CATATAN ANEKDOT
Tanggal : 10 November 2022
Usia / Kelas : 4 tahun / KB A Nama Guru : Ibu sulas
Nama Tempat Waktu Peristiwa/ Perilaku
Anak Halaman sekolah
Zaelani Pk. 07.30 Zaelani turun dari boncengan
Pk. 07.40
Pk. 08.00 sepeda motor ayahnya, kakinya
Pk. 08.30
menghentak-hentak ke lantai
sambil menangis dan berteriak.
Arif Tempat bermain Arif mengambil bola besar,
melempar ke ring bola,
mengambilnya, dan
melemparkannya kembali
berulangulang.
Tyas Area keaksaraan Tyas menggunting kertas
bergambar kepala, badan dan
kaki. Tyas menggunting di luar
menggunakan tiga jari.
Aisyah Ruang makan Aisyah membuka bekalnya. Ada
nasi dengan sayur kacang panjang
dan telur. Aisyah makan nasi dan
telur. Aisyah menutup kotak
bekalnya yang masih berisi sayur
kacang panjang. ditinggalkan di
kotak bekalnya.
3. Hasil karya Hasil
karya adalah buah pikir anak yang dituangkan dalam bentuk karya nyata
dapat berupa pekerjaan tangan, karya seni atau tampilan anak, misalnya:
gambar, lukisan, lipatan, hasil kolase, hasil guntingan,
tulisan/coretancoretan, hasil roncean, bangunan balok, tari, dan hasil
prakarya. Tuliskan nama dan tanggal hasil karya tersebut dibuat. Data ini
diperlukan untuk melihat perkembangan hasil karya yang dibuat anak di
waktu sebelumnya. Saat anak telah menyelesaikan karyanya, guru dapat
menanyakan tentang hasil karya tersebut. Tuliskan semua yang dikatakan
oleh anak untuk mengonfi rmasi hasil karya yang dibuatnya agar tidak salah
saat guru membuat interpretasi karya tersebut. Jika memungkinkan, setelah
anak melakukan proses dalam menghasilkan karya, berikanlah kesempatan
48
pada anak untuk menikmati karya tersebut. Ajaklah anak untuk memajang
karyanya sebagai bentuk apresiasi terhadap karya tersebut. Berbagai catatan
dan hasil karya anak disimpan dalam portofolio untuk selanjutnya dianalisis.
Hasil karya yang dianalisis dapat dipilih dari hasil karya yang terbaik
(menunjukkan tingkat perkembangan tertinggi) yang diraih anak. Hasil
karya tersebut bisa yang paling akhir atau dapat pula yang di tengah bulan.
Contoh Karya-Karya Anak
Ronce rantai buatan Ino Bangun balok karya dewi
Karya seni devita Finger painting karya tyas
49
Hasil karya anak Hasil pengamatan
* Menggunakan balok unit,
setengah unit, segitiga, dan
setengah lingkaran.
* Balok unit dibuat berbentuk
lingkaran sesuai dengan alas.
* Balok setengah unit ditumpuk
dalam 4 kolom.
* Ada segitiga pada bagian
atas bangunan vertical.
* Ada celah terbuka di antara
ujung lingkaran.
* Dua setengah lingkaran
digabung menjadi bulatan
dengan benda-benda kecil di
dalamnya.
* Menggunakan asesoris lain
seperti gelas dan cawan, meja,
dan kursi.
Karya Khanza dan Jessica “Istana Putri” *Ada atap yang bersegi
Karya keela “ rumah” Panjang yang berwarna kuning
*Dilengkapi empat jendela
berwarna orange
*Kemudian pintu satu berwarna
kuning serta bagian kanan kiri
rumah di hiasi dengan bunga
berkembang merah sepertinya
mawar katanya keela
Bagaimana cara mengolah data/informasi tentang anak?
Semua data/informasi tentang anak yang telah terkumpul di dalam portofolio
perlu diolah untuk dianalisis. Lakukan pengolahan secara berkala.Pengolahan bulanan
perlu dilakukan agar guru dapat melakukan penilaian bulanan. Hasil pengolahan
bulanan dijadikan acuan untuk melakukan penilaian semester.
Langkah-langkah dalam mengolah data.
1. Seluruh catatan skala capaian perkembangan harian disatukan berdasarkan indikator
dari KD yang sama. Walaupun dalam format ceklis (V) harian indikatornya memuat
tema dan materi, untuk dimasukkan ke dalam penilaian bulanan cukup melihat
indikator dari KD yang tercantum dalam format penilaian perkembangan umum.
Apabila dalam indikator yang sama dalam satu KD terdapat perbedaan capaian, capaian
perkembangan yang tertinggi dijadikan capaian akhir.
50
2. Semua kemampuan anak dianalisis untuk mengetahui capaian kemampuan anak,
apakah anak tersebut berada pada kemampuan BB, MB, BSH, atau BSB.
3. Untuk memudahkan menentukan kemampuan anak sebaiknya guru merujuk pada
rubrik penilaian.
4. Kumpulkan semua data anak yang diperoleh dati ceklist, catatan anekdot, dan hasil
karya untuk diolah.
Data dari catatan anekdot
Nama : Aisyah Periode : Bulan Sep-Nov
Kelas : KB A Tahun : 2022
Tanggal Peristiwa/ Perilaku KD & Indikator Capaian
3 Sep Perkembangan
Aisyah mencicipi satu sendok 2.1. Makan
makan sayur bayam, lalu makanan bergizi BB
mengembalikan sendok itu ke
mangkoknya. Ia diam,
mengamati teman-temannya
makan sayur bayam.
Guru mendekati dan meminta
Aisyah menghabiskan
sayurnya. Aisyah
menggelengkan kepala.
12 Sep Aisyah berjalan menuju ke 2.7. Sikap mau BSH
barisan paling belakang. menunggu BSH
giliran. BSH
Aisyah bersama teman
menunggu giliran untuk 2.6. Mengatur BSH
mengikuti permainan halang diri sendiri
rintang.
2 Nov Setelah guru mengijinkan 3.3-4.3. Terampil
semua anak bekerja, Aisyah menggunakan
mengambil kertas buram yang tangan kanan
sudah berpola. Ia mengambil dan kiri dalam
kertas warna kuning, merah berbagai
dan biru lalu menyobek kertas aktivitas.
warna itu dengan kedua
tangannya menjadi bagian- 3.6-4.6
bagian kecil. Ia mengambil lem Mengenal warna
dan menempel serpihan kertas
itu ke kertas buram berpola.
Contoh data dari hasil karya. Perhatikan apa yang sudah dibuat oleh anak
dengan teliti. Semakin guru mampu melihat dengan rinci maka akan lebih banyak
informasi yang didapatkan guru dari hasil karya anak tersebut. Hubungkan dengan
51
indikator pada KD, dan tuliskan capaian perkembangan kemampuan anak terhadap
karya tersebut.
Data dari catatan anekdot
Nama : Aisyah Periode : Bulan Sep-Nov
Kelas : KB A Tahun : 2022
No Hasil Karya & Pengamatan KD & Indikator Capaian
Perkembangan
1 3.6-4.6
* Mengenal nama buah “pisang” BSH
* Mengenal benda berdasarkan
ukuran (apelnya banyak, apel besar) BSH
3.8-4.8
*Mengenal lingkungan alam ada BSH
pohon, gunung, sungai dan batu
3.15-4.15
* Menampilkan hasil karya seni dalam BSB
bentuk gambar
Dsb
Kompilasi hasil penilaian data.
Semua data yang telah diolah dapat dikumpulkan ke dalam satu format sehingga
mudah untuk dibaca hasil dari capaian kemampuan anak pada tiap kompetensi dasar.
Berikut adalah contoh kompilasi data satu orang anak:
Data dari catatan anekdot
Nama : Aisyah Periode : Bulan November
Kelas : KB A Tahun : 2022
Program Kompetensi & Indikator Ceklis Catatan Hasil Capaian
Pengembangan Anekdot Karya Akhir
Nilai agama & 2.1Terbiasa Melakukan kegiatan BSH MB
moral kebersihan diri MB MB BSH BSH
3.3-4.3 Mengenal anggota tubuh BSH
Sosial dan fungsinya BSH BSH BSH
emosional 3.3-4.3 Terampil menggunakan BSH MB
kognitif tangan kanan dan kiri dalam BSH BSH BB
berbagai aktivitas BSH BSH
Bahasa 3.4-4.4 Melakukan kebiasaan MB MB
hidup bersih dan sehat BB BB BSH
Dsb.. 2.5 Berani mengemuka kan BSH MB
pendapat dan keinginan BSB
3.6 – 4.6 Mengenal benda dengan MB BSH BSH
mengelompokkan berbagai benda
di lingkungannya BSB BSB
3.7 Menyebutkan nama anggota BSH BSH
keluarga dan teman serta ciri-ciri
khusus mereka
2.14 Terbiasa ramah menyapa
siapapun
3.10 – 4.10 Menceritakan kembali
apa yang didengar dengan
kosakata yang lebih banyak
52
atau informasi tentang anak didik hanya diinformasikan dan dibicarakan dengan orang
tua anak didik yang bersangkutan atau tenaga ahli dalam rangka bimbingan selanjutnya.
Para orang tua ingin tahu tentang kondisi perkembangan anaknya tetapi juga memiliki
keterbatasan waktu, oleh karena itu saat bertemu lebih difokuskan pada hal-hal berikut:
1. Keadaan anak waktu belajar secara fi sik, sosial, dan emosional.
2. Partisipasi anak dalam mengikuti kegiatan di lembaga PAUD.
3. Kemampuan/kompetensi yang sudah dan belum dikuasai anak. 4. Hal-hal yang harus
dilakukan orang tua untuk membantu dan mengembangkan anak lebih lanjut.
C. Tugas/ Latihan
Diskusikanlah kedalam kelompok yang berjumlah 3-5 orang, untuk
mendiskusikan tentang penyusnan pedoman penilaian pembelajaran anak usia dini.
D. Evaluasi
1. Uraikan pendapat anda, pengertian assessment pembelajaran pada anak usia dini?
2. Uraikan pendapat anda, mengapa perlu dilakukan penilaian?
3. Uraikan pendapat anda, mengapa perlu dilakukan penailaian serta siapa yang
melakukan penialain terhadap anak?
4. Buatlah penysunan penilaian ceklis, cacatan anekdot dan hasil karya kemudian
buatlah komplasi data penilaian laporan semester!
53
Materi pertemuan-9
A. Tujuan Materi Perkuliahan
Mahasiswa Mampu menguasai kebutuhan sarana dan prasarana KB
B. Materi Perkuliahan
Pengelolalaan Sarana dan Prasarana di PAUD (KB) Pengelolaan sarana
prasarana PAUD mencakup aset-aset yang di miliki oleh lembaga PAUD itu sendiri
yaitu:
1. Lokasi pendirian PAUD
Dalam merencanakan pengadaan lahan untuk gedung sekolah perlu
mempertimbangkan hal berikut:
a. Membuat perencanaan tanah, luas, dan lokasi yang sesuai dengan kebutuhan.
b. Melakukan survei untuk menentukan lokasi tujuan dan perencanaan tata kota.
c. Melakukan survei intuk melihat kondisi jalan, transportasi, air, dan listrik.
d. Harga tanah.
Pemilihan lahan/tanah untuk bangunan sekolah tergantung kepada jenis
sekolah, kebutuhan peserta didik, dan tujuan yang ditentukan secara
institusional.Sebelum mendirikan sebuah PAUD, yayasan pendiri harus
berkonsultasi kepada tokoh masyarakat mengenai lokasi yang strategis untuk
mendirikan lembaga PAUD. Karena tokoh masyarakat jauh lebih mengetahui
tentang kawasan tempatnya bermukim daripada pihak lain. Hal ini di
maksudkan agar pendiri lembaga PAUD benar-benar berada di pusat kawasam
dan area perkampungan sehingga semua anak-anak di kawasan tersebut dapat
mengakses lembaga PAUD secara lebih mudah. Tetapi jika pihak yayasan dari
PAUD sudah mempunyai lokasi yang disediakan khusus, maka tidak perlu lagi
konsultasi lagi dengan tokoh masyarakat melainkan untuk meminta persetujuan
atau dukungan, terutama tetangga yang paling dekat dengan lokasi.
2. Luas Tanah dan Bentuk Ruangan
Sangat penting setiap pembangunan atau pendiri PAUD memperhatikan luas
tanah dan bentuk gedung guna membuat anak menjadi nyaman dan betah di
sekolah.
1) Luas tanah. Pada prinsipnya adalah terdapat rasionalisasi perbandingan antara
luas tanah, luas bangunan, dan daya tampung anak didik yang direkrut. Luas
tanah berkaitan dengan penyediaan lahan bermain di area terbuka, berserta
54
kelengkapan sarana prasarana, sedangkan luas bangunan berkaitan dengan
kapasitas jumlah anak didik yang akan di tampung. Pada teori ilmu
pengetahuan (agrarian), perbandingan antara luas tanah dan luas bangunan
adalah 1:3/4,. Artinya luas bangunan dalam sebidang tanah maksimal ¾ dari
luas tanah. Misalnya, jika luas tanah adalah 200, maka luas bangunan
maksimum adalah 150. Dengan demikian, masih ada sisa tanah yang kosong
50 sebagai area pertamanan. Banyak lembaga penyelenggara pendidikan
prasekolah menggunakan ukuran 105 cm² per anak sebagai ukuran luas
minimum dalam aturan pemberian izin pendirian sekolah. Ukuran 105 cm² per
anak dianggap cukup untuk anak-anak usia 2-3 tahun (usia play group).
Sementara itu, bagi anak usia 4-6 tahun dipersyaratkan untuk memiliki tempat
aktivitas tambahan. Untuk anak usia 4-6 tahun ukuran 120-180 cm² per anak
akan lebih mencukupi. Namun, ada pula pakar yang menganggap cukup
ukuran 105 cm² digunakan di TK, selama ruangan tersebut terpisah dari bak
cuci tangan, loker, dan lemari cabinet.
a. Bentuk bangunan. Kebanyakan yang sering di lihat bentuk bangunan PAUD
itu cenderung hampir sama dengan bentuk bangunan lain, seperti rumah,
toko dan sebagainya, cuma yang membedakan adalah warna cet dan
gambar-gambar yang terpampang di tembok-tembok saja. Bentuk gedung
PAUD sebenarnya tidak harus kotak. Tetapi bisa berupa lingkaran, dan
persegi panjang. Bangunan sekolah adalah semua ruangan yang didirikan di
atas lahan yang digunakan untuk kepentingan pendidikan. Bangunan
sekolah meliputi ruang kegiatan belajar/kelas, kantor, perpustakaan, ruang
laboratorium, usaha kesehatan sekolah, kantin, gudang, dan kamar mandi.
Sekolah merupakan lembaga tempat untuk mendidik, melatih, dan
mengembangkan potensi peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan
bangunan yang memadai sehingga dapat menumbuhkan dan meningkatkah
kreativitas dan produktivitas, serta dapat menumbuhkan rasa bangga dan
betah bersekolah. Bangunan sekolah yang ideal adalah dengan memenuhi
kriteria berikut :
Memenuhi kcbutuhan dan syarat pedagogis, artinya:
b. Ukuran dan bentuk setiap ruangan disesuajkan dengan kabutuhan;
c. Datangnya atau masuknya sinar matahari harus dari sebelah kiri;
55
d. Tinggi rendahnya tembok, letak kusen dan jendela disesuaikan dengan
kondisi anak;
e. Penggunaan warna yang cocok.
2) Aman, artinya material dan kontruksi bangunan benar-benar dapat
dipertanggungjawabkan, baik kekuatan/kekokohan bangunan itu sendiri
maupun pengaruh dari lingkungannya, seperti pengaruh erosi, angin, getaran,
pohon yang berbahaya, dan sebagainya.
3) Menurut syarat kesehatan, sinar matahari cukup bagi setiap ruangan,
memungkinkan adanya pergantian udara yang segar. Ruangan kelas yang
tampil menghadap ke arah datangnya cahaya dan udara akan lebih nyaman dan
terasa terang dengan cahaya yang masuk ke ruangan tersebut serta udara segar
yang membuat anak dapat bernapas lega dan bebas.
4) Menyenangkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan pendidikan dan tak saling
mengganggu.
5) Dapat memungkinkan untuk memperluas tanpa memakan biaya lagi yang
besar.
6) Fleksibel, artinya melihat kebutuhan hari depannya dan pula dapat dirubah-
rubah setiap saat diperlukan
7) Memenuhi syarat keindahan.
8) Ekonomis, artinya: luas setiap ruangan tepat dengan kebutuhan; setiap ruangan
dapat dipergunakan untuk berbagai usaha; dari luas tanah yang ada biasanya
50% dipergunakan untuk bangunan bagi kegiatan di dalam dan 50%
merupakan halaman dan kebun untuk melakukan kegiatan di luar.
3. Perencanaan Perlengkapan PAUD
Adapun prosedur perencanaan perlengkapan pada PAUD dilakukan oleh
pengelola bersama guru- guru, tugas guru melaporkan kepada pengelola tentang
sarana pembelajaran yang dibutuhkan kemudian pengelola mempertimbangkan
dengan keuangan sekolah, melalui kebutuhan sarana pembelajaran yang dilaporkan
maka pihak sekolah melakukan perencanaan tentang sarana yang akan diadakan
tentunya disesuaikan dengan keuangan sekolah. Perencanaan ini dilakukan secara
terus menerus selama kegiatan sekolah berlangsung, perencanaan ini biasanya
dilakukan setiap akhir tahun ajaran. dalam perencanaan ini harus ada kerjasama
yang baik antara kepala sekolah, guru, tata usaha (TU) sehingga mudah dalam
merencanakan apa yang hendak menjadi bahan atau perlengkapan yang sekolah
56
butuhkan. Perencanaan sarana prasarana ini tidak boleh dekat waktunya dengan
penggunaan alat tersebut, karena prosedur pengajuan anggaran itu tidak dapat
dilakukan sewaktu-waktu oleh karena itu perencanaan harus disesuaikan dengan
waktu yang telah ditentukan. Kompri (2015:19) perencanaan yang terpenting
adalah pembuatan keputusan yang merupakan proses mempersiapkan segala
sesuatu yang diperlukan dalam pembuatan perencanaan untuk perubahan menuju
pada tujuan yang telah ditetapkan. Dalam setiap perencanaan yang dilakukan harus
ada kesepakatan dan kerjasama antar kepala PAUD dan guru, sehingga
perencanaan yang dilakukan ini bisa berjalan dengan lancar, perencanaan ini
merupakan kegiatan yang dilakukan diakhir tahun ajaran, untuk mempersiapkan
apa-apa saja yang akan diperlukan, baik memperbaiki segala meja kursi dan lain-
lainnya.
4. Pengadaan Perlengkapan PAUD
Melalui hasil perencanaan yang matang pengadaan perlengkapan ditetapkan
oleh pengelola dan guru-guru. Setelah ada daftar kebutuhan perlengkapan
pengelola belanja sesuai kebutuhan yang disepakati bersama. Pengadaan sarana
prasarana yang dilakukan disekolah adalah dengan cara membeli menyiapkan
segala buku tunjangan pedoman guru untuk mengajar dan mempersiapkan
kurikulum pembelajaran bagi guru, pengadaan ini dilakukan oleh kepala PAUD
sendiri. Mustari (2014:120) pengadaan sarana prasarana sekolah melalui sistem
perencanaan dan pengadaan yang hati- hati dan seksama, sehingga sekolah
memiliki sarana prasarana sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan menurut Arikunto
(1993: 82) bahwa pengadaan alat pelajaran.tidak semudah pengadaan meja kursi
yang hanya mempertimbangkan selera dan dana yang tersedia, untuk proses
pengadaan alat pelajaran diperlukan pertimbangan yang lebih banyak, dan
semuanya bersifat eduktif.
5. Inventarisasi Sarana dan Prasarana PAUD
Adapun inventarisasi yang dilakukan pada PAUD adalah mencatat dan
mendaftar barangbarang milik sekolah kedalam suatu daftar inventaris barang
sacara tertib dan teratur. Kegunaan pencatatan barang-barang tersebut yakni bahwa
pemeliharaan adalah kegiatan merawat, memelihara dan menyimpan barang-
barang sesuai dengan jenis barangnya, sehingga tetap awet dan tahan lama,dalam
melakukan pemeliharaan ini adalah semua warga sekolah terlibat baik terhadap
57
barang bergerak maupun barang yang tidak bergerak, dalam pemeliharaan ini ada
juga orang-orang yang dikhususkan untuk melakukannya, sehingga bisa
meningkatkan kinrja sekolah terhadap perawatan barang. Mustari (2014:121)
perawatan sarana prasarana dapat berjalan dengan baik, sehingga bisa
meningkatkan kinerja sekolah, memperpanjang usia pakai, menurunkan biaya
perbaikan dan menetapkan biaya efektif perawatan sarana prasarana.
6. Pemanfaatan Sarana Prasarana PAUD
Pemanfatan sarana prasarana di PAUD adalah pemanfaatan segala jenis barang
yang ada dilingkungan sekolah. Pemanfaatan sarana prasarana PAUD seperti
pemanfaat barang yang ada untuk dijadikan bahan ajaran sesuai dengan materi
yang disampaikan oleh guru, yang melaksanakannya adalah guru, kepala PAUD
hanya menyediakan sarana- prasarana penunjang bagi guru. Pemanfaatan sarana
prasarana ini, seperti barang yang bergerak maupun barang yang tidak bergerak
seperti didalam ruangan atau diluar ruangan, sudah sesuai dengan perkembangan
anak, kenapa dikatakan sudah sesuai dengan perkembagan anak, misalnya alat
belajar, alat bermain semua sesuai dengan tujuan yang dicapai, serta kesesuaian
antar media yang digunakan sudah sangat baik. Arikunto (1993:87) penggunaan
alat pelajaran untuk semua kelas dapat dilakukan dengan membawa alat ke kelas
yang membutuhkan secara bergantian atau murid yang akan menggunakan
mendatangi ruang khusus. Penggunaan manajemen sarana prasarana, seperti
pemanfaat barang yang ada untuk dijadikan bahan ajaran sesuai dengan materi
yang disampaikan oleh guru, yang melaksanakannya adalah guru, kepala TK hanya
menyediakan sarana-prasarana penunjang bagi guru.
7. Pemeliharaan Sarana Prasarana PAUD
Pemeliharaan sarana dan prasarana dilakukan oleh pengelola PAUD, guru dan
siswa, seperti kebersihan sekolah, perawatan cat gedung, pagar, penataan taman
serta alat permainan setelah digunakan maka guru mengajak anak-anak untuk
bersama-sama menyimpan atau membereskan mainan ketempat semula agar bisa
digunakan jangka panjang. Pemeliharaan dilakukan setiap hari melakukan
pemeliharaan semua warga sekolah terlibat dalam pemeliharaan barang bergerak
maupun barang yang tidak bergerak, namun dalam setiap pemeliharaan ini ada
orang-orang yang dikhususkan untuk melakukan pemeliharaan. Berdasarkan
pendapat tersebut dapat disimpulan bahwa pemeliharaan adalah kegiatan merawat,
58
memelihara dan menyimpan barang- barang sesuai dengan jenis barangnya,
sehingga tetap awet dan tahan lama,dalam melakukan pemeliharaan ini adalah
semua warga sekolah terlibat baik terhadap barang bergerak maupun barang yang
tidak bergerak, dalam pemeliharaan ini ada juga orang-orang yang dikhususkan
untuk melakukannya, sehingga bisa meningkatkan kinrja sekolah terhadap
perawatan barang. Mustari (2014:121) perawatan sarana prasarana dapat berjalan
dengan baik, sehingga bisa meningkatkan kinerja sekolah, memperpanjang usia
pakai, menurunkan biaya perbaikan dan menetapkan biaya efektif perawatan
sarana prasarana.
Persyaratan Sarana dan Prasarana PAUD (Kelompok Bermain)
1. Memiliki jumlah ruang dan luas lahan disesuikan dengan jumlah anak, luas
minimal 3 m2 per-anak,
2. Memiliki ruang dan fasilitas untuk melakukan aktivitas anak di dalam dan di luar
dapat mengembangkan tingkat pencapaian perkembangan anak.
3. Memiliki fasilitas cuci tangan dan kamar mandi/jamban yang mudah dijangkau
oleh anak yang mudah bagi guru dalam melakukan pengawasan dan.
4. Memiliki tempat sampah yang tertutup dan tidak tercemar.
Prinsip Prasarana PAUD
Selain memperhatikan tingkat kebutuhannya, pengadaan sarana prasarana
pendidikan khususnya di PAUD, sebaiknya juga harus memperhatikan prinsip-
prinsip sarana prasarana yang ada di PAUD. Adanya prinsip ini dimaksudkan agar
dapat meminimalisir terjadinya malpraktik pada penggunaan sarana prasarana di
PAUD. Hal ini dikarenakan pada anak usia anak-anak sangat rentan terhadap
berbagai hal yang mungkin terjadi serta anak belum dapat menguasai dirinya serta
lingkungannya sendiri. Menurut Permendikbud No. 137 Tahun 2014 mengenai
Standar Pendidikan Anak Usia Dini(PAUD), terdapat 3 prinsip sarana prasarana di
PAUD, yakni meliputi:
a. Aman, nyaman, terang, dan memenuhi kriteria kesehatan bagi anak.
b. Sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
c. Memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar,
termasuk barang limbah atau bekas layak pakai. Adapun persyaratan dalam
59
pengadaan sarana prasarana PAUD pada jalur Pendidikan Formal dan non
formal meliputi:
1) Memiliki luas lahan minimal 300 m2 (untuk bangunan dan halaman),
2) Memiliki ruang kegiatan anak yang aman dan sehat dengan rasio minimal 3
m2 peranak dan tersedia fasilitas cuci tangan dengan air bersih
3) Memiliki ruang guru,
4) Memiliki ruang kepala,
5) Memiliki ruang tempat UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) dengan
kelengkapan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan),
6) Memiliki jamban dengan air bersih yang mudah dijangkau oleh anak dengan
pengawasan guru,
7) Memiliki ruang lainnya yang relevan dengan kebutuhan kegiatan anak,
8) Memiliki alat permainan edukatif yang aman dan sehat bagi anak yang sesuai
dengan SNI (Standar Nasional Indonesia),
9) Memiliki fasilitas bermain di dalam maupun di luar ruangan yang aman dan
sehat;
10) dan memiliki tempat sampah yang tertutup dan tidak tercemar, dikelola
setiap hari.
C. Tugas/ Latihan
Diskusikanlah kedalam kelompok yang berjumlah 3-5 orang, untuk
mendiskusikan tentang kebutuhan dan saranan dan prasaranan KB
D. Evaluasi
1. Sebutkan dan jelasakan standar saranan dan prasarana yang harus dimiliki oleh
KB?
2. dalam memenuhi bangunan sekolah yang ideal perlu adanya standar minimal
dalam memenuhi kriteria, sebutkan dan jelaskan menurut pendapat anda!
3. Ada beberapa persyaratan dalam pengadaan sarana prasarana PAUD pada jalur
Pendidikan Formal dan non formal, sebutkan dan jelaskan!
60
Materi pertemuan-10
A. Tujuan Materi Perkuliahan
Mahasiswa Mampu menjelaskan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan
Kelompok Bermain
B. Materi Perkuliahan
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah
menetapkan standar kualifikasi tenaga pendidik anak usia dini melalui Peraturan
Menteri Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standard Nasional PAUD. Peraturan ini
bertujuan untuk mencapai hasil maksimal dalam mencapai tumbuh kembang optimal
anak usia dini di Indonesia. Namun pada kenyataan nya dinamika serta polemik terkait
realisasi dari peraturan tersebut utamanya menyangkut kualifikasi tenaga pendidik
pada beberapa lembaga anak usia dini masih menjadi kendala utama dalam dunia
pendidikan anak usia dini (Arifin, 2019). Standar pendidik dan tenaga kependidikan
adalah kriteria tentang kualifikasi akademik dan kompetensi yang dipersyaratkan bagi
pendidik dan tenaga kependidikan PAUD. Tenaga pendidik PAUD, meliputi: guru
PAUD, guru pendamping dan/atau guru pendamping muda. Adapun tenaga
kependidikan ialah tenaga yang bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan,
pengembangan, pengawasan dan pelaksanaan teknis proses pendidikan anak usia dini.
Terkait hal tersebut, antara Permendikbud No. 137 Tahun 2014 dan Permendiknas No.
58 Tahun 2009 mempunyai persamaan, di antaranya:
1. Untuk menjadi guru PAUD harus memiliki ijazah Diploma empat (D-IV) atau
Sarjana (S1) dalam bidang pendidikan anak usia dini yang diperoleh dari program
studi terakreditasi, atau sarjana kependidikan lain yang relevan (psikologi) dan
memiliki sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG). Selain itu, guru PAUD harus
memeliki empat kompetensi dasar, yaitu kompetensi pedagogi, kepribadian, sosial
dan profesional.
2. Untuk guru pendamping harus memiliki ijazah D-II PGTK dari program studi
terakreditasi atau minimal lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), tetapi telah
memiliki sertifikat pelatihan/ pendidikan/ kursus PAUD. Di samping itu,
mempunyai empat kompetensi, yakni kompetensi pedagogi, kepribadian, sosial,
dan profesional.
3. Untuk guru pendamping muda harus memiliki ijazah Sekolah Menengah Atas
(SMA) serta memiliki sertifikat pelatihan/pendidikan/kursus PAUD jenjang
61
pengasuh PAUD dari lembaga yang berkompeten atau diakui oleh pemerintah.
Selain itu, diwajibkan memiliki kompetensi dasar pengasuhan, keterampilan
melaksanakan pengasuhan, bersikap dan berperilaku (Fadlillah, 2016).
Kompetensi tutor/pendidik PAUD dalam merancang model pembelajaran yang
inovatif berbasis kearifan budaya local dapat dideskripsikan sebagai berikut:
a. Pendidik sudah menentukan tema pembelajaran yang sesuai potensi lokal;
b. Tema-tema yang dipilih sudah berbasis kearifan budaya lokal;
c. Adanya kesesuaian antara indikator dengan materi pembelajaran;
d. Adanya kesesuaian antara tema dengan kegiatan pembelajaran;
e. Adanya keterpaduan antara materi pembelajaran dengan kegiatan pembelajaran
yang dilakukan anak;
f. Media pembelajaran (APE) sudah memanfaatkan potensi budaya local
(Munawar, Prasetyo, & Pusari, 2013).
Tenaga Kependidikan terdiri atas Pengawas TK/RA/BA, Penilik KB/
TPA/SPS, Kepala PAUD (TK/RA//BA/KB/TPA/SPS), Tenaga Administrasi,
dan tenaga penunjang lainnya. Pendidik dan Tenaga Kependidikan anak usia
dini memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi yang dipersyaratkan, sehat
jasmani, rohani/mental, dan sosial. Kualifikasi Akademik Guru PAUD terdiri
dari 1) memiliki ijazah Diploma empat (D-IV) atau Sarjana (S1) dalam bidang
pendidikan anak usia dini yang diperoleh dari program studi terakreditasi, atau
2) memiliki ijazah diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1) kependidikan lain
yang relevan atau psikologi yang diperoleh dari program studi terakreditasi dan
memiliki sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG) PAUD dari perguruan
tinggi yang terakreditasi. Sedangkan kualifikasi Akademik Guru Pendamping
terdiri dari 1) memiliki ijazah D-II PGTK dari Program Studi terakreditasi, atau
2) memiliki ijazah minimal Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat dan
memiliki sertifikat pelatihan/pendidikan/kursus PAUD jenjang guru
pendamping dari lembaga yang kompeten dan diakui pemerintah. Kualifikasi
Akademik Guru Pendamping Muda adalah Memiliki ijazah Sekolah Menengah
Atas (SMA) atau sederajat, dan memiliki sertifikat pelatihan/pendidikan/kursus
PAUD jenjang pengasuh dari lembaga yang kompeten dan diakui pemerintah
(Kismianti, 2017).
62
Proses Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Proses manajemen yang dilaksanakan setidaknya harus dilakukan sedini
mungkin seperti awal dari perekrutan seorang pendidik. Memilih seorang
pendidik untuk dipekerjakan dilembaga pendidikan harus sesuai kebutuhan dari
lembaga tersebut. Selain itu, mempersiapkan perangkat dalam melakukan perekrutan
sehingga dalam proses pelaksanaannya memilih orang yang mampu dalam
melaksanakan tanggung jawab yang diberikan. Selain itu, pendidik yang telah direkrut
harus dipekerjakan berdasarkan kemampuan dan kualifikasi yang dimiliki oleh
pendidik sehingga pendidik berkompeten dalam melaksanakan tugas.Adanya
evaluasi berupa penilaian kinerja juga harus dilakukan sehingga kualitas
pendidikan akan terjaga. Pemberian berupa penghargaan kepada pendidik yang
berprestasi juga bagian dari manajemen pendidik. Tidak kalah penting,
memperkenalkan guru yang dimiliki kepada masyarakat juga salah satu hal yang harus
diperhatikan oleh lembaga Pendidikan (Mesiono, 2017). Perencanaan dalam proses
perekrutan pendidik juga harus diperhatikan sehingga menghasilkan kualitas pendidik
yang mampu memuaskan harapan yang diinginkan lembaga pendidikan. Perencanaan
mempunyai peranan yang paling penting dalam sebuah keberhasilan Pendidikan
(Mukhlisoh, 2018).
Langkah yang harus diperhatikan dalam melakukan pembinaan dan
pengembangan yang diberikan kepada pendidik adalah memberikan kesempatan
kepada pendidik untuk terus melakukan pengembangan diri seperti, mengikuti
kegiatan pelatihan, simposium, lokakarya, dan seminar. Hal ini merupakan bagian dari
pembinaan yang diberikan kepada pendidik oleh lembaga pendidikan. Pengembangan
diri juga harus dilakukan oleh pendidik secara mandiri, sepertimenggunakan
teknologi, membaca buku dan artikel untuk menambah wawasan yang dimilikinya.
Pengembangan diri juga harus dilakukan secara formal dan berkepanjangan dan
melakukan kegiatan dan memberikan kesempatan bagi tenaga didik agar mampu
bertanggung jawab atas kesempatan yang telah diberikan dan mempunyai jiwa
yang amanah dalam jabatan yang diambil (Rahayu, 2015). Pembinaan juga biasanya
dilakukan oleh direktorat yang memberikan pelayanan pembinaan berupa
profesi, sertifikasi, kompetensi, perlindungan kesejahteraan, dan melakukan
peningkatan kualifikasi pendidikan(Abdoellah, 2017). Manajemen pendidik juga
harus menekankan sanksi apabila pendidik melakukan sebuah kesalahan yang sangat
63
besar. Sanksi dapat diberikan berupa pemberhentian kepada pendidik sehingga tidak
lagi melaksanakan tugas yang telah diberikan. Pemberhentian dapat diberikan
berupa sementara maupun selamanya. Akan tetapi, dalam prosesnya sebuah
lembaga harus memperhatikan aspek-aspek yang harus diperhitungkan, seperttI:
kinerja, permintaan bersangkutan, mencapai usia maksimal mendidik, adanya
penyederhanaan organisasi, pelanggaran pidana, tidak bertanggung jawab,
meninggal dunia dan kurangnya jasmani dan rohani dalam melaksanakan tugas
(Mesiono, 2017).
Prinsip-Prinsip Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Prinsip dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang paling penting adalah
kualifikasi dari pendidik itu sendiri. Pendidik yang mempunyai tugas administrasi,
pengembangan, pengelolaan, pengawasan,serta memberikan pelayanan teknis dalam
menunjang kegiatan Pendidikan di Lembaga PAUD. Hakikatnyam tenaga
kependidikan yang juga sebagai pengawas, kepala sekolah, pengelola, administrasi,
dan petugas kebersihan. Sedangkan, jalur formal terdiri dari kepala sekolah, tenaga
administrasi, petugas kebersihan sekolah. Pendidikan non formal juga terdiri dari
penilik, administrasi, pengelola, dan petiugas kebersihan sekolah (Mulyasa, 2012).
Azalinya, prinsip dari manajemen pendidik merupakan manajemen
sumber daya manusia apabilai berhubungan dengan pendidikan. Prinsip ini
berkaitan dengan proses pemanfaatan SDM yang ada dalam lembaga pendidikan baik
itu, kepala sekolah, guru, dan yang lain dilakukan secara efektif dan efisien agar
mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan melalui sumber daya manusia
(Munastiwi, 2019). Menurut Mukminin dalam Erniada beberapa prinsipdasar
manajemen personalia (SDM) di satuan pendidikan. Pertama, sumber daya manusia
sebagai komponen yang paling penting. Kedua, adanya pengelolaan yang baik
kepada sumber daya manusia. Ketiga, harus ada kultur dan suasana organisasi di
lembaga Pendidikan yang memperhatikan sikap manajerial. Keempat, melakukan
manajemen personalia agar antara satu dengan yang lain mampu bekerja secara tim dan
mendukung. Kelima,kompetensi dari para anggota dan upaya pengembangan
kompetensi harus menjadi prioritas paling utama.
64
C. Tugas/ Latihan
Diskusikanlah kedalam kelompok yang berjumlah 3-5 orang, untuk mendiskusikan
tentang kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan Kelompok Bermain?
E. Evaluasi
1. Sebutkan dan jelaskan, kriteria tentang kualifikasi akademik dan kompetensi yang
dipersyaratkan bagi pendidik dan tenaga kependidikan PAUD?
2. Uraikan pendapat anda, upaya apa yang harus dilakukan dalam meningkatkan mutu
kualitas SDM bagi pendidik dan tenaga kependidikan dalam pengembangan diri?
65
Materi pertemuan-11-12
A. Tujuan Materi Perkuliahan
Mahasiswa Mampu menguraikan managemen kelembagaan KB
B. Materi Perkuliahan
Manajemen Program Kelompok Bermain (KB)
Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan untuk menambah ilmu
pengetahuan dan turut mencerdaskan kehidupan bangsa. Diperlukan pengelolaan
lembaga pendidikan yang profesional dan amanah untuk mencapai hasil yang
diharapkan. Manajemen KB yang didalamnya terdapat fungsi-fungsi manajemen yakni
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Pada manajemen KB
memiliki alur yang harus digunakan agar nantinya pengelolaan tugas dapat dijalankan
secara optimal. Adapun penjelasannya sebagai berikut:
1. Perencanaan
Perencanaan merupakan proses sistematis dalam pengambilan keputusan tentang
tindakan apa yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan. Hal ini sesuai dengan
yang dikemukakan oleh Joel G. Seigel dan Jae Shin yang mendefinisaikan bahwa
perencanaan merupakan pemilihan tujuan jangka panjang serta merencanakan
taktik dan strategi untuk tujuan tersebut. (Irham Fahmi, 2011: 11). Perencanaan
yang disusun sesuai dengan visi dan misi KB. Perencanaan yang disusun yaitu
perencanaan kegiatan bermain harian dan mingguan, perencanaan tahunan dan
semester serta perencanaan jenis permainan. Perencanaan yang disusun juga untuk
kegiatan bakti sosial, praktik kerja lapangan, parenting, kajian jelang ramadhan,
dan family day tergantung dari pada yang ingin dijadikan program semester atau
yang menjadi program khas dari kelompo bermain yang kita miliki. Perencanaan
ini dimaksudkan untuk mendekatkan orang tua dengan anak dan masyarakat
sekitar. Perencanaan jangka pendek maupun jangka panjang untuk mencapai visi
KB BIAS misalanya yaitu mencetak anak sholeh yang sehat, cerdas, dermawan
dengan bekal ilmu dan imtak.
2. Pengorganisasian
Pengorganisasian merupakan fungsi manajemen yang mengelola pembagian peran
dan tugas agar manajemen berjalan sesuai dengan alur tahapan dan tujuannya.
Pengorganisasian yang dibutuhkan penguatan nilai dan implementasi kinerja
masing-masing bagian dalam struktur. Seperti yang dikemukakan oleh
66
Longenecker dikutip dari Sudjana (1992: 77) bahwa pengorganisasian sebagai
aktivitas menentukan hubungan antara manusia dan dan kegiatan yang dilakukan
untuk mencapai tujuan. Pengorganisasian pada KB biasanya disusun dengan
pembagian tugas oleh kepala sekolah yang terdiri dari staff ahli, tenaga ahli,
pendidik, pendamping. Pengorganisasian pada sebagai upaya untuk membagi
peran dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
3. Pelaksanaan
Menggerakkan komponen dalam organisasi sebagai implementasi dari
perencanaan dan pengorganisasian terdapat pada pelaksanaan. Sebagaimana yang
telah disampaikan oleh Siagian (1996: 127) Pelaksanaan merupakan keseluruhan
usaha, tekhnik dan metode yang dirancang untuk mendorong para anggota
organisasi agar mau ikhlas bekerja sebaik mungkin demi tercapainya tujuan
bersama organisasi secara efektif, efisien dan ekonomis. Pada pelaksanaan
kegiatan KB misalnta saya ambil contoh KB BIAS memiliki kegiatan harian
dengan konsep full day school. Pelaksanaan diawali dengan penyambutan siswa
dengan privat mengaji huruf hijaiyah dan hafalan surat juz amma. Mengaji klasikal,
toilet training, minum susu dan sarapan dengan bekal yang dibawa dari rumah.
Ikrar dan pembukaan materi reguler. Kegiatan berlanjut ke permainan, wudhlu
ganti baju dan sholat. Selanjutnya makan siang dan tidur siang. Kegiatan
pelaksanaan terakhir yakni mandi dan persiapan pulang. Pelaksanaan manajemen
pada bias menggabungkan nilai-nilai islami yang bersumber kepada kerisalahan
Nabi Muhammad SAW dan berlandaskan kepada Al Quran dan As-sunnah.
Pelaksanaan pada BIAS mempersiapkan anak untuk menjadi anak sholih dengan
bekal ilmu dan imtaq.
4. Pengawasan
Pengawasan merupakan kegiatan monitoring dan evaluasi kinerja dari program
yang akan dilaksanakan. Sebagaimana di sampaikan oleh Terry bahwa pengawasan
dapat diartikan sebagai proses penentuan apa yang harus dicapai yaitu standar apa
yang dilakukan yaitu pelaksanaan, menilai pelaksanaan dan apabila perlu
dilakukan perbaikan perbaikan, sehingga pelaksanaan sesuai dengan perencanaan
yaitu selaras dengan standar (Irfan Fahmi, 2011: 85). Pada program KB
pengawasan dilakukan dengan membuat laporan tentang kinerja dari masing-
masing bidang tentang apa yang sudah dilaksanakan, permasalahanya dan
bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
67
Misal bidang SDM melakukan briefing pagi yang dipimpin oleh ustadzah/ guru
yang piket. Namun terjadi permasalahan terkadang briefing dimulai agak siang
karena pemimpin briefing tidak segera untuk memulainya. Selanjutnya, kegiatan
yang dilakukan dikemudian hari adalah agar kegiatan briefing dapat dijalankan
sesuai jadwal dan tepat waktu. Pengawasan ini merupakan bagan dari upaya
pemecahan permasalahan secara langsung dengan menggunakan pendidikan
sebagai solusinya. Program ini menjadikan pengawasan untuk mengukur seberapa
jauh pencapaian playgroup dan hal apa yang perlu diperbaiki. Sehingga visi dan
misi lembaga yang tertuang pada perencanaan dapat diawasi perkembangannya.
D. Tugas/ Latihan
Diskusikanlah kedalam kelompok yang berjumlah 3-5 orang, untuk mendiskusikan
tentang majemen kelembagaan Kelompok Bermain?
F. Evaluasi
1. Dalam menajemen kelembagaan KB memiliki alur yang harus digunakan agar
nantinya pengelolaan tugas dapat dijalankan secara optimal. Sebutkan dan
jelaskan!
2. Dalam menajemen kelembagaan KB, perlu adanya pengasawan untuk
memonitoring jalanya program kegiatan yang dirancang dalam suatu kelambagaan.
Sebutkab indicator standar pengawasan tersebut.
68
DAFTAR PUSTAKA
Abdoellah. (2017). Mewujudkan Guru Dan Tenaga Kepemdidikan PAUD Dan Dikmas
Yang Mulia, Profesional, Dan Sejahtera Untuk Membentuk Insan Indonesia Yang
Berkarakter Di Ra Al Muna Kota Semarang. jurnal Ilmiah VISI PGTK PAUD Dan
Dikmas, Volume 12, Nomor 1
Anhusadar,L, O. Islamiyah. 2019. Kualifikasi Pendidik PAUD Sesuai Permendikbud Nomor
137 Tahun 2014. Journal on Early Childhood Education Research (JOECHER), 1(2),
2019, Pages 55-61 DOI : 10.37985/joecher.v1i2.8
Arifin, B. (2019). Dinamika Guru / Pendidikan PAUD di Surabaya. MOTORIC, 2(1), 1–9.
https://doi.org/10.31090/paudmotoric.v2i1.686
Beaty, Janice J. 2010. Observing Development of The Young Child. New Jersey: Pearson
Education, Inc.
Claudia, Loa Jenkins. 2008. A Practical Guide to Early Childhood Curriculum Eight Edition.
New Jersey, Pearson Education, Inc.
Dodge,Diane Trister, Laura J Colker, Cate Heroman. 2002. Creative Curriculum For Preschool
Fourth Edition, Washington DC : Cengage Learning. Eliason,
Fadlillah, M. (2016). Komparasi Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014 dengan Permendiknas
Nomor 58 Tahun 2009 dalam Pembelajaran PAUD. Jurnal INDRIA (Jurnal Ilmiah
Pendidikan Prasekolah Dan Sekolah Awal), 1(1), 42–53.
https://doi.org/10.24269/jin.v1n1.2016.pp42-53
Fahmi, Irfan. (2011). Analisis Kinerja Keuangan. Bandung: Alfabeta
Khaironi Mulianah. 2018. Perkembangan Anak Usia Dini. Jurnal Golden Age
Hamzanwadi University Vol. 3 No. 1, Juni , Hal. 1-12 E-ISSN : 2549-7367
Kismianti, P. (2017). Standar Pengelolaan Pendidikan Tk Berdasarkan Permendikbud Nomor
137 Tahun 2014
Kompri. 2014. Manajemen Sekolah:Teori dan Praktik(Bandung: Alfabeta) Mustari Mohamad.
2015. Manajemen Pendidikan (Jakarta: Rajawali Pers).
Kurniawan Didik. 2013. Manajemen Program Kelompok Bermain (Kb) Pada Sekolah Bina
Anak Sholeh (Bias) Yogyakarta. Diklus, Edisi XVII, Nomor 01, September
Mesiono. (2017). Manajemen Pendidikan Raudhatul Athfal Pengantar Teori dan Praktik.
Depok:Prenadamedia.
Morisson S George. (2012). DasarDasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT Indeks.
Mukhlisoh. (2018). Manajemen Pendidik danTenaga Kependidikan di Madrasah Tsanawiyah
Sunan Kalijaga Siwuluh, dalam jurnal Kependidikan, Volume 6, Nomor 2.
Mulyasa, H. E. (2012). Manajemen PAUD. Bandung:PT Remaja Rosdakarya
69
Munastiwi, E. (2019). Manajemen Lembaga PAUD Untuk Pengelola Pemula.Yogyakarta:
Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini.
Munawar, M., Prasetyo, A., & Pusari, R. W. (2013). Pengembangan model pembelajaran
inovatif melalui pendekatan in house training berbasis kearifan budaya lokal.
PAUDIA, 2(1), 1–13.
Nurhasanah, Windi Miranti, & Retno Wulandari. (2022). Pengelolaan Keuangan Lembaga
Kelompok Bermain KB AMALIA. JIMR : Journal Of International Multidisciplinary
Research,1(01 Juni), 58–67. Diambil dari
https://azramediaindonesia.azramediaindonesia.com/index.php/JIMR/article/view/20
8
Patiung Dahlia, Ismawati, Herawati & Ramadani Suci. 2019. Deteksi Dini Pencapaian
Perkembangan Anak Usia 3-4 Tahun Berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Anak
Usia Dini. Indonesian Journal Of Early Childhood Education Volume 2, Nomor 1,
Juni
Putra Novriandii M.F. 2015. Buku Penilaian Pembelajaran. Diterbitkan oleh: Direktorat
Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia
Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Rachmawati, Yeni Dan Kurniati Euis. (2010). Strategi Pengembangan Kreativitas Pada Anak
Usia Taman Kanak-Kanak. Jakarta. Kencana
Rahayu, R. I. (2015) Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sekolah Dasar
Harapan Nusantara Denpasar-Bali, artikel Universitas Gresik.
Rahman Ulfiani. 2009. Karakteristik Perkembangan Anak Usia Dini. Lentera Pendidikan, Vol.
12 No. 1 Juni : 46-57
Rizqina Aulia Laily, Bayu Suratman. 2020. Manajemen Pendidik Dan Tenaga Kependidikan
Di Paud It Alhamdulillah Yogyakarta. Atta’dib JurnalPendidikan Agama Islam,
Prodi PAI, Fakultas Tarbiyah IAIN Bone, Vol.1, No.1, Juni
Robinson, Maria. (2008). Child Development From Birth To Eight A Journey Through The
Early Years. 6-10 Kirby Street: The Mcgrowhill Companies.
70