The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Dasar-dasar Agroteknologi Pengolahan Hasil Pertanian_Ahmad Saifuddin_SMK_E_X - edit Baru

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by trypuja23, 2023-07-17 21:31:09

Dasar-dasar Agroteknologi Pengolahan Hasil Pertanian_Ahmad Saifuddin_SMK_E_X - edit Baru

Dasar-dasar Agroteknologi Pengolahan Hasil Pertanian_Ahmad Saifuddin_SMK_E_X - edit Baru

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin Bacaan Siswa 1. Klasifikasi industri Istilah industri sering diidentikkan dengan semua kegiatan ekonomi manusia yang mengolah barang mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Dari definisi tersebut, istilah industri sering disebut sebagai kegiatan manufaktur (manufacturing). Padahal, pengertian industri sangatlah luas, yaitu menyangkut semua kegiatan manusia dalam bidang ekonomi yang sifatnya produktif dan komersial. Karena merupakan kegiatan ekonomi yang luas maka jumlah dan macam industri berbeda-beda untuk tiap negara atau daerah. Pada umumnya, makin maju tingkat perkembangan perindustrian di suatu negara atau daerah, makin banyak jumlah dan macam industri, dan makin kompleks pula sifat kegiatan dan usaha tersebut. Cara penggolongan atau pengklasifikasian industri pun berbedabeda. Tetapi pada dasarnya, pengklasifikasian industri didasarkan pada kriteria yaitu cara pengorganisasian, bahan baku, produksi yang dihasilkan, tenaga kerja, pangsa pasar, modal, atau jenis teknologi yang digunakan. Selain faktor-faktor tersebut, perkembangan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara juga turut menentukan keanekaragaman industri negara tersebut, semakin besar dan kompleks kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi, maka semakin beranekaragam jenis industrinya. Adapun klasifikasi industri berdasarkan kriteria masing-masing, adalah sebagai berikut : A. Klasifikasi dan lingkup industri di bidang agriteknologi hasil pertanian


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin a. Klasifikasi industri berdasarkan cara pengorganisasian 1) Industri Kecil Terminologi kementerian perindustrian yang dituangkan dalam peraturan Menteri Perindustrian repubklik Indonesia nomor 64 tanggal 27 Juli tahun 2016 tentang besaran jumlah tenaga kerja dan nilai investasi untuk klasifikasi usaha indiustri, yang dimaksud industri adalah eluruh bentuk kegiatan ekonomi yang mengolah bahan bakau dan/atau sumber daya industri sehingga menghasilkan barang yang mempunyai nilai tambah atau manfaat yang lebih tinggi termasuk jasa industri. Dengan demikian dapat diartikan bahwa industri di bidang agriteknologi pengolahan hasil pertanian adalah semua industri yang terkait dengan produk barang atau jasa yang memnafaatkan bahan baku hasil pertanian. Adapun produk dari industri pertanian dapat berupa barang atau jasa yang terkait dengan pemanfaatan hasil pertanian untuk berbagai kegiatan atau kebutuhan. Adapun klasifikasi usaha industri yang tertuang dalam peraturan menteri tersebut di atas adalah industri kecil, industri menengah dan industri besar. Industri kecil adalah usaha produksi barang atau jasa yang dilakukan oleh pengusaha yang mempekerjakan karyawan atau tenaga kerja paling banyak 19 (Sembilan belas orang) dan memiliki investasi kurang dari Rp 1.000.000.000 (satu milyar rupiah), tidak termasuk tanah dan bangunan milik pengusaha. Pada industri kecil, tanah dan bangunan yang dimaksud dalam peraturan ini adalah tanah dan bangunan yang digunakan untuk usaha dan tempat tinggal pengusaha. Seseorang yang memiliki tanah dan bangunan dapat mejalankan usaha dengan memanfaatkan tanah dan bangunan untuk tempat tinggal sekaligus sebagai tempat usaha. Sebagai usaha layanan publik industri kecil juga harus bertanggung jawab atas produk pangan atau bahan pangan yang diolah, atau ditangani terutama apek kualitas yang berkaitan langsung dengan keamanan pangan. Untuk itu setiap usaha seharusnya memiliki jaminan legalitasnya. Tiga hal yang harus dipenuhi secara nyata dan harus dinyatakan secara tersurat bahwa produk pangan harus halal untuk konsumennya, pangan harus mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia dan pangan harus bersih. Pangan halal adalah pangan yang dihasilkan dari bahan halal


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin menurut syariat agama dan diproses scara halal menurut syariat agama. Bahan yang dan proses yang halal, dibuktikan dalam pernyataan yang dapat dipertanggungjawabkan secara hokum. Produk halal adalah produk yang memiliki sertifikat halal Majelis Ulama Indonesia (MUI). Proses Produk Halal (PPH) adalah rangkaian kegiatan untuk menjamin kehalalan Produk mencakup penyediaan bahan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, penjualan, dan penyajian Produk. PPH sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penyelia produk Halal yang ditugaskan oleh BPOM MUI. Legalitas pangan terkait dengan gizi dan keamanan pangan diberikan oleh Badan pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Menurut Undang-undang RI No. 33 tahun 2014 tentang Jaminan produk halal, di Pasal 4. Menyatakan bahwa Produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia waijib bersertifikat halal. Produk pangan yang diedarkan atau dipasarkan harus mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dan harus dinyatakan secara jelas dalam label bahan pangan. Label bahan pangan juga harus secara jelas menginformasikan tentang ada tidaknya penggunaan bahan tambahan makanan ( food additives), serta informasi tentang cemaran mikroba sesuai dengan syarat yang dtentukan dalam standar produk pangan tersebut baik ketentuan SNI, BPOM atau Kementerian Kesehatan RI. 2) Industri menengah Jenis Industri menengah adalah industri yang memiliki investasi untuk usaha paling banyak Rp 15.000.000.000 (lima belas milyar rupiah) dengan jumlah pekerja paling sedikit 20 orang hingga 99 orang. Industri menengah bisa berasarl dari industri kecil yang tumbuh dan berkembang atau dari usaha baru yang dimulai dengan skala sesuai persyaratan tersebut dalam peraturan yang berlaku. Usaha dengan skala menengah, menghasilkan produk yang sudah memenuhi paling 3 apek kualitas secara legal untuk bahan pangan atau makanan, yaitu kehalalan, kandungan zat gizi dan higienitas sesuai ketentuan BPOM MUI dan dari BPOM. Industri menengah sudah menerapkan manajemen bisnis modern. Diantaranya adalah telah menerapkan standar Nasional Indonesia (SNI)


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin untuk sistem manajemen SNI-ISO-9001 untuk seri terakhir adalah SNI-ISO 9001-2015 dan untuk keamaan pangan SN-ISO 22000. Penerapan standar SNI atau ISO bagi industri menengah menjadi persyaratan yang harus dipenuhi, karena produk olahan pangannya dipasarkan dalam negeri secara nasional harus memenuhi SNI, untuk itu selain standar sistem manajemen perlu diterapkan juga SNI terkait dengan produk pamngan yang dihasilkan. Misal industri pengolahan hasil hewani daging mengolah daging sapi menjadi produk abon, kornet dan baso maka wajib menerapkan SNI-Abon , SNI-Kornet Daging Sapid an SNI Baso daging sapi., selain harus memperolah sertifikat dari BPOM untuk masing-masing produk. Informasi tentang dokumen SNI dapat anda dapatkan pada laman Badan Standardisasi Nasional (BSN) berikut: http://sispk.bsn.go.id/SNI/DaftarList# sedangkan terkait dengan informasi tentang peraturan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dapat diiperoleh pada laman BPOM berikut: https://jdih.pom.go.id/ yang memuat dokumen infromasi tentang hukum yang terkait dengan pangan dan lainnya. 3) Industri besar Sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian repubklik Indonesia nomor 64 tanggal 27 Juli tahun 2016, Industri Besar adalah industri yang memiliki investasi lebih dari Rp 15.000.000.000 (Lima belas Milyar rupiah dan mempunyai pegawai sama dengan atau lebih dari 100 orang. Ukuran luas bangunan sesuai standar bangunan industri (standard of factory building) yaitu 960 m2 sampai 1920 m2 . b. Klasifikasi industri berdasarkan bahan baku Tiap-tiap industri membutuhkan bahan baku yang berbeda, tergantung pada apa yang akan dihasilkan dari proses industri tersebut. Berdasarkan bahan baku yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi: 1) Industri ekstraktif Yaitu industri yang bahan bakunya diperoleh langsung dari alam. Misalnya: industri hasil pertanian, industri hasil perikanan, dan industri hasil kehutanan.


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin 2) Industri nonekstraktif Yaitu industri yang mengolah lebih lanjut hasil-hasil industri lain. Misalnya: industri kayu lapis, industri pemintalan, dan industri kain. 3) Industri fasilitatif atau disebut juga industri tertier Kegiatan industrinya adalah dengan menjual jasa layanan untuk keperluan orang lain. Misalnya: perbankan, perdagangan, angkutan, dan pariwisata. c. Klasifikasi industri berdasarkan produksi yang dihasilkan Berdasarkan produksi yang dihasilkan, industri dapat dibedakan menjadi: 1) Industri primer Yaitu industri yang menghasilkan barang atau benda yang tidak perlu pengolahan lebih lanjut. Barang atau benda yang dihasilkan tersebut dapat dinikmati atau digunakan secara langsung. Misalnya: industri makanan dan minuman. 2) Industri sekunder Yaitu industri yang menghasilkan barang atau benda yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut sebelum dinikmati atau digunakan. Misalnya: industri bubuk kakao, industri ban, industri baja, dan industri tekstil. 3) Industri tertier Yaitu industri yang hasilnya tidak berupa barang atau benda yang dapat dinikmati atau digunakan baik secara langsung maupun tidak langsung, melainkan berupa jasa layanan yang dapat mempermudah atau membantu kebutuhan masyarakat. Misalnya: industri angkutan, industri perbankan, industri perdagangan, dan industri pariwisata. d. Klasifikasi industri berdasarkan bahan mentah Berdasarkan bahan mentah yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi: 1) Industri pertanian Yaitu industri yang mengolah bahan mentah yang diperoleh dari hasil kegiatan pertanian. Misalnya: industri minyak goreng, Industri gula, industri kopi, industri teh, dan industri makanan.


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin 2) Industri pertambangan Yaitu industri yang mengolah bahan mentah yang berasal dari hasil pertambangan. Misalnya: industri semen, industri baja, industri BBM (bahan bakar minyak bumi), dan industri serat sintetis. 3) Industri jasa Yaitu industri yang mengolah jasa layanan yang dapat mempermudah dan meringankan beban masyarakat tetapi menguntungkan. Misalnya: industri perbankan, industri perdagangan, industri pariwisata, industri transportasi, industri seni dan hiburan. e. Klasifikasi industri berdasarkan lokasi unit usaha Keberadaan suatu industri sangat menentukan sasaran atau tujuan kegiatan industri. Berdasarkan pada lokasi unit usahanya, industri dapat dibedakan menjadi: 1) Industri berorientasi pada pasar (market oriented industri) Yaitu industri yang didirikan mendekati daerah persebaran konsumen. 2) Industri berorientasi pada tenaga kerja (employment oriented industri) Yaitu industri yang didirikan mendekati daerah pemusatan penduduk, terutama daerah yang memiliki banyak angkatan kerja tetapi kurang pendidikannya. 3) Industri berorientasi pada pengolahan (supply oriented industri) Yaitu industri yang didirikan dekat atau ditempat pengolahan. Misalnya: industri terasi Cirebon (dekat dengan bahan baku udang), industri pupuk di Palembang (dekat dengan sumber pospat dan amoniak), dan industri BBM di Balongan Indramayu (dekat dengan kilang minyak). 4) Industri berorientasi pada bahan baku Yaitu industri yang didirikan di tempat tersedianya bahan baku. Misalnya: industri pengalengan ikan berdekatan dengan pelabuhan laut, dan industri gula berdekatan lahan tebu, industri konveksi berdekatan dengan industri tekstil.


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin 5) Industri yang tidak terikat oleh persyaratan yang lain (footloose industri) Yaitu industri yang didirikan tidak terikat oleh syarat-syarat di atas. Industri ini dapat didirikan di mana saja, karena bahan baku, tenaga kerja, dan pasarnya sangat luas serta dapat ditemukan di mana saja. Misalnya: industri air minum. f. Klasifikasi industri berdasarkan proses produksi Berdasarkan proses produksi, industri dapat dibedakan menjadi: 1) Industri hulu Yaitu industri yang hanya mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi. Industri ini sifatnya hanya menyediakan bahan baku untuk kegiatan industri yang lain. Misalnya: industri pengolahan tapioka, industri karkas daging, industri tepung terigu. b. Industri hilir, Yaitu industri yang mengolah barang setengah jadi menjadi barang jadi sehingga barang yang dihasilkan dapat langsung dipakai atau dinikmati oleh konsumen. Misalnya: industri pengolahan sosis, industri pengolahan roti, industri pengolahan kecap . g. Klasifikasi industri berdasarkan barang yang dihasilkan Berdasarkan barang yang dihasilkan, industri dapat dibedakan menjadi: 1) Industri berat Yaitu industri yang menghasilkan mesin-mesin atau alat produksi lainnya. Misalnya: industri alat-alat berat, industri mesin, dan industri percetakan. 2) Industri ringan Yaitu industri yang menghasilkan barang siap pakai untuk dikonsumsi. Misalnya: industri makanan, dan industri minuman. . 2. Lingkup industri Agroindustri berasal dari dua kata “agricultural” dan “industri” yang berarti suatu industri yang menggunakan hasil pertanian sebagai bahan baku utamanya atau suatu industri yang menghasilkan suatu produk yang digunakan sebagai


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin sarana atau input dalam usaha pertanian. Adapun ruang lingkup agroindustri di bidang pengolahan hasil pertanian sebagai berikut : a. Industri yang menangani, mengolah hasil pertanian sebagai bahan pangan pokok seperti industri yang mengolah padi beras atau tepung beras, mengolah umbi-umbian menjadi tepung pangan (tapioka, tepung talas, tepung umbi porang,tepung ubi jalar, tepung), mengolah jagung menjadi tepung jagung dan pati jagung (maezena), mengolah umbi garut menjadi pati garut, mengolah gandum menjadi tepung terigu dan industri yang mengolah biji-bijian lainnya menjadi beras atau tepungnya. b. Industri yang menangani, mengolah hasil pertanian tanaman hortikultura (buah-buahan dan sayuran) menjadi berbagai bahan pangan atau makanan. Termasuk dalam industri ini antara lain industri yang memproduksi jam, sari buah, manisan buah, bubur buah, asinan sayuran dan asinan buah, sayuran dan buah dalam kaleng, sayuran kering dan buah kering, saos sayuran, pure sayuran dan pure buah. c. Industri yang menangani, mengawetkan dan mengolah hasil hewani ternak ruminansia dan hewani ternak unggas. Masuk dalam lingkup ini antara lain Industri pengolahan susu (dairy food) yang menghasilkan produk-produk seperti susu pasteurisasi, susu kental manis atau krim kental manis, krim, mentega, susu bubuk, yoghurt, kefir, keju dan es krim. Industri yang mengolah daging baik nternak besar (ruminansia) dan ternak unggas antara lain adalah industri yang mengolah atau menghasilkan daging dalam kaleng (kornet), abon, dan olahan tradisional daging yang dikalengkan seperti opor, rendang, dendeng, industri yang mengolah kulit hewan ternak ruminansia menjadi krupuk kulit, menjadi kulit samak (untuk pakaian, alas kaki, perabot rumah tangga/ furniture ), dan industri yang mengolah kulit dan tulang hewan menjadi produk gelatin dan menjadi tepung atau bahan pakan. d. Industri yang menangani, mengawetkan dan mengolah hasil ikan budidaya atau hasil ikan tangkap. Produk yang dihasilkan oleh industri kelompok ini diantaranya adalah ikan dalam kaleng, ikan asin, abon ikan, ikan beku, filet ikan beku, aneka olahan ikan beku seperti baso ikan, kecap ikan, ikan pindang . Sertifikat Pengolah Ikan atau sertifikat keamanan pangan setara yang dimiliki penanggung jawab mutu di Usaha Pengolahan Ikan , serta Panduan


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin Mutu Cara Produksi Pangan Baik (CPPB) dan Prosedur Standar Operasi Sanitasi (SSOP) sesuai jenis produk. e. Industri yang menangani, mengemas, mengawetkan dan mengolah hasil pertanian tanaman perkebunan. Termasuk dalam industri ini adalah usaha menangani, mengeringkan, mengemas dan mengawetkan dan mengolah komoditas kakao, kopi, lada, tembakau, kelapa sawit, kelapa, getah karet, teh, dan lainnya). Produk olahan dari jenis industri ini diantaranya adalah biji kakao kering (Cocoa bean), biji kopi beras (coffee bean), ladi kering (putih atau hitam), tembakau kering (tembaku untuk cerutu dan atau tembakau rajangan), minyak kelapa sawit kasar (CPO) atau minyak goreng kelapa sawit , kopra, atau minyak kelapa, teh hitam atau teh hijau. f. Industri yang mengolah hasil pertanian rempah-rempah seperti cengkeh, kapulaga, kayu manis, pala, dan pengolah tanaman sumber minyak atsiri seperti industri pengolahan / menyulingan minyak pala, cengkeh, akarwangi, nilam, kenanga dan lainnya. Industri hilir yang berbahan baku hasil olahan rempah dan mnyak atsiri diantaranya adalah industri fragrans yang memghasilkan parfum dan produk pewangi untuk ruang dalan lainnya. 1. Proses bisnis Agroteknologi/agroindustri pengolahan hasil pertanian merupakan bagian dari agroindustri, yang mengolah bahan baku yang bersumber dari tanaman, binatang dan ikan. Pengolahan yang dimaksud meliputi pengolahan berupa proses transpormasi dan pengawetan melalui perubahan fisik atau kimiawi, penyimpanan, pengepakan, dan distribusi. Pengolahan dapat berupa pengolahan sederhana seperti pembersihan, pemilihan (grading), pengepakan atau dapat pula berupa pegolahan yang lebih canggih, seperti penggilingan (milling), penepungan (powdering), ekstraksi dan penyulingan (extraction), penggorengan (roasting), pemintalan (spinning), pengalengan (canning) dan proses pabrikasi lainnya. B. Perencanaan produksi di industri pengolahan hasil pertanian dan penerapan K3LH


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin Dengan perkataan lain, pengolahan adalah suatu operasi atau rentetan operasi terhadap terhadap suatu bahan mentah untuk dirubah bentuknya dan atau komposisinya. Dari definisi tersebut terlihat bahwa pelaku agroindustri pengolahan hasil pertanian berada diantara petani yang memproduksi dengan konsumen atau pengguna hasil agroindustri. Dengan demikian dari uraian diatas menunjukan bahwa Agroindustri pengolahan hasil pertanian, mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: (a) dapat meningkatkan nilai tambah, (b) menghasilkan produk yang dapat dipasarkan atau digunakan atau dimakan, (c) meningkatkan daya saing, dan (d) menambah pendapatan dan keuntungan bagi produsen. Proses bisnis dalam suatu industri adalah pengelolaan proses terhadap proses-proses utama yang dilaksanakan suatu industri. Pada industri manufaktur, yaitu industri yang terkait produk barang termasuk juga industri yang mengolah hasil pertanian, menyelenggarakan prose-proses yang utama diantarnya adalah : a. Proses pengadaan (procurement process) Merupakan proses bisnis terkait dengan pengadaan barang dan kebutuhan lainnya dalam membantu keberlangsungan bisnis. Tidak hanya material atau bahan baku, tetapi juga mencakup suku cadang, alat kesehatan, peralatan kebersihan, kebutuhan bangunan, kebutuhan karyawan, alat pertukangan, serta bahan dan komponen lainnya. Proses ini membutuhkan kelengkapan serta efisiensi dan efektifitas dalam pemilihan item-item tersebut. b. Proses keluar masuknya barang (in Out Inventory ) Proses bisnis yang mengolah bahan mentah menjadi produk siap pakai, secara otomatis akan banyak barang atau bahan yang masuk dan keluar perusahaan. In Out Inventory merupakan proses bisnis yang menangani keluar masuknya barang-barang tersebut, . Pengaturan masuk dan keluarnya barang dari dan ke dalam perusahaan harus dikendalikan arus aliran barang berjalan seimbang ssuai dengan kebutuhan perusahaan. Proses bisnis bagian ini kuncinya adalah pengendalian arus barang. c. Proses produksi Fungsi proses produksi adalah mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau barang setengah jadi dan dapat dijual kepada konsumen. Di lapangan keadaanya bisa jauh lebih luas dari sekeda hal tersebut. Pada kenyataannya,


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin ada pembagian yang lebih luas tergantung pada kebutuhan industri. Proses produksi dimulai proses membuat disain produksi yang terediri dari disain proses, disain poduk dan disain kemasan produk. Proses bisnis di produksi melibatkan bagian produksi (devisi produksi), bagian bahan bagku (inventory) dan bagian Pengawasan Kualitas atau Divisi Quality Control (QC ). Porsi pembiayaan perusahaan manufaktur biasanya paling besar pada bagian produksi terkait dengan biaya untuk bahan baku, dan peralatan produksi. d. Pemasaran dan penjualan Dalam organisasi perusahaan, bagian pemasaran dan penjualan berungsi melakukan proses-proses promosi, transportasi, pengadaan gudang distribusi dan transaksi penjualan dengan distributor atau dengan konsumen langsung. Bagian ini penting karena dari proses-proses pemasaran sampai tejadi trasaksi inilah perusahaan memperoleh keuntungan atau sebaliknya. Pembiayaan perusahaan muncul pada bagian ini dalam bentuk biaya promosi, transportasi, sewa gudang dan gaji pegawai yang melakukan tugas-tugas promosi khusus misalnya pada even pameran dan lainnya. e. Administrasi dan umum Bagian administrasi dan umum berperan dalam penentuan kebijakan, arahan dan pengawasan pada semua kegiatan di bagian-bagian fungsional perusahaan. Pentingnya bagian ini adalah untuk menciptakan kondisi proses pada semua lini berjalan efektif dalam pencapaian tujuan di masing-masing devisi dan efisien dalam pennggunaan sumberdaya. Pada bagian administrasi dan bagian umum pembiayan perusahaan digunakan untuk biaya akuntabsi, biaya karyawan, biaya gaji karyawan, biaya dalam penerapan sistem manajemen mutu terkait dengan standar-standar dan peraturan perundangan yang berlaku. f. Akuntansi dan keuangan Pada bagian Akuntansi dan keuangan proses aliran keuangan perusahaan diatur dan dikendalikan sehingga kondisi keuangan perusahaan yang sehat dan mampu memenuhi kebutuhan untuk produksi serta untuk pengendalaian utang piutang perusahaan. Bagian akuntasi juga yang bertanggung jawab atas


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin kewajiban pajak perusahaan kepada negara dan pengaturan kebijakan terkait dengan tanggung jawab sosial perusahaan pada lingkunga masyarakat . 2. Merencanakan produk Desain produk merupakan hal yang sangat penting dalam bidang manufaktur. Desain produk yang baik akan dapat meningkatkan jumlah dan harga jual dari produk, sehingga dapat meningkatkan keuntungan secara optimal. Akan tetapi, desain produk yang gagal mengakibatkan produk tidak terjual di pasaran. Hal ini, akan menimbulkan kerugian tidak hanya dibidang desain saja, bidang yang lain pun akan terkena imbasnya. Desain produk yang baik, harus memenuhi 3 (tiga) aspek penting yang sering disebut segitiga aspek produk, yaitu kualitas yang baik, biaya rendah, dan jadwal yang tepat. Selanjutnya segitiga aspek produk di atas dikembangkan menjadi suatu persyaratan dalam desain, yaitu desain harus dapat dirakit, didaur ulang, diproduksi, diperiksa hasilnya, bebas korosi, biaya rendah, serta waktu yang tepat. Untuk itu dalam mendesain suatu produk, harus memperhatikan secara detail tentang fungsi-fungsi dari produk yang didesain. Guna mengetahui secara rinci tentang fungsi produk, dapat dilakukan dengan beberapa metode pendekatan mikro (MC, MR, Equilibrium), Linier Programming/Dualitas, dan Manajemen Keuangan (BEP). Perencanaan produk adalah proses menciptakan ide produk dan menindaklanjuti sampai produk diperkenalkan ke pasar. Selain itu, perusahaan harus memiliki strategi cadangan apabila produk gagal dalam pemasarannya. Termasuk diantaranya ekstensi produk atau perbaikan, distribusi, perubahan harga dan promosi. Kesuksesan ekonomi suatu perusahaan manufaktur tergantung kepada kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan, kemudian secara cepat menciptakan produk yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan biaya yang rendah. Hal ini bukan merupakan tanggung jawab bagian pemasaran, bagian manufaktur, atau bagian desain saja, melainkan merupakan tanggung jawab yang melibatkan banyak fungsi yang ada di perusahaan. Metode pengembangan produk berdasarkan kepada permintaan atau persyaratan serta spesifikasi produk oleh customer adalah metode yang


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin cukup baik, karena dengan berbasis keinginan customer maka kemungkinan produk tersebut tidak diterima oleh customer menjadi lebih kecil. Dari sudut pandang investor pada perusahaan yang berorientasi laba, usaha pengembangan produk dikatakan sukses jika produk dapat diproduksi dan dijual dengan menghasilkan laba.Namun laba seringkali sulit untuk dinilai secara cepat dan langsung. Terdapat 5 dimensi spesifik yang berhubungan dengan laba dan biasa digunakan untuk menilai kinerja usaha pengembangan produk, yaitu: a. Kualitas produk Seberapa baik produk yang dihasilkan dari upaya pengembangan dan dapat memuaskan kebutuhan pelanggan. Kualitas produk pada akhirnya akan mempengaruhi pangsa pasar dan menentukan harga yang ingin dibayar oleh pelanggan. b. Biaya produk Biaya untuk modal peralatan dan alat bantu serta biaya produksi setiap unit disebut biaya manufaktur dari produk. Biaya produk menentukan berapa besar laba yang dihasilkan oleh perusahaan pada volume penjualan dan harga penjualan tertentu. c. Waktu pengembangan produk Waktu pengembangan akan menentukan kemampuan perusahaan dalam berkompetisi, menunjukkan daya tanggap perusahaan terhadap perubahan teknologi dan pada akhirnya akan menentukan kecepatan perusahaan untuk menerima pengembalian ekonomis dari usaha yang dilakukan tim pengembangan. d. Biaya pengembangan Biaya pengembangan biasanya merupakan salah satu komponen yang penting dari investasi yang dibutuhkan untuk mencapai profit.


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin e. Kapabilitas pengembangan. Kapabilitas pengembangan merupakan asset yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengembangkan produk dengan lebih efektif dan ekonomis dimasa yang akan datang. Perancangan dan pembuatan suatu produk baik yang baru atau yang sudah ada merupakan bagian yang sangat besar dari semua kegiatan teknik yang telah ada. Kegiatan ini didapat dari persepsi tentang kebutuhan manusia, kemudian disusul oleh penciptaan suatu konsep produk, perancangan produk, pengembangan dan penyempurnaan produk, dan diakhiri dengan pembuatan dan pendistribusian produk tersebut. Di dalam suatu produk yang akan dikembangkan, tiap - tiap elemen suatu produk mempunyai fungsi - fungsi sendiri. Diantara fungsi - fungsi satu dengan yang lain terkadang ada saling terkait, sehingga suatu fungsi komponen akan menentukan fungsi komponen lainnya. Secara umum penentuan fungsi produk dapat dicari dengan dua langkah, yaitu : a. Identifikasi dan penyusunan fungsi produk. b. Pengelompokan fungsi produk. Proses adalah merupakan urutan langkah-langkah pengubahan sekumpulan input menjadi sekumpulan output. Proses Pengembangan produk adalah langkah-langkah atau kegiatan-kegiatan di mana suatu perusahaan berusaha untuk menyusun, merancang, dan mengkomersialkan suatu produk. Kesuksesan ekonomi sebuah perusahaan manufaktur tergantung pada kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan, kemudian secara tepat menciptakan produk yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan biaya yang rendah. Untuk membuat sebuah produk biasanya kita akan melewati tahap-tahap sebagai berikut: a. Market research dan Feasibility Study Market Research dilakukan untuk mengetahui selera pasar pada umumnya. Dari market research ini bisa didapatkan produk seperti apa yang konsumen butuhkan atau inginkan.


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin b. Brainstorming Brainstorming, atau dalam bahasa Indonesia juga disebut sebagai curah pendapat, adalah proses mengumpulkan ide-ide untuk mencari solusi/jalan keluar dari masalah yang didiskusikan. Dari proses berdiskusi ini akan didapatkan garis besar barang yang akan dibuat, cara kerja, komponen yang akan dipakai, dan lain sebagainya. Misalnya kita ingin membuat mesin penghisap debu, akan terbayang untuk membuatnya dibutuhkan motor, chasing/wadah, filter/saringan, hose/pipa, mulut pipa dan sebagainya. c. Menentukan tujuan dan batasan produk Tujuan dan batasan diperlukan agar kita tidak berlebihan dalam merancang produk tersebut yang akan berakibat mahalnya harga jual ke konsumen. Konsumen tentu saja menginginkan nilai tambah yang ditawarkan dalam produk tersebut sepadan dengan biaya yang dikeluarkannya (reasonable price). Tentu saja market research diperlukan untuk mengetahui selera pasar. Dari menentukan tujuan dan batasan ini kita memperoleh spesifikasi komponen-komponen dan material apa saja yang akan dipakai. d. Menggambar produk Dengan menggambarkan produk berdasarkan hubungan dimensi komponen-komponen yang sudah ditentukan dalam tahap-2 di atas, kita akan mendapatkan ilustrasi produk jadi. Produk bisa digambar dalam 2 dimensi atau 3 dimensi, biasanya gambar 3 dimensi lebih mudah dimengerti oleh sebagian besar orang. Merancang produk dalam 3 dimensi bisa dilakukan dengan menggunakan software SolidWorks, Inventor, Catia dll. e. Review produk Produk review dilakukan untuk mengevaluasi apakah ada kekurangan pada rancangan yang sudah dibuat desainnya sampai tahap gambar ini. Diskusi dengan melihat gambar produk biasanya lebih mudah berkembang daripada hanya membayangkannya saja. Pada tahap ini kembali dilakukan brainstorming untuk mendapatkan hasil yang optimal dan meminimalisir masalah yang akan timbul ketika produksi masal nanti. Pada tahap ini pula biasanya produk yang sedang dirancang perlu dibenahi disana-sini.


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin f. Membuat prototype/sampel Sample barang yang akan diproduksi masal bisa dibuat dengan berbagai cara. Untuk produk-produk dari resin bisa dimodelkan dengan mesin rapid prototyping, desain body mobil yang stylish bisa dimodelkan dengan tanah liat khusus, kardus pembungkus produk bisa dibuat dengan tangan. Untuk produk-produk yang sudah umum tidak perlu sampai membuat sample barangnya (produk-produk dari besi), namun memerlukan ketelitian dalam menggambar dan tidak boleh ada kesalahan gambar yang bisa berakibat fatal: barang reject. g. Uji coba Sebelum dipasarkan tentu kita perlu menguji apakah barang yg kita buat ini benar-benar handal atau tidak. Ada yang mengujinya berdasarkan waktu, ditekan, dijatuhkan, dan lain-lain. Produsen telepon seluler seperti nokia memiliki mesin khusus untuk menguji ponsel-ponsel buatan mereka supaya tahan terhadap bantingan. Jika ditemukan hal-hal yang tidak memuaskan tentu saja produk tersebut perlu didesain ulang (kembali ke tahap 3). Hal-hal yang memuaskan tentu saja harus dilihat dari sudut pandang konsumen, bukan produsen. Begitulah produsen-produsen besar saat ini mengkaji terus menerus produk mereka agar nama produk yang mereka buat tetap terjaga. h. Produksi masal Dalam produksi masal perlu adanya kontrol kualitas agar konsumen tidak sampai menerima barang yang rusak. i. Garansi Garansi adalah layanan purna jual yang diberikan oleh perusahaan yang membuat produk tersebut agar konsumen tenang jika sewaktu-waktu ada kerusakan pada barang tersebut. Banyak konsumen yang lebih memilih membayar agak lebih mahal untuk mendapatkan garansi dan ketenangan dalam pemakaian produk.


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin 3. Merencanakan kemasan Kemasan adalah pelindung dari suatu barang, baik barang biasa mau pun barang barang hasil produksi industri. Dalam dunia industri kemasan merupakan pemenuhan suatu kebutuhan akibat adanya hubungan antara penghasil barang dengan masyarakat pembeli. Untuk keperluan ini kemasan harus dapat menyandang beberapa fungsi yang harus dimilikinya seperti: a. Tempat atau wadah dalam bentuk tertentu dan dapat melindungi barang dari kemungkinan rusak, sejak keluar dari pabrik sampai ke tangan pembeli, bahkan masih dapat digunakan sebagai wadah setelah isi barang habis terpakai, (dalam hal ini wadah tersebut masih menyandang fungsi iklannya). b. Kemasan bukan hanya sebuah bungkus, tapi juga pelengkap rumah tangga; sebuah botol kecap bagus dengan etiketnya yang menarik dapat menyemarakkan suasana tertentu di meja makan atau lemari di dapur; sebuah tempat kertas lap “Klenex” yang didesain menarik dapat memperindah kamar mandi dan botol parfum yang cantik memberikan kekhasan meja berhias seorang gadis. c. Mutu kemasan dapat menumbuhkan kepercayaan dan pelengkap citradiri dan mempengaruhi calon pembeli untuk menjatuhkan pilihan terhadap barang yang dikemasnya (bungkus rokok yang berwibawa). d. Kemasan mempunyai kemudahan dalam pemakaiannya (buka, tutup, pegang, bawa) tanpa mengurangi mutu ketahanannya dalam melindungi barang. e. Rupa luar kemasan harus sesegera mungkin menimbulkan kesan yang benar tentang jenis isi barang yang dikemas. f. Perencanaan yang baik dalam hal ukuran dan bentuk, sehingga efisien dan tidak sulit dalam hal pengepakan, pengiriman serta penempatan, demikian pula penyusunan dalam lemari pajang. g. Melalui bentuk dan tata rupa yang dimilikinya kemasan berfungsi sebagai alat pemasar untuk mempertinggi daya jual barang. Dalam fungsi ini desain bentuk-kemasan harus mendapat dukungan penuh dari unsur desaingrafisnya, sehingga bentuk kemasan selain menarik harus dapat menyampaikan keterangan dan pesan-pesannya sendiri.


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin Kemasan di masa lalu cuma diberi tugas melindungi produk supaya lebih awet, tidak kotor, tidak rusak, lecet dsb. Seiring waktu orang mulai menggunakan kemasan sebagai alat promosi, penguatan merek, hingga kemudahan untuk mendistribusikan produk. Untuk dapat mencapai fungsi yang optimal itulah maka si kemasan dapat diidentifikasi dalam beberapa bagian anatomis. Bagian-bagian itu bisa dikenali sebagai berikut: a. Brand/merek produk Informasi ini memberikan penjelasan konsumen bahwa merek lain meskipun secara desain mirip, tetapi bukan produk yang sama. Kecuali terjadi pembajakan merek tentunya. Good Day dan Chococinno adalah brand produk ini. Dirancang dengan menggunakan typeface yang diolah dari keselaraan dengan gaya grafis yang ‘dianut’. b. Varian produk Pada kasus produk Chococinno menjadi varian produk ini karena selain produk tersebut, merek ini juga memiliki varian rasa yang lain. Secara cerdik, varian rasa lainnya dicantumkan pada kemasan bagian belakang dengan ajakan yang persuasif : “Try Our Other Flavours”… Hal ini biasa diberi penguatan lewat warna yang beragam tetapi diikat oleh palet warna yang cenderung berdekatan. Pada varian produk Chococinno, warna dasar coklat tua merupakan identifikasi warna produk ini, sedang varian lainnya (original, carribean nut, vanilla latte) memiliki warna dasar yang berbeda. Ini juga akan membantu konsumen mengenali produk varian favoritnya. Kecuali bila kebetulan pelanggan menderita buta warna. c. Ilustrasi Pada bagian depan kemasan, ilustasi digunakan sebagai alat bantu untuk mencitrakan produk. Dari gaya gambar yang dipilih serta penempatannya merupakan pilihan si desainer untuk memberikan identifikasi visual pada produk. Dari sekian banyak kemungkinan memvisualisasikan cangkir kopi, cara yang dipilih si desainer merupakan sebuah pendekatan yang unik, lewat guratan yang kasar dan ink-blot nampaknya kesan berat minuman kopi di- ‘instant’-kan dengan pemanfaatan warna. Pada beberapa kemasan, seperti mie-instan misalnya, ilustrasi dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk memberi


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin instruksi pada konsumen tentang tahapan-tahapan dalam membuat mie instant hingga siap dimakan. Bahkan beberapa teknik persuasi dikembangkan dengan menyajikan foto yang telah diberi tambahan dalam penyajiannya. d. Info tambahan Beberapa produk yang memiliki fitur khusus biasanya ditambahkan langsung pada permukaan kemasan. Biasa disebut ‘tagline / slogan’. Pada produk yang dijadikan sampel diatas, fitur “3 in 1 instant coffee” adalah sesuatu yang dirasa perlu diketahui oleh konsumen. Tag ini seringkali didesain khusus untuk menarik perhatian secara visual. e. Spesifikasi produk Untuk produk makanan umumnya mencantumkan berat bersih (netto) dari produk. Produk lain seperti elektronik mencantumkan dimensi dan material dari produk untuk membantu konsumen menilai kualitas produk. f. Alamat produsen Siapa membuat, siapa bertanggung jawab. Kemasan yang baik akan mencantumkan pihak yang bertanggung jawab atas lahirnya produk. Beberapa mencantumkan alamat lengkap, beberapa yang lain mengarahkan konsumen pada kotak di kantor pos, atau menyediakan layanan hotline dan website. g. Petunjuk penggunaan, instruksi membuka kemasan. Orang bisa jadi sudah hapal cara menyeduh kopi karena melakukannya ratusan kali seumur hidup, tetapi sebagai bagian dari prosedur dalam merancang anatomi kemasan, cara menggunakan produk tetap dicantumkan. Bagi pelanggan tetap, itu bukan informasi penting, tapi bagi orang yang baru pertama kali mengonsumsi, itu adalah suatu hal yang wajib dia ketahui. h. Bahan Meskipun cenderung jadi rahasia perusahaan, konsumen perlu tahu dari bahan-bahan apa produk itu terbuat. Beberapa produk makanan bahkan secara detail memberikan informasi mengenai kadar bahan tertentu secara spesifik.


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin i. Universal product code (UPC) barcode Produk yang sudah terdaftar dalam wilayah hukum tertentu akan mendapatkan kode identifikasi digital yang berlaku secara universal berupa barcode. Item ini akan tercantum baik pada kemasan primer, sekunder maupun distribusi. Produk yang dikenali sebagai sekumpulan angka ini akan memberikan akses pada segala bentuk transaksi saat produk mulai didistribusikan. j. Instruksi saran penyajian Produk dapat mencantumkan saran penyajian pada kemasan sehingga ridak menyesatkan konsumen saat mengkonsumsi produk tersebut. Contoh produk mie merek Indomie, Sarimi, Mie Sedaap telah mencantumkan saran penyajian pada kemasannya. k. Diagram penyajian Industri juga dapat menambahkan informasi diagram penyajian untuk memperjelas penggunaan produk sebeum dikonsumsi oleh konsumen. l. Resep tambahan Resep tambahan ini dapat dicantumkan pada kemasan produk jika memang resep tambahan ini esensial dan tungutan konsumen untuk mengetahui detail resep produk. m. Informasi nutrisi Pencantuman informasi nutrisi pada kemasan produk akan semakin memperjelas lagi identitas produk yang akan menambah kepercayaan dan kemudahan bagi konsumen untuk menentukan pilihan terhadap produk tersebut. n. Simbol recycle Simbol recycle sering dicantumkan pada kemasan produk tertentu sebagai dukungan dan jaminan bahwa kemasan yang digunakan dapat didaur ulang kembali sehingga dapat menjaga kelestarian lingkungan.


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin 4. Penggunaan dan perawatan peralatan Pengolahan hasil pertanian merupakan suatu kegiatan yang bertujuan mengubah bahan mentah menjadi produk yang siap konsumsi dan minimal siap untuk dilakukan pengolahan selanjutnya. Pada awalnya pengolahan dilakukan secara tradisional dengan hanya menggunakan tenaga manusia atau secara manual. Namun seiring dengan perkembangan teknologi, pengolahan juga mulai berkembang teknologinya diantaranya adalah perkembangan alat yang dapat membantu mempermudah dan mempercepat proses pengolahan bahan. Penggunaan peralatan pada proses pengolahan juga akan mengurangi biaya produksi seiring dengan berkurangnya penggunaan tenaga manusia. Produk yang dihasilkan dengan bantuan peralatan pengolahan juga relatif lebih seragam karena adanya fasilitas pengaturan atau kontrol suatu alat. Beberapa proses pengolahan yang menggunakan peralatan pengolahan antara lain : a. Proses pengecilan ukuran : slicer , disc mill, hammer mill, burr mill, penggiling daging, food processor. b. Proses pencampuran : mixer, silent cutter c. Proses pemanasan : oven, vacuum frying, deep frying Adapun berbagai peralatan dasar , cara penggunaan, dan cara perawatan peralatan yang digunakan di industri pengolahan hasil pertanian sebagai berikut : No. Nama Alat dan gambar Cara penggunaan Cara perawatan 1. Mixer Dalam pengoperasiannya mixer harus sesuai dengan prosedur penggunaan yang tepat. a) Posisikan saklar pemilih kecepatan mixer pada posisi ‘0’ b) Masukkan kedua tangkai pengaduk adonan pada a) Motor mixer tidak berputar Motor mixer tidak berputar karena tidak ada arus listrik yang masuk ke dalam motor mixer. Kondisi ini disebabkan oleh adanya kerusakan pada bagian-bagian yang dilalui arus listrik yang menuju


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin lubangnya c) Sambungkan stop kontak ke sumber listrik AC tegangan 220 ~ 230 volt, 50 ~ 60 Hz. Besaran tegangan harus sesuai dan tidak boleh dilanggar. Penggunaan besaran listrik yang tidak tepat dapat menyebabkan kerusakan fatal pada mixer d) Posisikan saklar pemilih kecepatan mixer pada posisi ‘1’. Motor mixer harus berputar bersama tangkai pengaduk adonan. e) Ulangi langkah keempat untuk posisi saklar pemilih kecepatan 2 dan 3. Putaran motor pada posisi 3 harus lebih cepat dari pada posisi 2 dan 1. Sementara putaran motor pada posisi 2 harus lebih cepat daripada saat saklar pemilih kecepatan berada pada posisi pilih ‘1’. f) Nyalakan mixer hingga adonan dianggap baik untuk dihentikan pengadukannya. Sebaiknya waktu pengoperasian mixer tidak lebih dari 1 jam karena akan meningkatkan suhu motor yang dapat mengakibatkan motor mixer terbakar g) Bersihkan atau cuci ke dalam kumparan atau belitan motor, seperti: stop kontak, kabel pengantar, saklar pengubung kontak atau pemilih putaran, sikat, komutator, dan kumparan motor. b) Motor mixer tidak berputar, tetapi berdengung Kondisi atau kerusakan yang menyebabkan motor mixer tidak berputar tetapi berdengung yaitu belitan medan bantu atau medan putar atau medan utama stator ada yang hubung singkat (korsleting). Demikian pula halnya jika belitan rotor motor mixer ada yang hubung singkat (korsleting) yang akan menyebabkan motor mixer kehilangan momen putar sementara itu arus listrik tetap mengalir sehingga motor berdengung hingga bergetar. Jika kondisi ini dibiarkan berlangsung lama sekitar 10-30 menit, maka belitan stator dan rotor dapat terbakar. Langkah perbaikannya adalah dengan mengganti kumparan bantu atau kumparan utama stator motor, atau ganti kumparan rotor motor mixer. 173 c) Motor mixer berputar, tetapi mengeluarkan percikan


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin bersih semua komponen mixer kecuali bodinya sesaat setelah digunakan agar tidak berjamur bunga api Kerusakan ini terjadi karena hubungan kontak antara sikat dan komutator tidak rata atau kurang pas. Langkah perbaikannya adalah dengan: • Memeriksa sikat motor agar jangan sampai sikat sudah tidak pas menutup atau menyambungkan kontak sikat dengan lamel komutator dengan baik. • Memeriksa kondisi sikat dan dilakukan penggantian jika sudah terlalu pendek sehingga kecekungan permukaannya tidak lagi menutupi atau menyambung hubungan antara sikat dengan lamel komutator rotor. d) Motor mixer berputar, tetapi mengeluarkan suara kasar Motor mixer berputar, tetapi mengeluarkan suara kasar pada umumnya disebabkan oleh kerusakan pada bearing as rotor. Salah satu atau beberapa dari peluruh bearing yang terlalu aus terhadap lingkaran bearing atau sudah pecah. Kerusakan ini memberi peluang


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin rotor mengalami sentakan atau lentingan terhadap lingkaran dalam bearing saat motor berputar hingga mengeluarkan bunyi gemerincing yang kasar. e) Motor mixer berputar, tetapi pengaduk adonan tidak ikut berputar Motor mixer berputar, tetapi pengaduk adonan tidak ikut berputar dapat dipastikan bahwa kerusakan terjadi pada gigi kopel yang berfungsi menggeng-gam tangkai penga-duk dan terhubung dengan gigi putar rotor sudah aus. Satu-satunya langkah penanggulangan terhadap kerusakan ini adalah mengganti dengan yang baru. 2. Oven a) Hidupkan dengan menekan sakelar daya. b) Lalu lampu warna merah pengontrol suhu akan menyala tanda mesin oven gas deck menyala. c) Buka pintu pembakaran dan sesuaikan suhu yang butuhkan pada pengontrol. d) Kemudian lampu pengontrol suhu berubah menjadi Hijau. oven mulai menyala dan panas secara otomatis. Dan itu akan bera) Gagal menyala karena katup elektromagnetik rusakmaka ganti katupnya b) Gagal menyala karena tidak ada LPG di dalam botol maka ganti botolnya c) Gagal menyala karena pin penyala terdistorsi maka sesuaikan posisi pin dengan tang karet, dan posisi pinpoint harus berada di atas lubang api d) Tegangan tidak stabil untuk kipas angina maka kendalikan kipas anginya dan


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin tahan 5-7 detik per waktu. Jika penyalaan gagal, bel akan berdengung dan lampu alarm akan menyala, nilai elektromagnetik di dalam akan menutup secara otomatis untuk menghindari kebocoran gas. Pada saat ini anda dapat mencoba untuk mengubah suhu ke 0°C dan mencoba lagi sampai oven menyala dengan baik, dan kemudian anda harus menutup pintu untuk membuat oven bekerja dengan normal. e) Jika gagal menyala 5 kali terus menerus, harap segera berhenti dan buka pintu untuk memeriksanya, dan masalah terselesaikan. f) Saat gas terbakar, harap buka pipa ventilasi. Dan tutup jika perlu menjaga suhu. g) Ketika suhu atasbawah hingga derajat yang Anda atur, oven datang ke situasi suhu konstan, pembakar berhenti menyala; Dan saat suhu turun, sistem akan menyala secara otomatis untuk menaikkan suhu. h) Jika api atas tidak rata, harap sesuaikan posisi papan pengatur suhu atas. Ketika api bawah lemahkan angin jika gagal menyala e) Masih menyala meski sedang menembak karena angin yang masuk tidak cocok, maka sesuaikan angin pada kipas. g) Lampu mati karena lampunya rusak, maka nanti lampunya.


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin tidak rata, harap sesuaikan posisi papan pengatur suhu bawah. i) Saat oven bekerja, tetapi burner api tidak stabil berwarna biru, Anda dapat mengatur keterbukaan kipas untuk mengontrol angin untuk memastikan gas terbakar sepenuhnya. j) Saat Anda membutuhkan pengatur waktu untuk mengontrol suhu, jika ada perangkat pengontrol suhu, silahkan nyalakan perangkat otomatis, lalu atur waktu yang Anda butuhkan. k) Saat waktunya habis, bel akan berdengung dan lampu penunjuk menyala, oven akan segera berhenti memanas. Jika Anda tidak membutuhkan timer, Anda hanya perlu mematikan timer, oven akan mengontrol suhu secara otomatis. l) Titik Merah menyala menunjukan mesin oven gas menyala. m) Titik merah pada TOP[on/off] menunjukan api dalam oven gas sedang menyala. n) Titik merah pada BOTTOM[of/off] menujukan api bawah oven gas deck sedang menyala.


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin o) Titik merah pada TIMER[on/off] ini menujukan bahwa timer sedang berjalan. p) Titik merah menandakan Penggunaan q) Tanda titik merah menujukan lampu dalam oven deck menyala. 3. Penggiling daging/ Meat Grinder a) Letakkan potonganpotongan daging ke dalam wadah penampung daging. b) Masukan potongan daging ke dalam bagian utama. c) Masukan aliran listrik ke mesin penggiling. d) Nyalakan mesin/ tekan tombol on untuk memulai mengoperasikan mesin penggiling daging. e) Tekan daging dengan penekan daging. f) Nyalakan mesin/tekan tombol on untuk memulai mengoperasikan mesin penggiling daging. g) Tampung hasil daging lembut dalam wadah. h) Matikan mesin/tekan tombol off bila potongan daging sudah habis. a) Pastikan mesin dalam posisi off bila ingin mencabut aliran listrik. b) Setelah selesai proses penggilingan daging, lepas semua bagian yang tadi di rangkai c) Cuci bersih semua bagian yang terkena lemak daging dengan menggunakan sabun. d) Setelah di cuci, keringkan semua bagian yang basah dari sisa air cucian. e) Asah mata pisau setiap kali penggilingan daging. f) Simpan semua bagian mesin penggiling daging di tempat yang kering dan tidak lembab 4. Silent Cutter a) Masukan semua bahan baku g bumbu dan bahan tambahan kedalam mangkok /piringan silent cutter. b) Tutup penutup silent a) mesin dalam posisi Off bila ingin mencabut aliran listrik. b) Setelah selesai proses pencampuran adonan, rendam mangkong/ piringan


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin cutter c) Pasang aliran listrik mesin silent cutter d) Nyalakan mesin / tekan tombol on untuk memulai mengoperasikan mesin silent cutter e) Matikan mesin / tekan tombol off bila adonan sudah homogen. dengan air panas. c) Cuci bersih semua bagian yang terkena adonan (mangkok, mata pisau dan penutup) dengan menggunakan sabun. d) Setelah di cuci, keringkan semua bagian yang basah dari sisa air cucian. e) Lap dengan kain kering bagian torak pemutar mangkok dan torak penggerak piasu, setelah itu beri pelumas atau semprotan penghilang karat agar besi tidak berkerak dan berkarat. f) Ganti oli mesin pengerak utama se-cara periodik. g) Simpan semua bagian mesin penggiling daging di tempat yang kering dan tidak lembab. 5. Mesin Pencetak Bakso a) Rangkaikan peralatan pencetak bakso b) Masukan adonan yang sudah homogen kedalam bagian corong pencetak bakso. c) Tekan adonan menggunakan sodet/sendok agar padat kebawah. d) Setel bagian setelan ukuran bakso sesuai dengan ukuran yang diinginkan. e) Masukan aliran listrik kedalam mesin pencetak bakso. f) Nyalakan mesin/tekan a) Pastikan mesin dalam posisi off bila ingin mencabut aliran listrik b) Setelah selesai proses produksi, le-pas semua rangkaian bagian peralatan seperti merangkai. c) Rendam semua bagian peralatan yang dilepas dengan air panas. d) Cuci bersih semua bagian yang terkena adonan dengan menggunakan sabun e) Setelah di cuci, keringkan semua


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin tombol on untuk memulai mengoperasikan mesin pencetak bakso. g) Matikan mesin/tekan tombol off bila adonan sudah mulai habis (hasil bakso sudah tidak bulat/menempel). bagian yang basah dari sisa air cucian. f) Bersihkan /lap dengan kain kering , setelah itu beri minyak goreng agar peralatan tidak berkerak/tidak kesat dan memudahkan dalam merangkai lagi. g) Ganti oli mesin pengerak utama secara periodik. h) Simpan semua bagian mesin penggiling daging di tempat yang kering dan tidak lembab. Sumber : Salman (2014). 5. Penerapan Kesehatan, Keselamatan, Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) K3LH (Kesehatan, Keselamatan, Kerja dan Lingkungan Hidup) adalah Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup pada suatu perusahaan atau instansi lain yang memiliki banyak pekerja atau karyawan. Atau definisi k3LH yang lainnya adalah suatu upaya perlindungan agar karyawan/tenaga kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat selama melakukan pekerjaannya di tempat kerja termasuk juga orang lain yang memasuki tempat kerja maupun proses produk dapat secara aman dalam produksinya. K3LH merupakan hal penting dalam membangun industri. Pertumbuhan dan pembangunan industri banyak menimbulkan masalah terhadap manusia di setiap negara. Contohnya adalah kecelakaan kerja, bermacam penyakit akibat kerja, dan dampak lingkungan dari adanya industri. Adapun pengertian kesehatan kerja, dan beberapa hal kaitannya dengan kesehatan pekerja di industri sebagai berikut :


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin a. Pengertian kesehatan Kesehatan perusahan adalah spesialisasi dalam ilmu higiene beserta prakteknya yang dengan mengadakan penilaian kepada faktor-faktor penyebab penyakit kwalitatif dan kwantitatif dalam lingkungan kerja dan perusahaan melalui pengukuran yang hasilnya dipergunakan untuk dasar tindakan korektif kepada lingkungan tersebut serta bila perlu pencegahan, agar pekerja dan masyarakat sekitar suatu perusahaan terhindar dari bahaya akibat kerja serta dimungkinkan mengecap derajat kesehatan setinggitingginya. Adapun hakekat higiene perusahaan dan kesehatan kerja adalah dua hal : 1) Sebagai alat untuk mencapai derajat kesehatan tenaga kerja yang setinggitingginya, baik buruh, petani, nelayan, pegawai negeri, atau pekerjapekerja bebas, dengan demikian dimaksudkan untuk kesejahteraan tenaga kerja. 2) Sebagai alat untuk meningkatkan produksi, yang berlandaskan kepada meningginya effisiensi dan daya produktivitas faktor manusia dalam produksi. Oleh karena hakikat tersebut selalu sesuai dengan maksud dan tujuan pembangunan di dalam suatu negara, maka Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja selalu harus diikutsertakan dalam pembangunan tersebut. Program sanitasi Higiene perusahaan dan keselamatan kerja baku ini harus mencakup semua aspek produksi. Program ini hendaknya diterapkan mulai dari aspek-aspek urusan rumah tangga umum, penanganan dan penyimpanan bahan baku, pengolahan, penggudangan, sampai kepada usaha-usaha pengendalian binatang pengganggu, pembuangan dan penanganan limbah dan fasilitas umum lainnya, sedangkan program higiene terutama mencakup higiene pekerja, meliputi aspek kesehatan umum, kebersihan, dan penampilan umum. Tujuan utama dari Higien Perusahan dan Kesehatan Kerja adalah menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif. Tujuan demikian mungkin dicapai, oleh karena terdapatnya korelasi diantara derajat kesehatan yang tinggi dengan produktivitas kerja atau perusahaan, yang didasarkan kenyataan-kenyataan sebagai berikut :


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin 1) Untuk efisiensi kerja yang optimal dan sebaik-baiknya, pekerja harus dilakukan dengan cara dan dalam lingkungan kerja yang memenuhi syaratsyarat kesehatan. Lingkungan dan cara dimaksud meliputi di antaranya tekanan panas, penerangan di tempat kerja, debu di udara ruang kerja, sikap badan, penserasian manusia dan mesin, pengekonomian upaya. Cara dan ligkungan tersebut perlu disesuaikan juga dengan tingkat kesehatan dan keadaan gizi tenaga kerja yang bersangkutan. 2) Biaya dari kecelakaan dan penyakit-penyakit akibat kerja, serta penyakit umum yang meningkat jumlahnya oleh karena pengaruh yang memburukkan keadaan oleh bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh pekerjaan adalah sangat mahal dibandingkan dengan biaya untuk pencegahannya. Biaya-biaya kuratif yang mahal seperti itu meliputi pengobatan, perawatan di rumah sakit, rehabilitasi, absenteisme, kerusakan mesin, peralatan dan bahan oleh karena kecelakaan, terganggunya pekerjaan, dan cacat yang menetap. b. Kondisi-kondisi kesehatan yang menyebabkan rendahnya produktivitas kerja Bedasarkan hasil survey dan pengamatan Lembaga Nasional Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja Departemen Tenaga Kerja tentang kesehatan yang berhubungan dengan produktifitas kerja diperoleh gambaran terlihat adanya kondisi-kondisi kesehatan yang ditinjau dari sudut produktivitas tenaga kerja sangat tidak menguntungkan. Adapun kondisikondisi tersebut adalah sebagai berikut 1) Penyakit umum Baik pada sektor pertanian, maupun sektor pertambangan, industri, dan lain-lainnya, penyakit yang paling banyak terdapat adalah penyakit infeksi, penyakit endemik dan penyakit parasit. 2) Penyakit akibat kerja


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin Penyakit seperti pneumoconioses, dermatoses akibat kerja, keracunankeracunan bahan kimia, gangguan-gangguan menatal psikologi akibat kerja, dan lain-lain benar-benar terdapat pada tenaga kerja. 3) Kondisi gizi Keadaan gizi pada buruh-buruh menurut pengamatan yang pernah dijalankan sering tidak menguntungkan ditinjau dari sudut produktivitas kerja. Adapun keadaan gizi kurang baik dikarenakan baik dikarenakan penyakit-penyakit endemis dan parasitis, kurangnya pengertian tentang gizi, kemampuan pengupahan yang rendah, dan beban kerja yang terlalu besar. 4) Lingkungan kerja Lingkungan kerja sering kurang membantu untuk produktivitas optimal tenaga kerja. Keadaan suhu, kelembaban, dan gerak udara memberikan suhu efektif diluar kenikmatan kerja. 5) Perencanaan Perencanaan atau pemikiran tentang penserasian manusia dan mesin serta perbaikan cara kerja sesuai dengan modernisasi yang berprinsip sedikit-dikitnya energi tetapi setinggi-tingginya output kerja pada umumnya belum diketahui. Untuk mengatasi pengaruh buruk, dari kondisi-kondisi kesehatan kepada pembangunan tanah air, khususnya meliputi sektor tenaga kerja produktif, maka perlu dibina keahlian higiene perusahaan dan kesehatan kerja sebagai inti keahlian. Dan perlu dibina keahlian tenaga kesehatan pada tingkat perusahaan dan perlu ditingkatkan pengerahan tenaga-tenaga kesehatan kedalam sektor produksi. c. Sanitasi peralatan dan proses pengolahan 1) Lokasi pabrik hendaknya tidak terletak pada arah angin dari sumber pencemaran debu, asap, bau dan pencemaran lainnya, jarak antara sumber pencemaran dengan pabrik tidak boleh kurang dari 100 meter. 2) Bangunan pabrik harus terpisah dari pemukiman dan terbuat dari bahan yang kokoh.


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin 3) Pekarangan di sekeliling lokasi pabrik atau unit pengolahan hendaknya selalu dipelihara kebersihannya. Kebersihan yang terjaga dengan baik akan mengurangi potensi bahaya dan masalah yang mengancam kelancaran proses produksi. 4) Lantai, gang, tangga dan jalan keluar / masuk ruang pengolahan harus bersih, bebas sampah, tidak licin dan tidak berminyak, bebas oli, dan tidak ada air yang menggenang. 5) Kondisi lantai secara umum harus bersih, kedap air, tidak licin, rata sehingga mudah dibersihkan dan tidak ada genangan air. 6) Dinding tembok, jendela, langit-langit, kerangka bangunan, perpipaan, lampu-lampu dan benda lain yang berada di sekitar ruang pengolahan harus dalam kondisi bersih. 7) Kondisi umum bangunan harus memperhatikan aspek pencahayaan dan ventilasi yang baik. Ventilasi harus tersedia dengan cukup dan berfungsi dengan baik. Pencahayaan atau penerangan hendaknya tersebar secara merata dan cukup di semua ruangan, namun hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga tidak menyilaukan. 8) Kamar mandi dan WC, tempat cuci kaki dan tangan juga harus selalu dijaga kebersihannya. Pada fasilitas ini perlu tersedia air yang cukup, tissue / pengering, sabun, dan tempat sampah. WC dan kamar mandi hendaknya terletak jauh dari ruang pengolahan. d. Penanganan dan penyimpanan bahan baku 1) Alat –alat yang digunakan untuk penanganan dan penyimpanan bahan baku baik alat yang utama atau alat pembantu lainnya harus selalu dalam keadaan baik, utuh dan bersih. 2) Ruang penyimpanan harus selalu bersih, bebas dari binatang pengganggu. 3) Jika bahan baku disimpan dalam kotak-kotak ataupun kemasan lainnya, maka untuk penyimpanannya perlu disusun dengan baik dan teratur, misalnya dengan menggunakan rak-rak atau pallet. Pengaturan ini bertujuan untuk mempermudah pada waktu pemeriksaan dan pemeliharaan kebersihan.


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin 4) Tumpahan bahan baku pada lantai hendaknya segera dibersihkan, jangan dibiarkan tercecer karena dapat mengundang binatang atau pun serangga yang tidak diinginkan. e. Peralatan dan fasilitas pengolahan 1) Semua peralatan yang digunakan untuk penanganan dan pengolahan harus selalu diperhatikan kebersihannya, dan juga alat tersebut harus terbuat dari bahan yang tidak mudah rusak. 2) Setelah penggunaan alat selesai atau pekerjaan telah selesai semua peralatan tersebut dibersihkan dan ruangan yang digunakan harus dibersihkan juga dengan bahan saniter. 3) Saniter adalah senyawa kimia yang dapat membantu membunuh bakteri dan mikroba. 4) Ketel, wadah pencampuran, tong-tong, drum-drum dan peralatan lain yang mempunyai mulut besar dan terbuka harus dilindungi dari kemungkinan kontaminasi. 5) Semua platform harus dikonstruksi dengan baik sehingga tidak menjadi sumber kontaminasi bagi proses atau produk di bagian bawahnya. 6) Air yang digunakan dalam pencucian alat hendaknya air yang bersih yang memenuhi persyaratan sanitasi, sehingga mencegah kontaminasi. Air bersih mempunyai ciri-ciri antara lain tidak berasa, tidak berwarna, dan tidak berbau. f. Fasilitas penggudangan 1) Ruangan, dinding, bangunan dan pekarangan bangunan harus selalu bersih, bebas sampah dan kotoran. 2) Barang barang yang disimpan dalam gudang harus diatur dan disusun secara baik dan teratur, dengan menyisakan jarak yang cukup, baik jarak antar tumpukan maupun dengan dinding tembok 3) Barang yang telah rusak atau bahan baku yang telah busuk, hendaknya diambil dan dipisahkan dari barang-barang yang masih baik.


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin g. Pembuangan limbah Dengan semakin besarnya skala usaha, maka semakin banyak pula limbah yang dihasilkan. Maka dari itu perlu dilakukan penanganan terhadap limbah yang dihasilkan tersebut, seperti : 1) Saluran pembuangan limbah cair harus dikonstruksi dengan baik sehingga proses pembuangan limbah cair tidak terhambat. 2) Tempat penampungan hendaknya dibuat, jangan langsung dibuang ketempat umum karena akan mengganggu dan mencemari lingkungan umum. 3) Jika produksi sampah / limbah cair ternyata cukup tinggi, atau telah mengakibatkan ganggguan pencemaran adalah indikasi awal bahwa masalah pencemaran itu lingkungan telah terjadi, maka disarankan untuk berkonsultasi dengan badan pengelolaan limbah. 4) Pemanfaatan limbah adalah sebagai tambahan makanan / minuman untuk ternak 5) Untuk sampah yang kering dan padat perlu disediakan tempat pembuangan sampah padat yang cukup,baik kebersihannya maupun ukurannya sesuai dengan jumlah sampah diproduksi. Adapun pengertian keselamatan kerja, dan beberapa hal kaitannya dengan keselamatan pekerja di industri sebagai berikut : a. Pengertian keselamatan kerja Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolaannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan. Keselamatan kerja menyangkut segenap proses produksi dan distribusi, baik barang maupun jasa. Salah satu aspek penting sasaran keselamatan kerja, mengingat risiko bahayanya adalah penerapan teknologi, terutama teknologi yang lebih maju dan mutakhir. Keselamatan kerja adalah tugas semua orang yang bekerja. Keselamatan kerja adalah dari, oleh, dan untuk setiap tenaga kerja serta orang lainnya, dan juga masyarakat pada umumnya. Tujuan keselamatan kerja adalah sebagai berikut :


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin 1) Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional. 2) Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja. 3) Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien. Dalam hubungan kondisi-kondisi dan situasi di Indonesia, keselamatan kerja dinilai seperti berikut : 1) Keselamatan kerja adalah sarana utama untuk pencegahan kecelakaan, cacat dan kematian sebagai akibat kecelakaan kerja. Keselamatan kerja yang baik adalah pintu gerbang bagi keamanan tenaga kerja. 2) Analisa kecelakaan secara nasional berdasarkan angka-angka yang masuk atas dasar wajib lapor kecelakaan dan data kompensasinya dewasa ini seolah-olah relatif rendah dibandingkan banyaknya jam kerja tenaga kerja. 3) Potensi-potensi bahaya yang mengancam keselamatan pada berbagai sektor kegiatan ekonomi jelas dapat diobservasikan, misalnya sektor industri disertai bahaya-bahaya potensial seperti keracunan-keracunan bahan kimia, kecelakaan-kecelakaan oleh karena mesin, kebakaran, ledakan-ledakan, dan lain-lain. 4) Menurut observasi, angka frekwensi untuk kecelakaan-kecelakaan ringan yang tidak menyebabkan hilangnya hari kerja tetapi hanya jam kerja masih terlalu tinggi. 5) Analisa kecelakaan memperlihatkan bahwa untuk setiap kecelakaan ada faktor penyebabnya. Sebab-sebab tersebut bersumber kepada alat-alat mekanik dan lingkungan serta kepada manusianya sendiri. Sebanyak 85 % dari sebab-sebab kecelakaan adalah faktor manusia. b. Keselamatan kerja dan perlindungan tenaga kerja Perlindungan tenaga kerja meliputi aspek-aspek yang cukup luas, yaitu perlindungan keselamatan, kesehatan, pemeliharaan moral kerja serta perlakuan yang sesuai dengan martabat manusia dan moral agama. Jelas bahwa keselamatan kerja adalah satu segi penting dari perlindungan tenaga kerja. Dalam hubungan ini, bahaya yang dapat timbul dari mesin, pesawat,


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, keadaan tempat kerja, lingkungan, cara melakukan pekerjaan, karakteristik fisik dan mental dari pada pekerjaannya, harus sejauh mungkin diberantas dan atau dikendalikan. c. Keselamatan kerja dan peningkatan produksi dan produktivitas Keselamatan kerja erat bersangkutan dengan peningkatan produksi dan produktivitas. Produktivitas adalah perbandingan di antara hasil kerja (output) dan upaya yang dipergunakan (input). Keselamtan kerja dapat membantu peningkatan produksi dan produktivitas atas dasar : 1) Dengan tingkat keselamatan kerja yang tinggi, kecelakaan-kecelakaan yang menjadi sebab sakit, cacat dan kematian dapat dikurangi atau ditekan sekecil-kecilnya, sehingga pembiayaan yang tidak perlu dapat dihindari. 2) Tingkat keselamatan yang tinggi sejalan dengan pemeliharaan dan penggunaan peralatan kerja dan mesin yang produktif dan efisien dan bertalian dengan tingkat produksi dan produktivitas yang tinggi. 3) Keselamatan kerja yang dilaksanakan sebaik-baiknya dengan partisipasi pengusaha dan buruh akan membawa iklim keamanan dan ketenagaan kerja, sehingga sangat membantu bagi hubungan buruh dan pengusaha yang merupakan landasan kuat bagi terciptanya kelancaran produksi. d. Latar belakang sosial-ekonomi dan kultural Keselamatan kerja memiliki latar belakang sosial-ekonomi dan kultural yang sangat luas. Tingkat pendidikan, latar belakang kehidupan yang luas, seperti kebiasaan-kebiasaan, kepercayaan-kepercayaan, dan lain-lain erat bersangkutan paut dengan pelaksanaan keselamatan kerja. Demikian juga, keadaan ekonomi ada sangkut pautnya dengan permasalahan keselamatan kerja tersebut. Pembangunan adalah bidang ekonomi dan sosial maka keselamatan kerja lebih tampil kedepan lagi dikarenakan cepatnya penerapan teknologi dengan segala seginya termasuk problematik keselamatan kerja menampilkan


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin banyak permasalahan sedangkan kondisi sosial kultural belum cukup siap untuk menghadapinya. Keselamatan harus ditanamkan sejak anak kecil dan menjadi kebiasaan hidup yang dipraktekkan sehari-hari. Keselamatan kerja merupakan suatu bagian dari keselamatan pada umumnya, masyarakat harus dibina penghayatan keselamatan kearah yang jauh lebih tinggi dan proses pembinaan ini tidak pernah ada habis-habisnya sepanjang kehidupan manusia. e. Metoda pencegahan kecelakaan Kecelakaan-kecelakaan akibat kerja dapat dicegah dengan : 1) Peraturan perundangan yaitu ketentuan yang diwajibkan mengenai kondisi-kondisi kerja pada umumnya, perencanaan, konstruksi, perawatan, pemeliharaan pengawasan, pengujian, dan cara kerja peralatan industri, tugas-tugas pengusaha dan buruh, latihan supervisi medis, P3K, dan pemeriksaan kesehatan. 2) Standarisasi yaitu penetapan standar-standar resmi setengah resmi atau tak resmi mengenai misalnya konstruksi yang memenuhi syarat-syarat keselamatan jenis-jenis peralatan industri tertentu, praktek-praktek keselamatan dan higiene umum, alat-alat pelindung diri. 3) Pengawasan yaitu pengawasan tentang dipatuhinya ketentuan-ketentuan perundangan-undangan yang diwajibkan 4) Penelitian bersifat teknik yang meliputi sifat dan ciri bahan yang berbahaya, penyelidikan tentang pagar pengaman, pengujian alat-alat perlindungan diri, penelitian tentang pencegahan peledakan gas dan debu, penelaahan tentang bahan-bahan dan desain paling tepat untuk tambang-tambang pengangkat. 5) Riset medis, yang meliputi terutama penelitian tentang efek-efek fisiologis dan patologis, faktor-faktor lingkungan dan teknologis dan keadaan fisik yang mengakibatkan kecelakaan 6) Penelitian psikologis yaitu penyelidikan tentang pola-pola kejiwaan yang menyebabkan terjadinya kecelakaan.


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin 7) Penelitian syarat statistik, untuk menetapkan jenis-jenis kecelakaan yang terjadi, banyaknya, mengenai siapa saja, dalam pekerjaan apa, dan apa sebab-sebabnya. 8) Pendidikan yang menyangkut pendidikan keselamatan dalam kurikulum teknik, sekolah-sekolah perniagaan atau kursus-kursus pertukangan. 9) Latihan-latihan, yaitu latihan praktek bagi tenaga kerja, khususnya tenaga kerja yang baru dalam keselamatan kerja 10) Penggairahan yaitu penggunaan aneka cara penyuluhan atau pendekatan lain unuk menimbulkan sikap untuk selamat. 11) Asuransi yaitu insentif finansial untuk meningkatkan pencegahan kecelakaan misalnya dalam bentuk pengurangan premi yang dibayar oleh perusahaan, jika tindakan-tindakan keselamatan sangat baik. 12) Usaha keselamatan pada tingkat perusahaan, yang merupakan ukuran utama efektif tidaknya penerapan keselamatan kerja. Pada perusahaanlah, kecelakaan-kecelakaan terjadi sedangkan pola-pola kecelakaan pada suatu perusahaan tergantung kepada tingkat kesadaran akan keselamatan kerja oleh semua pihak yang bersangkutan. 13) Organisasi K3, dalam era industrialisasi dengan kompleksitas permasalahan dan penerapan prinsip manajemen modern, masalah usaha pencegahan kecelakaan tidak mungkin dilakukan oleh orang perorang atau secara pribadi tapi memerlukan keterlibatan banyak orang, berbagai jenjang dalam organisasi yang memadai. Organisasi ini dapat berbentuk struktural seperti Safety Departemen (Departemen K3), fungsional seperti Safety Committee (Panitia Pembina K3). Agar organisasi K3 ini berjalan dengan baik maka harus didukung oleh adanya : ✓ Seorang pimpinan (Safety Director) ✓ Seorang atau lebih teknisi (Safety Engineer) ✓ Adanya dukungan manajemen ✓ Prosedur yang sistimatis, kreativitas dan pemeliharaan motivasi dan moral pekerja. Pernyataan di atas sesuai menurut International Labour Office (ILO) tentang langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk menanggulangi kecelakaan kerja.


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin 1. Rantai pasok Rantai pasok merupakan rangkaian aliran barang/fisik, informasi dan proses yang digunakan untuk mengirim produk atau jasa dari lokasi sumber (pemasok) ke lokasi tujuan (pelanggan atau pembeli). Secara sederhana rantai pasok pangan dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 1. Ilustrasi rantai pasok dari sebuah produk (Chen/Paulraj, 2004) Rantai pasok pangan berbeda dengan rantai pasok produk dan jasa lainnya. Perbedaan yang mendasar antara rantai pasok pangan dengan rantai pasok lainnya adalah perubahan yang terus menerus dan signifikan terhadap kualitas produk pangan di seluruh rantai pasok hingga pada titik akhir, produk tersebut dikonsumsi. Gambar 2 : Rantai pasok pangan Sumber : https://supplychainindonesia.com/rantai-pasok-pangan-foodsupply-chain/. Diambil tanggal : 08 Juli 2021, jam 14:02. C. Rantai pasok dan logistik hasil dan produk pertanian


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin Dalam rantai pasok pangan pada Gambar 1, pangan (produk) bergerak mengalir secara berkesinambungan dari produsen ke konsumen melalui proses produksi, pengolahan, distribusi, ritel dan konsumen; dengan demikian, pangan mengalir dari petani ke konsumen (from farm to table). Selain itu, khusus untuk produk pangan yang mudah rusak atau busuk, resiko dalam menghasilkan limbah/kerugian pada setiap tahapan rantai pasok memiliki potensi sangat tinggi yang selanjutnya akan menekan keuntungan dan kualitas produk dalam rantai pasok pangan. Berdasarkan jenis proses produksi dan distribusi dari produk nabati dan hewani, rantai pasok pangan dapat dibedakan atas 2 (dua) tipe yaitu : a. Rantai pasok produk pangan segar/fresh (seperti sayuran segar, bunga, buah-buahan). Secara umum, rantai pasok ini meliputi: petani, pengumpul, grosir, importir dan eksportir, pengecer dan took-toko khusus. Pada dasarnya, seluruh tahapan rantai pasok ini memiliki karakteristik khusus, produk ditanam atau diproduksi dari pedesaan. Proses utama adalah penanganan, penyimpanan, pengemasan, pengangkutan, dan terutama perdagangan produk ini. b. Rantai Pasok Produk Pangan Olahan (seperti makanan ringan, makanan sajian, produk makanan kaleng). Pada rantai pasok ini, produk pertanian dan perikanan digunakan sebagai bahan baku dalam menghasilkan produk-produk pangan yang memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Dalam banyak hal, proses pengawetan dan pendinginan akan memperpanjang masa guna (shelf life) dari produk pangan yang dihasilkan. Rantai pasok pangan (Hasil Pertanian) dimulai dari titik awal dimana hasil pertanian diproduksi, yaitu di sektor budidaya. proses produksi bahan baku di sektor budidaya tanaman, budidaya ikan, budidaya ternak yang harus menerapkan praktik pertanian baik (Good Agriculture Practice GAP), dilanjutkan proses transportasi dari lokasi budidaya ke lokasi industri. Untuk memastikan bahwa produk hasil pertanian hewani dan nabati dalam kondisi kualitas baik, sebagaimana pada saat dipanen, dipetik atau ditangkap proses transportasi hasil pertanian dengan berbagai moda transportasi harus menerapkan Praktik Penanganan yang Baik ( Good Handling Practice GHP). Hasil pertanian nabati atau hewani selanjutnya mengalami proses


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin penanganan, pengolahan dan pengemasan menjadi bahan pangan segar siap konsumsi, bahan setengah jadi sebagai bahan baku untuk industri lainnya dan atau menjadi produk jadi yang siap dikonsumsi. Untuk menjamin bahwa produk olahan pangan atau non pangan yang dihasilkan oleh industri berkualitas baik, sesuai dengan persyaratan standar atau permintaan pasar, maka industri pengolahan hasil pertanian harus menerapkan praktik produksi yang baik (Good Manufacture Practice GMP). Produk jadi atau setengah jadi pangan dan non pangan hasil industri pengolahan hasil pertanian selanjutnya dikirim ke Distributor menggunakan berbagai moda transportasi yang menerapkan GHP sampai di Gudang-gudang atau tempat penampungan barang di Distributor, sebelum didistribusikan pada toko atau pedagang pengecer (retail). Dalam masa tunggu, di distributor produk pangan atau non pangan harus tetap terpelihara kualitasnya dimana distributor menerapkan praktik pergudangan atau penyimpanan yang baik (Good warehousing practice GWP). Mulai dari gudang-gudang dkistributor, produk pangan dan non pangan didstribusikan ke berbagai lokasi pedagang pengecer (retail) dan akhirnya dari pedagang pengecer inilah produk pangan dan non pangan sampai ke tangan konsumen untuk dikonsumsi. Berdasarkan alur pergerakan barang atau dan kegiatan jasa yang terjadi dari proses budidaya sampai produk dikonsumsi dalam rumah tangga, para pihak dan aktivitas dalam rantai pasok adalah: ✓ Penyedia jasa produksi sarana produksi bahan hasil pertanian/ pangan ✓ Penyedia jasa dan produk bahan hasil pertanian/ pangan ✓ Penyedia jasa transportasi bahan Hasil pertanian/pangan ✓ Penyedia jasa dan produksi bahan pangan /olahan pangan ✓ Penyedian jasa transportasi dan pergudangan bahan pangan/ olahan pangan ✓ Penyedia jasa Distribusi bahan pangan/olahan pangan Secara sederhana rantai pasok tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin GAP Gambar 3. Model sederhana rantai pasok pangan dari proses budidaya sampai ke konsumen Adapun contoh rantai pasok pangan dan logistik sederhana dapat dijumpai pada salah satu rantai pasok produk beras melalui BULOG, seperti tersaji pada gambar 4. Gambar 4. Pola distribusi Beras Sumber : laman : https://pse.litbang.pertanian.go.id/ind/pdffiles/4-tematikscm-beras-1.pdf Diambil pada tanggal 8 Juli 2021, diambil jam 13:23. Proses Budidaya: Tanaman, Ternak Dan Ikan Industri/perusaha an Pengolahan Pangan Distributor Pangan Dan non pangan Konsumen Pangan Pedagang Pengecer /Toko Retail Transportasi Transportasi Transportasi


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin 2. Logistik Pengelolaan logistik merupakan salah satu elemen dalam pengelolaan rantai pasok. Perusahaan-perusahaan yang mengembangkan jasa transportasi dan logistik tidak serta merta menjadi bagian dari rantai pasok yang terkelola, jika perusahaan logistik ini tidak membina kerjasama dengan pelaku di rantai pasok tersebut, atau hanya bekerja berdasarkan pesanan yang diterima sewaktu-waktu. Resikonya adalah perusahaan terkadang tidak siap dengan jenis logistik yang dibutuhkan pelanggan, oleh karena itu diperlukan manajer logistik. Manajer logistik itu berkontribusi dan mendapat manfaat ketika mengelola lintas fungsi diantaranya mengelola hubungan dengan pelanggan, pemasok, mengelola permintaan, mengelola jasa pelanggan, memenuhi order, komersialisasi produk dan fungsi lainnya. Dokumen Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia SKKNI No.94 Tahun 2019 tentang Logistik, dinyatakan bahwa logistik merupakan bagian dari rantai pasok (supply chain) yang menangani arus barang, arus informasi dan arus uang melalui proses pengadaan (procurement), penyimpanan (warehousing), transportasi (transportation), distribusi (distribution), dan penghantaran pelayanan (delivery services) sesuai dengan jenis, kualitas, jumlah, waktu dan tempat yang dikehendaki konsumen, secara efektif dan efisien, mulai dari titik asal (point of origin) sampai dengan titik tujuan (point of destination). Barang, informasi dan uang atau nilai, merupakan obyek yang ditangani dalam sistem logistik. Ketersediaan obyek atau stok untuk disimpan, disitribusi dan digunakan pada sistem logistik dapat berupa: produk, bahan baku produksi, bahan kemasan, mesin dan peralatan untuk produksi serta dokumen. Penyimpanan atau pergudangan (Warehousing) adalah suatu kegiatan pengurusan kargo yang meliputi, menerima kargo, menyimpan kargo sesuai dengan persyaratannya, memelihara kargo, memelihara kebersihan ruang tempat penyimpanan kargo, mengeluarkan kargo sesuai dengan keperluan, mengurus administrasinya, dan mempertanggungjawabkan pengurusan tersebut.


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin Sumber daya manusia adalah suatu hal yang penting dalam kegiatan usaha apapun karena kualitas dari hal tersebut sangatlah menentukan kinerja dari suatu perusahaan. Pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia merupakan suatu investasi bagi perusahaan karena diperlukan biaya untuk mendukung hal tersebut, namun sejalan dengan hal tersebut, manfaat yang didapat oleh perusahaan juga besar karena pekerja dan karyawan yang dimiliki menjadi professional dan handal dalam mengerjakan segala pekerjaan di perusahaan tersebut. Dengan demikian pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia menjadi penentu keberhasilan dalam suatu perusahaan atau unit usaha, terutama dalam era globalisasi dimana para pesaing tidak hanya berasal dari dalam negeri saja tetapi juga berasal dari luar negeri yang ikut serta meramaikan dan berkompetisi untuk menarik minat dari konsumen. Persaingan yang semakin ketat inilah yang membuat para pelaku usaha harus memiliki sumber daya manusia yang berkualitas di perusahaannya sehingga memiliki proses produksi yang baik. Proses produksi biasanya dikaitkan dengan produktivitas, dimana bila produktivitas meningkat maka akan diikuti dengan peningkatan kinerja dari perusahaan. Maka proses pengembangan dan pengelolaan sumber daya manusia merupakan salah satu kunci kesuksesan dari perusahaan agar dapat meningkatkan persaingan dari perusahaan itu sendiri dan meningkatkan brand dari perusahaan tersebut. Seorang pemimpin yang berada di suatu perusahaan, tidak akan bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin apabila tanpa adanya bantuan atau kerjasama dengan karyawan. Pemberdayaan sumber daya manusia melalui manajemen sumber daya manusia merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam menjalankan usaha agar dapat survive dan berkembang. Sumber daya manusia memiliki peranan yang sangat penting dan dominan dalam sebuah manajemen. Manajemen D. Pengelolaan sumber daya manusia dengan memperhatikan potensi dan kearifan lokal


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin sumber daya manusia merupakan kegiatan mengatur dan menetapkan program kepegawaian yang mencakup pada masalah pembuatan strategi sumber daya manusia, perencanaan sumber daya manusia, rekruitmen dan seleksi sumber daya manusia, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia, kompensasi, evaluasi kinerja, dan produktivitas karyawan. Dalam proses pengelolaan manajemen sumber daya manusia sebuah perusahaan seorang pimpinan perusahaan harus melakukan beberapa aspek manajemen sumber daya manusia yaitu : a. Perencanaan (Planning) Perencanaan pada kegiatan sumber daya manusia adalah kegiatan memperkirakan atau menggambarkan tentang keadaan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan secara efektif dan efisien, sehingga tujuan yang telah ditetapkan perusahaan dapat terwujud. Dalam perencanaan, perlu dinetapkan tujuan-tujuan tertentu yaitu mengembangkan atau melebarkan sayap untuk mendapatkan rekanan kerja atau link yang lebih luas lagi. b. Pengorganisasian (Organizing) Pengorganisasian pada sumber daya manusia adalah kegiatan untuk mengatur karyawan dengan melalui menetapkan pembagian kerja, hubungan kerja, pendelegasian wewenang, integrasi dan koordinasi dalam bentuk bagan atau struktur organisasi. Pengkoordinasian adalah dengan membentuk suatu transformasi tugas dalam group yang aktif. c. Pengendalian (Leading) Pengendalian sumber daya manusia berkaitan dengan pengambilan keputusan yang selalu dilakukan dengan melalui musyawarah antar pemimpin yang kemudian hasil musyawarah yang didapat akan dimusyawarahkan kembali dengan karyawan. Pimpinan dalam memberikan semangat dan inspirasi kepada karyawan adalah dengan memberikan bonus kepada karyawan yang menunjukkan prestasi. Pimpinan juga menciptakan komunikasi dengan karyawan melalui gathering sederhana yang dilandasi oleh seluruh elemen yang dimiliki perusahaan.


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin d. Pengawasan (Controlling) Pengawasan sumber daya manusia berkaitan dengan bentuk pengawasan yang dilakukan perusahaan terhadap proses operasional perusahaan dalam sehari-hari yaitu dengan melalui masing-masing group dan melalui daily check list tiap kali pergantian shift dilakukan. Pimpinan juga melakukan pengevaluasian yang dilakukan terhadap karyawan yang baru bergabung bekerja dengan efektif dan efisien. Dalam pembuatan strategi sumber daya manusia pada sebuah perusahaan dengan melalui tahapan: 1) Mengetahui jenis karakter orang yang perlu dikelola dan yang hendak melakukan bisnis, dengan tujuan supaya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh perusahaan atas tujuan bisnis strategi. 2) Memikirkan jenis program dan inisiatif tentang sumber daya manusia yang harus didesain dan diterapkan untuk memikat, mengembangkan, dan mempertahankan staf agar berkompetisi secara efektif. Sedangkan dalam proses perencanaan sumber daya manusia pada sebuah perusahaan dilakukan melalui : 1) Penentuan kebutuhan tenaga kerja. 2) Uraian jabatan, uraian tugas, dan tanggung jawab terhadap masingmasing jabatan. 3) Spesifikasi jabatan, persyaratan yang harus dimiliki oleh satu jabatan tetentu. Proses rekruitmen dan seleksi sumber daya manusia sangat diperlukan pada sebuah perusahaan. Adapun beberapa aspek rekrutmen yang perlu diperhatikan adalah: 1) Sumber-sumber rekruitmen, terdapat dua sumber yaitu: a) Sumber dari dalam perusahaan, tiga bentuk mutasi pegawai yaitu promosi jabatan; transfer atau rotasi pekerjaan, dan demosi jabatan atau penurunan jabatan pegawai. b) Sumber dari luar perusahaan, penarikan pegawai dengan melalui iklan media massa, lembaga pendidikan, depnaker, dan lamaran kerja yang masuk pada perusahaan pada waktu sebelumnya.


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin 2) Seleksi calon pegawai, Proses seleksi melibatkan pilihan dari berbagai objek dengan mengutamakan beberapa objek saja yang dipilih, dan lebih ditekankan pada pengambilan keputusan dalam membatasi jumlah pegawai yang dapat dikontrakkerjakan dari pilihan sekelompok calon-calon pegawai yang berpotensi. Teknik-teknik seleksi mencakup pada kegiatan: tes pengetahuan akademik, tes psikologis, dan wawancara. Sebuah perusahaan perlu melakukan pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia terutama untuk pekerja. Metode yang dipergunakan dalam pelatihan sumber daya manusia dapat melalui On The Job, vestibule atau balai, metode demonstrasi dan contoh, simulasi, apprenticeship, dan metode ruang kelas. Sedangkan untuk metode pengembangan sumber daya manusia dapat melalui metode pelatihan (yang seringkali dipergunakan adalah simulasi, metode konferensi, studi kasus, dan bermain peran), understudies untuk mengisi suatu posisi jabatan tertentu, job rotasi dan kemajuan berencana , serta coaching dan counseling . Kompensasi yang diberikan perusahaan kepada pekerja antara lain dapat berupa : 1) Kompensasi langsung, upah atau gaji dibayarkan secara tetap berdasarkan pada tenggang waktu yang bersifat tetap. 2) Kompensasi tidak langsung, tunjangan hari raya. 3) Insentif, penghargaan atau pemberian bonus. Untuk mengevaluasi kinerja pekerja di sebuah perusahaan dapat menggunakan metode metode skala nilai, metode pengurutan, metode perbandingan, metode kesalahan kritis, dan manajemen berbasis sasaran. Produktivitas Karyawan di sebuah perusahaan dapat diukur dengan dasar pertimbangan : 1) Sikap kerja, ketersediaan bekerja secara bergiliran dapat menerima tambahan tugas dan bekerja dalam suatu tim. 2) Tingkat keterampilan, ditentukan oleh pendidikan; latihan dalam manajemen; supervisi; dan keterampilan dalam teknik industri. 3) Hubungan antara tenaga kerja dan pimpinan organisasi. 4) Manajemen produktivitas.


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin 5) Efisiensi tenaga kerja, perencanaan tenaga kerja dan tambahan tugas. 6) Kewiraswastaan, tercermin dalam pengambilan resiko; kreativitas dalam berusaha; dan berada pada jalur yang benar dalam berusaha. Bacaan Guru Materi Sumber Bacaan ⮚ Klasifikasi dan lingkup industri di bidang agriteknologi hasil pertanian Informasi lanjut terkait klasifikasi dan lingkup industri di bidang agriteknologi hasil pertanian : https://www.gurupendidikan.co.id/m acam-industri/ https://jagad.id/pengertian-industriklasifikasi-macam-dan-contohaneka-industri/ https://dosenpertanian.com/pengerti an-agroindustri/ https://www.researchgate.net/profile /ArifinRente/publication/326989169_PEN GANTAR_AGROINDUSTRI/links/5b 713849a6fdcc87df739421/PENGAN TAR-AGROINDUSTRI.pdf ⮚ Perencanaan produksi di industri pengolahan hasil pertanian dan penerapan K3LH Informasi lanjut terkait dengan Perencanaan produksi di industri pengolahan hasil pertanian dan penerapan K3LH dapat diakses di laman : https://www.sahabatgenpro.com/arti kel/read/proposal-bisnis/62/caramembuat-proposal-usahamakanan.html https://docplayer.info/29934672- Perencanaan-sebuah-kemasanoleh-deddy-award-widya-laksanam-pd.html


Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1) Ahmad Saifuddin https://environmentindonesia.com/pentingnyapenerapan-k3lh/ ⮚ Rantai pasok dan logistik hasil dan produk pertanian Informasi lanjut terkait dengan rantai pasok dan logistik pangan, dapat diakses pada laman: https://pse.litbang.pertanian.go.id/ind/ pdffiles/4-tematik-scm-beras-1.pdf https://ruanglogistik.id/ dan atau laman https://supplychainindonesia.com/rant ai-pasok-pangan-food-supply-chain https://promise.co.id/manajemenrantai-pasokan/ https://www.workmate.asia/id/blog/sist em-dan-manajemen-rantai-pasok ⮚ Pengelolaan sumber daya manusia dengan memperhatikan potensi dan kearifan lokal Informasi berkaitan tentang pengelolaan sumber daya manusia dengtan memperhatikan potensi dan kearifan local dapat ditelusuri laman : https://gerryrahadiyanprato.wordpre ss.com/2016/12/01/perancangandan-pengelolaan-tenaga-kerja/ https://media.neliti.com/media/publi cations/61059-ID-pengelolaansumber-daya-manusia-tinjauan.pdf https://media.neliti.com/media/publi cations/36003-ID-pengelolaan-danpengembangan-sumber-dayamanusia-pada-pt-aneka-sejahteraenginee.pdf


Click to View FlipBook Version