Perubahan Lingkungan Hand Out Nama Kelas ..........................................
A. Definisi Lingkungan Hidup Pengertian lingkungan hidup dalam Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan umum serta makhluk hidup lain. Berdasarkan pengertian diatas, pengertian lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk didalamnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain B. Hukum Lingkungan Berdasarkan aspek, maka hukum lingkungan meliputi hukum tata lingkungan, hukum perlindungan lingkungan, hukum kesehatan lingkungan, hukum pencemaran lingkungan, hukum lingkungan internasional, hukum perselisihan lingkungan. Dalam penyimpulannya, mengemukakan bahwa hukum lingkungan adalah hukum yang mengatur tatananan lingkungan untuk mencapai keselarasan hubungan antara manusia dengan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan hidup sosial budaya. Dari pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian hukum lingkungan ialah keseluruhan peraturan yang mengatur tentang tatanan lingkungan untuk mencapai keselarasan hubungan manusia dengan lingkungan yang pelaksanaan peraturan tersebut dapat dipaksakan dengan sanksi oleh penguasa/pihak berwenang. C. Pembangunan Berwawasan Lingkungan Pembangunan berwawasan lingkungan menurut Pasal 1 Angka 3 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah upaya terencana yang memadukan aspek lingkungan, ekonomi dan sosial kedalam strategi pembangunan untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup. Pembangunan dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu hidup manusia. Pada pelaksanaannya, pembangunan dihadapkan pada dua sisi, yaitu jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertambahan yang tinggi dan sumber daya alam yang terbatas. Untuk menyelesaikannya dengan cara pengelolaan sumber daya alam dengan bijaksana, pembangunan yang berkesinambungan sepanjang masa dan peningkatan kualitas hidup D. Pencemaran Dan Perusakan Lingkungan 1. Definisi Pencemaran Lingkungan Pencemaran menurut SK Menteri Kependudukan Lingkungan Hidup No 02/MENKLH/1988, adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam air/udara, dan/atau berubahnya tatanan (komposisi) air/udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya 2. Jenis-Jenis Pencemaran Lingkungan Lingkungan dibentuk oleh kegiatan yang dilakukan manusia. Perubahan yang terjadi pada lingkungan akan mempengaruhi kehidupan manusia dan makhluk hidup lain baik langsung maupun tidak langsung. Istilah pencemaran digunakan untuk melukiskan bagaimana keadaan alam yang lebih berat dri sekedar pengotoran saja. Dalam perkembangannya, istilah pencemaran lingkungan mengalami kekhususan yaitu pencemaran udara, air,dan tanah. Setiap pencemaran berasal dari sumber tertentu. Sumber ini sangat penting karena dapat dijadikan pedoman untuk menghilangkan pencemaran pada lingkungan.
Jenis-jenis pencemaran lingkungan, antara lain: a. Pencemaran Air Air merupakan salah satu komponen yang dibutuhkan oleh manusia dan makhluk hidup lain. Pencemaran air merupakan perubahan yang terjadi pada penampungan air, seperti danau, sungai, rawa dan laut akibat kegiatan manusia. Pengertian pencemaran air menurut Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Pencemaran air disebabkan oleh berbagai hal dan karakteristeik berbedabeda, contohnya: sampah organik, limbah rumah tangga, dan limbah industri. Untuk itu, diperlukan upaya pengendalian terhadap sumber air supaya kualitas air tetap terjaga dan sesuai dengan mutu air. Pengendalian pada sumber air dilakukan dengan cara memelihara fungsi air dan memenuhi baku mutu air. Pencemaran air dapat mengakibatkan gangguan hidup makhluk lain. Gangguan tersebut antara lain: gangguan fisik terhadap badan air yang menyangkut suhu, bau, rasa dan kekeruhan, gangguan kimia terhadap badan air adanya senyawa organik maupun anorganik, gangguan biologis karena adanya mikroorganisme, tumbuhan dan hewan. Pencemaran air sangat mempengaruhi keseimbangan kehidupan dan kelangsungan hidup manusia, maka pencemaran air harus dihilangkan atau dikendalikan. b. Pencemaran Udara Udara sangat penting dalam kelangsungan hidup makhluk hidup. Sebagai sumber daya alam, udara harus dilindungi bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lain.pencemaran udara bersumber dari pencemar udara misalnya pembakaran batu bara, bahan bakar minyak dan pembakaran lainnya. Kadar pencemar yang tinggi mempunyai dampk yang lebih merugikan. Keadaan cuaca dan meteorologi mempengaruhi pembentukan penyebaran pencemaran udara. Peredaran pencemaran udara dimulai dari sumber sampai ke lingkungan berakhir pada permukaan tanah dan perairan. Pencemaran yang dimaksud merugikan adalah pencemaran yang sudah melampaui ambang batas daya tampung atas kemampuan yang dapat mengakibatkan berbagai efek negatif sampai fatal. Untuk mendapatkan udara yang sesuai dengan kualitas yang diinginkan maka pengendalian pencemaran udara harus dilakukan. Pengertian pencemaran udara berdasarkan Pasal 1 Angka 1 Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara adalah masuknya atau dimasukkannya zat, energi,dari komponen lain ke dalam udara ambien oleh kegiatan manusia,sehingga mutu udara turun sampai ke tingkat tertentu yangmenyebabkan udara ambien tidak dapat memenuhi fungsinya. Secara garis besar pencemaran udara dibagi menjadi dua bagian yaitu pencemaran udara bebas dan pencemaran udara ruangan. Bahan yang dapat mencemari udara berbentuk partikel dan gas. Penyebab pencemaran udara berasal dari alam maupun kegiatan manusia. Adanya pencemaran udara harus mengatahui baku mutu udara atau nilai ambang batas. Baku mutu udara bermanfaat untuk menentukan batas kadar yang diperbolehkan bagi bahan pencemar udara namun tidak menimbulkan gangguan terhadap kehidupan makhluk hidup. c. Pencemaran Tanah Tanah mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup, disamping sebagi ruang hidup juga mempunyai fungsi produksi yaitu sebagai penghasil biomassa seperti makanan, kayu, obat-obatan. Selain itu, tanah juga berperan menjaga kelestarian sumber daya air dan lingkungan hidup secara umum.
Artinya pemanfaatan tanah harus dilakukan dengan bijaksana dan perencanaan untuk kepentingan yang akan datang. Tanah bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan apabila kegiatan pengendalian perusakan tanah sudah sesuai dengan tingkat mutu yang diinginkan Ditinjau dari terjadinya pencemaran tanah dapat di bagi menjadi dua yaitu, terjadi dengan sendirinya yang disebabkan alam dan perbuatan manusia dan terjadi karena adanya pencemaran yang berasal dari air, udara maupun tanah. Sumber kerusakan tanah berkaitan dengan usaha penggunanan tanah untuk pertanian, perkebunan, dan hutan termasuk kegiatan pertambangan, pemukiman, dan industri. Pencemaran yang terjadi pada tanah merupakan keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami Scan me : Fenomena Hujan asam E. Pemanasan Global Pemanasan global yaitu meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi yang disebabkan oleh aktifitas manusia terutama aktifitas pembakaran bahan bakar fosil (batu bara, minyak bumi, dan gas alam), yang melepas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya yang dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfer. Atmosfer semakin penuh dengan gas-gas rumah kaca ini dan ia semakin menjadi insulator yang menahan lebih banyak pantulan panas Matahari dari Bumi (Pratama, 2019). Perubahan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, penutupan lahan, serta radiasi matahari telah mengubah kesetimbangan energi di bumi dan hal ini menjadi pendorong pemanasan global. Semua itu mempengaruhi penyerapan, penyebaran dan emisi radiasi di atmosfer dan di permukaan bumi. Aktivitas-aktivitas manusia menghasilkan empat macam emisi GRK yang berumur panjang, yaitu CO2, metana (CH4), nitro oksida (N2O) dan halokarbon (suatu kelompok gas yang berisi fluorine, khlorine atau bromine) (Ramlawati, 2017). Pemanasan Global telah mengakibatkan peningkatan temperatur yang menyebabkan perubahan drastis dalam iklim, maka dampak utama pemanasan global adalah perubahan iklim. Perubahan iklim telah memperlihatkan dampaknya di sektor pertanian Indonesia. Dalam jangka pendek anomali iklim telah mengakibatkan bencana seperti banjir, kekeringan dan angin topan. Bencana-bencana ini telah menurunkan produksi pertanian dan tingkat kesejahteraan antara 2,5–18 persen per tahun. Di masa mendatang perubahan iklim diprediksi memiliki kemungkinan menyebabkan bencana yang lebih buruk (Ramlawati, 2017).
Gambar 5. Mekanisme Terjadinya Pemanasan Global Sumber: https://images.app.goo.gl/XgrosebnqtBhQJr1A
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK B I O L O G I / F A S E E AARRTTIIKKEELL11 KELAS X
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK B I O L O G I / F A S E E PPEERRUUBBAAHHAANN LLIINNGGKKUUNNGGAANN KELAS X
INFORMASI UMUM Petunjuk Baca dan pahami artikel yang diberikan Lakukan eksplorasi untuk membangun pengetahuan saudara dengan berusaha menjawab pertanyaan yang ada berdasarkan referensi terpercaya Bagilah dalam kelompokmu orang yang berperan sebagai pemimpin kelompok untuk menampung semua jawaban dari setiap anggota kelompok dan orang yang berperan sebagai notulis untuk mencatat hasil diskusi kelompok yang menjadi kesepakatan bersama Kerjakan LKPD dengan langsung mengisikan pada bagian kolom yang tersedia Materi Pembelajaran Irnaningtyas, dkk. 2016. Buku Siswa Biologi Kelas X. Jakarta: Erlangga. Puspaningsih, A.R., Elizabeth T., & Niken, R.K. 2021. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Tujuan Kegiatan Peserta didik mampu menganalisis pencemaran air dan tanah dengan biomagnifikasi, eutrofikasi serta kepunahan spesies dengan tepat melalui diskusi, video dan kaji literatur Peserta didik mampu membuat solusi dan upaya konservasi serta restorasi permasalahan lingkungan
Sumber Pencemar Masalah yang timbul Faktor pendukung lain Liputan6.com, Mojokerto - Heboh air sungai berubah menjadi warna merah darah di Sungai Ledeng di Dusun Kuripan, Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Asisten I Sekda Kabupaten Mojokerto, Didik Chusnul Yakin mengatakan telah menguji air sungai tersebut dan sudah menemukan hasil laboratoriumnya."Hasil uji laboratorium mengindikasikan kesesuaian kualitas air sungai dengan faktor pemicu blooming alga," katanya, Minggu (23/1/2022). Ia menjelaskan terdapat dua faktor pemicu alga merah berkembang biak dengan pesat di Sungai Ledeng. Pertama, faktor yang membuat perkembangan alga yaitu temperatur air sungai mencapai 33 ◦ C. Kedua, yaitu eutrofikasi atau melimpahnya nutrisi bagi alga merah."Kadar fosfat penyebab eutrofikasi ini dapat disebabkan oleh air limbah domestik dari penggunaan deterjen yang mengandung fosfat atau residu dari penggunaan pupuk pertanian," terang Didik. Didik mengatakan, kedua faktor itu disebabkan oleh kondisi aliran Sungai Ledeng yang disekat olah warga dengan jaring untuk memelihara ikan, sehingga alga merah yang berkembang biak dengan pesat menumpuk di permukaan sungai dan memunculkan warna merah darah. Misteri Air Sungai Berubah Jadi Merah di Mojokerto (https://radarmojokerto.jaw apos.com/mojokerto/07/01/ Gambar 1.2022/air-kali-ledengmemerah/) 01 Orient Students to the Problem https://www.liputan6.co m/jatim/read/4867622/ misteri-air-sungaiberubah-jadi-merah-di- mojokerto 1.Berdasarkan uraian pada berita di atas, deskripsikan masalah dengan melengkapi bagan dibawah ini. 2. Carilah berbagai informasi tentang proses terjadinya eutrofikasi. Kemudian buatlah ilustrasi yang menjelaskan hubungan antara pencemaran air dengan proses terjadinya bloomingalga merahdi Sungai Ledeng. 02 Organize Students for Study https://youtu.be/PdkznKfVMoM
Faktor penyebab 2: Penjelasan terjadinya blooming algae: Dampak bagi biota akuatik: Larut dan terbawa aliran sungai Faktor penyebab 1: 03 Assist Independent And Group Investigation Sudahkah kita peka terhadap kondisi lingkungan pertanian di sekitar? Apa sebenarnya yang menyebabkan limbah pertanian kian meningkat? Bacalah artikel berikutini untuk membantu investigasimu untuk memecahkan masalah. ada masa sebelum revolusi hijau dalam bidang pertanian yang menggunakan teknologi dan bahan kimia, seluruh masyarakat Jawa Timur mengenal adanya pengetahuan pranata mangsa yaitu pengetahuan tradisional tentang penentuan dan pengaturan musim yang digunakan dalam pertanian. Sayangnya, mekanisasi (penggunaan alat-alat mesin dan irigasi modern untuk mengelola sawah) dan pengimiawian (penggunaan pupuk dan obat buatan pabrik untuk tanaman), dari waktu ke waktu semakin menggusur pemahaman terkait pranata mangsa. Sejak Orde Baru, utamanya pada periode 1990-an, dalam menggalakkan pertanian modern, pranata mangsa perlahan-lahan ikut menghilang dari pengetahuan lokal petani di Jawa Timur. Sebagai ilustrasi adalah cerita tentang perubahan pola pertanian Dusun Sambiroto, Kecamatan Sugio, Lamongan yang berdampak pada pergeseran ekonomi, sosial, dan budaya (Setiawan, 2011). Pada era 1970-an hingga 1980-an, para petani Sambiroto masih mengandalkan perhitungan pranata mangsa untuk mengelola sawah. Pada musim rendheng (hujan) mereka akan bergiat ke sawah untuk mempersiapkan tanaman padi. Setelah panen padi, para petani akan menyiapkan sawah untuk menanam palawija. Biasanya yang ditanam adalah kedelai atau kacang tanah. Dari akar- akar palawija itulah tanah akan mendapatkan nutrisi untuk kesuburan. Setelah kedelai biasanya petani akan menanam jagung dan sebagian tembakau. Masa ini juga dikenal dengan masa istirahat buat tanah sawah sebagai persiapan untuk menanam padi pada musim penghujan. Harga padi yang secara ekonomis bagus mendorong mereka melakukan pilihan itu. Akibat pola tanam yang berubah, para petani harus memberikan nutrisi lebih kepada sawah mereka karena tanaman padi memang membutuhkan lahan yang subur. Bisa ditebak, penggunaan pupuk kimia semakin meningkat dibandingkan masa-masa sebelumnya. Selain itu, peningkatan juga terjadi pada penggunaan pestisida kimia, menggantikan pestisida alamiah yang dulu mereka gunakan. Tanah sawah menjadi sangat bergantung pada pupuk dan pestisida kimia karena memang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman dan lebih efisien. Akan tetapi, secara ekonomi penggunaan pupuk dan pestisida kimia dalam jumlah besar tentu sangat merugikan petani karena harganya yang mahal sehingga keuntungan mereka dari menanam padi semakin kecil. Ketika Waduk Gondang Lor di sebelah selatan dusun ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 1987, perlahan-lahan pola pertanian mulai berubah. Pada era 1990-an hingga saat ini pemahaman petani terhadap pranata mangsa mulai berubah. Apa sebabnya? Melimpahnya air dari Waduk Gondang Lor menjadikan mereka tertarik untuk terus menanam padi. Artinya, dalam satu tahun mereka tidak hanya menanam padi sekali, tetapi bisa tiga kali. Siklus pola tanam berubah total. Penyemprotan dan pengaplikasian dari bahanbahan kimia pertanian selalu berdampingan dengan masalah pencemaran lingkungan sejak bahan-bahan kimia tersebut dipergunakan di lingkungan. Sebagian besar bahan-bahan kimia pertanian yang disemprotkan jatuh ke tanah dan didekomposisi oleh mikroorganisme. Sebagian menguap dan menyebar di atmosfer dimana akan diuraikan oleh sinar ultraviolet atau diserap hujan dan jatuh ke tanah (Uehara, 1993). Penggunaan pupuk dan pestisida di luar kendali akan dapat merusak tanah dan tolerannya suatu jenis hama dan penyakit tertentu terhadap pestisida, disamping juga dapat menghilangkan jenis predator yang bermanfaat. Tanah akan pecah-pecah pada musim kemarau, namun pada musim penghujan tanah menjadi liat sehingga akan menyulitkan dalam pengolahan tanah hingga pada akhirnya dapat menurunkan produktivitas hasil panen (Karyadi, 2009).
Selain itu, residu pestisida akan terakumulasi pada produk-produk pertanian dan perairan, pencemaran pada lingkungan pertanian, keracunan pada hewan, terjadinya bioakumulasi, biomagnifikasi hingga keracunan pada manusia yang berdampak buruk terhadap kesehatan manusia (Prameswari, 2007). Adapun penggunaan pupuk kimia memungkinkan nutrien yang larut air seperti nitrat atau fosfor akan masuk ke dalam air tanah karena infiltrasi dan perkolasi air hujan dan air irigasi. Konsentrasi nitrat atau fosfor dalam perairan dapat menyebabkan eutrofikasi yang merugikan organisme akuatik lainnya dan manusia secara tidak langsung. Sumber; Sutarto, A., Akhmad, S., Sugeng, A., Rokmat, D. P., & Ikwan, S. 2013. Modul: Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Lokal Jawa Timur. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia. 3. Berdasarkan artikel yang telah dibaca, Apa hal positif yang Anda peroleh tentang pengetahuan tradisional “pranata mangsa”? 4. SetujukahAndadengan konseppertanian yang menggunakan tradisi lokal?. Lantas, apakah penggunaanpupukdanpestisida kimia harusditinggalkan? 5. Sebagai pertimbangan kelompok dan pelajar, bagaimana upaya/strategi bijak yang dapat dilakukan untuk mengatasipermasalahanbloomingalga merahdi Sungai Ledeng? 04 Develop And Present Artifacts And Exhibits
Refleksi Pilihlah emoji berikut ini yang mewakili perasaan masing-masing anggota kelompok beserta alasan setelah mengerjakan LKPD ini. Yuk lakukan penilaian antar teman, untuk mengetahui seberapa besar etos kerjamu ! Search link berikut https://forms.gle/op4WHnk49TDmwwCV8
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK B I O L O G I / F A S E E AARRTTIIKKEELL 2 KELAS X
INFORMASI UMUM Petunjuk Baca dan pahami artikel yang diberikan Lakukan eksplorasi untuk membangun pengetahuan saudara dengan berusaha menjawab pertanyaan yang ada berdasarkan referensi terpercaya Bagilah dalam kelompokmu orang yang berperan sebagai pemimpin kelompok untuk menampung semua jawaban dari setiap anggota kelompok dan orang yang berperan sebagai notulis untuk mencatat hasil diskusi kelompok yang menjadi kesepakatan bersama Kerjakan LKPD dengan langsung mengisikan pada bagian kolom yang tersedia Materi Pembelajaran Irnaningtyas, dkk. 2016. Buku Siswa Biologi Kelas X. Jakarta: Erlangga. Puspaningsih, A.R., Elizabeth T., & Niken, R.K. 2021. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Tujuan Kegiatan Peserta didik mampu menganalisis pencemaran air dan tanah dengan biomagnifikasi, eutrofikasi serta kepunahan spesies dengan tepat melalui diskusi, video dan kaji literatur Peserta didik mampu membuat solusi dan upaya konservasi serta restorasi permasalahan lingkungan
Sumber Pencemar Masalah yang timbul erairan Teluk Jakarta selalu menerima limbah organik hasil aktivitas belasan juta manusia di kawasan Jabotabek yang menyebabkan pencemaran perairan dan mempengaruhi degradasi ekosistem terumbu karang di Kepulauan Seribu. Efek lain dari masuknya limbah organik dari daratan ke Teluk Jakarta membuat perairan ini menjadi semakin subur diindikasikan oleh tingginya nilai kandungan unsur hara, utamanya nitrogen, fosfat, dan silikat. Sementara itu, sisi negatif dari tingginya tingkat kesuburan perairan Teluk Jakarta, antara lain, timbulnya kejadian blooming fitoplankton. Kondisi perairannya yang keruh juga menyebabkan rendahnya jumlah kelimpahan ikan herbivor sebagai pemakan alga karena ikan herbivor tidak menyukai habitat tersebut sebagai tempat tinggal. Selain dapat menimbulkan kematian massal ikan melalui berkurangnya nilai oksigen terlarut, blooming fitoplankton ini juga dapat mengganggu kawasan wisata bahari melalui penurunan nilai estetika perairan. Tumbuhnya makroalga secara berlebihan di kawasan terumbu karang merupakan salah satu ancaman serius bagi pertumbuhan hewan karang. Melihat kepada kondisi kualitas air dan kondisi makroalga dapat dijelaskan bahwa telah terjadi proses degradasi terumbu karang melalui terjadinya pergeseran keseimbangan, dimana suatu terumbu yang tadinya didominasi oleh karang keras (Scleractinian) menjadi terumbu yang didominasi oleh makroalga. Keberadaan makroalga yang cukup tinggi mencerminkan kondisi terumbu karang yang telah mengalami degradasi. Sumber :(Djaelani, A., Ario, D., & Santoso Rahardjo. 2009.Kajian Kondisi Terumbu Karang dan Kaitannya dengan Proses Eutrofikasi Di Kepulauan Seribu. Jurnal Ilmu-ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia, Jilid 17, Nomor 1: 187-194. 01 Orient Students to the Problem 1.Berdasarkan uraian pada berita di atas, deskripsikan masalah dengan melengkapi bagan dibawah ini. 2. Carilah berbagai informasi tentang proses terjadinya eutrofikasi. Kemudian buatlah ilustrasi yang menjelaskan hubungan antara terjadinya eutrofikasi (tutupan mikro algae) denganperistiwadegradasiterumbu karang!. 02 Organize Students for Study https://youtu.be/PdkznKfVMoM Faktor penyebab Dampak bagi terumbu karang & biota lain Penjelasan terjadinya blooming algae Larut dan terbawa aliran sungai
03 Assist Independent And Group Investigation Sudahkah kita peka terhadap kondisi lingkungan pertanian di sekitar? Apa sebenarnya yang menyebabkan limbah pertanian kian meningkat? Bacalah artikel berikutini untuk membantu investigasimu untuk memecahkan masalah. ada masa sebelum revolusi hijau dalam bidang pertanian yang menggunakan teknologi dan bahan kimia, seluruh masyarakat Jawa Timur mengenal adanya pengetahuan pranata mangsa yaitu pengetahuan tradisional tentang penentuan dan pengaturan musim yang digunakan dalam pertanian. Sayangnya, mekanisasi (penggunaan alat-alat mesin dan irigasi modern untuk mengelola sawah) dan pengimiawian (penggunaan pupuk dan obat buatan pabrik untuk tanaman), dari waktu ke waktu semakin menggusur pemahaman terkait pranata mangsa. Sejak Orde Baru, utamanya pada periode 1990-an, dalam menggalakkan pertanian modern, pranata mangsa perlahan-lahan ikut menghilang dari pengetahuan lokal petani di Jawa Timur. Sebagai ilustrasi adalah cerita tentang perubahan pola pertanian Dusun Sambiroto, Kecamatan Sugio, Lamongan yang berdampak pada pergeseran ekonomi, sosial, dan budaya (Setiawan, 2011). Pada era 1970-an hingga 1980-an, para petani Sambiroto masih mengandalkan perhitungan pranata mangsa untuk mengelola sawah. Pada musim rendheng (hujan) mereka akan bergiat ke sawah untuk mempersiapkan tanaman padi. Setelah panen padi, para petani akan menyiapkan sawah untuk menanam palawija. Biasanya yang ditanam adalah kedelai atau kacang tanah. Dari akar- akar palawija itulah tanah akan mendapatkan nutrisi untuk kesuburan. Setelah kedelai biasanya petani akan menanam jagung dan sebagian tembakau. Masa ini juga dikenal dengan masa istirahat buat tanah sawah sebagai persiapan untuk menanam padi pada musim penghujan. Selain itu, peningkatan juga terjadi pada penggunaan pestisida kimia, menggantikan pestisida alamiah yang dulu mereka gunakan. Tanah sawah menjadi sangat bergantung pada pupuk dan pestisida kimia karena memang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman dan lebih efisien. Akan tetapi, secara ekonomi penggunaan pupuk dan pestisida kimia dalam jumlah besar tentu sangat merugikan petani karena harganya yang mahal sehingga keuntungan mereka dari menanam padi semakin kecil. Ketika Waduk Gondang Lor di sebelah selatan dusun ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 1987, perlahan-lahan pola pertanian mulai berubah. Pada era 1990-an hingga saat ini pemahaman petani terhadap pranata mangsa mulai berubah. Apa sebabnya? Melimpahnya air dari Waduk Gondang Lor menjadikan mereka tertarik untuk terus menanam padi. Artinya, dalam satu tahun mereka tidak hanya menanam padi sekali, tetapi bisa tiga kali. Siklus pola tanam berubah total. Penyemprotan dan pengaplikasian dari bahanbahan kimia pertanian selalu berdampingan dengan masalah pencemaran lingkungan sejak bahan-bahan kimia tersebut dipergunakan di lingkungan. Sebagian besar bahan-bahan kimia pertanian yang disemprotkan jatuh ke tanah dan didekomposisi oleh mikroorganisme. Sebagian menguap dan menyebar di atmosfer dimana akan diuraikan oleh sinar ultraviolet atau diserap hujan dan jatuh ke tanah (Uehara, 1993). Penggunaan pupuk dan pestisida di luar kendali akan dapat merusak tanah dan tolerannya suatu jenis hama dan penyakit tertentu terhadap pestisida, disamping juga dapat menghilangkan jenis predator yang bermanfaat. Tanah akan pecah-pecah pada musim kemarau, namun pada musim penghujan tanah menjadi liat sehingga akan menyulitkan dalam pengolahan tanah hingga pada akhirnya dapat menurunkan produktivitas hasil panen (Karyadi, 2009). Harga padi yang secara ekonomis bagus mendorong mereka melakukan pilihan itu. Akibat pola tanam yang berubah, para petani harus memberikan nutrisi lebih kepada sawah mereka karena tanaman padi memang membutuhkan lahan yang subur. Bisa ditebak, penggunaan pupuk kimia semakin meningkat dibandingkan masa-masa sebelumnya. Selain itu, residu pestisida akan terakumulasi pada produk-produk pertanian dan perairan, pencemaran pada lingkungan pertanian, keracunan pada hewan, terjadinya bioakumulasi, biomagnifikasi hingga keracunan pada manusia yang berdampak buruk terhadap kesehatan manusia (Prameswari, 2007). Adapun penggunaan pupuk kimia memungkinkan nutrien yang larut air seperti nitrat atau fosfor akan masuk ke dalam air tanah karena infiltrasi dan perkolasi air hujan dan air irigasi. Konsentrasi nitrat atau fosfor dalam perairan dapat menyebabkan eutrofikasi yang merugikan organisme akuatik lainnya dan manusia secara tidak langsung. Sumber; Sutarto, A., Akhmad, S., Sugeng, A., Rokmat, D. P., & Ikwan, S. 2013. Modul: Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Lokal Jawa Timur. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia.
3. Berdasarkan artikel yang telah dibaca, Apa hal positif yang Anda peroleh tentang pengetahuan tradisional “pranata mangsa”? 4. SetujukahAndadengan konseppertanian yang menggunakan tradisi lokal?. Lantas, apakah penggunaanpupukdanpestisida kimia harusditinggalkan? 5. Sebagai pertimbangan kelompok dan pelajar, bagaimana upaya/strategi bijak yang dapat dilakukan untuk mengatasipermasalahanbloomingalgadiperairan Teluk Jakarta ? 04 Develop And Present Artifacts And Exhibits
Refleksi Pilihlah emoji berikut ini yang mewakili perasaan masing-masing anggota kelompok beserta alasan setelah mengerjakan LKPD ini. Yuk lakukan penilaian antar teman, untuk mengetahui seberapa besar etos kerjamu ! Search link berikut https://forms.gle/op4WHnk49TDmwwCV8
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK B I O L O G I / F A S E E AARRTTIIKKEELL 3 KELAS X
INFORMASI UMUM Petunjuk Baca dan pahami artikel yang diberikan Lakukan eksplorasi untuk membangun pengetahuan saudara dengan berusaha menjawab pertanyaan yang ada berdasarkan referensi terpercaya Bagilah dalam kelompokmu orang yang berperan sebagai pemimpin kelompok untuk menampung semua jawaban dari setiap anggota kelompok dan orang yang berperan sebagai notulis untuk mencatat hasil diskusi kelompok yang menjadi kesepakatan bersama Kerjakan LKPD dengan langsung mengisikan pada bagian kolom yang tersedia Materi Pembelajaran Irnaningtyas, dkk. 2016. Buku Siswa Biologi Kelas X. Jakarta: Erlangga. Puspaningsih, A.R., Elizabeth T., & Niken, R.K. 2021. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Tujuan Kegiatan Peserta didik mampu menganalisis pencemaran air dan tanah dengan biomagnifikasi, eutrofikasi serta kepunahan spesies dengan tepat melalui diskusi, video dan kaji literatur Peserta didik mampu membuat solusi dan upaya konservasi serta restorasi permasalahan lingkungan
Sumber Pencemar Masalah yang timbul Faktor pendukung Pencemaran egiatan PLTU berpotensi menghasilkan logam merkuri (Hg) yang bersumber dari batubara sebagai bahan bakunya. Merkuri memiliki sifat yang presistent dan mampu mengalami bioakumulasi dan biomagnifikasi dalam rantai makanan. Kegiatan PLTU di Palabuanratu akan beroperasi selama 20 tahun dan hal ini menimbulkan kekhawatiran merkuri yang dihasilkan akan mencemari air laut dan masuk dalam rantai makanan di perairan Teluk Palabuhanratu. . . . Scan barcode di samping untuk artikel lengkapnya ! Sumber :(Suryono, Devi, Dwiyanto dan Pujilestari, Endang, Sri. 2019. Prediksi Jalur (Pathway) Logam Merkuri dari Batubara Kegiatan PLTU di Teluk Palabuanratu Dengan Pendekatan Sistem Dinamis. Jurnal Segera. 15(3): 179-193). 01 Orient Students to the Problem 1.Berdasarkan uraian pada berita di atas dan data pada grafik 1 tersebut, analisislah penyebab terjadinya kenaikan kadar merkuri (Hg) dan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan ! 2. Carilah berbagai informasi tentang proses terjadinya biomagnifikasi . Kemudian Analisislah jalur bioakumulasi dan biomagnifikasi merkuri (Hg) di Teluk Pelabuhan Tanjungratu dan buatlah dalam bentukbagan ! 02 Organize Students for Study https://youtu.be/DNpwjx4c0Yc Faktor penyebab Jalur akumulasi merkuri (Hg) pada rantai makanan akuatik Larut dan terbawa aliran sungai (dari tingkatan trofik terendah hingga tertinggi) Plankton Manusia ............................dst Dampak yang terjadi
ada masa sebelum revolusi hijau dalam bidang pertanian yang menggunakan teknologi dan bahan kimia, seluruh masyarakat Jawa Timur mengenal adanya pengetahuan pranata mangsa yaitu pengetahuan tradisional tentang penentuan dan pengaturan musim yang digunakan dalam pertanian. Sayangnya, mekanisasi (penggunaan alat-alat mesin dan irigasi modern untuk mengelola sawah) dan pengimiawian (penggunaan pupuk dan obat buatan pabrik untuk tanaman), dari waktu ke waktu semakin menggusur pemahaman terkait pranata mangsa. Sejak Orde Baru, utamanya pada periode 1990-an, dalam menggalakkan pertanian modern, pranata mangsa perlahan-lahan ikut menghilang dari pengetahuan lokal petani di Jawa Timur. Sebagai ilustrasi adalah cerita tentang perubahan pola pertanian Dusun Sambiroto, Kecamatan Sugio, Lamongan yang berdampak pada pergeseran ekonomi, sosial, dan budaya (Setiawan, 2011). Pada era 1970-an hingga 1980-an, para petani Sambiroto masih mengandalkan perhitungan pranata mangsa untuk mengelola sawah. Pada musim rendheng (hujan) mereka akan bergiat ke sawah untuk mempersiapkan tanaman padi. Setelah panen padi, para petani akan menyiapkan sawah untuk menanam palawija. Biasanya yang ditanam adalah kedelai atau kacang tanah. Dari akar- akar palawija itulah tanah akan mendapatkan nutrisi untuk kesuburan. Setelah kedelai biasanya petani akan menanam jagung dan sebagian tembakau. Masa ini juga dikenal dengan masa istirahat buat tanah sawah sebagai persiapan untuk menanam padi pada musim penghujan. Selain itu, peningkatan juga terjadi pada penggunaan pestisida kimia, menggantikan pestisida alamiah yang dulu mereka gunakan. Tanah sawah menjadi sangat bergantung pada pupuk dan pestisida kimia karena memang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman dan lebih efisien. Akan tetapi, secara ekonomi penggunaan pupuk dan pestisida kimia dalam jumlah besar tentu sangat merugikan petani karena harganya yang mahal sehingga keuntungan mereka dari menanam padi semakin kecil. Ketika Waduk Gondang Lor di sebelah selatan dusun ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 1987, perlahan-lahan pola pertanian mulai berubah. Pada era 1990-an hingga saat ini pemahaman petani terhadap pranata mangsa mulai berubah. Apa sebabnya? Melimpahnya air dari Waduk Gondang Lor menjadikan mereka tertarik untuk terus menanam padi. Artinya, dalam satu tahun mereka tidak hanya menanam padi sekali, tetapi bisa tiga kali. Siklus pola tanam berubah total. Penyemprotan dan pengaplikasian dari bahanbahan kimia pertanian selalu berdampingan dengan masalah pencemaran lingkungan sejak bahan-bahan kimia tersebut dipergunakan di lingkungan. Sebagian besar bahan-bahan kimia pertanian yang disemprotkan jatuh ke tanah dan didekomposisi oleh mikroorganisme. Sebagian menguap dan menyebar di atmosfer dimana akan diuraikan oleh sinar ultraviolet atau diserap hujan dan jatuh ke tanah (Uehara, 1993). Penggunaan pupuk dan pestisida di luar kendali akan dapat merusak tanah dan tolerannya suatu jenis hama dan penyakit tertentu terhadap pestisida, disamping juga dapat menghilangkan jenis predator yang bermanfaat. Tanah akan pecah-pecah pada musim kemarau, namun pada musim penghujan tanah menjadi liat sehingga akan menyulitkan dalam pengolahan tanah hingga pada akhirnya dapat menurunkan produktivitas hasil panen (Karyadi, 2009). Harga padi yang secara ekonomis bagus mendorong mereka melakukan pilihan itu. Akibat pola tanam yang berubah, para petani harus memberikan nutrisi lebih kepada sawah mereka karena tanaman padi memang membutuhkan lahan yang subur. Bisa ditebak, penggunaan pupuk kimia semakin meningkat dibandingkan masa-masa sebelumnya. Selain itu, residu pestisida akan terakumulasi pada produk-produk pertanian dan perairan, pencemaran pada lingkungan pertanian, keracunan pada hewan, terjadinya bioakumulasi, biomagnifikasi hingga keracunan pada manusia yang berdampak buruk terhadap kesehatan manusia (Prameswari, 2007). Adapun penggunaan pupuk kimia memungkinkan nutrien yang larut air seperti nitrat atau fosfor akan masuk ke dalam air tanah karena infiltrasi dan perkolasi air hujan dan air irigasi. Konsentrasi nitrat atau fosfor dalam perairan dapat menyebabkan eutrofikasi yang merugikan organisme akuatik lainnya dan manusia secara tidak langsung. Sumber; Sutarto, A., Akhmad, S., Sugeng, A., Rokmat, D. P., & Ikwan, S. 2013. Modul: Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Lokal Jawa Timur. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia. 03 Assist Independent And Group Investigation Sudahkah kita peka terhadap kondisi lingkungan pertanian di sekitar? Apa sebenarnya yang menyebabkan limbah pertanian kian meningkat? Bacalah artikel berikutini untuk membantu investigasimu untuk memecahkan masalah.
3. Berdasarkan artikel yang telah dibaca, Apa hal positif yang Anda peroleh tentang pengetahuan tradisional “pranata mangsa”? 4. SetujukahAndadengan konseppertanian yang menggunakan tradisi lokal?. Lantas, apakah penggunaanpupukdanpestisida kimia harusditinggalkan? 5. Sebagai pertimbangan kelompok dan pelajar, bagaimana upaya/strategi bijak yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan biomagnifikasi merkuri (Hg) di Teluk Pelabuhan Tanjungratu? 04 Develop And Present Artifacts And Exhibits
Refleksi Pilihlah emoji berikut ini yang mewakili perasaan masing-masing anggota kelompok beserta alasan setelah mengerjakan LKPD ini. Yuk lakukan penilaian antar teman, untuk mengetahui seberapa besar etos kerjamu ! Search link berikut https://forms.gle/op4WHnk49TDmwwCV8