The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Anastasia Nurtanti, 2021-06-16 23:44:44

modul kimia

Ikatan Kimia

Keywords: Ikatan

PENDAHULUAN

.

A. Petunjuk Penggunaan Modul
1. Bagi peserta didik

a. Langkah-langkah belajar yang harus ditempuh :
▪ Bacalah modul dengan cermat dan pahami isinya
▪ Kerjakan soal –soal yang ada

b. Perlengkapan yang harus dipersiapkan
▪ Modul ikatan kimia
▪ Video Pembelajaran

2. Bagi guru
Guru dalam KBM berfungsi sebagai fasilisator, jadi peran guru
disini hanya mendampingi siswa dalam belajar dan menanyakan
hal-hal yang tidak dimengerti siswa.

B. Tujuan Akhir
Setelah mempelajari modul ini siswa dapat :

1. Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai
kestabilannya dengan cara berikatan dengan unsur lain.

2. Menggambarkan susunan elektron valensi atom gas mulia
(duplet dan oktet) dan elektron valensi unsur – unsur yang bukan
gas mulia.

3. Menjelaskan proses terjadinya ikatan ion dan contoh
senyawanya.

4. Membandingkan proses terbentuknya ikatan kovalen
tunggal,rangkap dua, dan rangkap tiga serta contoh
senyawanya.

5. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan koordinasi pada
beberapa contoh senyawa sederhana.

6. Memperediksi jenis-jenis ikatan yang terjadi pada berbagai
senyawa.

7. Membandingkan sifat fisis senyawa ion dengan senyawa
kovalen.

8. Menjelaskan proses pembentukan ikatan logam dan
hubungannya dengan sifat fisis logam.

9. Menjelaskan kepolaran ikatan dan hubungannya dengan
keelektronegatifan.

10. Meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori domain elektron.
11. Menjelaskan pengaruh bentuk molekul terhadap kepolaran

molekul.
12. Menyelidiki kepolaran beberapa senyawa.

2

Pertemuan ke 1

KESTABILAN UNSUR

A. Tujuan
1. Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai
kestabilannya dengan cara berikatan dengan unsur lain.
2. Menggambarkan susunan elektron valensi atom gas mulia
(duplet dan oktet) dan elektron valensi unsur – unsur yang bukan
gas mulia.

B. Uraian Materi

Atom akan di alam akan cenderung bergabung denga atom lain

untuk membentuk molekul atau membentuk ion-ion. Agar atom-atom

tersebut dapat terikat satu sama lain diperlukan gaya yang bekerja pada

proses penggabungan tersebut yang disebut ikatan kimia .

Atom-atom akan saling membentuk ikatan cenderung untuk memiliki

kondisi yang stabil . Kestabilan ini diperoleh jika jumlah electron

valensinya sama dengan jumlah electron valensi unsur gas mulia ( He,

Ne, Ar, Kr, Xe dan Rn )yaitu jika mempunyai konfigurasi dengan electron

valensi penuh dua atau delapan.

Untuk mencapai kestabilan seperti susunan gas mulia tersebut dapat

dilakukan dengan cara sebagai berikut :

a. Melepaskan elektron :

Terdapat pada unsur-unsur logam agar dapat membentuk ion

positif.(elektro positif)

Contoh :

11Na → Na+ + 1e-

( 2 ; 8 ; 1) ( 2;8)

3

Tidak stabil Stabil

Untuk mencapai kestabilan atom Na melepas sebuah elektronnya

sehingga konfigurasi elektonya sama dengan Ne

b. Menangkap elektron :

Dilakukan oleh unsur-unsur non logam sehingga akan bermuatan

negatif (kelektronegatifan).

Contoh : → Cl-
17Cl +1e-

( 2 ; 8 ; 7) (2; 8 ; 8)

Tidak stabil stabil

Untuk mencapai kestabilan atom Cl menangkap sebuah

elektronnya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan Ar.

c. Menggunakan pasangan bersama pasangan elektron:

Atom-atom yang mempunyai energi ionisasi yang tinggi sukar

melepas elektron , maka untuk mencapai kestabilan sukar unuk

membentuk ion positif . Demikian juga atom-atom yang mempunyai

keelektronegatifan kecil sukar membentuk ion negatif sehingga

keduanya cenderung menggunakan bersama pasanagn elektron.

Ada 2 macam pasangan elektron yang digunakan bersama yaitu :

1. pasangan elektronnya berasal dari salah satu atom saja

2. masing-masing atom yang berikatan menyumbangkan satu

atatu lebih elektron.

4

LEMBAR KERJA SISWA 1 Susunan elektron
A. Konfigurasi Elektron

1. Lengkapilah tabel berikut ini!
Atom Konfigurasi Elektron Elektron

valensi

2H 2 2

10Ne

18Ar

36Kr

54Xe

86Rn

2. Dari tabel diatas bagaimana konfigurasi elektron gas helium?
Jelaskan!

3. Jelaskan pula konfigurasi unsur gas mulia selain gas helium?

Kesimpulan

Jadi aturan duplet adalah
…………………………………sedangkan aturan oktet
adalah………………………………………………………

5

B. Kecenderungan unsur lain untuk menjadi stabil

1. Lengkapi tabel berikut!

Atom Konfigurasi Elektron Melepas / Konfigurasi Lambang
ion
Elektron Valensi menerima elektron baru
K+
elektron

19K 2, 8, 8, 1 1 Melepas 1e 2,8,8
12Mg

20Ca

13Al

17Cl

7N

8O

9F

15P

16S

2. Berdasarkan tabel diatas, mengapa unusr dengan elektron
valensi 1,2,3 cenderung melepas elektro untuk mencapai
kestabilan? Jelaskan !
Jawab:

_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________

6

3. Berdasarkan tabel diatas, mengapa unsur dengan elektron
valensi 5,6,7 cenderung menerima elektron untuk mencapai
kestabilan? Jelaskan!
Jawab:
__________________________________________________________
_________________________________________________________
__________________________________________________________

4. Bagaimana dengan unsur yang memiliki elektron valensi 4,
apakah unsur tersebut melepaskan atau menerima elektron?
Jelaskan!
Jawab:
____________________________________________________________
___________________________________________________________
____________________________________________________________
____________________________________________________________
__

Kesimpulan
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________

7

C. Struktur Lewis
1. Lengkapi tabel berikut!

No Atom Konvigurasi Elektron Struktur
1 3Li elektron valensi Lewis
2,1 1
Li ●

2 4Be

3 6C

4 8O

5 9F

6 11Na

7 16S

8 12 Mg

9 17Cl

10 13Al

8

9

Pertemuan ke 2

IKATAN KIMIA

A. Tujuan
1. Menjelaskan proses terjadinya ikatan ion dan contoh
senyawanya.
2. Membandingkan proses terbentuknya ikatan kovalen
tunggal,rangkap dua, dan rangkap tiga serta contoh
senyawanya.
3. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan koordinasi pada
beberapa contoh senyawa sederhana.
4. Menjelaskan proses pembentukan ikatan logam dan
hubungannya dengan sifat fisis logam.
5. Memperediksi jenis-jenis ikatan yang terjadi pada
berbagai senyawa.

B. Uraian Materi

1. Macam-macam ikatan kimia :

a. Ikatan Ion

Ikatan ion terjadi karena adanya gaya tarik menarik

elektroostastika antara ion positif dengan ion negative.

Ikatan ini terjadi pada atom yang bersofat logam dengan

atom non logam.

Contoh : Ikatan antara atom 11Na dengan atom 17Cl

11Na → Na+ + 1e- ( Terjadi pelepasan

elektron

10

( 2 ; 8 ; 1) (2;8)
Tidak stabil Stabil

17Cl +1e- → Cl- ( terjadi penangkapan
elektron)
( 2 ; 8 ; 7) (2; 8 ; 8)
Tidak stabil stabil

Sehingga terjadi tari menarik antara ion Na+ dengan ion
Cl- membentuk NaCl

Sifat ikatan ion :
▪ Berupa kristal dengan titik didih dan titik leleh tinggi
▪ Dalam keadaan lebur atau larutan dapat menghantar listrik
▪ Mudah larut dlam air, tetapi sukar larut dalam pelarut

organik (misal alkohol, eter, benzene) .

b. Ikatan Kovalen :
Ikatan kovalen adalah ikatan antara atom-atom non logam
berdasarkan penggunaan pasangan elektron bersama.
Senyawa yang terbentuk karena ikatan kovalen disebut
senyawa kovalen.
1) Kovalen tunggal
Jika diantara dua atom dalam molekul hanya ada
sepasang elektron ikatan.
Contoh : CH4
6C : 2 ; 4 ( menangkap 4 elektron)

11

1H : 1 ( menangkap 1 elektron )

Karena atom C membutuhkan 4 pasangan elektron ,

sedangkan H membutuhkan 1 eletron , maka unruk

memenuhi kebutuhan C atom maka atom H

memberikan 4 buah eletron dari 4 buah atom nya.

2) Ikatan kovalen rangkap dua
Jika ada dua pasang electron ikatan.
Contoh : O2

3) Ikatan Kovalen Rangkap 3
Jika ada 3 pasang electron ikatan
Contoh : N2

Sifat-sifat senyawa kovalen :
▪ Pada umumnya mempunyai memiliki titik didih
dan titik lebur yang rendah

12

▪ Tidak dapat menghantarkan listrik, kecuali bila
larut dalam air.

▪ Umumnya sukar larut dalam air.
2 Ikatan Kovalen koordinasi :

Ikatan kovalen koordinasi terjadi karena pasangan
electron bersama yang digunakan berasal dari
sumbangan salah satu atom .

Pada molekul NH4+ terdapat sebuah ikatan kovalen
koordinasi
3 Penyimpangan Kaidah Oktet

Beberapa molekul kovalen mempunyai struktur lewis
yang tidak oktet atau duplet. Struktur demikian dapat
dibenarkan karena fakta menunjukkan adanya senyawa
tersebut, misalnya CO, dan BF3. Pada umumnya,
molekul yang mempunyai elektron valensi ganjil akan
mempunyai susunan tidak oktet atau oktet berkembang,
misal PCl5

13

4 Ikatan Logam
Ikatan logam merupakan ikatan yang terjadi antara muatan
positif dari ion-ion logam dengan muatan negative dari
electron-elektron yang bebas bergerak , akibat adanya
delkasi electron menyevabkan unsure logam dapat
memounyai daya hantar listrik.
Sifat fisis lainnya yaitu dapat ditempa , mengkilat , padat pada
suhu kamar.

14

LEMBAR KERJA SISWA 2
A. Ikatan Ion

Perhatikan pembentukan ikatan ion unsur-unsur berikut!
11Na dan 17Cl

Jadi rumus kimianya : NaCl
1. Seperti contoh gambarkan pembentukan ikatan ion unsur – unsur

berikut!
a. 19K dengan 8O

15

b. 20Ca dengan 9F
c. 12Mg dengan 17Cl

16

d. 11Na dengan 16S

2. Berdasarkan kegiatan diatas, bagaimanakah ciri-ciri unsur yang
berikatan ion ? Jelaskan!

_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
3. Ditinjau dari sifat logam dan non logam, unsur-unsur golongan

berapa yang dapat membentuk ikatan ion?
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________

17

Kesimpulan
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________

18

LEMBAR KERJA SISWA 3

B. IKATAN KOVALEN

1. Gambarkan proses terjadinya ikatan kovalen dalam senyawa

berikut!

a. HCl

Penyelesaian:

H:1 H●

Cl : 2. 8. 7

Atom H mempunyai .... elektron valensi dan atom Cl mempunyai ....
elektron valensi. Agar atom H dan Cl memiliki konfigurasi elektron
yang stabil maka atom H memerlukan ....elektron tambahan ( sesuai
konfigurasi He / aturan duplet) dan Cl memerlukan ....elektron
tambahan ( sesuai konfigurasi elektron Ar / aturan oktet). Untuk
dapat mencapai konfigurasi tersebut maka atom H dan Cl masing-
masing menyumbang ... elektron sehingga terdapat ......pasang
elektron yang digunakan bersama.
Proses pembentukan ikatan :

H – Cl
Jadi senyawa kovalen yang terbentuk adalah HCl

19

Molekul Konfigurasi Struktur Kekurangan Proses terbentuknya ikatan
elektron Lewis elektron/elektron
dari yang disumbang
atom

HCl 1H : 1s1 H ∙ 1 xx xx

17Cl ∙∙ H∙ + x Cl xx → H ∙x Cl xx

:……….. ∙ Cl∙∙ 1 xx xx

∙∙

H2O 1H :

8O :

PCl3 P:
Cl

PCl5 P:
Cl :

NH3 7N
1H

Pertanyaan :
2. Berdasarkan tabel kegiatan di atas, unsur-unsur yang cenderung
membentuk kestabilan bagaimanakah yang berikatan kovalen?

20

_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________

3. Berdasarkan tabel kegiatan di atas, ditinjau dari jumlah elektron
valensinya unsur-unsur apakah yang membentuk ikatan kovalen ?

_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________

4. Berdasarkan tabel kegiatan di atas, ditinjau jumlah pasangan
elektron yang dipakai bersama, sebutkan jenis ikatan kovalen!

_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
5. Mengapa bentuk yang paling stabil untuk senyawa CO2 adalah
melalui ikatan rangkap dua?

_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
6. Mengapa bentuk yang paling stabil untuk senyawa C2H2 adalah
melalui ikatan rangkap tiga?

_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
____________________________________________________________2_1__

Kesimpulan

_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________

C. Ikatan kovalen koordinasi

1. Gambarkan struktur lewis ikatan kovalen koordinat pada :

a. Ion Amonium ( NH4+) b. Asam nitrat ( HNO3)

c. Asam Sulfat ( H2SO4) d. BF3NH3

22

Kesimpulan
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________

23

LEMBAR KERJA SISWA 4
1. Perhatikan gambar berikut dan lengkapilah !

Pada ikatan logam……atom berjarak tertentu dan terletak beraturan
sedangkan …. Bergerak bebas seolah – olah membentuk
….elektron. Dalam logam , …. Terluar yang terisi ….menyatu
menjadi suatu system yang terdelokalisasi yang merupakan dasar
pembentukan ikatan logam….yaitu suatu keadaan dimana electron
valensi tidak tetep posisinya pada satu atom, tetapi senantiasa
berpindah-pindah dari satu atom ke atom lain.

2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ikatan logam berdasarkan
jawaban nomor 1. Jelaskan!
Jawab :

_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________

3. Mengapa ikatan logam berbeda dengan ikatan ion maupun ikatan
kovalen? Jelaskan!
Jawab:

_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________

24

4. Bagaimana pengaruh jumlah ikatan valensi terhadap kekuatan
ikatan logam? Jelaskan!
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________

5. Bagaimana keadaan electron dalam ikatan logam, jika logam
tersebut dipanaskan atau dipengaruhi medan magnet? Jelaskan!
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________

TUGAS PROYEK 1
1. Bersama temanmu dalam kelompok, buatlah gambar poster/ mading
untuk menceritakan proses pembentukan ikatan ion dan ikatan
kovalen, kovalen koordinasi dan ikatan logam pada kertas yang
sudah disediakan.
2. Buatlah semenarik mungkin, dan presentasikan di depan kelas.

25

Pertemuan ke 3

SIFAT FISIK SENYAWA

A. Tujuan
Siswa mampu mengidentifikasi sifat-sifat fisik suatu materi berdasarkan
jenis ikatannya.

B. Pendahuluan
Sifat fisik suatu senyawa sangat dipengaruhi oleh jenis ikatan kimia yang
ada pada senyawa tersebut. Senyawa yang dibentuk melalui ikatan ion,
kovalen dan ikatan logam mempunyai sifat fisik yang berbeda.

C. Kegiatan / Proyek
1. Rancanglah suatu percobaan untuk mengidentifikasi sifat-sifat fisik
dari suatu senyawa seperti titik leleh, titik didih dan daya hantar
listriknya.
2. Gunakanlah bahan-bahan yang ada disekitarmu, untuk zat yang
akan kalian identifikasi misalnya : NaCl, KCl, gula pasir, urea, HCl.
3. Buatlah desain percobaan / prototipe dari percobaan yang kalian
rancang.
4. Laporan dalam bentuk power point, dan presentasikan di depan
kelas.

26

DESAIN PROYEK 2

Mata pelajaran : Kimia
Topik : Ikatan kimia
Sub Topik : sifat fisik materi dari senyawa ion dan kovalen
Tugas : Merancang percobaan untuk menganalisis sifat –
sifat dari senyawa ion dan kovalen
Kelompok :
Kelas :

I. Tuliskan sifat fisik dari masing – masing senyawa ion dan senyawa
kovalen yang akan dianalisis pada percobaan yang akan kalian rancang.

Sifat Fisik Senyawa Ion Senyawa Logam(besi)
suhu kovalen
Wujud pada
kamar
Titik didih

Titik leleh

Kemampuan
menghantar listrik

II. Alat dan Bahan

27

III. Gambarkan rangkaian alat secara sederhana pada percobaan
yang akan kalian lakukan.

IV. Buatlah prosedur kerja yang akan kalian lakukan dengan tim
kelompok

28

LEMBAR KERJA SISWA 4
1. Diberikan data beberapa senyawa beserta titik lelehnya sebagai

berikut!

No Senyawa Nama Kimia Titik Leleh (oC)

1 NH3 Amonia -77,73
2 KCl Kalium klorida 770
3 H2O Air 0
4 HCl Asam klorida -85,01
5 NaCl Natrium Klorida 801
6 MgF2 Magnesium 1263
fluorida
7 CaCO3 Kalsium karbonat 825
8 CO2 Karbondioksida -57

Pertanyaan
Berdasarkan table diatas, kelompokkan senyawa-senyawa tersebut
berdasarkan jenis ikatannya.

Jenis Ikatannya Senyawa Titik Leleh

Ikatan ion …………….. ………………..
……………… ………………..
……………… ……………….

Ikatan kovalen …………….. ………………..
……………… ………………..
……………… ……………….

29

2. Bagaimanakah jenis ikatan terhadap titik leleh dari senyawa
tersebut? Jelaskan!
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________

30

Pertemuan ke 4

BENTUK MOLEKUL

A. Tujuan
1. Menentukan bentuk molekul suatu senyawa
2. Menyimpulkan bentuk molekul berdasarkan teori jumlah pasangan
electron disekitar inti ( Teori Domain Elektron)
3. Menjelaskan pengaruh bentuk molekul terhadap kepolaran molekul.

B. Uraian Materi Singkat
Atom-atom dalam berikatan untuk membentuk molekul melibatkan

elektron-elektron pada kulit terluar. Ikatannya terbentuk karena
pemakaian bersama pasangan elektron (ikatan kovalen). Bentuk molekul
menggambarkan kedudukan atom-atom di dalam suatu molekul,
kedudukan atom-atom dalam ruang tiga dimensi, dan besar sudut-sudut
ikatan yang terbentuk dalam suatu molekul. Oleh sebab itu bentuk
molekul ditentukan oleh kedudukan pasangan-pasangan elektron
tersebut. Bentuk molekul ditentukan berdasarkan :

1. Teori tolakan pasangan electron ( Valence Shell Electron Pair
Repulsion atau VSEPR).
Menurut VSEPR, meskipun kedudukan pasangan elektron dapat
tersebar diantara atom-atom tersebut tetapi secara umum
terdapat pola dasar kedudukan pasanga-pasangan elektron
akibat adanya gaya tolak-menolak yang terjadi antara pasangan
electron-elektron tersebut. Oleh sebab itu bentuk molekul
ditentukan oleh kedudukan pasangan-pasangan elektron yang
disebut domain elektron.

31

2. Teori Hibridisasi
Selain menggunakan teori domain elektron, bentuk molekul
dapat dir dengan teormalkan dengan pembentukan orbital hibrida
yaitu penggabungan dua atau tiga orbital dengan tingkat energi
yang berbeda membentuk orbital baru dengan tingkat energi
yang sama. Pada umumnya proses ini terjadi pada ikatan
kovalen.

LEMBAR KERJA SISWA 5

1. Teori Domain Elektron
1. Apa yang dimaksud dengan domain elektron? Jelaskan

_________________________________________________________
_________________________________________________________
_________________________________________________________
_________________________________________________________
_________________________________________________________

____

2. Bagaimana cara menentukan domain elektron? Jelaskan
_________________________________________________________
______
___________________________________________________________
___________________________________________________________
___________________________________________________________
____

32

3. Antara domain elektron membentuk susunan ruang domain
dengan tolakan minimum. Lengkapilah tabel berikut ini!

4. Bentuk molekul dapat ditentukan berdasarkan Pasangan
Elektron Ikatan (PEI) dan Pasangan elektron bebas (PEB).
Lengkapilah tabel berikut ini!

33

5. Tentukan bentuk molekul senyawa berikut ini :

1. Molekul Karbon tetra klorida 2. Molekul Radon tetraflorida
Konfigurasi elektron: Konfigurasi elektron:
6C :
17Cl : Struktur Lewis :
Struktur Lewis :

PEB = pasang PEB = pasang

34

PEI = pasang PEI = pasang
Tipe Molekul = ……. Tipe Molekul = …….
Gambar bentuk molekul Gambar bentuk molekul

3. Molekul Xenon difluorida 4. Molekul Belerang heksaflorida
Konfigurasi elektron: Konfigurasi elektron :

Struktur Lewis : Struktur Lewis :

PEB = pasang PEB = pasang
PEI = pasang PEI = pasang
Tipe Molekul = ……. Tipe Molekul = …….

35

Gambar bentuk molekul Gambar bentuk molekul

TUGAS PROYEK 3

Setelah kalian memperhatikan video pembelajaran, kerjakan tugas proyek
ini bersama teman dalam kelompok!

1. Rancanglah sebuah alat peraga bentuk molekul.
2. Gunakan alat dan bahan yang sudah ditentukan seperti : lidi, bola-

bola sterofoam, busur, cat air, lem tembak.
3. Masing – masing kelompok membuat bentuk molekul yang berbeda-

beda.
- Kelompok 1 : PCl5
- Kelompok 2: SF6
- Kelompok 3 : CCl4
- Kelompok 4 : IF3
- Kelompok 5 : NH3

4. Presentasikan hasil karya kelompokmu di depan kelas dengan baik.

36

DESAIN PROYEK 3

Mata pelajaran : KIMIA
Topik : Bentuk Molekul
Tugas : membuat bentuk molekul dari suatu senyawa.
Kelompok :

1. Alat dan bahan yang digunakan

2. Spesifikasi dari masing – masing atom yang terlibat ikatan.

Atom Pusat : Konfigurasi electron :
Atom ikatan: konfigurasi electron :
Struktur lewis :

37

3. Gambar bentuk molekul

PEI : Tipe Molekul :
PEB : Geometri molekul :

4. Kesimpulan

38

Pertemuan ke 5

KEPOLARAN SENYAWA

A. Tujuan dengan
1. Menjelaskan kepolaran ikatan dan hubungannya
keelektronegatifan.
2. Menyelidiki kepolaran beberapa senyawa.

B. Uraian Materi

Polarisasi Ikatan Kovalen

Perbedaan keelektronegatifan dua atom

menimbulkan kepolaran senyawa. Adanya perbedaan

keelektronegatifan tersebut menyebabkan pasangan elektron ikatan

lebih tertarik ke salah satu unsure sehingga membentuk dipol. Adanya

dipol inilah yang menyebabkan senyawa menjadi polar. Pada ikatan

kovalen H ─ H, gaya tarik menarik inti seimbang terhadap pasangan

electron ikatan sehingga tidak terjadi pengkutuban

atau kepolaran muatan. Ikatan kovalen demikian disebut ikatan kovalen

non-polar. Pada senyawa HCl, pasangan elektron milik bersama akan

lebih dekat pada Cl karena daya tarik terhadap elektronnya lebih besar

dibandingkan H. Hal itu menyebabkan terjadinya polarisasi pada ikatan

H – Cl. Atom Cl lebih negatif daripada atom H, hal tersebut menyebabkan

terjadinya ikatan kovalen polar.

39

1. Senyawa Kovalen Polar
Senyawa kovalen dikatakan polar jika senyawa tersebut memiliki
perbedaan keelektronegatifan. Dengan demikian, pada senyawa yang
berikatan kovalen terjadi pengutuban muatan atau momen dipol (dipol
positif dan dipol negatif). Ikatan kovalen demikian disebut ikatan kovalen
polar.
Secara umum, kepolaran ikatan kovalen polar dapat di rangkum sebagai
berikut:
• Ikatan kovalen bersifat polar apabila pasangan electron ikatan yang

digunakan tidak seimbang oleh kedua inti atom yang berikatan
sehinggaterjadi pengkutuban atau kepolaran muatan. Ikatan ini
memeiliki momen dipol μ ≠ 0
Ciri dari senyawa kovalen polar :
• Dapat larut dalam air dan pelarut polar lain.
• Memiliki kutub(+) dan kutub (-), akibat dari tidak meratanya

distribusi electron.
• Memiliki pasangan electron bebas ( jika bentuk molekul diketahui)

atau memiliki perbedaan keelektronegatifan
Contoh:
Senyawa kovalen polar: HCl, HBr, HI, HF, H2O, NH3.

2. Senyawa Kovalen Non Polar
Jika dua atom non logam sejenis ( diatomik) membentuk suatu senyawa
kovalen, misalkan H2, N2, Br2 maka ikatan kovalen yang terbentuk
memiliki keelektronegatifan yang sama atau tidak memiliki perbedaan
keelektronegatifan. Artinya beda keelektronegatifan = 0, ikatan kovalen
tersebut dinamakan ikatan kovalen non polar. Pada senyawa kovalen
non polar terjadi gaya tarik dipol sesaat ( gaya disperse/ gaya London)
gaya ini terjadi akibat muatan + inti atom menginduksi electron atom lain
sehingga terjadi kutub-kutub yang sifatnya sesaat.

40

Secara umum, kepolaran ikatan kovalen non polar dapat di rangkum
sebagai berikut:
• Ikatan kovalen bersifat non-polar apabila pasangan electron ikatan

digunakan secara seimbang oleh kedua inti atom yang berikatan
sehingga tidak terjadi pengkutuban atau kepolaran muatan. Ikatan ini
memiliki momen dipol μ = 0.
Ciri dari senyawa kovalen non polar :
• Tidak larut dalam air dan pelarut polar lainnya.
• Tidak memiliki kutub (+) dan kutub (-), akibatnya meratanya

distribusi electron.
• Tidak memiliki pasangan electron bebas ( bila bentuk molekul

diketahui) atau keelektronegatifannya sama.
Contoh Senyawa kovalen nonpolar: H2, O2, Cl2, N2, CH4, C6H6, BF3.

Pada ikatan kovalen yang terdiri lebih dari dua unsur, kepolaran
senyawanya ditentukan oleh hal-hal berikut.

1. Jumlah momen dipol, jika jumlah momen dipol = 0, senyawanya
bersifat nonpolar. Jika
momen dipol tidak sama dengan 0 maka senyawanya bersifat
polar.
Besarnya momen dipol suatu senyawa dapat diketahui dengan:

μ=dx1

Di mana:
μ = momen dipol dalam satuan Debye (D)
d = muatan dalam satuan elektrostatis (ses)
l = jarak dalam satuan cm

41

2. Bentuk molekul, jika bentuk molekulnya simetris maka
senyawanya
bersifat nonpolar, sedangkan jika bentuk molekulnya tidak simetris
maka senyawanya bersifat polar.

TUGAS PROYEK 4
1. Buatlah kelompok, 1 kelompok 5 orang.
2. Buatlah alat uji kepolaran (buret) dengan menggunakan bahan-
bahan yang dapat kalian cari disekitar rumah kalian. Diskusikan
dalam kelompok desain alat yang akan kalian buat. Carilah
informasi dari internet maupun dari perpustakaan.
3. Alat yang dibuat dapat kalian gunakan untuk uji kepolaran dari
beberapa senyawa seperti larutan garam, air, minyak tanah,
bensin, alcohol dan larutan HCl.
4. Buatlah dokumentasi berupa foto/ video dan presentasikan tugas
yang kalian buat didepan kelas.

42

Pertemuan ke 5,6,7
DESAIN PROYEK

Mata pelajaran : Kimia
Topik : Ikatan kimia
Sub Topik : kepolaran senyawa
Tugas : membuat alat uji kepolaran ( buret) dan merancang
percobaan untuk menguji kepolaran beberapa
Kelompok senyawa.
Kelas :
:

I. Tuliskan alat dan bahan yang kalian pergunakan untuk membuat
buret sederhana dan percobaan.

Alat Bahan

43

II. Gambar Rancangan alat uji kepolaran

III. Buatlah prosedur kerja yang akan kalian lakukan dengan tim
kelompok

44

IV. Data pengamatan dari hasil percobaan

No Larutan Pengamatan

Kesimpulan

_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________

45


Click to View FlipBook Version