The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Bacaan bermanfaat, berisi inspirasi kehidupan, parenting, Ensiklopedia, Khazanah, Renungan, Sejarah, dan masih banyak lagi lainnya.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by BMH, 2024-03-21 03:29:14

MAJALAH MULIA EDISI APRIL 2024

Bacaan bermanfaat, berisi inspirasi kehidupan, parenting, Ensiklopedia, Khazanah, Renungan, Sejarah, dan masih banyak lagi lainnya.

Tidak terasa telah hampir sebulan kita bercengkrama dengan bulan Ramadhan. Kini tiba dengan bulan Syawal. Syawal artinya peningkatan. Ini sebagai hikmah bahwa para alumnus “madrasah Ramadhan” idealnya menindaklanjuti kedekatan vertikal (dengan Allah) dan kedekatan horizontal (dengan sesama) berupa bentuk amal shaleh, ibadah yang istiqomah, dan akhlak-akhlak terpuji lain. Esensi Idul Fitri adalah kembali ke ‘fitrah’, baik sosial maupun moral. Karenanya, penting sekiranya para “wisudawan Ramadhan” kembali pada jati diri eksistensialnya yang paling asasi, yaitu sebagai makhluk sosial religius yang setia memperjuangkan dan membela nilai-nilai kebaikan, kebenaran, dan keadilan (QS Ar-Rum [30]: 30). Salah satu di antara esensi itu adalah aktualisasi nilai-nilai kebaikan (al-khair), kebenaran (al-haq), mengembangkan hubungan cinta kasih terhadap sesama (al-hubb), bersilaturahim, bermaaf-maafan (al-afwu). Berakhirnya shaum Ramadhan (momen menahan diri), bukan berarti berakhir pula puasa, ketakwaan, dan ibadah-ibadah lainnya. Kita melanjutkan ke jenjang berikutnya, peningkatan. Imam Al-Ghazali, mengatakan, pendidikan Ramadhan menjadi proses transformasi muslim dari manusia yang berwatak sebagai budak nafsu (abdulhawa) menjadi hamba Allah (abdullah) yang bertakwa: beriman, berilmu, dan beramal shaleh. Kemenangan atas “penjajahan hawa nafsu” ini merupakan modal utama menjadi manusia yang “berlebaran” dalam arti memperoleh ampunan dari Allah atas segala kesalahan dan dosa-dosa masa lalu. Ramadhan datang dan berlalu, tetapi ruh ibadah arus senantiasa terjaga di dalam kehidupan kita. Semoga kita semua bisa tetap menjaga semangat kesucian di tengah dunia yang penuh tipu daya. Atas nama seluruh staf majalah Mulia kami mengaturkan ucapan Taqabbalallahu Minna wa Minkum, Mohon Maaf Lahir dan Batin.* MENUJU JENJANG PENINGKATAN SALAM Ramadhan 1445/April 2024 | MULIA 3


Penanggung Jawab: Supendi Pengarah: Tri Winarno Pimpinan Redaksi: Cholis Sidang Redaksi: Aji, Cholis, Imam N, Khoirt Hibri, Syakur, Sahlah, Khadijah Desain dan Tata Letak: Musta’in Al Haq Iklan: Sukron Percetakan: Lentera Jaya Madina Alamat Redaksi : Jakarta : Jl. Kalibata Office Park, Jl. Raya Pasar Minggu No. 21. Blok H. Kalibata, Jakarta Selatan, Telp. 021.7975770 Fax. 021.7975614. Surabaya : Jl. Raya Kejawan Putih Tambak 110 A. Email : [email protected] | Iklan : email : [email protected] SMS/WA. +62 822-3057-5647 SUSUNAN REDAKSI 5 jendela Idul Fitri, Titik Perubahan Diri 32 DUNIA ISLAM Al-Quran Dibakar, Justru Makin Banyak Dicari 14 KADO BMH Raih Pelaporan Terbaik LAZ Nasional dalam Baznas Award 2024 42 IDEALITA Idul Fitri, Momentum Kuatkan Semangat Berbagi 48 sosok Ustadz Supriatna: Menyemai Dakwah di Kampung Cisema 4 28 PERADABAN Mendidik Melalui Biografi Ulama DAFTAR ISI MULIA | Ramadhan 1445/April 2024


JENDELA UTAMA Matahari terbenam di ufuk barat, menandai bermulanya 1 Syawal, mengantar kepergian bulan Ramadhan dan menyambut datangnya ldul Fitri. Idul Fitri ditandai kumandang takbir, tahlil, tahmid, dan memuji kebesaran dan kemuliaan Allah . Sebulan kita berpuasa, menahan diri dari makan, minum, jimak dan segala sesuatu yang membatalkannya dari mulai terbit fajar hingga terbenam matahari. Pada malam harinya kita shalat tarawih, membaca Al-Quran, berzikir dan berdo’a kepada Allah, memohonkan ma’unah, maghfirah dan ampunan-Nya. Ramadhan melatih kita mengendalikan hawa nafsu, menempa jiwa, watak dan kepribadian kita agar kita menjadi orang yang bertaqwa, taat dan patuh kepada Allah dan Rasul-Nya. Beranjak Dewasa Setelah sebulan umat Islam didorong untuk berlomba-lomba berbuat kebaikan dan meraih ampunan, selanjutnya, ditutup 5 IDUL FITRI, TITIK PERUBAHAN DIRI Berakhirnya bulan Ramadhan, berarti tanda berlanjutnya ibadah dan kebiasaan-kebiasaan baik pada bulan setelahnya Ramadhan 1445/April 2024 | MULIA


dengan yaumul-fithr (hari berbuka) atau hari Idul Fitri, yang maksudnya kemenangan bagi orangorang yang bersungguh-sungguh mengisi Ramadhan dengan ibadah dan ketakwaan. Setidaknya ada 4 hikmah Muslim merayakan Idul Fitri; Pertama; kemenangan Saat puasa berakhir, Allah memerintahkan kepada umat muslim untuk merayakannya. Hal ini diananggap berhasil mengendalikan dirinya dari hawa nafsu berlebihan dan perbuatan yang buruk. Puasa adalah alternatif yang diberikan oleh Allah untuk kita agar mengendalikan diri. Karenanya, merayakan keberhasilan menahan hawa nafsu di antara makna dan hikmah Idul Fitri. Kedua, kembali pada fitrah Hari Raya Idul Fitri mengembalikan kita kepada fitrah, seolah bayi yang suci dan baru dilahirkan. Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda yang artinya: “Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharap pahala (dan ridha Allah), maka niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”. (HR. Bukhari). Ketiga, penyambung silaturahim Idul fitri adalah media penyambung silaturahim. Mungkin kita terlalu sibuk hingga jarang berkomunikasi dengan teman, kerabat, keluarga besar. Kini saatnya kembali menyambung tali silaturahim. Keempat, terus bersyukur Idul Fitri momen mengingatkan kita untuk terus bersyukur, bahwa kita masih diberi kesempatan hidup dan beribadah. Bentuk syukur diungkapkan dengan ucapan Alhamdulillah, berbuat baik, dan bersedekah. Kelima, titik awal menjadi lebih baik Idul Fitri menjadi titik tolak bagi kita dan awal memperbaiki diri menjadi lebih baik. Setelah selama sebulan penuh menempa diri dengan kebaikan melalui ibadah puasa, shalat, mengaji, dan membayar zakat. Sungguh indah perumpamaan Imam Ibnu Rajab al-Hambali tentang mukmin setelah berlalunya bulan Ramadhan. Beliau mengibaratkan seorang anak kecil yang sedang menyusu ibunya lalu kemudian disapih karena sudah dewasa. “Wahai anak muda yang bertobat, apakah kalian akan kembali menyusu pada puting hawa nafsu setelah kalian menyapih diri, sungguh menyusu itu baik untuk anak kecil, tapi tidak untuk manusia dewasa,” demikian kata Ibnu Rajab. [] 6 JENDELA UTAMA MULIA | Ramadhan 1445/April 2024


SILATURAHIM DAN BERBAGI Di antara tradisi yang dianjurkan saat Idul Fitri adalah bersilaturahim dan bersedekah 7 I dul fitri berasal dari dua kata “id” dan “al-fitri”. Id secara bahasa berasal dari kata aada – ya’uudu, yang artinya kembali. Hari raya disebut ‘id karena hari raya terjadi secara berulang-ulang, dimeriahkan setiap tahun, pada waktu yang sama. Sedangkan kata fitri memiliki dua makna yang berbeda menurut beberapa pendapat. Kata fitri bisa berarti “berbuka atau sarapan ” dan “suci” Idul Fitri memiliki makna kembali berbuka atau sarapan dan bisa bermakna kembali bersih suci. Di Indonesia kita mengenal istilah THR atau Tunjangan Hari Raya yang diperuntukkan karyawan atau pekerja saat Idul Fitri. Namun saat ini, istilah itu telah bias, sebab THR bisa berarti bagi-bagi amplok dari sanak keluarga di saat hari raya Idul Fitri. Tradisi sedekah dan berbagi ini juga banyak dilakukan di negeri-negeri Muslim, saat menyambut Idul Fitri. Termasuk di Malaysia, Brunei, Turki dan beberapa negeri Muslim lain dengan istilah dan nama berbeda. JENDELA UTAMA Ramadhan 1445/April 2024 | MULIA


bersandar pada tangan Bilal. Sementara Bilal sendiri mengembangkan kain jubahnya untuk selanjutnya para wanita itu meletakkan sedekah ke dalamnya. Aku bertanya kepada Atha’, ‘Apakah itu zakat fitri?’ Atha` menjawab, ‘Tidak, akan tetapi itu adalah sedekah yang dikeluarkan pada hari tersebut.’ Ada di antara mereka yang melepas cincin dan menyerahkannya, dan wanita lainnya meletakkan apa saja yang mereka miliki di atas baju (kain) yang dibentangkan oleh Bilal. Aku tanyakan lagi (kepada Atha’), ‘Adakah imam pada zaman sekarang ini berhak berbuat demikian dan memberikan peringatan kepada kaum wanita?’ Atha` menjawab, ‘Sesungguhnya yang demikian itu merupakan hak atas mereka. Jadi, mengapa mereka tidak mengamalkannya?.” (HR Bukhari). Dalam sebuah hadits lain disebutkan, Rasulullah saat lebaran Idul Fitri menyuruh masyarakat untuk bersedekah. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri Rasulullah bersabda yang artinya: “Suatu ketika Rasulullah keluar menuju masjid guna menunaikan ibadah shalat Idul Adha atau Idul Fitri. Sehabis shalat, beliau menghadap warga sekitar, memberikan petuah-petuah kepada masyarakat dan menyuruh mereka untuk bersedekah. ‘Wahai para manusia. Bersedekahlah!’, demikian pesan Nabi.” (HR. Bukhari: 1462). [] Karenanya, selain bersilaturahim ke sanak, saudara, kerabat, teman, tradisi yang menyertai perayaan Idul Fitri adalah bersedekah dan berbagi. Sesungguhnya, bersedekah merupakan anjuran Rasul . Syaikh Kamil Muhammad ‘Uwaidah dalam buku Al-Jami’ fil Fiqhi An-Nisa’, menyebut bersedekah pada hari Idul Fitri disunnahkan terutama bagi kaum wanita. Syaikh ‘Uwaidah berpendapat demikian lantaran mengambil dalil dari hadits riwayat Bukhari dari Jabir bin Abdullah. Jabir mengatakan: “Nabi mengerjakan shalat pada hari raya Idul Fitri. Pertama beliau mengerjakan sholat, lalu berkhutbah. Ketika selesai khutbah, beliau turun dari mimbar dan mendatangi kaum wanita, lalu mengingatkan mereka (untuk bersedekah). Sedang beliau dalam keadaan 8 JENDELA UTAMA MULIA | Ramadhan 1445/April 2024


JENDELA UTAMA 9 Usai ditinggalkan bulan Ramadhan, biasanya amal ibadah mulai mengendur. Padahal, tujuan puasa agar seorang hamba senantiasa bertakwa setiap saat, bahkan setelah Ramadhan. Di bulan Syawal ini, banyak amalan sesuai tuntunan Nabi yang dapat kita laksanakan. Berikut 4 amalan di bulan Syawal: Pertama, puasa sunnah 6 hari “Sungguh Rasulullah bersabda, “Siapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian diiringi dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR: Muslim) Kedua, menikah Amalan yang dianjurkan pada bulan Syawal berikutnya adalah amalan paling diidamkan, yaitu menikah. Dalam hadits riwayat istri Nabi, Aisyah ra berkata yang artinya: “Rasulullah menikahiku pada bulan Syawal, dan mulai berumah tangga bersamaku pada bulan Syawal, maka tidak ada di antara istri-istri Rasulullah yang lebih mendapatkan keberuntungan daripadaku.” Periwayat hadits berkata, “Oleh karena itu, ‘Aisyah sangat senang menikahkan para wanita di bulan Syawal.” (HR. Muslim). AMALAN-AMALAN DI BULAN SYAWAL Apa yang sudah kita dijalankan secara rutin selama bulan Ramadhan harus kita dijaga hingga bertemu bulan suci lagi Ramadhan 1445/April 2024 | MULIA


Ketiga, menjaga sholat fardhu dan Sunnah Allah berfirman dalam Surat QS Al-Baqarah ayat 238; “Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’. Karena itu hendaklah apa yang sudah kita dijalankan secara rutin selama bulan Ramadhan terus dijaga di luar bulan suci. Keempat, menjaga shalat malam Penyakit setelah berlalunya Ramadhan adalah masjid-masjid mulai kosong. Saat Ramadhan masjid penuh orang qiyamul lail (shalat tarawih), dan ketika usai Ramadhan sepi lagi. Padahal jika pendidikan Ramadhan kita berjalan baik, pasti setelah berlalunya bulan suci, membuahkan kebaikan di bulan selanjutnya. Shalat malam adalah sebaik-baik shalat setelah shalat wajib. Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, yang artinya; “Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah –Muharram-. Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim). [] 10 JENDELA UTAMA MULIA | Ramadhan 1445/April 2024


FIGURA 11 “Anak Anak di Pedalaman Halmahera, Maluku Utara Tetap Semangat Mengaji Meskipun dengan Penerangan Seadanya” Ramadhan 1445/April 2024 | MULIA Foto: Hamir Tono, Amil BMH Maluku Utara


Di antara buah dari ibadah sholat adalah mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan munkar. Jadi, ketika didapati seseorang yang tekun menjalankan ibadah sholat, namun di kehidupan sosial berperilaku bertentangan dengan apa yang seharusnya, maka bisa didiagnosa bahwa sholat yang dilakukan ada persoalan. Hal ini karena ada satu kepastian terkait dengan janji-janji yang termaktub dalam Al-Quran ataupun as-Sunnah, yang tidak mungkin bohong. Jadi, ketika yang nampak adalah kebalikannya, maka personal itulah yang tengah bermasalah, bukan dalil syar’inya. 3 Dimensi Setidaknya tiga hal yang bisa menjadi perubahan pribadi, setelah melaksanakan ibadah Ramadhan. Pertama; merasa senantiasa diIDUL FITRI DAN PESONA LEBAH INSPIRASI ALAM 12 Oleh: Khairul Hibri Lebah selalu mencukupkan diri dengan asupan yang baik-baik, dan memberi hasil yang bermanfaat bagi pihak lain MULIA | Ramadhan 1445/April 2024


awasi Allah (muqorrobah). Hal ini tak terlepas dari status ibadah puasa yang terkategori sirriyah alias tersembunyi. Pelaku dan Allah semata yang mengetahui seseorang benar-benar berpuasa atau berpura-pura. Orang yang memiliki konsep hidup seperti ini, sudah tentu akan senantiasa berhati-hati dalam mengarungi kehidupan. Ia takkan gegabah bertindak-tanduk. Ia akan selalu berpatokan ridha Allah, karena ia yakin Allah Maha menyaksikan segala gelagatnya, bahkan apa yang terlintas dalam pikiran. Lihatlah bagaimana tukang pengembala domba ataupun gadis penjual susu di masa Umar bin Khattab. Keduanya tidak ingin berbuat curang, meski peluang terbuka lebar, lantaran takut kepada Allah yang Maha mengetahui. Maka terhindarlah mereka dari perilaku culas. Sungguh akan sangat memberi dampak positif bagi kemakmuran masyarakat, kiranya selepas puasa dan hari raya ini, masyarakat Indonesia, khususnya para penguasa dan pejabat, memiliki karakter macam ini dalam menjalankan amanah. Maka, anggaran-anggaran pun akan tepat sasaran dan sesuai dengan nominal yang ditetapkan. Bukan diembat sebagian, seperti yang lazim terjadi saat ini. Kedua; menjaga lisan Menjaga lisan dari perkataan buruk, seperti dusta, menjadi ajaran yang tak pisahkan dalam ibadah puasa. Bahkan menahan diri 13 dengan mengatakan ‘Aku tengah berpuasa,’ itu amat dianjurkan daripada terpancing untuk meladeni sesuatu yang kurang berguna apalagi merugikan. Dalam konteks kekinian, ‘julid’ seperti hal yang telah lumrah untuk dilakukan. Terutama di media sosial. Netizen Indonesia dikenal ‘keras dan pedas’ ketika mengomentari sesuatu. Masalahnya, tidak sedikit yang kurang pilah-pilih dalam mengutarakan komentar. Pun demikian diksi yang digunakan. Tak jarang berisi sumpah serapah dan caci maki, hingga hoaks. Padahal, jelas semua ini dilarang dalam Islam. Maka, usai Ramadhan ini, harus melatih diri untuk tidak sembarang dalam berkomentar. Silakan sampaikan kritik bila itu dipandang perlu, tapi tetap bil hikmah. Lihatlah, sejahat-jahat Fir’aun, Nabi Musa tetap dituntun Allah agar menyeru Fir’aun ke jalan yang benar dengan cara lemah-lembut. Ketiga; senantiasa menolong orang lain. Jiwa sosial umat Islam pada Ramadhan sangatlah tinggi. Maka, hal positif ini haruslah tetap terjaga. Dengan senantiasa memberi hadiah semisal inilah, kasih-sayang akan tumbuh antar anak bangsa. Kiranya, tiga hal ini bisa kita lakukan, maka tak ubahnya kita tengah berperilaku bak lebah, yang senantiasa melakukan titah dari Tuhan-Nya, mencukupkan diri dengan asupan yang baikbaik, dan senantiasa memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi pihak lain.* Ramadhan 1445/April 2024 | MULIA


BMH RAIH PELAPORAN TERBAIK LAZ NASIONAL DALAM BAZNAS AWARD 2024 Atas rahmat dan enugerah Allah dan doa para donatur, Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) kembali meraih penghargaan nasional. Belum lama ini, BMH terpilih sebagai penerima penghargaan Baznas Award 2024 dengan kategori Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional dengan kategori “Pelaporan Terbaik”. Di acara yang berlangsung di Gedung Bidakara, Pancoran Jakarta dengan dihadiri tokoh-tokoh penting dalam dunia zakat, Ketua Baznas RI, Bapak Noor Achmad, secara langsung menyerahkan penghargaan kepada Ketua Pengurus BMH, Firman ZA. Firman ZA menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas penghargaan tersebut. Firman mengungkapkan komitmen BMH untuk terus meningkatkan kinerja dalam mengelola dan melaporkan dana zakat dengan lebih baik lagi. “Penghargaan ini menjadi pendorong bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan transparansi dalam mengeloKADO 14 Raihan BMH dalam beberapa tahun ini akan menjadi motivasi untuk terus berkontribusi meningkatkan kesejahteraan umat la dana zakat demi kesejahteraan umat, karena bagaimanapun BMH adalah bagian dari umat bagian dari negara tercinta kita,” katanya dengan penuh semangat. Ikut hadir dalam acara ini Perwakilan Presiden Republik Indonesia, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, yang memberikan sambutan serta arahan tentang pentingnya mengoptimalkan potensi zakat di Indonesia. Acara Baznaz Award dihelat dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Baznas RI ke23. Pada Baznas Awards 2024 ini, ada 395 penghargaan diberikan kepada tokoh dan lembaga, kepala daerah, mitra dan donatur, serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang berperan aktif dalam membesarkan peran zakat di Indonesia dan konteks global. Adapun beberapa kategori penghargaan yang disematkan dalam Baznas Awards 2024 antara lain kategori Pejabat Negara Pendukung Zakat, Kepala Daerah Pendukung Zakat, Kategori Muzaki Pendukung Zakat, Kategori Perusahaan Pendukung Zakat, kateMULIA | Ramadhan 1445/April 2024


15 gori Baznas Provinsi dan Kabupaten/Kota, dan Kategori LAZ. Ketua Baznas RI, KH Noor Achmad dalam sambutannya mengatakan, dengan diselenggarakannya Baznas Awards 2024 ini, diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan peran yang lebih besar lagi dari berbagai pihak dalam mewujudkan zakat sebagai suatu maslahat bagi kaum muslimin, bangsa Indonesia, serta kemanusiaan di dunia. “Baznas Awards merupakan agenda tahunan Baznas untuk memberikan apresiasi kepada para pihak yang telah berperan dalam membangun tata kelola zakat di Indonesia” kata Noor Achmad. Berkat kepercayaan para donatur, secara berturut-turut 3 tahun ini BMH bisa meraih penghargaan. Sebelumnya tahun 2023, BMH mendapat anugerah sebagai “Fundraising ZIS Berbasis Ormas Terbaik 2023 Versi IFI”. Di tahun yang sama, BMH juga mendapat anugerah sebagai lembaga filantropi terbaik dalam “Pengembangan Masyarakat Pesisir” pada ajang Anugerah Syariah Republika (ASR) 2023. BMH juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur, mitra, dan stakeholder yang telah mendukung serta mempercayai BMH sebagai lembaga amil zakat yang dapat diandalkan. Dukungan ini menjadi motivasi bagi BMH untuk terus berkontribusi dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat.* Ramadhan 1445/April 2024 | MULIA


Kata ‘militan’ saat ini terdengar menakutkan bagi sebagian orang. Apalagi disandingkan dengan kata yang berbau agama. Jika kita buka KBBI, militansi tidaklah memiliki makna sebagaimana gambaran di atas. Menurut KBBI, militansi bermakna ketangguhan dalam berjuang, menghadapi kesulitan, berperang. Sedangkan kata “militant” memiliki arti bersemangat tinggi; penuh gairah, berhaluan keras. Setiap muslim/muslimah yang menyatakan bahwa Allah sebagai Rabb dan Muhammad sebagai utusan-Nya, haruslah memiliki militansi. Tanpa militansi, mustahil meninggikan kalimat Allah di muka bumi terwujud. MUSLIMAH, IBU YANG MILITAN MUSLIMAH 18 Oleh: Sarah Zakiyah Al-Khansa adalah penyair masyhur di zamannya, bahkan dijuluki paling pandai bersyair dari bangsa jin dan manusia Generasi Militan Sebaik-baik generasi manusia dari masa ke masa adalah generasi yang hidup bersama Rasulullah, Muhammad . Maka, sosok Muslimah ideal yang dapat dijadikan panutan dalam rubrik Muslimah ini, selalu mengambil dari figur-figur Muslimah yang disebut sebagai shahabiyah. Adalah Tadhamur bint ‘Amr atau yang popular dengan sebutan Al-Khansa, Muslimah yang dikenal dengan kepiawaiannya dalam mengolah kata, alias penyair andal, mengalahkan para penyair di masanya. Saking baik dan indahnya syair yang ia gubah, Al-Khansa dikatakan sebagai orang yang paling pandai bersyair dari bangsa jin dan manusia. Perlu diketahui, MULIA | Ramadhan 1445/April 2024


syair adalah media utama penyebaran berita di zaman Rasulullah, Muhammad . Maka penyair adalah ibarat buzzer atau pekerja media saat ini. Semakin piawai seseorang bersyair, makin tinggi bayarannya, karena kata-katanya dapat digunakan menaikkan rating seseorang dengan pujian ataupun menjatuhkan lawan. Di mana letak militansi Al-Khansa? Sejak ia memeluk Islam, ia menjadikan syair sebagai alat untuk membangkitkan semangat orang di sekelilingnya agar setia membela Islam dan selalu bertahan dalam jihad mempertahankan kemuliaan Islam. Semangat untuk membela agama Allah ini ia tanamkan kepada anak-anaknya, yang seluruhnya laki-laki. Al-Khansa hadir dalam perang Qadisiyah, perang melawan pasukan Rustum Farrokhzad, kekaisaran Sasaniyah, Persia, bersama keempat putranya. Pesan yang penuh gelora menggambarkan militansi tinggi. Wanita mulia ini memberi pesan anaknya di malam sebelum perang dimulai. “Anak-anakku, kalian memeluk Islam dengan penuh ketaatan dan hijrah dengan penuh kerelaan. Demi Allah, yang tidak ada sesembahan yang hak kecuali Dia, sungguh kalian terlahir dari ibu yang sama. Aku tidak pernah mengkhianati ayah kalian. Tak pernah mempermalukan paman kalian. Tak pernah memper19 malukan nenek moyang kalian, dan tak pernah pula menyamarkan nasab kalian. ……………….. Ketahuilah, negeri yang kekal itu lebih baik dari tempat yang fana ini….. Andaikata esok kalian masih diberi kesehatan oleh Allah, maka perangilah musuh kalian dengan gagah berani, mintalah kemenangan kepada Allah atas musuh-musuh-Nya.” Inilah sosok teladan seorang Muslimah, ibu yang militan. Ia menjadi teladan dalam memegang teguh agamanya dan menanamkan kecintaan pada Allah, Rasul, dan jihad fi sabilillah kepada anak-anaknya. Ia telah mengasuh, mendidik anak-anaknya dengan kesetiaan pada suaminya, tanpa mengkhianatinya, menanamkan sifat berani dan mental pejuang yang siap berkorban, bahkan melatih mereka berkuda dan memanggul senjata. Semuanya ia peruntukkan untuk Islam, tiada lainnya. Radhiyallahu’anhaa wa arhdhahaa.* Ramadhan 1445/April 2024 | MULIA


KELAMBU Ustadz Endang Abdurrahman Pengasuh PP Hidayatullah Bandung-Jabar 20 Malika | CIrebon Wa’alaikumussalam Warahmatullahi wabarakatuh Selamat bergabung Ibu Malika, rasa bahagia saya haturkan untuk Anda berdua, teriring doa; baarakallahu lakuma, wabaraka ‘alaikuma wa jama’a bainakuma fii khair. Semoga keberkahan selalu menaungi perjalanan rumah tangga Anda dan Allah anugerahkan keluarga yang Sakinah mawaddah warahmah. Aamiin. Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakaatuh Saya Malika 25 tahun, suami 28 tahun. Kami menikah Desember 2023 yang lalu. Alhamdulillah kami merasakan kebahagiaan. InsyaAllah suami akan mulai membuka usaha. Modal awal usaha sebagiannya sudah ada, namun sisanya masih cukup banyak yang belum terpenuhi. Suami punya pandangan kalau maskawin saya bisa digunakan untuk mencukupi modal usaha. Saya agak kebingungan, apakah boleh uang maskawin dipakai usaha suami, masalahnya uang tersebut saya tabung untuk kebutuhan jangka panjang. Saya bimbang dengan masalah ini. Mohon arahan dan bimbingannya untuk solusi terbaiknya. Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh. MAHAR PERNIKAHAN DIPAKAI SUAMI MULIA | Ramadhan 1445/April 2024


21 Ibu Malika yang dirahmati Allah, sebelum saya menjawab permasalahan Anda, ada baiknya saya jelaskan dulu tentang status maskawin yang Anda miliki. Maskawin atau mahar adalah harta yang diberikan oleh suami kepada istrinya dengan akad pernikahan. Dalam Al-Qur’an mahar termasuk kewajiban suami yang wajib dibayarkan kepada istri sebagai sebuah bentuk penghormatan, penghargaan dan menjadi bentuk tanggung jawab suami. “Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.” (QS. An-Nisa’: 4). Artinya mahar adalah harta yang menjadi hak istri yang apabila suami mengambil mahar dari istrinya secara paksa atau bathil, maka Allah mengharamkannya. “Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu” (QS: An Nisa: 29) Berdasarkan keterangan di atas, maka saya jelaskan sebagai berikut: Pertama, uang mahar adalah menjadi hak milik penuh Anda. Maka keputusan penggunaan tergantung dari Anda. Jika Anda tidak mengizinkan digunakan melengkapi modal usaha suami, maka haram hukumnya digunakan suami. Sebaliknya jika Anda ridho, maka hukumnya jadi halal. Allah berfirman yang artinya: “…Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya. (QS. An-Nisa’ : 4). Kedua, coba Anda yakinkan, bahwa usaha yang akan dirintis suami adalah untuk kepentingan keluarga. Bila memang demikian, maka tidak ada salahnya Anda terlibat dalam usaha itu. Terlepas dari berapa besarnya aset harta yang Anda miliki dari mahar itu, Anda bisa ikut sebagai investor, penyertaan modal, atau bahkan lebih dari itu, Anda hadiahkan saja untuk usaha suami, agar semua kembali kepada keridhaan Allah . Rasulullah bersabda yang artinya: “Sesungguhnya sebaik-baik apa yang kalian makan ialah (ber-asal) dari usaha kalian, dan sesungguhnya anak-anak kalian adalah (hasil) dari usaha kalian. (HR. At-Tirmidzi) Ketiga, Bila Anda merasa keberatan karena (mungkin) sudah punya rencana lain, sebaiknya komunikasikan dengan baik agar suami paham. Sarankan suami mencari tambahan modal dengan cara halal yang lainnya. Nah, kalaupun jawabannya kembali pada Anda, mungkin ada baiknya juga mempertimbangkan memberikan mahar dengan cara dipinjamkan pada suami, barangkali ini akan sedikit membantu meringankan beban pikiran suami dan beban Anda, insyaAllah. Waallahua’lam.* Ramadhan 1445/April 2024 | MULIA


SINERGI 22 BMH, JNE, DAN KANG MAMAN SINERGI ‘KEBERKAHAN’ Kebaikan yang terus mengalir tak hanya memancar dari satu sumber, tetapi dari segenap jiwa yang tergerak untuk memberi manfaat bagi sesama. Baru-baru ini Laznas BMH, JNE, dan Kang Maman bersinergi dalam program “kebaikan” yang diharapkan terus mengalir penuh keberkahan. Sejak tahun 2020, tiga entitas ini menjalin kerja sama dalam misi mulia; mengirimkan bukubuku bacaan dan Al-Quran ke pelosok-pelosok di Indonesia. Terbaru, dalam aksi kebaikan itu mereka berhasil mengirimkan 500 Mushaf Al-Quran ke berbagai titik di Padang, Jambi, Tarakan, Gorontalo, Ternate Selatan, dan Manokwari, Papua Barat. Kolaborasi ini tak hanya sekaBMH mengajak masyarakat bersatu merangkai kebaikan agar dampaknya lebih besar bagi masyarakat luas MULIA | Ramadhan 1445/April 2024


23 dar pengiriman barang, tetapi juga menyiratkan pesan kebersamaan dalam berbagi kebaikan. Melalui jalur pengiriman JNE yang dipermudah dan dibiayai secara gratis, pengiriman ini menjadi lebih ringan dan efisien, memastikan setiap Mushaf Al-Quran sampai pada tujuannya tanpa hambatan. “Alhamdulillah, sinergi ini terus berjalan, walaupun telah menelan biaya miliaran Rupiah. Namun, berkat kebaikan dari JNE yang membebaskan biaya pengiriman, semua itu tidak perlu menjadi beban,” ujar Imam Nawawi, Corcom BMH Pusat. “Ini adalah bukti nyata bahwa kebaikan dan kolaborasi yang terjalin telah membawa manfaat besar bagi kita semua,” ungkapnya. “Owner JNE saya minta untuk evaluasi, sekian miliar telah ditelan untuk program ini. Tapi sang owner selalu berkata, Kang Maman, kalau mau ke surga, ajak-ajak kita, dong. Inilah yang membuat kebaikan ini terus berlangsung,” ujar Kang Maman di kediamannya, di Jatibening, Bekasi, Jawa Barat. Kang Maman juga mengatakan bahwa riset yang mengatakan Indonesia kurang baca perlu diluruskan. Buktinya, anak-anak di pelosok terdalam juga telah membaca Al-Quran. “Kalau anak-anak membaca Al-Quran, Iqra’ dan ibu-ibu majelis taklim membaca Al-Quran, apakah itu bukan membaca? Memang tidak membaca huruf latin, tapi huruf Al-Quran itu juga aksara, juga literasi. Nah, mungkin mereka ini lupa terpotret,” katanya dengan berseloroh. BMH berharap kerjasama ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus menyebarkan kebaikan. “Sejauh mana pun dan sebesar apa pun yang kita mampu,” tambah Kadep Implementator BMH Pusat, Syamsuddin. “Saya teringat ungkapan-ungkapan indah dari berbagai sudut bumi. Alone we can do so little; together we can do so much,” ungkap Syamsuddin mengutip ungkapan Helen Keller dari Amerika Serikat. Puncaknya, bersama BMH, JNE dan Kang Maman, mari bersama-sama merangkai kebaikan, karena dengan bersatu kita dapat menciptakan dampak yang lebih besar bagi masyarakat luas. Dan, itu termasuk dari amal yang kita lakukan; zakat, infak dan sedekah.*/Herim Ramadhan 1445/April 2024 | MULIA


FIQIH Ustadz Abdul Kholiq, Lc, MHI Anggota Dewan Syariah LAZNAS BMH 24 Sesuai dengan realitas yang Anda sampaikan, maka kami salut atas upaya amal sholeh yang telah Anda lakukan demi melaksanakan tuntunan Islam. Namun perlu diingat bahwa zakat baru diwajibkan kepada individu jika memenuhi syarat-syaratnya. Syarat-syarat tersebut adalah sebagai berikut; (a) Dimiliki secara penuh, bukan piutang yang sulit kembali dan sebagainya (b) Termasuk harta yang memiliki potensi berkembang diantaranya emas, perak dan uang kertas (c) Mencapai nishab sesuai jenis harta, misalnya senilai 85 gr emas murni, (d) berlalu satu tahun kecuali hasil pertanian, rikaz. untuk memastikan bahwa Anda wajib zakat atau tidak, maka bisa dicek seberapa jauh syaratsyarat tersebut bisa dipenuhi. Terkait dengan syarat pertama, insya Allah terpenuhi karena Anda menerima secara tunai. Begitu pula syarat yang kedua karena Anda menerima dalam bentuk uang karena itu merupakan sesuatu yang sehukum dengan emas yaitu memiliki potensi untuk berkembang. Yang menjadi masalah adaAssalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakaatuh Saya Rafi (35) saat ini karyawan swasta di Jakarta, dengan gaji di bawah UMR Jakarta, dan masih jomblo. Kebetulan saya punya saudara satu, sudah berumah tangga. Ibu meninggal sejak usia saya sama dan ayah meninggal dua tahun lalu meninggalkan warisan rumah kecil. Pertanyaan saya, apakah saya wajib zakat, sementara setiap bulannya hasil kerja untuk kebutuhan sehari-hari. Kedua rumah peninggalan ortu kami sewakan, dan hasilnya sebagian untuk renovasi. Apakah hasil sewa ini wajib zakat? Selama ini karena khawatir dosa, kami potongan 2,5 persen hasil gaji dan sewa rumah untuk inspeksi dan sedekah, mohon pencerahan ustad. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh GAJI BELUM UMR, ZAKAT ATAU SEDEKAH SAJA? Rafi | Jakarta MULIA | Ramadhan 1445/April 2024


25 lah pemenuhan syarat ketiga di mana ketika gaji di bawah UMR bisa dipastikan bahwa itu belum memenuhi syarat untuk mencapai saldo senilai 85 gr emas murni bahkan dalam setahun. Sayangnya Anda tidak menyebutkan berapa sewa rumah yang Anda terima dalam setiap bulan. Apakah itu bisa memenuhi saldo senilai 85 gr emas murni dalam setahun setelah dipotong operasional. Jika memang saldo gaji plus jatah Anda dari uang sewa rumah mencapai nilai nishab 85 gr emas dalam setahun, maka Anda wajib zakat. Tetapi jika tidak, sebenarnya Anda tidak termasuk orang wajib berzakat. Ibadah zakat maal memang memiliki karakteristik khusus diwajibkan atas orang memiliki kelebihan harta. Hal ini tercermin dalam firman Allah. َۗ َۡفو ُ ِل ٱلۡع َون ق ۖ ِ ُق ُنف َ َاذا ي ُل َون َك م َٔ َ ۡسـ َ ي و َّ ُكۡم َل ٰ ِت َ لع َ ي أٓ �ۡ َُّه َ ل ُك ُم ٱل ِّ ُن ٱلل َي ُب ِ َك ي ل ٰ َك َذ ُون َّكر ََف ََتت ”Dan mereka menanyakan kepadamu (tentang) apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah, “Kelebihan (dari apa yang diperlukan).” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan. (QS. Al-Baqarah: 219). Kemudian dalam hadis Nabi didefinitifkan bahwa kelebihan tersebut harus mencapai 20 dinar atau setara dengan 85 gr emas murni. Jika selama ini Anda telah mengeluarkan infaq 2,5 % dari gaji -padahal tidak wajib zakat- berarti termasuk kategori sedekah sunnah yang berpahala, insyaallah. Wallahu a’lam.* Ramadhan 1445/April 2024 | MULIA


Saat matahari terbenam pada akhir bulan Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia akan memandang ke angkasa untuk melihat cahaya putih pucat seperti bulan sabit—penutup bulan suci Ramadhan yang terpampang di langit malam. Dimulai dan diakhiri dengan bulan baru, Ramadhan yang jatuh di bulan kesembilan, adalah waktu UNIKNYA PAKAIAN KHAS LEBARAN MUSLIM DI BELAHAN DUNIA KHAZANAH 26 Selama lebaran, Muslim di berbagai negara memakai busana khas masing-masing, dengan desain berbeda-beda, sesuai budaya serta posisi negaranya di peta dunia Idul fitri di Kenya Idul Fitri di Kosovo ibadah, dimana umat Islam tidak makan, minum dan bercampur istri di siang hari. Saat Ramadhan berakhir dan datang 1 Syawal, semua bergembira menyambut Idul Fitri dengan doa, pesta, parade, hadiah, bahkan berbagi amal dan sedekah. Tidak hanya itu, perayaan Syawal semakin meriah ketika umat Islam mengenakan baju hari raya penuh warna-warni. Desain MULIA | Ramadhan 1445/April 2024


busana mereka pun berbeda-beda, sesuai budaya masyarakat setempat dan posisi negaranya di peta dunia. Berikut adalah cara pakaian Muslim di belahan dunia menyambut Hari Raya Idul Fitri; Malaysia Lebaran di Malaysia identik menggunakan pakaian tradisional yaitu Baju Melayu (bagi para pria) dan Baju Kurung (untuk wanita). Palestina Wanita di Palestina mengenakan pakaian tradisional yang disebut Thube yang terbuat dari sulaman merah halus dan dihiasi cermin kecil. Kosovo Anak-anak Muslim di Kosovo mengenakan rompi hitam bersulam benang emas dan dasi kupu-kupu ketika mereka keluar untuk salat Idul Fitri. Ghana Para pria di Ghana akan mengenakan jubah panjang berwarna-warni pada pagi hari 1 Syawal. 27 Kenya Pria Muslim di Kenya akan mengenakan ‘songkok’ tradisional dan jubah warna-warni yang serasi pada pagi hari 1 Syawal. Tiongkok dan Filipina Wanita Muslim di Tiongkok dan Filipina merayakan Idul Fitri dengan mengenakan hijab dan jubah panjang. Pakistan Wanita Muslim di Pakistan mengenakan pakaian tradisional Shalwar Kameez yang dihiasi dengan sulaman halus. Terlepas dari desain baju raya yang dikenakan umat Islam di seluruh dunia, setiap baju memiliki keunikan dan keistimewaannya masing-masing.* Keluarga Muslim Malaysia merayakan idul fitri dengan baju khas warna warni Remaja Palestina menggunakan pakaian khas thube selama idul fitri Keluarga Muslim Pakistan merayakan idul fitri Ramadhan 1445/April 2024 | MULIA


Biografi adalah tulisan yang mengisahkan perjalanan atau riwayat hidup seseorang, dimulai dari masa lahir hingga wafat (meninggal dunia). Di dalamnya terdapat berbagai prestasi, kiprah, dan legacy (warisan) yang berhasil dihadirkan bagi kehidupan banyak orang. Perjalanan hidup yang ditulis di masa modern ini, cukup mudah diakses dan didapatkan. Biografi ulama adalah kisah sekelompok orang mulia dari penyebar ilmu yang telah disaksikan dan dinukil kabar dari mereka secara komprehensif. Kisah tersebut mencakup beragam pemikiran, MENDIDIK MELALUI BIOGRAFI ULAMA PERADABAN Oleh: Dr. Nashirul Haq, LC, MA (Ketua Umum DPP Hidayatullah) Biografi para ulama dan orang-orang shaleh adalah satu metode pendidikan yang dapat menularkan spirit, semangat, dan ibrah untuk anak didik 28 keteladanan yang tetap dapat dijadikan pelajaran dalam kehidupan umat di masa kini dan nanti. Edukasi dan Teladan Tujuan penulisan biografi adalah memberikan edukasi kepada umat ten ­ tang MULIA | Ramadhan 1445/April 2024


berbagai sisi positif dan heroik dari seorang tokoh. Dengan hadirnya biografi, generasi mendatang diharapkan dapat mengetahui keadaan dan perjalanan hidup mereka untuk selanjutnya diikuti dan diteladani. Langkah ini sangat diperlukan terutama dalam proses pendidikan (tarbiyah). Dengan membaca biografi ulama akan menjadi obat dan penyejuk jiwa, menghilangkan dahaga bagi yang kehilangan panutan dan teladan. Bahkan lebih lanjut dapat menjadi generator pembangkit motivasi dalam belajar, sehingga tidak mudah lelah apalagi menyerah dalam menuntut ilmu dan beribadah. Umar bin Khattab RA pernah berkata: “Hendaklah kalian mendengar cerita-cerita tentang orang-orang yang memiliki keutamaan, karena hal itu termasuk dari kemuliaan dan padanya terdapat kedudukan dan kenikmatan bagi jiwa.” Ada slogan yang masyhur di kalangan ulama, “ketika orang-orang saleh dikenang, maka rahmat Allah akan turun.” Rahmat turun dengan kebangkitan hati dan jiwa untuk mencintai kebaikan serta merasa senang dan nyaman untuk melakukannya. Adanya biografi, menjadikan generasi bisa mengetahui kedudukan dan kemuliaan para ulama dan orang shaleh. Dari situ, mereka kemudian akan bersungguh-sungguh meneladani dan mengikuti para ulama serta berpegang teguh pada prinsip-prinsip hidupnya. Abu Hanifah pernah berkata: “Kisah-kisah tentang kehidupan para ulama dan duduk dalam majelis mereka lebih aku sukai daripada mempelajari banyak ilmu fiqh. Karena kisah-kisah mereka penuh dengan ketinggian adab dan akhlak”. “Sesungguhnya kisah mereka (para Nabi) itu mengandung pelajaran yang mendatangkan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” (QS: Yusuf: 111). Mencintai Ulama Pengetahuan tentang riwayat hidup ulama akan mengantarkan kita untuk mengetahui kemuliaan ilmu dan pembawanya. Mereka telah menyibukkan dirinya untuk menjaga syariat dan menyebarkannya, menghidupkan dan membela sunnah Rasulullah . Rasulullah bersabda, yang artinya; “Seseorang itu bersama siapa yang dicintainya.” (Shahih Bukhari dan Muslim). Oleh karena itu, sungguh beruntunglah bagi setiap orang yang mencintai ulama dan orang-orang shalih. Kesimpulannya biografi para ulama dan orang-orang shaleh salah satu metode pendidikan yang dapat menularkan spirit, semangat, dan optimisme bagi pembacanya. Karenanya kita perlu sering membaca biografi para ulama dan tokoh Islam masa lalu, khususnya kisah perjuangan dan pengalaman mereka dalam menyebarkan ajaran Islam. Mengingat aspek ini sangat penting dan strategis dalam pendidikan, akan sangat ideal jika semua guru memahami secara menyeluruh, setidak-tidaknya beberapa biografi ulama dan orang shalih untuk menjadi bahan ajar kepada murid dan anak didik.* Ramadhan 1445/April 2024 | MULIA 29


PERWAKILAN Bulan Februari lalu, Laznas BMH menyalurkan paket sembako kepada dua penerima manfaat –Ibu Nikmah dan Ibu Titiek-- di Desa Maron, Kec. Banyakan, Kab. Kediri, serta Desa Besuk, Kec. Gurah, Kabupaten Kediri. Dua janda ini adalah orang tua tunggal yang gigih memperjuangkan tegaknya kehidupan keluarga, tanpa meminta-minta. DEMAK Sebagai bagian amanah kebaikan para muhsinin dan donatur, BMH rutin menyalurkan “Program Jumat Berkah”. Salah satunya di Masjid AnNur di Percutseituan, Deliserdang, dan PP Tahfidz Hidayatullah Polonia Kota Medan. * MEDAN Keberadaan sumur bor bukan hanya sekadar infrastruktur, namun juga merupakan simbol keberlanjutan hidup bagi banyak orang, termasuk para santri yatimdhuafa penghafal Al-Qur’an di Yayasan Hidayatullah Air Rami, Jl. Poros Desa Arga Jaya, Kecamatan Air Rami, Kabupaten Muko-Muko, Provinsi Bengkulu.* BENGKULU 30 MULIA | Ramadhan 1445/April 2024


Kepedulian membela Palestina menggelora di kalangan pelajar. SMP Negeri 1 Semen, Kabupaten Kediri, turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan dengan menggalang dana bagi warga Palestina pada Sabtu, 17 Februari 2024.* Laznas BMH menyambangi PP Hidayatullah Kupang dalam “Program Sedekah Beras untuk Santri”. Hairudin, Kadiv Prodaya BMH NTT menuturkan program ini menjadi satu entitas dari program unggulan BMH.* Sebanyak 15 paket sembako telah berhasil disalurkan oleh Laznas BMH kepada keluarga dhuafa dan lansia di wilayah pinggiran Tanah Grogot, Paser, Kalimantan Timur. Bantuan ini dilakukan di dua lokasi berbeda, yaitu Desa Damit dan Desa Tepian Batang. Hal ini merupakan langkah nyata BMH Gerai Paser mendukung warga prasejahtera melalui zakat, infak dan sedekah.* KEDIRI KUPANG PASER 31 BUKTI NYATA KEBAIKAN LAZNAS BMH Ramadhan 1445/April 2024 | MULIA


J anine van den Bercken dari Kota Gelderland, bukanlah orang religius dan bukan Muslim. Ia bahkan tidak pernah tertarik dengan Al-Quran. Namun sejak maraknya aksi pembakaran kitab suci umat Islam ini, sikapnya justru berbalik, khususnya setelah kelompok radikal PEGIDA, membakar Al-Quran di Arnhem belum lama ini. “Saya pikir, jika mereka ingin menyalakan api, saya akan membacanya,” ujarnya kepada media Belanda, geenstijl. Janine memutuskan membaca Al-Quran sebagai bentuk protes adanya diskriminasi pada kelompok Muslim. “Saya berpikir, jika mereka ingin membakar Al-Quran, saya akan membacanya,” katanya yang telah membeli satu mushaf terjemahan Al-Quran. Diskriminasi terhadap Musim meningkat di Belanda. Institut Hak Asasi Manusia Belanda menerima laporan sebanyak 52 aksi diskriminasi dan Islamofobia di negeri kincir angin itu. Meski demikian, banyak orang non-Muslim berpikiran sama dengan Janine, yang berbalik melawan diskriminasi. Membagi Al-Quran, Bukan Melawan Selama lebih kurang 10 tahun ini marak aksi penodaan Al-Quran AL-QURAN DIBAKAR, JUSTRU MAKIN BANYAK DICARI DUNIA ISLAM 32 Lembaga Islam dan negara Muslim berbagi Al-Quran terjemah untuk melawan para pembenci, agar lebih memahami Islam MULIA | Ramadhan 1445/April 2024 Komunitas Muslim Berbagi Al-Quran terjemahan di Belanda


di berbagai belahan dunia. Tahun 2005, umat Islam seluruh dunia marah atas tuduhan penodaan Al-Quran oleh investigator AS di depan tahanan Muslim di kamp militer Amerika Serikat di Teluk Guantanamo di Kuba. Aksi pembakaran Al-Quran dilanjutkan oleh pendeta Kristen Terry Jones, sebuah pemimpin gereja di Gainesville, Florida, AS (2010). Lalu dilanjutkan aksi pembakaran Al-Quran di Inggris (2010), pembakaran di Oslo, Norwegia oleh Lars Thorsen Norwegia (2022), pembakaran Ramus Paludan ketua partai politik Denmark sayap kanan jauh Stram Kurs (2023), pembakaran oleh Salwan Monika di luar Masjid Agung Stockholm Swedia (2023) dan tahun 2024 pembakaran Al-Quran oleh aktivis PEGIDA, Edwin Wagensveld di Belanda. Guna melawan aksi pembakaran Al-Quran yang banyak dilakukan kelompok-kelompok sayap kanan, termasuk seperti PEGIDA, baru-baru ini komunitas Muslim melakukan aksi simpatik, berbagi Al-Quran terjemahan ke publik non-Muslim. Menurut Galip Aydemir, Presiden Yayasan Masjid Arnhem Türkiyem, di Belanda, mengatakan, tujuan bagi-bagi terjemahan Al-Quran ini sebagai cara menunjukkan kepada masyarakat kesucian Islam isi kandungan Al-Quran. Komunitas Muslim Belanda melakukan edukasi ke masyarakat lebih baik membaca isinya daripada membakarnya. Aksi bagi-bagi Al-Quran disertai penyebaran pamflet tentang “apa itu Islam” secara gratis. “Jangan Dibakar, Baca Saja!” demikian salah satu kampanye oleh enam pemimpin masjid di Arnhem kepada Anadolu Agency. Arnhem, kota di bagian timur Belanda, tempat Edwin Wagensveld, pemimpin sayap kanan PEGIDA cabang Belanda, yang mendalangi aksi pembakaran Al-Quran pada 13 Januari 2024. Distribusikan Jutaan Al-Quran Sebelumnya, aksi simpati juga dilakukan beberapa Negara Muslim. Kuwait, melawan islamophobia dengan mencetak sebanyak 100 ribu Al-Quran terjemahan bahasa Swedia. Malaysia, mengalokasikan dana sebesar RM2 juta (sekitar Rp7,05 miliar) untuk mencetak dan mengedarkan 1 juta Al-Quran ke seluruh dunia. “Kami tidak menganjurkan menanggapi dengan kekerasan, melainkan memilih berjuang dengan meningkatkan pemahaman tentang Al-Quran,” ujar PM Malaysia Anwar Ibrahim Anwar. Pusat Percetakan Al-Quran (Majma Malik Fahd Lithiba`ah Mushaf Syariif) bahkan sudah rutin memproduksi Mushaf Al-Quran. Jumlahnya tak tanggung-tanggung, sekitar 30 juta eksemplar per tahun, disertai terjemahan berbagai bahasa.* Ramadhan 1445/April 2024 | MULIA 33 Komunitas Muslim membuka stand dan berbagi Al-Quran terjemahan kepada non mulism di Belanda


www.bmh.or.id 542-878-6660 191-115-5899 R a/n ek B e A n IT i U n L g M D A o A n L a H s ID i AYATULLAH 272-800-0799 0822-2000-4500


QUOTE Ramadhan 1445/April 2024 | MULIA 35


Setelah sebulan lamanya kita berjuang menghidupkan Ramadhan dengan aneka macam kebaikan –mengaji, sholat tarawih, berinfak, dan sebagainya— sungguh suatu kesyukuran hari ini Allah mengizinkan kita bersua dengan Idul Fitri. Idul Fitri ini haruslah pula kita sikapi dengan bijak. Jangan sampai dijadikan ‘garis awal’ mengulang lagi keburukan. ADAB MENYAMBUT IDUL FITRI ADAB 36 Kita berharap, Idul Fitri menjadi wasilah pendongkrak semangat ibadah yang telah dibangun pada bulan puasa. Berikut ini beberapa adab yang bisa ditegakkan ketika menyambut Idul Fitri; Pertama; Isi malam hari Idul Fitri dengan dzikir, seperti takbir, tahmid dan tahlil. Dalam konteks ke-Indonesia-an, kita akrab dengan tradisi takbiran. Ada yang melaksanakan di Idul Fitri hari raya umat Islam, ia harus disambut suka cita, termasuk penampilan wangi dan menarik Oleh: Khairul Hibri MULIA | Ramadhan 1445/April 2024


37 di sebelah atau keburu selfie-selfie. Ambil hikmah yang diutarakan sebagai bekal dalam mengarungi kehidupan usai Ramadhan. Kelima; disunnahkan pulang dengan mengambil jalan berbeda saat berangkat. Keenam; bertegur sapa dengan orang-orang ketika pulang dari masjid. Budaya Indonesia sangat indah dalam mempraktikkan sunnah satu ini. Ketujuh; menghindari bersentuhan tangan dengan yang bukan mahram. Semoga kita mampu untuk menjalankannya. Selamat hari Raya Idul Fitri, semoga amal ibadah kita Allah terima, dan diampuni dosa kita semua. Taqobbalallahu minna wa minkum. Taqobbal yaa kariim. Aamiin. Yang patut digarisbawahi, jangan sampai ada unsur pemaksaan diri dalam pengadaan. Tak perlu memaksa diri membeli barang mewah hingga terjebak kredit atau pinjaman online. masjid, bahkan ada pula yang menyelenggarakan secara keliling, atau akrab dengan istilah ‘takbir keliling.’ Budaya ini sangat positif karena menyiarkan kebaikan. Yang pasti, jangan sampai merugikan orang lain. Tidak perlu sampai larut malam, bila itu menggunakan pengeras suara masjid, sehingga tidak mengganggu yang hendak tidur. Tidak pula mengganggu pengguna jalan, sebab ada hak orang lain yang memerlukan. Kedua; bersih diri dengan cara mandi dan menggunakan wewangian sebelum pergi ke masjid. Hal lain yang perlu diperhatikan, gunakanlah pakaian terbaik. Idul Fitri adalah hari raya umat Islam. Jadi, harus disambut dengan suka cita, termasuk soal penampilan menarik, bersih dan wangi. Yang patut digarisbawahi, jangan sampai ada unsur pemaksaan diri dalam pengadaan. Tak perlu memaksa diri membeli barang mewah hingga terjebak kredit atau pinjaman online. Optimalkanlah apa yang ada, pakai baju yang tersedia dan hilangkan rasa gengsi. Ketiga; jangan lupa untuk bersantap ringan sebelum berangkat ke masjid. Hal ini sunnah ketika menyambut Idul Fitri. Berbeda lagi kalau di hari raya Idul Adha. Malah disunnahkan untuk tidak makan-minum, sebelum pelaksanaan sholat Idul Adha. Keempat; simaklah dengan seksama khutbah yang disampaikan oleh para khathib. Jangan sampai mengobrol dengan kawan Ramadhan 1445/April 2024 | MULIA


Setiap perayaan Idul Fitri selalu ada pemandangan menyejukkan di negeri ini, yang tidak dimiliki banyak negeri lain. Hari itu banyak anggota keluarga saling berkunjung, meminta maaf, bahkan tak jarang diiringi deraian air mata. Kerukunan dan keakraban nampak jelas selepas itu. Sambil sajian, mengobrol dengan hangat, disertai senyum manis dan gelak tawa penyedap suasana. Jika, keadaan semacam ini terus berlanjut pada sebelas bulan selanjutnya, sudah pasti kedamaian hidup dan produktivitas akan semakin baik. Bagaimana tidak terbangun kedamaian, sedang satu sama lain tak ada yang saling menyakiti. Laksana lebah, meski mereka masing-masing memiliki alat penyengat, tak pernah digunakan untuk menyengat kawan. ENERGI MAAF-MEMAAFKAN KONSEP DIRI 38 Banyak hubungan berakhir perpisahan hanya karena mengedepankan ego Oleh: Khairul Hibri MULIA | Ramadhan 1445/April 2024


Selanjutnya, produktivitas akan meningkat karena ada keterikatan satu sama lain. Maksudnya, hati yang telah terhubung tali persaudaraan, sudah pastilah akan mendukung satu sama lain. Laksana ilustrasi Rasulullah bahwa seorang mukmin dengan mukmin yang lain laksana satu tubuh. Ketika ada satu bagian yang merasa sakit, maka sekujur tubuh akan merasakannya pula. Bukankah hanya tubuh yang sehat lagi bugar yang bisa bekerja dengan baik? Lepaskan Ego Pertanyaannya, bagaimana kita menjadi pribadi pemaaf? Caranya, lepaskan ego. Bila hal ini tidak dilakukan, maka, sudah pasti kebekuan hubungan akan terus berlanjut. Sebab, keduanya saling membelakangi dan tidak ada yang mau mengalah. Ada sebuah dongeng tentang dua domba yang bersua di atas jembatan kecil, di bawahnya ada sungai. Keduanya tak ada yang mau mengalah. 39 Malah kekeh mendahulukan ego masing-masing. Akhirnya, kedua-duanya jatuh ke sungai. Banyak hubungan yang awalnya bersatu kemudian berakhir perpisahan hanya karena mengedepankan ego. Padahal, jika setiap orang mampu meredam ego, kemudian membuka diri untuk meminta maaf atau memaafkan, maka selesailah urusan. Buka lembaran baru, buka cerita baru dan bukan mustahil, persoalan yang terjadi, justru menjadi penyegar semangat dan pikiran untuk lebih baik kedepan. Bukankah kapal bergerak karena dihempas gelombang dan angin? Perseteruan Adalah Bilal bin Rabah pernah tersinggung berat dengan kata-kata Abu Dzar yang menyebutnya ‘anak hitam.’ Tak terima dengan perilaku itu, Bilal mengadukan Abu Dzar kepada Rasulullah . Sang Nabi menegur keras sahabat mulia itu, bahkan menyebutkan dalam dirinya masih ada sisa-sisa kejahiliahan. Marahkah Abu Dzar dengan aduan ini? Yang ada, beliau malah mencari Bilal untuk meminta maaf. Beliau menyadari betul kekeliruan yang diperbuatnya. Bahkan, ia letakkan kepalanya di tanah agar diinjak Bilal. Tapi Bilal enggan melakukan. Dirangkulnya Abu Dzar dan keduanya akhirnya saling berpelukan dan saling memaafkan. Sungguh indah, bukan?* Ramadhan 1445/April 2024 | MULIA


BMH IKUTI UJI KOMPETENSI DAN PROGRAM SERTIFIKASI AMIL Sebagai upaya memperkuat profesionalisme dalam penyaluran zakat, amil BMH bergabung dengan 300 amil zakat lainnya untuk mengikuti program sertifikasi dan uji kopetensi yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ). Uji kompetensi sertifikasi amil ini sendiri dilakukan secara tatap muka dan dihelat di empat kota; Jakarta, Bandung, Purwokerto, dan Makassar. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, mengungkapkan bahwa program sertifikasi amil ini diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BAZNAS. Sebanyak 301 amil dari tujuh lembaga amil zakat (LAZ) yang tergabung dalam POROZ turut berpartisipasi dalam program ini. Salah satu Amil BMH, Amin Haris, mengungkapkan bahwa mengikuti sertifikasi amil telah meningkatkan wawasan dan rasa AKSI 40 Bersama 300 amil zakat lainnya, BMH mengikuti program sertifikasi dan uji kompetensi yang diselenggarakan BAZNAS dan Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat percaya dirinya dalam melayani dunia zakat. “Sertifikasi ini membuka wawasan baru dan meningkatkan kepercayaan diri dalam berkhidmat di bidang zakat,” ujarnya. Dengan semakin terasahnya kompetensi para amil zakat, diharapkan penyaluran zakat dapat dilakukan dengan lebih profesional dan akuntabel, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.*/Herim MULIA | Ramadhan 1445/April 2024


16 DAI KE TANAH SUCI DALAM “PROGRAM DAI AWARD” 41 Mereka yang mendapat panggilan Allah adalah para dai yang berhasil meraih “Program Dai Award” dan bertugas di wilayah Jatim Bekerjasama dengan DPW Hidayatullah memberangkatkan umrah 16 dai yang bertugas di seluruh wilayah Jawa Timur. Menurut Ketua DPW Hidayatullah Jatim, Amun Rowie, para peserta umrah ini adalah para dai yang berhasil meraih “Program Dai Award”. “Ini tahun kedua DPW Hidayatullah Jatim menginisiasi Program Dai Award, semangatnya harus terus tumbuh dan lebih baik, “ ujar Ustadz Amun Rowie. Ustadz Ibnu Mas’ud, salah satu dai penerima hadiah menyampaikan rasa syukurnya atas hadiah istimewa ini. “Allahukarim, semua ini adalah hadiah dan bonus dari Allah,” ungkap dai yang bertugas di Kabupaten Pasuruan, Jatim ini. Adanya hadiah ini diharapkan meningkatkan semangat dan produktivitas para dai dalam berjuang dan berdakwah di daerah masing-masing. “Program Umroh Award” ini terlaksana dengan baik berkat dukungan dari berbagai pihak salah satunya Laznas BMH. Imam Muslim Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur mengatakan, “Apresiasi yang diberikan BMH ini merupakan amanah dari para donatur dalam Program Umroh Dai Tangguh,” tuturnya. Acara seremonial dilaksanakan di Aula Pesantren Hidayatullah Sumenep, Madura hari Ahad, 31 Desember 2023 saat rangkaian acara Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW Hidayatullah Jatim 2024.* Ramadhan 1445/April 2024 | MULIA


Ramadhan telah berlalu, dan kita kini bersyukur karena Allah yang mempertemukan kita dengan hari kemenangan, Idul Fitri. Meskipun bulan suci Ramadhan telah meninggalkan kita, nilai-nilai yang kita pelajari selama berpuasa, terutama tentang berbagi, harus tetap kita perkuat. Sebagaimana pepatah dari Jepang yang mengatakan, “Lebih baik memberi daripada menerima.” Pepatah ini mengingatkan kita akan kebaikan dan kepuasan yang dirasakan ketika kita memberi kepada orang lain. Mungkin saja pahala dari amal kebaikan tidak sebesar ketika Idul Fitri, Momentum Kuatkan Semangat Berbagi IDEALITA Oleh: Supendi (Direktur Utama Laznas BMH) 42 Kebaikan adalah bahasa yang dimengerti oleh semua orang kita berbagi di bulan Ramadhan. Namun, yang penting adalah kita telah melewati ujian puasa Ramadhan dengan baik dan menjadi insan yang lebih bertakwa. Seperti yang diungkapkan dalam sebuah peribahasa Arab, “Kebaikan adalah bahasa yang dimengerti oleh semua orang.” Dengan berbagi, kita menyebarkan kebaikan dan cinta kepada sesama, tanpa memandang perbedaan dan batasan. Jadi, meskipun kita telah melewati bulan suci tersebut, mari tetap jaga semangat untuk terus meningkatkan kinerja kebaikan kita kepada sesama demi mendapatkan ridha Allah. Karena sesungguhnya, keMULIA | Ramadhan 1445/April 2024


baikan yang kita lakukan tidak hanya pada bulan Ramadhan saja, tetapi juga sepanjang tahun. “Berkat kebaikan, kita dapat menciptakan kehidupan yang damai dan bahagia,” demikian kata-kata bijak dari India. Semoga semangat berbagi ini terus membara di hati kita, membawa kebahagiaan dan manfaat bagi semua. Terlebih Laznas BMH akan terus bersama umat, menghadirkan dan menyebarkan kebaikan ke berbagai titik pelosok di Tanah Air. Kita tahu, soal-soal kemiskinan, masih terus membutuhkan sinergi dan kolaborasi kita semua. Termasuk menyemai generasi unggul, cerdas dan religius, juga memerlukan kesamaan visi kita bersama. Jadi, jangan lelah berbagi. Mari bersama-sama kita perkuat semangat berbagi, karena di situlah letak keindahan dan makna sejati dari Idul Fitri. Selamat Hari Raya Idul Fitri! Taqabbalallahu Minna Wa Minkum.* 43 Semoga semangat berbagi ini terus membara di hati kita, membawa kebahagiaan dan manfaat bagi semua. Terlebih Laznas BMH akan terus bersama umat Ramadhan 1445/April 2024 | MULIA


Aku hanyalah anak desa, yang lahir dari keluarga yang kurang mampu dalam hal ekonomi. Meski demikian, mimpi sukses di masa mendatang tetap terpatri dalam diri. Untuk itu, belajar atau sekolah terus aku tempuh, meski jarak sekolah dari rumah tidak kurang dari 10 KM jauhnya. Dengan berbekal sepeda pancal, aku tempuh perjalanan jauh itu, setiap hari. Alhamdulillah, saat SMP aku diterima di sebuah pondok pesantren gratis. Mulai biaya asrama, makan, hingga biaya pendidikan. Begitu pula saat SMA. Usai lulus SMA, aku diterima studi di Perguruan Tinggi di salah satu kota besar di Jawa Timur, juga secara gratis. Beruntungnya, di tempat ini, pengelola kampus masih memberikan ruang bagi para mahasantri mengembangkan diri, termasuk, MENYERAH MENGEJAR ILUSI DUNIA CERMIN 44 Meski pemasukanku banyak, ada saja musibah yang menimpaku, yang menyebabkan habisnya uang tabungan jika ingin mencari penghasilan. Catatannya, tentu saja tidak boleh menabrak kegiatan keasramaan dan juga akademik (perkuliahan). Jadinya, momen weekend -lah waktu-waktu tepat mengoptimalkan pengembangan. Akhirnya aku bergerilya ke sana kemari untuk mencari tambahan. Setiap ada peluang aku mencoba menangkap dengan penuh semangat, dan berusaha menyeriusinya. Singkat cerita, aku pernah bekerja sebagai wartawan untuk Lembaga Zakat Nasional. Aku diberi fasilitas sepeda motor dan mendapat penghasilan tetap (meski tidak seberapa). Beruntung aku masih bisa mengoptimalkan kendaraan itu untuk antar jemput anak sekolah, bisa les privat. Akhirnya, penghasilanku pun lumayan. Bahkan aku sudah bisa membantu orang tua menyekolahkan MULIA | Ramadhan 1445/April 2024


adik, saving beberapa rupiah setiap bulannya. Obsesiku mencari uang semakin ’menggila’ setelah beberapa tahun menyelesaikan studi. Berdomisili di daerah yang ‘subur’ pertumbuhan industri alamnya, membuatku kepincut menerjuni dunia itu. Apalagi, bila mengetahui gaji mereka sampai ratusan juta membandingkan dengan apa yang aku dapat, seperti langit dan bumi. Akhirnya, aku putuskan untuk keluar dari lembaga pesantren tempat pengabdian diri sejak awal. Aku mencurahkan seutuhnya pikiran dan tenaga untuk mencari finansial. Pikirku saat itu, ekonomi yang akan bisa membawa pada kebahagiaan. Dengan finansial segala kebutuhan akan terpenuhi dan hidup akan tenang dan damai. Gayung bersambut, aku diterima perusahaan besar untuk mengajar di sekolah yang mereka dirikan dengan gaji jauh lebih besar. Di sini aku mendapatkan fasilitas lebih wah. Selain itu, masih ada sampingan lain, aku belajar marketing online. Aku bahkan ikut pelatihan berbayar belasan juta demi menguasai ilmu-ilmu yang akan aku gunakan untuk mewujudkan obsesiku. Dan benar saja, aku berhasil. Dari sampingan ini, aku bisa menghasilkan puluhan juta dalam sebulan. Sayangnya setelah semua kuperoleh, ada hal lain yang kurasakan sangat mengganggu, yakni kekeringan jiwa. 45 Entah mengapa, meski aku menjaga sholat jamaah, tapi tetap tidak bisa menghilangkan rasa ‘dahaga’ itu. Di sisi lain, ada saja peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam keluarga besarku secara seketika. Tak jarang semua musibah menguras pundi-pundi yang sudah terkumpul dan ujungnya habis juga uang simpanan. Kejadian-kejadian inilah yang kembali membuatku kembali merenungi hakikat kehidupan. Aku memutuskan kembali pulang dan mengabdikan diri lagi di pondok pesantren. Semoga Allah senantiasa memberi keistiqomahan kepada kita semua. Aamiin.* Ramadhan 1445/April 2024 | MULIA


Suasana hening mengiringi santri yang mulai berbaris rapi memenuhi shaf-shaf kosong. Suara takbir pertama imam pertanda dimulainya shalat dzuhur, dan para santri yang tengah khusu’ mengikuti takbir sang imam. Selepas sholat dzuhur dan berdoa, para santri tak langsung bubar. Mereka nampak duduk dengan setia menanti pembacaan hadis yang dibacakan santri yang sudah terjadwal. Begitulah suasana dzuhur di Sekolah Pemimpin PP Hidayatullah Depok, suasana yang penuh dengan nuansa keislaman. Pemimpin di Masa Depan Perkembangan dan kualitas anak muda hari ini akan berdampak besar pada arah dan kemajuan BEASISWA HADIRKAN PEMIMPIN DI MASA DEPAN SENYUM BERDAYA 46 Dengan program beasiswa, para siswa dan santri bisa mendapatkan pendidikan layak, harapannya lahir pemimpin yang memberdayakan masyarakat di masa yang akan datang. Maka dibutuhkan calon calon pemimpin bagi masa depan, hal ini pula yang menjadi tujuan dari berdirinya Sekolah Pemimpin. ‘’Kami ingin mencetak pemimpin yang bertauhid dan berakhlak baik untuk masa depan oleh karena itu kami punya branding Sekolah Pemimpin,” ucap Abdurrahman Hakim, Kepala Sekolah Pemimpin yang juga MULIA | Ramadhan 1445/April 2024


alumni pertama sekolah ini. Hal itu tidak hanya menjadi omongan belaka, tapi benar benar dibuktikan dengan adanya kegiatan-kegiatan dan program yang membentuk jiwa kepemimpinan. Sehari-hari para santri dibekali adab, merupakan salah satu prioritas dalam Islam. Juga leadership. Tidak lupa menghafal al-Quran 10- 30 Juz, hadits arbain serta segi ibadah juga terkontrol. “Kami membekali anak dengan kemampuan leadership, dimana anak diajarkan mandiri dan diberi wadah Pandu Hidayatullah untuk belajar memimpin adik kelasnya,” imbuh bapak dua orang anak ini. “Dan dari sisi akademik tidak kalah saing, karena kami setiap tahun mendapatkan juara KSM (kompetisi Sains Madrasah),” imbuhnya. Komitmen Laznas BMH Tidak lupa salah satu kehadiran sekolah ini juga dukungan Laznas BMH. Hal ini sesuai dengan prinsip untuk melakukan pemberdayaan umat dengan meningkatkan kuantitas, kualitas pendidikan dan dakwah. Maka BMH memberikan beasiswa kepada siswa di sekolah ini agar para santri bisa mendapatkan pendidikan yang layak, dan harapannya akan melahirkan manusia-manusia yang berdaya dan memberdayakan. “Program Core BMH adalah tarbiyah dan dakwah, dan BMH yakin dengan pendidikan yang layak akan memberikan pemahaman mindset dan di kemudian hari akan berdaya,” tutur Supendi, Direktur Laznas BMH. Abdurrahman Hakim mengaku 47 sangat terbantu dengan adanya program beasiswa dari BMH ini. Alhamdulillah, sampai hari ini, santri-santri 3 kelas mendapat pembiayaan donatur yang disalurkan melalui BMH. “Kami sangat terbantu dengan adanya program beasiswa dari BMH ini, dan sekarang anak anak kelas 10, 11 dan 12 tujuh puluh persennya dibiayai oleh BMH,” tutur Abdurrahman. “Kami ucapkan terima kasih pada donatur dan Laznas BMH yang selama ini sudah menjadi mitra Sekolah Pemimpin MA Hidayatullah Depok, dan akan terus melaporkan progres prestasi dan pencapaian anak anak kepada BMH,” tutupnya. Untuk diketahui, sekolah ini berdiri tahun 2003 silam, dan mendapatkan izin operasional tahun 2010 dengan nama MA Hidayatullah Depok. Namun karena tujuan dari sekolah ini mencetak pemimpin maka di tahun 2013 berganti nama menjadi Sekolah Pemimpin MA Hidayatullah Depok.*/ Andi Yasbakhun Ramadhan 1445/April 2024 | MULIA


SOSOK 48 Tidak ada dakwah yang mudah, namun jika dijalankan dengan tulus, pertolongan Allah selalu terbuka. Itulah yang dirasakan Ustadz Supriatna ketika pertama kali berdakwah di Kampung Cisema, Desa Mangunjaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada awal tahun 2015 silam. Hanya kendaraan roda dua yang bisa melintasi Kampung Cisema, karena menuju kesana harus melewati jalan bebatuan dan berbukit, serta jalan pematang sawah yang licin dan berlumpur. Kehadirannya di tempat ini bermula saat dirinya dan beberapa rekan ditugaskan Pos Dai menjadi juru dakwah di tempat terpencil dan sulit dijangkau oleh masyarakat luas. Ia datang berbekal tekad unPendekatan sosial dan terus menjalin kekeluargaan dengan warga berimbas kepercayaan masyarakat dalam dakwah MENYEMAI DAKWAH DI KAMPUNG CISEMA Ustadz Supriatna MULIA | Ramadhan 1445/April 2024


49 tuk membina masyarakat dalam keislaman. Tak punya kenalan, apalagi tempat tinggal. “Hanya ada niat yang ikhlas untuk memulai dakwah,” ujarnya. Kala itu mendatangi ketua kampung menyampaikan niat kedatangannya, ingin mengajar alQur’an tanpa dibayar. Niat baiknya disambut positif. Masjid yang ada di kampung ini dipersilakan untuk dipakai mengisi pengajian dan mengajar anak-anak mereka. Lalu, mulailah ia membuka majelis. Betapa kagetnya, rupanya banyak anak kampung masih buta huruf al-Qur’an dan jamaah shalat lima waktu pun masih sangat sedikit. Meski rutin berdakwah di Kampung Cisema, Supriatna menetap di Desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah. Ini karena di Cisema ia belum memiliki rumah atau lahan yang bisa ditempati. Selama dua tahun, ia dan istrinya bolak-balik ke kampung dengan jarak waktu sekitar 45 menit perjalanan via motor untuk membina keislaman warga. Qadarallah, banyak perubahan dari pembinaan dakwah. Semakin banyak ibu-ibu bisa membaca Al-Quran. “Mereka tak mau kalah semangat sama anak-anak mereka,” ujar pria yang juga Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Kabupaten Bandung tersebut. Membuka Yayasan Seiring makin besarnya animo masyarakat belajar agama, Supriatna dan kawan-kawannya membuka yayasan untuk menaungi kegiatan-kegiatan belajar diniyah. Melalui Yayasan Al-Amin Hidayatullah, di lahan itu didirikan beberapa saung gazebo tempat anak-anak dan para ibu belajar diniyah; membaca al-Qur’an, bahasa Arab, tafsir, Hadits, fiqih, hingga sejarah Islam,” ungkapnya. Tantangan Salah satu tantangan yang harus mereka hadapi adalah pendekatan dakwah di kalangan bapak-bapak. Hal ini berbeMasjid yang ada di kampung ini dipersilakan untuk dipakai mengisi pengajian dan mengajar anak-anak mereka. Lalu, mulailah ia membuka majelis. Betapa kagetnya, rupanya banyak anak kampung masih buta huruf al-Qur’an dan jamaah shalat lima waktu pun masih sangat sedikit. Ramadhan 1445/April 2024 | MULIA


SOSOK da dengan pengajian ibu-ibu dan diniyah anak-anak yang cukup marak. Agar kaum pria bisa menambah ilmu, dibuatlah pengajian rutin khusus untuk bapak-bapak. Tapi peminatnya sangat rendah. Laku ia mencoba menggelar pengajian umum setiap bulannya dan mendatangkan ustadzustadz mumpuni di luar tema kajian. Rupanya metode ini berhasil. Setiap pengajian, masjid selalu ramai hingga luar masjid. Seiring berjalannya waktu, perubahan di masyarakat semakin terlihat. Masyarakat makin lancar baca al-Quran, para wanita dan anak-anak gadis banyak menutup aurat, shaf shalat lima waktu semakin ramai, hingga pengajian di masjid selalu penuh. Saat ini yayasan yang dikelolanya mampu membeli rumah warga dan telah direnovasi menjadi Rumah Quran. Kelak, rumah itu akan menjadi cikal bakal pesantren tahfidz. Tahun ini mereka segera membuka santri mukim khusus putri yang akan dibina menjadi penghafal al-Qur’an. Pekerjaan rumah Supriatna dan kawan-kawan masih banyak, ia berharap bisa mendapatkan lahan di kampung dan mendirikan fasilitas belajar lebih baik, mengelola pesantren, dan membina masyarakat lebih dekat.*/Siraj el-Manadhy 50 MULIA | Ramadhan 1445/April 2024


www.bmh.or.id 542-878-6660 191-115-5899 R a/n ek B e A n IT i U n L g M D A o A n L a H s ID i AYATULLAH 272-800-0799 0822-2000-4500


Click to View FlipBook Version