The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kelompok 5:
Arlis Pratama
Adam Brayim
Mahliga Nurlang
Nurul Ilmi
Nur Hayati

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nrlilmiapps, 2021-04-12 04:00:12

PENGANTAR DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

Kelompok 5:
Arlis Pratama
Adam Brayim
Mahliga Nurlang
Nurul Ilmi
Nur Hayati

Keywords: Mahasiswa

PENGANTAR DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

1 Mengenal Desain Komunikasi Visual

Menurut definisinya, Desain Komunikasi Visual adalah suatu disiplin ilmu yang
bertujuan mempelajari konsep-konsep komunikasi serta ungkapan kreatif melalui berbagai
media untuk menyampaikan pesan dan gagasan secara visual dengan mengelola elemen-
elemen grafis yang berupa bentuk dan gambar, tatanan huruf, serta komposisi warna serta
layout (tata letak atau perwajahan). Dengan demikian, gagasan bisa diterima oleh orang atau
kelompok yang menjadi sasaran penerima pesan.

Dari uraian di atas, kita perjelas poin-poinnya sebagai berikut

 Konsep komunikasi
 Melalui ungkapan kreatif
 Melalui berbagai media
 Menyampaikan pesan atau gagasan secara visual dari seseorang atau suatu kelompok kepada

kelompok yang lain.
 Menggunakan elemen-elemen grafis berupa bentuk dan gambar, susunan huruf, warna. serta

tata letak, dan perwajahan.

Mari kita pahami uraian mengenai poin-poin di atas secara lebih detail.

Apakah Komunikasi itu?

Berikut uraian mengenai segala sesuatu yang menyangkut komunikasi, dengan mengingat
segala hal yang berkaitan dengan informasi. Anda bisa memanfaatkan seluruh relung-relung
peluang yang ada dalam penyampaian pesan untuk dikomunikasikan

Komunikasi dalam Istilah

Istilah komunikasi dalam kehidupan sehari-hari dapat menyangkut banyak hal Di
antaranya:

• Bahasa, misalnya komunikasi yang dilakukan dengan Bahasa Inggris, Bahasa
Mandarin, Bahasa Indonesia, atau bahasa lainnya

• Verbal, atau secara lisan, yaitu komunikasi yang dilakukan dengan cara berbicara
kepada satu sama lain.

• Diskusi, bisa menjadi salah satu cara mengomunikasikan pikiran kedua belah pihak.
• Media Massa. Komunikasi juga merupakan sesuatu yang sering dihubungkan dengan

media massa (media yang di-sampaikan kepada orang banyak), seperti koran majalah,
radio, dan tv sebagai sarana komunikasi massa. Bahkan akhir-akhir ini, teknologi
komputer disebut juga "teknologi komunikasi dan informasi, misalnya lewat
saranaInternet, telepon seluler dan satelit komunikasi.
• Kode/Morse/Semaphore dll. Pada masa omunikasi sering menggunakan kode,morse,
semaphore, tanda jejak, dan tanda lalu lintas.

• Body Language. Melalui bahasa tubuh, seseorang dapat mengomunikasikan
maksudnya, termasuk melalui senyuman, kedipan mata, lambaian tangan,
anggukankepala, serta interaksi non verbal lainnya.

• Tulisan. Tidak ketinggalan alat komunikasi yang saat ini sangat dominan adalah
tulisan ada berbagai macam tulisan, mulai dari bentuk surat hingga grafiti di tembok
atau di jalanan. Cobalah menggali hal-hal lain yang dapat dikaitkan dengan istilah
komunikasi.

Komunikasi Sebagai Suatu Kegiatan

Di dalam suatu kegiatan, komunikasi menyangkut suatu disiplin atau bidang ilmu,
yaitu Ilmu Komunikasi. Kita mengenal Ilmu Komunikasi Massa, Komunikasi Internasional,
Komunikasi jaringan maya (Cyber Comunication), dsb. Di dalam konteks ilmiah, Ilmu
Komunikasi mempelajari teknik berkomunikasi, teknik bernegosiasi, teknik berpidato/bicara
di depan umum, dan teknik membaca puisi Sebagai suatu disiplin ilmu, komunikasi dipelajari
sebagai pendekatan ilmiah, selain juga menekankan unsur artistik kreatif.

Aktivitas seni merupakan cara seniman untuk mengomunikasikan maksud kepada
penikmatnya, misalnya pujangga menuliskan syair, deklamator atau pembaca puisi
membacakan puisi, musikus maupun penyanyi memainkan musik dan menyanyikan pesan
pesan lewat musik dan lagu, serta pelukis yang memvisualkan isi hatinya lewat goresan kuas
atau pena agar bisa dimengerti oleh penikmat karyanya. Seorang visualiser menata panggung
atau ruangan untuk memvisualisasikan suatu tema tertentu agar orang lain yang menjadi
sasaran terlibat secara emosi maupun rasa. Seorang desainer grafis membuat logo,
menciptakan suatu citra terhadap suatu perusahaan maupun produk untuk memengaruhi
sentimen orang lain.

Kata komunikasi sendiri berasal dari kata Communication - Communis - Common -
yang berarti umum atau bersama. Transmitting, atau menyampaikan pesan, adalah proses
pemberian atau pertukaran informasi melalui aktivitas tersebut di atas. Komunikasi juga
dipelajari dengan pendekatan yang berbeda-beda (karena dipelajari oleh berbagai disiplin
ilmu lainnya), Latar belakang komunikasi memang kuat. Hal itu dipengaruhi oleh berbagai
sumber disiplin ilmu (Sosiologi, Psikologi, Politik, Filsafat, Antropologi, dll).

Macam-macam Komunikasi

KOMUNIKASI VERBAL ATAU LISAN

Pada jenis komunikasi ini dipergunakan pengucapan maupun bunyi-bunyian serta
telinga (pendengaran) sebagai sensasi dengar.

BAHASA LISAN

Contoh: Bahasa Daerah Bahasa Indonesia, Bahasa Prokem, Bahasa Gaul, dsb. Penggunaan
bahasa yang tepat sangat penting berkaitan dengan dunia periklanan, misalnya iklan dengan
sasaran kaum remaja yang tentunya menggunakan ungkapan-ungkapan yang dapat diterima
oleh mereka.

AUDITORY/VOICE

Komunikasi menyangkut bunyi-bunyian atau suara dan sebagainya.

Contoh: Dalam musik kita mengenal musik dukacita yang membawakan pesan suasana duka,
musik pernikahan membawakan "pesan" khidmatnya suatu upacara pernikahan yang
dianggap sakral, dl. Selain itu, kita juga mengenal komunikasi suara dari bunyi jingle, siulan,
bedug Masjid, lonceng Gereja, mie tek-tek, es ting-ting, dsb.

KOMUNIKASI NONVERBAL YANG MERUJUK PADA TULISAN

Contoh: surat, majalah, koran, dst. (Komunikasi yang disampaikan secara visual lewat
tulisan). Komunikasi non Verbal merupakan bagian dan Komunikasi Visual. Anda akan
mempelajari hal itu melalui uraian yang memuat Tipografi. Seorang ahli mengatakan bahwa
Tipografi merupakan visualisasi kata-kata.

KOMUNIKASI TACTUAL

Komunikasi tactual mempergunakan kulit sebagai sensasi rabaan. Sebagai contoh,
huruf Braile bagi kaum Tuna Netra, brosur atau sampel yang memberikan contoh tekstur
kertas, serta tekstil maupun keramik. Ibu-ibu yang hendak membeli parutan kelapa selalu
mencoba untuk meraba permukaan parut untuk mengetahui apakah parut cukup tajam.
Demikian juga bila Anda hendak membeli pisau yang tampak mengkilat tajam, Anda belum
merasa yakin akan ketajamannya sebelum meraba permukaannya. Ketika hendak membeli
handuk pun, Anda tidak cukup puas hanya dengan melihat warnanya yang sejuk serta
motifnya yang menarik sebelum meremas handuk tersebut guna mengetahui seberapa lembut
handuk itu. Dan masih banyak contoh lain.

KOMUNIKASI OLFACTORAL ATAU GUSTATORY

Komunikasi jenis ini mempergunakan hidung sebagai sensasi penciuman. Contohnya,
polisi yang memanfaatkan anjing sebagai pelacak. Tester atau Sample produk minyak wangi
yang berguna untuk menarik calon pembeli setelah mencium baunya. Ada pula seorang ahli
yang mampu mendiagnosis suatu penyakit dengan mencium bau kaki pasien Ahli meracik
tembakau menggunakan penciumannya untuk membuat resep campuran suatu rokok kretek
Aroma terapi merupakan suatu konsep yang belakangan ini sedang trendi. Melalui sensasi
penciuman, manusia bisa merasa lebih 'rileks'. Sakit kepala maupun stress pun bisa
disembuhkan dengan memanfaatkan aroma wangi-wangian tertentu. Contoh lain dalam
pemanfaatannya:

• Dalam sebuah iklan televisi, diperlihatkan sebuah keluarga yang sedang mencari jejak
di hutan. Tiba-tiba, seorang anak keluar dari rombongannya sambil mengendus-endus
hingga akhimya ia menemukan tantenya yang sedang bersembunyi. la mampu
mengenalinya karena bau tajam dari baju si tante yang dicuci dengan suatu produk
pengharum dan pelembut cucian merek tertentu. Pada contoh itu, bau spesifik
merupakan suatu informasi yang mengingatkan akan suatu produk atau barang
tertentu.

• Sebuah gerai terkenal menggunakan suatu pengharum ruangan tertentu di setiap
outletcabangnya di seluruh dunia sebagai ciri khas yang diyakini bisa memberikan
rasa nyaman kepada setiap pengunjung yang berada di sana. Ketika mata seseorang
ditutup dan dibawa masuk ke gerai itu, ia langsung dapat mengetahui tempat
keberadaannya.

KOMUNIKASI PENGECAP (TASTE FROM TONGUE)

Komunikasi jenis ini mempergunakan lidah sebagai sensasi pengenal rasa. Contohnya:

• Juru masak mengecap sedikit sayur yang sedang dimasak untuk mengetahui apakah
garam atau gula sudah cukup.

• Beberapa restoran di pusat perbelanjaan menugaskan karyawannya untuk mencegat
pengunjung sambil menawarkan agar pengunjung bersedia mencicipi sampel masakan
supaya pengunjung tertarik dan kemudian mencoba makanan di restoran itu.

• Produk minuman baru mempersilakan calon pembelinya untuk menebak, mana yang
lebih enak antara minuman yang biasa dikonsumsi dengan produk minuman baru itu.

KOMUNIKASI TUBUH

Sejak jaman primitif, manusia telah menggunakan bahasa tubuh untuk
mengekspresikan suatu maksud. Dalam perkembangannya, kita dapat mengelompokkan hal
itu ke dalam beberapa kelompok:

• Kinesika. Studi gerakan tubuh dalam komunikasi nonverbal yang merujuk pada sikap
tubuh dan gerakan tubuh lainnya (untuk penderita Tuna Rungu).

• Bahasa tubuh (Body Language). Biasanya seseorang yang gelisah akan
menunjukkan gerakan-gerakan tubuh yang memperlihatkan gejala kegelisahannya.
Demikian juga seorang perempuan yang mencoba menarik perhatian seorang pria
akan menunjukkan gerakan-gerakan bahasa tubuh yang memberi isyarat bahwa ia
bersedia didekati pria tersebut

• Disiplin Ilmu Kepribadian. Kita banyak menjumpai ilmu untuk meningkatkan citra
kepribadian yang baik, sebagai contoh Kursus Kepribadian John Robert Po-wer atau
Personal Development dari Mekar Pribadi, dsb. Di dalam kursus tersebut akan
diajarkan bahwa suatu tata krama sikap tubuh menunjukkan strata seseorang dalam
kehidupan sosial.

• Olah Tubuh dalam suatu peran. Teknik peran dalam teater, pantomim, teknik
tarian, dil, mengomunikasikan suatu cerita maupun pesan melalui olah tubuh.

KOMUNIKASI TELEPATI (MENGGUNAKAN INDRA KE-6)

Komunikasi jenis ini menggunakan kekuatan pikiran untuk memengaruhi pikiran atau
sugesti seseorang. Apabila sebelumnya telepati, hipnotis, dan hipnoterapi hanya bisa
diterapkan dari seseorang ke seseorang lain, maka yang sedang dikembangkan saat ini adalah
pesan telepati maupun hipnotis dari seseorang kepada banyak orang Profesi
paranormal/cenayang (orang yang dapat berkomunikasi dengan dunia roh dan dimensi
kehidupan lain) menggunakan kekuatan pikiran (Mind Game), seperti Deddy Corbuzier, Ki

Joko Bodo, dst, yang sering kita lihat di televisi. Semua itu merupakan fenomena cara
berkomunikasi yang dapat dilakukan oleh manusia di zaman sekarang.

KOMUNIKASI PERILAKU

Perilaku atau kebiasaan yang dilakukan oleh seseorang merupakan sebuah informasi
penting mengenai orang itu. Misalnya, jam berapa ia biasa meninggalkan rumah pada hari
kerja, jam berapa pulang, apa makanan kesukaannya, bagaimana model pakaiannya. serta
kebiasaan-kebiasaan lainnya yang menonjol. Dari kebanyakan cerita, sang detektif bisa
menemukan pelaku kejahatan karena mendapati puntung rokok yang biasa dihisap sang
penjahat berada di tempat kejadian perkara. Model baju yang sedang ngetrend di masyarakat
merujuk pada seorang publik figur yang memiliki kebiasaan memakai model pakaian seperti
itu. Oleh karena itu, kita pernah mengingat istilah batik Harmoko, jambul atau poni mbak
Tutut, kerudung Ineke Kus-herawati, kuncir rambut Dian Sastro, dan banyak lagi.

Iklan oli kendaraan bermotor mengklaim suatu merek sebagai oli yang paling banyak
dipakai selebritis. Hal tersebut dilakukan agar timbul rasa bangga dari para konsumennya
sehingga yang belum memakai pun ikut-ikutan memakai supaya sama seperti tokoh selebritis
pada iklan tersebut. Ingat jargon yang menyebut orang pintar pakal... Iklan tersebut
memengaruhi image yang sebelumnya menganggap produk tersebut hanya untuk kalangan
bawah dan bukan untuk kaum intelek. Oleh karena itu, pakailah produk tersebut supaya
digolongkan sebagai orang pintar. Semua itu merujuk pada kebiasaan seseorang atau
kalangan tertentu yang bisa dijadikan ciri atau informasi.

KOMUNIKASI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI

Teknologi yang terus berkembang telah membantu kita dalam berkomunikasi jarak
jauh, Sebagai contoh:

• Morse atau Telegram secara Auditory
• Radio - Telepon - Telepon Seluler secara Voice
• Fax - Telex - Pager - Telepon Celuler secara Tulisan,
• Televisi secara Audio Visual, SMS - MMS.
• Tele-Immersion atau Teleconference (Meeting jarak jauh)
• Bahasa Pemrograman, seperti Visual Basic, Cobol, Java Script, HTML, dst.

Penggunaan bahasa pemrograman yang ditulis dalam bentuk script memampukan
seseorang untuk menyusun sebuah software alias program komputer untuk melakukan
sesuatu.

KOMUNIKASI VISUAL (VISUAL COMMUNICATION)

Komunikasi ini mempergunakan mata sebagai alat penglihatan. Komunikasi visual
adalah komunikasi menggunakan bahasa visual, di mana unsur dasar bahasa visual yang
menjadi kekuatan utama dalam penyampaian pesan) adalah segala sesuatu yang dapat dilihat
dan dapat dipakai untuk menyampaikan arti, makna, atau pesan. Metodologi dalam desain
komunikasi visual merupakan sebuah proses kreatif. Berikut istilah-istilah yang berhubungan
dengan visual:

• Visual Language, yakni ilmu yang mempelajari bahasa visual. Visualisasi, yakni
kegiatan menerjemahkan atau mewujudkan informasi dalam bentuk visual

• Visualiser, yaitu orang yang pekerjaannya menangani masalah visual atau
mewujudkan suatu ide ke dalam bentuk visual dalam suatu proyek desain

• Visual Effect membuat efek-efek tipuan seolah-olah terjadi suatu keadaan atau
kejadian yang sulit dilakukan manusia. Misalnya, munculnya seekor dinosaurus atau
monster lain yang luar biasa besarnya, efek seolah-olah manusia sedang mendarat di
sebuah planet asing, dan sebagainya.

• Visual Information adalah informasi melalui penglihatan, misalnya lambaian tangan
senyuman, baju baru, mobil baru, dll.

• Visual Litteracy, yaitu kumpulan atau daftar karya visual.

PESAN MULTIINDRA

Pesan multiindra adalah pesan yang memanfaatkan lebih dari satu indra. Akhir-akhir
ini, penyampaian pesan melalui visual saja hampir dikatakan kuno. Sesuatu yang lebih baru
dan memiliki nilai tinggi adalah menjual atau memberikan suasana. Nasi goreng yang dijual
di warung tenda rasanya lebih enak daripada yang dijual di restoran bergengsi, harganya pun
lebih mahal. Hal itu karena yang dijual bukan saja rasa nasi gorengnya, tetapi suasananya.
Suasana yang dimaksud di sini menyangkut multiindra, Suasana tersebut bisa berupa unsur
visual, seperti dekorasi, tata ruang, penampilan pramusaji, dll; unsur tactual seperti kesejukan
AC atau suasana berangin di pinggir pantai; unsur Olfactoral seperti aroma bunga bungaan
atau aroma pengharum ruangan yang dipakai, hingga ke unsur auditory seperti suara musik
yang terdengar secara spesifik menyiratkan suatu selera tertentu. Kebiasaan para pengunjung
di sekitarnya, yang terdiri dari kalangan tertentu dengan tampilan atau pakaian yang seolah
membawa seseorang dalam suatu suasana yang nyaman. Hal itu merupakan harga yang harus
dibayar.

Hal-hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Penyusunan Desain
(Visual Communication)

Sekalipun ungkapan visual ditujukan untuk indra penglihatan, tetapi melalui konsep
multimedia, Anda dapat mengembangkan imajinasi dan kreativitas dengan berbagai
kemungkinan. Sebagai contoh, cetakan dengan Emboss (melibatkan sensasi raba), Kartu
ucapan/undangan dengan kertas yang memiliki aroma wewangian tertentu (melibatkan
sensasi penciuman), atau jika itu berupa CD, dapat ditambahkan pula sensasi pendengaran
(ada musiknya). Jadi, tidak hanya memanfaatkan sensasi visual, sensasi indera lain pun bisa
ikut dilibatkan untuk memberikan kesan kepada audiensi. Contoh khayalan: Kartu nama yang
memiliki chip dapat mengeluarkan Company Profile dalam bentuk Hologram. Hal itu hampir
terealisir dengan tersedianya compact disk berbentuk mini yang secara visual dapat berbentuk
kartu nama, tetapi bila dibaca melalui disk drive dapat menampilkan berbagai informasi
dalam bentuk multimedia.

Berkembangnya Desain Grafis Menjadi DKV

Pada awalnya, media desain grafis hanya terbatas pada media cetak dwi matra.
Namun, perkembangannya semakin tidak terbendung, bahkan justru merambah ke dunia
multimedia (di antaranya audio dan video). Apabila kita berpijak pada nama Desain
Komunikasi Visual, setidaknya kita memiliki tiga makna yang saling berkaitan

Desain : berkaitan dengan perancangan estetika, cita rasa, serta kreativitas

Komunikasi : ilmu yang bertujuan menyampaikan maupun sarana untuk menyampaikan
pesan.

Visual : sesuatu yang dapat dilihat.

Dari ketiga makna kata tersebut, kata komunikasilah yang menjadi tujuan pokoknya Jika saat
ini Desain Komunikasi Visual hanya terbatas sebagai ilmu yang mempelajari segala upaya
untuk menciptakan suatu rancangan alias desain yang bersifat kasat mata (visual) untuk
mengomunikasikan maksud, maka itu sebetulnya hanya terbatas pada sepotong saja dari
sebuah tujuan tatanan estetika yang lebih luas.

Pohon Ilmu DKV

Apabila dimisalkan sebagai sebuah pohon, akar utama pohon Ilmu Desain
Komunikasi Visual adalah Ilmu Seni dan Ilmu Komunikasi. Sementara itu, akar ilmu
pendukungnya adalah Ilmu Sosial dan Budaya, Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Psikologi. Cabang-
cabang dari Ilmu Desain Komunikasi Visual banyak sekali, di antaranya meliputi:

• Ilustrasi
• Fotografi
• Tipografi
• 3 Dimensi
• Multimedia
• AVI/ Elektronik Media
• Computer Graphic
• Animasi
• Periklanan
• Percetakan/Penerbitan
• Desain Identitas
• DII

Tujuan Belajar Mengolah Kreativitas dalam Komunikasi Visual

• Memahami & menganalisis prinsip-prinsip Komunikasi Visual lewat Ilmu Semiotik.
• Memanfaatkan visual sebagai alat komunikasi yang efektif serta prinsip-prinsipnya

pada beragam media (Print AD, Internet. Audio Visual, Multimedia, dst).
• Memahami suatu proses kreatif pencarian ide yang efektif
• Studi mengenai cara mengombinasikan Typography, Photography, Printing, dil,

sehingga semua aspek pendukung itu akan menghasilkan sebuah hasil (karya) yang
memilik "Power'.

Pesan visual harus kreatif (asli, tuwes, dan lancar), komunikatif, dan efektif sekaligus
indah/ estetis.

Mengenal Istilah-istilah Grafis

Seni Grafis/Graphic Arts, termasuk dalam kelompok bidang ilmu Seni Murni. Kata Grafis
berasal dari bahasa Yunani yang berarti menulis atau menggambar, Pengubahan gambar
bebas karya perupa menjadi cetakan dengan tujuan membuat perbanyakan karya dalam
jumlah tertentu (dari Diksi & Rupa - Mikke Susanto).

Grafik secara umum berarti gambar, tetapi di sisi lain juga berarti diagram (Bhs. Inggris:
chart) untuk memvisualkan data berupa angka ke dalam bentuk gambar sehingga mudah
dipahami. Grafik memiliki beberapa model seperti grafik Batang, grafik pie, area, line, dan
form/objek.

Maksud dan Tujucan Umum Mempelajari Desain Komunikasi
Visual

1. Berperan serta mempersiapkan sumber daya manusia, khususnya para junior
programmers, di abad teknologi komunikasi secara efisien agar dapat meningkatkan
citra instansi.

2. Menerapkan teknologi informasi sebagai hal penting di segala bidang agar
meningkatkan kualitas masyarakat informasi dalam era globalisasi.

3. Mengimbangi kecepatan perkembangan teknologi informasi, serta dapat memenuhi
program-program pemerintah Indonesia saat ini maupun di masa depan.

Maksud dan Tujuan Khusus

1. Mengenal konsep desain komunikasi visual sebagai dasar perancanganan multimedia
2. Mengenal desain grafis (DKV) dan bahasa rupa sebagai pengolah visual data

informasi multimedia
3. Memahami elemen desain grafis sebagai alat penyampai pesan yang efektif, efisien,

komunikatif, dan estetis dalam konteks media "Multimedia".
4. Memahami beberapa media dan tekniknya, seperti:

a. Animasi - Audio Visual (Mix Media)
b. Interaktif media dan Web yang biasa dipergunakan untuk melengkapi

Multimedia.
5. Menguasai konsep perancangan/desain Multimedia, Interaktif media dan Web atau

homepage yang biasa dipergunakan untuk melengkapi E-Media dan Multimedia.
6. Menguasai proses dan teknik dasar perancangan/desain Multimedia yang dapat

mengantisipasi perkembangan dunia kewirausahaan dan pemasaran global secara
universal

Peranan Komputer Grafis

Di dalam Desain Komunikasi Visual kita banyak mengandalkan teknologi komputer
untuk bekerja. Dengan teknologi komputer, proses pembuatan desain menjadi lebih mudah
dan cepat. Teknologi komputer memungkinkan seorang desainer yang sulit dilakukan secara
manual

Komputer grafis menyangkut bidang kerja yang amat luas, meliputi:

• Desain Grafis/Graphic Design
• Perancang Desain Tekstil/Textile Designer
• Perancangan Identitas Visual/Visual Identity
• Logo & Logotype/Corporate Identity
• Perancang Maskot/ Mascot Designer
• Animasi Komputer/Computer Animation
• Fotografi/Photography
• Mendesain Huruf/Typeface Designer
• Media komunikasi/ Media Communication
• Penyusun Letter/Typographer
• Gambar Karikatur/Caricatural
• Kartun/Cartoon
• Komik/Comic
• Desainer Halaman Web/Web Page Desainer
• Desain Kemasan/Packaging Design
• Perancangan Rambu Informasi/Sign System
• Grafis Ruangan Pameran (Desain media ruangan)/Exhibition Desain)
• Grafik Data/Diagram
• Pembuatan Peta/Cartografi
• Perancang Tata Perwajahan/Layout Desainer
• Uang, Ijazah, Perangko Security Printing
• Benda-benda Kenangan/Gimmick
• Iklan Televisi/TV Advertising Production house
• Desainer Kartu Ucapan/Greeting Card Desainer
• Media luar ruang/Outdoor Media
• Tlustrator/Illustrator
• Efek khusus pada film/Special Effect Film

• Kampanye Sosial/Social Campaign
• Perancangan Desain Sampul/Cover Design
• Bidang Grafis Periklanan/Advertising
• Pembuatan Desain Poster/Poster Design
• Teknik Presentasi Grafis/Graphic Presentation

Mengenal Komunikasi Multimedia

Secara sederhana, Komunikasi Multimedia berarti kemampuan untuk berkomunikasi
menggunakan lebih dari satu cara. Dalam keseharian, kita sudah melakukan komunikasi
dalam bentuk multimedia, baik disadari maupun tidak. Misalnya, ketika Anda mengosok
gosokkan minyak angin ke pelipis Anda sambil mengatakan kepada orang lain bahwa Anda
sedang pusing, atau ketika seorang guru sedang menerangkan suatu pelajaran dengan
mencoret-coretkan gambar di papan tulis agar murid-murid dapat memahami penjelasannya.
Pada kedua contoh tadi, Anda dan guru telah melakukan setidakn komunikasi menggunakan
gerak dan suara.

Contoh berikutnya adalah sebuah komputer yang biasa Anda gunakan untuk
membuka sebuah dokumen mampu menampilkan teks yang berkedip-kedip. Jika teks diklik
akan keluar bunyi bip sebagai reaksi dari objek tersebut. Nah, komputer yang Anda pakai itu
sudah memiliki kemampuan multimedia.

Pada awalnya, kata multimedia telah digunakan oleh institusi yang menyelenggarakan
kursus jarak jauh (sebagai contoh, Universitas Terbuka). Mereka mengirimkan bahan
pelajaran kepada peserta kursus berupa teks (buku/diktat), kaset, serta sampel-sampel
material yang mendukung penjelasan. Bahkan bila peserta kursus masih kurang paham,
mereka boleh bertanya melalui telepon. Sebagai dukungan tambahan, penyelenggara kursus
juga memuat pelajarannya melalui siaran radio maupun acara di TV. Dengan demikian,
penyelenggaraan pendidikan melalui multimedia bukanlah ide baru. Mungkin hanya
peralatannya saja yang baru. Saat ini, kita sudah menggunakan komputer untuk membawa
semua aspek yang dijelaskan sebelumnya. Contohnya, informasi berupa teks, dukungan file-
file sound yang dapat mengeluarkan suara, file animasi maupun movie untuk menunjukkan
gambar bergerak maupun rekaman video, serta komunikasi dengan e-mail maupun halaman
web lewat Internet.

Oleh karena itu, untuk memperoleh kenyamanan yang lebih baik diperlukan komputer
dengan kecepatan processor yang memadai, layar monitor beresolusi tingg dan mampu
menampilkan berjuta warna, dukungan perangkat sound, dan video playback, bahkan
perangkat yang bisa merekam (mengopi/memperbanyak) file untuk dipakai atau dibagikan
kepada orang lain.

Elemen-elemen Utama dalam Program Multimedia

Terdapat enam elemen utama yang secara umum dipergunakan dalam program
multimedia:

 Teks. Ini adalah dasar dari semua aplikasi sebagai tampilan layar yang
mempertunjukkan kata-kata yang mungkin dibuat dengan berbagai style dan bentuk
font, pengaturan warna serta pembubuhan beberapa penekanan agar memperoleh
perhatian lebih dari yang lain.

 Image. Secara umum disebut gambar (gambar vektor maupun bitmap). Melihat
gambar dari suatu objek memiliki dampak yang lebih baik bila dibandingkan dengan
hanya membaca teks saja.

 Movie. Anda dapat menyertakan presentasi yang mampu memberikan gambaran
yang lebih jelas dan riil dengan menghadirkan rekaman gambar hidup dari video.

 Animasi. Dengan bantuan animasi (gambar yang bergerak-gerak), Anda dapat
menjelaskan sesuatu secara lebih akurat jika dibandingkan dengan informasi movie
yang berjalan dan berlalu. Bantuan animasi memungkinkan dipahaminya dan diulang
ulangnya sebuah gambar dengan lebih jelas.

 Sound. Suara yang disertakan dalam sebuah presentasi digunakan pada bagian yang
strategis dari program untuk turut memberikan penekanan perhatian dalam suatu
hal.Contohnya, suara aplause (tepuk tangan), suara ombak laut, suara yang
mengejutkan,musik, dsb.

 User Control. User Control adalah kelengkapan atau fasilitas yang dipergunakan
oleh user untuk mengendalikan program. Misalnya, untuk berpindah ke halaman
berikutnya, menggulung tampilan layar, membuka menu pilihan, dsb. Ada beberapa
tingkatan dari user control saat mengakses suatu aplikasi. Misalnya, ada yang cukup
disediakan untuk berpindah antarhalaman, ada yang dapat membuka link
menggunakan halaman tain yang berisi suatu topik yang berhubungan, juga ada
pilihan yang memungkinkan user untuk memilih bagian-bagian dari isi presentasi
untuk dikopi dan sebagainya.

Keenam aspek di atas dapat dikombinasikan untuk menghasilkan aplikasi yang sempurna
Contoh-contoh secara umum yang sering kita dapati di antaranya:

 Teks statis (teks yang diam/tidak bergerak) yang di-link dengan sebuah animasi.
 Sebuah rekaman audio berbahasa asing disertai teks yang menyertai (contoh

filmberbahasa Mandarin yang disertai teks berbahasa Indonesia).
 Sebuah video klip yang akan dimainkan jika sebuah tombol diklik.

Kesimpulan

 Setelah membaca bab ini, diharapkan Anda telah mengetahui:
 Definisi Desain Komunikasi Visual serta perbedaannya dengan Desain Grafis.
 Berbagai macam cara berkomunikasi yang lazim dilakukan
 Tujuan secara umum maupun secara khusus dalam mempelajari Desain Komunikasi

Visual.
 Apa saja yang dapat kita lakukan dalam berkomunikasi secara visual.
 Maksud dari istilah Komunikasi Multimedia,

 Dengan mengetahui poin-poin di atas, Anda diharapkan siap untuk mempelajari
elemen elemen dalam Desain Komunikasi Visual.


Click to View FlipBook Version