PELESTARIAN MAHLUK
HIDUP
Flip b
ook
Nurkhafifah Kasau
C21A
210407550006
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Makhluk hidup di alam ini menempati tempat-tempat tertentu
sesuai dengan habitatnya. Ada yang hidup di air seperti ikan, di darat
seperti halnya manusi dan hewan darat lainnya, maupun di udara
seperti burung. Tempat hidup di dunia ini tidak bertambah luas,
sementara pertambahan jumlah makhluk hidup relatif bertambah.
Banyak hewan dan tumbuhan yang hampir punah sehingga
diperlukan adanya langkah untuk melestarikannya. Sebagai contoh
untuk hewan yang hampir punah misalnya badak bercula satu, burung
cendrawasih, komodo dan lain sebagainya. Sedangan contoh untuk
tanaman yang hampir punah misalnya bunga bangkai, kayu cendana,
anggrek hitam dan lain sebagainya.
Hewan dan tumpbuhan perlu dilestarikan supaya tidak mengalami
kepunahan. Cara yang dapat kita lakukan sebagai pelajar supaya tetap
lestari adalah salah satunya sejak dini belajar melalui materi di
sekolah atau bisa langsung mengunjungi tempat-tempat yang
berhubungan dengan pelestarian flora/ fauna tersebut. Tujuan
mengunjungi tempat tersebut adalah untuk memperkenalkan terhadap
keanekaragaman hayati, dan untuk meningkatkan kesadaran
pelestarian lingkungan kepada para pelajar.
Penyebab Makhluk Hidup
Hampir Punah
Pelestarian makhluk hidup merupakan tugas manusia.
Upaya pelestarian makhluk hidup adalah salah satu cara
yang perlu dilakukan untuk menjaga keberadaan makhluk
hidup di sekitar kita, seperti tumbuhan maupun hewan.
Tumbuhan dan hewan langkah adalah hewan dan
tumbuhan yang jumlahnya sangat sedikit sehingga kita
jarang menemukan di alam.
Kelangkaan hewan dan tumbuhan disebabkan oleh:
1.Penggunaan hewan dan tumbuhan yang berlebihan
2. Perburuan dan penangkapan hewan liar
3.Penebangan pohon langkah untuk kepentingan manusia
Pemanfaatan hewan dan tumbuhan yang
tidak baik/ bijaksana yaitu:
a) Melakukan perburuan/ penangkapan terhadap ikan dengan cara yang
semena-mena. Misalnya perburuan memakai kapal trawi untuk
mengangkat semua jenis ikan baik yang besar maupun ikan yang kecil.
Dengan demikian akibat yang ditimbukan adalah populasi ikan yang
menurun bahkan bisa menjadi kepunahan.
b) Penebangan/ penggundulan terhadap hutan sehingga ekosistem hutan
akan menjadi rusak. Akibat yang akan ditimbulkan dari hal tersebut
adalah berkurangnya jmlah spesies hewan yang berada di dalam hutan
tersebut.
c) Pembangunan penginapan/ vila-vila didaerah pegunungan yang bisa
mengurangi dari populasi hewan dan populasi dari tumbuhan.
d) Adanya sistem pertanian berpindah - pindah yang juga bisa memicu
terjadinya kerusakan pada ekosistem di hutan.
Tumbuhan yang terancam
punah di Indonesia
Bunga anggrek hitam merupakan tanaman
yang termasuk tanaman yang langka.
Anggrek hitam hanya tumbuh di hutan
Kalimantan dan hutan Sulawesi saja. Pada
waktu sekarang ini anggrek hitam banyak
dibudidayakan untuk di ditangkarkan dan
menghasilkan spesies yang baru dengan
warna yang baru pula.
Saat ini bunga bangkai masuk dalam
kategori tumbuhan langka berdasarkan
klasifikasi dari International Union for
Conservation of Nature (IUCN).
Keberadaannya bunga bangkai juga
dilindungi dengan Peraturan Pemerintah
Nomor 7 tahun 1999.
Kantong Semar, tetapi tanaman ini juga punya sejuta nama di
berbagai belahan Indonesia. Di Riau dan Kalimantan Barat
disebut periuk monyet, di Jambi kantong beruk , di Bangka
ketakung, serta sorok raja mantri untuk orang Jawa Barat. Di
daerah asalnya, Kalimantan, tanaman ini bahkan diistilahkan
berbeda oleh setiap suku. Suku Dayak Katingan (Kalteng)
menyebutnya ketupat napu (napu artinya rawa). Lain lagi
halnya di dunia ilmiah, kantong semar dikenal dengan nama
nepenthes yang artinya sebuah gelas anggur.
Kantong pada Kantong Semar bukan sembarang kantong dan
pajangan belaka, melainkan punya kegunaan penting sebagai
lubang untuk menangkap serangga. Keelokan perut buncit
nepenthes seolah mampu memikat lalat, semut, atau laron
agar terjerumus ke dalam lubangnya. Mengapa demikian?
Karena lubang kantong semar mengeluarkan aroma lezat
yang ampuh menipu serangga-serangga kelaparan.
Dikenal dengan nama black ebony atau Makassar ebony, kayu eboni memiliki
nama biologis Diospyros Celebica. Species kayu eboni ini berupa pohon berbunga
yang tersebar di pulau Sulawesi di Indonesia. Nama eboni Makasar adalah
mengacu pada titik pelabuhan utama di pulau Sulawesi itu sendiri.
Karena tergolong kayu mewah yang sangat disukai oleh peminatnya, tidak heran
jika kayu eboni Sulawesi semakin menurun produksinya hingga masuk menjadi
kategori jenis pohon langka di Sulawesi. Sama sepertu kayu ulin.
Pemerintah Indonesia, khususnya di daerah Sulawesi, sendiri sudah giat untuk
terus membudidayakan pohon kayu eboni yang dieksploitasi untuk komersil.
Harga kayu eboni yang tinggi memang menjadikannya ladang emas bagi industri
illegal logging yang masih marak di beberapa daerah di Indonesia.
Hewan yang terancam
punah di Indonesia
Untuk Harimau Sumatera sekarang ini
merupakan hewan yang langka yang
ditemukan di daerah Sumatera karena
jumlahnya hanya sekitar 450 - 500 ekor
saja.
Orang utan
(dari bahsa Indonesia dan atau melayu = manusia
hutan) adalah merupakan sejenis kera besar yang
mempunyai lengan yang panjang dan berbulu
kemerahan, kadang cokelat, hidup di wilayah
negara Indonesia dan Malaysia. Orang utan
mempunyai ukuran 1-1,4 m untuk orang utan jantan,
yaitu sekitar 2/3 kali dari ukuran gorila. Orang utan
adalah termasuk dalam hewan vertebrata, yaitu
bahwa orang utan mempunyai tulang belakang.
Orang utan termasuk juga dalam hewan mamalia
dan primata. Orang utan sekarang ini merupakan
binatang yang langka karena manusia banyak
merusak habitatnya dan juga menjual bayi orang
utan sebagai hewan peliharaan.
IUCN menyebut komodo
terancam punah karena
perubahan iklim, mengenai
ini Evy menjelaskan bahwa
habitat komodo tersebar di
pulau-pulau kecil, memang
terancam oleh pemanasan
global
Menurut IUCN Red List, gajah Sumatera
termasuk dalam kategori critically endangered
atau hampir punah. Populasi saat ini hanya
tinggal sekitar 2.800 ekor saja. Penyebab gajah
ini hampir punah adalah berkurangnya habitat
gajah akibat deforestasi dan pembunuhan liar
untuk mengambil gadingnya
Badak bercula satu Sejak
lama, badak menjadi target
perburuan liar. Mereka juga
dibunuh karena dianggap
sebagai hama pertanian.
Biasanya, badak Jawa
dibunuh untuk diambil
culanya, komoditas yang
sangat berharga dalam
pengobatan tradisional Asia.
Burung cendrawasih adalah merupakan hewan yang
juga dilindungi oleh pemerintah Indonesia. Salah satu
jenis dari burung cendrawasih adalah cendrawasih
merah yang dilindungi melalui Undang-undang Republik
Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 dan Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999.
Burung cendrawasih merah hanya bisa dijunpai pada
hutan dataran rendah di pulau Waigeo dan Batanta
yang letaknya ada di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi
Irian Jaya Barat.
USAHA PENCEGAHAN KEPUNAHAN
TUMBUHAN
Cara pelestarian tumbuhan yang dapat dilakukan
adalah dengan menjaga keberadaan hutan yang ada.
Hutan adalah merupakan sumber industri yang
dipakai untuk kebutuhan manusia, misalnya untuk
perabot rumah tangga, untuk perumahan dan lain
sebagainya.
Tindakan pelestarian tumbuhan yang dapat dilakukan,
antara lain:
1) Tebang pilih. Yaitu penebangan terhadap pohon
namun disertai juga dengan penanaman bibit yang
baru. Tidak semua pohon ditebang untuk digunakan,
sehingga ekosistem hutan tidak rusak.
2) Reboisasi. Adalah suatu tindakan penghijauan
kembali terhadap hutan yang telah gundul sehingga
kerusakan hutan dapat diperbaiki. Kegiatan reboisasi
dapat juga dilakukan di daerah perkotaan sebagai
langkah untuk memeberi keseimbangan dengan
lajunya pembangunan di perkotaan
3) Cagar alam. Adalah tindakan yang dibuat guna
melindungi tumbuhan tertentu terhadap kerusakan,
misalnya karena penebangan secara liar, perubahan
lingkungan, dan disebabkan karena serangan hama.
Kegiatan cagar alam bisa menyelamatkan spesies
tumbuhan dari kepunahan.
Upaya pelestarian hewan
Tindakan pelestarian hewan yang bisa dilakukan adalah
dengan cara berikut ini:
a) Pembuatan cagar alam dan suaka margasatwa.
Pengertian suaka margasatwa adalah suatu kawasan
suaka alam yang memiliki ciri khas yang berupa
keanekaragaman dan atau keunikan dari jenis satwa
yang untuk kelangsungan hidupnya bisa dilakukan
dengan pembinaan terhadap habitatnya.
b) Pembuatan undang-undang perburuan. Undang-
undang ini mengatur tentang larangan perburuan.
Tujuannya yang hendak dicapai adalah untuk
melindungi bermacam jenis hewan karena terancam
dari kepunahan.
c) Pembuatan tangga ikan di daerah-daerah perairan
sungai. Tujuannya adalah untuk melindungi dan
meningkatkan populasi ikan.
MANFAAT
PELESTARIAN HEWAN
DAN TUMBUHAN
1.Menjaga keseimbangan ekosistem hutan.
2.Mencegah supaya tidak terjadi kepunahan
pada berbagai spesies hewan maupun
tumbuhan.
3.Menjaga sumber keanekaragaman hayati
sebagai sumber kekayaan negara.
4.Tempat untuk pengembangan penelitian dan
ilmu pengetahuan.