Kelangkaan dan kebutuhan manusia
Manusia dikenal sebagai Makhluk Ekonomi (Homo Economicus) karena
manusia selalu ingin memenuhi kebutuhan, tentu saja dengan cara yang
rasional sehingga dapat mencapai kesejahteraannya. Untuk memenuhi
kebutuhan tersebut manusia bertindak sebagai makhluk social. Manusia tidak
mampu memenuhi kebutuhan tanpa melakukan interaksi dengan orang lain.
Interaksi manusia dengan manusia lain menunjukkan bahwa manusia
sebagai makhluk social yang selalu hidup bersama dan tidak dapat hidup
sendiri dalam memenuhi kebutuhan. Tindakan manusia melakukan interaksi
dengan manusia lain misalnya, untuk memperoleh beras dengan cara
membeli dari pedagang di pasar karena secara individu tidak mampu
menghasilkan beras itu.
Kebutuhan manusia yang beragam dan selalu terus bertambah tersebut tidak
mungkin dapat terpenuhi tanpa adanya interaksi social, sebagai makhluk
social manusia selalu membutuhkan manusia lain. Interaksi social merupakan
kunci dalam sendi – sendi kehidupan social, karena tanpa interaksi tidak
mungkin terjadi aktivitas social. Interaksi social adalah hubungan – hubungan
social yang dinamis, baik yang menyangkut hubungan antara individu dan
individu, antar individu dan kelompok, maupun antara kelompok dengan
kelompok. Secara sederhana, interaksi terjadi apabila dua orang saling
bertemu, saling menegur, berkenalan dan mempengaruhi.
Interaksi social tidak terbatas oleh waktu karena dapat terjadi kapan saja dan
dimana saja. Dengan adanya interaksi, maka terjadi saling mempengaruhi
sehingga menimbulkan berbagai perubahan dalam kehidupan. Kondisi
tersebut dinamakan proses social, dimana terjadi pengaruh timbal balik
antara berbagai segi kehidupan bersama. Interaksi social merupakan bentuk
pelaksanaan kedudukan manusia sebagai makhluk social. Manusia tidak
mampu hidup sendiri, sejak manusia dilahirkan kita selalu membutuhkan
keberadaan orang lain. Manusia memiliki naluri untuk hidup bersama dengan
orang lain dan ingin bersatu dengan lingkungan sosialnya. Agar manusia
dapat menjalankan fungsi sebagai makhluk ekonomi dan makhluk social,
maka dalam kegiatannya perlu mematuhi aturan – aturan atau norma –
norma tertentu. Tanpa aturan – aturan yang mengatur proses kehidupan,
maka manusia akan bertindak semena – mena.
1. Kelangkaan sebagai Permasalahan Ekonomi.
Kebutuhan manusia semakin hari semakin bertambah. Pada zaman pra
aksara, kehidupan masih primitive untuk memenuhi kebutuhan mereka
dengan cara berburu dan meramu. Kemudian seiring dengan majunya
cara berfikir dan kebudayaan, mereka mulai hidup menetap dan bercocok
tanam dan untuk memenuhi kebutuhan dilakukan dengan cara barter.
Kebutuhan mereka belum terpenuhi dengan cara barter karena barang –
barang yang mereka miliki belum tersedia banyak dan belum tersedia
uang sebagai sarana untuk melakukan tukar – menukar.
Kebutuhan manusia demikian banyak, sedangkan barang – abarang dan
jasa serta sumber – sumber alam lain jumlahnya terbatas dan langka.
Sumber daya antara daerah yang satu dengan daerah lain tidak sama.
Bebrapa daerah yang tersedia secara melimpah dan sebagian daerah lain
tersedia sumber daya yang sedikit sehingga terjadi interaksi antar daerah
untuk memenuhi kebutuhan. Kelangkaan sumber daya disbanding
dengan kebutuhan manusia akan menyebabkan kurangnya atau tidak
terpenuhinya sebagian atau seluruh kebutuhan untuk hidup. Kelangkaan
ini merupakan masalah ekonomi manusia. Masalah ekonomi muncul
karena adanya kebutuhan manusia yang terbatas, sedangkan alat
pemuas kebutuhan yang berupa barang dan jasa terbatas adanya.
Ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan alat pemuas
kebutuhan itu disebut kelangkaan.
Untuk mengatasi masalah kelangkaan, maka perlu belajar ilmu ekonomi.
Ekonomi berasal dari bahasa Yunani Oikonomia yang berarti rumah
tangga. Oikonomia merupakan kata majemuk yang terdiri dari dua kata
“Oikos” dan “Nomos”. Oikos artinya rumah tangga dan nomos artinya
aturan. Jadi arti kata ekonomi berarti aturan rumah tangga atau ilmu yang
mengatur rumah tangga. Ilmu ekonomi termasuk kelompok ilmu social.
Para pakar ekonomi memberi batasan – batasan yang berbeda – beda
tentang pengertian ilmu ekonomi. Meskipun definisi atau batasan yang
mereka berikan berbeda tetapi pada dasarnya mengandung makna yang
sama. Definisi ilmu ekonomi yang sering digunakan “Ilmu Ekonomi adalah
ilmu pengetahuan social yang mempelajari tingkah laku manusia dalam
memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran”. Berdasar definisi itu,
maka dapat diambil kesimpulan bahwa kemakmuran akan tercapai bila
kebutuhan sudah terpenuhi. Untuk mencapai kemakmuran itu manusia
harus selalu berusaha melakukan tindakan – tindakan atau pengorbanan,
baik berupa tenaga, waktu maupun materi.
Berdasarkan kajian geografis, permasalahan ekonomi setiap daerah dan
wilayah berbeda. Sebagai Negara kepulauan, Indonesia memiliki
keragaman bentuk muka bumi, mulai daratan hingga lautan. Kondisi yang
demikian ini ternyata mempunyai hubungan yang erat dengan aktivitas
manusia sebagai penghuninya. Dimana kondisi social suatu wilayah tidak
akan terlepas dari keadaan fisiknya. Satu ciri utama kajian geografis
adalah mengkaji hubungan antara unsur fisik dan unsur social di
permukaan bumi. Pemanfaatan lingkungan fisik oleh manusia pada
hakikatnya tergantung pada kondisi lingkungan fisik itu sendiri dan
kualitas manusianya. Kondisi social manusia selalu dalam rangka
pemenuhan kebutuhan. Pemenuhan kebutuhan masyarakat akan dapat
terpenuhi kalau pembangunan wilayah tersebut berkembang dengan baik.
Permasalahan ini tentu akan berdampak pada ketersediaan alat
pemenuhan kebutuhan. Kelangkaan menjadi permasalahan tiap daerah
baik diperkotaan maupun di pedesaan.
Di kota – kota umumnya terdapat pemukiman kumuh dihuni para
pendatang yang belum berhasil mewujudkan impiannya. Daerah terpencil
terjadi karena secara geografis terletak di daerah yang sulit dijangkau
seperti dilereng gunung, di kepulauan maupun di tengah hutan. Daerah
tersebut mengalami perubahan pembangunan, meskipun sebenarnya
kaya sumber daya alam. Pembangunan dan pengembangan wilayah di
Indonesia harus disesuaikan dengan kondisi geografis dan kondisi social
masyarakat.
Kondisi geografis wilayah Indonesia yang beragam harus disikapi dengan
pembangunan sarana perhubungan. Banyak daerah tidak dapat dijangkau
karena kondisi jalan rusak parah seperti jalan – jalan di kawasan Sumatra
dan Kalimantan. Pemukiman kumuh menjadi polemic di perkotaan.
Pembangunan di segala sector, termasuk di desa hendaknya
memperhatikan kondisi social ekonomi yang berlaku di masyarakat
sehingga tidak terjadi ketimpangan. Hubungan antar pulau disikapi
dengan membangun jalur pelayaran dan penerbangan. Jalur pelayaran
dilakukan dengan membangun pelabuhan dan jalur penerbangan dengan
membangun bandara. Upaya pengembangan wilayah antar pulau,
penyediaan pelayaran dan penerbangan merupakan prioritas yang terus
dirintis. Aspek social harus diperhatikan dalam pengembangan wilayah
agar proses pembangunan tidak berbenturan dengan nilai – nilai
masyarakat setempat. Berdasarkan kajian wilayah dan kondisi wilayah
yang berbeda tersebut menyebabkan masalah ekonomi yang rumit.
Terjadi kesenjangan sumber daya diantara wilayah – wilayah tersebut. Di
suatu daerah kelebihan sumber daya dan di daerah lain kekurangan
sumber daya. Kesenjangan tersebut menimbulkan permasalahan
ekonomi terutama dalam penyediaan barang dan jasa. Salah satu upaya
agar tidak terjadi kesenjangan ekonomi tersebut sebaiknya
pendistribusian sumber daya termasuk didalamnya distribusi sumber daya
manusia.
Dari uraian tadi jelas bahwa kebutuhan manusia demikian banyaknya,
sedangkan barang – barang dan jasa serta sumber – sumber alam lain
yang menjadi bahan untuk menghasilkan barang dan jasa yang jumlahnya
terbatas atau langka. Kelangkaan sumber daya dibandingkan dengan
kebutuhan manusia akan menyebabkan kurangnya atau tidak
terpenuhinya sebagian atau seluruh kebutuhan hidup. Tidak terpenuhinya
kebutuhan manusia itu berarti munculnya masalah pemenuhan kebutuhan,
yang kemudian masalah itu dikenal dengan masalah ekonomi.
2. Kebutuhan Manusia.
Hand Phone, Buku, dsb bisa jadi merupakan kebutuhan atau keinginan. Agar
alat pemenuhan yang kita miliki dapat mencukupi kebutuhan kita, maka
sebaiknya dalam penggunaan kita harus sesuaikan dengan skala prioritas
untuk menentukan kebutuhan yang paling penting harus diutamakan
pemenuhannya. Sebagai pelajar dapat menggunakan uang saku bulanan
atau mingguan dengan melakukan skala prioritas dalam
penggunaannya. Skala prioritas dapat diterapkan oleh setiap rumah tangga
dengan membuat suatu daftar yang memuat semua kebutuhan dan harus
disesuaikan dengan penghasilan. Dari daftar kebutuhan tersebut kita
membuat rangking kebutuhan mana yang paling mendesak dan itulah yang
akan kita penuhi lebih dahulu. Sehingga kita dapat memanfaatkan alat
pemuas secara cermat dan alat pemuas itu benar – benar dapat memenuhi
kebutuhan kita.
Kebutuhan adalah suatu keinginan terhadap suatu barang atau jasa yang
menuntut adanya pemenuhan, apabila tidak dipenuhi maka akan
mempengaruhi kehidupan. Contoh, bagi mereka yang lapar menuntut untuk
dipenuhi makan, begitu juga mereka yang haus harus segera minum. Apabila
kebutuhan ini tidak dipenuhi, maka akan berakibat pada kelangsungan hidup
orang tersebut.
Untuk mengetahui lebih jelas tentang kebutuhan manusia sebaiknya kita perlu
mengetahui macam – macam kebutuhan :
a. Kebutuhan Menurut Intensitasnya atau Tingkatannya.
1. Kebutuhan Primer atau Kebutuhan Pokok.
Kebutuhan Primer atau Kebutuhan Pokok adalah kebutuhan
yang harus dipenuhi karena bila tidak dipenuhi akan
mempengaruhi kelangsungan hidup.
Adapun yang termasuk kebutuhan primer antara lain :
a. Kebutuhan akan makan, kebutuhan ini bila tidak terpenuhi
maka manusia tidak bisa hidup.
b. Kebutuhan Pakaian, kebutuhan ini harus dipenuhi karena
manusia perlu bersosialisasi dengan sesame, dan apabila
tidak dipenuhi maka akan mengalami kesulitan dalam
pergaulan.
c. Perumahan merupakan kebutuhan tempat untuk berteduh,
istirahat dan melepas lelah sehingga kebutuhan ini mutlak
harus dipenuhi.
2. Kebutuhan Sekunder (Tambahan).
Kebutuhan Sekunder (Tambahan) adalah kebutuhan yang
dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi. Kebutuhan
sekunder merupakan pelengkap dari kebutuhan primer. Tidak
terpenuhinya kebutuhan ini tidak mengganggu kelangsungan
hidup.
Kebutuhan sekunder antara lain : Perabotan Rumah Tangga,
lemari, arloji, Radio dan sabun, dll.
3. Kebutuhan Tersier atau Kebutuhan Barang Mewah.
Kebutuhan Tersier atau Kebutuhan Barang Mewah adalah
kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer dan
sekunder terpenuhi. Kebutuhan ini tidak mutlak harus dipenuhi
tetapi disesuaikan dengan kondisi keuangan dari masing –
masing orang.
Biasanya kebutuhan ini berhubungan dengan harga diri orang
tersebut, apabila seseorang mampu memiliki barang – barang
mewah. Pada saat ini sulit menemukan mana barang mewah
dan mana yang bukan, karena tergantung dari tingkat kekayaan
yang dimiliki masing – masing orang.
b. Kebutuhan Menurut Sifat.
1. Kebutuhan Jasmani.
Kebutuhan Jasmani adalah kebutuhan yang bersifat memberi
kepuasan pada badan atau jasmani. Kebutuhan ini bersifat
materi.
Contoh kebutuhan ini antara lain kebutuhan akan makan, obat
bagi yang sakit, minuman, kesehatan dan olah raga.
2. Kebutuhan Rohani.
Kebutuhan Rohani adalah kebutuhan yang dirasakan untuk
kepentingan jiwa manusia. Apabila kebutuhan ini terpenuhi akan
merasa puas, aman dan tenang.
Contoh kebutuhan rohani antara lain kebutuhan akan rekreasi,
agama, nonton TV, baca buku, pendidikan.
c. Kebutuhan Menurut Waktu penggunaannya.
1. Kebutuhan Sekarang.
Kebutuhan Sekarang adalah kebutuhan manusia yang harus
segera dipenuhi pada saat dibutuhkan. Apabila pemenuhan
kebutuhan ini tidak dilakukan dengan segera akan berakibat
tidak baik terhadap kelangsungan hidupnya.
Yang termasuk kebutuhan ini antara lain :
a. Makanan sangat dibutuhkan oleh orang yang kelaparan
dan ini harus segera dipenuhi karena orang bisa mati
kelaparan.
b. Minuman sangat dibutuhkan bagi orang yang kehausan
dan ini harus segera dipenuhi karena orang bisa mati
kehausan / dehidrasi.
c. Obat sangat dibutuhkan bagi orang yang sakit. Kebutuhan
ini tidak bisa ditunda karena akan berakibat fatal.
2. Kebutuhan Masa Yang Akan Datang.
Kebutuhan Masa Yang Akan Datang adalah kebutuhan manusia
yang pemenuhannya dapat ditangguhkan pada masa yang akan
datang. Pemenuhan kebutuhan ini dapat dipersiapkan dari
sekarang.
Contohnya, saat ini seseorang bekerja untuk memperoleh uang
tapi tidak lupa menyisihkan sebagian uangnya untuk memenuhi
kebutuhan yang akan dating. Uang tabungan ini bisa digunakan
untuk pendidikan di masa depan bagi anak – anaknya.
d. Kebutuhan Menurut Subjek.
1. Kebutuhan Individual.
Kebutuhan Individual adalah kebutuhan yang berhubungan
langsung dengan perorangan. Kebutuhan ini dirasakan oleh diri
pribadi seseorang dan pemenuhannya di lakukan secara
individu. Tentu saja kebutuhan ini tidak sama orang yang satu
dengan yang lainnya.
Contoh kebutuhan ini seperti makan, minum, mobil, sepatu, dan
kaca mata. Kebutuhan tergantung dari keinginan masing-
masing.
2. Kebutuhan Kelompok atau Kolektif.
Kebutuhan Kelompok atau Kolektif adalah kebutuhan yang di
rasakan oleh sekelompok orang secara bersama- sama dan
pemenuhannya juga dilakukan secara bersama- sama.
Contoh kebutuhan ini antara lain : kebutuhan akan jalan,
jembatan, sekolah, pasar, dan lapangan.
Kebutuhan manusia yang satu dengan yang lain berbeda ragam dan
jumlahnya. Perbedaan ini disebabkan oleh faktor – faktor yang
mempengaruhinya.
Faktor – faktor tersebut, antara lain :
a. Jenis Kelamin.
b. Tingkat Pendidikan.
c. Lingkungan Tempat Tinggal.
d. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
e. Tingkat Pendapatan.
f. Status Sosial.
g. Perbedaan Selera.
Untuk bisa melangsungkan kehidupannya dan memperoleh kemakmuran,
orang harus mampu mengimpangi kebutuhan dengan alat pemenuhan yang
ada juga perlu ditingkatkan dan dikembangkan secara terus menerus.
Alat pemenuhan kebutuhan manusia banyak sekali macamnya, ada yang
berupa barang dan jasa. Ada yang berwujud da nada yang tidak berwujud,
dsb.
Banyaknya alat pemenuhan kebutuhan itu agar mudah mengingatnya, maka
perlu diklasifikasikan sebagai berikut :
a. Alat Pemenuhan Kebutuhan Menurut Kelangkaannya atau Cara
Memperolehnya.
1. Barang Ekonomis.
Barang Ekonomis adalah semua barang yang keberadaannya
terbatas sehingga untuk memperolehnya perlu pengorbanan
baik materiil maupun fisik.
Contoh barang ekonomis adalah Sepatu dan air minum.
2. Barang Bebas.
Barang Bebas adalah barang yang jumlahnya banyak sehingga
untuk memperolehnya tidak perlu pengorbanan.
Misalnya Sinar Matahari, Udara, air.
b. Alat Pemenuhan Kebutuhan Menurut Hubungannya dengan
Barang Lain.
1. Barang Substitusi.
Barang Substitusi adalah barang yang dalam penggunaannya
saling dapat menggantikan dengan barang lain dengan syarat
barang tersebut memiliki kegunaan yang sama.
Contohnya : nasi bisa diganti fungsinya dengan singkong. Gula
merah bisa digantikan fungsinya dengan gula putih.
2. Barang Komplementer.
Barang Komplementer adalah barang yang penggunaannya
dapat melengkapi satu sama lain, karena bila tidak salah satu
maka barang tersebut kurang bermanfaat atau bahkan tidak
bermanfaat sama sekali.
Contohnya : motor tidak akan jalan kalau tidak ada bensin.
Kompor tidak akan menyala kalau tidak ada gas atau minyak
tanah.
c. Alat Pemenuhan Kebutuhan Menurut Tujuan Penggunaannya.
1. Barang Produksi (Barang Modal).
Barang Produksi atau Barang Modal karena barang ini tidak
dapat langsung memenuhi kebutuhan manusia, tetapi melalui
proses dahulu baru dapat digunakannya. Barang ini dapat
menghasilkan barang lain.
Contohnya : Lahan, Mesin dan gedung.
2. Barang Konsumsi.
Barang Konsumsi adalah barang – barang yang dapat
digunakan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan
manusia. Barang ini banyak ragamnya tergantung dari masing –
masing individu yang menginginkan. Dalam kehidupan sehari –
hari, barang Konsumsi disebut juga barang Jadi atau siap pakai
karena telah melalui proses produksi dan siap dipasarkan.
Contohnya buku tulis dan alat tulis.
d. Alat Pemenuhan Kebutuhan Menurut Proses Pembuatannya.
1. Barang Mentah.
Barang Mentah adalah barang yang belum dapat Digunakan
untuk memenuhi kebutuhan tetapi harus melalui proses
produksi terlebih dahulu.
Contohnya padi belum bisa digunakan untuk memenuhi
kebutuhan karena masih berupa barang mentah dan harus
melalui proses dahulu. Begitu juga dengan kayu belum bisa
digunakan bila belum dibentuk dulu menjadi perabot.
2. Barang Setengah Jadi.
Barang Setengah jadi adalah barang atau alat pemuas
kebutuhan yang masih dalam proses produksi.
Contohnya benang sebelum dibuat kain, tepung sebelum dibuat
kue.
3. Barang Jadi.
Barang Jadi adalah barang atau alat pemuas kebutuhan yang
dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan.
Contohnya nasi, kue, lat tulis, baju, celana, buku, pensil, meja,
kursi.
3. Tindakan, Motif, dan Prinsip Ekonomi.
Kekuatan yang ada dalam diri manusia untuk melakukan tindakan atau
kegiatan di sebut Motif. Dalam tindakan ekonomis yang dilakukan manusia,
motif tersebut berasal dari diri sendiri dan berasal dari luar diri manusia atau
pengaruh dari orang manusia. Manusia melakukan berbagai macam tindakan
agar semua kebutuhannya terpenuhi dan dapat mencapai kemakmuran.
Segala kegiatan manusia untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya
disebut dengan tindakan ekonomis atau perbuatan ekonomis. Tujuan dari
tindakan ekonomis adalah untuk mengendalikan agar pengeluaran tidak
melebihi pendapatan.
Tindakan ekonomi manusia dilakukan dalam kegiatan ekonomi. Tindakan
ekonomis dilakukan setiap orang harus dengan penuh tanggung jawab,
kejujuran dan santun. Kegiatan ekonomis manusia harus rasional agar
mendapatkan hasil yang maksimal. Kegiatan yang rasional adalah kegiatan
dilakukan dengan pikiran dan akal yang sehat.
Keinginan atau alasan yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan
ekonomi disebut Motif Ekonomi. Tindakan manusia selalu didorong oleh suatu
keinginan. Keinginan atau motif yang mendorong manusia melakukan
kegiatan ekonomi ada bermacam – macam.
Motif ekonomi dapat dibedakan menjadi 4 macam, antara lain :
a. Motif untuk Memenuhi Kebutuhan.
b. Motif Berbuat Sosial.
c. Motif untuk Mendapatkan Penghargaan.
d. Motif untuk memperoleh kekuasaan.
Kegiatan ekonomi meliputi kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi. Bagi
pelaku produksi, tindakan yang dilakukan harus menggunakan bahan baku
yang bagus, tenaga kerja yang terampil, mesin sehingga dalam melakukan
proses produksi dapat efisien dan barang hasil produksinya berkualitas. Bagi
distributor, berusaha agar barang yang disalurkan tepat sasaran. Bagi
konsumen dapat memenuhi kebutuhan dengan cara membeli barang dengan
harga yang sesuai dan kualitas bagus.
Dibawah ini ada beberapa pengertian prinsip ekonomi pada umumnya,
diantaranya :
1. Prinsip ekonomi adalah usaha untuk mendapatkan hasil tertentu
dengan pengorbanan yang sekecil mungkin.
2. Prinsip ekonomi adalah dengan pengorbanan yang kita keluarkan
untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan diharapkan.
3. Prinsip ekonomi adalah berusaha dengan alat yang tersedia untuk
memperoleh hasil yang maksimal.
4. Prinsip ekonomi adalah dasar berfikir manusia yang digunakan
untuk melakukan tindakan ekonomi.
Bahkan dalam dunia usaha, prinsip ekonomi berhubungan dengan sebutan
efisien dan efektif.
a. Efisien artinya kegiatan yang dilakukan tepat untuk mencapai target
tertentu.
b. Efektif artinya apa yang dilaksanakan benar.
Prinsip ekonomi baik sekali digunakan dalam segala kegiatan ekonomi, baik
kegiatan produksi, distribusi maupun konsumsi. Orang akan menerapkan
prinsip ekonomi dalam kegiatan sehari – hari. Sebagai contoh seseorang
akan membeli sepatu pada took A dengan harga Rp. 150 ribu, pada took B
harga sepatu Rp. 149 ribu dan pada toko C harga sepatu dengan kualitas
sama Rp. 149.500. berdasarkan prinsip ekonomi, tentu orang tersebut akan
membeli pada took B yang harganya lebih murah dan kualitas sama. Orang
yang berpedoman pada prinsip ekonomi selalu melakukan pertimbangan –
pertimbangan sehingga pengorbanan kita dapat memperoleh hasil yang
maksimal.
Prinsip ekonomi dapat diterapkan dalam kegiatan ekonomi. Penerapan
prinsip ekonomi dalam kegiatan – kegiatan ekonomi tentu dengan tujuan yang
berbeda.
Di bawah ini contoh penerapan dalam kegiatan Ekonomi, diantaranya :
1. Penerapan Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Produksi, antara
lain :
a. Menggunakan bahan mentah atau bahan baku dengan mutu
baik.
b. Mendirikan tempat perusahaan yang dekat dengan bahan
mentah / bahan baku.
c. Menggunakan tenaga kerja dengan upah murah.
d. Harus selalu hemat dalam biaya produksi.
2. Penerapan Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Distribusi, antara
lain :
a. Menyalurkan barang dengan prinsip tepat sasaran, tepat
waktu dan tepat tempat.
b. Menempatkan perusahaan di antara produsen dan konsumen.
c. Memberikan layanan dengan baik.
d. Menggunakan sarana distribusi yang murah.
3. Penerapan Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan konsumsi, antara
lain :
a. Membeli barang dengan memilih terlebih dahulu.
b. Memilih barang yang kualitas bagus.
c. Membeli barang yang sesuai dengan yang direncanakan.
d. Setiap awal bulan membuat daftar kebutuhan berdasar skala
prioritas.
Penerapan Prinsip ekonomi sangat penting apalagi di era globalisasi, semua
barang secara bebas masuk dan keluar dari dalam negeri. Pada saat seperti
ini produsen dituntut dapat menghasilkan barang yang berkualitas dengan
harga yang bersaing. Tugas produsen ini sangat berat, tetapi harus tetap
dilaksanakan agar barang hasil produksinya dapat terjual. Begitu juga
distributor harus melakukan penyaluran dengan efektif dan efisien. Sebaiknya
distributor menggunakan saluran distribusi yang tepat.