tanggung jawab untukmenjaga buku-buku di pojok baca. Dengan adanya pojok baca dapat membuat ketertarikan dan minat siswa untuk sering berkunjung ke perpustakaandan di kelas di waktu luang bermain sambil belajar. Sehingga budaya literasi sekolah tetap berjalan. Pojok baca ini berdampak positif bagi perkembangan budaya literasi siswa. Adanya pojok baca memiliki tujuan untuk meningkatkan minat membaca siswa dan siswa dapat meminjam buku serta membaca kapan saja. Pojok baca adalah sebuah sudut baca di kelas yang dilengkapi dengan koleksi buku yang ditata secara menarik untuk menumbuhkan minat baca siswa (Faradina, 2017). Pojok baca ini sebagai perpanjangan dari fungsi perpustakaan Sekolah Dasar yaitu untuk mendekatkan buku kepada siswa, buku yang tersedia bukan hanya buku pelajaran tetapi terdapat juga buku non pelajaran. Senada dengan hal ini permendikbud tahun 2016 menjelaskan bahwa pojok baca merupakan sebuah ruangan yang terletak di sudut kelas yang dilengkapi dengan koleksi buku


9 dan berperan sebagai perpanjangan fungsi perpustakaan. Melalui sudut baca ini siswa dilatih untuk membiasakan membaca buku, sehingga menjadikan siswa gemar membaca. Pojok baca yang ideal yaitu: 1) Sebagai fasilitas tempat membaca yang membantu siswa untuk terus membaca di dalam kelas. 2) Sebagai bahan bacaan terdekat yang terdiri dari berbagai jenis buku mulai dari buku pelajaran sampai buku non pelajaran. 3) Tempat yang nyaman untuk membaca, tempat yang nyaman akan membuat siswa merasa senang berlama-lama di pojok baca untuk membaca buku yang terdapat di dalam pojok baca. 4) Tempat baca yang menarik perhatian siswa untuk terus membaca karena pojok baca di hias semenarik mungkin agar membuat siswa selalu ingin berkunjung di sana. Hal ini sesuai dengan pendapat yang menyatakan bahwa pojok baca adalah sebuah sudut baca di kelas yang dilengkapi dengan koleksi buku yang ditata secara menarik untuk menumbuhkan minat baca siswa (Faradina, 2017). 5. Manfaat Adanya Pojok Baca Fungsi dari adanya pojok baca itu sendiri yaitu untuk membiasakan anak/remaja membaca buku. Selain itu juga sebagai salah satu program untuk membrantas kebodohan. Selain itu anak/remaja dapat membaca buku di daerah pojok baca sembari mengisi waktu luang. Pojok baca memberikan pengaruh yang signifikaan dalam meningkatkan minat baca (Dafit dkk., 2020). Pojok baca dapat disetting dengan mendekatkan buku ke anak/remaja dengan cara membuat pojok baca yang ada disekitar mereka. Pembuatan pojok baca di sekitar lingkungan anak memiliki tujuan agar anak tertarik untuk dapat sering membaca (Wiratsiwi, 2020), selain dilengkapi dengan buku-buku bacaan yang berkualitas baik pojok baca hendaknya didesain sedemikian rupa untuk menciptakan kenyamanan bagi anak. Pada pojok baca bisa ditempelkan poster-poster yang berisi ilmu pengetahuan dan ajakan untuk menggiatkan literasi baca. Pengembangan minat baca anak/remaja melalui pojok baca memiliki beberapa manfaat, seperti: 1. Sudut baca dapat mendorong anak/remaja untuk lebih gemar membaca dan memiliki kemampuan berpikir yang baik


10 2. Untuk mendekatkan buku dengan anak/remaja. 3. Setiap saat anak/remaja dapat membaca buku tanpa harus ke perpustakaan karena tersedia buku non pelajaran pada pojok baca. E. Tujuan Pelaksanaan Program Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai adalah: 1. Mewujudkan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang maju dengan memiliki fasilitas pojok membaca. 2. Mewujudkan anak-anak LKSA yang cerdas dan berkarakter. 3. Mengoptimalkan waktu anak-anak dan remaja untuk memanfaatkan waktu di masa senggang. 4. Meningkatkan gemar membaca melalui infografis atau poster yang menarik. F. Luaran Program 1. Pojok baca 2. Poster 3. Video pelaksanaan program 4. Buku digital berbasis QR-Code 5. Hasil kuisioner G. Manfaat Pelaksanaan Program 1. Dapat mewujudkan fasilitas pojok membaca untuk kemajuan Lembaga Lesejahteraan Sosial Anak (LKSA) 2. Dapat mengwujudkan anak LKSA yang cerdas dan berkarakter 3. Dapat Mengoptimalkan waktu anak-anak dan remaja untuk memanfaatkan waktu di masa senggang. 4. Dapat meningkakan gemar membaca anak LKSA melalui infografis atau poster yang menarik. H. Kerangka Pemecahan Masalah Pemecahan masalah pada projek yang akan dilaksanakan, dilakukan dengan beberapa tahap yang selengkapnya dapat dilihat pada bagan alir berikut:


11 Gambar 3. Kerangka Pemecahan Masalah Berdasarkan diagram alir diatas, adapun penjabarannya adalah sebagai berikut. 1. Kegiatan projek ini dimulai dengan proses observasi keadaan lapangan untuk mengetahui keadaan sesungguhnya, minat baca dan hal lain yang mendukung projek ini. Observasi dilakukan dengan mewancarai ketua panti, staff office dan beberapa anak. Selain itu, hasil wawancara juga didukung dengan hasil kajian atau studi literatur yang dilakukan. 2. Tahap penyusunan proposal dilaksanakan bersama anggota kelompok sebagai gambaran projek yang akan diimplementasikan. Proposal ini kemudian akan dibimbingkan kepada dosen pembimbing dan juga ketua panti. 3. Kegiatan verifikasi atau perizinan dilaksanakan oleh ketua panti dengan menganalisis proposal yang telah disusun. Mulai Observasi Penyusunan Proposal Projek Perizinan/Verifikasi Persiapan Pelaksanaan/Perealisasia n Evaluasi Analisis Data Pelaporan Wawancara Studi Literatur


12 4. Pada tahap persiapan, anggota kelompok menyiapkan hal-hal yang mendukung proses perealisasian projek ini, seperti membentuk kepanitiaan dan menyiapkan bahan-bahan untuk membuat pojok perpustakaan. 5. Pada tahap pelaksanaan, seluruh anggota kelompok memulai mewujudkan apa yang telah dirancang pada tahap sebelumnya. Kegiatan ini melibatkan anak-anak lembaga, staff office lembaga dan ketua panti. 6. Pada tahap evaluasi, dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana dampak atau keberhasilan dari projek yang telah dilaksanakan. 7. Analsis dilakukan melalui kegiatan refleksi atau emberian umpan balik oleh anak, ketua panti dan staff mengenai kegiatan ini untuk mengetahui aspek-aspek yang dapat ditingkatkan kedepannya. 8. Pada tahap pelaporan dilaksanakan dengan menyusun laporan kegiatan projek yang kemudian disampaikan kepada dosen pembimbing serta pengampu mata kuliah. I. Khalayak Sasaran Strategis Projek ini dilaksanakan untuk anak-anak yang berada di LKSA Widya Asih Singaraja, yang berjumlah 40 anak yang tinggal di dalam lembaga dan 35 yang berbasis keluarga (merupakan anggota lembaga akan tetapi tinggal bersama keluarga). Kegiatan ini mengikutsertakan mahasiswa PPG Prajabatan Rumpun Ilmu Pendidikan sebanyak 10 orang, 1 staff office lembaga, dan 1 ketua panti/lembaga, sehingga total peserta yang mengikuti kegiatan projek ini adalah 93 peserta. Pelaksanaan projek ini difokuskan pada pengadaan pojok baca untuk meningkatkan minat baca anak. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring (realtime) di LKSA Widya Asih yang bertempat di Jalan Wr. Supratman, Singaraja. J. Metode Pelaksanaan Program 1. Langkah atau Tahapan Pelaksanaan Program Adapun tahapan atau langkah-langkah yang ditempuh untuk melaksanakan perencanaan terhadap permasalahan yang dihadapi seperti yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya yaitu: a) Menghadap kepala LKSA Widhya Asih Singaraja Children’s Home dan meminta izin untuk melaksanakan observasi terkait dengan permasalahan yang dihadapi mengenai penataan perpustakaan mini.


13 b) Menggali informasi terkait dengan keadaan atau kondisi perpustakaan di LKSA Widhya Asih Singaraja Children’s Home. c) Melakukan pengamatan terkait dengan kondisi perpustakaan di LKSA Widhya Asih Singaraja Children’s Home. d) Mencatat hasil pengamatan. e) Menganalisis hasil pengamatan dan wawancara terkait dengan kondisi perpustakaan yang terdapat di LKSA Widhya Asih Singaraja Children’s Home, kemudian merumuskan solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. f) Menyusun jadwal pelaksanaan program untuk pemecahan masalah. g) Konsultasi bersama Dosen Pembimbing Proyek Kepemimpinan (DPK). h) Pelaksanaan program yang diawali dengan penggalangan dana untuk donasi buku ke perpustakaan mini/pojok baca, kemudian dilanjutkan dengan penataan perpustakaan mini/pojok baca, dan diakhiri dengan pemberian sosialisasi pentingnya karakter gemar membaca. i) Pelaporan hasil pelaksanaan program. 2. Metode Pendekatan Adapun metode pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi yaitu dengan sosialisasi, penggalangan donasi buku, dan penataan pojok baca. Metode pendekatan ini termasuk ke dalam metode pendekatan pengabdian kepada masyarakat. K. Rancangan Program Pada tahap pertama, kegiatan yang akan dilakukan yaitu memohon izin kepada kepala LKSA kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan observasi terkait dengan penataan perpustakaan mini/pojok baca di LKSA Widhya Asih Singaraja Children’s Home yang akan dijadikan sebagai bahan analisis kebutuhan. Pada tahap kedua, setelah menganalisis kebutuhan kemudian akan dirancang sebuah program yang dapat digunakan sebagai solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan yang terdapat pada LKSA Widhya Asih Singaraja Children’s Home. Setelah rancangan program telah rampung, maka akan dirancang jadwal untuk


14 melaksanakan program tersebut. Tidak lupa, dalam proses perancangan tersebut, tim selalu melakukan konsultasi dengan Dosen Pembimbing Proyek Kepemimpinan (DPK). Pada tahapan yang ketiga, akan dilaksanakan program-program yang telah dirancang sebelumnya. Adapun program tersebut yaitu penggalangan donasi buku, penataan pojok baca, dan sosialisasi kepada anak-anak LKSA Widhya Asih Singaraja Children’s Home tentang pentingnya karakter gemar membaca. Kegiatan penggalangan dana buku rencananya akan dilakukan dengan menyebarkan pamphlet di media sosial. Tahapan keempat yaitu tahap terakhir yaitu menyusun laporan hasil kegiatan program yang telah dilaksanakan, kemudian melakukan pelaporan terkait dengan kegiatan yang telah dilaksanakan kepada Dosen Pembimbing Proyek Kepemimpinan (DPK). Laporan yang telah dibuat tersebut selanjutnya akan dipublikasikan. Adapun gambaran rancangan program dapat dilihat pada gambar 4 berikut. Gambar 4. Alur Rancangan Program L. Jadwal Kegiatan Program No. Kegiatan Bulan Mar Apr Mei Juni Juli Agst 1. Melakukan penjajagan dan observasi ke LKSA. 2. Tahap perancangan program. 3. Tahap penggalangan donasi buku Tahap 1 Permohonan Izin Observasi Analisis Kebutuhan Tahap 2 Perancangan Program Perancangan Jadwal Pelaksanaan Program Konsultasi Tahap 3 Pelaksanaan Sub Program 1 (Penggalangan Donasi Buku) Pelaksanaan Sub Program 2 (Penataan Pojok Baca) Pelaksanaan Sub Program 3 (Sosialisasi) Tahap 4 Penyusunan Laporan Hasil Kegiatan Pelaporan Hasil Kegiatan Publikasi


15 No. Kegiatan Bulan Mar Apr Mei Juni Juli Agst 4. Tahap penataan pojok baca 5. Tahap sosialisasi 6. Pembuatan laporan


16 Daftar Rujukan Agustina, N., Ramdhani, I. S., & Enawar, E. (2022). Analisis Gerakan Literasi Pojok Baca Terhadap Minat Baca Kelas 4 SDN Bojong 04. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 4(5), 1999-2003. Akanda, E. A., Hoq, K. M. G., Hasan, N. (2013). Reading Habit of Students in Social Sciences and Arts: A Case Study of Rajshahi University.International Electronic Journal, Vol.35,No.61 Aswat, H., Nurmaya, G., & Lely, A. (2020). Analisis Gerakan Literasi Pojok Baca Kelas Terhadap Eksistensi Dayabaca Anak di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 4(1), 70-78. Dafit, F., Mustika, D., & Melihayatri, N. (2020). Pengaruh Program Pojok Literasi Terhadap Minat Baca Mahasiswa. Jurnal Basicedu, 4(1), 117-130. Faiz, A. (2022). Pemanfaatan Pojok Baca dalam Menanamkan Minat Baca Siswa Kelas 3 Di SDN 1 Semplo. Jurnal Lensa Pendas, 7(1), 58-66. Faradina, N. (2017). Pengaruh Program Gerakan Literasi Sekolah terhadap Minat Baca Siswa di SD Islam Terpadu Muhammadiyah An-Najah Jatinom Klaten. Hanata Widya, 6 (8), 60-69. Febriandari, E. I. (2019). Penanaman nilai karakter gemar membaca berbasis pembiasaan dan keteladanan terhadap kemampuan berbahasa siswa sekolah dasar. Al-Mudarris: Journal Of Education, 2(2), 211-223. Friantary, H. (2019). Budaya Membaca Sebagai Upaya Peningkatan. Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(1), 66–70. Hardiawan, F. E., Rifa’i, Q. I., & Mahardhani, A. J. (2021). Menumbuhkan Karakter Gemar Membaca melalui Komunitas Gubuk Literasi Pada Masa Pandemi. KoPeN: Konferensi Pendidikan Nasional, 3(1), 245-252. Hidayatulloh, P., Solihatul, A., Setyo, E., Fanantya, R. H., Arum, S. M., Istiqomah, R. T. U. N., & Purwanti, S. N. (2019). Peningkatan Budaya Literasi melalui Kegiatan Pojok Baca di SD Muhammadiyah Plus Malangjiwan Colomadu. Buletin Literasi Budaya Sekolah, 1(1). Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan. 2016. Panduan Pemanfaatan Dan Pengembangan Sudut Baca Kelas Dan Area Baca Sekolah Untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Direktorat jenderal pendidikan dasar dan menengah Kementrian pendidikan dan kebudayaan Putri, G. A. T. M., & Rati, N. W. (2022). Reading Problems in Grade II Elementary School Students. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 6(2), 244-252.Untuk Kemajuan Indonesia. Journal of Education and Technology, 1(2), 87-92. Ratmono, D. (2017). Konsep dan Perencanaan Pojok Baca Ombudsman Dalam Meningkatkan Minat Baca dan Pengetahuan Masyarakat di Indonesia Terhadap Ombudsman RI. 30–41. Rizka Viviana Masruroh, FKIP, U. (2016). Analisis Pemanfaatan Sudut…, Rizka Viviana


17 Masruroh, FKIP, UMP, 2017 8. 8–25. Ruslan & Wibayanti. (2019). Pentingnya Meningkatkan Minat Baca Siswa. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Pgri Palembang, 767–775. www.perpusnas.go.id Savitra, N. (2022). Pemanfaatan Pojok Baca dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa di Kelas VA pada MIN 4 Banda Aceh (Doctoral dissertation, UIN Ar-Raniry). Shofaussamawati. (2014). Menumbuhkan Minat Baca dengan Pengenalan Perpustakaan pada Anak Sejak Dini. Libraria, 2(1), 46–59. Sugiarti, S. (2018). Pengaruh Faktor Partisipasi Masyarakat dalam Program Kampung Literasi Terhadap Perilaku Gemar Baca. Universitas Pendidikan Indonesia. Syafril, M. P., & Zen, Z. (2019). Dasar-dasar ilmu pendidikan. Prenada Media. Wiratsiwi, W. (2020). Penerapan Gerakan Literasi Sekolah Di Sekolah Dasar. Refleksi Edukatika: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 10(2), 230-238. Yaumi, Muhammad. (2014). Pendidikan Karakter, Pilar, Dan Implementasi. Jakarta: Prenada media Group.


18 Lampiran-Lampiran 1. Template Profil Projek Identitas Projek Nama Projek Pengembangan Pojok Baca sebagai Upaya Meningkatkan Karakter Gemar Membaca Anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Widhya Asih Lokasi Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Widhya Asih Singaraja Children’s Home Jl. WR. Supratma, Gg Undis, Penarukan Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali Waktu Pelaksanaan Mei - Juli 2023 Koordinator I Gusti Ngurah Kade Angga Juliartawan 2. Template Alur Kegiatan Templat Work Breakdown Structure Tahap Output Outcome Target Keterangan Pengurusan Ijin 1. Ijin kekampus 2. Ijin ke LKSA Panti Asuhan mitra Mendapat ijin dan dukungan dari semua pihak terkait 1 (Satu Minggu) Dilaksanakan oleh I Gusti Ngurah Kade Angga Juliartawan Menghubungi para mitra pelaksana dan membuat kontrak Kontak Kepala LKSA Widhya Asih Memperoleh partisipasi dan informasi yang mampu melancarkan proyek sesuai dengan rencana yang telah di susun sebelumnya. 1 (Satu minggu) Dilaksanakan oleh I Gusti Ngurah Kade Angga Juliartawan dan dibantu oleh Komang Nic Yadnya Pradipta Mempersiapkan sumber daya lainnya Persiapan tempat, serta keperluan lain (rak buku, buku bacaan, mading, dll) Mendapatkan barang-barang untuk pembuatan pojok baca 2 (Dua Minggu) Dilaksanakan oleh seluruh mahasiswa kelompok projek perpustakaan Melaksanakan program Melaksanakan program pembuatan pojok baca di tempat yang telah ditentukan dan melaksanakan sosialisasi Seluruh warga panti asuhan dapat menggunakan pojok baca secara maksimal untuk mengisi waktu luang 2 (Dua minggu) Dilaksanakan oleh seluruh mahasiswa kelompok projek perpustakaan dan seluruh warga panti asuhan


19 mengenai penggunaan pojok baca kepada warga panti asuhan Melakukan pemantauan Memantau kegiatan membaca buku oleh anak-anak panti asuhan Anak-anak panti asuhan memiliki kebiasaan membaca setiap hari 1 (satu minggu) Dilaksanakan oleh Bapak Prof. Dr. I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pembimbing dan seluruh anggota pelaksana Melakukan evaluasi dan perumusan pembelajaran 1. Melakukan evaluasi hasil kerja target sasaran 2. Melakukan evaluasi berjalannya kegiatan pengembanga n pojok baca dan sosialisasi 3. Melakukan refleksi kegiatan yang sudah terlaksana Mengetahui kekurangan dan kelebihan terlaksananya program yang akan digunakan pada perbaikan kedepannya 1 (Satu Minggu) Dilaksanakan oleh seluruh mahasiswa kelompok perpustakaan dan berkoordinasi dengan dosen pembimbing dan kepala sekolah 3. Perencanaan waktu kegiatan Template Perencanaan Waktu/Alokasi Kegiatan Nama kegiatan Output Rencana waktu pelaksanaan Pihak yang bertanggung jawab Keterangan Pengembangan Pojok Baca sebagai Upaya Meningkatkan Karakter Gemar Membaca Anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak 1. Berkoordinasi dengan Dosen Pembimbing dan Pihak LKSA Widhya Asih dalam Perencanaan pelaksanaan Program Perpustakaan 2. Pengadaan bahan bacaan melalui Mei – Juli 2023 1. Bapak Prof. Dr. I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd. : Selaku Dosen Pembimbing Mata Kuliah Projek Kepemimpinan 2. Mahasiswa PPG Prajabatan Gel. II, Kelompok Tempat pelaksanaan projek : Lembaga Kesejahteraan Sosial dan Anak Widhya Asih, Singaraja.


20 Widhya Asih open donasi. 3. Menata pojok baca 4. Pelaksanaan sosialisasi kepada anak-anak LKSA tentang pentingnya karakter gemar membaca 5. Melaksanakan evaluasi pelaksanaan program perpustakaan. Perpustakaan Selaku Pelaksana Kegiatan Mata Kuliah Projek Kepemimpinan


21 4. Perencanaan anggaran kegiatan Template Perencanaan Anggaran Kegiatan Nama kegiatan Jumlah anggaran Rencana (waktu) meminta anggaran Penanggung jawab laporan keuangan Penanggung jawab verifikasi laporan keuangan Keterangan Pengembangan Pojok Baca sebagai Upaya Meningkatkan Karakter Gemar Membaca Anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Widhya Asih Rp. 300.000 1 minggu Ni Putu Shelia Pratiwi Ni Putu Shelia Pratiwi Pembelian rak buku untuk pojok baca Rp. 100.000 1 minggu Ni Putu Shelia Pratiwi Ni Putu Shelia Pratiwi Pembelian alatalat dan perlengkapan menata pojok baca Rp. 100.000 1 minggu Ni Putu Shelia Pratiwi Ni Putu Shelia Pratiwi Mencetak pamflet/poster gemar membaca Rp. 100.000 1 minggu Ni Putu Shelia Pratiwi Ni Putu Shelia Pratiwi Mencetak buku digital berbasis QR-Code Jumlah Rp. 600.000 5. Perencanaan Standar Kualitas Standar Kualitas Nama Kegiatan Standar Kualitas yang diharapkan Pihak yang bertanggung jawab Pihak yang melakukan verifikasi atas kualitas Pengembangan Pojok Baca sebagai Upaya Meningkatkan Karakter Gemar Membaca Anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Widhya Asih Terwujudnya pojok membaca di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Widhya Asih Seluruh mahasiswa kelompok projek perpustakaan Dosen pembimbing Adanya hasil kuisioner anak-anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Widhya Asih, yang menunjukan peningkatan karakter gemar membaca Seluruh mahasiswa kelompok projek perpustakaan Dosen pembimbing


22 6. Profil Team Member dan Peran Masing-Masing Profil Team Member dan peran masing-masing Nama Tugas dan tanggung jawab No. Telepon Email Alamat Rumah I Gusti Ngurah Kade Angga Juliartawan Koordinator (Mengkoordinasi jalannya Kegiatan secara keseluruhan) 085847492357 [email protected] Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng Komang Nic Yadnya Pradipta Wakil Koordinator (Membantu koordinator dalam menghandle jalannya kegiatan) 089607073893 [email protected] Desa Banyuning, Kecamatan Buleleng Luh Mariantini Sekretaris 1 (Membuat templatetemplate yang harus diperlukan dan mencatat segala masukan) 085903796945 [email protected] Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada Ketut Fina Kristina Sekretaris 2 (Menyiapkan media presentasi dan mencatat segala masukan) 083116020285 [email protected] Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada Ni Putu Shelia Pratiwi Bendahara 1 (Membawa uang kegiatan dan berkoordinasi dengan koordinator kelompok) 085739257248 [email protected] Desa Banyuning, Kecamatan Buleleng Kadek Perdinna Tri Astiwi Bendahara 2 (Mencatat pemasukan dan pengeluaran dari pelaksanaan projek, dan membuat pelaporan) 082146250201 [email protected] Desa Bebetin, Kecamatan Sawan Putu Ari Mulya Lestari Sie Acara (Menyusun rancangan sub program Sosialisasi Pentingnya Karakter Gemar Membaca) 085857287080 [email protected] Desa Banyuning, Kecamatan Buleleng Ni Putu Diani Asri Sie Perlengkapan (Mempersiapkan peralatan-peralatan 087740094223 [email protected] Desa Sukasada, Kecamatan Sukasada


23 yang dibutuhkan untuk pelaksanaan projek) Ni Nyoman Priyani Sie Perlengkapan (Mempersiapkan peralatan-peralatan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan projek) 088219257678 [email protected] Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan I Ketut Rauh Supartayasa Sie Publikasi, Dekorasi, Dokumentasi (Mempersiapkan link pertemuan, membuat tamplet sosial media, dan mempublikasikan pelaksanaan projek) 085804852597 [email protected] Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada 7. Mitra Pelaksana Template Mitra Pelaksana Nama Peran Anggota tim yang bertanggung jawab Tugas anggota tim Alokasi sumber daya (Anggaran/mesin/ waktu/dll) Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Widhya Asih Sasaran Pelaksanaan Projek 1. I Gusti Ngurah Kade Angga Juliartawan 2. Komang Nic Yadnya Pradipta 3. Luh Mariantini 4. Ketut Fina Kristina 5. Ni Putu Shelia Pratiwi 6. Kadek Perdinna Tri Astiwi 7. Putu Ari Mulya Lestari 8. Ni Putu Diani Asri 9. Ni Nyoman Priyani 10. Ketut Rauh Supartayasa Pelaksana Program Pengembangan Pojok Baca sebagai Upaya Meningkatkan Karakter Gemar Membaca Anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Widhya Asih -


24 8. Kontrak Pelaksana Tugas Template Kontrak Pelaksana Tugas Nama Projek Pengembangan Pojok Baca sebagai Upaya Meningkatkan Karakter Gemar Membaca Anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Widhya Asih Kontrak ini dibuat untuk: Projek Kepemimpinan Mahasiswa PPG Prajabatan Gel. II, LPTK Universitas Pendidikan Ganesha Peran anda Koordinator Tim Wilayah Buleleng Koordinasi kepada Ketua LKSA Widhya Asih (Frenkky Wardana) Dosen Pembimbing (Prof. Dr. I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd.) Detail kontak anda I Gusti Ngurah Kade Angga Juliartawan Whatsapp (085847492357) Tugas dan kewajiban anda Melaksanakan kegiatan Pengembangan Pojok Baca sebagai Upaya Meningkatkan Karakter Gemar Membaca Anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Widhya Asih Ruang Lingkup kegiatan Pendidikan Ukuran prestasi/keberhasilan Terwujudnya pojok membaca di LKSA Widhya Asih, dan adanya hasil kuisioner yang menunjukan peningkatan karakter gemar membaca anak-anak LKSA Widhya Asih Honoranium (Bila ada) - Ketentuan honorarium - Tanggal Mulai Bulan Mei 2023 Tanggal Selesai Bulan Juli 2023 Penerima Kerja, Frenkky Wardana (Ketua LKSA Widhya Asih) Pemberi kontrak I Gusti Ngurah Kade Angga Juliartawan (Koordinator Kelompok Projek Perpustakaan) 9. Jalur Komunikasi Template jalur komunikasi Nama Lapor kepada Media komunikasi Frekuensi laporan (setiap hari/satu kali seminggu/lainnya) I Gusti Ngurah Kade Angga Juliartawan (Koordinator Kelompok) Dosen Pembimbing dan Ketua LKSA Widhya Asih WhatsApp Satu kali dalam seminggu


25 Luh Mariantini (Sekretaris 1) Koordinator Kelompok WhatsApp Satu kali dalam semingu Ni Putu Shelia Pratiwi (Bendahara 1) Koordinator Kelompok WhatsApp Satu kali dalam seminggu Putu Ari Mulya Lestari (Sie Acara) Koordinator Kelompok WhatsApp Satu kali dalam seminggu Ni Putu Diani Asri (Sie Perlengkapan) Koordinator Kelompok WhatsApp Satu kali dalam seminggu Ketut Rauh Supartayasa (Sie Publikasi, Dekorasi, dan Dokumentasi) Koordinator Kelompok WhatsApp Satu kali dalam seminggu 10. Template Pemantauan Atas Waktu Templat Pemantauan atas Waktu Pelaksanaan Nama Kegiatan Waktu yang direncanakan Waktu Kesesuaian dengan rencana (Ada Penyimpangan/ Sesuai Rencana) Keterangan (Alasan adanya Penyimpangan) Rekomend asi untuk perbaikan Berkoordinasi dengan Dosen Pembimbing dan Pihak LKSA Widhya Asih dalam Perencanaan pelaksanaan Program Perpustakaan Bulan Maret 15 Maret 2023 Sesuai dengan yang telah direncanakan - - Pengadaan bahan bacaan melalui open donasi. Bulan AprilMei Akhir bulan April hingga bulan Mei Sesuai dengan yang direncanakan - - Menata pojok baca. Bulan AprilJuni Akhir bulan Mei hingga Juni Sesuai dengan yang direncanakan - - Pelaksanaan sosialisasi kepada anakanak LKSA tentang pentingnya Bulan Juli 8 dan 15 Juli 2023 Sesuai dengan yang direncanakan - -


26 karakter gemar membaca. Melaksanakan evaluasi pelaksanaan program perpustakaan. Bulan Juli 2 minggu pada akhir bulan Juli 2023 Sesuai dengan yang direncanakan - - 11. Template Pemantauan Atas Kualitas Templat Pemantauan atas Kualitas Deliverables Nama Kegiatan Standar Kualitas yang diharapkan Standar kualitas yang dicapai Rekomendasi untuk perbaikan Pengembangan Pojok Baca Sebagai Upaya Meningkatkan Gemar Membaca Pada Anak 1. Terwujudnya pojok baca dengan kualitas minimal baik. 2. Adanya hasil kuisioner yang menunjukan peningkatan karakter gemar membaca anak di LKSA Widhya Asih 1. Ada penilaian menggunakan Rating Scale oleh Dosen Pembimbing 2. Adanya respon positif terhadap karakter gemar membaca - 12. Template Pemantauan Atas Anggaran Pemantauan atas Anggaran Nama Kegiatan Anggaran yang direncanakan Anggaran yang digunakan Kesesuaian dengan Rencana (Ada Penyimpangan /Sesuai Rencana) Keterangan (Alasan adanya penyimpangan) Rekomendasi untuk perbaikan Pembelian rak buku untuk pojok baca Rp. 300.000 - Kemungkinan ada pembengkakan anggaran Belum mengetahui harga barang yang akan digunakan dan kemungkinan adanya biaya tak terduga. Berkoordinasi dengan pihak mitra yaitu Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Widhya Asih Singaraja dan Dosen Pembimbing.


27 Pembelian alat-alat dan perlengkapan menata pojok baca Rp. 100.000 - Kemungkinan ada pembengkakan anggaran Belum mengetahui harga barang yang akan digunakan dan kemungkinan adanya biaya tak terduga. Berkoordinasi dengan pihak mitra yaitu Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Widhya Asih Singaraja dan Dosen Pembimbing. Mencetak pamflet/poster gemar membaca Rp. 100.000 - Sesuai Anggaran - Anggaran sudah sesuai rencana Mencetak buku digital berbasis QRCode Rp. 100.000 - Sesuai Anggaran - Anggaran sudah sesuai rencana 13. Template Penilaian/Asesmen Manfaat Program Templat Penilaian (Assessment) Manfaat Program 1. Nama Kegiatan dimana Anda terlibat: .... Meningkatkan karakter gemar membaca dengan mengadakan pojok baca 2. Waktu Pelaksanaan: .. Bulan Mei-Juli 2023 3. Tempat Pelaksanaan: Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Widhya Asih Singaraja 4. Jelaskan apa manfaat utama yang anda rasakan dari kegiatan tersebut: Mampu meningkatkan karakter gemar membaca pada anak-anak yang tinggal di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Widhya Asih Singaraja. 5. Jika manfaat yang diperoleh diberi nilai antara 1- 10 (Nilai 1 =buruk; Nilai 10 = Bagus sekali), berapa nilai yang akan anda berikan? Nilai yang akan kami berikan adalah 8 masuk pada kategori bagus. 6. Beri nilai antara 1-10 (Nilai 1 = buruk; Nilai 10 = Bagus sekali) atasketerampilan Fasilitator: 8 7. Beri nilai antara 1-10 (Nilai 1 = buruk; Nilai 10 = Bagus sekali) atas kelancaran/profesionalisme pelaksanaan projek/ kegiatan: 8 8. Beri masukan Anda kepada Fasilitator: ... Menyampaikan atau menjelaskan pentingnya manfaat membaca bagi anakanak. 9. Beri masukan kepada penyelenggara projek/ kegiatan: .... Carilah referensi buku atau koleksi buku yang akan di pajang pada pojok membaca yang dapat menarik minat membaca siswa.


28 14. Template Laporan Evaluasi Manfaat Program Templat Laporan Evaluasi Manfaat Program Siapa saja pihak yang terlibat 1. Mahasiswa PPG Prajabatan Sebgaai Pelaksana Kegiatan 2. Dosen Pembimbing sebagai pembimbing dan penanggung jawab 3. Warga Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Widhya Asih sebagai penerima manfaat Manfaat yang tercipta pelatih Manfaat yang tercipta Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang II Manfaat yang tercipta untuk Mitra Pelaksana: Kampus UNDIKSHA dan LKSA Widhya Asih Singaraja Manfaat yang tercipta bagi Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Widhya Asih Singaraja Rekomendasi untuk Perbaikan 1. Membantu meningkatk an wawasan anak-anak LKSA. 1. Meningkatkan rasa kepedulian mahasiswa PPG Prajabatan untuk mengabdi pada masyarakat 1. Bisa mengimplemen tasikan ajaran Tri Hita Karana pada dimensi Pawongan. 1. Ketua LKSA beserta anak-anak yang berada di LKSA merasa sangat senang dan antusias menyambut kedatangan mahasiswa PPG Prajab untuk melaksanakan projek meningkatkan gemar membaca. 2. Menam bah ilmu pengeta huan anakanak LKSA 2. Meningkatkan kesadaran bahwa sebagai mahluk sosial harus saling membantu. 2. Meningkatkan kualitas membaca anak-anak LKSA 15. Template Laporan Akhir Projek Templat Laporan Akhir Projek Telah terlaksana Projek sebagai berikut Nama Projek: Lokasi: Waktu Pelaksanaan: Koordinator: Pengembangan Pojok Baca Sebagai Upaya Meningkatkan Gemar Membaca Pada Anak Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Widhya Asih, Singaraja Maret-Juli 2023 I Gusti Ngurah Kadek Angga Juliartawan


29 Hasil Evaluasi Manfaat projek Dengan adanya evaluasi pelaksanaan kegiatan tersebut, tim projek mengetahui kelebihan dan kekurangan projek dan dapat menetentukan keberlanjutan dari program pengembangan pojok baca sebagai upaya meningkatkan karakter gemar membaca anak di lembaga kesejahteraan sosial anak widhya asih singaraja Pembelajaran yang dapat diambil dari Projek ini: 1. Adanya kesadaran tentang pentingnya kegiatan membaca 2. Adanya pengetahuan untuk memanfaatkan fasilitas yang ada menjadi hal yang bermanfaat 3. Bertambahnya pengetahuan tentang pengadaan buku digital Rekomendasi untuk perbaikan (improvement) program berikutnya Pengelolaan keberlanjutnya projek ini sangatlah penting untuk diperhatikan agar pemanfaatkan dan pemeliharaan berlangsung dengan optimal. Singaraja, 15 Maret 2023 Koordinator Kelompok I Gusti Ngurah Kadek Angga Juliartawan NIM. 2264803049 16. Template Rencana Komunikasi Templat Rencana Komunikasi Kepada siapa Komunikasi akan disampaikan 1. Dosen Pengampu Mata Kuliah 2. Kepala LKSA Tujuan Komunikasi kepada pihak tersebut Mendiskuiskan Pelaksanaan Program “Program Pengembangan Pojok Baca Sebagai Upaya Meningkatkan Karakter Gemar Membaca Anak Di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Widhya Asih Singaraja” yang akan dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2023 Media Komunikasi yang digunakan 1. Pertemuan tatap muka dan daring dengan dosen pengampu mata kuliah 2. Pertemuan tatap muka dengan Kepala LKSA 3. Whatshapp 4. Zoom Konten/Isi komunikasi yang menurut anda penting untuk dikomunikasikan pada masing-masing media 1. Tujuan program 2. Rencana pelaksanaan program 3. Proses pelaksanaan projek dari awal hingga akhir 4. Dokumentasi


30 5. Hasil evaluasi manfaat dan refleksi Templat Perencanaan Detail Komunikasi Anggaran 1. Pertemuan tatap muka dan daring dengan dosen pengampu mata kuliah Rp. 0 2. Pertemuan tatap muka dengan Kepala LKSA Rp. 0 3. Komunikasi virtual via whatshapp dan zoom Rp. 0 Total Anggaran : Rp. 0 Pihak yang bertanggung jawab (Persons in Charge-PIC) 1. Pertemuan tatap muka dan daring dengan dosen pengampu mata kuliah Koordinator kegiatan 2. Pertemuan tatap muka dengan Kepala LKSA Luh Mariantini, I Ketut Rauh Supartayasa, I Gusti Ngurah Kade Angga Juliartawan, Ni Putu Diani Asri Dan Ni Nyoman Priyani 3. Komunikasi virtual via whatshapp dan zoom Putu Ari Mulya Lestari, Ni Putu Shelia Pratiwi, Komang Nic Yadnya Pradipta, Ketut Fina Kristina Dan Kadek Perdinna Tri Astiwi Frekuensi 1. Pertemuan tatap muka dan daring dengan dosen pengampu mata kuliah Sesuai dengan jadwal perkuliahan atau waktu tambahan yang diperlukan 2. Pertemuan tatap muka dengan Kepala LKSA 1 (Satu) kali setiap bulan selama periode waktu pelaksanaan program 3. Komunikasi virtual via whatshapp dan zoom Dilakukan apabila terjadi hal-hal yang sifatnya urgent untuk didiskusikan bersama


Click to View FlipBook Version