The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Anisa Indah, 2023-07-31 14:12:50

IPAS BAB 6 MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI KELAS 5

Materi

4 Keanekaragaman hayati terdiri dari tiga tingkatan yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistem. Setiap sistem lingkungan memiliki keanekaragaman yang berbeda. Keanekaragaman hayati merupakan komponen penting dalam berkelangsungan bumi dan isinya. Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman organisme yang menunjukkan keseluruhan atau totalitas variasi gen, jenis dan ekosistem pada suatu daerah. Menurut UU No 5 Tahun 1994 keanekaragaman hayati ialah keanekaragaman di antara makhluk hidup dari sumber, termasuk diantaranya daratan, lautan dan ekosistem akuatik lainnya, serta kompleks- kompleks ekologi yang merupakan bagian keanekaragamannnya,mencakup keanekaragaman dalam spesies, antar spesies dengan ekosistem. A. Pengertian Keanekaragaman Hayati Tahukah kamu apa itu keanekaragaman hayati??


KEANEKARAGAMAN HAYATI DI INDONESIA


B. Keanekaragaman hayati di Indonesia 1. Persebaran Fauna (Hewan) di Indonesia Indonesia merupakan Negara yang terletak di daerah tropis, yang berada di antara dua benua yaitu benua Asia dan Australia Berdasarkan letak Geografisnya, wilayah Indonesia dilewati oleh dua garis khayal yaitu Garis Wallace dan Garis Weber. Kedua garis khayal ini menyebabkan terjadinya perbedaan persebaran hewan di Indonesia.


Gambar : Persebaran Hewan di Indonesia a.Daerah sebelah Timur Gar is Wallace Wilayah Indonesia yang ad di sebelah t imur Gar is Wallace memiliki berbagai jenis fauna Australian yai tu jenis burung dengan warna bulu yng mencolok. Misalnya : Kasuar i (Casuar ius casuar ius), Cendrawasih, kakaktua (Cacatua galer i ta), burung nur i (Tanygnathus sumatranus) dan parki t . Jenis fauna lainnya yai tu, komodo (Varanus komodoensis), babi rusa (Babyrousa babyrussa) dan kuskus (phalanger sp.)


Gambar : Jenis Fauna di bagian Indonesia Timur b. Daerah Peralihan (Wilayah Wallace) Derah Peralihan adalah derah di antara dua garis Wallace dan Weber, Yang disebut wilayah Wallace. Semakin ke timur dari garis Wallace jumlah fauna Oriental semakin berkurang. Sebaliknya semakin ke barat dari garis Weber fauna Australian semakin berkurang. Sementara itu hewan – hewan oriental misalnya : burung hantu (Otus migicus beccari), bajing (Callosciurus nigrevitatus) dan babi (Artamus leucorynchus) melintasi garis Wallace sampai Sulawesi. Hewan Australian yang lainnya, contohnya, anoa (Anoa depressicornis) maleo (Macrochephalon maleo).


Indonesia merupakan salah satu Negara terkaya di dunia dalam hal tumbuh – tumbuhan. Daerah di Indonesia yang memiliki jenis tumbuhan terkaya adalah hutan hujan primer dataran rendah Kalimantan dengan 34% dari 100.000 jenis tumbuhan berbiji endemik. Gambar : Jenis fauna bagian daerah peralihan Flora Indonesia termasuk flora kawasan Malesiana yang meliputi Malaysia, Filipina, Indonesia dan Papua Nugini. Indonesia memiliki 2 di antara lima bioma di dunia yaitu, bioma hujan hutan tropis dan bioma savana. Bioma hutan hujan tropis memiliki keanekaragaman tumbuhan yang sangat tinggi. Di dalam bioma tersebut terdapat 10% jenis tumbuhan yang ada di dunia. 2. Persebaran Flora (Tumbuhan) di Indonesia


Gambar : Raflesia arnoldi Selain itu, terdapat juga Amorphophallus titanium yang sering disebut bunga bangkai. Amorphophallus merupakan flora khas Indonesia yang terdapat di Sumatera. Tumbuhan khas Malesiana yang terkenal adalah Raflesia arnoldi. Tumbuhn ini merupakan tumbuhan parasit yang hidup melekat pada akar atau batang tumbuhan pemanjat. Penyebaran Raflesia meliputi Sumatera (Aceh dan Bengkulu), Malaysia, Kalimantan dan Jawa.


Indonesia memiliki banyak tumbuhan dan hewan endemik, yang artinya tumbuhan dan hewan itu hanya terdapat di wilayah Indonesia, dan tidak terdapat di Negara lain : D. Tumbuhan dan Hewan Endemik di Indonesia 1. Tumbuhan Endemik Di negara Indonesia terdapat bunga yang langka, yaitu bunga Rafflesia arnoldi, bunga ini dapat dilihat di kebun Raya Bogor. Tumbuhan ini tidak terdapat di negara lain. Rafflesia merupakan jenis bunga yang sangat besar. Contoh tumbuhan endemik di Indonesia yaitu : TAHUKAH KAMU?


Gambar : Bunga bangkai (Amorphophalus titanium) 1) Di Sumatera terdapat Bunga Bangkai (Amorphophalus titanium) 2) Di Kalimantan terdapat Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) Gambar : Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) 3) Di jawa terdapat bunga Rafflesia horsfilldi, Rafflesia patma, Rafflesia rochussenii. (a) (b) (c) Gambar : (a) Rafflesia horsfilldi, (b) Rafflesia patma dan (c) Rafflesia rochusseni


Gambar : kayu Cendana (Santalum album) Gambar : Matoa (Pametia pinnata) 4) Di Nusa Tenggara terdapat kayu Cendana (Santalum album) Gambar : Sagu (Metroxylon sagu) 6) Papua terdapat Matoa (Pametia pinnata) dan Sagu (Metroxylon sagu) 5) Di Sulawesi terdapat kayu Eboni (Diospyros spp)


Gambar : Harimau Sumaetra (Panthera tigris sumatrae) 1. di Sumatera terdapat harimau Sumaetra (Panthera tigris sumatrae) 2 . di Kalimantan terdapat kera Belanda (Nasalis larvatus), burung rangkong (Buceros rhinoceros) dan orang utan (Pongo pygmaeus pygmaeus) 2. Menurut Anshori (2009:21) ada beberapa hewan endemik yang terdapat di Indonesia adalah sebagai berikut :


(a) (b) (a) (b) (c) (c) 3.di Jawa terdapat macan tutul jawa (Panthera pardus), banteng (Bos Javanicus) dan badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus) Gambar : (a) macan tutul jawa (Panthera pardus), (b) banteng (Bos Javanicus) dan (c) badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus) Gambar : (a) Kera Belanda /Bekantan (Nasalis larvatus), (b) Burung rangkong (Bu ceros rhinoceros) dann (c) orang utan (Pongo pygmaeus pygmaeus)


Gambar : komodo (Varanus komodoensis) (a) (b) (c) 4. di Sulawesi terdapat babi rusa (Babyrousa babyrussa), anoa (Bubalus depressicornis) dan burung maleo (Macrochepalon maleo) 5. di Nusa Tenggara/Pulau Komodo terdapat komodo (Varanus komodoensis) Gambar : (a) Babi rusa (Babyrousa babyrussa), (b) Anoa (Bubalus depressicornis) dan (c) Burung maleo (Macrochepalon maleo)


6. di Papua terdapat burung cendrawasih (Paradisaea minor) dan buaya irian (Crocodylus porosus) (a) (b) Gambar : (a) Burung cendrawasih (Paradisaea minor) dan (b) Buaya irian (Crocodylus porosus)


A. Peranan Bidang Pangan Sebagian besar penduduk Indonesia mengonsumsi beras sebagai sumber makanan pokoknya. Beberapa daerah lain memanfaatkan jagung dan sagu sebagai sumber karbohidratnya. Sumber daya hayati yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan lainnya adalah beragam jenis buahbuahan, rempah, sayuran dan lain-lain. E. Peranan Keanekaragaman Hayati Beranekaragam jenis tumbuhan dan hewan mempunya peranan penting dalam kehidupan manusia, antara lain, sebagai sumber pangan, sumber sandang, papan, dan pengobatan. Selain tumbuhan, hewan sebagai sumber daya alam hayati juga dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai sumber pangan, contohnya unggas dan ikan. Hewan unggas yang dimanfaatkan ini banyak jenisnya, seperti ayam ituk, merpati dan bebek. Adapaun jenis ikan yang dimanfaatkan contohnya ikan mas, lele, mujair, bandeng dan lainnya.


B. Manfaat Bidang Sandang dan Papan Keanekaragaman hayati yang dimanfaatkan sebagai bahan sandang, cukup banyak dan tersebar, contohnya tanaman kapas. Tanaman kapas sebagai bahan sandang dijadikan bahan dasar pakaian. Contoh bahan sandang dari sumber hewan yaitu kulit domba atau kambing yang digunakan untuk bahan jaket. Kulit kerang yang ada di daerah pantai digunakan juga untuk aksesoris. Selain itu, tumbuh-tumbuhan juga bisa dijadikan bahan-bahan kosmetik dan perawatan tubuh, seperti lidah buaya untuk penyubur rambut. Serai bisa diolah menjadi lotion atau minyak untuk mengusir nyamuk. Keanekaragaman hayati yang dapat dimanfaatkan di bidang papan, contohnya untuk bahan dasar bangunan ataupun peralatan rumah tangga. Biasanya untuk bahan papan ini berasal dari tumbuh-tumbuhan berkayu, seperti kayu jati, pohon kelapa, dan meranti. Daun lontar dan alang-alang juga sering dimanfaatkan untuk membuat atap dan dinding rumah.


C. Manfaat Bidang Pengobatan Indonesia memiliki banyak jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan. Daun muda pohon jambu merupakan salah satu contoh tanaman obat untuk mengobati sakit perut secara tradisional. Selain tumbuhan, berbagai jenis hewan juga sering dimanfaatkan dalam pengobatan. Contohnya madu dari lebah yang bermanfaat sebagai antibiotik dan memperkuat daya tahan tubuh. Contoh lainnya adalah sebagai berikut. a. Cacing untuk membuat obat tifus. b. Kulit buah kina untuk obat antimalaria. c. Kumis kucing untuk mengobati infeksi saluran kencing. d. Kayu putih sebagai bahan dasar minyak kayu putih. Selain pengobatantradisional, pengobatan modern pun sangat tergantung pada keragaman hayati terutama tumbuhan dan mikroba. Sumber daya dari tanaman liar, hewan dan mikroorganisme juga sangat penting dalam pencarian bahanbahan aktif bidang kesehatan. Banyak obat-obatan yang digunakan saat ini berasal dari tanaman; beberapa antibiotik,berasal dari mikroorganisme, dan struktur kimia baru ditemukan setiap saat. Gambar obat-obatan Sumber : Canva.com


1. Perli ndungan Alam Ketat 2. Taman Nasional 3. Perlindungan Alam Terbimbing Perlindungan dan pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia telah dilaksanakan semenjak pemerintahan Hindia Belanda, tepatnya tahun 1912 yang berpusat di Bogor. Setelah merdeka, perlindungan alam dilaksanan oleh Departemen Kehutanan dan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I. F. Upaya-upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Indonesia Menurut Sulistyorini (2009:143) Perlindungan alama secara umum berarti melindungi semua komponen alam secara keseluruhan yang meliputi kesatuan flora, fauna, dan tanahnya.


3. Taman Nasional Biasanya meliputi daerah yang luas , tidak boleh ada bangunan tempat tinggal, dan biasanya berfungsi sebagai tempat rekreasi. 2. Perlindungan Alam Terbimbing Keadaan alam di suatu daerah tidak dilepaskan begitu saja, tetapi dibina oleh para ahli misanya, Kebun raya Bogor. 1.Perlindungan Alam Ketat Keadaan alam dibiarkan menurut kehendak alam tanpa campur tangan manusia, kecuali jika diperlukan. Biasanya, daerah ini digunakan untuk kepentingan ilmiah atau penelitian, misalnya, Ujung Kulon dan Pulau Panaitan. Gambar Taman Nasional Bunaken Sumber : Canva.com


G. Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Indonesia 1. Pelestarian In situ Pelestarian In situ, yaitu upaya pelestarian sumber daya alam hayati di habitat atau tempat aslinya. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan karakteristik tumbuhan atau hewan tertentu sangat membahayakan kelestariannya apabila dipindahkan ke tempat lainnya. 2. Pelestarian Ex-situ Pelestarian ex-situ yaitu suatu upaya melestarian yang dilakukan dengan memindahkan ke tempat lain yang lebih cocok bagi perkembangan kehidupannya.


Contoh pelestarian In situ a. Suaka margasatwa untuk komodo di Taman Nasional Komodo, Pulau Komodo b. Suaka margasatwa untuk badak bercula satu di Taman Nasional Ujung Kulon, Jawa Barat c. Pelestarian bungan Rafflesia di Taman Nasional Bengkulu


Contoh pelestarian Ex situ a. Kebun Raya dan Kebun Koleksi untuk menyeleksi berbagai tumbuhan langka dalam rangka melestarikan plasma nutfah. b. Penangkaran jalak Bali di kebun binatang Wonokromo (Anshori dan Djoko, 2009:30) Gambar penangkaran buruk Jalak Bali Sumber : Canva.com Gambar Kebun Raya Bogor Sumber : Google.com


DAFTAR PUSTAKA Anshori, M & Djoko, M. 2009. Biologi I Untuk Sekolah Menengah (SMA) X Madrasah Aliyah (MA). Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Bardiyanto dkk. 2013. Modul Pembelajaran Biologi Mata Pelajaran Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam SMA/MA Kelas X. Jawa Tengah: Viva Pakarindo Irnangtyas. 2013. Biologi Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga Mariandayani. 2012. Keragaman Kucing Domestik (Felisdomesticus) Berdasarkan Morfogenetik. Jurnal Peternakan Sriwijaya (JPS). 1(1):14-17 Widjaia, A Elizabeth, dkk. 2014. Kekinian Keanekaragaman Hayati Indonesia. Jakarta : LIPI Press. Yusa dan Manickam B. S. M. 2016. Buku Siswa Aktif dan Kreatif Belajar Biologi I untuk SMA/MA Kelas X Peminatan Matematika dan Ilmu-ilmu Alam. Jakarta: Grafindo


Click to View FlipBook Version