The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Mendemonstrasikan Puisi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by frido.nur11, 2021-12-03 04:44:09

Bahan Ajar

Mendemonstrasikan Puisi

Frido Nur Rahman
195030031
A

Pengantar

Kegiatan 1 Tugas Tugas 1 Kegiatan 2
Tugas 2

Pengantarr Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu:
1. membacakan puisi dengan memerhatikan vokal, ekspresi,
Pernahkah kamu menyaksikan seseorang yang sedang dan intonasi yang baik;
mendemonstrasikan atau mendeklamasikan puisi di atas panggung 2. memusikalisasikan puisi dengan memerhatikan kesesuaian
atau dalam sebuah lomba? Seorang pembaca puisi yang bagus isi puisi, musik dan lagu.
mampu menjiwai puisi yang dibacakan dengan baik. Dampaknya,
pendengar akan dapat merasakan suasana puisi tersebut serta
mampu menangkap makna puisi yang disampaikan penyairnya. Hal itu
akan tercapai ketika pembaca puisi tidak hanya mengandalkan
permainan vokal, tetapi juga memerhatikan ekspresi, intonasi, dan
gerakan tubuhnya saat membaca puisi. Pada bagian ini kamu akan
belajar membacakan puisi dengan memerhatikan vokal, ekspresi, dan
intonasi yang baik. .

Kegiatan 1 4. Mengatur pernapasan, artinya pernapasan harus
diatur jangan tergesagesa.
Beberapa hal yang harus dipahami ketika akan 5. Sehingga tidak akan mengganggu ketika
membacakan puisi, yaitu mengetahui cara membacanya. membaca puisi. Penampilan, artinya kepribadian
Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan. atau sikap kita saat di panggung usahakan harus
1. Rima dan irama, artinya dalam membaca puisi tidak tenang, tak gelisah, tak gugup, berwibawa, dan
meyakinkan (tidak demam panggung).
terlalu cepat ataupun terlalu lambat. Membaca puisi 6. Selain hal-hal di atas, ada beberapa hal yang
berbeda dengan membaca sebuah teks biasa karena harus diperhatikan ketika akan membacakan puisi
puisi terikat oleh rima dan irama sehingga dalam yaitu sebagai berikut
membaca puisi tidak terlalu cepat ataupun juga
terlalu lambat. a. Vokal Suara yang dihasilkan harus benar. Salah satu unsur dalam vokal
2. 2. Artikulasi atau kejelasan suara, artinya suara kita ialah artikulasi (kejelasan pengucapan). Kejelasan artikulasi dalam
dalam membaca puisi harus jelas, misalnya saja mendemonstrasikan puisi sangat perlu. Bunyi vokal seperti /a/, /i/, /u/,
dalam mengucapkan huruf-huruf vokal /a/, /i/, /u/, /e/, /o/, /ai/, /au/, dan sebagainya harus jelas terdengar. Demikian
/e/, /o/, /ai/, /au/. pula dengan bunyi-bunyi konsonan.
3. 3. Ekspresi mimik wajah, artinya ekspresi wajah kita
harus bisa disesuaikan dengan isi puisi. Ketika puisi b. Ekspresi Ekspresi ialah pengungkapan atau proses menyatakan yang
yang kita bacakan adalah puisi sedih, maka ekspresi memperlihatkan atau menyatakan maksud, gagasan, dan perasaan.
mimik wajah kitapun harus bisa menggambarkan isi Ekspresi mimik atau perubahan raut muka harus ada, namun harus
puisi sedih tersebut proporsional, sesuai dengan kebutuhan menampilkan gagasan puisi
secara tepat.

c. c. Intonasi (tekanan dinamik dan tekanan tempo) Intonasi ialah ketepatan
penyajian dalam menentukan keras-lemahnya pengucapan suatu kata.
Intonasi terbagi menjadi dua yaitu tekanan dinamik (tekanan pada kata-
kata yang dianggap penting) dan tekanan tempo (cepat lambat
pengucapan suku kata atau kata).

Kegiatan 1 Sajak Matahari
Karya: W.S. Rendra
Setelah kamu memahami langkah-langkah dalam Matahari bangkit dari sanubariku Menyentuh
mendemonstrasikan puisi dan mendukung cara permukaan samodra raya. Matahari keluar dari
pembacaaannya, kita dapat menggunakan mulutku, menjadi pelangi di cakrawala. Wajahmu
teknikteknik sebagai berikut. keluar dari jidatku, wahai kamu, wanita miskin! kakimu
1. Membaca dalam hati puisi tersebut berulang- terbenam di dalam lumpur. Kamu harapkan beras
seperempat gantang, dan di tengah sawah tuan tanah
ulang. menanammu! Satu juta lelaki gundul keluar dari hutan
2. Memberikan ciri pada bagian-bagian tertentu, belantara, tubuh mereka terbalut lumpur dan kepala
mereka berkilatan memantulkan cahaya matahari.
misalnya tanda jeda. Jeda pendek dengan Mata mereka menyala tubuh mereka menjadi bara
tanda (/) dan jeda panjang dengan tanda (//). dan mereka membakar dunia. Matahari adalah cakra
Penjedaan panjang diberikan pada frasa, jingga yang dilepas tangan Sang Krishna. Ia menjadi
sedangkan penjedaan panjang diberikan pada rahmat dan kutukanmu, ya, umat manusia!
akhir klausa atau kalimat.
3. Memahami suasana, tema, serta makna Yogya, 5 Maret 1976
puisinya.
4. Menghayati suasana, tema, dan makna puisi
untuk meengekspresikan puisi yang kita baca.

Kegiatan 1 Perhatikanlah contoh puisi (setelah diberikan tanda jeda)
berikut ini!
Matahari bangkit/ dari sanubariku//
Menyentuh permukaan/ samodra raya.//
Matahari keluar dari mulutku,/
menjadi pelangi di cakrawala.// Wajahmu keluar/ dari
jidatku,//
wahai kamu,/ wanita miskin!//
kakimu terbenam/ di dalam lumpur.//
Kamu harapkan beras/ seperempat gantang,//
dan di tengah sawah/ tuan tanah menanammu!//
Satu juta lelaki gundul/
keluar dari hutan belantara,//
tubuh mereka terbalut lumpur/
dan kepala mereka berkilatan/
memantulkan cahaya/ matahari.//
Mata mereka menyala/
tubuh mereka menjadi bara/
dan mereka membakar dunia.//
Matahari adalah cakra jingga/
yang dilepas tangan/ Sang Krishna.//
Ia menjadi rahmat/ dan kutukanmu,/
ya,/ umat manusia!//
Pemberian tanda jeda merupakan teknik awal dalam
pembacaan puisi. Adanya tanda jeda, makna sebuah puisi
akan tersampaikan kepada para pendengar.

Tugas Ibu tempatku mandi, mencuci lumut pada diri
Karya: D. Zamawi Imron tempatku berlayar, menebar pukat dan melempar sauh
Petunjuk: Kalau aku merantau lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku
1. Bacalah puisi berjudul “Ibu” karya D. Zamawi Imron lalu datang musim kemarau kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan
sumur-sumur kering, namamu, ibu, yang kan kusebut paling dahulu
berikut ini! daunan pun gugur bersama reranting lantaran aku tahu
2. Pahamilah suasana, tema, dan maknanya! hanya mata air air matamu ibu, engkau ibu dan aku anakmu
3. Berlatihlah membacakan puisi tersebut dengan yang tetap lancar mengalir bila aku berlayar lalu datang angin sakal
bila aku merantau Tuhan yang ibu tunjukkan telah kukenal
memperhatikan vokal, ekspresi, dan intonasi! sedap kopyor susumu ibulah itu bidadari yang berselendang bianglala
4. Secara bergantian, kamu berlatih membacakan puisi dan ronta kenakalanku sesekali datang padaku
di hati ada mayang siwalan menyuruhku menulis langit biru
tersebut di depan kelas! memutikkan sari-sari kerinduan dengan sajakku.
5. Pada saat temanmu membacakan puisi, berikanlah lantaran hutangku padamu
tak kuasa kubayar
penilain dengan menggunakan tabel peniaian yang
telah disediakan gurumu! ibu adalah gua pertapaanku
6. Kamu boleh memilih puisi lainnya untuk kamu dan ibulah yang meletakkan aku di sini
bacakan! saat bunga kembang menyemerbak bau sayang
ibu menunjuk ke langit, kemundian ke bumi
aku mengangguk meskipun kurang mengerti
bila kasihmu ibarat samudera
sempit lautan teduh

Tugas

Kegiatan 2 Ketika Tangan dan Kaki Berkata Lagu tersebut merupakan puisi yang dinyanyikan
Lirik : Taufiq Ismail dengan iringan musik. Inilah yang disebut dengan
Musikalisasi Puisi Lagu: Chrisye musikalisasi puisi. Tujuan musikalisasi puisi adalah
memudahkan pendengar memahami makna puisi
Puisi Pernahkah kamu mendengar lagu Akan datang hari yang ingin disampaikan penyairnya. Lagi pula,
almarhum Chrisye ‘Ketika Tangan dan Kaki mulut dikunci dengan dijadikan nyanyian, sebuah puisi akan lebih
Bicara’? Gurumu akan memperdengarkan Kata tak ada lagi mudah diingat oleh pendengarnya. Kamu bisa
rekaman lagu itu atau mintalah salah satu Akan tiba masa menemukan contoh musikalisasi puisi lainnya pada
temanmu untuk menyanyikan lagu tersebut. tak ada suara lagulagu Bimbo, Ebiet G. Ade, dan Uly Sigar Rusadi.
Berikut ini adalah syair lagu tersebut Dari mulut kita Selain itu dimusikalisasikan secara komersial
Berkata tangan kita (untuk tujuan bisnis), ada banyak puisi Sapardi
Tentang apa yang dilakukannya Djoko Damono yang disajikan dalam bentuk
Berkata kaki kita nyanyian. Selain disajikan secara utuh sebagai
Kemana saja dia melangkahnya sebuah lagu, ada juga yang berpendapat bahwa
Tidak tahu kita bila harinya musikalisasi puisi adalah pembacaan puisi diiringi
Tanggung jawab tiba musik atau gabungan antara keduanya. Untuk
Rabbana… memusikalisasikan puisi, kamu tidak harus
Tangan kami… menggunakan alat musik lengkap. Kamu dapat saja
Kaki kami… hanya menggunakan gitar, suling, bahkan mungkin
Mulut kami… saja kamu menggunakan instrumen lagu lain. Hal
Mata hati kami… yang harus kamu ingat adalah musikalisasi puisi
Luruskanlah… harus tetap mempertahankan makna yang hendak
Kukuhkanlah… disampaikan penyairnya. Oleh karena itu,
Di jalan cahaya…. pemahaman tentang suasana, tema, dan makna
sempurna puisi menjadi sangat penting sebelum melakukan
Mohon karunia kegiatan musikalisasi puisi.
kepada kami
HambaMu yang hina

Tugas 1

Petunjuk
1. Carilah rekaman lagu Ebiet G. Ade, Bimbo,

Chrisye, atau Uly Sigar Rusadi. Kamu juga
bisa mencari musikalisasi puisi-puisi karya
Sapardi Djoko Damono, D. Zawawi Imron,
Taufiq Ismail, dan lainnya yang banyak
terdapat di internet.
2. Dengarkanlah lagu tersebut, kemudian
berikan tanggapanmu tentang musikalisasi
puisi tersebut dengan menggunakan tabel
berikut. Berikan tanggapanmu, apakah makna
puisi menjadi lebih mengena dibanding ketika
dibacakan sebagai puisi?

Tugas 2 Keterangan:
1. Aspek Penilaian
Setelah mendengarkan contoh puisi yang dinyanyikan dan A. Kesesuaian instrumen dengan suasana, tema, dan makna puisi.
memahami bahwa pesan penyair lebih mudah dan lebih B. Kesesuaian lagu dengan suasana, tema, dan makna puisi.
luas tersampaikan di masyarakat, kamu akan belajar C. Kesesuaian ekspresi dengan dengan suasana, tema, dan makna
memusikalisasikan puisi secara berkelompok. Ikutilah
langkah-langkah berikut ini. puisi.
1. Buatah kelompok antara 4 – 5 orang. 2. Rentang nilai
2. Bersama kelompokmu, pilihlah salah satu puisi 50 – 60 : kurang bagus
61 – 70 : cukup bagus
dalam buku antologi. Hindari puisi yang mengandung 71 - 80 : bagus
unsur pornografi, SARA, dan hal negatif lainnya. 81 – 90 : sangat bagus
Konsultasikan dengan gurumu.
3. Diskusikanlah suasana, tema, dan makna puisi
tersebut!
4. Buatlah aransemen sederhana berdasarkan
suasana, tema, dan makna puisi tersebut!
5. Berlatihlah menyanyikan puisi tersebut dengan
iringan aransemen yang telah kalian buat.
6. Tampilkanlah musikalisasi puisi tersebut di depan
kelas!
7. Ketika kelompok lain tampil, berikan penilaian
dengan menggunakan tabel berikut.


Click to View FlipBook Version