The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-book ini berisi tentang penjelasan sistem tata surya

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by andinamhrnptr, 2020-11-12 20:24:52

SISTEM TATA SURYA

E-book ini berisi tentang penjelasan sistem tata surya

SISTEM TATA SURYA

Andina Maharani Putri X TKJIJ 1

SISTEM TATA SURYA

Tata surya adalah susunan Matahari dan benda benda langit yang
mengitarinya, yaitu planet, satelit, asteroid, komet, dan meteor. Teori
heliosentris yang dikemukakan oleh Nicolas Copernicus menyatakan
bahwa, planet planet bergerak mengitari matahari.

A. Anggota Tata Surya

Planet

Planet adalah benda langit yang bergerak mengelilingi Matahari dan
tidak memancarkan cahaya sendiri, tetapi hanya memantulkan cahaya
yang diterimanya. Benda langit disebut planet apabila memenuhi 3 syarat,
yaitu:

(1) Mengorbit Matahari.
(2) Berukuran cukup besar dengan diameter min. 2000 km, dan mampu

mempertahankan bentuknya yang bulat.
(3) Memiliki jalur orbit yang bersih (tidak ada benda langit lain di orbit

tersebut).

Urutan planet dari yang terdekat hingga yang terjauh dari
matahari, yakni sebagai berikut.

(1) Merkurius
Planet ini berukuran kecil, dan langitnya bewarna hitam karena tidak
memiliki atmosfer. Permukaannya dipenuhi kawah (tampak berlubang
lubang). Suhu di Merkurius pada siang hari mencapai 425°C dan
suhu malam harinya mencapai -173°C.

(2) Venus
Planet ini tampak mengkilap karena memiliki atmosfer yang tebal.

Suhunya di permukaan Venus yaitu 490°C. Venus sering disebut
“Bintang Pagi” atau “Bintang Senja” karena terlihat berkiauan di timur
pada saat matahari terbit, dan di barat saat matahari tenggelam.

(3) Bumi
Bumi merupakan planet yang paling cocok untuk kehidupan,

karena Bumi memiliki atmosfer dan suhu di Bumi memungkinkan

~1~

makhluk hidup untuk dapat hidup di planet ini. Suhu di permukaan
Bumi berkisar antara -70°C hingga 55°C.

(4) Mars
Planet Mars memiliki permukaan yang berbatu batu. Mars

mempunyai kutub es dan gunung berapi yang aktif. Gunung yang
terbesar di Mars bernama Gunung Olympus. Mars mempunyai dua
satelit, yaitu Phobos dan Deimos. Suhu rata rata di permukaan Mars
berkisar antara -120°C hingga 25°C.

(5) Yupiter
Planet Yupiter merupakan planet yang terbesar di tata surya.

Atmosfer Yupiter terdiri atas hidrogen dan helium. Serta mempunyai
awan dari ammonia dan Kristal es. Satu hari di Yupiter sama dengan
9 jam 55 menit di Bumi. Yupiter mempunyai 63 satelit yang besar,
antara lain, Io, Godanymede, Europa, dan Callisto.

(6) Saturnus
Planet ini merupakan planet terbesar kedua di tata surya.

Angkasanya diselimuti sabuk sabuk awan yang kaya akan hidrogen
dan dapat memantulkan sinar matahari dengan baik. Saturnus
terkenal dengan cincinnya yang terdiri dari Kristal es. Saturnus
memiliki 60 satelit, dan yang terbesar adalah Titan. Suhu di
permukaan Saturnus adalah -170°C.

(7) Uranus
Planet Uranus adalah planet terbesar ketiga. Uranus terselubung

kabut tebal yang terutama terdri atas gas metan. Suhu rata rata di
permukaan Uranus adalah -218°C. Diketahui, Uranus memiliki 13
cincin da nada 27 bulan yang mengelilinginya.

(8) Neptunus
Keadaan planet Neptunus hampir sama dengan Uranus, sehingga

sering disebut planet kembar. Suhu Planet Neptunus mencapai -
120°C. Neptunus terdiri dari gas tanpa permukaan yang padat. Ada
13 bulan yang mengelilingi Neptunus.

~2~

Tabel Periode Rotasi dan Revolusi Planet

Nama Periode Rotasi Periode Revolusi
Planet

Merkurius 549,0 hari 88,0 hari
Venus -243,0 hari 225,0 hari
Bumi 365,0 hari
Mars 23,9 jam 687,0 hari
Yupiter 24,6 jam 11,7 tahun
9,8 jam 29,5 tahun
Saturnus 10,2 jam 84,0 tahun
Uranus -10,8 jam 164,8 tahun
Neptunus 15,8 jam

Satelit

Satelit adalah benda langit yang beredar mengelilingi planet.
Satelit melakukan 3 gerakan sekaligus, yaitu berputar pada porosnya,
berputar mengelilingi planet, dan bersama planet mengelilingi Matahari.

Satelit memiliki dua jenis, yaitu sebagai berikut.
(1) Satelit Alami, yaitu satelit yang sudah berada di dalam tata surya

dan bukan buatan manusia. Contohnya Bulan.
(2) Satelit Buatan, yaitu satelit yang yang dibuat oleh manusia. Satelit ini

dibuat untuk: mendapatkan informasi keadaan cuaca, merelai siaran
radio dan televise, navigasi dan pembuatan peta, penyelidikan ilmiah,
dll.

B. Asal Usul Tata Surya

1. Teori Nebula (Teori Kabut)

Teori ini dikemukakan oleh filsuf Jerman yang bernama
Immanuel Kant pada tahun 1775. Teori Nebula menyatakan bahwa
mula mula ada sebuah kabut yang terdiri dari gas, terutama hidrogen
dan helium, dan debu debu angkasa (nebula) yang bulat dan berotasi
sangat lambat.

Akibatnya kabut mulai menyusut. Akibat penyusutan dan rotasi ini
terbentuklah sebuah cakram datar di bagian tengahnya. Matahari
berada di pusat cakram. Cakram ini terus berputar lebih cepat
sehingga bagian bagian tepi cakram terlepas membentuk materi. Dari
materi inilah akhirnya terbentuk planet planet yang tetap mengitari
Matahari. Satelit dari planet terbentuk dengan cara yang sama.

~3~

2. Teori Planetsimal

Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Chamberlein dan F.R.
Moulton, ilmuan Amerika pada awal abad ke-20. Teori ini
mengatakan, mula mula Matahari berpapasan dengan sebuah
bintang. Karena letaknya berdekatan, tarikan gravitasi bintang
menyebabkan sebagian Matahari tertarik ke bintang.

Ketika bintang menjauh, sebagian bahan bahan terlepas dari
Matahari dan sebagianmenjadi planetsimal yang melayang laying di
angkasa sebagai planet planet yang mengelilingi Matahari.

3. Teori Pasang Surut

Teori ini pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada tahun
1917. Teori ini beranggapan bahwa planet terbentuk karena
mendekatnya bintang lain kepada Matahari. Keadaan yang hampir
bertabrakan mengakibatkan tertariknya sejumlah besar materi dari
Matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama
mereka, yang kemudian terkondensasi menjadi planet.

Namun pada tahun 1927, astronom Harold Jeffreys dan Henry
Norris Russell membantah teori itu. Mereka beranggapan bahwa
tabrakan yang sedemikian itu hampir tidak mungkin terjadi.

4. Teori Bintang Kembar

Teori ini dikemukakan pada tahun 1930-an. Teori bintang kembar
menyatakan bahwa mula mula ada dua buah bintang kembar
kemudian salah satu bintang meledak. Karena pengaruh gravitasi,
bintang yang meledak menjadi kepingan kepingan kecil yang
bergerak mengelilingi bintang yang tidak meledak. Bintang yang tidak
meledak merupakan Matahari, sedang kepingan kepingan kecil yang
mengitarinya menjadi planet planet.

5. Teori Kondensasi

Teori Kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda,
G.P. Kuiper pada tahun 1950. Teori Kondensasi menjelaskan bahwa
tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar
membentuk cakram raksasa.

~4~

Hukum Peredaran Planet

1. Teori Geosentris

Teori Geosentris menyatakan bahwa, bumi sebagai pusat tata
surya dan planet planet bergerak mengitarinya.

2. Teori Heliosentris

Teori Heliosentris berhasil meruntuhkan Teori Geosentris, karena
teori Geosentris tidak sesuai dengan fakta ilmiah. Teori Heliosentris
dikemukakakn oleh Nicolas Copernicus. Teori Heliosentris
menyatakan bahwa Matahari merupakan pusat tata surya, benda
benda langit yang lain bergerak mengelilingi Matahari. Benda langit
yang mengitari Matahari diantaranya planet, komet, dan asteroid.

Planet beredar mengitari matahari melalui garis edar (orbit) yang
berbentuk elips. Gaya gravitasi matahari yang mengikat planet tetap
pada orbitnya. Karena orbit planet berbentuk elips, maka planet
planet itu kadang dekat dan kadang jauh dari matahari. Titik terdekat
planet ke matahari disebut perihelium dan titik terjauhnya disebut
aphelium.

3. Teori Keppler

Teori Keppler dikemukakan oleh Johanes Keppler. Keppler
mengemukakan 3 teori, yaitu:
(1) Teori Keppler I

“Orbit setiab planet berbentuk elips dan Matahari terletak pada
salah satu focus (titik api) elips”.

(2) Teori Keppler II
“Garis khayal yang menghubungkan planet dan Matahari selama
revolusi, akan melewati bidang yang sama luasnya dalam waktu
yang sama”.

(3) Teori Keppler III
“Kuadrat kala revolusi planet berbanding lurus dengan pangkat
tiga jarak rata ratanya dari Matahari”. Dapat dirumuskan:

T2 = s3 ,maka T12 : T22 = s12 : s22

T = kala revolusi planet

S = jarah rata rata planet dengan matahari

~5~

Penggolongan Planet

1. Berdasarkan Ukuran dan Sifat-sifatnya
(1) Planet Terestrial, yaitu planet yang material penyusunnya berupa
batuan (seperti Bumi). Terdiri atas Merkurius, Venus, Bumi, dan
Mars.
(2) Planet Raksasa (Jovian/ Giant Planet), yaitu planet yang
komposisi material penyusunnya berupa es dan gas hidrogen
(seperti Yupiter). Terdiri atas Yupiter, Saturnus, Uranus, dan
Neptunus.

2. Berdasarkan Batas Bumi
(1) Planet Inferior, yaitu planet yang orbitnya terletakn diantara
Matahari dan Bumi. Terdiri atas Merkurius dan Venus.
(2) Planet Superior, yaitu planet yang orbitnya terletak diluar orbit
Bumi. Terdiri atas Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan
Neptunus.

3. Berdasarkan Batas Lintasan Asteroid
(1) Planet Dalam, yaitu planet yang orbitnya berada didalam sabuk
Asteroid. Terdiri atas Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
(2) Planet Luar, yaitu planet yang orbitnya berada diluar sabuk
Asteroid. Terdiri atasYupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Komet

Komet adalah benda langit yang berupa batuan es yang
mengitari Matahari dengan orbit berbentuk elips. Komet terdiri atas inti,
koma, lapisan hidrogen, dan ekor. Inti merupakan bahan berupa
senyawa karbon yang sangat padat. Koma merupakan semacam
atmosfer yang terbentuk dari bahan bahan es yang berubah menjadi gas
akibat penguapan.

Komet sering disebut juga bintang berekor. Ekor Komet
merupakan gas bercahaya yang terbentuk ketika komet berada di dekat
matahari. Ekor Komet selalu bergerak menjauhi Matahari, karena
adanya gaya radiasi Matahari. Ekor komet dapat terlihat, karena:
(1) Gas dan debu yang dibawa oleh Komet memantulkan cahaya

Matahari.

~6~

(2) Sebagian debu menyerap sinar ultraviolet dan mengeluarkannya
dalam bentuk cahaya tampak.
Karena orbitnya sangat lonjong, Komet kadang muncul, dan

dapat menghilang sewaktu waktu, dan periode setiap komet mendekati
Matahari berbeda beda. Salah satu Komet yang terkenal adalah Komet
Halley yang memiliki periode 76 tahun. Komet komet yang termasuk
Sabuk Kuiper dan Awan Oort memiliki periode sekitar 1-30 juta tahun.

Meteor

Meteor adalah pecahan pecahan komet yang hancur dan
beredar sesuai dengan orbit komet yang hancur tersebut. Meteor yang
akan jatuh ke bumi umumnya akan hangus terbakar karena gesekan
dengan atmosfir Bumi. Tetapi ada pula Meteor yang sampai jatuh ke
permukaan Bumi, disebut Meteorit atau kadang disebut bintang jatuh.

Salah satu Meteor yang jatuh di Arizona yang jatuh membentuk
kawah besar (kawah meteor) yang bernama Barringer Carter.

Asteroid

Asteroid adalah benda langit berukuran kecil (lebih kecil dari
meteorid) yang mengitari Matahari. Orbitnya berbentuk elips dan
lingkaran, terletak diantara Mars dan Yupiter. Gugusan dari ratusan ribu
Asteroid disebut Sabuk Asteroid.

Asteroid terbesar dinamakan Ceres (Orbitnya memotong Mars).
Asteroid yang orbitnya memotong orbit Bumi dinamakan Asteroid
APOLLO. Asteroid Jearus adalah asteroid yang pernah mendekati
Bumi.

C. Matahari Sebagai Bintang

Bintang adalah benda langit yang dapat menghasilkan dan
memancarkan cahayanya sendiri. Matahari merupakan salah satu dari
milyaran bintang, dan merupakan bintang yang paling dekat dengan
bumi. Kesamaan Matahari dan bintang yaitu:
(1) Matahari dan bintang sama sama dapat memancarkan cahayanya

sendiri
(2) Energi cahaya yang dikeluarkan Matahari dan bintang sama sana

berasal dari reaksi fusi pada bagian inti.

~7~

 Jarak Matahari ke Bumi dan Ukuran Matahari

Matahari adalah pusat tata surya. Jarak rata ratanya jika diukur
dari bumi adalah 150.000.000 (150) juta km. Jarak Matahari ke Bumi
disebut 1 satuan astronomi (SA). Jadi:

1 satuan astronomi (1 SA) = 150.000.00 (150 juta) km = 1,5×108 km

Diameter Matahari adalah 1.392.000 km, dengan volume sebesar
1,4×1018 km3. Dan massanya 1,99×1030 kg, atau 330.000 kali massa
Bumi. Berdasarkan massa dan volumenya, maka dapat diperoleh
massa jenis Bumi sekitar 1,42 g/cm3.

 Pembentukan Energi Matahari

Matahari mengeluarkan energy cahaya. Energi Matahari tersebut
berasal dari reaksi nuklir. Reaksi nuklir yang terjadi di Matahari
berasal dari reaksi fusi (penggabungan) inti inti atom hidrogen
menjadi inti atom helium. Akibatnya terjadi pengurangan massa yang
berubah menjadi energy.

Seorang fisikawan terbesar di abad 20, Albert Einstein
merumuskan besarnya energy tersebut dengan persamaan berikut:

E = ∆mc2
E = energy yang terbentuk (joule)
m = massa yang berubah menjadi energy (kg)
c = kecepatan cahaya cahaya (3×108 m/s)

Pada setiap 1 cm2 permukaan Bumi, energy radiasi Matahari yang
diterima sebesar 8,2 J/menit. Angka 8,2 J/menit/cm2 disebut
konstanta Matahari. Besarnya konstanta Matahari digunakan untuk
menghitung energy total pancaran Matahari ke Bumi.

~8~

 Susunan Lapisan Matahari

Matahai tersusun atas lapisan lapisan gas pijar. Lapisan Matahari
dimulai dari yang paling dalam adalah inti Matahari, fotosfer,
kromosfer, dan korona.

Matahari juga memiliki atmosfer. Atmosfer Matahari adalah
lapisan Matahari yang paling luar. Atmosfer Matahari terdiri atas dua
lapisan, lapisan luar yang disebut mahkota (korona) dan lapisan
dalam atau lapisan warna (kromosfer).
(1) Inti Matahari

Inti Matahari merupakan lapisan Matahari yang terdalam,
bersuhu mencapai 15.000.000 K. Pada inti Matahari terjadi reaksi
fusi yang menghasilkan energy Matahari. Energi dari inti Matahari
merambat ke permukaan dengan dua cara, yaitu zona radiasi dan
zona konveksi yang terletak diantara inti Matahari dengan
fotosfer.
Inti Matahari berjari jari sekitar 175.000 km.
(2) Fotosfer

Fotosfer merupakan lapisan yang menyelubungi inti
Matahari, berupa cakram Matahari. Fotosfer bewarna kuning,
bersuhu 5.000-6.000℃. Tebal lapisan fotosfer mencapai 320 km.

Pada lapisan fotosfer terdapat bintik bintik Matahari atau
noda Matahari, fakula, dan granula. Fotosfer merupakan bagian
Matahari yang kita lihat.
(3) Kromosfer

Lapisan kromosfer terlihat saat terjadi gerhana Matahari.
Kromosfer memancarakan sinar bewarna merah lemah yang
berasal dari gas hidrogen dan bersuhu 4000 K. Kromosfer
mempunyai ketebalan sampai 16.000 km.
(4) Korona

Korona terlihat saat gerhana Matahari berupa lingkaran.
Disebut korona karena berbentuk menyerupai lingkaran. Korona
dapat dilihat dengan teleskop khusus yang disebut koronagraf.
Korona bersuhu sekitar 2.000.000 K, dan tebalnya hingga
2,5×106 km.

 Unsur Penyusun Matahari

Unsur penyusun Matahari berupa hidrogen dan helium sebanyak
98% dan zat lainnya sebanyak 2%. Matahari memancarkan

~9~

gelombang elekromagnetik. Gelombang elektromagnetik yang
dipancarkan Matahari disebut spectrum Matahari.

Spektrum Matahari terdiri dari sinar gamma, sinar X, sinar
ultraviolet, sinar tampak (merah, jingga, kuning, hijau, biru, ungu),
sinar inframerah, gelombang TV, gelombang radio.

 Aktivitas Matahari (gangguan Matahari)

Aktivitas Matahari merupakan pergerakan partikel Matahari yang
tidak teratur. Hal ini disebabkan oleh perbedaan suhu disetiap lapisan
Matahari. Sehingga terjadi gangguan gangguan pada Matahari
Gangguan gangguan itu adalah:
(1) Noda Matahari (sunspots)

Disebut juga bintik Matahari. Noda Matahari merupakan
daerah pada fotosfer yang bersuhu rendah akibat adanya
gangguan magnetic yang menghalangi kepulan gas panas dari inti
Matahari.

(2) Granua (granule)
Granula merupakan semburan api yang menggumpal pada

lapisan fotosfer., kadang sangat besar dan dahsyat sehingga
dapat terlihat dari bumi. Inilah sebabnya lapisan fotosfer tampak
tidak licin tapi berupa gumpalan gumpalan.

Melalui teleskop, granula tampak seperti butiran padi yang
cerah, dengan diameter hingga 1.600 km.
(3) Flare (flare)

Merupakan letupan bercahaya terang yang menyemburkan
aliran partikel partikel bermuatan listrik dari fotosfer yang dapat
sampai ke bumi, dan menggangu gelombang radio di bumi.

Partikel partikel yang melewati medan magnet bumi
menghasilkan cahaya terang di sekitar kutub utara dan kutub
selatan. Cahaya yang terang ini disebut aurora. Sementara
partikel yang tidak sampai ke bumi karena terperangkap medan
magnet bumi menjadi bagian dari sabuk Van Allen, yaitu sabuk
radiasi yang mengelilingi bumi.
(4) Lidah Api (prominensa)

Merupakan kepulangas yang bersuhu tinggi, yang
merambat ke segala penjuru dengan kecepatan ratusan kilometer
setiap detiknya dan dapat mencapai ketinggian ribuan kilometer
dari permukaan Matahari.

~ 10 ~

Terjadi akibat aliran energy gas dari inti tidak terhalangi.
Sehingga gas memijar dan menyembur dan disebut prominensa.

D. Bumi Sebagai Planet

a) Bentuk dan Ukuran Bumi

Bumi berbentuk bulat. Buktinya, apabila kita berlayar terus ke
satu arah, maka kita akan kembali ke tempat semula. Pembuktian
tersebut pertama kali dilakukan oleh Megelan pada tahun 1522. Bukti
tersebut diperkuat oleh pemotretan terhadap bumi yang dilakukan
pada Desember 1972.

Tetapi, dari pengukuran pengukuran yang lebih teliti mennjukkan
bentuk bumi tidak bulat seperti bola, tetapi hampir rata (pepat) pada
kedua kutubnya dan agak menggelembung di sekitar khatulistiwa.
Dengan demikian, artinya panjang diameter khatulistiwa lebih besar
daripada panjang diameter kutub.

b) Rotasi Bumi

Rotasi Bumi adalah perputaran bumi pada porosnya
(sumbunya). Arah rotasi bumi sama dengan arah revolusianya yaitu
dari barat ke timur. Waktu yang diperlukan bumi untuk sekali berotasi,
menempuh 3600 adalah 24 jam. Jadi, setiap 10 berotasi, bumi
memerlukan waktu 4 menit. Sehingga dalam satu jam, bumi
menempuh 150.

Sebagai waktu pangkal ditetapkan garis bujur (meridian) 00 bujur
bumi yang disebut waktu Grrenwich atau GMT (Greenwich Mean
Time). Setiap bujur yang merupakan kelipatan 150 di sebelah timur
atau barat bujur 00 disebut bujur standar.

Waktu pada bujur standar disebut waktu standar atau waktu
local. Indonesia dilalui 3 bujur standar yaitu: 1050, 1200, 1350 BT.
Dengan demikian Indonesia memiliki 3 waktu local, yaitu:
(1) WIB, dengan bujur standar 1050, maka : GMT+

(2) WITA, dengan bujur standar 1200, maka : GMT+

(3) WIT, dengan bujur standar 1350, maka : GMT+

Akibat dari rotasi bumi adalah sebagai berikut.

(1) Adanya gerak semu harian dari Matahari dan benda benda langit
yang seakan bergerak dari timur ke barat.

~ 11 ~

(2) Adanya perbedaan waktu dari tempat tempat yang berbeda
derajat bujurnya. (seperti penjelasan diatas)

(3) Pergantian siang hari dan malam hari.
(4) Penggembungan di khatulistiwa dan pemepatan dikedua kutub

bumi.
(5) Pembelokan arah angin, di belahan bumi utara angina membelok

ke kanan, di belahan bumi selatan angina membelok ke kiri.

c) Revolusi Bumi

Revolusi bumi adalah perputaran bumi mengelilingi Matahari.
Dalam sekali berevolusi, bumi membutuhkan waktu 365,25 hari atau
1 tahun. Arahnya sama dengan arah rotasi bumi (barat ke timur).
Ketika bumi berevolusi, poros bumi tidak tegak lurus terhadap bidang
ekliptika. melainkan miring, dengan membentuk sudut 66,50.

Terdapat empat kedudukan bumi pada orbitnya, yaitu:
(1) Tanggal 21 Maret

Matahari berada tepat di khatulistiwa. Semua tempat di bumi
mengalami siang dan malam dengan waktu yang sama.
Dari tanggal 21 Maret – 21 Juni belahan bumi utara mengalami
musim semi, sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim
gugur. Karena, kutub utara seakan akan makin condong kearah
Matahari, dan kutub selatan sebaliknya.
(2) Tanggal 21 Juni

Dari tanggal 21 Juni – 23 September, belahan bumi selatan
menjauhi Matahari sehingga mengalami musim dingin, sedangkan
belahan bumi utara mendekati matahari sehingga mengalami
musim panas
(3) Tanggal 23 September

Pada 23 September, baik kutub utara maupun kutub selatan
bumi berada sama jauhnya dengan matahari, yang berada di
khatulistiwa. Dari tanggal 23 September – 22 Desember, belahan
bumi utara semakin menjauhi Matahari sehingga mengalami
musim gugur, sedangkan belahan bumi selatan makin condong ke
Matahari, sehingga mengalami musim semi.
(4) Tanggal 22 Desember

Pada tanggal 22 Desember – 21 Maret, belahan bumi selatan
makin condong kearah Matahari sehingga mengalami musim
panas. Sebaliknya, belahan bumi utara mengalami musim dingin
karena letaknya semakin jauh dari matahari.

~ 12 ~

Akibat dari bumi berevolusi adalah sebagai berikut:

(1) Terjadi pergantian musim
(2) Terjadi perubahan lamanya siang dan malam
(3) Terjadi gerak semu tahunan Matahari
(4) Terlihat rasi bintang yang berbeda dari setiap bulan. Rasi bintang

adalah kumpulan beberapa bintang membentuk pola tertentu.
Rasi bintang digunakan oleh petani pada zaman dahulu untuk
menentukan pergantian musim. Beberapa rasi bintang yang kita
kenal, antara lain: Aquarius, Pisces, Gemini, Scorpio, Leo,
Taurus, dan lain-lain.
(5) Perhitungan tahun kalender Masehi (kalender Surya)

Revolusi bumi dijadikan dasar untuk perhitungan tahun Masehi.
Orang Romawi menetapkan satu tahun dengan 365,25 hari.
Julius Caesar kemudian menambahkan satu hari ekstra pada
bulan Februari setiap 4 tahun sekali. Tahun ini disebut tahun
Kabisat.

Gregorius XIII menyempurnakan penanggalan Julius Caesar.
Gregorius menyatakan bahwa tahun Kabisat berlaku untuk tahun
yang angkanya habis dibagi 4 dan hanya abad tahun yang
angkanya habis dibagi 4000. Satu tahun kabisat berisi 366 hari.

E. Bulan sebagai Satelit Bumi

Bulan merupakan satelit bumi. Bulan juga merupakan benda
langit yang paling dekat dengan bumi. Pada malam hari, bulan terlihat
terang karena bulan memantulkan sinar Matahari yang mengenainya. Jarak
rata rata bulan dari bumi sekitar 384.403 km. Periode rotasi bulan mengitari
bumi adalah 27,3 hari.

 Bentuk, Isi, dan Keadaan di Bulan

Bulan berbentuk bola dengan massa hanya dari massa bumi,

diameternya kira kira diameter bumi atau sekitar 350 km, dan gaya

gravitasinya hanya dari gravitasi bumi. Dengan gravitasi yang kecil,
bulan tidak memiliki atmosfer. Tidak adanya atmosfer di bulan
menyebabkan hal hal berikut:
(1) Perbedaan suhu siang dan malam di permukaan Bulan sangat

besar

~ 13 ~

(2) Bunyi tidak dapat di dengar di Bulan, karena tidak ada zat
perantara sebagai medium perambatan.

(3) Langit di Bulan bewarna hitam
(4) Tidak ada siklus air di Bulan, sehingga tidak mungkin ada

kehidupan disana.

 Gerak Bulan

Dalam peredarannya, Bulan melakukan 3 gerakan sekaligus, yaitu:
(1) Bulan berputar pada porosnya (berotasi), periode rotasi bulan

sama dengan periode revolusinya.
Akibatnya muka bulan yang mengahadap bumi selalu sama, yaitu
hanya separuh. Separuhnya lagi tidak pernah menghadap bumi.
(2) Bulan berputar mengelilingi bumi (berevolusi), untuk sekali
berevolusi, bulan memerlukan waktu 27 hari, yang disebut satu
bulan sideris. Sebenarnya pada saat tersebut, bumi telah
bergerak mengitari matahari sejauh 270. Jadi, bulan harus
menempuh jarak tersebut agar kembali ke posisi semula relative
terhadap Matahari.
Dengan demikian, selang waktu satu kali revolusi bulan dengan
revolusi bumi adalah 29,5 hari yang disebut satu bulan sinodis
(komariah).
(3) Bulan berputar bersama sama bumi mengelilingi Matahari.

Perigee dan Apogee

Perigee adalah titik terdekat bulan dari bumi, yaitu pada jarak
384.400 km, Apogee adalah titik terjauh bulan dari bumi, yaitu pada
jarak 406.700 km.

 Fase Bulan

Dari kedudukan bualn yang berbeda beda dihasilkan pula bentuk
bulan yang berbeda pula, yang disebut dengan fase bulan.

(1) Pada Kedudukan 1
Pada saat kedudukan Matahari, bulan dan bumi terletak satu

garis lurus. Pada kedudukan ini, bulan mulai berevolusi disebut
bulan baru atau bulan muda. (Hari Pertama)

~ 14 ~

(2) Pada Kedudukan 2
Bagian bulan yang menghadap bumi kira kira hanya

seperempatnya yang terkena sinar Matahari. Akibatnya, terlihatlah
bulan sabit. (Hari ke-4)
(3) Pada Kedudukan 3

Bagian bulan yang menghadap ke bumi kira kira hanya
seperempatnya yang terkena sinar Matahari. Akibatnya, terlihatlah
setengah bulatan yang disebut kuartir pertama atau bulan paruh
(Hari ke-8)

(4) Pada Kedudukan 4
Bagian bulan yang menghadap ke bumi kira kira tiga per

empatnya terkena sinar Matahari. Akibatnya, terlihatlah bulan
cembung. (Hari ke-11)
(5) Pada Kedudukan 5

Bagian bulan yang menghadap ke bumi seluruhnya terkena
sinar Matahari. Akibatnya, terlihatlah bulan purnama. (Hari ke-
14)

Pada kedudukan ke 6 (Hari ke-17), ke 7 (Hari ke-21), ke 8 (Hari
ke-25), hingga hari terakhir (fase bulan mati), fase bulan kembali.
Dimulai dari kedudukan ke-6 bulan cembung, kedudukan ke-7 bulan
paruh, fase ke-8 bulan sabit, lalu hari terakhir bulan mati atau bulan
baru menjadi masa dimana diawalinya kembali fase bulan.

 Tahun Hijriah (Komariah)

Tahun Hijriah oleh kalangan Islam memakai periode revolusi
bulan. Setiap bulannya dibuat berselang seling jumlah harinya (29
hari, dan 30 hari), sehingga dalam setahun terdapat 354 hari.

Dalam tahun kabisat terdapat penambahan hari pada bulan
Zulhijah. Sehingga dalam setahun terdapat 355 hari. Untuk
menentukan tahun Komariah yang kabisat, jumlah tahunnya dibagi
30.

Kalender Muslim dimulai pada hari pertama Tahun Hijriah, yaitu
pada saat terjadinya perjalanan Rasulullah SAW dari Mekkah ke
Madinah pada hari Jumat, 16 Juli 622 M. Nama nama bulan pada
Kalender Hijriah adalah : Muharam, Safar, Rabiulawal, Rabiulakhir,
Jumadilawal, Jumadilakhir, Rajab, Syakban, Ramadan, Syawal,
Zulkaidah, Zulhijah.

~ 15 ~

 Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari

Gerhana merupakan peristiwa yang disebabkan oleh bayangan
yang dibentuk bumi atau bulan terletak dalam satu garis lurus.
Bayangan tersebut mempunyai dua bagian, yaitu:
(1) Daerah Bayangan Inti / Umbra

Umbra sama sekali tidak dilalui cahaya. Umbra bulan
panjangnya kira kira 370.000 km, sedangkan umbra bumi
panjangnya kira kira 1.376.000 km.
(2) Daerah Bayangan Kabur (sebagian) / Penumbra

Penumbra adalah bagian yang masih dilalui cahaya.

Ada dua jenis gerhana, yaitu sebagai berikut.

1. Gerhana Bulan

Gerhana bulan terjadi ketika Matahari, Bumi dan Bulan berada
dalam satu garis lurus, yaitu saat bulan purnama. Pada saat ini umbra
akan menutupi bulan/ bulan akan masuk ke umbra bumi.

Macam macam gerhana bulan, yakni sebagai berikut.

(1) Gerhana Bulan Total
Ini terjadi jika Matahari, Bumi, dan Bulan terletak pada satu garis

lurus. Bumi berada diantara Matahari dan Bulan, sehingga ada
bagian bumi yang tidak menerima cahaya bulan. Ini terjadi pada fase
bulan purnama. Ketika bulan selurunya masuk ke dalam umbra bumi,
terjadilah gerhana bulan total. Waktu terjadinya gerhana bulan total
kurang lebih 1 jam 40 menit.
(2) Gerhana Bulan Parsial (sebagian)

Gerhana ini terjadi ketika hanya sebagian bulan yang masuk
kedalam umbra bumi, sedangkan sebagian lagi masuk kedalam
penumbra.
(3) Gerhana Bulan Penumbra

Gerhana ini terjadi ketika bulan seluruhnya berada di dalam
penumbra bumi. Pada saat seperti ini, bulan bersinar suram dan
disebut dengan gerhana penumbra.

2. Gerhana Matahari

Gerhana Matahari terjadi pada saat bulan baru. Yaitu ketika
Matahari, Bulan, dan Bumi terletak dalam satu garis lurus. Pada saat

~ 16 ~

bulan bergerak tepat diantara Bumi dan Matahari, Matahari tertutup oleh
Bulan.

Dalam keadaan seperti ini, bayang bayang bulan sampai ke
bumi sehingga bagian bumi yang tertutup oleh bayang bayang bulan
akan mengalami gerhana Matahari.

Macam macam gerhana matahari, yakni sebagai berikut.

(1) Gerhana Matahari Total
Gerhana ini terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi terletak

pada satu garis lurus. Bulan berada diantara Mataharai dan bumi,
sehingga ada bagian bumi yang tidak menerima cahaya Matahari di
siang hari. Ini terjadi pada bulan baru. Ketika umbra bulan menutupi
suatu daerah di permukaan bumi, terjadilah gerhana Matahari total.
Waktu gerhana Matahari total kurang lebih selama 6 menit.
(2) Gerhana Matahari Parsial (sebagian)

Gerhana ini terjadi ketika penumbra bulan menutupi suatu
daerah di bumi, sehingga hanya sebagian cahaya Matahari yang
sampai ke daerah tersebut. Akibatnya, hanya terjadi gelap
sebagian.
(3) Gerhana Matahari Cincin

Gerhana ini terjadi apabila panjang kerucut bayangan umbra
bulan tidak sampai pada permukaan bumi. Jadi, yang menutupi
permukaan bumi adalah perpanjangan umbra bulan dan daerah
yang dikenainya mengalami gerhana Matahari cincin.

3. Pasang Surut Air Laut

Pasang adalah naiknya permukaan air laut, sedangkan surut
adalah turunnya permukaan air laut. Ketika bumi dipengaruhi oleh
gaya gravitasi bulan, air laut lebih mudah ditarik disbanding daratan.
Akibatnya, pada daerah yang satu garis dengan gaya tarik bulan
mengalami pasang.

Karena bumi berputar pada porosnya, maka daerah yang
mengalami pasang surut bergantian selama 6 jam. Jadi, selama satu
hari suatu pantai mengalami pasang surut bergantian sebanyak dua
kali.

~ 17 ~

Ada dua macam pasang air laut, yaitu sebagai berikut.

(1) Pasang Purnama
Pasang purnama terjadi pada saat bulan purnama, yaitu ketika

Matahari, bumi, dan bulan terletak pada satu garis lurus. Karena
gaya gravitasi Matahari dan bulan bekerja berlawanan arah, maka
terjadilah pasang air laut. Pada saat gaya gravitasi Matahari dan
bulan menarik bumi satu arah terjadi pasang terbesar.
(2) Pasang Perbani

Pasang perbani merupakan pasang terendah dan terjadi ketika
bulan dan Matahari menghasilkan gaya tarik yang saling tegak
lurus.

~SELESAI~

~ 18 ~


Click to View FlipBook Version