The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ernamaryama28, 2021-05-30 22:57:20

Materi 3.6 suhu kalor

Materi 3.6 suhu kalor

6

SUHU & KALOR

KOMPETENSI DASAR

KOMPETENSI DASAR
3.6. Mengevaluasi proses pemuaian, perubahan wujud zat dan perpindahan kalor .
4.6. Menyaji hasil penyelidikan mengenai perpindahan kalor menggunakan asas black .

Perubahan wujud zat sering terjadi pada kehidupan sehari – hari dan mungkin
sering anda jumpai. Ketika sebongkah es dipanaskan, es tersebut akan berubah wujudnya menjadi air.
Begitu pula jika air didinginkan pada sebuah lemari es, air tersebut akan berubah wujudnya menjadi
es. Bagaimana air biasa menjadi es ?Hal-hal tersebut merupakan bagian-bagian daripada suhu dan
kalor.

A. SUHU
Suhu adalah suatu besaran yang menyatakan ukuran derajat panas atau dinginnya suatu

benda. Untuk mengetahui dengan pasti dingin atau panasnya suatu benda, kita memerlukan suatu
besaran yang dapat diukur dengan alat ukur. Sebagai contoh apa yang kamu rasakan ketika kita
minum es, dingin bukan, ketika kita merebus air, lama kelamaan air yang kamu rebus akan
menjadi panas bukan, setelah itu bisakah kita mengukur suhu? Bisakah tangan kita digunakan
untuk mengukur panas atau dinginnya suatu benda dengan tepat? Kita tentu memerlukan cara

untuk membedakan derajat panas atau dingin benda tersebut, untuk itu kita perlu mengetahui cara
untuk mengukur suhu secara akurat.

1. Alat Pengukuran Suhu
Alat untuk pengukur suhu disebut Termometer. Termometer pertama kali dibuat oleh Galileo
Galilei (1564-1642). Termemoter ini disebut termometer udara. Termometer udara terdiriu
dari sebuah bola kaca yang dilengkapi dengan sebatang pipa kaca yang panjang , pipa tersebut
dicelupkan kedalam cairan berwarna. Jika bola kaca dipanaskan, udara didalam pipa akan
mengembang sehingga udara keluar dari pipa. Namun ketika bola didinginkan udara didalam
pipa menyusut sehingga sebagian air naik kedalam pipa. Termometer udara peka terhadap
perubahan suhu sehingga udara saat itu segera dapat diketahui.
Termometer dibuat berdasarkan prinsip perubahan volume. Thermometer yang tabungnya
diisi dengan raksa kita sebut thermometer raksa. Thermometer raksa dengan skala Celcius
adalah thermometer yang umum dijumpai dalam keseharian. Selain raksa terdapat pula
termometer alkohol. Adapun perbedaan atau kelemahan dan kelebihan dari masing-masing
thermometer yang dibuat dari Raksa atau alkohol adalah sebagai berikut:

Keuntungan dan kerugian menggunakan termometer raksa

Keuntungan:
1) Raksa mudah dilihat karena mengkilat.
2) Volume raksa berubah secara teratur ketika terjadi perubahan suhu.
3) Raksa tidak membasahi dinding kaca ketika memuai atau menyusut.
4) Jangkauan suhu raksa cukup lebar dan sesuai untuk pekerjaan-pekerjaan laboratorium (-

39o C sampai dengan 357o C)
5) Raksa dapat panas secara merata sehingga menunjukkan suhu dengan cepat dan tepat.
Kerugian
1) Raksa mahal.
2) Raksa tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu yang sangat rendah ( seperti dikutub

utara dan selatan)
3) Raksa termasuk zat berbahaya sehingga ketika pecah akan membahayakan kulit.

Keuntungan dan kerugian thermometer alkohol

Keuntungan
1) Alcohol lebih murah dibanding Raksa
2) Alcohol dari benda yang diukur walaupun tidak secepat raksa, sehingga suhu alkohol

segera sama dengan suhu benda yang diukur
3) Alcohol dapat mengukur suhu yang sangat dingin karena titik bekunya - 114o C
Kerugian:
1) Alcohol memiliki titik didih rendah yaitu 78oC, sehingga pemakainya terbatas.
2) Alcohol tidak berwarna sehingga harus diberi warna terlebih dahulu agar terlihat.
3) Alcohol membasahi dinding kaca.
Mengapa kita menggunakan cairan yang jarang kita jumpai dikehidupan kita sehari-hari
seperti raksa dan alcohol? Mengapa kita tidak menggunakancairan yang sering kita jumpai
seperti air?
Air tidak digunakan untuk mengisi pipa thermometer karena 5 alasan berikut:
1) Air membasahi dinding kaca
2) Air tidak berwarna sehingga sulit dibaca batas ketinggiannya
3) Jangkauan suhu terbatas (0oC sampai 100oC)
4) Perubahan volume air sangat kecil ketika suhunya dinaikan.
5) Hasil bacaan yang didapat kurang teliti karna air termasuk penghantar panas yang

sangat jelek.

2. Macam-macam Termometer

Ada beberapa thermometer yang kita kenal, yaitu thermometer laboratorium, thermometer
ruang, thermometer klinis, dan thermometer Six-Bellani.

a. Termometer Laboratorium
Thermometer laboratorium dapat dijumpai dilaboratorium. Alat ini biasanya digunakan
untuk mengukur suhu air dingin atau air yang sedang dipanaskan. Thermometer
laboratorium menggunakan raksa atau alcohol sebagai penunjuk suhu. Raksa dimasukkan
kedalam pipa yang sangat kecil (pipa kapiler). Kemudian pipa dibungkus dengan kaca
yang tipis. Tujuannya agar panas dapat diserap dengan cepat oleh thermometer.
Suhu pada thermometer laboratorium biasanya 0oC sampai 100oC. suhu 0oC menyatakan
suhu es yang sedang mencair, sedangkan suhu 100oC menyatakan suhu air sedang
membeku.

Gambar 1 : Termometer Laboratorium

b. Termometer Ruang

Gambar 2 : Termometer Ruang

Thermometer ruang dipasang pada tembok rumah atau kantor. Thermometer ini mengukur
suhu udara pada suatu saat. Skala thermometer ruang adalah -50oC sampai 50oC. mengapa
menggunakan skala seperti itu? Karena suhu udara dibeberapa tempat bisa dibawah 0oC
misalnya di Eropa. Sementara pada sisi lain suhu udara tidak pernah melebihi 50oC.

c. Termometer Klinis

Thermometer klinis disebut juga thermometer demam. Thermometer ini biasanya
digunakan oleh dokter untuk mengukur suhu badan. Pada keadaan sehat suhu tubuh kita
sekitar 30oC namun pada keadaan demam suhu tubuh kita melebihi suhu tersebut. Suhu
tubuh kita pada saat demam dapat melebihi 40oC. skala suhu pada thermometer klinis
hanya 35oC sampai 43oC. hal ini sesuai dengan keadaan suhu tubuh kita. Suhu tubuh kita
tidak mungkin dibawah 35oC dan melebihi 45oC. thermometer klinis biasanya dijepit pada
ketiak, tapi ada pula yang nempel didahi, dan ditempel dimulut. Ketika thermometer dijepit
suhu tubuh kita membuat raksa naik dipipa kapiler. Raksa akan berhenti bila suhu raksa
sudah sama dengan suhu tubuh kita dan kita tinggal membaca berapa suhu yang
ditunjukkan oleh raksa.

Gambar 3 : Termometer Klinis

d. Thermometer Six-Bellani

Thermometer Six-bellani disebut juga thermometer maxsimum minimum. Thermometer
ini dapat mencatat suhu tertinggi dan terendah pada jangka waktu tertentu.

Gambar 4 : termometer Six-Bellani

3. Kalibrasi Termometer

Kalibrasi sebuah termometer adalah penetapan tanda – tanda untuk pembagian skala sebuah

termometer. Dalam pembuatan thermometer, mula-mula ditetapkan dua patokan suhu yang

selanjutnya disebut titik tetap yang diukur pada tekanan 1 atmosfer.

Titik tetap merupakan suhu ketika benda mengalami perubahan wujud, misalnya saat benda

mencair dan mendidih. Suhu ketika benda mencair menyatakan titik tetap bawah, sedangkan

suhu ketika benda mendidih menyatakan titik tetap atas kemudian diantara titik tetap tersebut

dibuat skala-skala.

Bilangan yang menyatakan titik tetap berbeda antara satu ilmuan dengan ilmuan lainnya.

Celcius (1701-1744) membuat titik tetap bawah ketika es mencair dan titik tetap atas ketika
air mendidih. Titik tetap bawah (suhu es mencair) ditetapkan sebagai suhu 0o. Sementara titik
tetap atas ( suhu air mendidih) ditetapkan sebagai suhu 100o. Kemudian jarak antara titik tetap
atas dan titik tetap bawah dibagi menjadi 100ᵒ yang sama panjang. Dengan demikian skala
Celcius memiliki rentang suhu antara 0oC sampai 100oC. skala suhu seperti ini digunakan

dibanyak Negara termasuk di Indonesia.

Fahrenheit (1686-1736) memilih suhu campuran es dan garam ketika membeku sebagai titik
tetap bawah. Titik tetap ini menyatakan 0o. Sementara titik tetap atas dipasang bilangan 212o,
yaitu titik didih campuran tersebut. Berarti skala Fahrenheit memiliki rentang suhu antara 0oF
sampai 212oF. kemudian jarak antara titik tetap atas dan titik tetap bawah dibagi menjadi
180o yang sama panjang. Skala yang dibuat oleh Fahrenheit digunakan dibeberapa Negara

termasuk Inggris dan Amerika Serikat.
Reamur memilih titik 0o untuk es yang mencair dan 80o untuk air mendidih. Berarti skala
reamur memiliki rentang suhu antara 0oR sampai 80oR. kemudian jarak anatara dua titik tetap
tersebut menjadi 80o yang sama.

Lord Kelvin (1824-1907) menyusun skala suhu dengan menggunakan ukuran derajat yang

sama besar dengan derajat Celcius. Namun Kelvin menyatakan bahwa titik beku es adalah -
273oK, sedangkan titik didih air adalah 373oC. dengan demikian 0oC sama dengan suhu -
273oK sedangkan suhu 100oC sama dengan suhu 373oK. Suhu -273oK disebut titik nol mutlak.

4. Mengubah Skala Suhu

Gambar 5 : skala suhu termometer

Rumus menghitung
Pada skala Celcius terdapat 100 skala, pada skala Reamur terdapat 80 skala, pada skala
Farenheit terdapat 180 skala, skala Kelvin terdapat 100 skala. Perbandingan skala tersebut
adalah
C : R : (F – 32 ) : ( K – 273 ) = 100 : 80 : 180 : 100

=5:4:9:5

Untuk mengubah derajat satu skala menjadi skala yang lain digunakan rumus :
 F = 9/5 C + 32°
 C = 5/9 (F – 32°)
 R = 4/5 C
 C = 5/4 R
 F = 9/4 R + 32°
 R = 4/9 (F – 32°)
 K = C + 273

B. KALOR

Kalor merupakan bentuk energi yang pindah karena adanya perbedaan suhu. Secara
alamiah, kalor berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah jika kedua benda
tersebut saling disentuhkan. Karena kalor merupakan suatu bentuk energi, maka satuan kalor
dalam SI adalah Joule dan dalam CGS adalah erg. (1 joule = 107 erg)

1. Satuan kalor :

Satuan untuk menyatakan kalor adalah Joule (J) atau Kalori (kal). Joule menyatakan satuan
usaha atau energi. Satuan Joule merupakan satuan kalor yang umum digunakan dalam fisika.
Sedangkan Kalori menyatakan satuan kalor. Kalori (kal) merupakan satuan kalor yang biasa
digunakan untuk menyatakan kandungan energi dalam bahan makanan. Contohnya: sepotong
roti memiliki kandungan energi 200 kalori dan sepotong daging memiliki kandungan energi
600 kalori. Nilai 1 kalori (1 kal) adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk memanaskan
1 kg air agar suhunya nai 1°C.
Hubungan satuan kalori dengan joule adalah :
1 kalori = 4,18 joule atau 1 joule = 0,24 kalori

2. Persamaan Kalor

Kalor menyatakan banyaknya panas, sedangkan suhu menyatakan derajat panas suatu benda.
Misalnya kita memiliki dua panci yang identik. Panci pertama berisi 100 g air, sedangkan
panci kedua berisi 50 g air. Suhu air dalam kedua panci tersebut sama. Bila kedua air ini
dipanaskan, maka air 100 g memerlukan kalor lebih banyak dibandingkan air 50 g. Itu berarti
kalor sebanding dengan massa.
Pemberian kalor menyebabkan suhu benda berubah. Makin banyak kalor yang diberikan pada
suatu benda, maka suhu benda tersebut makin tinggi. Berarti kalor sebanding dengan
perubahan suhu. Selain bergantung pada massa dan perubahan suhu, kalor yang diperlukan
agar suhu benda naik juga bergantung pada jenis zat. Bila kita merangkum semua factor
tersebut, maka kalor yang diperlukan agar suhu benda naik adalah:

Q = m. C. ∆t

Dimana:

Q = Banyaknya Kalor (J)

m = Massa (Kg)
c = Kalor jenis benda (J/Kg oC)
Δt = Perubaha suhu (oC)

Kalor jenis menyatakan banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikan suhu 1 Kg zat
sebesar 1 oC.

Beberapa contoh kalor jenis dari beberapa zat adalah sebagai berikut:

Zat Kalor Jenis/c (J/Kg oC) Zat Kalor Jenis (J/Kg oC)

Timbel 128 Aluminium 900
Emas
Raksa 129 Es 2100

140 Eter 2190

Tembaga 400 Alcohol (Etil) 2500

Besi 460 Air (15oC) 4200

Baja 500 Beton 800

Kaca 700

3. Pengaruh Kalor Terhadap Benda

a. Pengaruh kalor terhadap suhu benda
Kalor merupakan energi yang diterima atau dilepaskan suatu benda. Kalor yang diterima
suatu benda bisa berasal dari matahari, api, atau benda lain. Kalor yang diterima oleh
benda dapat mengubah suhu benda. Ketika kalor diberikan kepada air, maka suhu air
bertambah. Makin banyak kalor yang diberikan makin banyak pula perubahan pada suhu
air. Bila kalor terus diberikan, lama kelamaan air akan mendidih. Ketika air sudah
mendidih suhu air tidak akan bertambah melainkan tetap. Dapat disimpulkan bahwa kalor
mengubah suhu benda.
Benda yang melepaskan kalor seperti air panas dalam gelas. Air panas yang kita letakkan
diatas meja akan melepaskan kalor ke udara titik karena air panas melepaskan kalor, maka
suhu air panas makin lama makin turun. Air panas berubah menjadi air dingin. Hal ini
menunjukkan bahwa kalor merubah suhu benda.

Asas Black
Ketika kita memasukkan es batu kedalam air panas ternyata suhu air turun. Suhu air itu
turun karena air melepaskan kalor ke es batu. Sementara itu, es batu mencair atau berubah
wujud karena mendapat kalor dari air panas. Berarti pada peristiwa ini salha satu benda
melepaskan kalor, sedangkan benda yang lain menerima kalor. besranya kalor yang dilepas
dan kalor yang diterima oleh benda yang bercampur pertama kali diketahui oleh Joseph
Black (1720-1799), seorang ilmuan Inggris. Ia melakukan serangkaian eksperimen dan
mendapatkan hasil berikut:
a. Bila dua benda bercampur maka benda yang panas akan memberikan kalor kepada

benda yang dingin hingga suhu keduanya sama.
b. Banyaknya kalor yang dilepas oleh benda yang panas sama dengan banyaknya kalor

yang diserap oleh benda yang dingin
Pernyataan diatas dapat diringkas sebagai berikut: Kalor yang dilepas oleh suatu benda
sama dengan kalor yang diterima benda lain. Pernyataan ini dikenal dengan Asas Black.
Secara matematis pernyataan tersebut dapat ditulis sebagai berikut :

Q lepas = Q terima
m1 . c1 . ∆t1 = m2 . c2 . ∆t2

Asas Black dapat dibuktikan dan diamati dengan menggunakan alat kalorimeter.

Contoh :

Jika air 0,20 kg pada suhu 95 C dicampur dengan air 150 gram pada suhu 25 C, berapa

suhu akhir dari campuran ketika dicapai kesetimbangan dengan menganggap tidak ada

kalor yang hilang ?

Penyelesaian :

Diketahui : m1 = 0,20 kg

t1 = 95 C

m2 = 0,15 kg

t2 = 25 C

Ditanyakan : t campuran :.......?

Jawab : Q lepas = Q terima
m1 . c . ( t1 – tc ) = m2 . c . ( tc – t2 )
0,20 ( 95 – tc ) = 0,15 ( tc – 25 )

19 – 0,20tc = 0,15tc – 3,75

0,15 tc + 0.20 tc = 19 + 3,75

0,35 tc = 22,75

Tc = 65 C

b. Pengaruh kalor terhadap wujud benda

Kalor menyebabkan perubahan wujud pada benda-benda, seperti cokelat dan es batu.

Cokelat yang kita genggam dengan tangan dapat meleleh. Hal ini terjadi karena cokelat

mendapat kalor dari tangan kita dan udara. Demikian juga dengan es batu yang diletakkan

dalam piring di atas meja. Lama-kelamaan es batu mencair karena pengaruh kalor dari

udara. Ketika es batu dipanaskan maka lama-kelamaan es batu berubah menjadi air. Berarti

es batu berubah wujud dari padat menjadi cair.

Logam seperti besi dan emas juga dapat berubah wujud bila mendapat panas. Hal ini

terjadi misalnya ditempat peleburan logam.

Pada fenomena lain bila pemanasan berlangsung terus maka suatu saat air mendidih.

Setelah mendidih cukup lama air seakan-akan lenyap. Disekitar panci banyak terdapat uap

air berarti air telah berubah wujud dari air menjadi gas. Dapat disimpulkan bahwa kalor

dapat merubah wujud gas.

Gambar 6 : perubahan wujud

1) Kalor Peleburan dan Pembekuan
Melebur merupakan peristiwa perubahan wujud zat dari padat menjadi cair.
Sedangkan membeku adalah kebalikannya, yaitu perubahan bentuk zat dari cair
menjadi padat.
Untuk melebur, zat menyerap kalor, dan pada waktu melebur suhu zat tetap.
Sebaliknya untuk membeku, zat melepaskan kalor, dan pada waktu membeku, suhu
zat tetap.
Kalor yang diperlukan untuk meleburkan 1 Kg zat padat menjadi 1 Kg zat cair pada
titik leburnya dinamakan kalor lebur. Sebaliknya, kalor yang dilepaskan pada waktu 1
Kg zat cair membeku menjadi 1 Kg zat padat pada titik bekunya dinamakan kalor
beku. Jika kalor lebur / kalor beku adalah L, maka banyaknya kalor Q yang diperlukan
oleh zat yang massanya m Kg untuk melebur atau membeku adalah :

Q=m.L

Dimana:
L = Kalor Lebur/ kalor beku (J/Kg)
Q = Banyaknya kalor (J)
m = Massa (Kg)

Nilai kalor lebur Berbeda untuk zat yang berbeda, seperti digambarkan pada tabel
berikut:

Zat Titik Lebur (oC) Kalor Lebur (J/Kg)

Air 0 336.000
Alcohol -97 69.000

Raksa -39 120.000
Aluminium 660 403.000
Tembaga 1.083 206.000
Platina 1.769 113.000
Timbale 327 25.000

2) Kalor Penguapan dan Pengembunan
Kalor penguapan adalah kalor yang dibutuhkan oleh suatu zat untuk menguapkan zat
tersebut. Jadi, setiap zat yang akan menguap membutuhkan kalor. Adapun kalor
pengembunan adalah kalor yang dilepaskan oleh uap air yang berubah wujud menjadi
air. Jadi pada setiap pengembunan akan terjadi pelepasan kalor. Jika kalor uap / kalor
embun adalah U, maka banyaknya kalor Q yang diperlukan oleh zat yang massanya m
Kg untuk menguap atau mengembun adalah :

Q=m.U

Dimana:
U = Kalor uap/ kalor embun (J/Kg)
Q = Banyaknya kalor (J)
m = Massa (Kg)
3) Menyublim dan Mengkristal
Menyublim adalah perubahan wujud benda padat menjadi gas. Pada peristiwa ini
terjadi penyerapan kalor oleh benda. Kalor yang diperlukan untuk menyublim disebut
kalor sublimasi. Mengkristal adalah perubahan wujud gas menjadi padat.
Pada peristiwa mengkristal terjadi pelepasan kalor. Besar kalor yang dilepaskan dalam
peristiwa mengkristal disebut kalor kristalisasi.

4. Perpindahan Kalor

a. Perpindahan Kalor Secara Konduksi
Konduksi adalah perpindahan panas melalui zat perantara. Namun, zat tersebut tidak ikut
berpindah ataupun bergerak. Contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari misalnya saat
kita membakar besi logam dan sejenisnya. Walau hanya salah satu ujung dari besi logam
tersebut yang dipanaskan, namun panasnya akan menyebar ke seluruh bagian logam
sampai ke ujung logam yang tidak ikut dipanasi. Hal ini menunjukkan panas berpindah
dengan perantara besi logam tersebut.

b. Perpindahan Kalor Secara Konveksi
Konveksi adalah perpindahan panas yang disertai dengan perpindahan zat perantaranya.
Perpindahan panas secara Konveksi terjadi melalui aliran zat. Contoh yang sederhana
adalah proses memanaskan air, mula – mula air mendidih pada satu titik saja, lama
kelamaan akan mendidih pada semua bagian air yang dipanaskan.

c. Perpindahan Kalor Secara Radiasi
Radiasi adalah perpindahan panas tanpa melalui perantara. Untuk memahami ini, dapat
kita lihat kehidupan kita sehari-hari. Ketika matahari bersinar terik pada siang hari, maka
kita akan merasakan gerah atau kepanasan. Pada peristiwa di atas, terjadi perpindahan
panas yang dipancarkan oleh asal panas tersebut sehingga disebut dengan Radiasi.

UJI PENGETAHUAN SISWA
A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, d atau e pada jawaban yang paling tepat !

1. Pada gas ideal, gas memuai tidak hanya c. Etanol

disebabkan oleh perubahan suhu. Gas 10. Berikut ini skala yang digunakan pada

dapat memuai ketika mengalami pengukuran suhu, kecuali.....

perubahan..... a. Tungsen d. Reamur

a. Tekanan d. Luas b. Kelvin e. Celcius

b. Usaha e. Volume c. Fahrenheit

c. gaya 11. Perpindahan kalor yang disertai dengan
perpindahan partikel – partikel disebut.....
2. Peristiwa gerakan atom penyusun benda

karena mengalami pemanasan disebut..... a. Konduksi d. Isolasi

a. Suhu d. pemuaian b. Konveksi e. Ionisasi

b. Kalor e. Tekanan c. Radiasi

c. pemampatan 12. Bilangan yang menyatakan banyak

3. koefisien muai panjang sustu zat adalah kalor yang diperlukan untuk menaikkan

angka yang menunjukkan pertambahan suhu 1 kg atau 1 gram zat sebesar 1 C

panjang zat apabila suhunya dinaikkan..... disebut.....

a. 1 C d. 4 C a. Massa jenis d. Kalor jenis

b. 2 C e. 5 C b. Massa zat e. Kalor laten

c. 3 C c. Kapasitas kalor

4. Nilai koefisien muai panjang besi 13. Saat pakaian hitam dan putih dijemur

adalah...... maka.....

a. 0,000012 d. 0,000155 a. Pakaian putih lebih cepat kering karena

b. 0,000050 e. 0,000204 banyak menyerap kalor.

c. 0,000132 b. Pakaian putih lebih cepat kering karena

5. Muai volume merupakan penurunan dari banyak melepas kalor.

muai panjang, sedangkan muai ruang c. Pakaian hitam lebih cepat kering

tergantung dari..... karena banyak menyerap kalor.

a. Gaya d. Volume d. Pakaian hitam lebih cepat kering

b. Tekanan e. Jenis zat karena banyak melepas kalor.

c. usaha e. Pakaian hitam lebih cepat kering

6. Energi yang berpindah dari peristiwa karena banyak melepas kalor dan lebih

perpindahan kalor adalah..... sedikit menyerap kalor

a. Kinetik d. Mekanik 14. Pada waktu zat mengalami pemanasan,

b. Potensial e. Kimia partikel benda bergetar dan menumbuk

c. gravitasi partikel tetangga yang bersuhu rendah.
Sehingga suhu lama – kelamaan terjadi.....
7. Air panas yang dicampur dengan air

dingin akan menjadi air hangat. Hal ini a. Nol

berarti ada sesuatu yang berpindah, b. Konstan

yaitu..... c. Penurunan konstan

a. Gaya d. Volume d. Peningkatan bertahap

b. Tekanan e. Kalor e. Kesetimbangan termal

c. usaha 15. Nilai kalor jenis alkohol adalah.....

8. Derajat panas atau dingin yang dialami a. 2400 j/kgC d. 4800 j/kgC

keda benda tersebut dinamakan b. 3000 j/kgC e. 5500 j/kgC

perubahan..... c. 3600 j/kgC

a. Suhu d. Terbang 16. Energi yang diperlukan untuk

b. Terapung e. Terjatuh menaikkan 100 g air dari suhu 18C

c. Tenggelam menjadi 60C (c air = 1 kal/gC) adalah.....

9. Cairan pengisi termometer adalah..... a. 0,42 kkal d. 420 kkal

a. Gliserin d. Glukosa b. 4,2 kkal e. 4200 kkal

b. Metanol e. Raksa c. 42 kkal

17. Air 100 gram yang suhunya 0C Jika kalor jenis air adalah 4200 J/kgC,

dicampur dengan 50 gram air yang maka banyak kalor yang diperlukan untuk

suhunya 50C, maka suhu akhir campuran mendidihkan air adalah.....

itu adalah.....C a. 44.000 J d. 64.000 kJ

a. 50 d. 26 b. 64.000 J e. 84.000 kJ

b. 47 e. 17 c. 84.000 J

c. 30

18. 1 kg es suhunya -2C. Bila titik lebur

0C, kalor jenis es 0,5 kal/gC, kalor jenis

air 1 kal/gC, dan 1 kalori = 4,2 joule, kalor

yang diperlukan untuk meleburkan seluruh

es adalah.....J

a. 6,720 . 105 d. 7,620 . 105

b. 6,702 . 105 e. 7,802 . 105

c. 7,602 . 105

19. Sebuah kalorimeter mempunyai

kapasitas kalor 50 kal/C. Jumlah kalor

yang diperlukan agar suhunya naik

sebesar 40C adalah.....kal

a. 3500 d. 1500

b. 2500 e. 1000

c. 2000

20. Muna memanaskan air sebanyak 250

gram yang bersuhu 20C hingga mendidih.

1. Suhu sebuah benda jika diukur menggunakan termometer celsius akan bernilai 45. Berapa nilai

yang ditunjukkan oleh termometer Reamur, Fahrenheit dan kelvin ?
Diketahui : T= 5ᵒC
Ditanya : a. TᵒR . . . . ?

b. TᵒF. . . . ?
c. TᵒK . . . . ?

Jawab : :
a. TᵒC = 4/5 (T) ᵒR
= 4/5 (45) ᵒR
= 36ᵒR

b. TᵒC = (9/5 x T) + 32 ᵒF
= (9/5 X 45) + 32 ᵒF
= 113 ᵒF

c. 45ᵒC = 318 K
Jadi benda itu ketika diukur dengan temometer Reamur akan menunjukkan 36ᵒR, diukur dengan
termometer fahrenheit menunjukkan 113ᵒF dan 318 ketika diukur dengan termometer Kelvin.

2. Berapa kalor yang dibutuhkan untuk memanaskan 1 kg air yang bersuhu 20ᵒC menjadi 100ᵒC
jika diketahui kalor jenis air 1000 J/kgᵒC ?

Diketahui : m = 1 kg
c = 1000 J/kgᵒC
ΔT = 100ᵒC - 20ᵒC = 80ᵒC

Ditanya : Q . . . ?

Jawab : :
Q = m. c ΔT

Q = 1. 1000. 80

Q = 80.000 J

Jadi kalor yang diperlukan untuk memanaskan air tersebut sebesar 80.000J atau 80KJ

3. Diketahui massa sebuah aluminum 500 gram bersuhu 10ᵒC. Aluminium kemudian menyerap
kalor sebesar 1.5kilojoule sehingga suhunya naik menjadi 20ᵒC.

Berapa kalor jenis aluminium tersebut ?

Diketahui : m = 500 gram = 0.5 kg

Q = 1.5 kj = 1500 J
ΔT = 20ᵒC - 10ᵒC = 10ᵒC

Ditanya : c . . . ?

Jawab :
c = Q / m.ΔT
c = 1500 J / (0.5 kg.10ᵒC)
c = 300 J/kgᵒC
Jadi kalor jenis aluminium tersebut bernilai 300J/kgᵒC

4. Tentukan banyaknya kalor yang diperlukan untuk memanaskan 500gram es yang bersuhu - 12ᵒC
menjadi - 2ᵒC. Nyatakan dalam satuan joule jika diketahui kalor jenis es 0.5 kalori/grᵒC !

Diketahui : m = 500 gram
c = 0.5 kal/grᵒC
ΔT = -2 ᵒC – (-12ᵒC) = 10ᵒC

Ditanya : Q . . . ?

Jawab :
Q = m.c.ΔT

Q = (500).(0.5).(10)

Q = 2500 kalori

Ingat1 kalori = 4.2 joule maka, 2500 (4.2) = 10.500 Joule

Jadi kalor yang diperlukan utuk memanaskan es tersebut sebesar 10.500Joule.
5. Sebuah benda bersuhu 5ᵒC menyerap kalor sebesar 1500 joule sehingga suhunya naik menjadi

32ᵒC. Tentukan kapasitas kalor benda tersebut !

Diketahui : Q = 1500 J
ΔT = 32ᵒC – 5 ᵒC = 27ᵒC = 300K

Ditanya : C . . . ?

Jawab :
C = Q / ΔT

C = 1500J / 300K

C = 5J/K

Jadi kapasitas kalor benda tersebut sebesar 5J/K.


Click to View FlipBook Version