Rina Masriyani, S.Pd. Guru Bahasa Jawa SMAN 1 Purbalingga Calon Guru Penggerak Angkatan 9 KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.1 PEMBELAJARAN DIFERENSIASI
Apa yang dimaksud dengan pembelajaran berdiferensiasi? Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Menurut Tomlinson (1999:14) dalam kelas yang mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi, seorang guru melakukan upaya yang konsisten untuk merespon kebutuhan belajar murid. Pembelajaran berdiferensiasi haruslah berakar pada pemenuhan kebutuhan belajar murid dan bagaimana guru merespon kebutuhan belajar tersebut.
Bagaimana cara melakukan pembelajaran diferensiasi di kelas? a. Memahami tujuan pembelajaran b. Memetakan kebutuhan belajar murid c. Menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan Ada 5 hal yang harus guru lakukan untuk melakukan pembelajaran berdiferensiasi di kelas, antaranya adalah d. Melakukan manajemen kelas yang efektif e. Melakukan penilaian berkelanjutan
Bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal.
Kebutuhan Belajar Murid Terdapat 3 kebutuhan belajar murid yang harus dipahami guru: Kesiapan belajar murid (Readiness) Minat Murid Profil Belajar Murid
Kesiapan Belajar Kesiapan belajar (readiness) adalah kapasitas untuk mempelajari materi, konsep, atau keterampilan baru. Sebuah tugas yang mempertimbangkan tingkat kesiapan murid akan membawa murid keluar dari zona nyaman mereka dan memberikan mereka tantangan, namun dengan lingkungan belajar yang tepat dan dukungan yang memadai, mereka tetap dapat menguasai materi atau keterampilan baru tersebut.
Minat merupakan suatu keadaan mental yang menghasilkan respons terarah kepada suatu situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan diri. Minat adalah salah satu motivator penting bagi murid untuk dapat ‘terlibat aktif’ dalam proses pembelajaran, maka memahami kedua perspektif tentang minat di atas akan membantu guru untuk dapat mempertimbangkan bagaimana ia dapat mempertahankan atau menarik minat muridmuridnya dalam belajar. Minat Murid
Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk menarik minat murid diantaranya adalah dengan: Menciptakan situasi pembelajaran yang menarik perhatian murid (misalnya dengan humor, menciptakan kejutan-kejutan, dsb), Menciptakan konteks pembelajaran yang dikaitkan dengan minat individu murid Mengkomunikasikan nilai manfaat dari apa yang dipelajari murid Menciptakan kesempatankesempatan belajar di mana murid dapat memecahkan persoalan (problem-based learning)
Profil Belajar Murid Profil Belajar mengacu pada cara-cara bagaimana kita sebagai individu paling baik belajar. Tujuan dari mengidentifikasi atau memetakan kebutuhan belajar murid berdasarkan profil belajar adalah untuk memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar secara natural dan efisien.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Profil Belajar Murid Preferensi terhadap lingkungan belajar, misalnya terkait dengan suhu ruangan, tingkat kebisingan, jumlah cahaya, apakah lingkungan belajarnya terstruktur/tidak terstruktur, dsb. Preferensi berdasarkan kecerdasan majemuk (multiple intelligences): Teori tentang kecerdasan majemuk menjelaskan bahwa manusia sebenarnya memiliki delapan kecerdasan berbeda yang mencerminkan berbagai cara kita berinteraksi dengan dunia. Pengaruh Budaya: santai - terstruktur, pendiam - ekspresif, personal - impersonal. Preferensi gaya belajar. Gaya belajar adalah bagaimana murid memilih, memperoleh, memproses, dan mengingat informasi baru.
Gaya Belajar Murid Secara umum gaya belajar ada tiga, yaitu: Visual: belajar dengan melihat (misalnya melalui materi yang berupa gambar, menampilkan diagram, power point, catatan, peta, graphic organizer Auditori: belajar dengan mendengar (misalnya mendengarkan penjelasan guru, membaca dengan keras, mendengarkan pendapat saat berdiskusi, mendengarkan musik); Kinestetik: belajar sambil melakukan (misalnya bergerak dan meregangkan tubuh, kegiatan hands on, dsb).
Mengamati Perilaku murid Mengidentifikasi Pengetahuan Awal murid Melakukan penilaian diagnostik dan formatif Komunikasi dengan guru sebelumnya Membaca raport di kelas sebelumnya Mereview dan melakukan refleksi Cara mengidentifikasi kebutuhan belajar murid
Strategi Diferensiasi 1. Diferensiasi konten 3. Diferenaiasi produk 2. Diferensiasi proses
Diferensiasi konten Konten adalah materi apa yang akan diajarkan oleh guru di kelas atau materi apa yang akan dipelajari oleh siswa di kelas. Dalam pembelajaran berdiferensiasi ada dua cara membuat konten pelajaran berbeda, yaitu: 1. Menyesuaikan tingkat kesiapan dan minat siswa 2. Menyesuaikan profil (gaya) belajar yang dimiliki oleh masing-masing siswa.
Strategi Diferensiasi konten Menyajikan materi yang bervariasi Menyajikan materi berbagai mode Menyediakan pembelajaranmini Menggunakan kontrak belajar Menyediakan berbagai sistem
Diferensiasi Proses Proses pada bagian ini adalah kegiatan yang dilakukan siswa di kelas. Kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan yang bermakna bagi siswa sebagai pengalaman belajarnya di kelas, bukan kegiatan yang tidak berkorelasi dengan apa yang sedang dipelajarinya. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh siswa ini tidak diberi penilaian kuantitatif berupa angka, melainkan penilaian kualitatif yaitu berupa catatan-catatan umpan balik mengenai sikap, pengetahuan dan keterampilan apa yang masih kurang dan perlu diperbaiki/ditingkatkan oleh siswa.
Diferensiasi Produk Produk merupakan hasil akhir dari pembelajaran untuk menunjukkan kemampuan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman siswa setelah menyelesaikan satu unit pelajaran atau bahkan setelah membahas materi pelajaran selama satu semester. Guru merancang produk apa yang akan dikerjakan oleh siswa sesuai dengan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan yang harus ditunjukkan oleh mereka. Produk yang akan dikerjakan oleh siswa tentu saja harus berdiferensiasi sesuai dengan kesiapan, minat, dan profil belajar siswa.
Bagaimana keterkaitan modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi dengan modul sebelumnya?
Nilai dan peran guru penggerak merupakan bagian penting yang memfasilitasi pembelajaran dapat berpihak pada murid dan salah satu nilai yaitu berpihak pada murid, hal ini selaras dengan pembelajaran diferensiasi yang dapat diimplementasikan di kelas. Modul 1.1 Pemikiran KHD Pendidikan yang di tekankan sesuai dengan filosofi Ki Hadjar Dewatara yaitu pendidikan yang berpihak pada anak, dan pada pembelajaran berdiferensiasi mengakomodir hal tersebut karena memperhatikan kebutuhan belajar murid. Modul 1.2 Nilai dan Peran GP Visi guru penggerak memberikan ruang kepada murid untuk dapat mengoptimalkan potensi dari minat dan bakatnya sehingga murid dapat kuat dan mandiri, salah satu metode yang digunakan yaitu pembelajaran diferensiasi Modul 1.3 Visi Guru Penggerak Budaya positif yang dikembangkan di sekolah memiliki tujuan pembentukan karakter baik pada murid. Hal ini di pengaruhi oleh pembelajaran yang nyaman dan berpihak pada murid dengan memperhatikan kebutuhan belajarnya, pada pembelajaran diferensiasi melalui konten, proses maupun produknya dapat mengoptimalkan hal tersebut. Modul 1.4 Budaya Positif
Terima Kasih