35 HITUNGAN: UNGAN ZAT GIZI PER 100 KKAL KETERANGAN 5 g kkal x 100 kkal = 2,56 g Memenuhi syarat (0,8 - 5,5g/100 kkal) 4 g kkal x 100 kkal = 3,39 g Memenuhi syarat (Maksimum 4,5 g/100 kkal) ,10 g 35 kkal x 100 kkal = 3,50 g Memenuhi syarat (Maksimum 5 g/100 kkal) 16 g 35 kkal x 100 kkal = 0,50 g Memenuhi syarat (Maksimum 1,25 g/100 kkal) 1 mg 5 kkal x 100 kkal = 0,03 mg Tidak memenuhi syarat (Minimum 0,05 mg/100 kkal) mg kkal x 100 kkal = 87,19 mg Memenuhi syarat (Maksimum100 mg/100 kkal) 35
36 NO. ZAT GIZI HASIL ANALISIS (PER 100 G) KANDU 7 Folat (mcg) 58,13 58,13 m 431,35 Kesimpulan: Untuk dapat diizinkan sebagai produk MP-ASI kudapan, reformulasi pada kandungan vitamin B1 (tiamin), sert dipersyaratkan untuk MP-ASI kudapan. Selain zat gizi di zat gizi/zat nongizi lain) juga harus sesuai dengan pers dengan cara yang sama.
UNGAN ZAT GIZI PER 100 KKAL KETERANGAN mcg kkal x 100 kkal = 13,48 mcg Memenuhi syarat (Minimum 4,8 mcg/100 kkal) , produk MP-ASI kudapan tersebut harus melakukan ta perlu diperhatikan persyaratan zat gizi lain yang atas, penambahan bahan lain (vitamin, mineral, BTP, syaratan. Perhitungan zat gizi lainnya dapat dihitung
37 BAB IV PERSYARATAN KEAMANAN PANGAN PRODUK MP-ASI Persyaratan keamanan pangan produk MP-ASI mencakup ketentuan penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP), bahan penolong, persyaratan cemaran logam berat, cemaran kimia, cemaran dan cemaran mikroba. A. BAHAN TAMBAHAN PANGAN (BTP) Ketentuan mengenai BTP mengacu pada: 1. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan. 2. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 13 Tahun 2020 tentang Bahan Tambahan Pangan Perisa sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 13 Tahun 2020. 3. Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK.02.01.1.2.04.21.187 Tahun 2021 tentang Perubahan Bahan Tambahan Pangan yang Diizinkan sebagai Ajudan Perisa, Perubahan Senyawa Perisa yang Diizinkan Digunakan dalam Bahan Tambahan Pangan Perisa, dan Perubahan Sumber Bahan Baku Aromatik Alami dan/atau Sumber Preparat Perisa. Bahan Tambahan Pangan adalah bahan ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan. Dalam penggunaan BTP, perlu diperhatikan beberapa prinsip sebagai berikut: 1. Penggunaan • BTP hanya digunakan pada produk pangan jika benar-benar diperlukan secara teknologi. • Gunakan BTP yang diizinkan sesuai dengan Batas Maksimal yang diizinkan dalam Peraturan. • Gunakan sediaan BTP yang telah memiliki nomor Izin edar (MD/ML). 4
38 • Baca takaran penggunaannya dan gunakan sesuai petunjuk label sediaan BTP. 2. Larangan BTP tidak boleh digunakan untuk: • Menyembunyikan penggunaan bahan (baik berupa bahan baku, BTP ataupun bahan penolong) yang tidak memenuhi persyaratan. • Menyembunyikan cara kerja yang bertentangan dengan cara produksi yang baik. • Menyembunyikan kerusakan pangan. 3. Batas Maksimum. Terdapat 2 (dua) bentuk batas maksimum BTP, yaitu: • Numerik: konsentrasi maksimum BTP yang diizinkan terdapat pada pangan dalam satuan yang ditetapkan. Dalam hal ini, batas maksimum dituangkan dalam bentuk angka/nilai tertentu. Contoh: Produk MP-ASI diizinkan menggunakan Asam asetat sebagai BTP Pengatur keasaman dengan batas maksimum 5000 mg/kg. • Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB): konsentrasi BTP yang digunakan dalam pangan secukupnya sesedikit mungkin untuk menghasilkan efek teknologi yang diinginkan. Contoh : Produk MP-ASI diizinkan menggunakan Natrium karbonat sebagai BTP Pengembang dengan batas maksimum CPPB (secukupnya). Adapun golongan dan jenis BTP yang diizinkan dalam produk untuk ditambahkan langsung pada produk MP-ASI adalah sebagai berikut: Bahan Tambahan Pangan yang digunakan di dalam MP-ASI Pokok dan MP-ASI Kudapan harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. PENGGUNAAN BTP
Tabel 11. Bahan Tambahan Pangan yang Diizinka BTP ANT No Nama BTP INS 1 Mono dan digliserida asam lemak (Mono- and diglycerides of fatty acids) 471 Glyceryl monoste monopalmitate, monostearin, mo GMS (for glycery BTP ANTI No Nama BTP INS 1 Silikon dioksida halus (Silicon dioxide, amorphous) 551 Silicon dioxide; si BTP ANTIO No Nama BTP INS 1 Asam askorbat (Ascorbic acid) 300 Vitamin C; L-ascthreo-hexono-1,4 gulofuranolacto
39 an Diambahkan Langsung dalam Produk MP-ASI TIBUIH Sinonim Batas Maksimal (mg/kg) earate, glyceryl glyceryl monooleate, etc; onopalmitin, monoolein, etc.; yl monostearate) 15000 KEMPAL Sinonim Batas Maksimal (mg/kg) ilica 2000 OKSIDAN Sinonim Batas Maksimal (mg/kg) corbic acid; 2,3-didehydro-L4-lactone; 3-keto-L ne 500 39
40 No Nama BTP INS 2 Askorbil palmitat (Ascorbyl palmitate) 304 Vitamin C palmi palmitoyl-3-keto 2,3-dehydro-L-th palmitate 3 d-alfa tokoferol (d-alphatocopherol) 307a Vitamin E; RRR- trimethyltocol; ( 4 dl-alfa tokoferol (dl-alphatocopherol) 307c dl-5,7,8-trimethy2-(4’8’12’- trime vitamin E 5 Gama tokoferol (Gamma Tocopherol) 308 - 6 Kalium askorbat (Potassium ascorbate) 303 - 7 Kalsium askorbat (Calcium ascorbate) 302 Calcium ascorba 2,3-didehydro-L- dihydrate 8 Natrium askorbat (Sodium ascorbate) 301 Sodium ascorbatL-gulofurano-lac didehydro-Lthre enolate 9 Tokoferol campuran pekat (Mixed tocopherol concentrate) 307b Mixed tocophero tocopherols suchgamma-, d-delta concentrate
Sinonim Batas Maksimal (mg/kg) tate; L-ascorbyl palmitate; 6- o-Lgulofuranolactone; hreo-hexono-1,4-lactone-6- 200 alpha –tocopherol; 5,7,8- (+)- alphatocopherol 300 mg/kg lemak yltocol; dl-2,5,7,8-tetramethyl ethyldecyl)-6-chromanol; 300 mg/kg lemak 300 500 ate dihydrate; calcium salt of -threohexono- 1,4-lactone 200 te; sodium L-ascorbate; 3-ketoctone sodium enolate; 2,3- eo-hexono-1,4-lactone sodium 500 ol concentrate contains h as d-alpha-, d-beta-, da-tocopherols; vitamin e 300
BTP GAS UNTU No Nama BTP INS 1 Karbon dioksida (Carbon dioxide) 290 - 2 Nitrogen (Nitrogen) 941 - BTP PEMBE No Nama BTP INS 1 Agar-agar (Agar) 406 Gelose; japan ag japanese isingla 2 Gom gelan (Gellan gum) 418 - 3 Natrium alginat (Sodium alginate) 401 - 4 Asam alginat (Alginic acid) 400 - 5 Pektin (Pectins) 440 -
41 UK KEMASAN Sinonim Batas Maksimal (mg/kg) CPPB CPPB ENTUK GEL Sinonim Batas Maksimal (mg/kg) gar; bengal; ceylon; chinese or ass; layor carang CPPB CPPB 5000 5000 10000 kecuali produk berbasis sereal bebas gluten 20000 mg/kg 41
42 BTP PENGATU No Nama BTP INS 1 Asam asetat (Acetic acid) 260 Ethanoic acid 2 Asam hidroklorida (Hydrochloric acid) 507 Muriatic acid 3 Asam laktat (Lactic acid) 270 2-hydroxypropapropionic acid; a acid 4 Asam malat (Malic acid) 296 Dl-malic acid; 2 hydroxysuccinic 5 Asam sitrat (Citric acid) 330 2-hydroxy-1,2,3 hydroxy-1,2,3- p monohydrate 6 Asam tartrat (Tartaric acid) 334 L-tartaric acid; acid; l-2,3- dihyd 7 Glukono delta lakton (Glucono delta lactone) 575 Delta-gluconolaglukono-1,5-lac d-gluconic acid 8 Kalium asetat (Potassium acetate) 261(i) -
R KEASAMAN Sinonim Batas Maksimal (mg/kg) 5000 CPPB (Batas Maksimal (mg/kg) dihitung sebagai asamnya) anoic acid; 2-hydroxyalphahydroxypropanoic 15000 hanya L(+) asam laktat (Batas Maksimal (mg/kg) dihitung sebagai asamnya) -hydroxybutanedioic acid; c acid CPPB -propane-tricarboxylic acid; 2- propane-tricarboxylic acid, 25000 l-2,3-dihydroxybutanedioic droxysuccinic acid CPPB actone; gluconolactone; GDL; dtone, d-lactone CPPB CPPB
No Nama BTP INS 9 Kalium diasetat (Potassium diacetate) 261(ii) - 10 Kalium dihidrogen sitrat (Potassium dihydrogen citrate) 332(i) Potassium dihyd citrate; potassiu citrate monobas citrate; monopo salt of 2-hydroxy acid 11 Kalsium hidroksida (Calcium hydroxide) 526 Slaked lime 12 Natrium asetat (Sodium acetate) 262(i) - 13 Natrium dihidrogen sitrat (Sodium dihydrogen citrate) 331(i) Monosodium cit hydroxy-1,2,3- propanetricarbo citrate; sodium monobasic 14 Natrium karbonat (Sodium carbonate) 500(i) Sodium salt of c 15 Kalium hidrogen karbonat (Potassium hydrogen carbonate) 501(ii) Potassium bicar carbonate 16 Kalium hidroksida (Potassium hydroxide) 525 Caustic potash;
43 Sinonim Batas Maksimal (mg/kg) CPPB drogen citrate; Monopotassium um sic; Potassium dihydrogen otassium y-propan1,2,3-tricarboxylic 25000 CPPB 5000 trate; monosodium salt of 2- oxylic acid; monosodium citrate 25000 carbonic acid; soda ash CPPB rbonate; potassium acid CPPB potassium hydrate CPPB 43
44 No Nama BTP INS 17 Kalium laktat (Potassium lactate) 326 Potassium 2-hyd 18 Kalsium asetat (Calcium acetate) 263 - 19 Kalsium laktat (Calcium lactate) 327 Calcium dilacta 2-hydroxypropa 20 Natrium hidrogen karbonat (Sodium hydrogen carbonate) 500(ii) Baking soda; bic bicarbonate; sod 21 Natrium hidroksida (Sodium hydroxide) 524 Lye; caustic sod 22 Natrium laktat (Sodium lactate) 325 Sodium 2-hydro 23 Trikalium sitrat (Tripotassium citrate) 332(ii) Tripotassium ci hydroxy-1,2,3-p tripotassium sal acid 24 Trinatrium sitrat (Trisodium citrate) 331(iii) Trisodium citra1,2,3- propanetr salt of beta-hydr
Sinonim Batas Maksimal (mg/kg) droxypropanoate CPPB CPPB te; calcium dilactate hydrate; anoic acid calcium salt CPPB carbonate of soda; sodium dium acid carbonate CPPB a; sodium hydrate CPPB oxypropanoate CPPB trate; tripotassium salt of 2- ropanetricarboxylic acid; lt of beta-hydroxytricarballylic 25000 te; trisodium salt of 2-hydroxy ricarboxylic acid; trisodium roxytricarballylic acid CPPB
BTP PENG No Nama BTP INS 1 Amonium hidrogen karbonat (Ammonium hydrogen carbonate) 503(ii) Ammonium bica Amonium karbonat (Ammonium carbonate) 503(i) Ammonium carb and ammonium varying proport 2 Natrium karbonat (Sodium carbonate) 500(i) Sodium salt of c 3 Kalium hidrogen karbonat (Potassium hydrogen carbonate) 501(ii) Potassium bicar carbonate 4 Natrium hidrogen karbonat (Sodium hydrogen carbonate) 500(ii) Baking soda; bic bicarbonate; sod
45 EMBANG Sinonim Batas Maksimal (mg/kg) arbonate CPPB bamate; Ammonium carbonate m hydrogen carbonate in tions CPPB carbonic acid; soda ash CPPB rbonate; potassium acid CPPB carbonate of soda; sodium dium acid carbonate CPPB 45
46 BTP PENG No Nama BTP INS 1 Agar-agar (Agar) 406 Gelose; japan ag japanese isingla 2 Amonium hidrogen karbonat (Ammonium hydrogen carbonate) 503(ii) Ammonium bica 3 Asam alginat (Alginic acid) 400 - 4 Ester asam lemak dan asetat dari gliserol (Acetic and Fatty Acid Esters of Glycerol) 472a Acetic acid este acetoglycerides, diglycerides 5 Ester asam lemak dan laktat dari gliserol (Lactic and fatty acid esters of glycerol) 472b Lactic acid ester lactoglycerides 6 Ester asam lemak dan sitrat dari gliserol (Citric and fatty acid esters of glycerol) 472c Citric acid ester citroglycerides, 7 Gom guar (Guar gum) 412 Gum cyamopsis, 8 Gom karaya (Karaya gum) 416 Karaya; gum ka kadaya; katilo; k
GEMULSI Sinonim Batas Maksimal (mg/kg) gar; bengal; ceylon; chinese or ass; layor carang CPPB arbonate CPPB 5000 ers of mono- and diglycerides, , acetylated mono- and 5000 rs of mono- and diglycerides; 5000 rs of mono- and di-glycerides, CITREM 5000 , guar flour 10000 araya; sterculia; gum sterculia; kullo; kuterra CPPB
No Nama BTP INS 9 Kalsium karbonat (Calcium carbonate) 170(i) Chalk; carbonic 10 Kalsium laktat (Calcium lactate) 327 Calcium dilacta 2-hydroxypropa 11 Lesitin (Lecithins) 322(i) Phosphatides, P dari Biji Bunga 12 Mono dan digliserida asam lemak (Mono- and diglycerides of fatty acids) 471 Glyceryl monost monopalmitate, monostearin, m GMS (for glycery 13 Natrium alginat (Sodium alginate) 401 - 14 Natrium laktat (Sodium lactate) 325 Sodium 2 hydrox 15 Pati asetat (Starch acetate) 1420 Starch acetate ( anhydride or 7.5 16 Pektin (Pectins) 440 - 17 Agar-agar (Agar) 406 Gelose; japan ag japanese isingla
47 Sinonim Batas Maksimal (mg/kg) acid calcium salt CPPB (Batas Maksimal (mg/kg) sebagai asamnya) te; calcium dilactate hydrate; anoic acid calcium salt CPPB (Batas Maksimal (mg/kg) sebagai asamnya) Phospholipids, termasuk Lesitin Matahari 15000 dalam basis berat kering tearate, glyceryl , glyceryl monooleate, etc; onopalmitin, monoolein, etc.; yl monostearate) 15000 5000 xypropanoate CPPB (esterified with acetic 5% max vinyl acetate) 50000 10000 kecuali produk berbasis sereal bebas gluten 20000 mg/kg gar; bengal; ceylon; chinese or ass; layor carang CPPB 47
48 BTP PENG No Nama BTP INS 1 Asam alginat (Alginic acid) 400 - 2 Asetil Pati oksidasi (Acetylated oxidized starch) 1415 - 3 Gom arab (Arabic gum) 414 Acacia gum; ara senegal); gum a 4 Kalsium asetat (Calcium acetate) 263 - 5 Kalsium laktat (Calcium lactate) 327 Calcium dilacta 2-hydroxyprop 6 Natrium alginat (Sodium alginate) 401 - 7 Natrium laktat (Sodium lactate) 325 Sodium 2-hydro 8 Pektin (Pectins) 440 - 9 Dipati adipat terasetilasi (Acetylated distarch adipate) 1422 -
GENTAL Sinonim Batas Maksimal (mg/kg) 5000 50000 (Batas Maksimal (mg/kg) sebagai asamnya) abic gum; gum arabic (acacia arabic(acacia seyal) 10000 (Batas Maksimal (mg/kg) sebagai asamnya) CPPB (Batas Maksimal (mg/kg) sebagai asamnya) te; calcium dilactate hydrate; anoic acid calcium salt CPPB (Batas Maksimal (mg/kg) sebagai asamnya) 5000 oxypropanoate CPPB 10000 kecuali produk berbasis sereal bebas gluten 20000 mg/kg 50000
No Nama BTP INS 10 Dipati fosfat (Distarch phosphate) 1412 - 11 Dipati fosfat terasetilasi (Acetylated Distarch Phosphate) 1414 - 12 Fosfat dipati fosfat (Phosphated distarch phosphates) 1413 - 13 Gom gelan (Gellan gum) 418 - 14 Gom guar (Guar gum) 412 Gum cyamopsis, 15 Gom kacang lokus (Locust bean gum) 410 Carob Gum; Car 16 Gom karaya (Karaya gum) 416 Karaya; gum ka kadaya; katilo; k 17 Gom tara (Tara gum) 417 Peruvian carob 18 Gom xanthan (Xanthan gum) 415 - 19 Kalium hidroksida (Potassium hydroxide) 525 Caustic potash;
49 Sinonim Batas Maksimal (mg/kg) 50000 50000 (Batas Maksimal (mg/kg) sebagai asamnya) 50000 (Batas Maksimal (mg/kg) sebagai asamnya) CPPB (Batas Maksimal (mg/kg) sebagai asamnya) , guar flour 10000 (Batas Maksimal (mg/kg) sebagai asamnya) rob Bean Gum 10000 (Batas Maksimal (mg/kg) sebagai asamnya) araya; sterculia; gum sterculia; kullo; kuterra CPPB CPPB 10000 kecuali produk berbasis sereal bebas gluten 20000 mg/kg potassium hydrate CPPB 49
50 No Nama BTP INS 20 Mono dan digliserida asam lemak (Mono- and diglycerides of fatty acids) 471 Glyceryl monost monopalmitate, monostearin, m GMS (for glycery 21 Monopati fosfat (Monostarch phosphate) 1410 - 22 Pati asetat (Starch acetate) 1420 Starch acetate ( anhydride or 7.5 23 Pati natrium oktenilsuksinat (Starch sodium octenyl succinate) 1450 - 24 Pati Oksidasi (Oxidized starch) 1404 - BTP PEN No Nama BTP INS 1 Kalium klorida (Potassium chloride) 508 Sylvine; sylvite 2 Kalsium glukonat (Calcium gluconate) 578 Calcium di-D-gl
Sinonim Batas Maksimal (mg/kg) tearate, glyceryl , glyceryl monooleate, etc; onopalmitin, monoolein, etc.; yl monostearate) 15000 50000 (esterified with acetic 5% max vinyl acetate) 50000 50000 50000 NGERAS Sinonim Batas Maksimal (mg/kg) CPPB uconate monohydrate CPPB
No Nama BTP INS 3 Kalsium klorida (Calcium chloride) 509 - 4 Kalsium laktat (Calcium lactate) 327 Calcium dilacta 2-hydroxypropa 5 Kalsium sulfat (Calciumsulphate/ Calcium sulfate) 516 - BTP PENINGK No Nama BTP INS 1 Agar-agar (Agar) 406 Gelose; japan ag japanese isingla 2 Asam alginat (Alginic acid) 400 - 3 Gom guar (Guar gum) 412 Gum cyamopsis, 4 Gom karaya (Karaya gum) 416 Karaya; gum ka kadaya; katilo; k
51 Sinonim Batas Maksimal (mg/kg) CPPB te; calcium dilactate hydrate; anoic acid calcium salt CPPB CPPB KAT VOLUME Sinonim Batas Maksimal (mg/kg) gar; bengal; ceylon; chinese or ass; layor carang CPPB 5000 (Batas Maksimal (mg/kg) sebagai asamnya) , guar flour 10000 (Batas Maksimal (mg/kg) sebagai asamnya) araya; sterculia; gum sterculia; kullo; kuterra CPPB (Batas Maksimal (mg/kg) sebagai asamnya) 51
52 No Nama BTP INS 5 Mono dan digliserida asam lemak (Mono- and diglycerides of fatty acids) 471 Glyceryl monost monopalmitate, monostearin, m GMS (for glycery 6 Natrium alginat (Sodium alginate) 401 - 7 Natrium laktat (Sodium lactate) 325 Sodium 2-hydro BTP PEN No Nama BTP INS 1 Agar-agar (Agar) 406 Gelose; japan ag japanese isingla 2 Amonium hidrogen karbonat (Ammonium hydrogen carbonate) 503(ii) Ammonium bica 3 Asam alginat (Alginic acid) 400 - 4 Ester asam lemak dan asetat dari gliserol (Acetic and Fatty Acid Esters of Glycerol) 472a Acetic acid ester acetoglycerides, diglycerides
Sinonim Batas Maksimal (mg/kg) tearate, glyceryl , glyceryl monooleate, etc; onopalmitin, monoolein, etc.; yl monostearate) 15000 5000 oxypropanoate CPPB NSTABIL Sinonim Batas Maksimal (mg/kg) gar; bengal; ceylon; chinese or ass; layor carang CPPB arbonate CPPB 5000 rs of mono- and diglycerides, , acetylated mono- and 5000
No Nama BTP INS 5 Gom gelan (Gellan gum) 418 - 6 Gom guar (Guar gum) 412 Gum cyamopsis, 7 Gom karaya (Karaya gum) 416 Karaya; gum ka kadaya; katilo; k 8 Gom tara (Tara gum) 417 Peruvian carob 9 Gom xanthan (Xanthan gum) 415 - 10 Kalium hidrogen karbonat (Potassium hydrogen carbonate) 501(ii) Potassium bicar carbonate 11 Kalium hidroksida (Potassium hydroxide) 525 Caustic potash; 12 Kalsium asetat (Calcium acetate) 263 -
53 Sinonim Batas Maksimal (mg/kg) CPPB , guar flour 10000 (Batas Maksimal (mg/kg) sebagai asamnya) araya; sterculia; gum sterculia; kullo; kuterra CPPB (Batas Maksimal (mg/kg) sebagai asamnya) CPPB (Batas Maksimal (mg/kg) sebagai asamnya) 10000 kecuali produk berbasis sereal bebas gluten 20000 mg/kg rbonate; potassium acid CPPB potassium hydrate CPPB CPPB 53
54 No Nama BTP INS 13 Kalsium hidroksida (Calcium hydroxide) 526 Slaked lime 14 Kalsium laktat (Calcium lactate) 327 Calcium dilacta hydroxypropano 15 Lesitin (Lecithins) 322(i) Phosphatides, P dari Biji Bunga 16 Mono dan digliserida asam lemak (Mono- and diglycerides of fatty acids) 471 Glyceryl monost monopalmitate, monostearin, m GMS (for glycery 17 Natrium alginat (Sodium alginate) 401 - 18 Natrium hidrogen karbonat (Sodium hydrogen carbonate) 500(ii) Baking soda; bic bicarbonate; sod 19 Natrium karbonat (Sodium carbonate) 500(i) Sodium salt of c
Sinonim Batas Maksimal (mg/kg) CPPB te; calcium dilactate hydrate; 2 oic acid calcium salt CPPB Phospholipids, termasuk Lesitin Matahari 15000 dalam basis berat Kering tearate, glyceryl , glyceryl monooleate, etc; onopalmitin, monoolein, etc.; yl monostearate) 15000 5000 carbonate of soda; sodium dium acid carbonate CPPB carbonic acid; soda ash CPPB
No Nama BTP INS 20 Natrium laktat (Sodium lactate) 325 Sodium 2-hydro 21 Pati asetat (Starch acetate) 1420 Starch acetate ( anhydride or 7.5 22 Pektin (Pectins) 440 - BTP PEWAR No Nama BTP INS 1 Beta-karoten (sayuran) CI. Nomor 75130 [Betacarotenes (vegetable)] 160a(ii) Natural ß-carot Food Orange 5,
55 Sinonim Batas Maksimal (mg/kg) oxypropanoate CPPB (esterified with acetic 5% max vinyl acetate) 50000 10000 kecuali produk berbasis sereal bebas gluten 20000 mg/kg RNA ALAMI Sinonim Batas Maksimal (mg/kg) tene, carotenes-natural; CI mixed carotenes 600 55
56 BTP PE No Nama BTP INS 1 Ekstrak buah alami - - 2 Ekstrak vanilla - - 3 Etil vanilin - - 4 Vanilin - -
ERISA Sinonim Batas Maksimal (mg/kg) CPPB dihitung terhadap produk siap konsumsi CPPB dihitung terhadap produk siap konsumsi 7 mg/ 100 g dihitung terhadap produk siap konsumsi 7 mg/ 100 g dihitung terhadap produk siap konsumsi
57 Berdasarkan data tersebut, golongan BTP yang paling banyak digunakan pada produk MP-ASI antara lain BTP pengemulsi, BTP antioksidan (biasanya merupakan carry over/bawaan dari bahan baku minyak/lemak), BTP pengatur keasaman, BTP pengembang, BTP penstabil, dan BTP perisa. Contoh BTP perisa yang banyak beredar di pasaran adalah etil vanilin dan vanilin yang berbentuk kristal. Terdapat sejumlah golongan BTP yang tidak diperbolehkan digunakan pada MP-ASI, antara lain: Tabel 12. Golongan BTP yang Tidak dapat Digunakan pada MP-ASI No. Jenis BTP Contoh BTP 1. Pemanis, baik pemanis alami (natural sweetener) maupun pemanis buatan (artificial sweetener) Pewarna alami: Sorbitol, Manitol, Glikosida steviol, Silitol Pewarna buatan: Asesulfam-K, Sakarin, Asam siklamat, Sukralosa, Neotam 2. Pengawet Natrium benzoat, Kalium sorbat, Nisin, Kalium nitrit 3. Penguat rasa Mononatrium L-glutamat, Dikalium 5’-guanilat, Asam 5’- inosinat, Dinatrium 5-ribonukleotida 4. Pewarna sintetis Tatrazin CI. Nomor 19140, Kuning FCF CI. Nomor 15985, Ponceau 4R CI. Nomor 16255, Eritrosin CI. Nomor 45430, Biru berlian FCF CI Nomor 42090, Hijau FCF CI. Nomor 42053
58 Keberadaan BTP di dalam pangan dapat berasal dari bahan baku, BTP, dan/atau bahan penolong yang digunakan dalam proses produksi pangan. BTP yang berasal dari bahan-bahan tersebut disebut BTP ikutan (carry over). Prinsip BTP ikutan untuk produk MP-ASI adalah sebagai berikut: 1. BTP ikutan yang diizinkan terdapat di dalam produk MP-ASI adalah jenis BTP dengan batas maksimum yang diizinkan ditambahkan ke dalam MP-ASI. 2. BTP ikutan dapat terbawa dari senyawa gizi. 3. Dalam hal BTP ikutan terbawa dari senyawa gizi, maka senyawa gizi tersebut harus termasuk ke dalam senyawa gizi yang diatur untuk MP-ASI sebagaimana diuraikan pada persyaratan kandungan gizi pada BAB II. BTP ikutan yang diizinkan terbawa dari senyawa gizi adalah sebagai berikut: BTP Ikutan (Carry over) adalah BTP yang berasal dari semua bahan baku pangan, bahan penolong dan/atau BTP, baik yang dicampurkan maupun yang dikemas secara terpisah, tetapi masih merupakan satu kesatuan produk yang tidak berfungsi secara teknologi dalam produk Pangan akhir. Dalam hal ini, BTP ikutan tidak ditambahkan langsung ke dalam produk. BTp ikutan
59 Tabel 13. BTP Ikutan yang Diizinkan Terbawa dari Senyawa Gizi NO INS Jenis BTP Batas Maksimal (mg/kg) dihitung terhadap produk siap konsumsi 1 414 Gom arab (Arabic gum) 10 2 551 Silikon dioksida halus (Silicon dioxide, amorphous) 10 3 421 Manitol (Mannitol) Keterangan: hanya untuk vitamin B12 0,1% bentuk kering 10 4 1450 Pati natrium oktenilsuksinat (Starch sodium octenyl succinate) 100 5 301 Natrium askorbat (Sodium ascorbate) Keterangan: dalam lapisan senyawa gizi yang mengandung asam lemak tidak jenuh ganda (polyunsaturated fatty acids/PUFA) 75
60 PENGGUNAAN CAMPURAN BTP Jika produk MP-ASI menggunakan lebih dari 1 jenis BTP yang terdapat dalam 1 golongan BTP, maka dalam penggunaannya perlu memperhitungkan prinsip rasio 1 (satu). Artinya, rasio dari BTP yang digunakan tersebut tidak boleh lebih dari 1. Rasio satu ini hanya berlaku untuk BTP yang memiliki batas maksimum numerik. Contoh : Produk MP-ASI menggunakan BTP Pengental asam alginat (3500 mg/kg) dan dipati fosfat (22000 mg/kg). Maka rasio 1 dihitung sebagai berikut: BTP Pengental Batas maksimum (mg/kg) Penggunaan pada produk (mg/kg) Perhitungan Asam alginat 5000 3500 3500 5000 = 0,7 Dipati fosfat 50000 22000 22000 50000 = 0,44 Rasio = 0,7 + 0,44 = 1,14 (≥1) Kesimpulan Tidak diizinkan
61 B. BAHAN PENOLONG Ketentuan mengenai bahan penolong diatur dalam Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Bahan Penolong dalam Pengolahan Pangan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 20 Tahun 2020. Bahan penolong adalah bahan, tidak termasuk peralatan, yang lazimnya tidak dikonsumsi sebagai Pangan, yang digunakan dalam pengolahan Pangan untuk memenuhi tujuan teknologi tertentu dan tidak meninggalkan residu pada produk akhir, tetapi apabila tidak mungkin dihindari, residu dan/atau turunannya dalam produk akhir tidak menimbulkan resiko terhadap kesehatan serta tidak mempunyai fungsi teknologi. Bahan penolong yang digunakan dalam proses pengolahan pangan harus: a. digunakan seminimum mungkin untuk mencapai efek yang diinginkan; dan b. ada upaya penghilangan residu dan/atau inaktivasi pada akhir proses pengolahan pangan, misalnya dengan cara : ❖ pemanasan; ❖ pengaturan pH menggunakan BTP pengatur keasaman yang dizinkan dan diikuti dengan penyaringan atau sentrifugasi; ❖ penyaringan; ❖ pengangkatan; dan/atau ❖ cara lain yang sesuai. Beberapa contoh golongan bahan penolong, antara lain : a. enzim, contoh: glukosa oksidase, transgultaminase, α-amilase, dll b. penjerap enzim, contoh: dietilaminoetil-selulosa, tanah diatome, dll c. resin penukar ion, dll.
62 C. CEMARAN LOGAM BERAT Ketentuan mengenai cemaran logam berat mengacu pada Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 5 Tahun 2018 tentang Batas Maksimum Cemaran Logam Berat dalam Pangan Olahan. LOGAM BERAT Logam Berat adalah elemen kimiawi metalik dan metaloida, memiliki bobot atom dan bobot jenis yang tinggi, yang bersifat racun bagi makhluk hidup. Cemaran logam berat meliputi : arsen (As); timbal (Pb); kadmium (Cd); merkuri (Hg); dan timah (Sn). Pemenuhan batas maksimum cemaran logam berat pada MP-ASI dibuktikan dengan sertifikat hasil pengujian secara kuantitatif yang dilakukan oleh laboratorium terakreditasi. Batas maksimum cemaran logam berat pada produk MP-ASI tercantum dalam Tabel berikut ini: Tabel 14. Batas Cemaran Logam Berat pada Produk MP-ASI Kategori Pangan Batas Maksimum (mg/kg) As Pb Hg Cd Sn 13.2 Makanan Bayi dan Anak Dalam Masa Pertumbuhan 0,10 0,10 0,01 0,05 40
63 D. CEMARAN KIMIA Ketentuan mengenai cemaran kimia mengacu pada Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 8 Tahun 2018 tentang Batas Maksimum Cemaran Kimia dalam Pangan Olahan. CEMARAN KIMIA Cemaran kimia adalah cemaran dalam makanan yang berasal dari unsur atau senyawa kimia yang dapat merugikan dan membahayakan kesehatan manusia. Cemaran kimia meliputi: • Cemaran mikotoksin, meliputi aflatoksin, deoksinivalenol (DON), okratoksin A (OTA), fumonisin, dan patulin • Cemaran dioksin • Cemaran 3-monokloropropan-1,2-diol (3-MCPD) • Cemaran polisiklik aromatik hidrokarbon (polycyclicaromatic hydrocarbon/PAH) Pemenuhan batas maksimal cemaran kimia pada MP-ASI dibuktikan dibuktikan dengan sertifikat hasil pengujian secara kuantitatif yang dilakukan oleh laboratorium terakreditasi. Batas maksimal cemaran kimia yang diatur pada produk MP-ASI tercantum dalam Tabel 15 berikut ini: Tabel 15. Batas Cemaran Kimia pada Produk MP-ASI No Cemaran kimia Produk MP-ASI yang diatur Batas maksimum 1 Aflatoksin B1 MP-ASI berbasis serealia 0,5 ppb atau µg/kg
64 No Cemaran kimia Produk MP-ASI yang diatur Batas maksimum 2 Deoksinivalenol (DON) MP-ASI berbasis terigu 200 ppb atau µg/kg 3 Fumonisin MP-ASI berbasis jagung 200 ppb atau µg/kg 4 Okratoksin A (OTA) MP-ASI berbasis serealia 0,5 ppb atau µg/kg 5 Patulin Puree apel 10 ppb atau µg/kg 6 3-MCPD Semua MP-ASI yang mengandung protein nabati terhidrolisis (dalam bentuk cair) Misalnya: misalnya hidrolisat protein kedelai 20 ppb atau µg/kg Semua MP-ASI yang mengandung protein nabati terhidrolisis (dalam bentuk padat) Misalnya: misalnya hidrolisat protein kedelai 50 ppb atau µg/kg 7 polycyclicaromatic hydrocarbon (PAH) a. Benzo(a)pyrene MP-ASI berbasis serealia 1,0 ppb atau µg/kg b. Total benzo[a]pyrene, benz[a]anthrace ne, benzo[b]fluoran thane, dan chrysene MP-ASI berbasis serealia 1,0 ppb atau µg/kg Untuk produk MP-ASI yang tidak tercakup dalam tabel di atas berarti tidak diatur batas cemaran kimia-nya. Atau dengan kata lain, produk tersebut memiliki risiko rendah untuk terpapar cemaran kimia tersebut.
65 E. CEMARAN MIKROBA Ketentuan mengenai cemaran mikroba mengacu pada Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 13 Tahun 2019 tentang Batas Maksimal Cemaran Mikroba dalam Pangan Olahan. CEMARAN MIKROBA Cemaran mikroba adalah cemaran dalam pangan olahan yang berasal dari mikroba yang dapat merugikan dan membahayakan kesehatan manusia. Beberapa contoh cemaran mikroba dalam pangan adalah Enterobacteriaceae, Salmonella, Staphylococcus aureus, Koliform. Batas maksimal cemaran mikroba yang diatur untuk produk MP-ASI tercantum dalam Tabel 16 berikut ini: Tabel 16. Batas Cemaran Mikroba pada Produk MP-ASI Produk MP-ASI yang diatur Jenis Mikroba/ Parameter Uji Mikroba n c m M Metode analisis** MP-ASI siap konsumsi (bubuk instan, puding, biskuit) ALT 5 2 3x103 koloni/g 104 koloni/g ISO 4833- 1 ALT* 5 2 3x103 koloni/g 104 koloni/g ISO 13559 Enterobacteriaceae 5 0 10 koloni/g NA ISO 21528-2 Salmonella 30 0 negatif/25 g NA ISO 6579 Staphylococcus aureus 5 1 10 koloni/g 102 koloni/g SNI ISO 6888-1 MP-ASI yang ALT 5 3 104 koloni /g 105 koloni/g ISO 4833- 1