https://klatenkab.bps.go.idJenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh seseorang
ditandai oleh ijazah. Indikator ini dapat digunakan untuk
mengetahui tingkat kualitas pendidikan dengan menggunakan
jenjang pendidikan tertentu sebagai batasan minimalnya dan
juga sebagai bahan analisis pasar kerja. Terjadinya segmentasi
upah yang berkaitan dengan karakteristik pendidikan para
pekerja. Sehingga pendidikan yang tinggi akan memberikan
pendapatan yang tinggi pula. Pendidikan yang tinggi secara
tidak langsung akan membawa konsekuensi terhadap pilihan-
pilihan individu dalam mendapatkan pekerjaan. Maka, lapangan
pekerjaan yang menghasilkan pendapatan tinggi cenderung
diambil oleh tenaga berpendidikan.
Oleh karena itu pemerintah secara terus menerus
meningkatkan kualitas pendidikan dan membuka kesempatan
untuk terus bersekolah dengan menggulikan berbagai program
bantuan dibidang pendidikan dengan tujuan agar semua
penduduk mendapatkesempatan yang sama untuk meneruskan
pendidikannya.
38 | Profil Pendidikan Kabupaten Klaten 2021
Tabel 2.24. Persentase Penduduk 15 ke Atas menurut
Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin di
Kabupaten Klaten, 2021
Pendidikan Tertinggi Jenis Kelamin
yang Ditamatkan
Laki-laki Perempuan Laki-laki +
Perempuan
(1) (2) (3) (4)
https://klatenkab.bps.go.id
Tidak/belum pernah 2,36 4,05 3,23
sekolah
Tidak tamat SD 8,08 12,55 10,37
SD dan sederajat 18,43 17,87 18,14
SLTP dan sederajat 22,76 22,84 22,80
SLTA dan sederajat 37,21 32,92 35,01
Perguruan Tinggi 11,16 9,77 10,45
Sumber : SUSENAS 2021
Penduduk 15 tahun ke atas menurut pendidikan tertinggi
yang ditamatkan pada tahun 2021 sebagaimana tersaji pada
tabel 2.25, tercatat sebesar 13,6 persen penduduk Klaten
yang tidak punya ijazah; 18,14 persen tamat SD; 22,80 persen
tamat SLTP; 35,01 persen tamat SLTA dan 10,45 persen tamat
perguruan tinggi. Mayoritas penduduk Klaten masih berada
pada kelompok tamat SLTA dengan persentase laki-laki 37,21
persen dan perempuan 32,92 persen.
Profil Pendidikan Kabupaten Klaten 2021 | 39
Tabel 2.25. Persentase Penduduk 15 Tahun ke Atas menurut
Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Tipe Daerah di
Kabupaten Klaten, 2021
Pendidikan Tertinggi Perkotaan Tipe Daerah
yang Ditamatkan Perkotaan +
Perdesaan
Perdesaan
(1) (2) (3) (4)
Tidak/belum pernah 2,85 4,43 3,23
sekolah
https://klatenkab.bps.go.id
Tidak tamat SD 8,52 16,31 10,37
21,39 18,14
SD dan sederajat 17,15 25,56 22,80
27,19 35,01
SLTP dan sederajat 21,94 5,12 10,45
SLTA dan sederajat 37,44
Perguruan Tinggi 12,10
Sumber : SUSENAS 2021
Persentase penduduk usia 15 tahun keatas yang
tidak/belum pernah sekolah di daerah perkotaan sebesar 2,85
persen, lebih rendah dibanding di daerah perdesaan yang
tercatat sebesar 4,43 persen. Penduduk usia 15 tahun ke atas
yang tidak tamat SD di daerah perkotaan sebesar 8,52 persen,
lebih rendah dibanding daerah perdesaan sebesar 16,31
40 | Profil Pendidikan Kabupaten Klaten 2021
https://klatenkab.bps.go.idpersen. Penduduk usia 15 tahun ke atas yang tamat SD di
daerah perkotaan sebesar 17,15 persen, lebih rendah
dibanding daerah perdesaan sebesar 21,39 persen. Penduduk
usia 15 tahun ke atas yang tamat SLTP di daerah perkotaan
sebesar 21,94 persen, lebih rendah dibanding daerah
perdesaan sebesar 25,56 persen. Penduduk usia 15 tahun ke
atas yang berhasil menamatkan jenjang pendidikan SLTA
hingga perguruan tinggi di daerah perkotaan lebih tinggi di
banding di daerah perdesaan.
2.7. Rata-rata Lama Sekolah
Angka rata rata lama sekolah adalah rata rata jumlah
tahun yang dihabiskan oleh penduduk untuk menempuh
semua jenis pendidikan formal yang pernah dijalani. Semakin
tinggi rata rata lama sekolah menunjukkan semakin banyak
jumlah tahun yang harus dihabiskan seseorang untuk
menamatkan suatu jenjang pendidikan. Lamanya sekolah atau
years of schooling adalah suatu angka yang menunjukkan
lamanya bersekolah seseorang dari mulai masuk sekolah dasar
sampai ke jenjang pendidikan terakhir. Angka rata rata lama
sekolah (many years of schooling/MYS) merupakan kombinasi
antara partisipasi sekolah, jenjang pendidikan yang dijalani,
kelas yang diduduki, dan pendidikan yang ditamatkan, tetapi
jumlah tahun sekolah ini tidak mengindahkan kasus-kasus tidak
Profil Pendidikan Kabupaten Klaten 2021 | 41
https://klatenkab.bps.go.idnaik kelas, putus sekolah lalu melanjutkan kembali dan masuk
sekolah dasar diusia yang terlalu muda atau sebaliknya.
Sumber: SUSENAS 2021
Rata rata lama sekolah mengalami peningkatan dari
tahun ke tahun, pada tahun 2017 sebesar 8,23 tahun, terus
meningkat hingga pada tahun 2021 ini mencapai 8,81 tahun.
Kondisi ini menggambarkan kesempatan masyarakat untuk
memperoleh pendidikan mengalami peningkatan. Jika rata rata
lama sekolah terus meningkat maka diharapkan sasaran
pembangunan pendidikan dapat tercapai.
2.8. Pendidikan Usia Dini
Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu
penyelenggaraan pendidikan yang menitik beratkan pada arah
dasar pertumbuhan dan lima perkembangan, yaitu
perkembangan moral dan agama, perkembangan fisik
(koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan/kognitif (daya
42 | Profil Pendidikan Kabupaten Klaten 2021
pikir dan daya cipta), sosio emosional (sikap dan emosi),
bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap
tahap perkembangan kelompok usia yang dilalui oleh anak usia
dini seperti yang tercantum dalam Permendiknas tahun 58
tahun 2009.
Tabel 2.26. Persentase Anak Usia 0-6 Tahun menurut
Partisipasi Pendidikan Prasekolah dan Tipe Daerah Tahun
2021
https://klatenkab.bps.go.id
Partisipasi Pendidikan Tipe Daerah
Prasekolah Perkotaan
Perkotaan Perdesaan +
Perdesaan
(1) (2) (3) (4)
Masih mengikuti tahun 27,27 26,62 27,10
ajaran 2020/2021
Pernah mengikuti tahun 2,19 0,44 1,75
ajaran 2020/2021
Pernah mengikuti 6,42 5,41 6,16
sebelum tahun ajaran
2020/2021
Tidak/Belum Pernah 64,12 67,53 64,99
Total 100 100 100
Sumber : SUSENAS 2021
Pendidikan usia dini sangat penting sebagai langkah
awal dalam membentuk kesiapan si anak untuk menghadapi
Profil Pendidikan Kabupaten Klaten 2021 | 43
https://klatenkab.bps.go.idmasa sekolah dan masa depannya. Perkembangan
kemampuan si anak akan terjadi seiring dengan pesatnya
perkembangan otaknya pada tahun-tahun pertama
kehidupannya. Pada fase ini anak akan belajar untuk
meningkatkan kemampuan fisik, sosial, emosional, bahasa dan
komunikasi.
Hasil SUSENAS 2021 sebagaimana tersaji pada tabel
2.26 tercatat anak usia 0-6 tahun yang masih mengikuti tahun
ajaran 2020/2021 sebanyak 27,10 persen. Adapun anak usia 0-
6 tahun yang tidak / belum pernah mengikuti pendidikan pra
sekolah sebanyak 64,99 persen. Angka ini cukup besar maka
kiranya perlu untuk disampaikan pada para orangtua akan
pentingnya pendidikan pra sekolah.
Persentase anak usia 0-6 tahun sedang/pernah
mengikuti pendidikan prasekolah menurut kelompok umur dan
wilayah sebagaimana tersaji pada tabel 2.27, memperlihatkan
semakin tinggi kelompok usia, semakin meningkat partisipasi
mengikuti pendidikan pra sekolah, baik daerah perkotaan dan
perdesaan.
44 | Profil Pendidikan Kabupaten Klaten 2021
Tabel 2.27. Persentase Anak Usia 0-6 Tahun Sedang/Pernah
mengikuti Pendidikan Prasekolah menurut Kelompok Umur dan
Tipe Daerah Tahun 2021
Kelompok umur Tipe Daerah
Perkotaan Perdesaan Perkotaan +
Perdesaan
(1) (2) (3) (4)
0-2 0,00 0,00 0,00
https://klatenkab.bps.go.id
3-4 31,81 13,61 26,96
5-6 95,31 91,38 94,23
0-6 35,88 32,47 35,01
3-6 63,47 53,19 60,69
Sumber : SUSENAS 2021
Persentase anak usia 0-6 tahun sedang/pernah
mengikuti pendidikan prasekolah menurut kelompok umur dan
jenis kelamin sebagaimana tersaji pada tabel 2.28,
memperlihatkan semakin tinggi kelompok usia, semakin
meningkat partisipasi mengikuti pendidikan pra sekolah, baik
laki-laki dan perempuan. Pendidikan pra sekolah lebih banyak
dimulai ketika anak berusia 3 tahun. Tidak ada perbedaan yang
signifikan baik menurut jenis kelamin (laki-laki dan perempuan)
maupun daerah tempat tinggal (perkotaan dan perdesaan)
dalam hal anak mengikuti pendidikan pra sekolah.
Profil Pendidikan Kabupaten Klaten 2021 | 45
Tabel 2.28. Persentase Anak Usia 0-6 Tahun Sedang/Pernah
mengikuti Pendidikan Prasekolah menurut Kelompok Umur dan
Jenis kelamin Tahun 2021
Kelompok umur Jenis kelamin
Laki-laki Perempuan Laki-laki +
Perempuan
(1) (2) (3) (4)
0-2 0,00 0,00 0,00
https://klatenkab.bps.go.id
3-4 23,52 29,33 26,96
5-6 94,23 94,23 94,23
0-6 33,74 36,37 35,01
3-6 63,86 57,84 60,69
Sumber : SUSENAS 2021
Sekarang ini sudah banyak orangtua yang mengikut
sertakan anaknya pada program pendidikan pra sekolah baik
formal maupun non formal guna menyiapkan anaknya sebelum
memasuki jenjang pendidikan dasar.
Jenis pendidikan pra sekolah yang diikuti dapat dilihat
pada tabel 2.29, untuk jenis pendidikan pra sekolah TK/RA/BA
sebesar 76,02 persen, kelompok bermain sebesar 2,89 persen
dan PAUD terintegrasi POSYANDU dan TPA sebesar 21,09
persen.
46 | Profil Pendidikan Kabupaten Klaten 2021
Program-program pendidikan pra sekolah membantu
mengembangkan potensi psikososial dan kognitif anak. Anak
mulai belajar berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya diluar
keluarga inti. Melakukan interaksi dengan teman sebaya dan
melakukan kegiatan sederhana secara bersama-sama mampu
meningkatkan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual.
Tabel 2.29. Persentase Anak umur 0-6 Tahun yang
Pernah/Sedang Mengikuti Pendidikan Pra Sekolah menurut
Tipe Daerah dan Jenis Pendidikan Pra Sekolah di Kabupaten
Klaten Tahun 2021
https://klatenkab.bps.go.id
Jenis Pendidikan Tipe Daerah
Prasekolah
Perkotaan Perdesaan Perkotaan +
perdesaan
(1) (2) (3) (4)
TK 56,98 59,12 57,49
RA/BA 16,34 25,58 18,53
PAUD/ PAUD 22,89 15,30 21,09
terintegrasi Posyandu
Kelompok Bermain 3,79 0,00 2,89
Tempat Penitipan Anak 0,00 0,00 0,00
Total 100,00
Sumber : SUSENAS 2021 100,00 100,00
Profil Pendidikan Kabupaten Klaten 2021 | 47
APK pendidikan pra sekolah dari hasil SUSENAS 2021
di Kabupaten Klaten sebagaimana tersaji pada tabel 2.30, pada
kelompok umur 0-6 mencapai 28,10 persen. Artinya bahwa
dari sebanyak 100 anak usia 0 - 6 tahun, sekitar 28 hingga 29
orang yang ikut serta dalam pendidikan pra sekolah.
Sedangkan pada kelompok umur 3-6 mencapai 48,71 persen.
Artinya bahwa dari sebanyak 100 anak usia 3 - 6 tahun,
dijumpai sekitar 48 hingga 49 orang yang ikut serta dalam
pendidikan pra sekolah.
https://klatenkab.bps.go.id
Tabel 2.30. Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD menurut
Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kabupaten Klaten
Tahun 2021
Kelompok Jenis Kelamin
Umur Laki laki Perempuan Laki-laki +
Perempuan
(1) (2) (3) (4)
0-6 28,45 27,06 28,10
3-6 50,33 44,32 48,71
Sumber : SUSENAS 2021
2.9. Pendidikan Sekolah Dasar
Jumlah sekolah dasar yang tersedia pada tahun 2021
sebanyak 751 yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di
Kabupaten Klaten. Jumlah sekolah dasar terbanyak ada di
Kecamatan Wonosari yang tercatat sebanyak 41 unit
48 | Profil Pendidikan Kabupaten Klaten 2021
Tabel 2.31 Jumlah Sekolah, Guru, Murid Sekolah Dasar
(SD) Di Kabupaten Klaten Tahun 2021
Kecamatan/ Sekolah Murid Guru Rasio Murid
Terhadap
(1) (2) (3) (4) Guru
01 Prambanan 32 3915 259 (5)
223
02 Gantiwarno 26 2968 362 15,12
339 13,31
03 Wedi 32 5356 412 14,80
404 11,80
https://klatenkab.bps.go.id04 Bayat37 4000193 10,35
103 10,98
05 Cawas 38 4263 242 11,29
187 1,08
06 Trucuk 40 4437 184 16,90
186 15,93
07 Kalikotes 21 2179 286 12,27
248 15,20
08 Kebonarum 12 1111 249 13,40
373 13,31
09 Jogonalan 28 4090 372 9,06
313 10,40
10 Manisrenggo 30 2979 236 12,69
248 14,85
11 Karangnongko 22 2258 250 9,12
355 11,90
12 Ngawen 23 2828 193 10,70
189 14,35
13 Ceper 34 3833 375 15,02
210 13,10
14 Pedan 26 3301 17,60
6991 19,42
15 Karangdowo 27 2256
13,01
16 Juwiring 38 3879
17 Wonosari 41 4721
18 Delanggu 29 4647
19 Polanharjo 28 2152
20 Karanganom 28 2950
21 Tulung 30 2676
22 Jatinom 36 5095
23 Kemalang 23 2898
24 Klaten Selatan 21 2475
25 Klaten Tengah 30 6601
26 Klaten Utara 19 4079
Jumlah 2020 751 91947
Sumber : DDA Kabupaten Klaten 2021
Profil Pendidikan Kabupaten Klaten 2021 | 49
https://klatenkab.bps.go.id . Dengan jumlah murid yang belajar di kecamatan
tersebut sebanyak 4721 orang dan jumlah guru sebanyak 372
orang. Rasio murid terhadap guru sebanyak 12,69. Rasio murid
terhadap guru tertinggi ada di Kecamatan Klaten Utara yang
tercatat sebesar 19,42 disusul kecamatan Klaten Tengah yang
tercatat sebesar 17,60.
2.10. Pendidikan Sekolah Menengah Pertama
Jumlah sekolah menengah pertama yang tersedia pada
tahun 2021 sebanyak 117 yang tersebar di seluruh kecamatan
yang ada di Kabupaten Klaten. Jumlah SMP terbanyak ada di
Kecamatan Delanggu yang tercatat sebanyak 8 unit. Dengan
jumlah murid yang belajar di kecamatan tersebut sebanyak
2635 orang dan jumlah guru sebanyak 180 orang. Rasio murid
terhadap guru sebanyak 14,64.
Rasio murid terhadap guru tertinggi ada di Kecamatan
Kalikotes yang tercatat sebesar 20,57 disusul kecamatan
Kebonarum yang tercatat sebesar 19,31. Ada pergeseran
jumlah murid di beberapa kecamatan, hal ini dimungkinkan
karena diterapkannya sistem zonasi dalam penerimaan siswa
SLTP.
50 | Profil Pendidikan Kabupaten Klaten 2021
Tabel 2.32 Jumlah Sekolah, Guru, Murid Sekolah Menengah
Pertama (SMP), Di Kabupaten Klaten tahun 2021.
Kecamatan/ Sekolah Murid Guru Rasio Murid
Terhadap
(1) (2) (3) (4) Guru
01 Prambanan 3 1316 84 (5)
02 Gantiwarno 5 1926 121 15,67
15,92
03 Wedi 7 90 141 0,64
https://klatenkab.bps.go.id 14,81
04 Bayat 5 1970 133 14,88
13,94
05 Cawas 7 1964 132 20,57
18,86
06 Trucuk 6 1756 126 16,72
17,29
07 Kalikotes 2 905 44 14,58
16,27
08 Kebonarum 1 660 35 15,21
15,22
09 Jogonalan 3 1538 92 17,47
14,51
10 Manisrenggo 4 1954 113 14,14
14,64
11 Karangnongko 3 1079 74 13,94
14,22
12 Ngawen 4 1285 79 19,31
17,50
13 Ceper 3 1673 110 14,82
14,74
14 Pedan 4 1842 121 17,54
15,36
15 Karangdowo 4 2009 115
14,98
16 Juwiring 6 1727 119
17 Wonosari 4 1499 106
18 Delanggu 8 2635 180
19 Polanharjo 3 1157 83
20 Karanganom 6 2133 150
21 Tulung 4 1950 101
22 Jatinom 5 2223 127
23 Kemalang 4 1141 77
24 Klaten Selatan 3 1209 82
25 Klaten Tengah 5 2701 154
26 Klaten Utara 8 3825 249
Jumlah 2020 117 44167 2948
Sumber : DDA Kabupaten Klaten 2021
Profil Pendidikan Kabupaten Klaten 2021 | 51
https://klatenkab.bps.go.id2.11. Pendidikan Sekolah Menengah Atas
Pemerintah daerah menyediakan fasiltas pendidikan
yang memadai untuk mencukupi kebutuhan masyarakat untuk
mendapatkan sarana pendidikan yang cukup. Diharapkan
semua pelajar bisa mengakses pendidikan menengah dan
dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang yang lebih
tinggi.
Jumlah SMA di Kabupaten Klaten sebanyak 26 unit.
Sbagaimana tersaji pada tabel 2.33 jumlah sekolah menengah
atas terbanyak ada di Kecamatan Klaten Utara yang tercatat
sebanyak 5 unit. Dengan jumlah murid yang belajar di
kecamatan tersebut sebanyak 2417 orang dan jumlah guru
sebanyak 144 orang dengan rasio murid terhadap guru
sebanyak 16,78. Rasio murid terhadap guru tertinggi ada di
Kecamatan Polanharjo 19,63.
52 | Profil Pendidikan Kabupaten Klaten 2021
Tabel 2.33 Jumlah Sekolah, Guru, Murid SMA Di Kabupaten
Klaten Tahun 2021
Kecamatan Sekolah Murid Guru Rasio Murid
Terhadap
(1) (2) (3) (4) Guru
01 Prambanan 1 1001 51 (5)
02 Gantiwarno 1 144 9 19,63
16,00
03 Wedi 1 654 49 13,35
https://klatenkab.bps.go.id 09,72
04 Bayat 2 379 39 16,20
05 Cawas 1 1215 75 -
-
06 Trucuk - -- -
17,45
07 Kalikotes - -- -
18,70
08 Kebonarum - -- 08,29
17,43
09 Jogonalan 1 855 49 03,63
15,95
10 Manisrenggo - - - 05,00
16,70
11 Karangnongko 1 935 50 4,54
17,75
12 Ngawen 1 116 14 16,18
-
13 Ceper 1 697 40 16,71
-
14 Pedan 1 58 16 15,78
-
15 Karangdowo 1 1037 65 16,78
16 Juwiring 1 30 6 15,85
17 Wonosari 1 1069 64
18 Delanggu 1 59 13
19 Polanharjo 1 1065 60
20 Karanganom 1 1181 73
21 Tulung - --
22 Jatinom 1 852 51
23 Kemalang - --
24 Klaten Selatan 3 2256 143
25 Klaten Tengah - --
26 Klaten Utara 5 2417 144
Jumlah 2020 26 16020 1011
Sumber : DDA Kabupaten Klaten 2021
Profil Pendidikan Kabupaten Klaten 2021 | 53
https://klatenkab.bps.go.id
54 | Profil Pendidikan Kabupaten Klaten 2021
https://klatenkab.bps.go.id BAB III
RINGKASAN
Dari pembahasan pada publikasi ini secara ringkas dapat
dicatat bahwa :
1. Penduduk 5 tahun keatas di Kabupaten Klaten tahun
2021 yang tidak / belum pernah sekolah adalah sebesar
4,96 persen untuk laki-laki dan 7,92 persen untuk
perempuan.
2. Rata-rata pengeluaran perkapita untuk biaya pendidikan
tiap bulan untuk daerah perkotaan lebih besar
dibandingkan daerah perdesaan. Hal ini dapat
dimaklumi mengingat harga barang dan jasa di
perkotaan lebih mahal dibandingkan di daerah
perdesaan.
3. APS jenjang pendidikan SD di Kabupaten Klaten tahun
2021 sebesar 99,99 persen; APS SLTP sebesar 99,53
persen dan APS SLTA sebesar 80,23 persen
sedangkan APS Perguruan Tinggi mencapai 29,45
persen.
4. APK jenjang pendidikan SD di Kabupaten Klaten tahun
2021 sebesar 103,09 persen, APK SLTP sebesar 99,56
persen dan APK SLTA sebesar 105,40 persen
Profil Pendidikan Kabupaten Klaten 2021 | 55
https://klatenkab.bps.go.id sedangkan APK Perguruan Tinggi mencapai 22,33
persen.
5. Di perkotaan menurut jenis kelamin, maka dapat dilihat
bahwa APM perempuan pada tingkat SD, SLTP, SLTA
dan perguruan tinggi lebih rendah dari APM laki-laki.
6. Angka melek huruf penduduk umur 15 tahun keatas
menurut hasil susenas 2021 di Kabupaten Klaten 95,07
persen, dimana angka melek huruf laki-laki sebesar
96,88 persen dan angka melek huruf perempuan
sebesar 93,35 persen.
7. Penduduk 15 tahun keatas di Kabupaten Klaten tahun
2021 menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan,
terdapat 13,6 persen penduduk Klaten yang tidak
punya ijazah; 18,14 persen tamat SD; 22,80 persen
tamat SLTP; 35,01 persen tamat SLTA dan 10,45
persen tamat perguruan tinggi.
8. Jenis pendidikan pra sekolah yang diikuti oleh anak usia
0-6 tahun di Kabupaten Klaten tahun 2021 adalah
sebagai berikut TK/RA/BA sebesar TK/RA/BA sebesar
76,02 persen, kelompok bermain sebesar 2,89 persen
dan PAUD terintegrasi POSYANDU dan TPA sebesar
21,09 persen.
56 | Profil Pendidikan Kabupaten Klaten 2021