The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by BMH, 2021-03-17 23:42:32

Proposal Pembebasan Lahan Sawah

Lumbung Ketahanan Pangan Santri

PROPOSAL

PROGRAM
PEMBEBASAN
LAHAN SAWAH

LUMBUNG KETAHAN PANGAN SANTRI

Pemberdayaan pesantren
masyarakat berbasis petanian

Salah satu lokasi program pemberdayaan sawah padi BMH di Pondok
Pesantren Tahfidz Qur’an Hidayatullah Pebayuran Kabupaten
Bekasi- Jawa Barat

Ikhtisar Pemberdayaan
yang Sudah Berjalan

1. Pertanian sawah di Pebayuran Kabupaten Bekasi 6. Perikanan bandeng di Konawe SulawesiTenggara
2. Pertanian sawah di Luwu SulawesiSelatan 7. Perikanan nila dan lele di 7 propinsi
3. Pertanian hidroponik di Depok 8. Perkebunan karet di Sumatera Selatan dan Kalimantan
4. Pertanian bawang pre di Lumajang Jawa Timur 9. Pertanian sayur di Balikpapan Kalimantan Timur
5. Peternakan kambing dan sapi di Bogor dan Lumajang 10. Budidaya jamur tiram di Jawa Timur

Tentang Program

Lumbung ketahanan pangan santri merupakan program pemberdayaan ekonomi
melalui pengadaan sawah sebagai upaya mensejahterakan petani lokal dengan program yang
komprehensif mulai dari pemberian bibit dan pupuk, pendampingan dan peningkatan skill
bertani, penyerapan hasil panen, juga pembinaan dari aspek spiritulitasnya. Guna memenuhi
kebutuhan beras ribuan santri yang tersebar di pondok pesantren di penjuru Nusantara.

PEMBINAAN PENYERAPAN HASIL
DARI ASPEK PANEN

SPRITUAL

PENDAMPINGAN DAN
PENINGKATAN SKILL

BERTANI

PEMBERIAN
BIBIT & PUPUK

Visi Program

Petani Berdaya Santri Sejahtera

Latar Belakang

Berdasarkan data yang di rilis oleh Badan Pusat
Statistik (BPS) pada 4 Februari 2020, Indonesia miliki
luas baku sawah 7,46 juta hektare.
Jumlah petani muda terjadi penurunan 415.789 orang dari
periode 2017 ke 2018, Sehingga Kesejahteraan petani
harus terus ditingkatkan, agar penurunan jumlah petani
dapat diminimalisir (Sumber BPS).
Perlunya pelopor pertanian yang diharapkan membuat
jejaring usaha pertanian untuk menarik minat generasi
milenial menekuni usaha di bidang pertanian. Selain untuk
meningkatkan produktivitas tenaga kerja pertanian,
petani milenial diharapkan meningkatkan produktivitas
lahan dan komoditas.
Harga gabah yang kurang stabil dan harga pupuk
yang melambung.
Teknologi petani yang harus ditingkatkan.
Kebutuhan beras santri yang terus meningkat.

Tujuan program

Memenuhi Upaya Mengembangkan Meningkatkan
konsumsi beras mengurangi alih unit usaha taraf hidup
santri fungsi lahan produktif di para petani
pertanian bidang pertanian

Bentuk Kegiatan Program

Pembelian lahan pertanian Bantuan bibit, pupuk dan
sawah obat-obatan
Pendampingan oleh tenaga Bantuan alat pertanian
ahli Penyerapan hasil panen
Pembentukan kelompok tani
Bantuan modal usaha dan
kerja

Pendekatan Strategi
Pemberdayaan Pemberdayaan

Masyarakat

Manajemen Koperasi Tani Menfasilitasi
lindung hasil dan Pesantren Petani dalam
peningkatan nilai Masyarakat penyediaan
(Kotaemas)
tambah kebutuhan
Peningkatan produksi
Penyederhanaan hasil produksi
tata niaga hasil disertai dengan Penguaatan
dengan penyerapan efisiensi biaya kelembagaan
hasil usaha tani
produksi petani dan
kompetensi

petani

Jaring pengaman Manajemen Program
sosial Ketahanan Pangan

Lindung Hasil masyarakat

Masa Panen Stabilitas
Harga
Lumbung
Pangan Tabungan/cadan
gan pangan
petani

Pemenuhan
pangan Santri

Cadangan pangan
pesantren dan
masyarakat

Stabilitas
Stock

Lokasi Program

Kecamatan Towoti Kab Luwu Timur
Prov. Sulawesi Selatan

Zakat Sumber Hibah
Dana
& Sedekah
Produktif

Wakaf CSR

Perusahaan

Terbentuknya model komunitas Indikator Keberhasilan
petani berdaya Program

Peningkatan pendapatan petani 15-
20% setelah intervensi program

Kelangkaan input pertanian dapat diatasi

Terciptanya ekosistem Pemberdayaan,
hulu hilir pemberdayaan

Terciptanya ekosistem Pemberdayaan,
hulu hilir pemberdayaan

Bisnis Proses

Penyediaan Proses Pasca Panen Distribusi Konsumsi
produksi Budidaya
Perontokan Pengangkutan Keterjangkauan
Lahan Penyemaian Pengeringan Gudang Harga
Air Olah lahan Penyimpanan Distribusi Stabilitas stok
Benih Pupuk Dasar hasil panen Toko Ritel Stabilitas Harga
Pupuk Penanaman Management Kopontren Lumbung
Obat-obatan Perawatan stok Logistik Santri Pangan
Tenaga Kerja Pengairan Penggilingan Bantuan
Modal Kerja Pemupukan Sortasi (Seleksi Pangan
Pengendalian dan Grading)
hama Pengemasan
Panen

Output, Outcome, dan Objectif

Program Output Outcome Objektive

Pemberdayaan melalui 1. Terpenuhinya 1. Ketersediaan 1. Menguatnya
pengadaan dan ketahanan pangan
pengolahan lahan kebutuhan beras pangan untuk masa
sawah 2. Hasil panen yang
masyarakat dan tertentu berlimpah

pesantren 2. Optimalisasi asset 3. Petani sejahtera,
kebutuhan spiritual
2. Mengurangi alih lahan produktif dan materialnya

fungsi lahan pertanian

pertanian 3. Peningkatan

3. Terbentuknya penghasilan petani

kelompok usaha tani

Anggaran Program

No Item Program Jumlah Volume Nominal Biaya Jumlah
Hektar (Per Hektar) 2.500.000.000
1 Biaya pembukaan lahan dan 100 Hektar
pengelohan Paket 25.000.000
Unit
2 Biaya tanam (benih, pupuk, ops 100 Paket 12.500.000 1.250.000.000
penanaman, pengairan) Paket

3 Pembentukan kelompok tani, 1 50.000.000 50.000.000
Pelatihan dan pendampingan 1
petani 500.000.000 500.000.000

4 Pembuatan gudang
penampungan

5 Pengadaan peralatan (mesin 1 145.000.000 145.000.000
pengering gabah, mesin 1
penggilingan) 20.000.000 20.000.000
4.465.000.000
6 Monitoring dan evaluasi

Total

Penutup

Peluang dan kesempatan untuk menggapai kebaikan tak pernah padam.
Varian program ekonomi pemberdayaan yang BMH hadirkan diharapkan
memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan santri dan peningkatan

kesejahteraan petani yang semakin baik.
Baitul Maal Hidayatullah sebagai lembaga zakat terpercaya siap membangun

sinergi dan kolaborasi untuk menggapai visi mulia tersebut.
Jakarta, 29 Januari 2021
Baitul Maal Hidayatullah

www.bmh.or.id


Click to View FlipBook Version