The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Tugas Rukol Modul 1.4. Budaya Positif
Lima posisi kontrol dan segitiga restitusi dalam penyelesaian masalah

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Nurul Badriah, 2023-10-10 23:04:00

Tugas Rukol Modul 1.4. Budaya Positif

Tugas Rukol Modul 1.4. Budaya Positif
Lima posisi kontrol dan segitiga restitusi dalam penyelesaian masalah

Keywords: Budaya positif,guru penggerak,posisi kontrol,segitiga restitusi

Tugas 1.4.a.5. Ruang Kolaborasi Modul 1.4. Budaya Positif CGP Angkatan 09


Pendidikan guru penggerak Angkatan 9 Ismi efriyanti Pengajar praktik Sri ningsih fasilitator


Pendidikan guru penggerak Angkatan 9 Nurul badriah Sma negeri 3 pangkalpinang Rasmidaini Fitri Ade Maria SD Negeri 55 Pangkalpinang SMA Negeri 4 PANGKALPINANG


BUDAYA POSITIF Lima posisi kontrol menurut Diane Gossen dalam Choice Theory adalah sebagai berikut: 1. penghukum 2. pembuat orang merasa bersalah 3. teman 4. pemantau 5. manajer


Kasus 1 Guru Matematika dan wali kelas 8, Ibu Santi sakit, sehingga tidak dapat masuk dan mengajar. Akhirnya dicarikan guru pengganti, Ibu Eni. Ibu Eni baru 2 tahun menjadi guru SMP. Beberapa murid perempuan, Fifi dan Natali, mengetahui hal ini dan mulai menggunakan kesempatan dan bersikap seenaknya, tertawa dan tidak mengindahkan kehadiran Ibu Eni. Ibu Eni mencoba menyapa Fifi dan Natali dengan ramah, sambil mengingatkan mereka untuk tetap fokus pada pengerjaan tugas, “Ayolah tugasnya dikerjakan, nanti Ibu ditegur Bapak Kepala Sekolah kalau kalian tidak kerjakan tugas. Tolong bantu Ibu ya?” Namun Fifi dan Natali malah jadi tertawa, “Ah Ibu, santai saja bu” . Mereka tetap tidak mengerjakan tugas dan malah mengobrol. Keesokan harinya, Ibu Santi memanggil Fifi dan Natali serta menanyakan tentang laporan Ibu Eni. Ibu Santi menanyakan apakah mereka bersedia melakukan memperbaiki permasalahan yang ada? Fifi dan Natali sempat ragu-ragu dan membela diri, namun pada akhirnya mengatakan akan meminta maaf. Ibu Santi menanggapi bahwa tindakan itu boleh saja dilakukan bila mereka sungguh-sungguh ingin meminta maaf, namun Ibu Santi menanyakan kembali.


apa yang mereka bisa lakukan untuk menggantikan rasa tidak dihormati Ibu Santi? Baik Fifi maupun Natali mengakui bahwa perilaku mereka tidak sesuai dengan Keyakinan Kelas. Ibu Santi melanjutkan kembali apa yang akan mereka lakukan untuk memperbaiki masalah, apakah ada gagasan? Setelah berpikir sejenak, Natali dan Fifi mengusulkan bagaimana kalau mereka mengadakan sebuah diskusi kelompok dengan teman-teman sekelasnya. Tema yang mereka pilih adalah penerapan keyakinan kelas, terutama tentang sikap saling menghormati dan bagaimana penerapannya di kehidupan sehari-hari di sekolah. Usulan kedua adalah mengirim email kepada Ibu Eni tentang gagasan mereka tersebut. Mereka pun memberitahu Ibu Eni bahwa mereka telah memberitahu Kepala Sekolah, Pak Hasan, bila lain waktu ada ketiadaan guru, maka mereka akan mengusulkan Ibu Eni sebagai guru pengganti. lanjutan kasus 1


Pembahasan Kasus ! Langkah-langkah restitusi sudah dijalankan oleh Ibu Santi yaitu dengan menggunakan Segitiga Restitusi : Segitiga restitusi dengan melangkah langsung ke langkah yang ketiga, Langkah satu dan dua kurang penekanan atau kurang tampak sehingga lebih dominan langsung ke langkah tiga, yaitu Bu santi langsung menanyakan keyakinan diri tanpa Langkah pertama yaitu menstabilkan identitas dan Langkah yang kedua, yaitu validasi Tindakan yang salah. Menstabilkan Identitas : “Ibu Santi menanyakan apakah mereka bersedia melakukan memperbaiki permasalahan yang ada? Fifi dan Natali sempat raguragu dan membela diri, namun pada akhirnya mengatakan akan meminta maaf. Memvalidasi Tindakan : “Ibu Santi menanggapi bahwa tindakan itu boleh saja dilakukan bila mereka sungguh-sungguh ingin meminta maaf, namun Ibu Santi menanyakan kembali, apa yang mereka bisa lakukan untuk menggantikan rasa tidak dihormati Ibu Santi? Baik Fifi maupun Natali mengakui bahwa perilaku merekatidak sesuai dengan Keyakinan Kelas. Menanyakan Keyakinan : “Ibu Santi melanjutkan kembali apa yang akan mereka lakukan untuk memperbaiki masalah, apakah ada gagasan?


Pembahasan Kasus ! Langkah-langkah restitusi apa saja yang sudah dijalankan oleh Ibu Santi ? Validasi Tindakan yang Salah “tindakan itu boleh saja dilakukan bila kalian sungguh-sungguh ingin meminta maaf, dan “ apa yang kalian bisa lakukan untuk menggantikan rasa tidak dihormati Ibu Eni?


Pembahasan Kasus ! Langkah-langkah restitusi apa saja yang sudah dijalankan oleh Ibu Santi ? Menanyakan Keyakinan Kelas “apa yang akan kalian lakukan untuk memperbaiki masalah, apakah ada gagasan? Siswa mengakui prilaku mereka tidak sesuai dengan keyakinan kelas Bagaimana kalau mengadakan sebuah diskusi kelompok dan menerapkan menerapkan keyakinan kelas yang telah disepakati dalam kehidupan sehari-hari.


Pembahasan Kasus ! Menurut Anda, apakah restitusi yang diusulkan Fifi dan Natali sudah sesuai dengan pelanggaran yang telah dibuat? Apakah langkah-langkah restitusi yang telah diusulkan mereka? Sudah sesuai dengan pelanggaran yang telah dibuat, yaitu dengan melakukan diskusikelompok dan menerapkan keyakinan kelas yang telah disepakati dalam kehidupan seharihari. Langkah-langkah : Mereka mengusulkan bagaimana kalau mereka mengadakan sebuah diskusi kelompokdengan teman-teman sekelasnya. Tema yang mereka pilih adalah penerapan keyakinankelas, terutama tentang sikap saling menghormati dan bagaimana penerapannya dikehidupan seharihari di sekolah. Usulan kedua adalah mengirim email kepada Ibu Enitentang gagasan mereka tersebut. Mereka pun memberitahu Ibu Eni bahwa mereka telahmemberitahu Kepala Sekolah, Pak Hasan, bila lain waktu ada ketiadaan guru, maka merekaakan mengusulkan Ibu Eni sebagai guru pengganti.


Pembahasan Kasus ! Mereka mengusulkan bagaimana kalau mengadakan sebuah diskusi kelompok dengan teman-teman sekelasnya. Mengirim email kepada Ibu Eni tentang gagasan mereka Memberitahu Kepala Sekolah, Pak Hasan, bila lain waktu ada ketiadaan guru, maka mereka akan mengusulkan Ibu Eni sebagai guru pengganti. Sudah Apakah langkah-langkah restitusi yang telah diusulkan mereka? Apakah restitusi yang diusulkan Fifi dan Natali sudah sesuai dengan pelanggaran yang telah dibuat?


Dalam kasus 1, posisi apakah yang telah diambil oleh Ibu Eni KASUS dalam menangani Fifi dan Natali? Posisi sebagai Pembuat Merasa Bersalah seperti tercermin dalam kalimat “ bu Eni mencoba menyapa Fifi dan Natali dengan ramah, sambil mengingatkan mereka untuk tetap fokus pada pengerjaan tugas, “Ayolah tugasnya dikerjakan, nanti Ibu ditegur Bapak Kepala Sekolah kalau kalian tidak kerjakan tugas. Tolong bantu Ibu ya?” Dalam kasus 1, Jika Anda adalah Pak Hasan, bagaimana Anda menyikapi langkah yang ditempuh Ibu Santi? Pak Hasan adalah bersikap dalam 5 kontrol sosial sebagai Manajer dengan melakukan komunikasi untuk memberikan solusi dari hambatan. Pak Hasan menyosialisasikan penerapan kepada guru yang bersangkutan menggunakan segitiga restitusi dengan Langkah yang lengkap, yaitu: Menstabilkan identitas, Validitas Tindakan yang salah dan Menanyakan keyakinan diri. Pembahasan Kasus !


Pembahasan Kasus ! Dalam kasus 1, posisi apakah yang telah diambil oleh Ibu Eni KASUS dalam menangani Fifi dan Natali? Pembuat merasa bersalah “Ayolah tugasnya dikerjakan, nanti Ibu ditegur Bapak Kepala Sekolah kalau kalian tidak kerjakan tugas” Sebagai teman “Ayolah bantu ibu ya?”


Pembahasan Kasus ! Dalam kasus 1, Jika Anda adalah Pak Hasan, bagaimana Anda menyikapi langkah yang ditempuh Ibu Santi? Mensosialisasikan pentingnya mengaplikasikan Segitiga Restitusi kepada Bu Santi dalam menghadapi murid guna mencipatakan Budaya Positif dalam ekosistem Pendidikan. Kemudian sebagai manajer dengan melakukan komunikasi untuk memberikan solusi dari hambatan, penerapan menggunakan segitiga restitusi dengan Langkah yang lengkap, yaitu: 1.Menstabilkan identitas 2.Validitas Tindakan yang salah 3.Menanyakan keyakinan diri


KASUS 2 Sabrina hari itu bangun terlambat, dan terburu-buru sampai di sekolah. Dia pun akhirnya sampai di gerbang sekolah, tapi baru menyadari kalau tidak menggunakan sepatu hitam seperti tertera di peraturan sekolah. Di depan pintu kelas, Bapak Lukman memperhatikan sepatu Sabrina yang berwarna coklat. Sabrina berusaha menjelaskan bahwa dia terburu-buru dan salah mengenakan sepatu. Pak Lukman menanyakan Sabrina, apa peraturan sekolah tentang seragam warna sepatu. Sabrina menjawab sudah mengetahui sepatu harus berwarna hitam, namun terburu-buru dan salah mengenakan sepatu, selain tidak mungkin kembali pulang karena rumahnya jauh sekali. Pak Lukman tetap bersikeras pada peraturan yang berlaku dan mengatakan, Ya sudah, kamu sudah melanggar peraturan sekolah. Kamu salah. Sudah terlambat, salah pula warna sepatunya. Segera buka sepatumu kalau tidak bisa mengenakan warna sepatu sesuai peraturan”.


dhSabrina meminta maaf dan memohon kembali kepada pak Lukman agar tetap dapat mengenakansepatunya dan berjanji tidak akan mengulang kesalahannya. Namun pak Lukman tidak mau tahu, “Tidak,kamu telah melanggar peraturan sekolah, kalau tidak sanggup ambil sepatu di rumah atau diantarkansepatu ke sekolah, ya sudah kamu tidak bersepatu saja seharian di sekolah. Sekarang copot sepatumu dansilakan belajar tanpa sepatu seharian. ” Sabrina pun dengan berat hati mencopot sepatunya dan memberikannya kepada pak Lukman. Seharian diatidak berani berkeliling sekolah karena malu, dan lebih banyak berdiam diri di kelas tanpa alas sepatu. Kasus 2


Penghukum dan pembuat orang merasa bersalah Posisi Pak Lukman Guru berbuat dengan menghardik dan berceramah Guru berkata: “ … kalau kamu tidak melakukannya, saya akan… ” Murid merasa bersalah dan malu sepanjang hari. indikator


Sabrina, sekolah menetapkan aturan hari ini menggunakan sepatu hitam, sementara kamu memakai sepatu cokelat. Jadi, bagaimana ini, Sabrina? Menurut kamu, keyakinan sekolah mana yang perlu kamu tingkatkan? Menurut kamu, keyakinan sekolah mana yang perlu kamu tingkatkan? Apakah Sabrina meyakini prinsip tersebut? Apakah Sabrina bersedia memperbaiki kesalahan ini? Bagaimana cara Sabrina memperbaikinya? Siapa yang akan membantu Sabrina untuk mengingatkan selama memperbaiki diri? Kapan Sabrina akan memulai memperbaiki diri? Bila Pak Lukman sebagai manager, sesuai dengan teori 5 posisi control Diane Gossen, pertanyaan yang akan diajukan kepada Sabrina adalah sebagai berikut: Jika posisi Pak Lukman sebagi manajer


Disiplin Rapi Teratur Tidak dibenarkan karena akan berakibat murid tersebut dendam dan tidak suka dengan guru tersebut. Nilai Kebajikan dari Peraturan Memakai Sepatu Hitam Sikap terhadap Tindakan Pak Lukman


KASUS 3 Ibu Dani sedang menjelaskan pelajaran Bahasa Inggris di papan tulis, namun beliau memperhatikan bahwa Fajar malah tidur-tiduran dan tampak acuh tak acuh pada pelajarannya. “Fajar coba jawab pertanyaan nomor 3. Maju ke depan dan kerjakan di papan tulis” . Fajar pun tampak malas-malasan maju ke depan, dan sesampai di depan papan tulis pun, Fajar hanya diam terpaku, sambil memegang buku bahasa Inggrisnya dan memainkan spidol di tangannya. “Ayo Fajar makanya jangan tidurtiduran, lain kali perhatikan! Sudah sana, duduk kembali, kira-kira siapa yang bisa?” Fajar pun kembali duduk di bangkunya. Hal seperti ini sudah seringkali terjadi pada Fajar, seperti tidak memperhatikan, acuh tak acuh, dan nilai-nilainya pun tidak terlalu baik untuk pelajaran Bahasa Inggris. Pada saat ditegur oleh Ibu Dani, Fajar hanya menjawab, “Tidak tahu Bu” . Ibu Dani pun menjawab lirih, “Gimana kamu Fajar, kamu tidak kasihan sama Ibu ya, Ibu sudah capek-capek mengajarkan kamu. Tidak kasihan sama Ibu?” dan Fajar pun diam membisu.


Pembahasan Kasus 3 Posisi kontrol apa yang diambil oleh Ibu Dani dalam pendekatannya kepada Fajar? Membuat Siswa Merasa Bersalah Pembuat orang merasa bersalah terlihat dari kata kata ibu dani " “Ayo Fajar makanya jangan tidurtiduran, lain kali perhatikan!“Gimana kamu Fajar, kamu tidak kasihan sama Ibu ya, Ibu sudah capekcapek mengajarkan kamu. Tidak kasihan sama Ibu


Love and Belonging, lebih cenderung cinta dan kasih sayang yaitu perasaan diterima oleh kelompok yang tergabung untuk diterima oleh kelompoknya. Fun, Kebutuhan dari kesenangan, dengan memasukkan kegiataan yang menyenangkan dalam pembelajaran sehingga dapat meningkatkan motivasi Dani dalam belajar. Freedom, Kebutuhan dari kebebasan, seperti memberi kesempatan mencoba hal baru dengan mengimplikasikan pembelajarn berdeferensiasi. Membaca sikap Fajar, kira-kira kebutuhan apa yang diperlukan oleh Fajar? Pembahasan Kasus 3


Bilamana Ibu Dani mengambil posisi Pemantau, apa yang akan dilakukan atau dikatakan olehnya? Pertanyaan pertanyaan seperti apa yang akan diajukan? “Jelaskan.Fajar, tahukah kamu kewajiban siswa itu apa?, ” “Benarkah tidur-tiduran dan acuh di kelas itu sesuai dengan kewajiban di kelas?” “Apa kamu tidak khawatir kalau nanti tidak paham akan pelajaran bahasa inggris?” “ Tentu akan mempengaruhi nilai Bahasa Inggrismu jika kamu tidak sungguh-sungguh belajar?” “ Bagaimana Fajar mencoba meningkatkan motivasi belajar Bahasa Inggris?” Pembahasan kasus 3


Apabila Anda adalah kepala sekolah di sekolah Fajar dan mengetahui hal ini, bagaimana tindak lanjut Anda? 1. Melakukan pendekatan personal dan mengidentifikasi latar belakang dan alasan tindakan dari fajar. 2. Melakukan Pengawasan dengan melakukan homevisit homevisit agar ada perbaikan dari fajar. 3. Memfasilitasi bimbingan dan konseling dari guru BK. 4. Meningkatkan komunikasi dengan orang tua, walikelas, dan guru mapel 5. Melakukan evaluasi dari proses pendekatan kepada Fajar. Pembahasan kasus 3


Anto dan Dino sedang bermain bersama di lapangan basket, dan tiba-tiba terlibat dalam sebuah pertengkaran adu mulut. Dino pun menjadi emosi dan mengadakan kontak fisik, menarik kemeja Anto dengan kasar, sampai 3 kancingnya terlepas. Pada saat itu guru piket langsung melerai mereka, dan membawa mereka ke ruang kepala sekolah. Ibu Suti sebagai kepala sekolah berupaya menenangkan keduanya, terutama Dino. “Dino sepertinya kamu saat ini sedang marah sekali. ” Mendengar itu, Dino pun mengalir bercerita tentang kekesalan hatinya. Ibu Suti pun melanjutkan bahwa membuat kesalahan adalah hal yang manusiawi, dan bahwa mempertahankan diri adalah hal yang penting. Namun meminta Dino memikirkan cara lain yang mungkin lebih efektif, karena saat ini Dino berada di ruang kepala sekolah. Ibu Suti melanjutkan bertanya tentang keyakinan sekolah yang disepakati, serta apakah Dino bersedia memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan terhadap Anto? Dino pun akhirnya perlahan mengangguk. Kemudian Ibu Suti balik bertanya kepada Anto, hal apa yang bisa dilakukan Dino untuk memperbaiki masalah. Anto menjawab, “Saya perlu kancing saya diperbaiki bu. Ibu saya akan sangat marah kalau melihat kancing baju saya sampai copot 3 kancing begini. ” KASUS 4


Ibu Suti pun kembali bertanya ke Dino apakah yang akan dia lakukan untuk menggantikan 3 kancing Anto yang terlepas? Dino berpikir sejenak, namun menjawab, “Wah tidak tahu bu, saya lem kembali mungkin ya bu?” Ibu Suti berpikir sebentar dan menanggapi, “Kalau di lem akan mudah terlepas kembali Dino. Bagaimana kalau kamu menjahitkan saja, bersediakah kamu?” Dino tampak ragu-ragu dan menanggapi, “Menjahit? Mana saya tau bagaimana menjahit bu. ” Ibu Suti meneruskan, “Apakah kamu bersedia belajar menjahit?” Dino berpikir sejenak, memandang kemeja Anto, dan menanggapi, “Yang mengajari saya siapa bu?” Dengan cepat Ibu Suti menjawab, “Pak Irfan, guru Tata Busana” . Dino kembali diam sejenak, memandang kemeja Anto yang tanpa kancing. Akhirnya Dino mengangguk tanda menyetujui dan sepanjang siang itu Dino belajar menjahit dan memperbaiki kemeja Anto. Terakhir kali terlihat kedua anak laki-laki tersebut, Dino dan Anto pada jam pulang sekolah, mereka sudah bercengkrama dan bersenda gurau kembali. KASUS 4


Posisi kontrol apa yang telah dipraktikkan oleh Kepala Sekolah Ibu Suti? Posisi Manager Keyakinan Diri Pembahasan kasus 4 Menstabilkan identitas :Dino pun mengalir bercerita tentang kekesalan hatinya. Ibu Suti pun melanjutkan bahwa membuat kesalahan adalah hal yang manusiawi, dan bahwa mempertahankan diri adalah hal yang penting. Namun meminta Dino memikirkan cara lain yang mungkin lebih efektif, Menstabilkan Identitas Validitas Tindakan Memvalidasi tindakan Ibu Suti sebagai kepala sekolah berupaya menenangkan keduanya, terutama Dino. “Dino sepertinya kamu saat ini sedang marah sekali” Hal-hal apa saja yang dilakukannya sehingga Anda berkesimpulan demikian? Kayakinan Diri Ibu Suti melanjutkan bertanya tentang keyakinan sekolah yang disepakati, serta apakah Dino bersedia memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan terhadap Anto? Dino pun akhirnya perlahan mengangguk. Kemudian Ibu Suti balik bertanya kepada Anto, hal apa yang bisa dilakukan Dino untuk memperbaiki masalah. Anto menjawab, “Saya perlu kancing saya diperbaiki bu. Ibu saya akan sangat marah kalau melihat kancing baju saya sampai copot 3 kancing begini. ” Ibu Suti pun kembali bertanya ke Dino apakah yang akan dia lakukan untuk menggantikan 3 kancing Anto yang terlepas?


Dalam kasus tersebut, bagaimana Dino dikuatkan, bagaimana Anto dikuatkan oleh Ibu Suti? Menanyakan kebutuhan masing-masing Dino dikuatkan dengan cara "Dino sepertinya kamu saat ini sedang marah sekali" . anto dikuatkan dengan cara : Ibu Suti balik bertanya kepada Anto, hal apa yang bisa dilakukan Dino untuk memperbaiki masalah. Pembahasan kasus 4 Kira-kira nilai-nilai kebajikan (keyakinan sekolah) apa yang dituju dalam kasus tersebut? Jelaskan! Saling menghormati : sesama teman satu tim basket seharusnya saling menghormati agar tercipta suasana yang aman dan nyaman.


Tenggang rasa : Didalam satu tim ataupun pertemanan seharusnya mencerminkan rasa menghargai dan menghormati orang lain. Bisa dilakukan dengan menjaga ucapan, perbuatan, serta tingkah laku. Pembahasan kasus 4 Tanggung jawab : Dino memperbaiki kancing baju Anto mencerminkan sikap tanggung jawab atas perbuatannya.


Click to View FlipBook Version