1
1
PENGANTAR
Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat-
Nya sehingga kami dapat menyelesaikan bahan ajar Dampak Korupsi terhadap
Ekonomi, Sosial dan Kemiskinan Masyarakat, Pelayanan Kesehatan, dan Birokrasi
Pemerintahan untuk mahasiswa Program Studi Diploma III. Bahan ajar ini disusun
berdasarkan kurikulum Diploma III Tahun 2021.
Korupsi merupakan kejahatan luar biasa dan fenomenal di Indonesia. Modus
korupsi sangat bervariasi, seperti mark-up, penipuan, penyuapan, pemerasan,
gratifikasi dan lain-lain. Oleh karena itu, untuk menghilangkan korupsi itu perlu
langkah serius. Pemberantasan korupsi membutuhkan komitmen kuat semua pihak:
pemerintah, penegak hukum dan masyarakat sipil. Tanpa itu, upaya pemberantasan
korupsi akan berjalan di tempat. Karena korupsi telah menjadi endemy yang berakar
pada budaya Indonesia. Oleh karena itu, harus ada upaya serius semua pihak agar
korupsi bisa dikurangi secara bertahap dan pada akhirnya diberantas tuntas. Pertama
peran pemerintah: hendaknya pemerintah dapat menutup peluang terjadinya korupsi,
meningkatkan gaji PNS, mereformasi hukum dan meningkatkan fungsi kontrol, serta
memimpin gerakan nti-korupsi. Kedua peran penegakan hukum, meliputi komitmen
yang kuat untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu, menolak dan menuntut
kasus-kasus korupsi secara jujur. Ketiga peran masyarakat sipil: menghidupkan
fungsi kontrol publik, kebebasan pers dan pendidikan antikorupsi di masyarakat. Dan
untuk semua pihak, harus menjunjung tinggi etika dan moral antikorupsi.
Bahan ajar ini disusun sebagai dasar dalam pemberian materi pada
mahasiswa yang dilengkapi dengan evaluasi untuk mengukur ketercapaian setiap
materi yang diberikan. Semoga dengan adanya bahan ajar ini mendapat hasil yang
maksimal. Selamat belajar, semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan
meridhai upaya kita, aamiin.
2
DAFTAR ISI
BAB I. GERAKAN ANTI KORUPSI
Topik 1 Latar Belakang
Topik 2 Gerakan Anti Korupsi
BAB II. PERAN MAHASISWA DALAM GERAKAN ANTI-KORUPSI
Topik 1 lingkungan keluarga
Topik 2 lingkungan Kampus
Topik 3 masyarakat sekitar
Topik 4 Tingkat Lokal dan Nasional
Tes
DAFTAR PUSTAKA
3
BAB I
GERAKAN ANTI KORUPSI
I. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Mampu menjelaskan tentang peran mahasiswa dalam gerakan anti korupsi
II. TUJUAN PEMBELAJARAN
Mampu memahami konsep peran mahasiswa dalam gerakan anti
korupsi
III. MATERI
A. Latar Belakang
B. Gerakan Anti Korupsi
C. Keterlibatan Mahasiswa
IV. URAIAN MATERI
Korupsi merupakan salah satu dari sekian masalah yang mempunyai dampak negatif
terhadap perekonomian suatu negara, dan dapat berdampak merusak sendi-sendi
perekonomian negara. Korupsi dapat memperlemah investasi dan pertumbuhan ekonomi
(Mauro, 1995, dalam Pendidikan Anti Korupsi untuk Perguruan Tinggi, 2011). Tidak
mudah memberantas korupsi, sebab korupsi dalam suatu tingkat tertentu selalu hadir di
tengah-tengah kita. Dampak korupsi dari perspektif ekonomi adalah misallocation of
resources, sehingga perekonomian tidak optimal (Ariati, 2013). Berbagai dampak korupsi
terhadap aspek ekonomi, adalah sebagai berikut.
A. Latar Belakang
Pada dasarnya korupsi berdampak buruk pada seluruh sendi kehidupan
manusia. Korupsi merupakan salah satu faktor penyebab utama tidak tercapainya
keadilan dan kemakmuran suatu bangsa. Korupsi juga berdampak buruk pada
system perekonomian, sistem demokrasi, sistem politik, sistem hukum, sistem
pemerintahan, dan tatanan sosial kemasyarakatan. Hal yang tidak kalah penting bahwa
korupsi juga dapat merendahkan martabat suatu bangsa dalam tata pergaulan
internasional. Korupsi yang terjadi di Indonesia sudah bersifat kolosal dan ibarat
penyakit sudah sulit untuk disembuhkan. Korupsi dalam berbagai tingkatan sudah
terjadi pada hampirseluruh sendi kehidupan dan dilakukan oleh hampir semua golongan
4
masyarakat. Dengan kata lain korupsi sudah menjadi bagian dari kehidupan kita
sehari-hari yang sudahdianggap biasa. Oleh karena itu sebagian masyarakat
menganggap korupsi bukan lagimerupakan kejahatan besar. Jika kondisi ini tetap
dibiarkan seperti itu, maka hampir dapat dipastikan cepat atau lambat korupsi akan
menghancurkan negeri ini. Oleh karena itusudah semestinya kita menempatkan
korupsi sebagai musuh bersama (common enemy) yang harus kita perangi bersama-
sama dengan sungguh-sungguh. Karena sifatnya yang sangat luar biasa, maka untuk
memerangi atau memberantas korupsi diperlukan upaya yang luar biasa pula. Upaya
memberantas korupsi sama sekali bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Upaya
memberantas korupsi tentu saja tidak bisahanya menjadi tanggungjawab institusi
penegak hukum atau pemerintah saja, tetapi juga merupakan tanggungjawab bersama
seluruh komponen bangsa. Oleh karena itu upaya memberantas korupsi harus
melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders)yang terkait, yaitu
pemerintah, swasta dan masyarakat. Dalam konteks inilah mahasiswa, sebagai salah
satu bagian penting dari masyarakat, sangat diharapkan dapat berperan aktif.
B. Gerakan Anti Korupsi
Korupsi di Indonesia sudah berlangsung lama. Berbagai upaya pemberantasan
korupsi pun sudah dilakukan sejak tahun-tahun awal setelah kemerdekaan.
Berbagai peraturan perundangan tentang pemberantasan korupsi juga sudah dibuat.
Demikian juga berbagai institusi pemberantasan korupsi silih berganti didirikan,
dimulai dari Tim Pemberantasan Korupsi pada tahun 1967 sampai dengan pendirian
KPK pada tahun 2003.Namun demikian harus diakui bahwa upaya pemberantasan
korupsi yang dilakukan selama ini belum menunjukkan hasil maksimal. Hal ini
antara lain terlihat dari masih rendahnya angka Indeks Persepsi Korupsi (IPK)
Indonesia. Berdasarkan UU No.30 tahun 2002, Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
dirumuskan sebagai serangkaian tindakan untuk mencegah dan memberantas
tindak pidana korupsi melalui upaya koordinasi, supervisi, monitor, penyelidikan,
penyidikan,penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan dengan peran serta
masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Rumusan
undang-undang tersebut menyiratkan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak
akan pernah berhasil tanpa melibatkan peran (tiga) unsur utama, yaitu:
pencegahan, penindakan, dan peranserta masyarakat. Pencegahan adalah seluruh
upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya perilaku koruptif. Pencegahan
juga sering disebut sebagai kegiatan Anti-korupsi yang sifatnya preventif.
5
Penindakan adalah seluruh upaya yang dilakukan untuk menanggulangi atau
memberantas terjadinya tindak pidana korupsi. Penindakan sering juga disebut
sebagai kegiatan Kontra Korupsi yang sifatnya represif. Peran serta masyarakat
adalahperan aktif perorangan, organisasi kemasyarakatan, atau lembaga swadaya
masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi. Salah satu
upaya pemberantasan korupsi adalah dengan sadar melakukan suatu Gerakan Anti-
korupsi di masyarakat. Gerakan ini adalah upaya bersama yang bertujuan untuk
menumbuhkan Budaya Anti Korupsi di masyarakat. Dengan tumbuhnya budaya
antikorupsi di masyarakat diharapkan dapat mencegah munculnya perilaku koruptif.
Gerakan Anti Korupsi adalah suatu gerakan jangka panjang yang harus melibatkan
seluruh pemangku kepentingan yang terkait, yaitu pemerintah, swasta dan
masyarakat. Dalam konteks inilah peran mahasiswa sebagai salah satu bagian penting
dari masyarakat sangat diharapkan. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, pada
dasarnya korupsi itu terjadi jika ada pertemuan antara tiga faktor utama, yaitu: niat,
kesempatan dan kewenangan. Niat adalah unsur setiap tindak pidana yang lebih terkait
dengan individu manusia, misalnya perilakudan nilai-nilai yang dianut oleh seseorang.
Sedangkan kesempatan lebih terkait dengan sistem yang ada. Sementara itu,
kewenangan yang dimiliki seseorang akan secara langsungmemperkuat kesempatan
yang tersedia. Meskipun muncul niat dan terbuka kesempatantetapi tidak diikuti oleh
kewenangan, maka korupsi tidak akan terjadi. Dengan demikian,korupsi tidak akan
terjadi jika ketiga faktor tersebut, yaitu niat, kesempatan, dankewenangan tidak
ada dan tidak bertemu. Sehingga upaya memerangi korupsi padadasarnya adalah
upaya untuk menghilangkan atau setidaknya meminimalkan ketiga
faktortersebut.Gerakan anti-korupsi pada dasarnya adalah upaya bersama seluruh
komponenbangsa untuk mencegah peluang terjadinya perilaku koruptif. Dengan kata
lain gerakananti-korupsi adalah suatu gerakan yang memperbaiki perilaku individu
(manusia) dansistem untuk mencegah terjadinya perilaku koruptif. Diyakini bahwa
upaya perbaikansistem (sistem hukum dan kelembagaan serta norma) dan
perbaikan perilaku manusia(moral dan kesejahteraan) dapat menghilangkan, atau
setidaknya memperkecil peluangbagi berkembangnya korupsi di negeri ini.Upaya
perbaikan perilaku manusia antara lain dapat dimulai dengan menanamkannilai-nilai
yang mendukung terciptanya perilaku anti-koruptif. Nilai-nilai yang dimaksudantara
lain adalah kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggungjawab,
kerjakeras, kesederhanaan, keberanian, dan keadilan. Penanaman nilai-nilai ini
kepadamasyarakat dilakukan dengan berbagai cara yang disesuaikan dengan
kebutuhan.Penanaman nilai-nilai ini juga penting dilakukan kepada mahasiswa.
Pendidikan anti-korupsi bagi mahasiswa dapat diberikan dalam berbagai bentuk,
antara lain kegiatan sosialisasi, seminar, kampanye atau bentuk-bentuk kegiatan
ekstra kurikuler lainnya.Pendidikan anti korupsi juga dapat diberikan dalam bentuk
perkuliahan, baik dalambentuk mata kuliah wajib maupun pilihan.Upaya perbaikan
6
sistem antara lain dapat dilakukan dengan memperbaikiperaturan perundang-undangan
yang berlaku, memperbaiki tata kelola pemerintahan,reformasi birokrasi,
menciptakan lingkungan kerja yang anti-korupsi, menerapkan prinsip-prinsip clean and
good governance, pemanfaatan teknologi untuk transparansi, dan lain-lain. Tentu saja
upaya perbaikan sistem ini tidak hanya merupakan tanggungjawabpemerintah saja,
tetapi juga harus didukung oleh seluruh pemangku kepentingan termasukmahasiswa.
Pengetahuan tentang upaya perbaikan sistem ini juga penting diberikankepada
mahasiswa agar dapat lebih memahami upaya memerangi korupsi.D.Peran Mahasiswa
Dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia tercatat bahwa mahasiswa
mempunyaiperanan yang sangat penting. Peranan tersebut tercatat dalam peristiwa-
peristiwa besaryang dimulai dari Kebangkitan Nasional tahun 1908, Sumpah
Pemuda tahun 1928,Proklamasi Kemerdekaan NKRI tahun 1945, lahirnya Orde Baru
tahun 1996, dan Reformasitahun 1998. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam
peristiwa-peristiwa besar tersebutmahasiswa tampil di depan sebagai motor penggerak
dengan berbagai gagasan, semangatdan idealisme yang mereka miliki.Peran penting
mahasiswa tersebut tidak dapat dilepaskan dari karakteristik yangmereka miliki, yaitu:
intelektualitas, jiwa muda, dan idealisme. Dengan kemampuan intelektual yang
tinggi, jiwa muda yang penuh semangat, dan idealisme yang murni telahterbukti bahwa
mahasiswa selalu mengambil peran penting dalam sejarah perjalananbangsa ini.
Dalam beberapa peristiwa besar perjalanan bangsa ini telah terbukti bahwamahasiswa
berperan sangat penting sebagai agen perubahan (agent of change).Dalam konteks
gerakan anti-korupsi mahasiswa juga diharapkan dapat tampil didepan menjadi motor
penggerak. Mahasiswa didukung oleh kompetensi dasar yang merekamiliki, yaitu:
intelegensia, kemampuan berpikir kritis, dan keberanian untuk menyatakankebenaran.
Dengan kompetensi yang mereka miliki tersebut mahasiswa diharapkanmampu
menjadi agen perubahan, mampu menyuarakan kepentingan rakyat,
mampumengkritisi kebijakan-kebijakan yang koruptif, dan mampu menjadi watch dog
lembaga-lembaga negara dan penegak hukum.
7
BAB II
PERAN MAHASISWA DALAM GERAKAN ANTI-KORUPSI
A.Peran Mahasiswa Dalam Gerakan Anti-Korupsi
Keterlibatan mahasiswa dalam gerakan anti korupsi pada dasarnya dapat
dibedakan menjadi empat wilayah, yaitu: di lingkungan keluarga, di lingkungan
kampus, dimasyarakat sekitar, dan di tingkat lokal/nasional. Lingkungan keluarga
dipercaya dapat menjadi tolok ukur yang pertama dan utama bagi mahasiswa untuk
menguji apakah prosesinternalisasi anti korupsi di dalam diri mereka sudah terjadi.
Keterlibatan mahasiswa dalam gerakan anti korupsi di lingkungan kampus tidak bisa
dilepaskan mahasiswa dalamgerakan anti korupsi di lingkungan kampus tidak bisa
dilepaskan dari status mahasiswa sebagai peserta didik yang mempunyai kewajiban
ikut menjalankan visi dan misikampusnya. Sedangkan keterlibatan mahasiswa dalam
gerakan anti korupsi di masyarakatdan di tingkat lokal/nasional terkait dengan status
mahasiswa sebagai seorang warga negara yang mempunyai hak dan kewajiban yang
sama dengan masyarakat lainnya.
1. Lingkungan Keluarga
Internalisasi karakter anti korupsi di dalam diri mahasiswa dapat dimulai
darilingkungan keluarga. Kegiatan tersebut dapat berupa melakukan pengamatan
terhadapperilaku keseharian anggota keluarga, misalnya:Apakah dalam mengendarai
kendaraan bermotor bersama ayahnya atau anggota keluargayang lain, peraturan lalin
dipatuhi? Misalnya: tidak berbelok/berputar di tempat dimanaada tanda larangan
berbelok/berputar, tidak menghentikan kendaraan melewati batasmarka jalan tanda
berhenti di saat lampu lalu lintas berwarna merah, tidakmemarkir/menghentikan
kendaraan di tempat dimana terdapat tanda dilarangparkir/berhenti, dsb.Apakah
ketika berboncengan motor bersama kakaknya atau anggota keluarga lainnya,tidak
menjalankan motornya di atas pedestrian dan mengambil hak pejalan kaki? Tidak
mengendarai motor berlawanan arah? Tidak mengendarai motor melebihi
kapasitas(misalnya satu motor berpenumpang 3 atau bahkan 4 orang). Apakah
penghasilan orang tua tidak berasal dari tindak korupsi? Apakah orang tua
tidakmenyalahgunakan fasilitas kantor yang menjadi haknya?Apakah ada diantara
anggota keluarga yang menggunakan produk-produk bajakan (lagu,film, software, tas,
sepatu, dsb.) Pelajaran yang dapat diambil dari lingkungan keluarga ini adalah tingkat
ketaatanseseorang terhadap aturan/tata tertib yang berlaku. Substansi dari dilanggarnya
aturan/tatatertib adalah dirugikannya orang lain karena haknya terampas. Terampasnya
hak oranglain merupakan cikal bakal dari tindakan korupsi.Tahapan proses internalisasi
karakter anti korupsi di dalam diri mahasiswa yangdiawali dari lingkungan keluarga
sangat sulit untuk dilakukan. Justru karena anggotakeluarga adalah orang-orang
terdekat, yang setiap saat bertemu dan berkumpul, makapengamatan terhadap
adanya perilaku korupsi yang dilakukan di dalam keluargaseringkali menjadi bias.
8
Bagaimana mungkin seorang anak berani menegur ayahnya ketikasang ayah kerap kali
melanggar peraturan lalu lintas? Apakah anak berani untuk bertanyatentang asal usul
penghasilan orang tuanya? Apakah anak memiliki keberanian untukmenegur
anggota keluarga yang lain karena menggunakan barang-barang bajakan? Nilai-nilai
yang ditanamkan orang tua kepada anak-anaknya bermula dari lingkungan keluargadan
pada kenyataannya nilai-nilai tersebut akan terbawa selama hidupnya. Jadi,
ketikaseorang mahasiswa berhasil melewati masa yang sulit ini, maka dapat diharapkan
ketikaterjun ke masyarakat mahasiswa tersebut akan selamat melewati berbagai
rintangan yangmengarah kepada tindak korupsi. Paling tidak, ada satu orang generasi
muda yang tidaktergiur untuk melakukan tindak korupsi. Jika Pendidikan Anti Korupsi
diikuti oleh banyakPerguruan Tinggi, maka akan diperoleh cukup banyak generasi
muda yang dapat menjadibenteng anti korupsi di Indonesia.
2.Lingkungan Kampus
Keterlibatan mahasiswa dalam gerakan anti-korupsi di lingkungan kampus dapatdibagi
ke dalam dua wilayah, yaitu: untuk individu mahasiswanya sendiri, dan
untukkomunitas mahasiswa. Untuk konteks individu, seorang mahasiswa
diharapkan dapatmencegah agar dirinya sendiri tidak berperilaku koruptif dan tidak
korupsi. Sedangkanuntuk konteks komunitas, seorang mahasiswa diharapkan dapat
mencegah agar rekan-rekannya sesama mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan di
kampus tidak berperilakukoruptif dan tidak korupsi.Agar seorang mahasiswa dapat
berperan dengan baik dalam gerakan anti-korupsimaka pertama-pertama mahasiswa
tersebut harus berperilaku anti-koruptif dan tidakkorupsi dalam berbagai tingkatan.
Dengan demikian mahasiswa tersebut harusmempunyai nilai-nilai anti-korupsi dan
memahami korupsi dan prinsip-prinsip anti-korupsi. Kedua hal ini dapat diperoleh
dari mengikuti kegiatan sosialisasi, kampanye,seminar dan kuliah pendidikan anti
korupsi. Nilai-nilai dan pengetahuan yang diperoleh tersebut harus diimplementasikan
dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain seorangmahasiswa harus mampu
mendemonstrasikan bahwa dirinya bersih dan jauh dariperbuatan korupsi. Berbagai
bentuk kegiatan dapat dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai anti korupsikepada
komunitas mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan agar tumbuh budaya antikorupsi
di mahasiswa. Kegiatan kampanye, sosialisasi, seminar, pelatihan, kaderisasi, danlain-
lain dapat dilakukan untuk menumbuhkan budaya anti korupsi. Kegiatan
kampanyeujian bersih atau anti mencontek misalnya, dapat dilakukan untuk
menumbuhkan antara lain nilai-nilai kerja keras, kejujuran, tanggung jawab, dan
kemandirian.
3.Masyarakat Sekitar
Hal yang sama dapat dilakukan oleh mahasiswa atau kelompok mahasiswa
untukmengamati lingkungan di lingkungan masyarakat sekitar, misalnya:Apakah
kantor-kantor pemerintah menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakatnyadengan
9
sewajarnya: pembuatan KTP, SIM, KK, laporan kehilangan, pelayanan
pajak?Adakah biaya yang diperlukan untuk pembuatan surat-surat atau dokumen
tersebut?Wajarkah jumlah biaya dan apakah jumlah biaya tersebut resmi
diumumkan secaratransparan sehingga masyarakat umum tahu?Apakah infrastruktur
kota bagi pelayanan publik sudah memadai? Misalnya: kondisi jalan,penerangan
terutama di waktu malam, ketersediaan fasilitas umum, rambu-
rambupenyeberangan jalan, dsb.Apakah pelayanan publik untuk masyarakat miskin
sudah memadai? Misalnya: pembagiankompor gas, Bantuan Langsung Tunai, dsb.d.
Apakah akses publik kepada berbagai informasi mudah didapatkan?
4.Tingkat Lokal dan Nasional
Dalam konteks nasional, keterlibatan seorang mahasiswa dalam gerakan antikorupsi
bertujuan agar dapat mencegah terjadinya perilaku koruptif dan tindak korupsiyang
masif dan sistematis di masyarakat. Mahasiswa dengan kompetensi yang
dimilikinyadapat menjadi pemimpin (leader) dalam gerakan massa anti korupsi baik
yang bersifatlokal maupun nasional Berawal dari kegiatan-kegiatan yang terorganisir
dari dalam kampus, mahasiswadapat menyebarkan perilaku anti korupsi kepada
masyarakat luas, dimulai darimasyarakat yang berada di sekitar kampus kemudian
akan meluas ke lingkup yang lebihluas. Kegiatan-kegiatan anti korupsi yang dirancang
dan dilaksanakan secara bersama danberkesinambungan oleh mahasiswa dari
berbagai Perguruan Tinggi akan mampumembangunkan kesadaran masyarakat
akan buruknya korupsi yang terjadi di suatunegara.Dari Ujung Aceh sampai ke
Papua, Negara Indonesia diberikan berkah yang amat besar dariTuhan Yang Maha Esa.
Hampir tidak ada satu wilayahpun di negara Indonesia ini yangtidak subur atau tidak
mempunyai potensi sumber daya alam yang baik. Segala jenis kayu,bambu, tumbuhan
pangan dapat hidup dengan baik dan subur. Sedangkan di dalam tanahtak urung begitu
melimpahnya minyak bumi, batu bara, gas alam, panas bumi, bijih besi,tembaga, emas,
aluminium, nikel sampai uranium. Belum lagi kekayaan laut yang sangatbesar dengan
luas yang luar biasa besar. Selain itu anugerah bahwa Indonesia terletak digaris
khatulistiwa yang sangat berlimpah sinar matahari dan hanya mempunyai 2 (dua)musim
yang sangat menghidupi.Dengan kekayaan yang sangat melimpah ini, rakyat Indonesia
seharusnya dapathidup lebih baik dan bahkan sangat mungkin untuk menjadi yang
terbaik di dunia ini.Sudah sewajarnya kalau penduduk Indonesia hidup sejahtera jika
melihat kekayaan yangdimiliki tersebut. Tidak ada orang yang kelaparan, tidak ada
orang yang menderita karenasakit dan tidak mampu untuk berobat, tidak ada lagi
kebodohan karena setiap orangmampu bersekolah sampai tingkat yang paling
tinggi, tidak ada orang yang tinggal dikolong jembatan lagi karena semua orang
mempunyai tempat tinggal layak, tidak adakemacetan yang parah karena kota tertata
dengan baik, anak-anak tumbuh sehat karenaketercukupan gizi yang baik. Anak-anak
jalanan, pengemis, dan penyakit masyarakat lainsudah menjadi cerita masa lalu yang
sudah tidak ada lagi. Anak yatim, orang-orang usialanjut hidup sejahtera dan
10
diperhatikan oleh pemerintah.Bukan sebuah kesengajaan bahwa di tengah kata
Indonesia ada kata ‘ONE’, ind-one-sia, yang berarti satu. Tentunya ini akan bisa
diartikan bahwa Indonesia bisa menjadinegara nomor satu di dunia. Tentu saja bisa,
dengan melihat begitu kayanya negeri ini,subur, gemah ripah loh jinawi, Indonesia
sangat potensial untuk menjadi negara nomorsatu di dunia. Tentunya dengan catatan,
tidak ada korupsi, tidak ada yang mengambil hakorang lain, dan tidak ada yang
menjarah kekayaan negara. Sebab apabila masih ada yangkorupsi dan mengambil hak-
hak orang lain, Negara Indonesia tidak lagi ‘ONE’ namun akanberubah menjadi In-
DONE-sia, “DONE”, selesai! Tamat!, Bangsa dan Negara ini selesai!Indonesia
sebagai bangsa dan Negara tidak lagi eksis. Kemudian, kalau Indonesia tidak lagieksis,
Indonesia hanya menjadi cerita masa lalu, bagaimana kelak nasib anak cucu kita?Anda
bisa membayangkan? Oleh sebab itu mari satukan langkah, mari perangi korupsidengan
mengawali dari diri sendiri, dengan harapan besar bagi kejayaan negeri ini
sertakesejahteraan bangsa yang ada di dalamnya. Tidak ada yang tidak mungkin di
muka bumiini, sesuatu yang besar selalu diawali dengan satu langkah kecil namun pasti
dan penuhintegritas. Selamat datang generasi anti korupsi
Korupsi adalah perbuatan melawan hukum dengan maksud memperkaya dirisendiri atau
orang lain yang dapat merugikan keuangan atau perekonomiannegara. Pemerintah
Indonesia telah berusaha keras untuk memerangi korupsidengan berbagai cara. Korupsi
di pandang sebagai kejahatan luar biasa yangoleh karena itu memerlukan upaya luar
biasa pula untuk memberantasnya.Upaya pemberantasannya korupsi terdiri dari dua
bagian yaitu penindakan dan pencegahan yang tidak akan pernah berhasil optimal jika
hanya dilakukan oleh pemerintah saja tanpa melibatkan peran serta masyarakat, oleh
karena itumahasiswa pun harus dilibatkan dalam pemberantasan korupsi di
Indonesiasebagai salah satu bagian terpenting dari masyarakat yang merupakan
pewarismasa depan. Peran aktif mahasiswa diharapkan lebih difokuskan pada upaya
pencegahan korupsi dengan dengan ikut membangun budaya antikorupsi dimasyarakat.
Mahasiswa diharapkan dapat berperan aktif sebagai agen perubahan gerakan anti
korupsi di masyarakat. Untuk dapat berperan aktifmahasiswa perlu dibekali dengan
pengetahuan yang cukup tentang seluk belukkorupsi dan pemberantasannya. Yang tidak
kalah penting, untuk dapat berperanaktif mahasiswa harus dapat memahami dan
menerapkan nilai-nilai antikorupsidalam kehidupan sehari-hari. Upaya pembekalan
mahasiswa dapat ditempuhdengan berbagai cara antara lain melalui kegiatan sosialisasi,
kampanye,seminar atau perkuliahan. Mahasiswa dalam gerakan anti korupsi tentu
memiliki peranannya tersendiri dalam berbagai bidang. Adapun peran mahasiswa dalam
gerakan anti korupsi adalahsebagai berikut:2.1 Bidang PendidikanMahasiswa adalah
aset paling menentukan kondisi zaman dimasa depan. Untukkonteks sekarang dan
mungkin masa-masa yang akan datang yang menjadimusuh bersama masyarakat adalah
11
praktek bernama Korupsi. Peran pentingmahasiswa tersebut tidak dapat dilepaskan dari
karakteristik yang mereka miliki yaitu:
1. Kemampuan intelektual yang tinggi
2. Jiwa muda yang penuh semangat
3. Idealisme yang murni.
Mahasiswa didukung oleh kompetensi dasar yang mereka miliki, yaitu:intelegensia, ide-
ide kreatif, kemampuan berpikir kritis, dan keberanian untukmenyatakan kebenaran.
Dengan kompetensi yang mereka miliki tersebutmahasiswa diharapkan mampu menjadi
agen perubahan, mereka mampumenyuarakan kepentingan rakyat dan mengkritisi
kebijakan-kebijakan yangkoruptif.
Upaya-upaya yang bisa dilakukan oleh mahasiswa dalam gerakan antikorupsi adalah:
1. Menciptakan lingkungan kampus bebas dari korupsi.Hal ini dimulai dari kesadaran
masing-masing mahasiswa yaitu menanamkankepada diri mereka sendiri bahwa mereka
tidak boleh melakukan tindakankorupsi walaupun itu hanya tindakan sederhana,
misalnya terlambat datang kekampus, menitipkan absen kepada teman jika tidak masuk
atau memberikanuang suap kepada para pihak pengurus beasiswa dan macam-macam
tindakanlainnya. Upaya lain untuk menciptakan lingkungan bebas dari korupsi
dilingkungan kampus adalah mahasiswa dapat membuat koperasi atau kantin jujur,
membentuk organisasi atau komunitas intra kampus yang berprinsip padaupaya
memberantas tindakan korupsi.
2. Memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang bahaya
melakukankorupsi.Upaya ini misalnya memberikan penyuluhan kepada masyarakat
mengenai bahaya melakukan tindakan korupsi karena dampaknya dapat mengancam
danmerugikan kehidupan masyarakat sendiri. Serta menghimbau agar masyarakatikut
serta dalam memberantas tindakan korupsi yang terjadi di sekitarlingkungan mereka.
3. Menjadi alat pengontrol terhadap kebijakan pemerintahMahasiswa selain sebagai
agen perubahan juga bertindak sebagai agen pengontrol dalam pemerintah. Kebijakan
pemerintah sangat perlu dikontrol dandikritisi jika kebijakan tersebut tidak memberikan
dampak positif pada keadilandan kesejahteraan masyarakat dan semakin memperburuk
kondisi masyarakat.Misalnya dengan melakukan demo untuk menekan pemerintah
dalammengatasi masalah korupsi di negeri ini.Agar seorang mahasiswa dapat berperan
dengan baik dalam gerakan anti-korupsi maka pertama mahasiswa tersebut harus
berperilaku anti-korupsi dantidak melakukan tindakan korupsi. Dengan demikian
mahasiswa harusmempunyai nilai-nilai anti-korupsi dan memahami korupsi dan
prinsip-prinsipanti-korupsi. Kedua hal tersebut dapat diperoleh dari mengikuti
kegiatansosialisasi, kampanye, seminar dan kuliah pendidikan anti korupsi. Nilai-
12
nilaidan pengetahuan yang diperoleh tersebut harus diimplementasikan dalamkehidupan
sehari-hari. Dengan kata lain seorang mahasiswa harus mampumendemonstrasikan
bahwa dirinya bersih dan jauh dari perbuatan korupsi.Berbagai bentuk kegiatan dapat
dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada komunitas mahasiswa dan
organisasi kemahasiswaan agar tumbuh budaya anti korupsi di lingkungan kampus.
Kegiatan kampanye ujian bersih atau anti mencontek misalnya, dapat dilakukan untuk
menumbuhkanantara nilai-nilai kerja keras, kejujuran, tanggung jawab, dan
kemandirian.Bidang KesehatanSejak berlakunya Jaminan Kesehatan Nasional, potensi
fraud
dalam layanankesehatan semakin nampak di Indonesia. Potensi ini muncul dan dapat
menjadisemakin meluas karena adanya tekanan dari sistem pembiayaan yang baru
berlaku di Indonesia, adanya kesempatan karena minim pengawasan, serta ada
pembenaran saat melakukan tindakan ini.
The Association of Certified Fraud Examiners
(ACFE), sebuah organisasi profesional yang bergerak dibidang pemeriksaan atas
kecurangan danmempunyai tujuan untuk memberantas kecurangan yang berkedudukan
diAmerika Serikat dan telah memiliki cabang di Indonesia, mengklasifikasikanFraud
(kecurangan) dalam beberapa klasifikasi, dan dikenal dengan istilah
“Fraud Tree” yaitu sistem klasifikasi mengenai hal
-hal yang ditimbulkan olehkecurangan sebagai berikut:a.
Penyimpangan atas aset
(Asset Misappropriation)
.
Assetmisappropriation
meliputi penyalahgunaan/ pencurian aset atau harta perusahaan atau pihak lain. Ini
merupakan bentuk
Fraud
yang paling mudahdideteksi karena sifatnya yang tangible atau dapat diukur/ dihitung
(definedvalue)
B.Pernyataan palsu atau salah pernyataan
(Fraudulent Statement)
Fraudulentstatement
meliputi tindakan yang dilakukan oleh pejabat atau eksekutif suatu perusahaan atau
instansi pemerintah untuk menutupi kondisi keuangan yangsebenarnya dengan
melakukan rekayasa keuangan
(financialengineering)
dalam penyajian laporan keuangannya untuk memperolehkeuntungan atau mungkin
dapat dianalogikan dengan istilah window dressing.c.
13
Korupsi
(Corruption)
. Jenis
Fraud
ini yang paling sulit dideteksi karenamenyangkut kerja sama dengan pihak lain seperti
suap dan korupsi, di mana halini merupakan jenis yang terbanyak terjadi di negara-
negara berkembang yang penegakan hukumnya lemah dan masih kurang kesadaran
akan tata kelola yang baik sehingga faktor integritasnya masih dipertanyakan. Fraud
jenis ini seringkali tidak dapat dideteksi karena para pihak yang bekerja sama
menikmatikeuntungan (simbiosis mutualisma). Termasuk didalamnya adalah
penyalahgunaan wewenang/konflik kepentingan
(conflict of interest)
, penyuapan
(bribery)
, penerimaan yang tidak sah/illegal
(illegal gratuities)
, dan pemerasan secara ekonomi
(economic extortion)
.Saat ini di Indonesia sudah terbit Permenkes No. 36 tahun 2015 tentangPencegahan
Kecurangan (Fraud) dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional(JKN) pada Sistem
Jaminan Sosial Nasional (SJSN) sebagai dasar hukum pengembangan sistem anti Fraud
layanan kesehatan di Indonesia. Dalam peraturan menteri ini, sudah mencakup
kegiatan-kegiatan seperti membangunkesadaran, pelaporan, deteksi, investigasi, dan
pemberian sanksi. Kegiatan-kegiatan ini sesuai dengan rekomendasi European
Comission tahun 2013.Komisi negara-negara eropa ini juga merekomendasikan bahwa
kegiatan antiFraud harus berjalan sesuai alur seperti skema pada Gambar 1 berikut:
Gambar 1. Siklus Anti Fraud (European Comission, 2013) Implementasi siklus anti
Fraud tidak serta merta dapat berjalan mulus.Penelitian Sparrow (1998) menunjukkan 7
faktor yang membuatkontrol
fraud
di lingkungan manapun sulit dicegah: (1)
fraud
hanya terlihatketika dilakukan deteksi dan seringkali hanya mewakili sebagian kecil
darikecurangan yang dilakukan; (2) indikator kinerja yang tersedia masih ambigudan
belum jelasnya apa yang disebut keberhasilan pelaksanaan
fraud
control plan; (3) upaya kontrol
fraud
terbentur data banyak yang harus diolah olehSDM terbatas; (4) pencegahan
fraud
14
bersifat dinamis bukan satu statis. Sistem pencegahan
fraud
harus cepat dan mudah beradaptasi dengan model-model
fraud
baru; (5) penindakan
fraud
umumnya bersifat tradisional.Kekuatan ancaman sanksi
fraud
baru terlihat dari penangkapan pelaku dan beratnya sanksi dijatuhkan bagi pelaku; (6)
pihak berwenang terlalu percaya diridengan model kontrol
fraud
baru. Bila sebuah model terlihat dapat mengatasi bentuk
fraud
yang sering muncul, upaya pengembangan model
fraud
ini tidakakan optimal; (7) pencegahan
fraud
seringnya hanya dialamatkan untuk bentuk
fraud
yang sederhana.Kemudian, dalam gerakan anti korupsi, mahasiswa memiliki peranan
sebagai berikut:1.
Ikut dalam mensosialisasikan pentingnya pembangunan kesadaranmasyarakat.Dalam
Permenkes No. 36/ 2015, pembangunan kesadaran dapat dilakukanoleh dinas kesehatan
kabupaten/ kota dengan pembinaan dan pengawasandengan melalui program-program
edukasi dan sosialisasi. Namun,mahasiswa tentu dapat ikut andil di dalamnya untuk ikut
serta di dalamnyatentunya setelah melalui proses pembinaan.2.
Melaporkan apabila menjumpai adanya
fraud.
Mahasiswa yang menjumpai adanya praktik fraud dapat melaporkannya pada pihak
yang berwenang. Adapun mekanisme pelaporan terdapat dalamPermenkes No. 36/ 2015
yang mengamanatkan bahwa pelaporan dugaanFraud minimalnya mencakup identitas
pelapor, nama dan alamat instansiyang diduga melakukan tindakan kecurangan JKN,
serta alasan pelaporan.
Ikut mendeteksi adanya praktik
fraud.
Mahasiswa dapat mendeteksi melalui pendekatan: mencari anomali data, predictive
modeling, dan penemuan kasus. Analisis data klaim dapatdilakukan secara manual
15
dan/atau dengan memanfaatkan aplikasi verifikasiklinis yang terintegrasi dengan
aplikasi INA-CBGs.4.
Membantu tim investigasi untuk memastikan ada atau tidaknya kecuranganatau praktik
fraud.
2.3 Bidang PolitikKorupsi menjadi salah satu masalah terbesar yang dimiliki oleh
NegaraIndonesia. Statistik terbaru menunjukkan bahwa kasus korupsi di Indonesiaterus
meningkat. Di tahun 2004 penuntutan terhadap kasus korupsi hanya berjumlah 2 dalam
setahun, namun terus meningkat hingga menjadi 62 tuntutankasus korupsi di tahun 2015
kemarin.Faktor politik merupakan salah satu faktor yang paling umum yang
mendasarisuatu tindakan penyebab korupsi. Tindakan korupsi berupa suap atau yang
biasakita kenal sebagai tindakan sogok menyogok sangat sering terjadi. Korupsi suap
biasa terjadi untuk
kepentingan khusus seperti suap untuk “naik jabatan”, suapuntuk “menutupi” sesuatu.
Peran mahasiswa dalam gerakan anti korupsi pada bidang politik1.
MoralitasSebagai generasi penerus bangsa, mahasiswa diharapkan memiliki
kemampuaninterpersonal yang lebih tinggi sehingga memiliki moral, rasa peduli dan
rasa bertanggung jawab untuk turut memajukan Negara Indonesia denganmemberantas
korupsi. Mahasiswa yang menyelesaikan pendidikannyacenderung memiliki tenggang
rasa yang lebih baik terhadap Negara danmasyarakat sekitarnya dan cenderung benci
terhadap tindakan korupsi.
16
PILIHAN GANDA
1. Yang Dimaksut dengan peran serta mahasiswa dalam upayag penberantasan korupsi adalah..?
A. Peran aktif mahasiswa dalam mengawasi wakil-wakil rakyat dalam menjalankan tugas sebagai
lembaga legeslatif
B. Peran aktif lembaga peradilan dalam menjalankan tugasnya di bidang hukum memberantas korupsi di
segala bidang
C. Peran aktif lembaga peradilan dalam mengawasi tugas tugas yang dijalankan oleh lembaga eksekutif
dan lembaga legislatif
D. Menjadi agen perubahan, mampu menyuarakan Kepentingan rakyat, mampu menjadi mengkritisi
Kebijakan kebijakan yang koruptif, Dan mampu menjadi watch dog lembaga lembaga negara dan
penegak hukum
2. Upaya perbaikan sistem dalam gerakan antikorupsi adalah
A. Menerapkan prinsip prinsip clean and good Governance
B. Menanamkan nilai nilai yang mendukung terciptanya perilaku antikorupsi
C. Memberikan pendidikan antikorupsi dalam bentuk perkuliahan
D. Melakukan kegiatan sosialisasi, seminar, kampanye atau bentuk bentuk kegiatan ekstra kurikuler
lainnya.
3. Di manakah keterlibatan mahasiswa dalam gerakan antikorupsi
A. Lingkungan keluarga dan tingkat lokal / nasional
B. Lingkungan kampus dan masyarakat sekitar
C. Tingkat lokal / nasional
D. Benar semua
4. Berikut sikap seorang mahasiswa Yang berperan aktif dalam antikorupsi kecuali
A. Menerapkan sikap jujur ketika ujian
B. Mengamati dilingkungan Rumah, anggota keluarga memenuhi segala sesuatu sesuai aturan / tata tertib
C. acuh terhadap teman yang melakukan korupsi
D. Mengamati pelayanan publik untuk masyarakat miskin sudah memadai
5. Salah satu kegiatan dapat dilakukan untuk menumbuhkan budaya antikorupsi yaitu kampanya ujian
bersih. Nilai apa saja yang dapat di ray dalam melakukan salah satu budaya antikorupsi tersebut..
A. Nilai kerja keras
B. Nilai ke Malasan
C. Nilai kejujuran
D. nilai kemandirian
6. Mengapa lingkungan keluarga dipercaya dapat menjadi tolak ukur yang pertama dan utama bagi
mahasiswa untuk menguji apakah proses internalisasi antikorupsi di dalam diri mereka sudah terjadi..
A. Karena dalam lingkungan keluarga mahasiswa sejak dini untuk berlaku jujur atas segala sesuatu yang
dilakukan
B. Karena dalam lingkungan keluarga mahasiswa takut jika melanggar peraturan dalam keluarganya
17
C. Karena di dalam lingkungan keluarga ada hukuman yang berlaku jika melakukan pelanggaran korupsi
D. Karena dalam lingkungan keluarga diharuskan untuk tidak melakukan pelanggaran korupsi
7. Berikut hambatan hambatan dalam penerapan antikorupsi di lingkungan kampus, kecuali..
A. Penegakan hukum yang tidak konsisten Dan cenderung setengah setengah
B. Kurang kokohnya landasan moral untuk mengendalikan diri dalam menjalankan amanah yang diemban
C. Kurangnya celah / lubang lubang yang dapat dimasuki tindakan korupsi
D. Taktik taktik koruptor untuk mengelabui aparat pemeriksaan dan masyarakat yang semakin canggih
8. Berikut karakteristik yang Mahasiswa memiliki dalam perannya, kecuali..
A. Taat akan aturan
B. Intelektualitas
C. Jika Muda
D. Idealisme
9. Mahasiswa membeberkan tindak pidana korupsi secara besar besaran sehingga perilaku mendapatkan
sanksi sosial dari pemerintahan tersebut. Hal tersebut merupakan peran mahasiswa dalam..?
A. Merumuskan agenda publik yang selalu menjadi perhatian para politis
B. Memperkuat Masyarakat dan menciptakan lembaga pemerintahan yang kuat
C. Memberikan pendidikan politik kepada seluruh masyarakat pada umumnya
D. Mengontrol dan mengkritisi terhadap setiap kebijakan pemerintah yang tidak memberikan dampak
positif pada keadilan dan kesejahteraan masyarakat.
10. Berikut adalah tindakan pengamatan terhadap perilaku keseharian anggota keluarga bagi mahasiswa,
kecuali..
A. Mengamati jika ada salah satu anggota keluarga yang melanggar lalulintas
B. Mengamati jika ada salah satu anggota keluarga yang menggunakan produk produk bajakan
C. Mengamati apakah akses publik kepada berbagai informasi mudah mendapatkan
D. Mengamati apakah penghasilan orang tua tidak berasal dari tindakan korupsi. Apakah orang tua tidak
menyalah gunakan fasilitas kantor yang menjadi haknya.
18
DAFTAR PUSTAKA
https://www.academia.edu/38675475/PERAN_MAHASISWA_DALAM_GERAKAN_ANT
I_KORUPSI
https://pdfcoffee.com/makalah-peran-mahasiswa-dalam-gerakan-anti-korupsi-9-pdf-
free.html
https://pdfcoffee.com/makalah-peran-mahasiswa-dalam-gerakan-anti-korupsi-9-pdf-
free.html
https://www.scribd.com/document/337875642/Soal-Dan-Jawaban-Peran-Mahasiswa-
Dalam-Anti-Korupsi-Kelompok-6
19