[Type the document title]
E-MODUL SOSIOLOGI
IiInteraaksi sosail
INTERAKSI SOSIAL
SOSIOLOGI SMA KELAS XII
INTERAKSI SOSIAL
SOSIOLOGI SMA
KELAS XII
Penyusun
Desfiken Ramanda
19058095
Page 1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kepada ALLAH SWT karena atas melimpahkan rahmat
dan karunia-Nya lah E-MODUL SOSIOLOGI ini bisa tersusun sebagai pedoman bagi
peserta didik dalam memahami materi INTERAKSI SOSIAL.
E-Modul Pembelajaran Sosiologi ini disusun sebagai pedoman untuk siswa SMA
kelas XII untuk pedoman belajar bagi peserta didik. E-Modul ini berfokus pada materi
kelas XII Sosiologi. Semoga E-Modul ini bisa membantu peserta didik dalam memahami
materi factor-faktor ketimpangan sosial. Akhir kata mengucapkan terima kasih.
Padang, 29 Maret 2022
Page 2
Desfiken Ramanda
DAFTAR ISI
Penyusun ............................................................................................................................ 1
KATA PENGANTAR ....................................................................................................... 2
DAFTAR ISI ..................................................................................................................... 3
GLOSARIUM .................................................................................................................... 4
PETA KONSEP ................................................................................................................. 5
PENDAHULUAN .............................................................................................................. 6
A. Identitas E-Modul.................................................................................................. 6
B. Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi................................. 6
C. Deskripsi ................................................................................................................. 6
D. Tujuan Pembelajaran ........................................................................................... 7
E. Materi ....................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................
Page 3
GLOSARIUM
Ajudikasi (adjudication) : cara menyelesaikan maasalah melalui pengadilan.
Akomodasi (accommodation) : 1) keseimbangan interaksi antarindividu atau
antarkelompok yang berkaitan dengan nilai/norma yang berlaku (akomodasi sebagai
keadaan); 2) usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan untuk tercapainya
suatu keseimbangan (akomodasi sebagai proses).
Akulturasi (acculturation) : berpadunya dua kebudayaan yang berbeda dan membentuk satu
kebudayaan baru dengan tidak menghilangkan cirri kepribadian masing-masing.
Alienasi : keadaan merasa terasing (terisolasi) atau penarikan diri/ pengasingan diri dari
kelompok atau masyarakat.
Alternatif : pilihan di antara dua atau beberapa pilihan.
Sosialisasi : 1) proses belajar seseorang anggota masyarakat untuk mengenal dan
menghayati kebudayaan masyarakat dalam lingkungannya, 2) upaya memasyarakatkan
sesuatu sehingga menjadi dikenal, dipahami, dan dihayati oleh individu atau masyarakat; 3)
sebuah proses penamaan atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari generasi satu ke
generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat.
Sosilog : orang yang ahli di dalam ilmu kemasyaraktan (ilmu sosial)
Sosiologi : ilmu yang mempelajari struktur sosial, proses sosial, termasuk perubahan-
perubahan sosial dan masalah-masalah sosial.
Sosiometri : studi secara kuantitatif terhadap hubungan-hubungan interpersonal.
Page 4
PETA KONSEP
Page 5
PENDAHULUAN
A. Identitas E-Modul
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 4 Payakumbuh
Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas / Semester : XII / Genap
Materi Pokok : Interaksi Sosial
Alokasi Waktu : 2x45 menit
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar
3.2 Mengenali dan mengidentifikasi realitas 4.2 Mengolah realitas individu, kelompok dan
individu, kelompok, dan hubungan sosial di hubungan sosial sehingga mandiri dalam
masyarakat memposisikan diri dalam pergaulan sosial di
masyarakat
Indikator Pencapaian Kompetensi
(IPK)
3.2.2. Menganalisis pengertian interaksi sosial 4.2.1. Memberikan informasi tentang
pengertian interaksi sosial
3.2.3. Menyebutkan ciri-ciri interaksi social 4.2.2. Memberikan informasi tentang syarat-
syarat interaksi social
3.2.4. Mengidentifikasi syarat terjadinya 4.2.3. Mengkaji tentang bentuk - bentuk
interaksi sosial interaksi sosial
4.2.4 Membuat contoh interaksi sosial
C. Deskripsi
E-Modul sosiologi ini diperuntukan bagi peserta didik SMA kelas XII yang dibuat
dengan tujuan untuk mampu mendeskripsikan pengertian nilai dan dinamika
sosial,setelah itu kita juga harus mengetahui tentang faktor-faktor yang mendorong
terjadinya interaksi sosial dan dinamika sosial. Jika kita sudah dapat memahami hal-hal
tersebut, maka kita dapat menjelaskan tentang hubungan antara interakasi sosial
dengan keteraturan sosial.
Page 6
D. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan model pembelajaran
Discovery Learning serta melalui diskusi kelompok dan tanya jawab, , peserta didik dapat
menyimpulkan hakikat interaksi sosial dan menentukan syarat terjadinya interaksi sosial
serta mengolah hasil kajian pengamatan tentang interaksi sosial, dengan menunjukkan
sikap spiritual, jujur, disiplin, dan kerjasama dalam proses pembelajaran.
Page 7
MATERI
INTERAKSI SOSIAL
INTERAKSI SOSIAL
Page 8
E. Materi
INTERAKSI SOSIAL
Pengertian Interaksi Sosial
Interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu
dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok.
Pengertian interaksi sosial menurut para ahli :
a. Soerjono Soekanto Merupakan hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut
hubungan antara orang perorang, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara
orang perorang dengan kelompok manusia.
b. Basrowi Adalah hubungan dinamis yang mempertemukan orang dengan orang,
kelompok dengan kelompok, maupun orang dengan kelompk manusia.
c. Kimball Young Adalah kunci dari semua kehidupan sosial. Tanpa interaksi sosial tidak
akan mungkin ada kehidupan bersama.
Jenis-Jenis Interaksi Sosial
a. Interaksi antara individu dengan individu
b. Interaksi antara kelompk dengan kelompok
c. Interaksi antara individu dan kelompok
Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
a. Kontak Sosial
Kontak berasal dari kata latin cum atau con yang berarti bersama-sama, dan tangere yang
berarti menyentuh. Jadi kontak merupakan gejala sosial dimana orang dapat mengadakan
hubungan dengan pihak lain tanpa mengadakan hubungan fisik, misalnya berbicara melalui
telepon, surat, video call, atau isyarat. Kita membedakan kontak berdasarkan :
Page 9
Berdasarkan cara (langsung dan tidak langsung)
Berdasarkan sifat (antar individu, kelompok dengan kelompok, individu dengan
kelompok)
Berdasarkan bentuk (Positif-negatif)
Berdasarkan tingkat hubungan (primer-sekunder)
b. Komunikasi Sosial
Komunikasi berasal dari bahasa latin “communicare” yang artinya memberi atau
menanamkan. Beberapa definisi komunikasi menurut para ahli :
Astrid Adalah kegiatan peroperan lambang yang mengandung makna yang perlu
difahami bersama oleh pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi.
Roben J.G Adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau
informasi tentang pikiran atau perasaan.
Davis Adalah pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain.
Ciri Ciri Interkasi Sosial
a. Jumlah pelaku nya lebih dari satu orang, karnaa interaksi sosial itu memiliki aksi
dan reaksi, maka interaksi sosial itu tidak bisa dilakukan oleh satu orang.
b. Menggunakan simbol tertentu contoh nya bahasa dan tulisan seperti kita berbicara
sekarang ini menggunakan bahasa indonesia, minang agar kita dpat mengerti satu
sama lain dan contoh tulisan itu seperti surat, kalo sekarang contoh tulisan itu
seperti WhatsAps itu termasuk contoh tulisan.
c. Gerak tubuh, supayaa lawan bicara kita itu mengerti apa yang kita bicarakan
d. Dimensi waktu, seperti masa lalu, sekarang dan masa depan.
e. Adanya tujuan yang akan dicapai, mengapa kita berbicara dengan orang tersebut
maka harus ada tujuan.
Faktor Interaksi Sosial
Page
10
a. Imitasi Adalah tindakan sosial meniru sikap, tindakan, tingkah laku, atau penampilan
fisik seseorang secara berlebihan. Contoh : Seseorang meniru penampilan bintang film
terkenal seperti rambut gondrong, memakai anting dan gelang secara berlebihan.
b. Sugesti adalah rangsangan, pengaruh atau stimulus. Rangsangan diberikan seseorang
kepada orang lain.
c. Identifikasi adalah kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan
orang lain. Orang lain yang menjadi sasarang identifikasi dinamakan idola. Idol = sosok
yang dipuja.
d. Simpati suatu proses dimana seseorang merasa tertarik dengan orang lain.
e. Motivasi merupakan dorongan, rangsangan, pengaruh atau stimulasi yang diberikan
seorang invidu kepada individu lain, sehingga orang yang diberi motivasi menurut
kehendak motivator.
f. Empati Adalah proses kejiwaan individu untuk larut dalam perasaan orang lain, baik suka
maupun duka.
Bentuk-bentuk Interaksi sosial
Dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. Interaksi sosial assosiatif
1) Kerjasama (cooperation) Adalah suatu usaha bersama antara orang perorang atau
kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Kerjasama bisa bersifat konstruktif
(membangun), misalkan guru dan siswa bekerjasama dalam memulihkan nama baik
sekolah akibat oknum sekolah yang menodai nama baik sekolah. Bersifat destruktif
(merusak) seperti tawuran antar pelajar, dll.
Bentuk-bentuk kerjasama antara lain :
a. Bargaining, yaitu perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua
organisasi atau lebih.
b. Cooperation, yaitu penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan dari
suatu organisasi untuk menghindari terjadinya kecurangan dalam stabilitas
organisasi yang bersangkutan.
Page
11
c. Coalition, yaitu gabungan antara dua organisasai atau lebih yang mempunyai
tujuan yang sama
d. Joint venture, yaitu kerjasama dalam usaha proyek-proyek tertentu.
2) Akomodasi Adalah suatu proses penyesuaian diri dari orang perorang atau
kelompokkelompok yang semua saling bertentangan sebagai upaya untuk mengatasi
ketegangan-ketegangan. Bentuk-bentuknya :
- Coersion, yaitu pemaksaan kehendak pihak tertentu kepada pihak lain yang lebih lemah.
- Kompromi, yaitu ketika pihak-pihak yang terlibat perselisihan saling mengurangi tuntutan
agar tersapai suau penyelesaian konflik.
- Arbitrasi, apabila pihak-pihak yang berselisih tdak sanggup mencapai kompromi sendiri,
maka mengundang pihak ketiga yang netral untuk menyelesaikan pertentangan.
- Mediasi, hampir sama dengan arbitrasi, namun dalam hal ini pihak ketiga tidak
berwenang memberikan keputusan-keputusan penyelesaian.
- Konsiliasi, mempertemukan keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya
tujuan bersama.
- Toleransi, keinginan untuk menghindari perselisihan.
- Stalemate, ketika kedua kelompok yang bertikai mempunyai kekuatan seimbang.
- Ajudikasi, yaitu penyelesaian masalah melalui jalur hukum/ pengadilan.
3) Asimilasi Menurut, Soejono Soekanto, asimilasi merupakan proses sosial yang ditandai
dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan yang terdapat antara perorangan atau
kelompok yang meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindakan, sikap dan
proses mental dengan memperhatikan tujuan dan kepentingan bersama. Secara singkat
asimilasi dapat diartikan sebagai peleburan dua kebudayaan menjadi satu kebudayaan.
4) Akulturasi Adalah proses sosial yang timbul karena penerimaan dan pengolahan
unsurunsur kebudayaan asing tanpa menghilangkan unsur-unsur budaya asli. Merupakan
perpaduan dua kebudayaan dalam waktu yang cukup lama tanpa menghilangkan budaya
aslinya. Misal : perpaduan music melayu dengan spanyol yang menghasilkan music
keroncong.
Page
12
b. Interaksi sosial disosiatif
1) Persaingan (competition) Merupakan proses sosial yang melibatkan individu atau
kelompok dalam mencapai keuntungan melalui bidang kehidupan yang pada suatu
saat tertentu menjadi pusat perhatian umum, tanpa ancaman atau kekerasan.
2) Kontravensi Adalah proses sosial yang ditandai oleh adanya sikap dan perasaan
tidak suka yang disembunyikan, tetapi tidak menimbulkan konflik sosial. Bentuk
proses sosial ini berada diantara persaingan dan konflik.
3) Pertikaian Adalah proses sosial yang terjadi apabila individu atau kelompok
berusaha memenuhi kebutuhan atau tujuannya dengan jalan menentang pihak lain
dengan cara ancaman atau kekerasan. Perselisihan yang terjadi bersifat terbuka.
4) Konflik Berasal dari kata latin yaitu configure yang berarti saling memukul. Konflik
dapat didefinisikan sebagai suatu proses sosial dimana dua orang atau kelompok
berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya
tidak berdaya.
Page
13