BEKASI SELATAN- Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memboyong sejumlah penghargaan pada tahun 2022 lalu. Mulai dari tingkat kelurahan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sampai kepala daerah. Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menyebut sederet penghargaan yang diterima bukan tujuan utamanya. Tercatat ada belasan penghargaan diterima oleh Kota Bekasi. Penghargaan diterima mulai dari tingkat provinsi hingga nasional. Termasuk Tri Adhianto sebagai kepala daerah, juga menerima penghargaan pada tahun 2022, salah satunya sebagai top pembina Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Puncaknya, Kota Bekasi menerima penghargaan lima besar kota terinovatif pada ajang Innovative Government Award (IGA) tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pada momentum tersebut, ia meminta kepada jajaran Pemkot Bekasi untuk terus mengevaluasi produk inovasi yang sudah berjalan secara rutin. Inovasi pelayanan publik harus terus dikembangkan untuk memberikan kepuasan kepada masyarakat Kota Bekasi. Menanggapi berbagai penghargaan yang sudah diterima ini, Tri menyebut bahwa penghargaan yang selama ini diterima oleh Kota Bekasi termasuk dirinya sebagai bonus kerja-kerja yang sudah dilakukan. Menurut dia, penghargaan yang telah diterima bukan tujuan akhir kerja-kerja pemerintah. “Tentunya kalau saya ingin memberikan apresiasi kepada OPD yang memang bekerja tanpa pamrih. Karena (penghargaan) bukan tujuan, tapi bagaimana pekerjaan itu mampu memberikan nilai tambah terkait dengan efisiensi, efektivitas dari pelayanan publik yang kita berikan,” katanya. Lebih dari itu, kinerja maksimal pemerintah merupakan bagian dari amanah masyarakat, serta bagian dari sumpah jabatan yang pernah diucapkan. Ia mengingatkan, pendapatan yang diterima oleh seluruh aparatur Pemkot Bekasi, termasuk dirinya sebagai kepala daerah adalah hasil pajak dan retribusi yang dikumpulkan dari masyarakat. “Jadi kita kembalikan lagi pelayanan yang terbaik kepada warga masyarakat,” ungkapnya. Kepala daerah tidak bisa bekerja seorang diri, hal itu diyakini betul oleh Tri. Selama ini, ia menilai setiap OPD sudah relatif maksimal dalam membantu menjalankan roda pemerintahan, sehingga keberhasilan kepala daerah tidak bisa dipisahkan dari kinerja seluruh aparaturnya. Tapi, Pemkot Bekasi dibawah komando Tri masih memiliki Pekerjaan Rumah (PR), mewujudkan visi dan misi di sisa waktu delapan bulan kedepan. “Ini kan tinggal delapan bulan. Jadi artinya bahwa RPJMD kita masih belum menyelesaikan sesuai visi misi Kota Bekasi,” tutupnya. (sur) Prioritaskan Kemudahan Pelayanan Publik BIODATA Dr. Tri Adhianto Tjahyono Lahir : Jakarta, 3 Januari 1970 Istri : Wiwiek Hargono Tri Adhianto, S.Kom., M.M Jumlah Anak : 3 orang PENDIDIKAN 1. S3 - Universitas Pasundan Bandung Tahun 2013 2. S2 – Universitas Bandar Lampung Tahun 2000 3. S1 – Universitas Lampung Tahun 1999 4. Pendidikan Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya Tahun 1993 5. SMA Negeri 3 Jakarta Tahun 1989 6. SMP Negeri 43 Jakarta Tahun 1986 7. SD Negeri Karet Kuningan 01 Pagi Tahun 1983 PEKERJAAN 1. Plt. Wali Kota Bekasi (2022 – Sekarang) 2. Wakil Wali Kota Bekasi (2018 – 2022) 3. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi 2017 4. Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air (Disbimarta) Kota Bekasi 2013 5. Sekretaris Dinas Bina Marga dan Tata Air (Disbimarta) Kota Bekasi 2011 6. Kepala Bidang Teknik Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Bekasi 2008 7. Kepala Seksi Pengendalian dan Keselamatan Lalu Lintas Dinas Perhubunga Kota Bekasi 2004 PENGALAMAN ORGANISASI 1. Ketua Persipasi Kota Bekasi 2. Ketua DPC Partai PDI Perjuangan Kota Bekasi 3. Ketua DPC Pejuang Siliwangi Kota Bekasi 4. Majelis Pertimbangan Pemuda Pancasila Kota Bekasi 5. Ketua RW 07 Karang Satria 6. Ketua RT 04 Karang Satria PENGHARGAAN - DPMPTSP ; penghargaan kategori pelayanan prima (Kemenpan- RB) - Penghargaan Kota Toleran Peringkat 8 (Setara Institute) - Plt Walikota Top Pembina BUMD 2022 (Top Business Solusi Internasional) - Kota Bekasi : Kota Inklusi Wirausaha (PPDI) - Kota Bekasi ; Kota Layak Anak Predikat Nindya (KemenPPA) - Kelurahan Bintara ; Peringkat 1 Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi (Pemerintah Provinsi Jawa Barat) - Pemkot Bekasi ; Sistem Informasi Terbuka Terbaik ke 2 Se Jawa Barat (Pemprov Jawa barat) - Pemkot Bekasi: Keamananan Sistem Pemerintahan (pemprov Jawa Barat) - Kecamatan Bekasi Timur ; Juara 1 kinerja Kecamatan Terbaik se Jawa Barat (Pemprov Jawa Barat) - Kelurahan Bintara: Penghargaan Juara 2 Tingkat Nasional Inovasi Perkembangan Desa Dan Kelurahan (Kemendagri) - Pemkot Bekasi : Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2022 (Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat) - Pemkot Bekasi : Penghargaan Implementasi Sistem Merit Pada Manajemen ASN (KASN) - Pemkot Bekasi : Kota Peduli HAM (Kemenkumham) - Plt Walikota Bekasi: Kepala Daerah Peduli Baznas (Baznas Jabar) - Pemkot Bekasi: 5 Besar Kota Terinovatif (Kemendagri) - Pemkot Bekasi: Posyandu Terbaik Tingkat Jawa Barat (Pemprov Jawa Barat) KAMIS, 19 JANUARI 2023 HARGA RP4.000 BERLANGGANAN RP96.000 TERBIT 12 HALAMAN
CIKARANG PUSAT- Sejumlah kebijakan Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan dinilai berani dan mendapat respon positif selama menakhodai Kabupaten Bekasi. Pembangunan infrastruktur, menekan angka pengangguran hingga pengisian jabatan kosong dilakukan. Setidaknya, ada 38 titik jalan kabupaten dibangun. Tersebar di berbagai kecamatan, mulai dari Cikarang Timur, Cibarusah, Karangbahagia hingga Tarumajaya. Harapan warga pada pelebaran Jalan Cikarang-Cibarusah pun, akhirnya terwujudkan. Ini merupakan bentuk kerja sama antara Pemkab Bekasi dan Pemprov Jabar. Tidak sebatas dibangun, jalan ini pun dinamai sesuai dengan ulama sekaligus pejuang asal Bekasi, KH Raden Ma’mun Nawawi. Kemudian, pembangunan juga dilakukan di 456 titik jalan di lingkungan, lengkap dengan 3.043 titik penerangan jalan dan 162 titik drainase. Di sektor pendidikan, ribuan siswa kini dapat belajar dengan lebih aman dan nyaman. Pasalnya, 51 ruang kelas untuk SD dan 44 ruang kelas untuk SMP telah dibangun. Kemudian ratusan ruang kelas yang rusak pun kini sudah layak digunakan dengan rehabilitasi 268 ruang kelas SD dan 84 ruang kelas SMP. Di sektor kesehatan, Kabupaten Bekasi kini telah memiliki tiga unit puskesmas yang baru dibangun, sedangkan 19 unit puskesmas lainnya direhabilitasi. Tidak sebatas pembangunan sarana publik, ranah privat pun turut disentuh. Sedikitnya 2.500 rumah warga yang tidak layak huni kini telah diperbaiki sehingga nyaman untuk ditempati. Turut dibangun juga 1.434 jamban di rumah warga dalam program SPALDS. Di sektor lainnya, langkah progresif ditujukan Pemkab Bekasi. Pemberdayaan masyarakat terus dilakukan mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi kecil, pariwisata, pertanian dan berbagai sektor lainnya. Langkah ini turut mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bekasi di angka 75,22, tertinggi di antara kabupaten lain di Jawa Barat. Lalu, langkah berani juga ditunjukkan Dani dalam memimpin. Di antaranya, dengan menindak tegas para pelaku pencemaran lingkungan, baik limbah maupun sampah. Komitmen ini, Dilakukan Dani membentuk satuan tugas penanganan permasalahan lingkungan hidup, serta untuk mengatasi pengangguran Dani juga membentuk satuan tugas penanganan pengangguran. “Menekan angka pengangguran menjadi fokus utama dari pembentukan tim ini. Karena Kabupaten Bekasi masuk pada kemiskinan ekstrem, oleh sebab itu langkah langkah saya ambil melalui kebijakan,”kata Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan. Kata Dani, dirinya masuk dilantik sebagai Penjabat Bupati Bekasi untuk mengoptimalkan perencanaan yang sudah teralokasi sejumlah anggaran. “Tidak ada anggaran yang saya susun ya. Karena masuk saja kan dipertengahan, oleh sebab itu saya hanya memaksimalkan program-program yang sudah terencana dan saya jalankan bersama jajaran dengan kesungguhan. Dan Alhamdulillah serapan anggaran pun juga maksimal capaiannya,”ucapnya. Dengan keberanian Dani dalam menjalankan serta mengambil kebijakan, dirinya juga telah melakukan pengisian jabatan kosong yang sudah lama secara berangsur. Dari langkah langkahnya dalam bekerja sebagai Pj Bupati Bekasi, setidaknya Pemkab Bekasi telah menorehkan sejumlah prestasi. Salah satunya adalah mengawinkan Juara Umum Porprov Jabar dan Peparda Jabar. Kemudian juga berbagai apresiasi di tingkat provinsi maupun nasional. Di antaranya Peringkat 1 Nasional Realisasi Investasi Tahun 2021, Penghargaan Nasional Anugerah Revolusi Mental Tahun 2022 dan Peringkat 1 Nasional atas capaian Penyelesaian Penetapan dan Penegasan Batas Desa. “Tentu hal ini apa yang saya lakukan hanyalah menjalankan tugas sebaik mungkin. Karena jabatan ini adalah sebuah amanah yang akan saya pertanggung jawabkan nanti. D a n semua torehan prestasi ini tentunya dukungan semua pihak yang ada di Kabupaten Bekasi,”tutupnya.(and) Dongkrak IPM Kabupaten Bekasi PAHAMI BEKASI: Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan membaca buku sejarah Bekasi di Kantor Bupati Bekasi Desa Sukamahi, Cikarang Pusat. LAHIR: Garut 1 Desember 1969 RIWAYAT PENDIDIKAN: SDN Sarijadi 3 Bandung (1982) SMPN 12 Bandung (1985) SMAN 2 Bandung (1988) Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Bandung (1991) Institut Ilmu Pemerintahan Depdagri Jakarta (1996) Magister Perencanaan Kota dan Daerah (MPKD) UGM Jogjakarta (2000) Doktor Ilmu Administrasi Program Pascasarjana Unpad Bandung (2012) RIWAYAT PEKERJAAN: Ajudan Gubernur Jawa Barat (2001- 2002) Konseptor Gubernur Jawa Barat (2003 – 2008) Kabid Sosial Budaya Bapeda Prov. Jawa Barat (Jan. – Agust. 2009) Sekretaris BKD Prov. Jawa Barat (Okt. 2011- Sept. 2013) Kabag Kelembagaan Biro Organisasi Setda Prov. Jawa Barat (Sept. 2013 - Okt. 2014) Sekdis Olahraga dan Pemuda Prov. Jawa Barat (Okt. 2014-Agust. 2018) Kabiro Pemerintahan dan Kerjasama Setda Prov. Jawa Barat (Agust. 2018-Juli 2020) Kepala Pelaksana BPBD Prov. Jawa Barat (1 Juli 2020 -Sekarang) Pjs Bupati Pangandaran (26 Sept. 2020 – 5 Des. 2020) Pj Bupati Bekasi (22 Juli 2021) Pj Bupati Bekasi (23 Mei 2022) BIODATA KAMIS, 19 JANUARI 2023 HARGA RP4.000 BERLANGGANAN RP96.000 TERBIT 12 HALAMAN Tentu hal ini apa yang saya lakukan hanyalah menjalankan tugas sebaik mungkin. Karena jabatan ini adalah sebuah amanah yang akan saya pertanggung jawabkan nanti. Dan semua torehan prestasi ini tentunya dukungan semua pihak yang ada di Kabupaten Bekasi.
KAMIS, 19 JANUARI 2023 HARGA RP4.000 BERLANGGANAN RP96.000 TERBIT 12 HALAMAN NICODEMUS GODJANG, ANGGOTA DPRD KOTA BEKASI Dorong Pemuda Melek Politik BEKASI TIMUR – Pemuda merupakan aset berharga yang dimiliki oleh setiap bangsa. Kualitas pemuda berperan besar untuk menentukan masa depan suatu bangsa, tidak heran jika pemuda mendapatkan tempat khusus di mata pemerintah. Hal itu juga yang diyakini oleh Nicodemus Godjang, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, memberi perhatian cukup besar kepada dunia kepemudaan di Kota Bekasi. Jumlah penduduk kategori milenial yang saat ini mendominasi di Kota Bekasi menjadi keuntungan tersendiri dari sisi demografi, bahkan dapat memberikan keuntungan jika dapat dikelola dengan baik, dari sisi pembangunan sumber Daya Manusia (SDM)nya. Pemerintah telah memiliki instrumen untuk mengukur kualitas pembangunan manusia, khususnya pemuda. Statistik kepemudaan Kota Bekasi tahun 2021 lalu, total ada 717.926 jiwa penduduk masuk dalam golongan pemuda. Jumlahnya cukup mendominasi, yakni 27,99 persen dari total penduduk seb a n y a k 2.564.941 jiwa. Nico sapaan akrabnya melihat pergerakan pemuda di Kota Bekasi cukup membahagiakan. Hal ini dapat dilihat dari aktifnya berbagai organisasi kepemudaan, salah satu contohnya karang taruna. Perhatian kepada dunia kepemudaan ini selalu ia singung saat bertemu dengan para pemuda, atau saat berkunjung ke berbagai wilayah di Kota Bekasi sebagai anggota legislatif. “Sehingga kita melihat pemuda ini sangat potensial,” katanya. Untuk mendukung dunia kepemudaan serta semakin memperbaiki Indeks Pembangunan Pemuda di Kota Bekasi, ia menilai pemerintah harus memberi dukungan lewat penyediaan sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana ini disebut penting guna mendukung aktivitas pemuda. Contoh paling sederhana adalah Karang Taruna. Struktur kepengurusan Karang Taruna kata Nico, terbentuk hingga ke tingkat paling bawah, sampai tingkat RW. Kehadiran Karang Taruna harus didukung oleh pemerintah di setiap tingkat, salah satu yang paling penting adalah menyediakan sekretariat. “Jadi mereka tidak dibentuk saja, lalu selesai, kita punya anggaran kok, tinggal kita anggarkan. Ini kurangnya pemahaman pemerintah dalam merawat, memberdayakan Karang Taruna ini untuk pembangunan sosial kemasyarakatan,” ungkapnya. Satu lagi yang membutuhkan perhatian dan kerjasama banyak pihak adalah sikap pemuda yang anti terhadap politik atau Apolitik. Diperlukan kerjasama banyak pihak untuk membentuk kesadaran politik dalam diri para pemuda, image dunia politik semakin buruk di tengah masifnya informasi pejabat korupsi, disamping hal-hal buruk lainnya. Nico tidak manampik adanya perilaku korup para pejabat. Namun, ia menegaskan bahwa politik sesungguhnya bersifat suci, maka diperlukan individu yang memiliki semangat luhur, seperti para pemuda dalam menghasilkan aturan dan kebijakan yang baik lewat proses politik. “Nah ini yang harus kita benahi, artinya mereka sudah bergairah di dalam berbuat ke masyarakat, namun dengan politik ini mereka sangat apolitik. Bagaimana kita mengedukasi kaum milenial atau pemuda ini untuk paham dengan apa itu politik,” tambahnya. (sur)
BEKASI SELATAN- Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan. Atas dasar itulah, Heri Koswara bertekad membuka sekolah informal bagi anak tuna rungu. Fasilitas pendidikan diberikan secara cuma – cuma alias gratis. Kepada Radar Bekasi, Herkos, sapaan akrab pimpinan PKS Kota Bekasi menyampaikan, bahwa dirinya terlahir dari sebuah keluarga yang menganggap penting dunia pendidikan, dimana orangtua yang merupakan warga asli betawi tepatnya Jatiasih, Kota Bekasi. Pada jamannya, sang ayah memiliki cita-cita luhur untuk membangun dunia pendidikan kepada masyarakat sekitarnya. “Dan beliau (sang ayah) merupakan satu dari sedikit orang yang bersekolah di kampung di masanya. Bahkan, beliau juga sempat masuk pesantren,” kata pria yang menjabat sebagai Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bekasi kini kepada Radar Bekasi, Rabu (18/1). Kata Herkos, pentingnya dunia pendidikan baginya dan keluarga merupakan dorongan dari sang ayah. Dari sang ayah pula, pentingnya pendidikan membekas pada dirinya yang kini diamanatkan meneruskan cita-cita mulia sang ayah mengurus sebuah yayasan pendidikan yang didirikannya sejak tahun 1983, dengan tujuan awalnya adalah ingin membangun pendidikan masyarakat di sekitar. “Dan Alhamdulillah, dari awal yayasan yang dulu dikelola secara tradisional kurang maju. Kini, saya dan beberapa keluarga yang kelola lebih modern dan berkembang hingga punya tiga cabang, salah satunya di Sentul, Bogor,” jelasnya. Menurutnya, secara keseluruhan total siswa yang mengenyam pendidikan di Yapidh dari TK sampai Perguruan Tinggi, termasuk juga pesantren itu ada sekitar 3000 orang. “Untuk khusus santri pesantren yang menginap itu, sekitar 800 orang (SMP-SMA),” sambungnya. Menurutnya, tiga hal penting yang tak boleh ditinggalkan meskipun kebijakan pemerintah pusat kerap berubah-ubah, sehingga tata kelola di dalam mendidik siswa menjadi tidak fokus. Pertama adalah membangun aspek kecerdasan intelektual. Artinya, peserta didik harus terus terpancing untuk bagaimana dia mengasah otaknya biar betul-betul menjadi anak yang cerdas secara intelektual. “Kedua, mengasah, mengatur berkaitan budi pekerti lewat pendidikan agama. Dan inilah yang kita rasakan sekarang kekurangannya, karena semakin hari, malah semakin dijauhi. Sama halnya dengan akhlak, dalam islam Akhlak itu lebih tinggi dari ilmu,maka bisa kita lihat orang yang berilmu atau pinter tapi nggak ada akhlak kita lihat saja saat ini,” tuturnya. “Terakhir, adalah membangun kecerdasan dan ketahanan fisik kepada peserta didik. Ini yang juga menjadi kekurangan akibat banyak anak lebih senang memainkan gadgetnya. Tapi, selain itu juga sekarang ini banyak sekolah yang minim sarana dan prasarana yang bisa menunjang peserta didik. Jadi, seolah-olah sekolah cuma memikirkan menampung para siswa-siswi sebanyak-banyaknya, tapi tidak diimbangi sarana dan prasarana memadai,” pungkasnya. (mhf) ISTIMEWA FOTO BERSAMA: Heri Koswara foto bersama para pendekar. KAMIS, 19 JANUARI 2023 HARGA RP4.000 BERLANGGANAN RP96.000 TERBIT 12 HALAMAN
KAMIS, 19 JANUARI 2023 HARGA RP4.000 BERLANGGANAN RP96.000 TERBIT 12 HALAMAN CIKARANG PUSAT – Wajah Kabupaten Bekasi terus dibenahi sepanjang 2022, dengan melakukan sejumlah pembangunan infrastruktur, yang digagas Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA BMBK), Henri Lincoln. Sehingga wajar, jika pria yang saat ini juga menjabat sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi ini, layak dinobatkan sebagai bapak pembangunan. Salah satu yang digagasnya, adalah pembangunan Stadion Wibawa Mukti, saat dirinya menjadi Kepala Bidang Dinas Bangunan. ”Sejumlah pembangunan di Kabupaten Bekasi, termasuk infrastruktur memang saya bersama tim yang menggagas kala itu,” ucap Henri. Meskipun secara kesukuan, Henri bukan berasal dari Kabupaten Bekasi. Namun telah mengabdikan dirinya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak tahun 1994 untuk kenyamanan masyarakat Kabupaten Bekasi. ”Saya memang bukan asli Kabupaten Bekasi. Tapi saya lahir di sini, dan sudah mengabdi sejak tahun 1994 sebagai ASN di Kabupaten (Pemkab) Bekasi. Oleh karena itu, saya harus berbuat untuk Kabupaten Bekasi, dalam bentuk pembangunan infrastruktur bagi masyarakat luas,” kata Henri. Tidak hanya membangun Stadion Wibawa Mukti, ia bersama tim juga melakukan pembangunan sejumlah bangunan sekolah yang megah sebagai percontohan, yaitu SMPN 1 Cikarang Selatan, pemugaran Gedung Juang 45 yang bersejarah, dengan bentuk digitalisasi, termasuk mempercantik Jembatan Tegal Gede dan Tegal Nanas, dengan penuh ornamen. Menurut Henri, menjadi pejabat tentu harus siap menghadapi banyak resiko, termasuk adanya dugaan penyalahgunaan dalam penggunaan keuangan negara. Hanya saja, Henri tetap bersikap rendah hati ketika serta percaya apa yang dia lakukan semata-mata untuk kepentingan masyarakat. “Saya memang mengawali karir sebagai ASN di lingkungan Pemkab Bekasi, dan membidangi konstruksi yang penuh tantangan. Namun tantangan itu saya hadapi dengan penuh percaya diri, serta mengikuti peraturan perundang-undangan dalam menggunakan keuangan negara dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya. Saat melakukan inovasi untuk membangun infrastruktur, Henri terlebih dahulu meminta pendapat kepada pimpinannya, termasuk restu dari kepala daerah. “Dalam menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) sebagai ASN, tentu harus seirama dengan pimpinan untuk mensukseskan berbagai program kerja, demi kepentingan publik. Oleh sebab itu, saya selalu berkomunikasi serta memaparkan inovasi program di bidang konstruksi untuk mendapat persetujuan,” ucap Henri. Lanjut Henri, terakhir yang digagasnya adalah membangun Skatepark yang berlokasi di Komplek Stadion Wibawa Mukti, merupakan yang terbesar di Indonesia. (and) Gencar Lakukan Pembangunan, Henri Ingin Masyarakat lebih Nyaman JEMBATAN BARU: Pengendara bermotor melintasi Jembatan Tegal Danas yang baru dipercantik dengan berbagai ornamen dan hiasan tanaman, di Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Rabu (18/1). GEDUNG JUANG: Sejumlah warga berada di Museum Gedung Juang 45, yang dibuka untuk umum sebagai tempat wisata, di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, belum lama ini. STADION KEBANGGAAN: Stadion Wibawa Mukti yang dikelilingi pepohonan, berdiri megah, dan merupakan kebanggaan warga Kabupaten Bekasi, berada di Kelurahan Sertajaya, Cikarang Timur.
KAMIS, 19 JANUARI 2023 HARGA RP4.000 BERLANGGANAN RP96.000 TERBIT 12 HALAMAN TAMBUN SELATAN – Mudah dihubungi, mau mendengar keluhan dan menindaklanjuti beragam problematika di lapangan. Tiga sikap baik itu membalut Junaefi saat menjalani perannya sebagai abdi negara. Tak sedikit catatan positif berhasil ditoreh ASN berusia 45 tahun yang kini menjabat sebagai Camat Tambun Selatan ini. Selama berkiprah sebagai pemangku wilayah, Junaefi mengaku tak alergi dengan wartawan. Birokrat kelahiran Gabus ini justru menempatkan wartawan sebagai rekan pekerjaan. “Wartawan itu rekan kerja kita. Saya merasa dengan rekanrekan wartawan ini pekerjaan saya sangat terb a n t u , ” ujarnya kepada Radar Bekasi, Rabu (18/1). J u n a e f i mengaku k e r a p mendapatkan ‘berkah’ d a r i perkawanannya dengan wartawan. Berkah yang dimaksud adalah ketika ia mendapati jalan buntu saat mengusulkan program. Salah satu contoh kasusnya, tutur Junaefi, ia sempat kelimpungan mengetahui macetnya usulan perbaikan jembatan Kali Jambe. Ia pun lantas meminta bantuan wartawan untuk mempublikasikan situasi faktual kepada masyarakat lewat sebuah pemberitaan komprehensif. “Ketika saya masih jadi Sekcam sampai saya menjadi camatnya, jembatan itu belum terbangun. Dan Alhamdulilah, berkat publikasi teman-teman wartawan, akhirnya perbaikan jembatan pun bisa terealisasikan,” katanya. Realisasi perbaikan jembatan Kali Jambe disambut suka cita oleh masyarakat Tambun Selatan, khususnya di Mangun Jaya dan Satria Jaya Tambun Utara. Sebab sebelum diperbaiki, masyarakat di wilayah tersebut kerap menjadi langganan banjir. “Dampaknya sekarang luar biasa. Kali Jambe saat hujan besar juga hanya genangan saja. Nggak seperti sebelumnya, karena nyangkut semua disitu. Itu dampak karena hubungan baik dengan teman-teman wartawan,” tuturnya. Bukan hanya dengan wartawan, mantan Sekretaris Dinas Pariwisata Kab Bekasi ini juga tak alergi terhadap aduan masyarakat di media sosial. Ia bahkan mendapatkan sejumlah torehan baik dalam pengelolaan media sosial. Adapun berbagai raihan penghargaan yang berhasil diborong yaitu untuk Pengelolaan Sosial Media dan SP4N-LAPOR! Kecamatan Terbaik II dalam pengelolaan SP4N-LAPOR! pengelolaan Sosial Media Terbaik I kategori Kecamatan. “Performa media Sosial kami pun baik. Alhamdulilah kami juara dua di tingkat provinsi Jabar. Sedangkan menjadi yang terbaik Kabupaten Bekasi peringkat pertama,” katanya. Interaksi Junaefi dengan masyarakatnya pun patut jadi contoh bagi pejabat lainnya. Ia tak mempersoalkan nomor teleponnya tersebar luas. Ia pun dengan senang hati menerima komplain langsung sejumlah persoalan yang masyarakat adukan via nomor teleponnya tersebut. Bahkan tak jarang serangkaian pesan langsung menjejali kotak masuk akun pribadi media sosial yang ia miliki. “Pengaduan masyarakat biasanya dikirim melalui media sosial. Karena rata-rata masyarakat Tambun Selatan sudah melek teknologi. Bahkan adanya juga yang langsung by phone ke saya, karena banyak yang sudah tahu nomor saya. Karena memang enggak ada batasan,” tuturnya. (pra) KORDINASI : Camat Tambun Selatan Junaefi (kiri) berbincang dengan Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan (dua kiri) saat memimpin penutupan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, belum lama ini. Cs-nya Wartawan, Responsif dalam Aduan BIODATA
KAMIS, 19 JANUARI 2023 HARGA RP4.000 BERLANGGANAN RP96.000 TERBIT 12 HALAMAN AHMAD APANDI, LURAH JATIRANGGA, KECAMATAN JATISAMPURNA, KOTA BEKASI Kembangkan Potensi Desa Berbasis Masyarakat JATISAMPURNA- Tidak hanya sekadar memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, pemerintah juga harus menyusun berbagai konsep untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat, hingga potensi wilayah untuk terus berkembang. Upaya ini yang tengah dilakukan oleh Lurah Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Ahmad Apandi. Dua tahun lalu, Kelurahan Jatirangga ditetapkan sebagai satu dari 125 desa kreatif binaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI), tepatnya di tahun 2021. Berbagai potensi wilayah telah dipetakan sebagai salah satu desa kreatif di Indonesia, diantaranya pengendalian warisan budaya, kegiatan adat, upacara, dan tradisi, serta kesenian. Konsep terbaru, Kelurahan Jatirangga berencana untuk mengem - bangkan potensi wisata di wilayah tersebut. “Dari situ kita menyusun program, rencana kami dengan potensi yang ada, program yang akan kita buat untuk pengembangan desa kreatif,” kata Apandi. Setelah menjadi desa kreatif binaan Kemenparekraf, Kelurahan Jatirangga juga diundang dalam Rakornas Asosiasi Desa Kreatif Indonesia (ADKI) di Bali beberapa waktu yang lalu. Sebelumnya, Kelurahan Jatirangga telah mengem - bangkan beberapa program pemberdayaan masyarakat. Pertama, pembentukan komunitas kampung man - diri, pembentukan komuni - tas yang bekerjasama de - ngan koperasi ini bergerak di bidang pengembangan dan pemberdayaan UMKM. Kominitas ini juga berge - rak di bidang kemasyara - katan, seperti pemberian bantuan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 hingga juara satu dalam perlombaan yang digelar oleh Bapelitbangda Kota Bekasi. Menjadi komunitas yang berkontribusi besar dalam pengentasan kemiskinan. Program lain yang sudah berjalan saat itu, rumah kreatif yang juga bekerjasama dengan koperasi. Berbeda dengan kampung mandiri, rumah mandiri ini mewadahi karang taruna, dan siswa-siswi di wilayah Kelurahan Jatirangga. “Dari dasar ini lah kita dilirik, karena kita punya rumah kreatif yang memang mendorong kreativitas warga di Jatirangga. Ini menjadi bahan presentasi kita di Kemenparekraf,” ungkapnya. Berbagai kreativitas terus dikembangkan oleh Apandi, budaya lokal tidak lepas dari pantauan Apandi untuk mengembangkan wilayahnya, baik warisan budaya benda maupun tak benda. Salah satu budaya yang telah ditetapkan sebagai warisan tak benda adalah tradisi Babaritan, oleh Provinsi Jawa Barat. Upaya yang lain, Apandi juga memaksimalkan peran seluruh stakeholder untuk membangun Kelurahan Jatirangga. Selain dengan koperasi di lingkungannya, Apandi juga membangun kerjasama dengan perguruan tinggi. Keterlibatan akademisi bertujuan untuk membantu warganya dalam pengembangan UMKM, melatih komunikasi dengan pengunjung yang datang ke Kelurahan Jatirangga, hingga membantu seluruh warganya untuk belajar dan peduli wisata. “Kita memang grand designnya itu berharap 2025 kita mendeklarasikan sebagai desa wisata, sekarang kita sedang mempersiapkan sarana dan prasarananya,” tambahnya. (sur) Ahmad Apandi, S.IP M.Si LAHIR: Bekasi, 12 Januari 1988 PENDIDIKAN : 1. SDN Pamekar Sumur Batu (1999) 2. SMPN 27 Bekasi (2002) 3. SMA : Pesantren Modern Daarul Uluum Lido Bogor (2005) 4. IPDN Jatinangor (2009) 5. Magister Ilmu Administrasi Publik (UNKRIS) 2012 ORGANISASI : • Pengurus Osis SMP, Pramuka, Paskibra. • Ketua Forum Lurah Kota Bekasi • Ketua ADKI Kota Bekasi KARIR : • Pelaksana pada Bappeda (2010) • Ajudan Wakil Wali Kota Bekasi (2013) • Sekpri Wakil Wali Kota Bekasi (2015) • Sekretaris Kelurahan Jatiluhur (2016) • Lurah Jatirangga (2018 sd sekarang) BIODATA
KAMIS, 19 JANUARI 2023 HARGA RP4.000 BERLANGGANAN RP96.000 TERBIT 12 HALAMAN CIKARANG PUSAT– Perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi menjadi peran penting pemangku kebijakan untuk menjalankan roda pemerintahan hingga lingkup terkecil. Hal itulah yang dimanfaatkan oleh Lurah Bahagia, Kecamatan Babelan, Khoirul Anwar. Perkembangan teknologi dan akses media sosial benar benar dimanfaatkan putra asli Kabupaten Bekasi ini. Medsos menjadi penyambung informasi tentang program dan kinerja pemerintah serta merespon cepat keluhan di tengah masyarakat. Selama dua tahun bertugas, Kelurahan Bahagia memiliki tim khusus yang bertugas mengelola media sosial. Keseriusan ini yang membuat instagram Kelurahan Bahagia menjadi sarana komunikasi utama warga dan pihak kelurahan. Kelurahan menyiarkan informasi program baik tingkat nasional hingga kelurahan. Sedangkan warga dapat dengan mudah menyampaikan berbagai keluhan yang langsung direspon oleh pihak kelurahan. “Memang sisi responsif ini menjadi titik penting. Karena walaupun medsosnya aktif tapi keluhan tidak ditindaklanjuti menjadi percuma. Maka setiap keluhan langsung kami tindaklanjuti. Kami gali informasi dari warga, lalu terjun ke lokasi untuk ditangani,” kata Anwar yang sudah meraih penghargaan dalam Pengelolaan Media Sosial di Pemkab Bekasi. Beragam keluhan ditindaklanjuti, mulai dari infrastruktur hingga masalah sosial. “Pernah ada keluhan jika ada tetangga yang tidak sengaja menyiram kucing. Lalu kami mediasi agar kembali kondusif,” ucap suami dari Ajeng Cintya ini. Atas keberhasilannya memaksimalkan peran media sosial, ayah dari Muhammad Araf Purichta Anwar dan Asyafia Alana Anwar ini menyabet berbagai penghargaan. Pertama, Kelurahan Bahagia menjadi juara pertama kategori pengelolaan media sosial paling responsif di tingkat Jawa Barat 2022. Lalu pada kategori yang sama di tingkat Kabupaten Bekasi. Terakhir, dirinya pun diganjar sebagai ASN Inspiratif tingkat Kabupaten Bekasi 2022. Berangkat dari media sosial, dia berharap jarak antara pemerintah dengan warga bisa terus erat. “Kami pun terus berinovasi melalui berbagai unggahan agar sisi informatif dapat dipenuhi dan pelayanan publik pun lebih baik,” kata dia. Kelurahan Bahagia dalam waktu dekat akan meluncurkan tiga aplikasi sekaligus. Ketiga aplikasi tersebut bisa diunduh melalui Google Play, di dalam perangkat Android. Ketiga aplikasi itu, adalah Pasar Rakyat Bahagia (PRB), Mitra Rakyat Bahagia (MTB) dan Go BaRide. Dijelaskan Anwar, aplikasi Pasar Rakyat Bahagia adalah aplikasi untuk mengetahui produk-produk yang dipasarkan oleh pelaku UKM yang telah mendaftarkan produknya di aplikasi tersebut. Sedangkan aplikasi Mitra Rakyat Bahagia (MRB) adalah aplikasi nama-nama pemilik produk yang terdaftar pada aplikasi tersebut. Dan aplikasi GO BaRide adalah aplikasi untuk mendaftar menjadi driver ojek online. Warga Kelurahan Bahagia, kata Anwar, bisa menggunakan jasa ojek online melalui Go BaRide. “Semua produk yang dipasarkan maupun warga yang memasarkan produk merupakan warga yang tinggal atau berdomisili di Kelurahan Bahagia. Jadi, dari warga untuk warga, dengan tujuan untuk pertumbuhan ekonomi warga,”katanya. Sebagai daerah santri, Anwar juga memasang tiang Asmaul Husna di sepanjang Jalan KH Tajuddin. Menentukan titik pemasangan CCTV hingga terpasang 10 titik Closed Circuit Television dan terbentuknya ruang Command Center. Adapun torehan yang diraihnya selama tahun 2022. Diantaranya, Juara 1 pada Lomba Inovasi dan Sinergitas Tingkat Kabupaten Bekasi, Terbaik 1 pada Pengelolaan Media Sosial Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Barat. Kemudian, Penghargaan Pegawai ASN Teraktif dan Inspiratif Bermedia Sosial Kategori Pejabat Pengawas atau Sub Koordinator di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi Tahun 2022 yang ditorehkan Lurah Bahagia @khoanwarr Juara 1 pada Lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) Tingkat Kecamatan Babelan. “Prestasi - prestasi yang ditorehkan Pemerintah Kelurahan Bahagia tentunya merupakan suatu langkah maju dalam pengelolaan wilayah yang selaras. Dengan tujuan pembangunan dan tentunya tidak terlepas dari peran warga masyarakat dalam berkolaborasi untuk menciptakan wilayah Kelurahan Bahagia Maju,”ucapnya.(and) Respon Cepat Keluhan Warga
KAMIS, 19 JANUARI 2023 HARGA RP4.000 BERLANGGANAN RP96.000 TERBIT 12 HALAMAN PONDOK MELATI – Kalau bicara prestasi, ketua Rukun Warga (RW) RW 012 Kelurahan Jati Melati salah satunya. Ya, sejak tahun 2020 lalu, Agus Suryawan sudah banyak mengoleksi penghargaan bergengsi. Kondisi ini membuat warganya merasa bangga. “Kalau sudah juara satu pasti tidak akan di ikut sertakan lagi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Kalau juara 2 dan 3 masih boleh ikut lomba,” kata Agus sapaan akrabnya kepada Radar Bekasi sambil tertawa. Ketua RW yang sudah menjabat dua periode ini mengaku,terus melakukan Inovasi dan motivasi kepada warga di lingkungannya. Dia juga terus menjaga warganya tetap kompak, kerjasama. “Sehingga kita tidak kesulitan. Karena saat mengikuti lomba kita hanya diberi waktu singkat. Kadang dua hari mau lomba baru kita dapat kabar. Bahwa besok mau ada lomba RW saya yang mewakili Kelurahan,” ucap pria pensiunan Polri ini. Tapi, meski waktu mepet. Dirinya tidak kaget untuk menyiapkan persiapan. Karena warga di lingkungannya sudah siap dalam segala lomba.”Kita sudah siap mengikuti lomba jika di ikut sertakan. Karena kita di sini termasuk lingkungan yang komplit. UMKM, Keamanan, K3, Siskamling, Iklim, Hidroponik dan lainnya. Meski waktu mepet saya pasti wilayah sayah siap ikut lomba,” ujarnya. Dia mengaku, sebenarnya RW lain juga bisa untuk menjadi juara. Asalkan ada keinginan untuk tampil dan mau memajukan lingkungan. Dirinya memastikan tidak akan bisa tercapai keinginan lingkungan kalau Ketua RW-nya hanya diam saja dan pasti lingkungan tidak akan maju. “Siapa sih mas yang ga pengen Juara 1. Semuanya juga pengen. Tapi memang sasingan lebih baik dari kita ya kita terima juara berapapun yang kita dapat,” terangnya. Agus juga berkeinginan membangun tempat untuk menampung dan mengembangkan pelaku UMKM di lingkungannya. Salah satunya membangun tempat di tanah Fasos Fasum yang ada di lingkungannya. Sehingga, pelaku atau warga yang berkecimpung di UMKM bisa berkembang dan meluaskan pada produknya.”Saya harap Pemerintah bisa memberikan bantuan untuk membangun gedung bagi UMKM lingkungan. Saya juga berpesan kepada RW yang ada di Kota Bekasi jangan takut tampil untuk lomba. Dengan tampil,” harapnya. Wilayah RW 12 Kelurahan Jati Melati yang memiliki 7 ketua RT dan 320 Kartu Keluarga. Menurut dia, tidak sulit untuk berkoordinasi dengan warganya.Karena sudah terbangun komunikasi dari tim-tim yang ada. Saat ada acara atau ada lomba tidak perlu repot kabari ke satu tim nanti akan tersebar ke Tim lain dan sampai ke warga. “Pada intinya pencapaian lingkungan baik tergantung dari pemimpinnya. Kalau pemimpin aktif dan dekat dengan warga pasti mengetahui apa kekurangan dan keluhan warganya. Dan yang pasti jangan menjadi pemimpin yang diam dan terima beres,” tukasnya.(pay) Ciptakan Lingkungan Aman dan Sejahtera
KAMIS, 19 JANUARI 2023 HARGA RP4.000 BERLANGGANAN RP96.000 TERBIT 12 HALAMAN Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi, Taufik Rahmat Hidayat, mengawali kariernya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, menjadi salah satu ajudan Wali Kota Bekasi, dari 1997-1998. Selepas dari ajudan, karirnya terus melejit sampai dengan 2023, dan sudah menempati berbagai posisi di beberapa Organisasi Perangkat Daerah(OPD) di lingkup Pemkot Bekasi. “Kalau bicara perjalanan karir sebagai ASN di Pemkot Bekasi, yang pasti sudah sangat panjang, karena hampir setiap tahun saya dipindah ke OPD lain,” beber Taufik kepada Radar Bekasi, Selasa, (17/1). Tentu perjalanan yang sangat panjang ini, tidak dilaluinya dengan mudah, namun Taufik menjalani dengan enjoy, sekaligus ia jadikan sebuah pembelajaran serta pengalaman yang berharga. “Setiap pengalaman di OPD itu, saya jadikan motivasi untuk bisa bekerja lebih baik lagi. Jadi, saya sangat menikmati proses panjang dalam menjalankan karir sebagai ASN,” tuturnya. Taufik mengatakan, bahwa selama menjalani karir sebagai abdi negara, dirinya telah berhasil membuat inovasi perbaikan pelayanan yang ada di Kota Bekasi. “Bicara inovasi, saya memulainya ketika dipercaya memegang tampuk kepemimpinan, yakni Camat Medan Satria,” ucapnya. Saat itu dia mencetuskan sebuah program inovasi layanan Satuan Tugas Pemantauan dan Monitoring ( Satgas Pamor) pada tingkat RW. “Inovasi yang saya buat pertama kalinya adalah Satgas Pamor di tingkat RW, dan satu-satunya ada di Kota Bekasi,” jelasnya. Sementara Satga Pamor sendiri, merupakan salah satu proyek perubahan yang dibuat dalam kajian ilmiah, saat dirinya mengikuti Diklat Kepemimpinan tingkat II pada tahun 2017. “Satgas Pamor ini merupakan terobosan baru yang saya buat, dan menjadi sebuah kebijakan di Pemkot Bekasi, serta disetujui sebuah program yang diterapkan oleh setiap kecamatan sejak tahun 2017 sampai dengan s e k a r a n g , ” tuturnya. H a d i r n y a terobosan baru t e r s e b u t , menjadikan layanan Satgas Pamor, sebagai mata dan juga telinga bagi pemerintah, agar lebih dekat melayani masyarakatnya. “Satgas Pamor ini menjadi layanan Pemkot Bekasi sebagai mata dan juga telinga, agar bisa menjalankan peran dan fungsi pelayanan terhadap masyarakat,” terangnya. Satgas Pamor juga sudah dibuat Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 65 Tahun 2017, menjadi salah satu layanan dasar bidang kesehatan, pendidikan, tata ruang, administrasi dan juga social, agar bisa ditangani dengan cepat. “Inovasi ini diperkuat dengan adanya Perwal Nomor 65 Tahun 2017, sebagai pelayanan dasar untuk segala bidang. Sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” beber Taufik. Bukti dari keberhasilan adanya inovasi ini, bisa dirasakan pada saat masa pandemic Covid-19, dimana pemberian obat serta pelayanan vaksinasi yang dilakukan secara door to door, dapat berjalan dengan maksimal. “Dengan inovasi ini, bisa terlihat dampaknya ketika masa pandemi, dimana pelayanan kesehatan dan sosial bisa berjalan dengan baik. Sehingga, Kota Bekasi menjadi kota yang paling berhasil menangani pandemi pada saat itu,” tandasnya. Sehingga, kunci dari inovasi Satgas Pamor ini sebagai peta awal deteksi dini terhadap kebutuhan pelayanan dasar masyarakat. “Satgas Pamor dapat mendeteksi dini pelayanan dasar untuk masyarakat di wilayah Kota Bekasi,” ungkap Taufik. Selain itu, inovasi lain ketika dirinya menjabat sebagai Camat Medan Satria, tahun 2018 muncul sebuah inovasi pelayanan extended service, dimana setiap hari pelayanan yang ada di Kecamatan Medan Satria, diperpanjang sampai dengan pukul 20.00 WIB. “Dengan adanya inovasi layanan extended service ini, semua layanan yang ada di kecamatan waktunya kami perpanjang mulai dari Senin- Jumat. Untuk hari Sabtu, kami ada layanan weekend service yang dibuka sampai pukul 12.00 WIB,” pungkasnya Sehingga, lagi-lagi dengan inovasi baru yang dicetuskan, pada tahun 2019 Pemkot Bekasi menginstruksikan seluruh kecamatan untuk melaksanakan hal yang sama. “Tahun 2019, seluruh kecamatan melaksanakan program yang sama. Saya mengawali perubahan pelayanan di Kota Bekasi lebih awal dan hasilnya maksimal,” jelas pria kelahiran Bandung 1 Oktober 1975 ini. Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2019, dirinya dipercaya menjadi Kepala Disdukcapil Kota Bekasi, dimana saat dilantik dirinya disumpah dengan penuh rasa tanggung jawab. “Saat dilantik, saya itu disumpah bukan hanya sebatas Al-Qur’an di atas kepala saya, tapi AlQur’an yang juga dipeluk di dada saya. Jadi memang sedikit berbeda, waktu itu pikiran saya hanya satu, ini merupakan s e b u a h t a n g g u n g j a w a b y a n g berat, d a n amanah harus dijalankan tidak untuk mainmain,” tegasnya. Menjabat sebagai Kepala Disdukcapil, tentu banyak yang harus diperbaiki, salah satunya adalah dari segi pelayanan. “Untuk sempurna itu hanya milik Allah sang Pencipta. Tapi saya berpikir untuk deradikalisasi pelayanan di Disdukcapil, dengan memotong rantai permasalahan yang ada,” kata pria yang pernah jadi Kasubag Humas Setda Kota Bekasi ini. Saat itu, disampaikan bahwa pelayanan di Disdukcapil Kota Bekasi tidak terkondisikan dengan baik, dari segi kinerja pegawai, pelayanan yang lama, antrian menumpuk, sampai banyaknya calo. “Memang waktu itu cukup rumit, sehingga pikiran saya hanya satu, yaitu memutus rantai masalah tersebut,” ucapnya. Sehingga di tahun 2019, muncullah sebuah inovasi baru yang kembali dibuatnya bersama tim, yaitu aplikasi E-Open, dimana semua pelayanan dapat dilakukan melalui aplikasi tersebut. “Pada tahun 2019 saya membuat E-Open, dengan harapan bisa mengurangi antrian dan mengurai permasalahan yang ada, sehingga pelayanan efektif,” tegasnya. Dengan kondisi yang tidak mudah, karena ada beberapa orang yang tidak mendukung, namun pada tahun 2020, E-Open berhasil diuji coba dan langsung dipaksakan untuk digunakan dalam pelaksanaan pelayanan. “Untuk membuat sebuah perubahan itu tidak mudah, sebab ada saja orang yang masih berada di posisi zona nyaman, namun saya berhasil melakukan perubahan itu dengan diawali dari uji coba E-Open tahun 2020, dan saat itu lagi pandemi, jadi E-Open ini langsung dipaksakan untuk digunakan dengan berbagai kompeten yang cukup tinggi, mulai trial by error saja ada kendala langsung kami perbaiki,” tuturnya. Berkat kerja keras yang dilakukan oleh dirinya bersama dengan tim, inovasi dalam bentuk aplikasi E-Open ini, mendapat penghargaan secara nasional Top 15 Replikasi Inovasi Pelayanan Publik yang diberikan oleh Menpan-RB tahun 2021. “Alhamdulillah, dari hasil inovasi ini kami diberi penghargaan oleh Menpan-RB, sebagai inovasi pelayanan publik yang masuk sebagai Top 15, tentu ini menjadi sebuah kebanggaan bagi kami, karena apa yang kami buat memiliki sebuah kadar nilai yang sangat baik,” jelasnya. Tidak ingin berhenti berinovasi, dirinya kembali membuat tim percepatan inovasi pelayanan Adminduk. Sehingga, inovasi tidak hanya berhenti pada aplikasi E-Open saja. “Jadi saya tidak ingin berhenti pada E-Open ini, saya membuat kembali tim, bagaimana pelayanan kependudukan ini harus berkembang dan tumbuh,” tuturnya. Disdukcapil bekerjasama dengan Satgas Pamor, sebab realisasi dan bentuk pelayanan baru sampai pada tingkat kecamatan, dari kecamatan ke masyarakat langsung belum ada. “Petugas Pamor ini menjadi sebuah jembatan, yang kami beri nama Halo Pamor, dimana pelayanannya bisa dibantu para petugas. Menjadi sebuah solusi bagi masyarakat yang gaptek, malas ataupun sudah tua, untuk dibantu pelayanannya melalui aplikasi E-Open. Karena E-Open sendiri punya dua akses, yaitu petugas dan juga publik. Untuk publik, hanya bisa dilakukan satu KK saja, tapi untuk Halo Pamor ini bisa melayani satu RW,” terangnya. Hadirnya Halo Pamor di tengah masyarakat, mendapatkan sebuah penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), sebagai finalis Top Inovasi di tingkat Jawa Barat 2021. “Untuk Halo Pamor, kami juga mendapatkan penghargaan tingkat provinsi, tentu ini menjadi sebuah kebanggaan lagi bagi kami,” beber Taufik. Selanjutnya, hadir kembali inovasi baru dengan nama Anduk Bang Bek, sebagai pelayanan kependudukan bagi warga berkebutuhan khusus, dimana pelayanan tersebut menggunakan sistem jemput bola. “Layanan Anduk Bang Bek ini diperuntukkan bagi masyarakat disabilitas, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), lansia, difabel, masyarakat yang sedang mengalami ujian sekolah di lapas, sampai masyarakat kaum minoritas, dengan sistem jemput bola atau datang langsung untuk memberikan pelayanan khusus kepada mereka,” jelasnya Dalam inovasi ini, Disdukcapil juga mendapatkan sebuah penghargaan, yaitu sebagai Top Inovator 2022, lagi-lagi menjadi sebuah kebanggaan. Lanjut Taufik, selama tahun 2022, Disdukcapil juga telah menerima kunjungan dari 35 kota/kabupaten di Indonesia, untuk melakukan studi tiru dengan inovasi yang ada di Kota Bekasi. Taufik menyampaikan, saat ini Disdukcapil memiliki 25 inovasi yang sudah berhasil terealisasi, dimana menurutnya, inovasi tersebut merupakan sebuah lompatan bagi sebuah perubahan yang sasarannya adalah mempermudah akses pelayanan publik. “Inovasi merupakan sebuah perubahan yang sasarannya adalah mempermudah akses pelayanan dan juga melakukan transformasi pelayanan. Sehingga targetnya, dari 25 inovasi ini, kami ingin lebih banyak lagi inovasi lain dengan sasaran dan tujuan yang jelas serta berkelanjutan,” harap Taufik. (dew) Hadirkan 25 Inovasi untuk Permudah Masyarakat Taufik Rahmat Hidayat LAHIR : Bandung 1 Oktober 1975 RIWAYAT PENDIDIKAN : • SDN Babakan Surabaya 4 Bandung (1987) • SMPN 1 Cirebon (1990) • SMAN 2 Cirebon (1993) • STPDN Jatinangor (1997) • S2 Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Satyagama Jakarta (2008) • S3 Program Studi Kebijakan Publik Universitas Pasundan Bandung (2020) PENGALAMAN ORGANISASI : • Anggota Korpri 1997- s.d Pensiun • Ketua Mabiran Kecamatan Medan Satria Gerakan Pramuka 2015-2019 • Ikatan Kekeluargaan Alumni Pendidikan Kepamongprajaan (IKAPTK) Wakil Ketua Dewan Pengurus Kota Bekasi 2018-2023 • Sekcam Aktif PMI Tingkat Kecamatan (2009-2013) • Sebagai Pengurus Manggala Korps Praja (1995-1997) RIWAYAT KARIR: • Sebagai Ajudan Walikota Bekasi (1997- 1998) • Kasubag Humas Setda Kota Bekasi (1998-1999) • Kasi Trantib Kecamatan Bekasi Timur (1999-2003) • Sekretaris Kecamatan Bantargebang (2003-2004) • Kepala UPT Penerimaan Badan Pendapatan Daerah Pemda Kota Bekasi (2004-2005) • Kasubid Intensifikasi dan Ekstensifikasi PAD Pada Bapenda (2005-2006) • Kepala Seksi Hubungan Industrial Dan Syarat Kerja Pada Disnaker Kota Bekasi (2006-2008) • Kasubag Perangkat Daerah Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Bekasi (2008-2009) • Sekcam Jatisampurna (2009-2010) • Sekcam Bekasi Barat (2010-2013) • Kepala Bidang Kebersihan Dan Ketertiban Pasar Pada Dinas Perekonomian Rakyat (2013-2014) • Kabag Tata Usaha Pada Setda Kota Bekasi (2014-2015) • Camat Medan Satria (2015-2019) • Kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) (2019-2023) BIODATA
KAMIS, 19 JANUARI 2023 HARGA RP4.000 BERLANGGANAN RP96.000 TERBIT 12 HALAMAN BEKASI SELATAN- ”Bekasi Berprestasi Menuju Kota Industri Olahraga” menjadi visi KONI Kota Bekasi di bawah kepemimpinan Abdul Rosyad Irwan. Visi itu terus didorong dengan capaian prestasi dan gelaran sejumlah event skala nasional dan internasional. Visi besar ini muncul setelah memperhatikan berbagai potensi Kota Bekasi. Hadirnya berbagai event olahraga di setiap cabang diyakini dapat mengerek iklim bisnis di Kota Bekasi. Kota Bekasi telah dilengkapi dengan infrastruktur penginapan, rumah makan, hingga cinderamata yang dihasilkan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Saya melihat kenapa kita tidak menjadikan olahraga ini menjadi industri, di negara lain pun olahraga menjadi industri. Artinya kita berharap banyak orang datang ke Kota Bekasi, kita punya jasa, perdagangan, mal dan sebagainya, kita juga punya olah raga,” ujar Ketua Umum KONI Kota Bekasi, Abdul Rosyad Irwan. Efek positif selama ini kata Yan, sudah bisa dilihat dari perhelatan event olahraga di cabang sepatu roda, cabang olahraga yang pertama kali membawa dirinya berkecimpung di dunia olahraga. Event yang digelar setiap tahun berhasil menarik pengunjung dari berbagai daerah untuk datang ke Kota Bekasi. Bahkan pada event yang akan berlangsung tahun ini, sudah ada beberapa klub sepatu roda dari beberapa negara yang berkomunikasi untuk ikut meramaikan event. Dalam perkembangannya, ia menilai olahraga di Kota Bekasi telah menjadi bagian dari gaya hidup mayoritas masyarakat. “Saya melihat mau ke arah sana, walaupun tidak mewakili semua (masyarakat), paling tidak yang sudah merasakan olahraga itu enak, bagus,” ungkapnya. Disamping perkembangan dunia olahraga di tengah masyarakat, prestasi olahraga Kota Bekasi saat ini juga disebut sudah menunjukkan tren positif. Hal ini dibuktikan dengan capaian prestasi yang telah ditorehkan dalam perhelatan Porprov Jabar . Kota Bekasi berhasil bertengger di peringkat lima Porprov XIII Jawa Barat 2018. Periode kedua kepemimpinan Yan, Kota Bekasi naik peringkat ke peringkat empat Porprov XIV Jabar 2022. Ada lompatan prestasi di hajat olahraga empat tahunan tingkat provinsi itu. Tapi, diluar itu olahraga Kota Bekasi masih memerlukan dukungan banyak Sarana Olahraga (SOR) yang belum tersedia. Pasalnya, dari 58 cabang olahraga yang ada, sebagian besar belum memiliki SOR. Kehadiran infrastruktur ini disebut menjadi syarat paling penting untuk mendukung kemajuan olahraga Kota Bekasi, termasuk di sisi prestasi. Untuk itu, KONI Kota Bekasi kata dia, terus mendorong pemerintah untuk membangun SOR. Saat ini, nyaris hanya Stadion Patriot Candrabhaga yang menjadi kebanggaan Kota Bekasi dari sisi infrastruktur olahraga. Infrastruktur satu cabang olahraga saja tidak cukup untuk mendukung kemajuan dunia olahraga di Kota Bekasi. “Masih banyak anak-anak kita yang bermain di luar Kota Bekasi, karena kita punya keterbatasan venue. Ada yang latihan di Jakarta, ada di Kabupaten Bekasi,” paparnya. Ditunjuknya Kota Bogor dan Kota Bekasi sebagai tuan rumah Porprov Jabar 2026 diyakini akan menjadi momentum bagi Kota Bekasi membangun SOR berbagai cabang olahraga. Pembangunan infrastruktur olahraga ini akan mendukung terciptanya industri olahraga. Beberapa informasi rencana pembangunan infrastruktur sudah ia terima, diantaranya lewat bantuan Rp6 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pembangunan gedung futsal tahap pertama dari aspirasi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat sebesar Rp3 miliar. Sejauh ini, Pemerintah Kota Bekasi telah menyatakan dukungan Kota Bekasi menjadi tuan rumah Porprov Jabar tahun 2026.”Untuk Kota Bekasi sudah mulai, saya pikir tahun 2024 sudah mulai banyak yang dibangun,” tambahnya. Tahun 2019 lalu, KONI Kota Bekasi dibawah komando Abdul Rosyad Irwan juga memperjuangkan lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Keolahragaan untuk mendukung perkembangan dunia olahraga di Kota Bekasi.”Jadi perda olahraga itu inisiatif dewan, kita berkoordinasi dan berkonsultasi dengan dewan,” tandasnya. Perda nomor 05 tahun 2019 ini hadir atas inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, di dalamnya mengatur kegiatan keolahragaan, pemberian penghargaan, hingga masa depan atlet berprestasi di Kota Bekasi. (sur) Wujudkan Kota Industri Olahraga ABDUL ROSYAD IRWAN LAHIR: Bekasi, 12 September 1961 PENDIDIKAN: - SDN Bekasi pasar (1967-1973) - SMPN 1 Bekasi (1973-1976) - SMAN 1 Bekasi (1976-1980) - STIE Pertiwi ORGANISASI: • Ketua Klub Sepatu Roda Bhagasasi speed Club (2004) • Ketua Porserosi (2009-2014) • Ketua KONI Kota Bekasi (2014-2018) • Ketua KONI Kota Bekasi (2018- 2022) • (Perpanjangan 2023) KARIER: • Store manager pusat perbelanjaan di Bekasi (1983-1987) • Manager operasional Hotel • Bunga Karang (1991) • General Manager Hotel Bunga Karang (sampai sekarang) BIODATA BIODATA
KAMIS, 19 JANUARI 2023 HARGA RP4.000 BERLANGGANAN RP96.000 TERBIT 12 HALAMAN BEKASI SELATAN– Program pembinaan dan berjalannya kompetisi dari berbagai jenjang usia oleh Asosiasi Kota (Askot) PSSI Bekasi dibawah kepemimpinan Muhammad Arif Rahman, berbuah manis. Pada periode pertama kepengurusannya (2018-2022), Muhammad AR beserta skuad Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kota Bekasi berhasil meraih juara pertama dan menyabet medali emas Porprov XIV Jawa Barat 2022. Keberhasilan itu sekaligus mengulang prestasi emas 22 tahun silam, pada Porda 1999. Ketika itu Muhammad AR menjadi Asisten Pelatih. Masa kepengurusannya, kompetisi Sekolah Sepak Bola (SSB) juga berjalan termasuk kelompok umur. AR-sapaannya- juga menjadi saksi dan turut serta mendorong kebangkitan Persipasi. Musim ini, Persipasi berhasil meraih juara Liga 3 seri 1 Jabar. Sementara di kelompok umur, Persipasi juga mampu meraih trofi juara Piala Soeratin U-17. Diketahui, pria yang akrab disapa AR ini, sudah tidak asing di dunia sepak bola. Berbagai prestasi dan sumbangsih ia berikan saat menjadi pemain, pelatih, hingga dipercaya memimpin Askot PSSI Bekasi. Sebelum menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bekasi, AR adalah sosok yang pernah membawa Bekasi juara piala Suratin, ketika menjadi pemain dan pelatih. “Tata kelola dunia sepak bola menjadi kunci penting untuk meraih prestasi. Akan semakin membaik, mulai dari pembinaan pemain sejak usia dini, penyelenggaraan kompetisi, hingga memastikan kondisi stadion mendukung dalam setiap pertandingan,” ucap AR. Menurutnya, pada aspek pembinaan pemain usia dini, sudah berjalan dengan baik, dibuktikan dengan bergulirnya kompetisi usia 10, 13, dan 15 tahun. Pembinaan pemain sejak dini sangat dibutuhkan untuk menjaring potensi pemain sepak bola dengan kualitas yang baik pula. Klub sepak bola yang menjuarai kompetisi internal, berhak mewakili Kota Bekasi di tingkat lebih tinggi. “Itu berjalan setiap tahun, bahkan juara usia 13 berhak mewakili Sekolah Sepak Bola (SSB)nya di tingkat Jawa Barat, yaitu Suratin yang baru saja digelar, Kota Bekasi diwakili oleh SSB Pedurenan. Untuk usia 15, diwakili oleh Persipasi, cuma kami sampai delapan besar. Yang juara di usia 17 Suratin tahun ini,” terang AR. Ia menjelaskan, setiap klub SSB juga harus didukung untuk mengikuti kompetisi di luar Kota Bekasi, baik dalam maupun luar negeri. Belum lama ini, SSB Tajimalela, berhasil menjuarai kompetisi di Singapura, capaian prestasi ini mendapat apresiasi dari Askot, sampai Plt Wali Kota Bekasi. “Ada tiga pemain terbaik hasil kegiatan itu berangkat ke Barcelona, dan sebagai reward, mereka disana berlatih. Menjadi kebanggaan juga bagi Kota Bekasi, ada tiga pemain yang berangkat ke Spanyol,” bebernya. Sederet prestasi tersebut, merupakan salah satu faktor AR kembali dipercaya menjadi nakhoda Askot PSSI Kota Bekasi periode 2022-2026, dan terpilih secara aklamasi. Target periode ini, Kota Bekasi mempertahankan medali emas Porprov Jabar pada cabang olahraga sepak bola. Putra asli Bekasi ini mengaku optimis, Kota Bekasi akan tetap mempertahankan juara umum pada Porprov Jabar 2026 mendatang. Selain alasan Kota Bekasi menjadi salah satu tuan rumah, pemain juga telah dipersiapkan matang-matang untuk Porprov mendatang. Satu hal yang tidak kalah penting, tambah AR, memanjakan para pemain yang berjuang pada tiap kompetisi. Hal ini juga yang ia lakukan pada perhelatan Porprov Jabar XIV Tahun 2022. “Saya sampaikan juga pada saat kongres pemilihan ketua Askot, bahwa yang perlu dimanjakan itu pemain, bukan pengurus,” tegas AR. Lanjut AR, dari sisi penyelenggaraan kompetisi, Kota Bekasi telah membuktikan penyelenggaraan Liga 3 Jawa Barat Seri 1 2022, telah berjalan dengan baik. Dirinya mengakui, penyelenggaraan Liga 3 Jawa Barat Seri 1 2022, sukses double.”Selain Panitia Pelaksana (Panpel), tidak ada keributan apalagi anarkis,” puji AR. Diakuinya, Stadion Patriot Chandrabhaga yang merupakan kebanggaan warga Kota Bekasi, kondisinya sangat mendukung penyelenggaraan pertandingan, mulai dari tingkat amatir hingga internasional. Fasilitas dan keamanan stadion sangat mendukung. Hanya saja, Kota Bekasi masih membutuhkan lapangan pendukung untuk tim yang akan bertanding di Stadion Patriot Candrabhaga berlatih. Sembilan stadion mini yang dikelola oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi, belum memenuhi standar nasional. Untuk itu, saat ini Dispora dan Askot PSSI Kota Bekasi, tengah berusaha untuk memperbaiki dua stadion mini di kawasan Bekasi Timur dan Bekasi Selatan, agar memenuhi standar nasional. Aspek ini yang sering kali membuat Stadion Patriot Candrabhaga menjadi opsi kedua lokasi pertandingan internasional. “Kami sedang membenahi dua stadion yang layak menjadi stadion pendukung, yakni Multiguna dan Bekasi Selatan. Itu kami akan sesuaikan ukurannya menjadi standar nasional, agar nanti tim-tim yang main di Kota Bekasi, mudah untuk berlatih,” tandas AR. (sur) Lahirkan Talenta Muda Berbakat IST/RADAR BEKASI JUARA: Skuad Sepakbola Porprov Kota Bekasi ketika menjadi juara pada Porprov XIV Jabar 2022 usai mengalahkan Kabupaten Purwakarta lewat drama adu penalti di Stadion Galuh Ciamis.
Afif Ridwan (15) merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang kerap menjadi motivator ke sesama rekan seprofesinya di wilayah Bekasi. Pemilik usaha Bandeng Rorod Oleh-oleh khas Bekasi ini mengungkapkan, dirinya bisa menjadi motivator berjalan secara alamiah. “Sebenarnya menjadi motivator itu jalannya alamiah aja dengan latar belakang pendidikan yang saya miliki,” ungkapnya kepada Radar Bekasi, Rabu (18/1). Awalnya, Afif-sapaan akrabnya- temannya yang tertarik dengan usaha kulinernya memintanya untuk memberikan motivasi dan arahan dalam berwirausaha. Sejak saat itu, dirinya kerap diminta oleh pelaku usaha lain untuk menjadi motivator. Sampai pada 2017 berkat pengalamannya di bidang usaha, dirinya diminta oleh pemerintah untuk menjadi Pendamping Wirausaha Baru. Kemudian Afif juga diminta untuk menjadi koordinator pendamping UMKM Jabar Juara pada 2020. Sebagai motivator Afif selalu menempatkan diri sebagai partner kepada pelaku usaha. Oleh karena itu, dirinya tak sekedar memberi pengalaman tetapi mendapatkan pelajaran. “Saya selalu menempatkan diri saya sebagai seorang partner. Saya tidak pernah berpikir bahwa ilmu atau pengalaman saya lebih tinggi. Karena yang terjadi banyak wirausahawan yang lebih berkembang baik dari saya, jadi saya juga bisa belajar bukan cuman sekedar berbagi saja,” tuturnya. Dalam memberikan motivasi kepada pelaku usaha, Afif menyampaikan beberapa hal. Mulai dari merubah mindset, motivasi berbisnis, dan memberikan kekuatan mental. “Ketiga hal ini sangat penting dipelajari oleh para pelaku usaha. Karena cara berfikir pekerja dan wirausaha itu sangat berbeda,” ucap Afif. Lebih lanjut dikatakan oleh pria yang memulai usaha kuliner pada 2011 ini, menjadi wirausahawan harus berani. “Wirausahawan itu harus berani. Satu berani mengambil resiko dan tidak takut mengambil resiko. Karena usaha itu ada pasang surut, ketika gagal maka jangan takut untuk memulai kembali,” ucapnya. Dalam berwirausaha, tegas Afif, mental nomor satu. Yang kedua barulah modal. “Mental yang utama, kalau modal usaha itu kedua. Ketika kita memiliki mental yang kuat, maka usaha apapun bisa dijalankan dengan fighting,” ucapnya. Selain itu, terpenting konsisten dalam mengembangkan usaha. “Konsisten dengan produk unggulannya, jangan ikuti perkembangan kalau seperti itu susah juga untuk mengembangkan usaha,” pungkasnya. (*) Menempatkan Diri sebagai Partner ISTIMEWA PELATIHAN: Peserta mengikuti pelatihan pengolahan ikan oleh Afif Ridwan. Saya selalu menempatkan diri saya sebagai seorang partner. Saya tidak pernah berpikir bahwa ilmu atau pengalaman saya lebih tinggi. Karena yang terjadi banyak wirausahawan yang lebih berkembang baik dari saya, jadi saya juga bisa belajar bukan cuman sekedar berbagi saja. Afif Ridwan Lahir: Jakarta 8 Juli 1967 PENDIDIKAN - SDN Pondok Ungu 2 Medan Satria (1978) - SMPN 1 Kota Bekasi (1981) - STM Tubun Jakarta (1984) ORGANISASI - Ketua Pelajar Islam Indonesia Bekasi (1993-1984) - Humas BMPS Kota Bekasi (2005-2009) - Sekretaris MPP PAN Kota Bekasi (2005-2009) - Ketua UMKM Makanan dan Minuman Kota Bekasi (2013-2023) KARIER - Ketua Yayasan Baitul Muttaqin Kota Bekasi (2001-2010) - Karyawan PT Sinar Sosro (1995-1996) - Owner Lembaga Kursus Komputer Desain dan Percetakan (1997-2010) - Owner Bandeng Rorod (2011-2023) Grafis : Indra Negara / Radar Bekasi BIODATA KAMIS, 19 JANUARI 2023 HARGA RP4.000 BERLANGGANAN RP96.000 TERBIT 12 HALAMAN
Pantang menyerah Siti Qomariyah dalam berinovasi motif batik berbuah manis. Kerajinan Batik Samara Bekasi yang ditekuninya sejak 2015, kini sudah mendunia. Batik Samara Bekasi kerap mewakili Kabupaten Bekasi dalam acara pameran di berbagai daerah, provinsi maupun negara. Sebagai kerajinan asli warga Tarumajaya, Batik Samara Bekasi sejak awal konsisten berinovasi menghadirkan motif batik khas Bekasi. Antara lain, motif Gedung Juang, Golok. Ikan Gabus, Pohon Mangrove, Lutung, “Pokoknya, berbagai ciri khas yang ada di Kabupaten Bekasi kami tuangkan pada batik. Itu yang membedakan Batik Samara Bekasi dengan yang lainnya,” ungkapnya kepada Radar Bekasi, Rabu (18/1). Perempuan berusia 54 tahun ini mengungkapkan, sebagai pengrajin batik dirinya tak sekedar memikirkan keuntungan. Semangatnya berinovasi karena keinginannya memperkenalkan budaya Kabupaten Bekasi. “Motto saya adalah pantang pernah menyerah, termasuk untuk memperkenalkan hasil karya batik Bekasi yang tidak kalah bagus dengan daerah lain,” ungkap mantan Kepala Desa Setia Asih ini. Inovasi yang dilakukan oleh Batik Samara Bekasi membuat Batik Samara Bekasi dilirik oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi. Selama ini berbagai dukungan dari pemerintah setempat diterimanya. Antara lain, memfasilitasi Batik Samara Bekasi mengikuti pameran di berbagai daerah sampai luar negeri. Selain itu, mewajibkan para ASN di Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk memakai seragam Batik Samara Bekasi setiap Jumat. “Selama ini kami dibantu oleh Dinas Perindustrian Kabupaten Bekasi, yakni mengajak ke Jepang dan Dinas Pariwisata ke Bali, untuk memperkenalkan Batik Sama Bekasi. Tapi sekarang sudah mulai dikenal dunia internasional,” ucapnya. Saat ini, Qomariyah sudah mendirikan galeri di Desa Setia Asih Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi untuk memudahkan masyarakat membeli atau memesan Batik Samara Bekasi. Selain batik, galeri miliknya juga menerima hasil kerajinan warga sekitar untuk dipromosikan. “Saat ini pengrajin cukup banyak, tapi untuk marketnya agak susah. Mudah-mudahan dengan adanya galeri ini bisa membantu untuk mempromosikan hasil karya-karya mereka,” ucapnya. Dirinya berharap, Batik Samara Bekasi bisa menjadi ciri khas warga Kabupaten Bekasi. Sebab semua motif yang ada mengangkat budaya lokal setempat. “Harapan saya bisa warga Kabupaten Bekasi bisa memakai batik Bekasi. Bukan karena paksaan, tapi karena keinginan sendiri,” ucapnya. (pra) Pantang Menyerah Berinovasi Berbuah Manis FASHION SHOW: Siti Qomariyah dan model mengenakan Batik Samara Bekasi saat fashion show. BIODATA SITI QOMARIYAH Lahir : Bekasi, 27 November 1968 KARIER - Kepala Desa Setiasih (2007-2019) - Pengrajin Batik Samara Bekasi (2015-sekarang) ORGANISASI - Bidang Sosial dan Kesehatan DPP Pengajian Al-Hidayah KAMIS, 19 JANUARI 2023 HARGA RP4.000 BERLANGGANAN RP96.000 TERBIT 12 HALAMAN
KAMIS, 19 JANUARI 2023 HARGA RP4.000 BERLANGGANAN RP96.000 TERBIT 12 HALAMAN Bertekad Jadikan Perempuan Berkemajuan Sarinandhe Djibran merupakan Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Bekasi. Melalui organisasi ‘Aisyiyah ini, dirinya bertekad menjadikan perempuan berkemajuan. Perempuan kelahiran 3 Juni 1968 ini ingin menunjukan bahwa organisasinya mempunyai peran untuk membantu pemerintah menjadikan bangsa ini lebih maju para perempuannya. Sarinandhe mengungkapkan, ‘Aisyiyah di Kabupaten Bekasi mempunyai banyak program. Hal itu mengingat ‘Aisyiyah memiliki delapan majelis dan tiga lembaga. Sebelas bidang itu memiliki kegiatan masing-masing dengan program yang sudah disepakati sebelumnya. Misalnya di bidang kesehatan, ‘Aisyiyah konsen terhadap penanggulangan stunting. Selama ini pengurus ‘Aisyiyah turun langsung ke lapangan untuk melakukan penelitian, survei, dan penanggulangan terhadap stunting. Begitu juga di bidang tabligh, para pengurus melakukan dakwahdakwah ke kecamatan sampai desa, agar bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Keseluruhan bidang di ‘Aisyiyah ada sebelas. ‘Aisyiyah ini khusus perempuan. Kalau tujuannya ‘Aisyiyah itu untuk perempuan berkemajuan. Jadi perempuan di Kabupaten Bekasi harus maju dalam pemikiran, beraktivitas, maju di dalam merawat anak-anak, membesarkan anakanak, menjadikan anak-anak yang soleh dan solehah,” ucap Sarinandhe kepada Radar Bekasi, Sabtu (11/2). Saat ini organisasi yang dipimpinnya ini sudah terbentuk di setiap kecamatan. Bahkan, sudah sampai ke tingkat desa di wilayah Kabupaten Bekasi. “Jenjang di ‘Aisyiyah itu sampai ke desadesa. Bahkan kita berbasis perumahaan, yang jelas setiap kecamatan dan desa kita punya,” tuturnya. Sehari-hari dirinya bekerja sebagai Sekretaris PPAT di Kabupaten Bekasi. Namun demikian dirinya tetap konsen ke hal-hal perempuan, bahkan ikut bergabung dengan organisasi perempuan di Kabupaten Bekasi. Dirinya mengungkapkan, tujuan masuk ke dalam organisasi ‘Aisyiyah ini hanya ingin mengambil peran untuk membantu pemerintah menjadikan bangsa ini lebih maju perempuannya. “Sesuai dengan tujuan ‘Aisyiyah, perempuan yang berkemajuan. Dalam arti maju dalam pemikiran, berfikir, bersikap, dan seterusnya. Kita selalu berusaha mengupgrade perempuan yang ada di desa-desa, kecamatan, agar tidak hanya menjadi objek. Tetapi perempuan itu tetap adalah subjek,” jelasnya. (pra) BIODATA FOTO BERSAMA: Ketua PDA Kabupaten Bekasi Sarinandhe Djibran foto bersama dengan pengurus.
BANTARGEBANG – Taman Baca Umum Al-Ikhlas yang berada di kecamatan Bantargebang, menjadi rumah baru bagi ratusan anak-anak yang setiap harinya beraktivitas di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Bantargebang. Dengan segala keterbatasan yang ada, ratusan anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu tersebut terlihat semangat mengais ilmu. Mereka percaya, dengan belajar yang tekun akan mampu merubah nasibnya di masa mendatang. Keterbatasan ekonomi anak-anak pemulung tersebut, menyulut semangat Masnah mendirikan Taman Baca Umum Al-Ikhlas. Gadis berjilbab ini setiap harinya dengan sabar mengajarkan anak-anak membaca, menulis dan berhitung. “Dari apa yang saya rasakan dulu saya bertekad suatu saat nanti, bisa membantu anak-anak yang tidak mampu bersekolah. Saya ingin menjadi sebuah jembatan bagi anak-anak disini untuk bisa b e r s e k o l a h , ” k a t a g a d i s a s a l Karawang ini. Sejak 2011 Masnah mulai mengajar beberapa anak di wilayah bantargebang, dengan d a s a r p e m b e l a j a r a n membaca dan menghitung. “Jadi saat sekolah SMP pulang sekolah itu saya mulai ngajarin anak-anak untuk baca dan menulis, sampai lulus SMK kegiatan itu masih saya lakukan,” tuturnya. Namun saat itu masyarakat di wilayah Bant a r g e b a n g membutuhkan roll model yang cukup, sehingga pada 2013 dirinya mulai mencari beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi. “Saat itu beberapa masyarakat masih menutup mata bahwa pendidikan menjadi hal nomer sekian, yang penting bisa makan sudah aman. Jadi mereka itu butuh roll model dan saya bertekad untuk menjadi role model atau contoh bahwa pendidikan itu adalah hal nomor satu yang harus diperjuangkan,” jelasnya. Sementara atas niat yang cukup tinggi dirinya berhasil mendapatkan beasiswa dari salah satu universitas, dengan program studi yang saat itu sangat awam bagi dirinya, namun dengan rasa percaya diri dirinya yakin bisa menjalani pendidikan tersebut. “Waktu itu saya dapat beasiswa di jurusan Psikologi, walaupun basic saya gak disitu. Tapi saya berusaha dengan niat membangun masa depan anak-anak di wilayah Bantargebang saya bertekad untuk menjalani itu,” terangnya . Tidak melepas tanggung jawabnya begitu saja, selama proses skripsi dirinya memutuskan untuk terus mengajar anak-anak di wilayah Bantargebang. Dari yang hanya memiliki 5 anak dirinya berhasil mengajak 30 anak lainnya untuk belajar saat itu. “Jadi saat proses skripsi saya memutuskan untuk terjun mengajar lagi, dari awal cuma 5 siswa, alhamdulillah bertambah jadi 30 siswa karena tingkat kepercayaan masyarakat yang sudah mulai terbangun,” ucapnya. Dengan bermodalkan rumah berukuran 6 x 6 meter dirinya membuka sekolah membaca dan menghitung, kepada sejumlah anak-anak di wilayah Bantargebang saat itu. “Jadi waktu tempat tidur saya buat tempat belajar, yang penting ada tempat dan ada waktu. Tapi semua itu juga gak mudah dijalankan karena orang tua memilih anak untuk memulung, saat itu saya tidak tinggal diam saya hampiri orang tuanya dan saya berikan pemahaman agar mereka mengizinkan anaknya untuk belajar,” tuturnya. Berkat kerja kerasnya selama ini mendesain masyarakat di wilayah Bantargebang, dikit demi sedikit bisa berubah dan mengizinkan anaknya untuk bersekolah. “Sekarang kami punya 200 siswa dengan jumlah guru tambahan 4 orang, Alhamdulillah saya sangat bersyukur atas apa yang sudah berubah saat ini. Dari pertama yang saya lihat bahwa wilayah Bantargebang ini memiliki tingkat kepedulian pendidikan yang nol sekali, sekarang ini sudah mulai membaik,” pungkasnya. (dew) Menjadi Pelita bagi Anak Sekitar TPA ISTIMEWA BELAJAR: Sejumlah anak-anak belajar di Taman Baca Umum Al-Ikhlas. BIODATA KAMIS, 19 JANUARI 2023 HARGA RP4.000 BERLANGGANAN RP96.000 TERBIT 12 HALAMAN
Kiprah Daryanto sebagai pejuang hak para penyandang disabilitas di Kota Bekasi telah teruji. Dua periode sudah ia menahkodai Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI). Bersama para anggota PPDI lainnya, Daryanto bahu membahu membangun kesetaraan kehidupan bagi warga disabilitas Kota Patriot. Daryanto masih ingat betul bagaimana virus polio membuat kakinya lumpuh layu. Pada sebuah malam di tahun 1972, Daryanto yang baru menginjak usia enam tahun mendadak terserang demam tinggi. Hal ini tentu saja membuat kedua orang tuanya kelimpungan. Maklum, keberadaan dokter maupun fasilitas kesehatan di Kabupaten Grobogan kala itu teramat langka. Mendatangi mantri adalah jalan keluar terbaik yang mesti diambil sang orang tua agar Daryanto dapat sembuh. Namun ikhtiar itu tak membuahkan hasil. Tak patah arang, Daryanto pun dibawa ke ahli spiritual. Beberapa hari berselang, demam Daryanto mulai mereda. Namun tetap saja pria kelahiran 14 Februari 1966 tersebut merasakan sesuatu yang ganjil pada tubuhnya. Ya, ia merasakan kaki kanannya ‘mati rasa’. Daryanto kerap kehilangan keseimbangan saat melangkah lantaran kaki kanannya tak mampu menopang berat tubuhnya. Ia baru bisa berjalan pada usia 7 tahun namun tak lagi sempurna seperti anak-anak pada umumnya. Daryanto membutuhkan topangan tangan kanan untuk memegangi kaki kanannya di setiap langkahnya. “Polio yang menyerang saya termasuk parah. Jadi kaki saya sudah tidak bisa digerakkan, apalagi menopang tubuh,” jelas Daryanto kepada Radar Bekasi, kemarin. Sejak saat itu, virus polio telah mengubah hidup Daryanto. Keterbatasan yang ia miliki membuatnya terlihat beda dengan anak-anak seumurannya. Ia pun mesti rela menjadi bahan bully-an teman-teman sekolahnya. “Cara jalan saya selalu diikutin (ditiru). Itulah cara mereka mengejek saya. Bedanya saya berani melawan mereka,” ungkapnya. Kondisi cacat pada kaki menyulutkan motivasi dalam diri Daryanto. Ia mencoba memahami keterbatasannya sekaligus mendalami potensi yang dimiliki. “Saya memang tak bisa berjalan dengan baik. Tapi saya mampu belajar dengan baik seperti anak-anak lainnya,” tuturnya. Daryanto memang tak mungkin ikut lomba lari, tapi jangan sesekali menantang kecerdasannya. Sedari SD hingga SMA, Daryanto mampu menjadi bintang kelas. Kepintarannya itu membuahkan sejumlah hal manis, salah satunya, Ia terbebas dari biaya sekolah. “Fisik saya memang tidak bisa diandalkan, tapi tidak dengan otak saya. Saya harus nomor satu dan nggak mau kalah dalam hal akademis, dan saya nggak boleh nyerah,” tambahnya. Usai masa sekolah di Grobogan, tibalah Daryanto pada kompetisi yang sesungguhnya. Dunia kerja. Namun lagi-lagi Daryanto mampu mengalahkan kekhawatiran dalam dirinya. Ia dengan mudah diterima kerja sebagai tenaga accounting di salah satu perusahaan besar di Bekasi. Selama 15 tahun berkarir, Daryanto pun memilih berhenti bekerja. Ia kembali menantang nasibnya dan lagi-lagi ia mampu menjadi pemenang. Kini ia bekerja di perusahaan swasta yang bergerak di bidang travel dan kargo sebagai manager operasional. Capaiannya itu membuat Daryanto mulai memikirkan kehidupan masyarakat disabilitas lainnya. Apakah mereka juga bernasib sama baiknya? Atau justru terpuruk karena kondisi dan lingkungannya. Dari situ, Daryanto mulai membangun solidaritas antar sesama penyandang disabilitas. Pada 2012 ia pun masuk Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Bekasi. E m p a t t a h u n b e r s e l a n g , l e w a t Musyawarah Cabang (Muscab) PPDI Kota Bekasi 2016, Daryanto terpilih menjadi ketua. Pada periode pertama kepemimpinannya, sejumlah kegiatan telah ia gulirkan. Mulai dari Bakti Sosial (Baksos), Bantuan Sosial (Bansos) berupa obat-obatan hingga masker, budidaya sayur mayur dengan tehnik hidroponik, hingga pelatihan kerja. Dalam pelaksanaan program kegiatannya itu, Daryanto berhasil menggaet pemerintah daerah dan lembaga swasta. Hasilnya, sejumlah penyandang disabilitas saat ini telah mampu hidup mandiri dalam segi ekonomi. Beberapa dari mereka pun telah berwirausaha di beberapa bidang usaha. Ada pula yang telah diterima bekerja di berbagai instansi pemerintah dan swasta. “Sampai sekarang ada yang menekuni (otomotif), sekarang bisa bikin motor roda tiga juga,” ungkapnya. Ke depan Ia berharap, dukungan lebih dari Pemerintah Kota Bekasi dari beragam hal. Mulai dari kebijakan hingga anggaran. Selebihnya, Daryanto yakin bahwa dengan terbukanya peluang dan bantuan pendampingan yang intens maka sekitar 2 ribu masyarakat disabilitas di Kota Bekasi mampu hidup mandiri. “Saya berharap pemerintah memberikan suport yang lebih untuk kami sehingga kami pun dapat hidup mandiri seperti warga pada umumnya,” tutupnya. (sur) DARYANTO, PEJUANG MASYARAKAT PENYANDANG DISABILITAS DI KOTA BEKASI Lawan Bully dengan Prestasi BANTUAN: PPDI Kota Bekasi saat menggelar kegiatan bakti sosial untuk para anggota dan masyarakat penyandang disabilitas. BIODATA DARYANTO LAHIR: Grobogan, 14 Februari 1966 PENDIDIKAN: - SDN 03 Gubug Kab. Grobogan (tahun 19745 - 1981) - SMP Muhammadiyah Gubug Kab. Grobogan (Tahun 1981 - 1984) - SMEA Bina Negara Gubug Kab. Grobogan (1984 - 1987) - Pendidikan Tinggi (2007 - 2010) ORGANISASI: - OSIS - DKM - RT - PPDI Kota Bekasi KARIER: Karyawan swasta KAMIS, 19 JANUARI 2023 HARGA RP4.000 BERLANGGANAN RP96.000 TERBIT 12 HALAMAN
Jika ada pertanyaan, “Siapa peduli ODGJ?” Maka Suhartono (46) pasti akan langsung mengacungkan tangan. Ya, pria asal Mustikasari ini telah mendedikasikan setengah hidupnya untuk mengurusi ODGJ di Bekasi. Saat ini, Suhartono dengan Yayasan Zamrud Biru yang ia bentuk masih gigih memperjuangkan hal yang jarang orang pikirkan; kesembuhan bagi para ODGJ Bekasi. Ari Ardiansyah tampak semringah, kemarin (18/1). Ia baru saja menemui para perawat dan sejumlah pasien yang sedang beraktivitas di bangsal yang dimiliki Yayasan Zamrud Biru. Bangsal yang menampung 125 pasien ODGJ itu berada di bagian belakang kantor yayasan. Kedatangan Ari kemarin untuk melepas rindu setelah lima bulan ia keluar dari perawatan. Pria yang dengan tangan penuh tato itu mengaku sempat mendapatkan perawatan mental dari Bang Haji Tono- sapaan Suhartonoselama dua bulan. Ari dibawa keluarganya ke Yayasan Zamrud Biru yang berada di Jalan Asem Sari II, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, pada tahun lalu karena mengalami depresi. “Ia belajar ilmu hitam disatukan dengan pelajaran Alquran tapi tidak ada guru yang mendampingi. Ia pun ga mampu menguasai itu. Akhirnya Ia pegang jimat. Jimatnya itu saya ambil dan saya coba obatin dengan cara saya, dengan cara metafisika. Dan Alhamdulilah beberapa bulan ia sembuh,” papar Suhartono kepada Radar Bekasi, kemarin. Tono lahir dan besar di Mustikajaya. Kepeduliannya terhadap ODGJ tak datang begitu saja. Seusai menamatkan sekolah, ia bekerja di sebuah panti rehabilitasi jiwa sebagai salah satu perawat. Selama 11 tahun bekerja, Tono juga diberi kesempatan menimba ilmu rehabilitasi jiwa di Balai Pelatihan Pekerja Sosial Bandung. Namun karir Tono berakhir kurang mengenakan di panti rehabilitasi tersebut. “Saya keluar setelah pimpinan yayasan yang lama meninggal dunia dan saat itu saya ada sedikit persoalan dengan keluarga pemilik yayasan tersebut,” jelasnya. Tono tak mau menyerah dengan keadaan. Berbekal pengalaman dan pengetahuan dalam merehabilitasi ODGJ, Tono mengambil langkah berani dengan membangun panti rehabilitasi jiwa miliknya sendiri pada 2009. Panti itu kemudian ia beri nama Yayasan Zamrud Biru. “Saya modal sekitar Rp300 juta. Itu untuk biaya kontrak kantor dan operasional,” cetusnya. Pada awal pendiriannya, Tono tak hanya menerima pasien dari keluarga. Ia pun beberapa kali menjemput ODGJ yang tak terurus di jalanan. Sistem rehabilitasi yang dijalankan Tono memadukan pengobatan medis dan tradisional. Namun yang pasti, sambung Tono, masyarakat tak akan menemui jeruji besi yang terpasak di pantinya. “Kami tidak menggunakan jeruji, sebab pasien itu tidak harus dipenjara. Kami juga tidak ada ruang isolasi. Di sini kami menggunakan sistem pengobatan pendekatan persuasif kepada pasien,” jelasnya. Lantas seperti apa Tono dalam merehabilitasi pasien ODGJ-nya? Proses rehabilitasi yang berlangsung di Yayasan Zamrud Biru berlangsung bertahap dan berlapis. Setiap fase dilalui dengan mengacu hasil asesmen masing-masing pasien. Tahap pertama, Tono mengurai, pasien akan belajar untuk beradaptasi. Itu penting, untuk mengembalikan disiplin si pasien dan mereka mau memahami tata tertib lingkungan. “Semua program telah tersusun dari mulai kegiatan religi seperti ngaji dll hingga aktivitas sehari-hari. Kalau pun ada reaksi penolakan, maka perawat pun akan mengambil langkah persuasif. Sehingga tak ada paksaan,” jelasnya. Setelah fase adaptasi berlangsung baik, maka selanjutnya pasien melangkah ke tahap pengobatan tradisional. Saat itu pihak yayasan mulai mengidentifikasi problematika kejiwaan pasien sembari mengkroscek aduan dari pihak keluarga. Pada fase ini pasien bakal rutin menjalani totok syaraf dan ramuan. Dalam proses rehabilitasinya, Tono mengerahkan 26 karyawan yang bekerja shift siang dan malam. Selain itu, Yayasan Zamrud Biru juga telah memiliki dokter spesialis jiwa untuk merehabilitasi pasiennya. “Dan Alhamdulilah Yayasan Zamrud Biru sudah memiliki dokter spesialis jiwa, jadi pasien bisa berobat secara medis dan juga ada dokter psikolog dan ada dokter umum juga ada,” ucapnya Sejauh ini rata-rata pasien yang masuk setiap bulannya mencapai 6-12 orang. Sedangkan jumlah pasien yang berhasil sembuh sebanyak 5-6 orang perbulannya. Lantas berapa biaya yang mesti dikeluarkan jika hendak membawa pasien masuk untuk direhabilitasi? Tono menegaskan, yayasan tak memungut biaya perawatan, pengobatan, pembinaan, kebersihan. Ada pun biaya makan, itu ditanggung keluarga. “Satu bulannya biar keluarga yang menentukan. Ada yang ngasih Rp10 ribu sehari, ada yang lebih dari itu. Tergantung kemampuan,” tegasnya. Tono mengaku kerap menghadapi kesulitan finansial lantaran kebijakannya menggratiskan sejumlah biaya perawatan. Namun ia tak terlalu memusingkan hal tersebut. Ia hanya berharap, ada dermawan yang rela memberikan bantuan berupa lahan agar yayasannya memiliki tempat yang tetap dalam merehabilitasi. “Saat ini saya juga masih ngontrak,” tutupnya.(rez) SUHARTONO, PEJUANG REHABILITASI ODGJ KOTA BEKASI Sebulan Sembuhkan Enam Pasien RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI AKTIVITAS ODGJ : Sejumlah pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) beraktivitas di Yayasan Zamrud Biru, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Rabu (18/1). DATA PROFIL KAMIS, 19 JANUARI 2023 HARGA RP4.000 BERLANGGANAN RP96.000 TERBIT 12 HALAMAN
“Ya gaya saya harus menciptakan rasa kepemilikan seluruh jajaran. Khususnya di Koni Kabupaten Bekasi, dan rasa gotong royong serta kebersamaan yang harus saya ciptakan. Jadi di tubuh koni ini tidak ada atasan dan bawahan. Melainkan harus ada tanggung jawab sebagaimana tugas pokok dan fungsi setiap divisi,” kata Reza kepada Radar Bekasi. Menurut dia, capaian KONI tertinggi adalah bagaimana untuk bisa meraih prestasi. Reza menuturkan mengukir sebuah prestasi multi-ajang membutuhkan kerja ekstra keras segenap insan maupun praktisi olahraga secara berkesinambungan alias tidak dihasilkan dalam sekejap mata. Komitmen serta konsep matang menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki badan otoritas olahraga untuk mengusung predikat sang juara hingga mampu menggapai prestasi tertinggi. “Menjadi juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Jawa Barat 2022. Merupakan puncak keberhasilan diajak olahraga,” ucapnya. Kata Reza, untuk meraih juara umum tidak hanya terciptanya gotong royong keluarga besar Koni Kabupaten Bekasi. Melainkan seluruh unsur dilibatkannya. Salah satunya Pemerintah K a b u p a t e n Bekasi beserta jajaran serta TNI, Polri, Kejaksaan Kabupaten Bekasi, dan unsur media. Berkat terciptanya kebersamaan dan saling dukung yang dibalut dalam gotong royong, Kabupaten Bekasi akhirnya berhasil menyandang gelar juara umum dengan koleksi 189 medali emas, 139 perak, dan 123 perunggu, unggul jauh dari peringkat kedua, yakni Kabupaten Bogor, yang notabene juara bertahan dengan selisih 50 keping emas. Lantas siapa aktor intelektual dibalik kesuksesan meraih predikat juara umum Porprov XIV Jawa Barat yang digelar 12-19 November 2022 itu? Tentu saja 1.337 atlet, pelatih, ofisial, dan manajer serta segenap jajaran pengurus KONI dan cabang olahraga. Sejatinya tidak hanya mereka yang terbukti berkontribusi besar membawa gelar prestisius tersebut ke tanah jawara. Sejumlah nama turut berperan aktif mengharumkan nama daerah di ajang olahraga itu melalui skema gotong royong tadi. Peran Pemerintah Kabupaten Bekasi sangat mendukung penuh kinerja KONI melalui sarana dan prasarana. Dukungan moril serta materiil lewat pembiayaan hibah pemerintah daerah pun ikut memuluskan langkah menuju gelar juara. Melalui rasa gotong royong, Reza mengajak kepala daerah serta unsur Forkopimda untuk menghadiri para atlet datang ke lapangan dengan tujuan dukungan secara langsung. “Jadi adanya dukung seluruh unsur Forkopimda yang langsung kelapangan, serta terlihat adanya semangat dalam mendukung. Disitulah kami rasakan seluruh jajaran Kabupaten Bekasi begitu semangat untuk meraih prestasi dengan gotong royong,” ucapnya.(and) REZA LUTHFI HASAN, KETUA KONI KABUPATEN BEKASI Menciptakan Rasa Kekeluargaan dalam Organisasi CIKARANG PUSAT – Menciptakan suasana kekeluargaan dan rasa memiliki, merupakan cara Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi, Reza Luthfi Hasan dalam memimpin organisasi. Melalui cara tersebut, organisasi yang dipimpinnya berjalan lancar. SEMANGAT: Ketua KONI Kabupaten Bekasi Reza Luthfi Hasan bersama Pj Bupati Dani Ramdan. KAMIS, 19 JANUARI 2023 HARGA RP4.000 BERLANGGANAN RP96.000 TERBIT 12 HALAMAN
KAMIS, 19 JANUARI 2023 HARGA RP4.000 BERLANGGANAN RP96.000 TERBIT 12 HALAMAN Usep Rahman Salim menjadi Direktur Utama PDAM TB sejak 2012 hingga kini. Butuh perjuangan yang harus dilakukan Usep hingga dirinya mampu menjadi pimpinan perusahaan di bidang air tersebut. Usep mulai bekerja di PDAM TB pada Januari 1985 atau saat usianya 24 tahun. Hingga saat ini, Usep sudah mengabdi di perusahaan pelat merah itu selama kurang lebih 37 tahun. Ia mengungkapkan, kunci dirinya hingga berhasil menjadi pimpinan perusahaan di bidang air tersebut. “Jujur, loyalitas, totalitas dan berjuang dalam bekerja harus ditanamkan dalam diri dengan penuh kepercayaan dengan tujuan mendukung tercapainya program program perusahaan,” ungkap Usep kepada Radar Bekasi. Usep mengawali kariernya sebagai sopir di PDAM TB. Setelah itu pada 1991 dirinya menjadi staf operator pengelolaan air. Di posisi ini, Usep memanfaatkan setiap waktu kerjanya untuk belajar terkait pengelolaan air. “Menjalani sebagai staf di PDAM TB. Saya terus berjuang dan belajar bagaimana berkontribusi untuk memajukan perusahaan dengan target pelayanan air bersih bisa berjalan dengan baik. Menjadi operator inilah saya belajar bagaimana melakukan pengolahan air bisa menghasilkan produk yang baik untuk kepentingan pelanggan,” tutur Usep. Berkat kinerja baiknya, pada 1995 Usep diangkat sebagai kepala seksi. Kariernya terus moncer beberapa tahun kemudian hingga dirinya dipercaya direksi menjadi kepala seksi dan beberapa tahun kemudian dipercaya direksi menjadi kepala koperasi PDAM TB. “Saat menjadi kepala seksi dan kepala koperasi saya terus berinovasi bagaimana dapat memberikan keuntungan untuk perusahaan milik pemerintah daerah ini. Yang membuat saya dipercaya menjadi direktur umum pada 2007,” ujarnya. Saat menjadi direktur umum, dirinya terus berkontribusi menciptakan karyawan PDAM TB yang berkualitas. Dengan demikian, dapat membuat produksi baik dan pelayanan pelanggan memuaskan meskipun masih ada kekurangan. “Dalam bekerja yang namanya rintangan pasti ada ya. Nah dari tantangan itu bagaimana kita bisa melewati dengan baik serta melakukan evaluasi,” ujarnya. Dengan berbagai rintangan yang dilaluinya, Usep dapat melewati berbagai dinamika. Bahkan harus membangunan komunikasi baik kepala daerah di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi serta melaporkan tugas-tugasnya sebagai pertanggungjawaban kepada kedua pemilik saham PDAM TB. Melalui dedikasinya serta menunjukan pekerjaannya yang sudah puluhan tahun digelutinya sejak dari posisi staf, pada 2012 Usep dipercaya menduduki posisi direktur utama. “Alhamdulillah ya, saya mengawali karir saya sebagai sopir di PDAM TB 2012 saya dipercaya menjadi direktur utama hingga saat ini. Dengan capaian tersebut tidak membuat saya harus berpuas diri dan terus berkarya untuk memajukan dengan tujuan pelayanan air bersih di Bekasi bisa berjalan dengan baik,” ucapnya. Pemisahan Aset Di masa kepemimpinan Usep, proses pemisahan aset PDAM TB bisa berjalan dengan baik untuk memaksimalkan pelayanan khusus untuk Kabupaten Bekasi. Beberapa bulan lalu, Pemerintah Kabupaten dan Kota Bekasi resmi mengakhiri kerjasama pengelolaan bersama PDAM Tirta Bhagasasi. Dengan ini PDAM TB resmi dimiliki pihak Kabupaten Bekasi sepenuhnya. Pengakhiran kerja sama ini merupakan hasil dari perjalanan panjang dalam upaya pelepasan aset perusahaan pada kedua pemerintah daerah. Setidaknya perlu pembahasan hingga tujuh tahun sebelum akhirnya kesepakatan ini mencapai kata mufakat. “Ini merupakan penantian selama tahun, akhirnya terealisasi pelepasan PDAM Tirta Bhagasasi. Perjalanan cukup panjang. Sejak 2017 kami membuat pelepasan dan ternyata tidak semudah yang direncanakan. Setelah melakukan proses yang panjang akhirnya bisa terealisasi,” tutupnya. (and/adv) USEP RAHMAN SALIM, DIREKTUR UTAMA PDAM TB Awali Karier sebagai Sopir ARIESANT/RADAR BEKASI KANTOR PDAM: Kantor PDAM Instalasi Tegal Gede di Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi, belum lama ini. ARIESANT/RADAR BEKASI BERAKTIVITAS: Pekerja berada di salahsatu instalasi Kantor PDAM Tegal Gede di Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi, belum lama ini.
CIKARANG PUSAT - PT Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM) mendapatkan hasil nilai tinggi dalam audit eksternal Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3) dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Penilaian tersebut sesuai Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2012 untuk kategori tingkat lanjutan 166 kriteria berdasarkan hasil audit yang dilaksanakan oleh badan sertifikasi tanggal 21- 22 Desember 2022. “Atas capaian hasil ini. maka BBWM telah mendapatkan pengakuan atas kinerja SMK3 oleh Pemerintah melalui Kemenaker. Sebelumnya BBWM juga sudah lebih dahulu mendapatkan sertifikat OHSAS 18001:2007 dan ISO 4500:2018 oleh Badan Sertifikasi PT TUV Rheinland Indonesia pada tahun 2020,” ujar Direktur PT BBWM Adhi Fadilah. Dikatakan Adhi, saat ini tren minyak dan gas (migas) memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, industri ini mengalami sejumlah tantangan. Yakni, ketidakpastian harga minyak dunia, pandemi Covid-19, dan penurunan konsumsi migas. Penerapan sistem keselamatan migas bagi BBWM menjadi suatu keharusan di sektor hilir. BBWM memiliki sistem manajemen keselamatan yang tidak hanya dipahami oleh manajemen puncak, tapi juga oleh pekerja di lapangan. Untuk mencapai produksi kilang LPG yang maksimal selain kehandalan operasi dan produksi dibutuhkan juga komitmen semua pihak akan keselamatan, kesehatan kerja, dan pengelolaan lingkungan hidup. Ini merupakan tugas bersama supaya kegiatan ekonomi bisa berkelanjutan dan meningkatkan kepedulian lingkungan hidup. “Manajemen BBWM memiliki komitmen yang tinggi untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja terhadap pegawai, tamu, pelanggan, masyarakat serta aset perusahaan yang terkait dengan kegiatan operasional perusahaan. Sejalan dengan hal tersebut, perusahaan menetapkan kebijakan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan sebagai pedoman di setiap proses kegiatan operasional yang berlangsung di perusahaan,” terang Adhi. Sementara itu, Direktur PT BBWM Prananto Sukodjatmoko mengatakan, BBWM sebagai salah satu perusahaan perseroan daerah (Perseroda) yang bergerak di bidang pengolahan gas bumi di Indonesia ini merupakan milik Pemerintah Kabupaten Bekasi. Dengan komitmen yang tinggi dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja dari pegawai tamu, pelanggan, masyarakat, serta aset yang terkait dalam kegiatan operasional perusahaan. Bahkan, seiring waktu berjalan pun perusahaan telah menetapkan kebijakan soal keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan untuk pedoman dalam setiap proses kegiatan operasional yang berlangsung di perusahaan. Hal ini sesuai dari program kerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) lewat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. “Dengan nilai yang tinggi, hal ini merupakan sejak empat tahun belakangan ini kami selalu mendapatkan penghargaan. Namun sebelumnya melalui Kementerian ESDM saat ini melalui Kemenaker,” ucapnya. (and/adv) PRANANTO SUKODJATMOKO, DIREKTUR UTAMA PT BBWM BBWM Raih Nilai Tinggi dari Kemenaker ASET BBWM: Foto udara kilang gas milik PT BBWM di Babelan Kabupaten Bekasi. KAMIS, 19 JANUARI 2023 HARGA RP4.000 BERLANGGANAN RP96.000 TERBIT 12 HALAMAN
KAMIS, 19 JANUARI 2023 HARGA RP4.000 BERLANGGANAN RP96.000 TERBIT 12 HALAMAN Fitri Widyati, Camat Bekasi Timur Jadikan Inovasi sebagai Atraksi Inovasi seolah menjadi nafas bagi seorang Fitri Widyati. Birokrat berusia 43 tahun ini bahkan mampu menginovasi layanan publik layaknya sejumlah atraksi. ** Tak ayal sejumlah prestasi mentereng pada 2022 berhasil diborong oleh Camat Bekasi Timur ini. Mulai dari Kecamatan Terinovatif tingkat Kota Bekasi 2022, dan menjadi Kecamatan Terbaik Pertama tingkat provinsi Jawa Barat pada tahun yang sama. Sejak menjabat Camat Bekasi Timur pada 2021, tak kurang tujuh inovasi program layanan publik dia jalankan. Akselerasi pertama yang terlahir dari tangan dingin Fitri ialah ‘Jemput Bola Layanan Bekasi Timur’ (Jebolan Timur). Program ini menitikberatkan pada kesigapan aparatur dalam bertugas. “Kami punya inovasi namanya jemput bola, dimana semua akses pelayanan kita jemput. Jadi setiap pamor kami bagi ada yang tiga orang, dua orang sampai dengan seorang. Intinya disesuaikan dengan jumlah penduduk, mereka kita tempatkan di setiap RW,” jelasnya saat ditemui Radar Bekasi, Rabu (8/2). Layanan ini kerap menjadi solusi bagi masyarakat yang belum mampu mengakses sejumlah program digital yang dimiliki Pemkot Bekasi. “Jadikan dari Disdukcapil sebenarnya ada aplikasi layanan secara daring, tapi ada beberapa masyarakat yang belum paham IT sehingga kami hadir untuk membantu itu,” tuturnya. “Titik berat tugas kecamatan adalah pada pelayanan publik, dimana kami ingin memberikan pelayanan terbaik kami dengan sejumlah inovasi yang tentunya dapat memudahkan masyarakat,” ujarnya. Fitri kemudian melahirkan inovasi lainnya yang ia beri nama Pelayanan Malam (Lamar Si Eneng). Program ini melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang diberi nama Pasar Rakyat UMKM. “Lamar Si Eneng ini merupakan inovasi yang kami berikan kepada masyarakat yang siangnya sibuk bekerja. Jadi layanan ini kami buka Jumat malam pada pukul 16.00 Wib - 20.00 WIB,” ucapnya. Suasana pelayanan malam ini sama sekali tak menakutkan lantaran Fitri memberikan ruang kepada pelaku usaha untuk berjualan. Ya, situasi layanan berlangsung hidup di malam hari lantaran selasar kantor dia ubah menjadi pasar rakyat UMKM. “Mendorong para pelaku UMKM untuk menjajakan hasil jualannya, karena saya ingin masyarakat yang memiliki usaha bisa maju dan berani menjual hasil dagangannya. Untuk pasar rakyat ini biasanya sampai jam 10 malam,” terangnya. Selain dua inovasi itu, sudah dua tahun ini Fitri telah rutin menggulirkan inovasi festival budaya Bekasi Timur. “Festival budaya Bekasi timur ini berlangsung setahun sekali. Kami libatkan seluruh unsur masyarakat dari beragam suku. Tujuannya adalah mempererat tali silaturahmi dan komunikasi,” tuturnya. Suasana festival yang digelar tak hanya sekadar menciptakan kemeriahan. Sebab pada kesempatan itu, Fitri juga selipkan program lainnya yaitu Perayaan Khitan Masal (Perhiasan Timur). Program ini tentu saja menjadi akses bagi keluarga tak mampu dalam melangsungkan khitanan untuk anak lelakinya. Gelaran ‘Perhiasan Timur’ setahun lalu berhasil mengkhitan 109 anak. “Jadi dalam kegiatan festival budaya ini kami juga melakukan inovasi khitan massal, kami ajak seluruh rumah sakit yang ada di wilayah Bekasi timur untuk ikut berpartisipasi,” ucapnya. Tak habis di situ, beberapa inovasi lain seperti Operasi Sayang Siswa (OSIS) Bekasi Timur, dan Gerakan Siswa Peduli Lingkungan (Sapulidi) Bekasi Timur juga hadir sebagai akselerasi pemerintah dalam melayani masyarakat Kota Bekasi. “Inovasi OSIS Bekasi Timur, dan Sapulidi Bekasi Timur ini berfokus pada siswa untuk pencegahan tawuran. Kami lakukan giat rutin untuk menyisir anak-anak yang berkumpul untuk mencegah terjadinya tawuran,” jelasnya. Sementara untuk inovasi Sapulidi, Fitri ingin melahirkan pemahaman terkait proses pengelolaan dan pengolahan sampah kepada masyarakat Bekasi Timur. “Sapulidi ini saya terapkan di sekolah dan juga aparatur. Jadi lewat program ini kami bisa mulai memilah dan memilih mana sampah yang bisa didaur ulang dan tidak,” ucapnya. Fitri mengaku, bahwa semua inovasi yang telah ia terapkan terus dievaluasi hingga masyarakat mendapatkan layanan secara maksimal. Dan tentu saja, Fitri juga merasa bersyukur memiliki tim kerja yang brilian sehingga mampu melahirkan banyak inovasi. “Inovasi ini merupakan solusi dari setiap permasalahan yang ada, jadi kita harapkan inovasi yang dibuat bisa benar-benar PENDIDIKAN • SDN Duren VII Bekasi (1992) • SMPN 8 Bekasi (1995) • SMAN 2 Bekasi (1998) • STPDN Jatinangor (2002) • S2 Administrasi Publik STIAMI Jakarta (2009) KARIER • Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Durenjaya (2005-2009) • Sekretaris Kelurahan Durenjaya (2009-2011) • Sekretaris Kelurahan Teluk Pucung (2011) • Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian (2011-2013) • Lurah Duren Jaya (2013-2016) • Kepala Sub Bagian Hubungan Eksternal pada Bagian Humas (2016-2017) • Kepala Sub Bagian Protokol pada Bagian Humas dan Protokol (2017) • Kepala Sub Bagian Protokol dan Perjalanan Dinas pada Bagian Tata Usaha (2017) • Sekretaris Kecamatan Bekasi Timur (2017-2019) • Kepala Bagian Tata Usaha (2019-2021) • Camat Bekasi Timur (2021- sekarang) BIODATA Fitri Widyati Lahir: 14 Agustus 1980 Inovasi seolah menjadi nafas bagi seorang Fitri Widyati. Birokrat berusia 43 tahun ini bahkan mampu menginovasi layanan publik layaknya sejumlah atraksi. Tak ayal sejumlah prestasi mentereng pada 2022 berhasil diborong oleh Camat Bekasi Timur ini. Mulai dari Kecamatan Terinovatif tingkat Kota Bekasi 2022, dan menjadi Kecamatan Terbaik Pertama tingkat provinsi Jawa Barat pada tahun yang sama. Sejak menjabat Camat Bekasi Timur pada 2021, tak kurang tujuh inovasi program layanan publik dia jalankan. Akselerasi pertama yang terlahir dari tangan dingin Fitri ialah ‘Jemput Bola Layanan Bekasi Timur’ (Jebolan Timur). Program ini menitikberatkan pada kesigapan aparatur dalam bertugas. “Kami punya inovasi namanya jemput bola, dimana semua akses pelayanan kita jemput. Jadi setiap pamor kami bagi ada yang tiga orang, dua orang sampai dengan seorang. Intinya disesuaikan dengan jumlah penduduk, mereka kita tempatkan di setiap RW,” jelasnya saat ditemui Radar Bekasi, Rabu (8/2). Layanan ini kerap menjadi solusi bagi masyarakat yang belum mampu mengakses sejumlah program digital yang dimiliki Pemkot Bekasi. “Jadikan dari Disdukcapil sebenarnya ada aplikasi layanan secara daring, tapi ada beberapa masyarakat yang belum paham IT sehingga kami hadir untuk membantu itu,” tuturnya. “Titik berat tugas kecamatan adalah pada pelayanan publik, dimana kami ingin memberikan pelayanan terbaik kami dengan sejumlah inovasi yang tentunya dapat memudahkan masyarakat,” ujarnya. Fitri kemudian melahirkan inovasi lainnya yang ia beri nama Pelayanan Malam (Lamar Si Eneng). Program ini melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang diberi nama Pasar Rakyat UMKM. “Lamar Si Eneng ini merupakan inovasi yang kami berikan kepada masyarakat yang siangnya sibuk bekerja. Jadi layanan ini kami buka Jumat malam pada pukul 16.00 Wib - 20.00 WIB,” ucapnya. S u a s a n a pelayanan malam i n i sama sekali tak menakutkan lantaran Fitri memberikan ruang kepada pelaku usaha untuk berjualan. Ya, situasi layanan berlangsung hidup di malam hari lantaran selasar kantor dia ubah menjadi pasar rakyat UMKM. “Mendorong para pelaku UMKM untuk menjajakan hasil jualannya, karena saya ingin masyarakat yang memiliki usaha bisa maju dan berani menjual hasil dagangannya. Untuk pasar rakyat ini biasanya sampai jam 10 malam,” terangnya. Selain dua inovasi itu, sudah dua tahun ini Fitri telah rutin menggulirkan inovasi festival budaya Bekasi Timur. “Festival budaya Bekasi timur ini berlangsung setahun sekali. Kami libatkan seluruh unsur masyarakat dari beragam suku. Tujuannya adalah mempererat tali silaturahmi dan komunikasi,” tuturnya. Suasana festival yang digelar tak hanya sekadar menciptakan kemeriahan. Sebab pada kesempatan itu, Fitri juga selipkan program lainnya yaitu Perayaan Khitan Masal (Perhiasan Timur). Program ini tentu saja menjadi akses bagi keluarga tak mampu dalam melangsungkan khitanan untuk anak lelakinya. Gelaran ‘Perhiasan Timur’ setahun lalu berhasil mengkhitan 109 anak. “Jadi dalam kegiatan festival budaya ini kami juga melakukan inovasi khitan massal, kami ajak seluruh rumah sakit yang ada di wilayah Bekasi timur untuk ikut berpartisipasi,” ucapnya. Tak habis di situ, beberapa inovasi lain seperti Operasi Sayang Siswa (OSIS) Bekasi Timur, dan Gerakan Siswa Peduli Lingkungan (Sapulidi) Bekasi Timur juga hadir sebagai akselerasi pemerintah dalam melayani masyarakat Kota Bekasi. “Inovasi OSIS Bekasi Timur, dan Sapulidi Bekasi Timur ini berfokus pada siswa untuk pencegahan tawuran. Kami lakukan giat rutin untuk menyisir anak-anak yang berkumpul untuk mencegah terjadinya tawuran,” jelasnya. Sementara untuk inovasi Sapulidi, Fitri ingin melahirkan pemahaman terkait proses pengelolaan dan pengolahan sampah kepada masyarakat Bekasi Timur. “Sapulidi ini saya terapkan di sekolah dan juga aparatur. Jadi lewat program ini kami bisa mulai memilah dan memilih mana sampah yang bisa didaur ulang dan tidak,” ucapnya. Fitri mengaku, bahwa semua inovasi yang telah ia terapkan terus dievaluasi hingga masyarakat mendapatkan layanan secara maksimal. Dan tentu saja, Fitri juga merasa bersyukur memiliki tim kerja yang brilian sehingga mampu melahirkan banyak inovasi. “Inovasi ini merupakan solusi dari setiap permasalahan yang ada, jadi kita harapkan inovasi yang dibuat bisa benar-benar dirasakan kebermanfaatannya,” jelasnya. (dew) Jadikan Inovasi sebagai Atraksi
KAMIS, 19 JANUARI 2023 HARGA RP4.000 BERLANGGANAN RP96.000 TERBIT 12 HALAMAN RAWALUMBU - Prestasi tidak banyak. Tetapi menjadi acuan dan rujukan dari para Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan lain, di Kota Bekasi. Pasalnya, sejumlah prestasi pernah disabet oleh perempuan bernama lengkap Siti ulfatin ini. Karena aktif berorganisasi, sejak 11 Januari 2016 dia dipercaya sebagai anggota dewan pakar di PC Muslimat Kota Bekasi. Ditahun yang sama juga, dia juga kembali mendapatkan kepercayaan sebagai Ketua PAC Muslimat kecamatan Rawalumbu. Hingga saat ini, wanita yang akrab disapa ustadzah Siti ulfatin sudah menjabat menjadi Ketua PAC Muslimat NU Rawalumbu memasuki dua periode akan selesai pada tahun 2027 mendatang. Dia mengaku, masuk ke dunia organisasi NU Kota Bekasi karena ketertarikannya dalam berdakwah. Apalagi dirinya adalah pengurus yayasan pendidikan agama di Kelurahan Sepanjang Jaya Kecamatan Rawalumbu Kota Bekasi. “Biasanya PAC Muslimat NU yang datang ke saya itu meminta arahan. Contoh, terkait pengajian bagaimana biar bisa aktif. Dan bagaimana cara pendekatan kepada jamaah agar tidak bisa dalam menyampaikan ilmu atau mendakwa,” katanya. Selain pengajian yang aktif setiap minggunya, Ia juga terus mengembangkan ilmu agar para jamaah mendapatkan pahala dan keberkahan mengikuti majlis ta’lim. “Salah satunya mendengarkan jemaan Al Quran. Dalam setiap pertemuan minimal 3 juz. Dengan begitu meski tidak membaca hanya mendengar saja kita sudah dapat pahala,” ucapnya. Salah satu program yang ia gencarkan saat ini adalah jelmaah Alquran. Tujuannya, mengajak masyarakat untuk tertarik mempelajari dan mencintai Al Quran,”Ya dengan seperti itu kita akan saling bertemu dan saling tukar ilmu dengan yang lainnya. Alhamdulillah sampai saat ini Muslimat NU Kecamatan Rawalumbu mencapai ratusan anggota. Dan yang terbanyak dari PAC Muslimat NU Kecamatan lain,” ungkapnya. Ia juga mengaku, di Kota Bekasi Muslimat NU yang memiliki Ranting itu baru di kecamatan Rawalumbu dama Jati Asih. “Nanti sebulan sekali di datangi oleh pengurus PAC dari Pengasinan, Bojong Rawalumbu, Bojong Menteng dan Sepanjang Jaya. Jadi kita semua aktif dan setiap bulan ada pengajian PAC Muslimat,” jelasnya. Selain menyebarkan cinta al quran, dia juga menggagas koperasi bagi anggota PAC NU Rawalumbu. Setiap anggota wajib iuran Rp10 ribu. Nantinya uang tersebut digunakan untuk anggota yang membutuhkan.”Kalau kita aktif sudah lima tahun belakangan ini. Karena kemarin sempat Covid-19 masa jabatan saya ditambah,” tuturnya Ia juga menginginkan kepada PAC Muslimat NU di Kecamatan lainnya dapat membentuk Ranting di setiap Kelurahan yang ada.”Saya masuk ke Muslimat NU ini senang, karena bisa saling tukar ilmu. Belajar dan mengajar. Apalagi ada yang menyimak bacaan quran yang saya baca itu saya senang,” imbuhnya. Ia menghimbau, kepada ibu-ibu yang ada di Kota Bekasi jangan malu untuk belajar membaca Alquran. Dirinya siap untuk mengajarkan baik yang belum tau sama sekali dan yang belum lancar membaca Alquran dirinya siap untuk mengajarkan. “Intinya berani dan jujur untuk menjadi Muslimat NU. Dan satu lagi saya harap Muslimat NU Kecamatan lain agar bisa aktif dan mengaktifkan Ranting dan Anak Ranting. Agar kita bisa membangkitkan perempuan Kota Bekasi. Tentunya di jalur Islam,” tukasnya.(pay) Ajak Warga Bekasi Cinta Alquran SITI ULFATIN, KETUA PAC MUSLIMAT NU RAWALUMBU
KAMIS, 19 JANUARI 2023 HARGA RP4.000 BERLANGGANAN RP96.000 TERBIT 12 HALAMAN Kusnanto Saidi merupakan Direktur RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (CAM) Kota Bekasi. Lelaki berusia 50 tahun ini berusaha melakukan inovasi yang dapat mempermudah masyarakat mendapatkan informasi maupun akses layanan kesehatan dengan mudah dan cepat. Sejak 2018 sampai sekarang, Kusnanto-sapaan akrabnya-memimpin rumah sakit milik pemerintah daerah yang terletak di Jalan Pramuka Kelurahan Margajaya Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi. “Sejak awal 2018 saya diamanahi oleh wali kota untuk memperbaiki pelayanan masyarakat dan kemudahan akses serta memudahkan layanan rujukan khususnya di RSUD Kota Bekasi,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Kamis (26/1). Di tahun menjabat, Kusnanto membuat gebrakan inovasi berupa aplikasi Sistem Berobat Jalan Online (Siberojol). Ia menjelaskan, penamaan aplikasi tersebut. “Kenapa dinamakan Siberojol? karena saya ingin masyarakat mudah ingat dengan nama layanan tersebut,” ucap Kusnanto. Aplikasi tersebut dapat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Aplikasi Siberojol menyediakan layanan informasi rumah sakit seperti mulai dari pendaftaran pelayanan, jadwal dokter, poli rawat, sampai pembayaran. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat tidak perlu lagi antri dan menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. “Dengan aplikasi Siberojol, masyarakat mendapatkan layanan informasi dengan lebih mudah dan cepat,” ucapnya. Kusnanto bukanlah sosok pemimpin yang berpuas diri. Tak cukup Siberojol, Kusnanto membuat aplikasi Resep Obat Siap Antar (Sitaro) untuk lebih memudahkan masyarakat. “Aplikasi Sitaro ini juga bisa menghemat waktu masyarakat, dimana mereka bisa mendaftar kembali dengan resep obat yang sudah dikeluarkan oleh dokter. Kemudian jika tidak mau menunggu kita bisa antar sampai ke rumah dengan gratis,” tuturnya. Hadirnya inovasi Siberojol dan Sitaro ini sangat berdampak baik bagi pelayanan kesehatan masyarakat di Kota Bekasi. Terbukti saat pandemi Covid-19 melanda. “Inovasi ini sangat kami rasakan kebermanfaatannya saat pandemi, dimana masyarakat dapat lebih mudah dan cepat mendapatkan akses pelayanan kesehatan dengan aman,” ucapnya. Dua aplikasi yang dibuat tak juga cukup. Kusnanto kembali membuat aplikasi Sistem Radiologi Online (Sahroni). Aplikasi ini khusus bagi masyarakat yang mendapatkan pelayanan rawat inap, dimana hasil radiologinya bisa didapatkan dengan cepat dan tidak membutuhkan waktu lama. Aplikasi tersebut dapat diakses melalui handphone dokter. Sehingga dokter bisa mengakses kecepatan dan ketepatan diagnosa dan serta bisa dengan cepat dan tepat melakukan tindakan. “Aplikasi ini memberikan kemudahan dan kecepatan waktu, jadi tidak perlu lama-lama menunggu hasil dan melakukan tindakan,” ucapnya. Kusnanto menyampaikan, pada 2023 ini pihaknya tengah melakukan persiapan untuk membuat inovasi baru yang bertujuan untuk mendekatkan akses layanan rumah sakit terhadap kebutuhan masyarakat. “Saya bersama dengan teman-teman sedang menggodok sebuah inovasi baru, yang kami beri nama Siap Rawat Inap di Rumah (Siramah), dimana pelayanan ini diperuntukan bagi masyarakat yang enggan dirawat di rumah sakit,” ungkapnya. Dalam aplikasi Siramah ini nantinya dokter akan melakukan visit ke rumah pasien dan perawat dapat menjaga 24 jam secara bergantian dengan diberlakukan sistem tiga sif. “Semoga inovasi ini bisa disetujui walikota,” ucapnya. Kusnanto mengungkapkan, Kota Bekasi merupakan daerah metropolitan. Sebagaian besar masyarakat kota ini memiliki karakteristik yang ingin serba cepat dan tepat. “Ini menjadi tantangan bagi pelayanan kesehatan. Sehingga kami harus bisa mengimbangi dengan kebutuhan dan apa yang bisa kita berikan kepada masyarakat,” terangnya. Dikatakannya, sarana dan prasarana, upgrade kedokteran, serta digitalisasi harus terus dioptimalkan. “Mudah-mudahan ini bisa menjadi obat dan tingkat kepuasaan bagi masyarakat, karena kami terus bergerak menjadi lebih baik,” pungkasnya. (dew) Imbangi Kebutuhan Masyarakat Kota Metropolitan KUSNANTO SAIDI Lahir: Bekasi, 18 Juni 1973 PENDIDIKAN • SDN Luwung Tambelang (1988) • SMAN 1 Cikarang (1991) • S1 Kedokteran Universitas YARSI (1991) • S2 Administrasi Rumah Sakit Universitas Indonesia (2008) • S3 Prog Doktor Universitas Negeri Jakarta (Sedang ditempuh) ORGANISASI • Ketua Komisariat Wilayah Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kota Depok Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Jawa Barat (2021- sekarang) KARIER • Kasi Penunjang Medis RSUD dr. Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi (2007-2009) • Kasubag PSRS RSUD dr. Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi (2009-2011) • Kasubag Anggaran Dan Mobilisasi Dana RSUD dr. Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi (2011-2013) • Kabid SDK Dinas Kesehatan Kota Bekasi (2013-2015) • Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi (2015-2016) • Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi (2016-2018) • Direktur RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi (2018- sekarang) BIODATA KUSNANTO SAIDI Lahir: Bekasi, 18 Juni 1973 PENDIDIKAN • SDN Luwung Tambelang (1988) • SMAN 1 Cikarang (1991) • S1 Kedokteran Universitas YARSI (1991) • S2 Administrasi Rumah Sakit Universitas Indonesia (2008) • S3 Prog Doktor Universitas Negeri Jakarta (Sedang ditempuh) ORGANISASI • Ketua Komisariat Wilayah Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kota Depok Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Jawa Barat (2021- sekarang) KARIER • Kasi Penunjang Medis RSUD dr. Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi (2007-2009) • Kasubag PSRS RSUD dr. Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi (2009-2011) • Kasubag Anggaran Dan Mobilisasi Dana RSUD dr. Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi (2011-2013) • Kabid SDK Dinas Kesehatan Kota Bekasi (2013-2015) • Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi (2015-2016) • Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi (2016-2018) • Direktur RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi (2018- sekarang) BIODATA