DIREKTORAT SEKOLAH DASAR
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Kesatria Lingkungan, apakah kalian tahu?
Selama ini, konsumsi energi di Indonesia masih tergantung pada minyak bumi, lho! Diperkirakan cadangan
minyak bumi tersebut hanya dapat bertahan sampai dua belas tahun ke depan. Sementara itu, konsumsi
minyak bumi lebih banyak dibanding produksinya. Nah, apabila Indonesia tidak dapat menemukan cadangan
baru, maka negara kita akan mengalami krisis minyak bumi. Yuk, kita sama-sama berhemat, supaya
teman-teman kita yang lain juga kebagian! Selain itu, jadi masih akan ada sisa minyak bumi untuk generasi
masa depan agar pembangunan Indonesia dapat berlanjut dengan baik.
Tips: Yuk, kita mulai berhemat penggunaan energi dari minyak bumi dan mulai menggunakan energi
terbarukan! Ada energi tenaga surya, energi tenaga air, dan energi tenaga angin, lho! Gunakan listrik dan
peralatan listrik atau baterai secara hemat, ya!
Matikan lampu bila Cabut pengisi daya Buka jendela/ Gunakan penutup
sudah tidak diperlukan bila sudah selesai gunakan kipas angin panci saat memasak
Keringkan baju Gunakan sepeda Gunakan pancuran
di bawah sinar matahari saat bermain saat mandi
Kesatria Lingkungan, apakah kalian tahu?
Keanekaragaman hayati dan alam merupakan warisan kita bersama. Nah, untuk itu, menjaga keseimbangan
siklus rantai makanan bagi seluruh makhluk menjadi tanggung jawab kita semua. Beberapa hewan dan
tumbuhan punah karena perburuan liar dan perusakan ekosistem. Selain itu, pencemaran air dan sampah juga
bisa menyebabkan punahnya mereka. Seperti contoh gambar paus ini yang mati karena perutnya penuh
sampah plastik.
Tips: Yuk, kita jaga keanekaragaman hayati, khususnya keanekaragaman hayati khas bangsa Indonesia!
Caranya dengan menanam tanaman lokal yang menjadi makanan hewan lokal. Bisa juga dengan cara tidak
mengganggu hewan lokal yang nyaris punah. Bila pergi ke kawasan wisata, kita bisa membawa tempat sampah
sendiri untuk menyimpan aneka sampah selama perjalanan. Gunanya agar sampah-sampah itu tidak
berserakan sehingga dapat mencemari air dan tanah tempat tinggal beragam hayati yang ada di sana. Dengan
begitu, kita turut melestarikannya, lho!
Tanam pohon yang Tanamlah tumbuhan Beri makan satwa Simpan dan bawa
memberikan kehidupan khas daerah sesuai makanannya sampah sendiri
burung dan serangga
Sayangi satwa laut Tanam sayur dan Konsumsi produk hasil
buah secara mandiri sendiri atau khas daerah
Kesatria Lingkungan, apakah kalian tahu?
Untuk hidup sehat, kita berhak memiliki akses air minum yang layak dan aman, lho! Saat ini, air layak minum di
Indonesia sudah mencapai 88%, tetapi air yang aman diminum baru sebesar 7%. Saat ini, pemerintah berusaha
memastikan masyarakat punya akses air minum yang layak dan aman. Targetnya, pemerintah bisa
menyediakan 100% akses air minum layak dan 15% akses air minum aman di tahun 2020-2024. Yuk, kita hemat
air dan jaga kesehatan air kita!
Sumber: Riskesdas 2010,
Kriteria JMP, tidak termasuk
air botol kemasan
Tips: Yuk, kita mulai berhemat air! Caranya dengan menggunakan air seperlunya. Selain itu dengan cara
mendaur ulang air, seperti menggunakan air bekas cucian atau berwudhu untuk menyiram tanaman. Bisa juga
dengan cara menyimpan dan menampung air hujan. Kita juga dapat membuat lubang biopori dan sumur
resapan agar air yang sudah terpakai bisa dialirkan kembali ke dalam tanah. Gunanya agar kita mendapat
simpanan air lagi.
Gunakan air Tutup rapat keran Pakai pasta gigi Mencuci pakaian dengan
secukupnya sesudah dipakai secukupnya sabun secukupnya
Hindari membuang Gunakan air bekas cucian Tampung air hujan
minyak ke saluran beras/ sayuran untuk untuk cadangan air
menyiram tanaman
pembuangan
Kesatria Lingkungan, apakah kalian tahu?
Ini data komposisi sampah di Indonesia, lho! Nah, ternyata, kita semua berkontribusi dalam penumpukan
sampah. Yuk, mulai sekarang, kita mengurangi pembelian dan penggunaan produk-produk yang memberi
kontribusi pada penumpukan sampah! Pasti bisa, kan? Mulai besok, kita beli produk yang sehat dan ramah
lingkungan, baik isi dan kemasannya. Bawa tempat bekal sendiri, saat membeli makanan atau minuman. Jangan
lupa untuk selalu membuang sampah pada tempatnya.
sumber : kementerian lingkungan hidup dan kehutanan RI
Tips: Sebelum membeli barang, pikirkan baik-baik, apakah kita memerlukannya? Belilah barang yang
diperlukan saja dan pilih yang ukuran besar dengan kemasan ramah lingkungan. Bila sudah tidak terpakai, pilah
dan buanglah sesuai jenisnya, lalu kirim ke bank sampah. Dengan begitu, kita turut mengurangi penumpukan
sampah di tempat pembuangan sampah terakhir. Oh, ya, sampah-sampah yang masih layak pakai dapat didaur
ulang menjadi produk baru lagi, lho!
SUSU TAS
SEHAT BELANJA
Beli produk sehat dan Beli barang yang Bawa kantong Gunakan alat makan
ramah lingkungan isinya sehat belanja sendiri sendiri
Pakai sapu tangan Membuat prakarya Letakkan dan pilah
pengganti tisu dari bahan alam sampah sesuai jenisnya
bukan plastik
Kesatria Lingkungan, apakah kalian tahu?
Krisis Iklim adalah suatu krisis yang dialami masyarakat di seluruh dunia akibat perubahan iklim. Nah, perubah-
an iklim terjadi ketika suhu rata-rata bumi meningkat dalam jangka waktu yang lama. Hal ini disebabkan karena
meningkatnya kadar karbondioksida, metana, nitrogen, dan lainnya (yang populer dengan sebutan gas-gas
rumah kaca) di atmosfer. Dampaknya di masa depan adalah semakin seringnya terjadi kebakaran hutan. Selain
itu, periode kekeringan di beberapa wilayah menjadi lebih lama. Terdapat juga peningkatan jumlah, durasi, dan
intensitas badai tropis.
Pada dasarnya, kita memerlukan gas-gas rumah kaca tersebut untuk menjaga suhu bumi tetap stabil. Namun
bila gas-gas tersebut semakin menumpuk di atmosfer, tentu menjadi tidak baik bagi kehidupan di bumi. Segala
sesuatu yang berlebihan, bukankah tidak baik?
Yuk, kita kenali berbagai kegiatan manusia yang menghasilkan gas-gas rumah kaca tersebut! Ada pembakaran
fosil dari kegiatan industri energi, transportasi, pertanian, dan peternakan. Ada juga kegiatan penggundulan
dan pembakaran lahan hutan, khususnya lahan gambut yang memberi kontribusi besar pada emisi dunia,
karena lahan gambut itu fosil yang belum jadi.
Kesatria Lingkungan, kalian pastinya sudah belajar tentang beragam sumber daya alam dan energi, kan? Nah,
kita bisa, lho, mengurangi terjadinya krisis iklim. Caranya adalah dengan hemat energi, menanam pohon, mem-
biasakan memakai sepeda, membawa tempat bekal sendiri, dan masih banyak lagi.
Yuk, kita bersama-sama membantu pemerintah mendukung pengurangan krisis iklim! Simak terus penjelasan
dan tips menjadi Kesatria Lingkungan berikut ini, ya! Semangat!
80 Persentase peluang untuk
70 menekan kenaikan suhu
60 Peluang untuk mencapai sasaran Gigaton setara CO2 ke s’C atau lebih rendah.
50
40 2C 15-30%
30 3C 40-60%
20
10 2000 2010 2020 70-85%
0 2030
1990