The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by shahril4620, 2022-06-19 05:55:10

TUGASAN_E-FOLIO

Sumber hukum islam

E-Folio

NAMA: MUHAMMAD ALI ASYRAF BIN MISNAN, SHAHRIL AMANY BIN SHA’ARI
MUHAMMAD FIRDAUS
NO MATRIK: B12SSK21F049,B12SK21F023,B12SSK21F0
NAMA PENSYARAH: PUAN NUR AZMAH
SUBJEK: PENDIDIKAN ISLAM
PROGRAM: SIJIL SISTEM KOMPUTER DAN RANGKAIAN
TAJUK : JELASKAN SUMBER SUMBER HUKUM ISLAM.

PENDAHULUAN

Hukum Islam merupakan hukum yang sesuai dengan perkembangan zaman dan tempat. Ini kerana
memang hukum Islam merupakan suatu peraturan (shari‘ah) yang diturunkan oleh Allah SWT untuk
kemaslahatan umat manusia, agar manusia dapat hidup tenang, damai, tenteram dan bahagia sama
ada di dunia ataupun di akhirat . Oleh karena itu Allah SWT telah mengutus para Rasul dan
mengatur kehidupan ini dengan aturan yang selaras dengan situasi dan keadaan .

Sumber Hukum Islam yang Disepakati Ulama
1. Al Quran
Al Quran adalah kalam Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. Tulisannya
berbahasa Arab dengan perantaraan Malaikat Jibril.

Al Quran juga merupakan hujjah atau argumentasi kuat bagi Nabi Muhammad SAW dalam
menyampaikan risalah kerasulan dan pedoman hidup bagi manusia serta hukum-hukum
yang wajib dilaksanakan. Hal ini untuk mewujudkan kebahagian hidup di dunia dan akhirat
serta untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Al Quran sebagai kalam Allah SWT dapat dibuktikan dengan ketidaksanggupan atau
kelemahan yang dimiliki oleh manusia untuk membuatnya sebagai tandingan, walaupun
manusia itu adalah orang pintar.

Dalam surat Al Isra ayat 88, Allah berfirman:
‫قُ ٍْل لَّ ِٕى ِنٍ ا ْجتَ َم َع ٍِت ا ْ ِل ْن ٍُس َوا ْل ِج ٍن َع ٰلٍى اَ ْنٍ َّيأْتُ ْوا ِب ِم ْث ٍِل ٰه َذا ا ْلقُ ْر ٰا ٍِن َلٍ َيأْتُ ْو َنٍ ِب ِم ْث ِل ٍه َولَ ْوٍ َكا َنٍ َب ْع ُض ُه ٍْم ِل َب ْعضٍ َظ ِه ْي ًرا‬

Katakanlah, "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa
(dengan) Al-Qur'an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya,
sekalipun mereka saling membantu satu sama lain."

2. Hadits
Seluruh umat Islam telah sepakat dan berpendapat serta mengakui bahwa sabda,
perbuatan dan persetujuam Rasulullah Muhammad SAW tersebut adalah sumber hukum
Islam yang kedua sesudah Al Quran. Banyak ayat-ayat di dalam Al Quran yang
memerintahkan untuk mentaati Rasulullah SAW seperti firman Allah SWT dalam Q.S Ali
Imran ayat 32:

٣٢ – ٍ‫قُ ٍْل اَ ِط ْيعُوٍا ّل ٰلٍاَ َوال َّر ُس ْو ٍَلٍ فَ ِا ْنٍ تَ َولَّ ْوا َف ِا ٍَّن ّل ٰلٍَا ٍَل ُي ِح ٍب ا ْل ٰكٍ ِف ِر ْي َن‬
Katakanlah (Muhammad), "Taatilah Allah dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa
Allah tidak menyukai orang-orang kafir."

Al Hadits sebagai sumber hukum yang kedua berfungsi sebagai penguat, sebagai pemberi
keterangan, sebagai pentakhshis keumuman, dan membuat hukum baru yang ketentuannya
tidak ada di dalam Al Quran. Hukum-hukum yang ditetapkan oleh Rasulullah Muhammad
SAW ada kalanya atas petunjuk (ilham) dari Allah SWT, dan adakalanya berasal dari ijtihad.

3. Ijma

Imam Syafi'i memandang ijma sebagai sumber hukum setelah Al Quran dan sunah Rasul.
Dalam moraref atau portal akademik Kementerian Agama bertajuk Pandangan Imam Syafi'i
tentang Ijma sebagai Sumber Penetapan Hukum Islam dan Relevansinya dengan
perkembangan Hukum Islam Dewasa Ini karya Sitty Fauzia Tunai, Ijma' adalah salah satu
metode dalam menetapkan hukum atas segala permasalahan yang tidak didapatkan di
dalam Al-Quran dan Sunnah. Sumber hukum Islam ini melihat berbagai masalah yang
timbul di era globalisasi dan teknologi modern.

Jumhur ulama ushul fiqh yang lain seperti Abu Zahra dan Wahab Khallaf, merumuskan ijma
dengan kesepakatan atau konsensus para mujtahid dari umat Muhammad pada suatu masa
setelah wafatnya Rasulullah SAW terhadap suatu hukum syara' mengenai suatu kasus atau
peristiwa.

Ijma dapat dibagi menjadi dua bentuk yaitu ijma sharih dan ijma sukuti. Ijma sharih atau
lafzhi adalah kesepakatan para mujtahid baik melalui pendapat maupun perbuatan terhadap
hukum masalah tertentu. Ijma sharih ini juga sangat langka terjadi, bahkan jangankan yang
dilakukan dalam suatu majelis, pertemuan tidak dalam forum pun sulit dilakukan.

Bentuk ijma yang kedua dalah ijma sukuti yaitu kesepakatan ulama melalui cara seorang
mujtahid atau lebih mengemukakan pendapatanya tentang hukum satu masalah dalam
masa tertentu kemudian pendapat itu tersebar luas serta diketahui orang banyak. Tidak ada
seorangpun di antara mujtahid lain yang menggungkapkan perbedaan pendapat atau
menyanggah pendapat itu setelah meneliti pendapat itu.

4. Qiyas

Sumber hukum Islam selanjutnya yakni qiyas (analogi). Qiyas adalah bentuk sistematis dan
yang telah berkembang fari ra'yu yang memainkan peran yang amat penting. Sebelumnya
dalam kerangka teori hukum Islam Al- Syafi'i, qiyas menduduki tempat terakhir karena ia
memandang qiyas lebih lemah dari pada ijma.

Fungsi sumber hukum islam

Fungsi Al-Quran

Al-Quran adalah sumber hukum yang pertama. Al-Quran berisi wahyu-wahyu Allah SWT yang
kemudian diturunkan kepada Nabi Muhammad saw melalui perantara malaikat Jibril.
Memimpin Umat Islam Menjalani Kehidupan
Dalam Al-Quran berisi hukum-hukum yang akan menjadi pedoman dan menuntun umat Islam
dalam menjalani kehidupan ini. Fungsi dari Al-Quran adalah mengatur umat manusia dalam
menjalin hubungan dengan orang lain. Baik itu dalam hal warisan, zakat, berdagang, dan
sebagainya.

Menjelaskan Masalah yang Diperdebatkan Umat Sebelumnya

Sumber-sumber hukum Islam berupa Al-Quran memiliki fungsi untuk menjelaskan
masalah yang pernah menjadi perdebatan umat sebelum masa ini. Hal ini karena di
dalam Al-Quran juga menceritakan tentang kisah-kisah yang terjadi di masa lalu.

Dengan adanya kisah-kisah tersebut, maka umat Islam saat ini bisa sembari belajar dan
mengevaluasi agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Sebagai Petunjuk yang Lurus

Al-Quran memiliki fungsi sebagai petunjuk pada jalan yang lurus. Dalam artian
menunjukkan manusia pada jalan yang benar agar tidak tersesat. Hal ini karena di
dalam Al-Quran turut dijelaskan oleh Allah SWT tentang apa saja yang tergolong salah
dan apa saja yang benar. Tak hanya itu saja, Allah SWT juga menjelaskan tentang
peringatan untuk selalu bertakwa kepada Allah SWT. Sehingga Al-Quran bisa menjadi
pegangan yang kuat untuk membawa manusia kepada jalannya Allah SWT.

Fungsi Hadis

Sumber-sumber hukum Islam yang kedua adalah hadis. Hadis sendiri adalah perbuatan serta
perkataan dari Nabi Muhammad saw. Dalam hukum Islam, hadis menjadi penjelas dan penguat
tentang hal yang tidak dijelaskan secara terperinci di dalam Al-Quran.
Fungsi hadis ini adalah untuk menjelaskan isi dari Al-Quran yang tujuannya agar lebih mudah
untuk dipahami oleh umat Islam dalam menjalankan apa yang menjadi perintah dari Allah SWT.
Bayan At-Tafsir (Menfasirkan Isi Al-Quran)

Fungsi lainnya dari hadis adalah bayan at-tafsir yang berarti memberikan butiran dari
isi Al-Quran yang sifatnya masih umum. Selain itu dalam fungsi ini hadis juga
memberikan suatu batasan.

Contohnya saja menafsirkan isi Al-Quran pada surat Al-Maidah ayat 38 yang
menjelaskan tentang hukum pencarian:

‫َوال َّسا ِر ُق َوال َّسا ِر َق ةُ َفا ْق َطعُو ْااَ ْي ِد َيه ُ َما َج َز ۤا ًء ۢ ِب َما َك َس َب انَ َكا ًًل ِم َناللّٰ ِۗه َو اللّٰ ُه َع ِزي ْ ٌز َح ِك ْي ٌم‬

Artinya: “ Adapun orang laki-laki maupun perempuan yang mencuri, potonglah tangan
keduanya (sebagai) balasan atas perbuatan yang mereka lakukan dan sebagai siksaan
dari Allah. Dan Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS. Al-Maidah: 38).

Hadis yang digunakan untuk menafsirkan ayat tersebut adalah sebagai berikut:

“ Rasulullah saw didatangi seseorang yang membawa pencuri, maka beliau memotong
tangan pencuri tersebut dari pergelangan tangan.”

Bayan At-Tasyri (Memberi Kepastian Hukum Islam)

Fungsi selanjutnya dari hadis adalah bayan at-tasyri atau memberikan kepastian hukum
Islam. Di mana hukum atau pun ajaran di dalam Al-Quran yang belum dijelaskan, maka
akan diperkuat oleh hadis. Dengan begitu dengan jelas diketahui dan dipahami oleh
umat Islam.

Bayan Nasakh (Mengganti Ketentuan Terdahulu)

Fungsi terakhir dari hadis adalah bayan nasakh (mengganti ketentuan terdahulu).
Menurut para ulama, ketentuan yang baru boleh menghapuskan ketentuan yang sudah
lalu. Karena ketentuan yang baru ini dianggap lebih sesuai dengan syarat saat ini.

Fungsi Ijma

Sumber-sumber hukum Islam yang ketiga adalah ijma. jjma sendiri adalah kesepakatan dari
seluruh mujtahid dalam suatu masa pada hukum syara’ setelah wafatnya Nabi Muhammad saw.
ijma ini memiliki beberapa fungsi. Berikut adalah fungsi ijma.
- Menyisihkan kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam melakukan ijtihad. Hal ini boleh
sahaja terjadi jika ijtihad tersebut dilakukan secara individu.

- Menjadikan satu pendapat-pendapat yang memiliki perbezaan dengan jalan
kesepakatan yang sudah dicapai.

- Menjamin tentang pentafsiran yang tepat atas Al-Quran dan ketulenan dari hadis
tersebut.

Fungsi Qiyas

qiyas adalah melakukan analogi terhadap suatu masalah yang belum memiliki
ketetapan hukum atau dalil dengan masalah yang sudah memiliki ketetapan hukum
karena persamaan ‘illat.

Menurut Imam Syafi’I, qiyas adalah ijtihad yang seharusnya dilakukan oleh seorang
ulama, yakni saat tidak mendapatkan hukum dari suatu masalah di dalam Al-Quran dan
hadis. Klaim yang ada adalah hasil dari kajian panjang yang dilakukan oleh beliau
melalui dalil-dalil dalam syariat.

Beliau juga mendapatkan praktik dan bentuknya secara nyata dari Nabi Muhammad
saw yang diajarkan kepada para sahabat untuk selalu menyamakan dua hal yang sama
dan membedakan dua hal yang berbeda.

Itulah fungsi dari sumber-sumber hukum Islam yang terdiri dari Al-Quran, sunah, ijma,
dan qiyas. Di mana keempatnya menjadi sumber untuk mengambil suatu keputusan
dalam upaya menentukan suatu hukum syariat. Sehingga nantinya sesuai dengan apa
yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw.

PENUTUP

KESIMPULAN

Sebagai umat islam; kita diwajibkan untuk mengetahui serta memperdalam
sumber ajaran agama yang dibawa oleh Rasulullah SAW. arena sumber ajaran
agama islam merupakan merupakan media panduan agar kita dapat
melaksanakan semua perintah Allah dan semua larangan-Nya. Agama islam
pun tidak mempersulitkan kita dalam mempelajari seluk beluk agama islam.
Terdapat sumber ajaran agama islam yang harus kita jadikan pendoman iaitu
seperti berikut :
1. Al - Qur'an sebagai sumber hukum islam
2. Al - Sunah sebagai sumber hukum islam
3. litihad Sebagai Sumber Hukum Islam
4. Qiyas Sebagai Sumber Hukum Islam
5. lima' Sebagai Sumber Hukum Islam


Click to View FlipBook Version