The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Keluarga dan cerpen di usia remaja

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Devi, 2023-01-16 04:46:09

Jangan menyerah

Keluarga dan cerpen di usia remaja

Keywords: Jangan pernah menyerah dalam menjalankan sesuatu

JANGAN MENYERAH Cerpen karangan : Anggi Anggraeni Kategori. : Cerpen keluarga dan cerpen di usia remaja Walau dunia ini tak seindah surga tapi inilah dunia nyataku, aku tidak tahu harus senang atau sedih, semua yang aku alami saat ini adalah pelajaran paling berharga sepanjang hidup ini. Manusia tidak bisa memilih dari rahim siapa dia lahir dan bagaimana rupa yang di inginkannya. Tapi jalan terbaik adalah bersyukur atas apa yang sudah tuhan berikan kepada kita saat ini. Namaku Anggi anggraeni aku terlahir dari keluarga yang sederhana, cintaku kepada kedua orang tuaku membuat aku harus selalu mengikuti apa yang di inginkan kedua orang tuaku walau terkadang keinginanku harus menjadi korbannya. Pada saat itu sejak memasuki sekolah dasar ibuku selalu mengajarkan aku hidup mandiri tanpa harus bergantungan pada orang tuaku, terkadang jarak yang jauh menjadi harapanku ingin selalu bertemu dengan orang tuaku. Orang tuaku pergi bukan berarti mereka tidak mau ataupun malas mengurusku, tetapi orang tuaku pergi untuk masa depanku yang akan datang, orang tuaku tidak ingin kalau hidupku nanti sama seperti mereka, bergantung pada getah karet yang tidak sebanding harganya dengan keringat orang tuaku. Setelah kian lama di tinggal orang tuaku merantau sekarang aku dan orang tuaku sudah berkumpul kembali. Aku anak perempuan ketiga dari empat bersaudara, di sekolahku, aku selalu mendapatkan peringkat kedua dari TK hingga SMK, padahal aku selalu berusaha untuk mendapatkan peringkat pertama tetapi tetap saja aku masih di posisi itu sedangkan teman-temanku selalu mendapatkan peringkat pertama dan saat ini dia selalu di juluki murid yang paling berprestasi di sekolahanku saat ini. Terkadang aku iri melihat temanku bisa selalu mendapatkan peringkat pertama sedangkan selalu mendapatkan peringkat kedua dari tahun ke tahun. Padahal aku setiap ada ujian atau ulangan harian selaku berusaha dan berharap bisa mendapatkan peringkat pertama tapi mungkin aku kurang beruntung. Aku memang mempunyai hobi menulis Setiap pulang sekolah, aku selalu menyempatkan waktu untuk menulis cerpen tentang apa yang aku alami di


sekolah. Bahkan sudah ada banyak cerpen di rak buku yang telah aku susun dengan rapih. Hingga pada saat jam pelajaran bahasa Indonesia, Bu Anis memberikan tugas kepadaku untuk membuat cerpen yang bertemakan sekolah. Dan tanpa aku berpikir lama dalam waktu kurang dari 15 menit aku sudah menyelesaikan cerpenku yang berjudul SEJUTA KISAH PADA MASA DI SEKOLAH. Sekilas memang penampilanku seperti orang berada tapi sebenarnya aku orang sederhana saja, karna memang bajuku, tas, sepatu, dan handphone yang aku pakai pemberian dari kakak kandung ibuku yangku sebut uak dan dia berprofesi sebagai kepala sekolah dan mempunyai toko sembako. Walaupun uakku seorang kepala sekolah, tapi aku tidak pernah menanyakan tentang pendidikan kepada dia. Dulu pada saat libur semester pertama, aku pernah menjaga rumahnya bersama ibuku selama dua minggu, karna uakku pergi ada tugas ke luar kota. Menurutku uakku yang satu ini sangat baik, tulus, dan penyayang alasanku menyebut uakku orang yang tulus karena biaya adik aku yang baru memasuki TK biaya apapun itu uakku yang tanggung semua dan semua itu dia lakukan secara diam-diam, karna dia tahu bahwa bapakku hanyalah seorang buruh tani yang penghasilannya tidak menentu sementara kebutuhan juga belum tentu tercukupi. Bulan Oktober kemarin baru saja lulus kuliah kedokteran dan kakakku mengabarkan kepada orang tua bahwa mereka harus menghadiri acara wisuda kakakku, karna kakakku kuliah di luar kota jadi orang tuaku harus naik pesawat agar bisa sampai di sana dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dan pada waktu di pesawat aku masih ingat sekali ibuku pernah bercerita, waktu mengajak nenek naik pesawat, dan pada waktu di dalam pesawat nenekku tiba-tiba berteriak histeris minta turun dan karna nenekku sangat ketakutan dia sampai pingsan di pesawat. Setelah acara wisuda kakakku selesai, kakakku langsung mengajak orang tuaku dan nenekku untuk jalan-jalan keliling kota. Saat mereka tiba di salah satu Mol dan menaiki eskalator kaki nenek hampir tertarik eskalator, untung saja kakakku langsung sigap menarik nenek. Setelah selesai jalan-jalan di mol kakakku, orang tuaku, dan nenekku langsung pulang ke kampung. Dan setelahnya tiba di rumah orang tuaku langsung istirahat, dan aku hanya bisa melihat foto-foto mereka saat berada di kota metropolitan. Aku hanya bisa bilang di dalam hati “ ya tuhan kapan ya aku bisa ke sini”. Di antara kakak, ibu dan ayahku hanya aku saja yang belum merasakan bagaimana


enaknya ke luar kota apalagi ke apalagi ke kota Jakarta bentuknya saja aku tidak tahu. Dulu waktu kecil aku bercita-cita ingin jalan-jalan mengelilingi dunia, tapi sampai sekarang boro-boro keliling dunia cuman ke kota Jakarta saja belum pernah. Terkadang aku saat aku sedang sendiri aku sering berpikir dan sering menyalahkan keadaan “ kenapa keadaan tidak pernah berpihak kepada aku” . Andai saja ekonomi keluarga aku tidak serba kekurangan mungkin aku bisa wujudkan cita-citaku yang ingin mengelilingi dunia kapan saja aku mau. Tapi ya sudahlah mungkin seperti ini jalan takdir aku. Di sekolah aku hari ini akan di laksanakan ulangan kenaikan kelas, karna semalam aku begadang dan tidurnya sudah sangat larut malam akhirnya aku bangun untuk sekolah kesiangan dan karna tadi pas aku mau mandi ternyata ada tetangga aku yang menumpang mandi karna kamar mandinya sedang di renovasi terus tidak lama anaknya juga menghampiri orang tuanya yang ada di rumah aku, kata bapak aku “ ya sudah tunggu mereka selesai baru kamu masuk untuk mandi” . dan sialnya aku terlambat berangkat ke sekolah dan bahkan hampir saja aku di suruh pulang lagi ke rumah dan yang paling sial yang paling menyebalkan hari ini adalah aku malah salah bawa jadwal, sia-sia aku menghafal rumus matematika semalam suntuk, hari ini malah ulangan jadwalnya fisika. Aku memang tidak terlalu pandai di bidang pendidikan matematika, kimia, fisika, biologi, sosiologi. itu sebabnya peringkat aku tidak pernah naik. Dan karna aku pandai dalam pelajaran bahasa Indonesia dan khususnya dalam menulis cerpen dan juga pelajaran penjas dan agama jadi peringkatku tidak pernah menurun dari posisi ke tiga. Malam ini aku harus mulai menghafal rumus-rumus kimia karena besok jadwal ulangan nya pelajaran kimia, dan tentunya sambil membuka internet apalagi tentang cerpen-cerpen. Dan pas lagi asyik-asyiknya aku membuka internet ada iklan yang tanpa di sengaja dan aku baca dan ternyata lombanya adalah lomba menulis cerpen dengan tema PESONA INDONESIA. Dan akhirnya aku iseng mencoba menulis cerpen yang judulnya BEAUTIFUL OF INDONESIA. Dan sebenarnya aku juga cuman iseng-iseng mau mengirimkannya ke alamat email yang ada di iklan tersebut. Dan selesai itu aku lanjut belajar untuk persiapan ujian besok setelah sekitar jam 11:30 aku sudah mengantuk dan akhirnya aku tertidur pulas. Keesokan harinya pas setelah aku selesai Shalat subuh dan pas aku buka handphone untuk melihat jam karna aku takut kesiangan seperti kemarin, dan tiba-tiba ada email masuk dari alamat email iklan yang aku kirimkan semalam. Ternyata tidak di sangka-sangka cerpenku ada di nominasi ketiga. Dengan spontan aku langsung refleks aku


langsung lompat-lompatan di atas kasur karena aku tidak menyangka Bakal masuk nominasi, padahal semalam aku cuman iseng-iseng doang, dan setelah aku baca-baca lagi yang memenangkan lomba ini akan makan malam bersama bapak presiden selama seminggu dan aku di kasih uang saku sebesar 2 juta, rasanya aku ingin teriak sekeras-kerasnya mendengar kabar ini, lagian siapa si orang yang tidak mau makan malam bersama bapak presiden, apalagi makannya gratis. Hari ini aku akan berangkat pergi ke Jakarta untuk menghadiri acara makan malam bersama bapak presiden. Dengan perasaan yang campur aduk ada rasa senang gelisah semuanya aku rasakan kan ada rasa bangga aku bisa naik pesawat dengan ibuku yang menemaniku. Selang waktu, makan malam pun tiba saatnya aku menemui orang pertama di Indonesia yaitu bapak presiden yang saat ini aku rasakan adalah aku serasa bermimpi. Setelah bersalaman selesai kami ( pemenang penulis cerpen) langsung di ajak makan tetapi harus mengantre, dan tidak terasa saat sedang mengantre ternyata sepatuku jebol, pas di situ rasanya aku ingin menangis sekaligus menanggung malu karna semua orang melihatku. Dan setelah makan malam selesai aku melihat orang-orang sangat sibuk ingin berfoto dengan bapak presiden sedangkan aku dan ibuku hanya bisa melihat. Saat acara selesai semua aku dan ibuku berjalan menuju kos kakakku yang tidak jauh berada di dekat gedung tadi, tiba-tiba di pertengahan jalan ada jambret. Dan karna jambretnya berhasil kabur aku dan ibuku hanya bisa terdiam dan ikhlas karna uang yang aku dapatkan tadi hasil menulis cerpen hilang di bawa sama Jambret tadi. Dan setelah 3 hari kami menunggu kakakku gajian karna memang hanya dengan memakai duit ini aku dan ibu bisa pulang ke kampung. Dan akhirnya setelah aku menunggu selama 3 hari, dan kakakku sudah gajian akhirnya aku bisa pulang lagi ke kampung halamanku. Sore ini aku bersama sepupuku duduk di halaman rumahku yang masih berumur 1 tahun, sambil mengawasi sepupuku aku masih memikirkan dengan peristiwa jebolnya sepatuku waktu makan malam bersama bapak presiden. Namun lamunanku seketika berubah karna melihat sepupuku memainkan bulu kucing, aku pun seketika langsung tertawa melihat sepupuku memain kan kucing tersebut. Dan seketika itu rasa kecewaku hilang. Dua bulan kemudian guru bahasa Indonesiaku menyuruhku untuk mengikuti lomba menulis cerpen yang bertemakan KESEMPATAN KEDUA, Yang memenangkan hadiah tersebut akan


mendapatkan uang saku sebesar 1,5 juta rupiah. Tapi pada saat aku di perjalanan pulang ke rumah dari sekolah aku mendapatkan kabar bahwa bapakku kecelakaan saat ikut memuat batu dan bapakku koma selama kurang lebih 2 Minggu. Karna di rumah tidak ada sedikit pun uang simpanan hanya ada uang simpananku dan uang simpananku hanya sedikit dan ternyata uang simpananku kurang karna itu buku harus meminjam uang kepada uakku untuk biaya bapakku selama berada di rumah sakit. Dan setelah beberapa hari bapakku berada di rumah sakit akhirnya bapakku pagi hari ini sudah bisa pulang. Dan betapa sedih nya aku melihat dan memegang kulit bapakku yang tidak sekencang dulu, kulitnya pun sudah kering karna sering terbakar sinar matahari. Saat bapak dan ibuku tidur aku memandangi wajah mereka kelihatannya sangat lelah menghadapi hidup ini. Sudah 4 bulan aku tidak membayar SPP dari hari ke hari aku selalu mendapatkan surat peringatan dari sekolah, aku bingung harus bagaimana, jikalau aku membicarakan surat peringatan ini kepada orang tuaku pasti mereka akan berusaha untuk mencarikan uangnya tapi aku benar-benar tidak tega melihat mereka ke sana kemari untuk mencarikan uang itu dan jika aku meminjam uang kakakku untuk bayar SPP aku takut untuk hari-hari ke depannya kakakku susah untuk makan karna jumlah bayaran SPP aku tidak sedikit. Dan akhirnya aku memutuskan untuk berhenti sekolah, karna hanya dengan ini aku bisa mengurangi beban keluargaku dan aku belajar untuk mencari kerja agar aku bisa membantu biaya keluargaku walaupun aku hanya bisa bantu sedikit-sedikit tapi aku lakukan itu secara diam-diam. Dari rumah aku mengenakan seragam rapi layaknya anak yang ingin berangkat sekolah tapi setelah lumayan jauh dari rumahku, aku mengganti baju di rumah temanku dan disetulah tempat aku bekerja sebagai asisten rumah tangga. Dan ternyata lama kelamaan ibuku tahu dari orang-orang yang tahu kalo aku sebenarnya sudah tidak sekolah sudah kurang lebih 2 Minggu. Sampai di rumah, ibu memarahiku dan aku melihat dari mata ibuku bahwa dia benar-benar kecewa dengan keputusanku. Dan karna itu ibuku selama 4 hari tidak mau berbicara padaku, akhirnya aku meminta maaf atas keputusanku karna tanpa sepengetahuan dia dan aku memeluk ibuku sambil menangis. Keesokan harinya ibu datang ke sekolahanku dan meminta permohonan agar aku bisa di terima lagi di sekolahan itu dan ibuku berjanji akan melunasi biaya SPP aku selama setahun ke depan . Entah dari mana ibuku mendapatkan uang sebanyak itu, setelah aku selidiki ternyata ibu menggadaikan kebun miliknya.


Aku sangat sedih mendengarnya, hanya karna aku orang tuaku rela menggadaikan kebun yang selama ini mereka dapatkan dari jerih payah mereka selama bertahun-tahun. Bapak ibu kalian benar-benar malaikat yang Tuhan berikan kepada aku dan selalu menjagaku. Sekarang aku sekolah dengan bersungguh-sungguh dalam belajar, setiap hari aku selalu menghafalkan pelajaran-pelajaran yang belum aku paham sebelumnya. Hingga pada saat kelulusan nilai mata pelajaran bahasa Indonesiaku menjadi nilai tertinggi seIndonesia yaitu 98,85. Dan pada akhirnya aku mendapatkan beasiswa sampai S2 di salah satu universitas terbaik di Indonesia.


Click to View FlipBook Version