IV SD/MI KELAS BADAN PENERBIT UNIVERSITAS MURIA KUDUS 2024 BADAN PENERBIT UNIVERSITAS MURIA KUDUS 2024 E - MOSAA E-MODUL SASTRA ANAK BERBASIS KEARIFAN LOKAL KOTA UKIR JEPARA SASTRA ANAK BERBASIS KEARIFAN LOKAL KOTA UKIR JEPARA Mellia Nor Halifah Anastasia Jevis Elrika Bidayatul Hidayah Vina Dewi Ambarwati Rani Setiawaty S. Pd., M.Pd
E-MOSAA E-Modul Sastra Anak Berbasis Kearifan Lokal Kota Ukir Jepara Penulis : Mellia Nor Halifah Anastasia Jevis Elrika Bidayatul Hidayah Vina Dewi Ambarwati Rani Setiawaty S. Pd., M.Pd. Desain Sampul dan Layouter : Mellia Nor Halifah Bidayatul Hidayah Editor : Mellia Nor Halifah Anastasia Jevis Elrika Bidayatul Hidayah Redaksi: Gondangmanis, Bae, Kudus, Kode Pos 59324 PO. BOX 53 Jawa Tengah - Indonesia Telp : 0291-438229 Fax : 0291-437198 Email : [email protected] Penerbit : Universitas Muria Kudus E-MOSAA
Prakata Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat, hidayah serta inayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan pengembangan media modul elektronik yang berjudul "Sastra Anak Berbasis Kearifan Lokal Kota Ukir Jepara", Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepoda junjungan kita Nabi Agung Muhammad beserta keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti petunjuknya hingga hari kiamat kelak, Aamiin. Modul elektronik berjudul "Sastra Anak Berbasis Kearifan Lokal Kota Ukir Jepara" ini disusun untuk menunjang pembelajaran bahasa Indonesia sastra anak untuk siswa SD kelas IV kurikulum merdeka modul elektronik tersebut bertujuan untuk memfasilitasi siswa dalam belajar memahami sastra anak dari berbagai genrenya. Seluruh bacaan yang tersaji dalam modul elektronik ini mengintegrasikan tentang kearifan lokal yang ada di Jepara. Modul elektronik ini disusun dengan bahasa yang sederhana yang dilengkapi dengan gambar sehingga mudah untuk dipelajari. Modul elektronik ini juga mengembangkan karakter mandiri dalam mengasah rasa ingin tahu siswa dalam kegiatan belajar. Penulis menyadari bahwa modul elektronik ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak diharapkan untuk kesempurnaan modul ini dan kemajuan pendidikan pada umumnya. Penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak- pihak yang telah memberikan kontribusi sehingga modul elektronik ini dapat diselesaikan dengan baik. Akhir kata, semaga modul elektronik ini dapat bermanfaat dan memudahkan proses pembelajaran bahasa Indonesia bagi guru maupun peserta didik. Kudus, 9 Mei 2024 Penulis iii
iv Daftar Isi Cover...........................................................................................................................i Persembahan..........................................................................................................ii Prakata....................................................................................................................iii Daftar Isi..................................................................................................................iv Petunjuk penggunaan..........................................................................................1 Tujuan pembelajaran dan indikator...............................................................2 Bab 1...........................................................................................................................3 Ayo membaca.....................................................................................................4 Temukan konsep...............................................................................................6 Ayo berlatih 1.....................................................................................................7 Bab 2...........................................................................................................................8 Ayo membaca.....................................................................................................9 Temukan konsep.............................................................................................10 Ayo berlatih 2...................................................................................................13 Bab 3 ........................................................................................................................14 Ayo membaca..................................................................................................15 Temukan konsep.............................................................................................16 Bab 4.........................................................................................................................18 Ayo membaca...................................................................................................19 Temukan konsep.............................................................................................21 Ayo berlatih 3..................................................................................................23 Bab 5.........................................................................................................................24 Ayo membaca..................................................................................................25 Temukan konsep.............................................................................................27 Ayo berlatih 4..................................................................................................30 Rangkuman materi.............................................................................................31 Uji kompetensi......................................................................................................32 Glosarium...............................................................................................................35 Kunci jawaban......................................................................................................39 Daftar Pustaka.....................................................................................................41 Biografi Penulis....................................................................................................42
Petunjuk Penggunaan Modul elektronik ini merupakan bahan ajar berbasis digital yang dirancang khusus untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar dalam mempelajari materi Bahasa Indonesia yang berkaitan dengan sastra anak. Isi modul ini dekat dengan lingkungan dan kehidupan sehari-hari siswa, seperti tempat wisata, kesenian, makanan khas daerah, dan lainnya yang dikemas dalam berbagai genre sastra anak, seperti cerpen, puisi, fabel, dan komik. Modul ini mencakup empat aspek keterampilan berbahasa, yakni membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Untuk mempelajari modul ini, siswa diharapkan mengikuti langkahlangkah berikut: 1.Berdoa terlebih dahulu sebelum menggunakan modul. 2.Membaca dan memahami setiap materi yang disajikan dalam modul. Mengerjakan setiap kegiatan yang terdapat dalam modul sesuai dengan instruksi yang diberikan. 3. Jika terdapat hal yang kurang dipahami, siswa dapat mendiskusikannya dengan teman atau meminta petunjuk dari guru. 4. Untuk memperluas wawasan, siswa dianjurkan mempelajari referensi lain yang berkaitan dengan materi dalam modul. 5. 1
2 Tujuan Pembelajaran dan Indikator Tujuan Pembelajaran Melalui kegiatan membaca siswa dapat memahami teks sastra anak yang terdapat pada modul elektronik ini. 1. Melalui kegiatan menulis teks sastra anak, siswa dapat membuat teks sastra anak berdasarkan jenisnya yang diintegrasikan dengan kearifan lokal daerahnya. 2. Melalui kegiatan menyimak teks sastra anak siswa dapat menerima dan memahami informasi yang didengar dengan baik. 3. Melalui kegiatan berbicara siswa dapat menyampaikan teks sastra anak dalam bentuk lisan dan santun. 4. Indikator Pembelajaran 1.Mengetahui teks sastra anak 2.Menjelaskan pengertian dan jenis teks sastra anak Membuat teks sastra anak bertema bebas yang berkaitan dengan daerah tempat tinggal 3. 4.Menyimpulkan informasi yang didengar melalui teks sastra anak. 5.Menceritakan teks sastra anak dalam bentuk lisan dan santun.
BAB 1 MENGENAL CERITA PENDEK Ayo Mengamati Amatilah gambar di atas! Bagaimanakah petualangan Umar dan Bu Maryam di desa Troso? Selamat Datang di Sentra Tenun Troso 3
Bacalah cerita pendek dibawah ini dengan cermat! Suatu hari, Umar bertanya pada Bu Maryam, "Ibu, bagaimana cara membuat kain tenun yang indah seperti itu?" Bu Maryam tersenyum dan berkata, "Ayo, Umar, kita pergi ke sentra tenun Troso. Di sana, kita akan belajar tentang tenun dan mengenal lebih dekat kain kain cantik ini." Umar dan Bu Maryam tiba di Troso. Di pintu gerbang desa, terdapat tulisan "Selamat Datang di Sentra Tenun Troso" yang dihiasi dengan motif kain tenun ikat tradisional. Umar merasa semakin penasaran, Petualangan Kain Tenun Troso Di sebuah desa bernama Troso, terletak 15 kilometer sebelum kota Jepara, hiduplah seorang anak bernama Umar. Umar sangat penasaran dengan kainkain cantik yang sering dilihatnya di pasar. Ibu Umar, Bu Maryam, adalah seorang penenun yang ahli dalam membuat tenun ikat Troso. Oleh : Bidayatul Hidayah Mereka masuk ke rumah H. Sofwan Sukri, tempat para penenun bekerja. Suara ketukan alat tenun tradisional (ATBM) mengisi ruangan. Para pekerja membawa benang dan kain hasil tenunan. Umar melihat proses pembuatan kain tenun dari dekat. Meskipun pekerjaan ini memerlukan ketelatenan, para penenun dengan semangat melanjutkan pekerjaan mereka. Ayo Membaca 4
5 Bu Maryam menunjukkan berbagai jenis motif tenun Jepara kepada Umar. Ada misris, blanket, rangrang, dan baron. Setiap motif memiliki keunikan dan keindahan tersendiri. Umar terpesona oleh kreativitas para pengrajin tenun Troso. Umar belajar bahwa tenun Troso adalah warisan budaya yang telah bertahan sejak tahun 1935. Meskipun zaman dan teknologi berkembang, proses tradisional pembuatan tenun tetap dijaga. Pengrajin menggunakan ATBM untuk mempertahankan keaslian dan keunikan motif. Umar pun berjanji akan terus mempelajari tenun Troso dan menjaga warisan budaya ini. Ia ingin suatu hari menjadi penenun yang mahir seperti Bu Maryam. --- Dengan semangat belajar, Umar dan Bu Maryam mengenali lebih dalam tentang tenun Troso. Mereka membawa pulang kain tenun cantik sebagai kenang-kenangan. Dan sejak itu, Umar pun memiliki impian untuk menjadi bagian dari cerita tenun Troso yang tak terlupakan. -Tamat-
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cerita pendek atau cerpen memiliki panjang kurang dari 10.000 kata dan fokus pada seorang tokoh yang berada dalam situasi tertentu. Cerpen adalah jenis karya sastra pendek yang memiliki cerita yang singkat dan padat. Tetapi panjang pendek ukuran fisiknya tidak jadi ukuran mutlak. (Beru Ginting, 2019) Pengertian Cerpen 1.Panjang cerpen tidak boleh lebih dari 10.000 kata. Cerpen hanya berfokus pada satu tokoh atau beberapa tokoh yang terlibat dalam cerita. 2. 3.Cerpen memiliki cerita yang singkat dan padat. 4.Cerpen memiliki alur cerita yang lebih ringkas dibandingkan dengan novel. Penokohan dalam cerpen cenderung sederhana, dengan penulis hanya menyoroti sebagian kecil dari karakter tokoh. 5. 6.Cerpen mengandung konflik atau permasalahan yang dialami oleh tokoh. Ciri-Ciri Cerpen Apakah kalian sudah tahu apa pengertian dari cerpen? Ayo simaklah penjelasan pengertian cerpen berikut agar kalian dapat memahaminya. Setelah mengetahui pengertian dari cerpen. Sekarang ayo kita simak penjelasan mengenai ciri-ciri cerpen berikut ini! Temukan Konsep 6
Ayo Berlatih 1 Setelah mempelajari materi cerpen pada halaman 4-5 tersebut, dapatkah kamu memahaminya? Jika sudah, coba jawablah beberapa soal di bawah ini! Pilihlah salah satu jawaban antara a, b, c, atau d! 1. Apa nama desa tempat Umar tinggal? a. Desa Jepara b. Desa Tenun c. Desa Troso d. Desa Sukri 2. Apa pekerjaan Ibu Umar, Bu Maryam? a. Petani b. Pedagang c. Penenun d. Penjahit 3. Apa tulisan yang ada di pintu gerbang desa saat Umar dan Bu Maryam tiba? a. "Selamat Datang di Desa Tenun Troso" b. "Selamat Datang di Sentra Tenun Jepara" c. "Selamat Datang di Sentra Tenun Troso" d. "Gerbang Masuk Desa Tenun" 4. Apa nama salah satu motif tenun Jepara yang disebutkan dalam cerpen? a. Batik b. Misris c. Kawung d. Parang 5. Sejak kapan tenun Troso menjadi warisan budaya? a. Tahun 1950 b. Tahun 1935 c. Tahun 1945 d. Tahun 1965 7
Ayo Mengamati Amatilah gambar di atas! Bisakah kita membuat puisi dari gambar diatas? UKIRAN BAB 2 MENGENAL PUISI 8
Ayo Membaca 9 Ukiran Kota Jepara Oleh : Anastasia Jevis Elrika Di Jepara, kota ukir yang indah Kayu dipahat dengan cerita yang megah Motif rumit, detail yang memukau mata Karya seni yang tak pernah lekang oleh masa Seniman berbakat mengukir dengan cinta Menghasilkan karya yang sangat berharga Jepara, tempatnya seni dan budaya Ukiranmu selalu memesona siapa saja Puisi deskriptif adalah jenis puisi yang menggambarkan atau melukiskan suatu objek, pemandangan, suasana, atau keadaan secara terperinci, jelas, dan apa adanya. Berikut ini adalah contoh dari puisi deskriptif. Teks 2 (Puisi) Mohon baca dengan saksama!
Puisi merupakan bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair dengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, penyusunan lirik dan bait, serta penuh makna. Puisi harus memiliki perpaduan unsur yang tepat agar terciptanya puisi yang menarik dan indah untuk dibaca (Panjaitan et al., 2020) Pengertian Puisi Unsur-Unsur Pembangun Puisi Apakah kalian sudah tahu apa pengertian dari puisi? Jika belum, ayo simaklah penjelasan pengertian puisi berikut agar kalian dapat memahaminya. Setelah mengetahui pengertian dari puisi. Sekarang ayo kita simak penjelasan mengenai unsur-unsur pembangun puisi berikut ini! Diksi (Pemilihan Kata) Diksi merupakan pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam menulis puisi. Setiap penyair memiliki cara tersendiri dalam memilih katakata untuk menuangkan ide dan perasaannya. Pengimajian (Citraan) Pengimajian adalah kata atau susunan kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. 1. 2. Temukan Konsep 10
Unsur-Unsur Pembangun Puisi Kata Konkret Kata konkret merupakan kata-kata yang digunakan oleh penyair untuk menggambarkan suatu lukisan keadaan atau suasana batin dengan maksud untuk membangkitkan imaji pembaca. Bahasa Figuratif Bahasa figuratif merupakan bahasa yang digunakan penyair untuk memperoleh efek kepuitisan dengan cara mempersamakan atau mempercontokan sesuatu hal dengan hal lain. Rima dan Ritme Rima adalah pengulangan bunyi dalam puisi untuk memperoleh efek penguatan atau kemerduan. Sedangkan ritme adalah pertentangan bunyi, tekanan kata, dan kedudukan kata dalam membentuk suatu keteraturan. 3. Terdapat beberapa jenis puisi yang umumnya terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu puisi modern dan puisi lama. Di bawah ini adalah beberapa jenis puisi yang umumnya ditemui: Puisi Modern Puisi Naratif Digunakan untuk menyampaikan suatu cerita, dibedakan menjadi tiga yaitu epic, romansa, dan balada. Puisi Lirik Digunakan untuk mengungkapkan perasaan atau pengalaman pribadi. Puisi Deskriptif Disampaikan oleh penulis untuk memberi kesan terhadap keadaan, perasaan, atau objek tertentu. 4. 5. 1. 2. 3. 11
Pantun a. Bersajak a-b-a-b b. Terdiri atas empat baris, dua baris sampiran dan dua baris isi. Syair a. Memiliki empat bait dan b b. Bersajak a-a-a-a serta i c. Isinya mengisahkan suatu hal. Talibun a. Terdiri dari sampiran dan isi b. Lebih dari empat baris dan selalu genap Mantra a. Jenis puisi yang dicipatakan dalam kepercayaan animism b. Dibacakan dalam acara ritual kebudayaan c. Menggunakan kata yang dapat menimbulkan efek bunyi magis. Gurindam: a. Terdiri atas dua baris, b. Berirama sama, i c. Isinya baris pertama adalah sebab d. Baris kedua berisi akibat. Karmina: Mencerminkan pesan moral, budi pekerti, nilai etika, keragaman budaya, hingga keindahan alam. Seloka Jenis puisi lama yang bersifat satir atau sindiran. Puisi Lama 12
Ayo Berlatih 2 Setelah kalian membaca puisi pada halaman 9 dengan seksama, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini! (Pilihlah antara a, b, c, atau d) 1. Kota Jepara terkenal dengan seni apa? a. Lukisan b. Tarian c. Ukiran d. Patung 2. Apa bahan utama yang digunakan untuk seni ukir di Jepara? a. Batu b. Kayu c. Logam d. Tanah liat 3. Bagaimana motif ukiran Jepara digambarkan dalam puisi? a. Sederhana b. Kasar c. Rumit d. Polos 4. Siapa yang membuat karya seni ukir di Jepara? a. Petani b. Nelayan c. Seniman d. Pedagang 5. Menurut puisi, karya seni ukir Jepara bersifat... a. Mudah rusak b. Cepat membosankan c. Tak pernah lekang oleh masa d. Hanya disukai orang dewasa 13
BAB 3 MENGENAL PANTUN Ayo Mengamati Amatilah gambar di atas! Bisakah kita membuat puisi dari gambar diatas? Pantun Nasihat | Pantun Jenaka | Pantun Adat | Pantun Kiasan | Pantun Teka-Teki 14
Ayo Membaca Ke Jepara pergi ke pantai kartini Melihat ukiran kayu yang indah Jangan sombong jangan tinggi hati Rendah hati dapat membawa faedah Ukiran Jepara sangat mahsyur Pengunjung berdatangan dari mancanegara Melihat pematung cukur-cukur Ternyata janggutnya lebih panjang dari kumis dia Jepara terkenal dengan ukirannya Motif rumit penuh makna Adat Jawa lekat di sana Budaya luhur jangan dilupa Jepara ibarat mutiara Tersohor dengan kerajinan ukirnya Keindahan motif bak ratna mulia Menggambarkan kecantikan budaya nusantara Datang ke Jepara ingin melihat Ukiran yang katanya sangat mempesona Apakah ukirannya dari emas berkilat? Atau dari kayu jati yang amat langka? Berikut ini adalah beberapa contoh pantun berdasarkan jenisnya. Mohon baca dengan saksama! Pantun Nasihat: Pantun Jenaka: Pantun Adat: Pantun Kiasan: Pantun Teka-Teki: 15
Pantun merupakan karya sastra yang terikat, baik itu dalam banyaknya baris, rima serta isi. Pantun dapat menghibur juga menegur serta menyampaikan nasihat (Desfitria & Nugraheni, 2021). Pantun terdiri dari empat baris atau larik dalam setiap baitnya. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi atau makna dari pantun tersebut. Pengertian Pantun Ciri-Ciri Pantun Apakah kalian sudah tahu apa pengertian dari pantun? Jika belum, ayo simaklah penjelasan pengertian pantun berikut agar kalian dapat memahaminya. Setelah mengetahui pengertian dari pantun. Sekarang ayo kita simak penjelasan mengenai ciriciri pantun berikut ini! Terdiri dari empat baris atau larik dalam setiap baitnya. Bersajak a-b-a-b Baris pertama dan kedua merupakan sampiran Baris ketiga dan keempat merupakan isi atau makna dari pantun tersebut. Bersifat simbolis, artinya mengandung makna tersirat di balik kata-kata yang digunakan. Mengandung pesan, nasihat, sindiran, atau kritik yang disampaikan secara halus. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Temukan Konsep 16
Jenis-Jenis Pantun Setelah mengetahui pengertian dan ciri-ciri dari pantun. Sekarang ayo kita simak penjelasan mengenai jenis-jenis pantun berikut ini! 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Pantun Nasihat, berisi nasihat atau petuah yang bijak. Pantun Jenaka, berisi lawakan atau kelucuan untuk menghibur. Pantun Adat, berisi adat istiadat, budaya, atau peribahasa suatu masyarakat. Pantun Agama, berisi ajaran atau nilai-nilai keagamaan. Pantun Percintaan, berisi ungkapan perasaan cinta atau kasih sayang. Pantun Kiasan, berisi kiasan atau ibarat untuk menyampaikan pesan tertentu. Pantun Teka-Teki, berisi teka-teki atau pertanyaan yang membutuhkan jawaban. Pantun Bersiri, terdiri dari beberapa bait pantun yang saling berhubungan dan membentuk cerita tertentu. Sesudah membaca beberapa contoh pantun di atas, selanjutnya buatlah pantun bertema bebas dengan memperhatikan strukturnya! Jawaban : ............................................................................... ............................................................................... ............................................................................... ............................................................................... ............................................................................... ............................................................................... ............................................................................... ............................................................................... 17
BAB 4 MENGENAL LEGENDA Ayo Mengamati Amatilah gambar di atas! Apakah kalian mengetahui legenda ratu kalinyamat yang terkenal di Jepara? 18
Teks 3 Bacalah cerita legenda dibawah ini dengan saksama Legenda Ratu Kalinyamat Ayo Membaca Ratu Kalinyamat ialah seorang ratu perempuan yang mendirikan sebuah kerajaan kecil di Mantingan, dekat Jepara. Ia adalah istri dari Sultan Hadirin. Namun, pada tahun 1549, ia menjadi janda setelah suaminya tewas dibunuh oleh Aryo Penangsang. Di sebuah sudut bukit yang kini menjadi Desa Tulakan, Ratu Kalinyamat yang digambarkan sangat cantik itu melakukan tapa bertahun-tahun hanya dengan rambut panjangnya yang melambai. Dalam kesendiriannya, dia berdoa kepada Tuhan untuk memberinya kekuatan untuk membalaskan dendamnya terhadap Aryo Penangsang, yang merupakan murid kesayangan Sunan Kudus. Bagi sebagian besar masyarakat Jepara, kisah tentang Laku Topo Wudo Ratu Kalinyamat menjadi legenda yang menggambarkan dirinya sebagai seorang pemimpin atau ratu yang sangat terkenal pada masanya. Jika dipikir secara logika, tidak mungkin bagi Sang Ratu untuk melakukan Topo dengan telanjang bulat. Selain itu, Ratu Kalinyamat masih berada di bawah perlindungan Sultan Hadi Wijaya. Beberapa orang menyatakan bahwa keadaan telanjang adalah bentuk ketulusan dan kejujuran kepada Allah, sebagai upaya untuk memohon petunjuk dalam menghadapi tantangan kehidupan. Sebaliknya, ada pendapat yang mengatakan bahwa masa Jawa kuno masih sangat dipengaruhi oleh budaya kejawen, sehingga tidak perlu terlalu mendalam mengenai hal tersebut. Hal ini karena pemahaman yang keliru dapat menyesatkan dalam agama. 19
Lebih baik kita mengacu pada ajaran Al-Qur'an dan Hadis. Ada yang berpendapat bahwa perjalanan Topo Wudo Ratu Kalinyamat adalah upaya mencari pemahaman akan tujuan hidup dari Sang Pencipta. Ini merupakan ekspresi dari keyakinan tertinggi dalam menghadapi tantangan kehidupan manusia. Dengan mempelajari kehidupan dan peran Ratu Kalinyamat, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai perkembangan historis dan peran serta kedudukan wanita Indonesia. Ratu Kalinyamat menjadi gambaran sosok wanita yang tidak terikat oleh tradisi. Kegiatan dan peran yang dilakukan oleh Ratu Kalinyamat menunjukkan bahwa anggapan wanita Jawa dari golongan bangsawan sangat dibatasi oleh feodalisme tidaklah benar. Kasus Ratu Kalinyamat jelas menunjukkan bahwa wanita dari kalangan bangsawan sebenarnya memiliki peluang besar untuk berperan dalam berbagai bidang, baik politik maupun ekonomi. Peluang ini terbuka karena adanya dukungan dari otoritas tradisional, terutama melalui garis keturunan. Sumber : https://eprints.walisongo.ac.id/1218/4/4104054 dengan pengubahan oleh Mellia Nor Halifah 20
Dalam KBBI, legenda adalah cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya dengan peristiwa sejarah. Legenda merupakan cerita rakyat dalam bentuk prosa, dan dianggap benar-benar pernah terjadi, baik dari pewaris aktif ataupun pewaris pasif (audience). Legenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh empunya cerita sebagai suatu kejadian yang sungguh-sungguh pernah terjadi (Yelly, 2019). Pengertian Legenda Ciri-Ciri Legenda Apakah kalian sudah tahu apa pengertian dari legenda? Jika belum, ayo simaklah penjelasan pengertian legenda berikut agar kalian dapat memahaminya. Setelah mengetahui pengertian dari legenda. Sekarang ayo kita simak penjelasan mengenai ciriciri legenda berikut ini! Terjadi di alam nyata. Karakteristik yang seolah-olah benar ada. Tokoh legenda adalah rakyat biasa dengan makhluk supranatural. Sejarah kolektif tidak bersifat murni atau berbeda dengan sejarah aslinya. Menceritakan asal-usul sebuah tempat, mulai dari nama hingga bentuk tempatnya. Temukan Konsep 1. 2. 3. 4. 5. 21
Jenis-Jenis Legenda Apakah kalian sudah tahu apa saja jenis-jenis legenda? Jika belum, ayo simaklah penjelasan jenis-jenis legenda berikut agar kalian dapat memahaminya. Legenda Keagamaan (Religious Legend) Legenda keagamaan adalah legenda yang kisahnya berhubungan dengan kehidupan keagamaan. Legenda Alam Gaib (Supernatural Legend) Legenda alam gaib adalah cerita rakyat yang berhubungan dengan mahlukmahluk ghaib atau supernatural. Legenda Perseorangan (Personal Legend) Legenda perseorangan merupakan kisah hidup seseorang yang berakhir dengan kematian ataupun tidak. Legenda Setempat (Local Legend) Legenda setempat adalah cerita yang mengisahkan asal usulnya nama sebuah tempat. Selain nama tempat, legenda jenis ini juga mengisahkan asal usul bentuk tempat seperti bukit, dataran, berjurang, dan lainnya. 22
Ayo Berlatih 3 Apa yang terjadi pada suami Ratu Kalinyamat? a. Dia meninggal karena sakit b. Dia dibunuh oleh Aryo Penangsang c. Dia meninggalkan Ratu Kalinyamat untuk pergi berlayar d. Dia menikah lagi dengan Ratu Kalinyamat Apa yang dikatakan sebagian masyarakat Jepara mengenai Ratu Kalinyamat? a. Dia adalah seorang penyihir b. Dia adalah seorang yang sangat sombong c. Dia adalah seorang pemimpin yang sangat terkenal pada masanya d. Dia adalah seorang yang tidak bertanggung jawab Apa yang diminta Ratu Kalinyamat kepada Tuhan? a. Untuk memberinya kekuatan fisik b. Untuk membalaskan dendamnya terhadap Aryo Penangsang c. Untuk memberinya harta yang melimpah d. Untuk memberinya seorang suami baru Apa yang dipercayai sebagai makna dari "topo wudo" dalam cerita tersebut? a. Perjalanan spiritual menuju pencerahan b. Perburuan harta karun c. Pertarungan fisik melawan musuh d. Pemulihan kesehatan melalui obat-obatan tradisional Apa yang dikemukakan tentang peran Ratu Kalinyamat dalam perkembangan historis dan peranan wanita Indonesia? a. Wanita Jawa tidak pernah memiliki peran penting dalam sejarah b. Wanita Jawa hanya berperan dalam ranah rumah tangga saja c. Wanita bisa memiliki peran penting dalam politik dan ekonomi d. Wanita Jawa hanya berperan dalam kesenian dan budaya saja Setelah kalian membaca cerita legenda Ratu Kalinyamat pada halaman 19-20, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini! (Pilihlah antara a, b, c, atau d) 1. 2. 3. 4. 5. 23
BAB 5 MENGENAL FABEL 24 Ayo Mengamati Amatilah gambar di atas! Bisakah kita bisa membuat cerita fabel yang menarik dari gambar diatas ?
Ayo Membaca 25 Di kaki Gunung Muria, tersembunyi sebuah air terjun yang mempesona bernama Songgo Langit. Air terjun ini tidak hanya terkenal karena keindahannya, tetapi juga karena legenda yang menyertainya. Konon, air terjun ini dapat memberikan keabadian bagi mereka yang mandi di sana. Suatu hari, seekor kelinci yang bijaksana dan penasaran ingin mengetahui kebenaran dari legenda tersebut. Ia memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Air Terjun Songgo Langit. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan berbagai hewan lain yang juga tertarik dengan legenda air terjun. Mereka adalah Kancil yang cerdik, Monyet yang lincah, dan Burung Merak yang anggun. Masing-masing memiliki alasan mereka sendiri untuk mencari air terjun ajaib itu. Kancil ingin kecerdikannya abadi, Monyet ingin selalu lincah dan ceria, sedangkan Burung Merak ingin kecantikannya tak lekang oleh waktu. Teks 4 Bacalah cerita fabel dibawah ini dengan saksama Si Kura-kura Tua Oleh : Bidayatul Hidayah
Setelah melewati hutan lebat dan bukit yang curam, mereka akhirnya sampai di Air Terjun Songgo Langit. Airnya yang jernih dan sejuk tampak mengundang. Namun, sebelum mereka memutuskan untuk mandi, seekor Kura-kura tua mendekati mereka. Kura-kura tua itu berkata, "Air terjun ini memang indah, tetapi keabadian bukanlah sesuatu yang harus kalian cari. Yang terpenting adalah bagaimana kalian menjalani hidup kalian dengan penuh makna dan kebaikan." Hewan-hewan itu merenungkan kata-kata Kura-kura tua dan menyadari bahwa mereka telah memiliki kehidupan yang berharga. Mereka pun memutuskan untuk tidak mandi di air terjun, tetapi tetap menjaga dan melestarikan keindahan Air Terjun Songgo Langit agar generasi mendatang juga dapat menikmatinya. Dan begitulah, Air Terjun Songgo Langit tetap menjadi tempat yang misterius dan indah, dijaga oleh hewan-hewan hutan yang bijaksana. -Tamat26
Fabel merupakan cerita pendek berupa dongeng yang menggambarkan watak dan budi pekerti manusia yang diibaratkan pada binatang. Karakter-karakter yang terdapat pada binatang tersebut dianggap mewakili karakterkarakter manusia dan diceritakan mampu berbicara dan bertindak seperti halnya manusia (Syafutri, 2016). Pengertian Fabel Ciri-Ciri Fabel Apakah kalian sudah tahu apa pengertian dari fabel? Jika belum, ayo simaklah penjelasan pengertian fabel berikut agar kalian dapat memahaminya. Setelah mengetahui pengertian dari fabel. Sekarang ayo kita simak penjelasan mengenai ciriciri fabel berikut ini! Tokoh-tokohnya berupa binatang yang wataknya menyerupai manusia. Alur ceritanya singkat dan sederhana. Karakter tokoh ada yang baik dan buruk. Tema dan pesan moral fabel terkadang dituliskan dalam cerita. Pendahuluan cerita sangat singkat dan tidak berbelit-belit. Temukan Konsep 1. 2. 3. 4. 5. 27
Jenis-Jenis Fabel Fabel Alami Adalah fabel yang menceritakan para binatang dengan menggunakan sifat alami dari para binatang itu di kehidupan nyata. Misalnya saja, si singa yang berwatak buas dan ganas, kura-kura yang lambat, dsb. Fabel Adaptasi Adalah fabel yang memberikan watak tokoh para binatang dengan mengubah dari watak asli mereka di dunia nyata. Fabel ini juga biasanya menggunakan latar di tempat-tempat lain atau bukan berlatar alam bebas. Misalnya seperti latar di jalan raya, di halaman rumah, atau rumah makan. Apakah kalian sudah tahu apa saja jenis-jenis fabel? Jika belum, ayo simaklah penjelasan jenis-jenis fabel berikut agar kalian dapat memahaminya. Jenis berdasarkan Paparan Watak Tokoh a. b. Jenis Berdasarkan Kemunculan Pesan Fabel Berkoda Fabel berkoda adalah fabel yang memunculkan pesan secara jelas dan mudah ditemukan. Fabel Tanpa Koda Fabel tanpa koda adalah fabel yang pesannya harus disimpulkan sendiri oleh pembaca. Karena, pesan tidak dicantumkan secara tertulis di akhir fabel. b. a. 28
Struktur Fabel Setelah mengetahui jenis-jenis dari fabel. Sekarang ayo kita simak penjelasan mengenai struktur fabel berikut ini! Orientasi Orientasi adalah bagian permulaan pada sebuah cerita fabel yang berisikan dengan pengenalan cerita fabel tersebut yang diantaranya seperti pengenalan tokoh, pengenalan latar tempat dan waktu, pengenalan background atau tema dan lain sebagainya. Komplikasi Komplikasi adalah klimaks pada sebuah cerita yang berisikan mengenai puncak masalah yang dialami dan dirasakan oleh tokoh. Resolusi Resolusi adalah bagian dari teks yang berisikan dengan pemecahan permasalahan yang dialami dan dirasakan oleh tokoh. Koda Koda adalah bagian terakhir dari teks cerita yang berisikan pesan-pesan dan atau amanat yang terdapat didalam cerita fabel itu sendiri. 29
Ayo Berlatih 4 Setelah membaca fabel Si Kura-Kura Tua pada halaman 25-26, pilihlah salah satu jawaban antara a, b, c, atau d! 1. Siapa yang bukan termasuk tokoh dari cerita di atas? a. Kancil b. Burung Merpati c. Monyet d. Kelinci 2. Apa yang membuat Air Terjun Songo Langit terkenal? a. Keindahannya b. Legenda yang menyertainya c. Kura kura tua yang menjaganya d. Airnya yang jernih 3. Mengapa seekor kelinci ingin mengetahui kebenaran dari Legenda Air Terjun Songo Langit? a. Mencari keabadian b. Penasaran c. Ingin bertemu kura kura tua d. Ingin mandi di air terjun 4. Apa yang dikatakan kura-kura tua kepada hewan yang sampai di Air Terjun Songo Langit? a. Air terjun ini memang indah b. Keabadian bukanlah sesuatu yang harus dicari c. Hewan-hewan harus mandi di air terjun d. Kura-kura tua ingin menjaga air terjun 5. Apa yang diputuskan oleh para hewan setelah mendengar kura-kura? a. Mandi di air terjun b. Mencari keabadian c. Menjaga dan melestarikan keindahan air terjun d. Tidak pergi ke air terjun 30
Rangkuman Materi Cerpen adalah jenis karya sastra pendek yang memiliki cerita yang singkat dan padat. Cerpen biasanya ditulis dengan bahasa yang sederhana agar mudah dimengerti oleh pembaca. Puisi merupakan bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyairdengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, penyusunan lirik dan bait, serta penuh makna. Pantun merupakan bentuk puisi dalam kesusastraan Melayu yang paling luas dikenal. Pantun terdiri dari empat baris atau larik dalam setiap baitnya. Legenda adalah cerita rakyat yang berlatar sejarah dan umumnya menceritakan asal-usul suatu tempat ataupun budaya masyarakaT. Fabel merupakan cerita pendek berupa dongeng yang menggambarkan watak dan budi pekerti manusia yang diibaratkan pada binatang. 1. 2. 3. 4. 5. 31
Uji Kompetensi 32 Apa jenis karya sastra pendek yang memiliki cerita yang singkat dan padat? a. Puisi c. Legenda b. Pantun d. Cerpen Apa bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair dengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, penyusunan lirik dan bait, serta penuh makna? a. Cerpen c. Pantun b. Puisi d. Legenda Apa bentuk puisi dalam kesusastraan Melayu yang paling luas dikenal dan terdiri dari empat baris atau larik dalam setiap baitnya? a. Cerpen c. Pantun b. Puisi d. Legenda Apa cerita rakyat yang berlatar sejarah dan umumnya menceritakan asal-usul suatu tempat ataupun budaya masyarakat? a. Cerpen c. Pantun b. Puisi d. Legenda Apa cerita pendek berupa dongeng yang menggambarkan watak dan budi pekerti manusia yang diibaratkan pada binatang? a. Fabel c. Puisi b. Cerpen d. Pantun A. Pilihlah salah satu jawaban a,b,c atau d yang paling tepat! 1. 2. 3. 4. 5.
33 Di Jepara, seekor kura-kura bernama Kuri hidup dengan bahagia. Ia suka melihat kerajinan kayu di desa. Suatu hari, Kuri bertemu dengan seorang pengrajin kayu terkenal, Bambang. Kuri meminta Bambang mengajarkannya membuat ukiran. Dengan penuh semangat, Kuri belajar dengan gigih. Setelah beberapa waktu, Kuri membuat ukiran yang indah dan terkenal di desa. Ia bahkan berpartisipasi dalam pameran seni dan mendapatkan banyak penghargaan. Kuri menjadi inspirasi bagi banyak orang di Jepara, membuktikan bahwa dengan tekad dan kerja keras, siapa pun bisa mencapai impian mereka. Kuri, kura-kura Jepara yang istimewa! Bacalah dengan cermat kutipan cerpen di bawah ini untuk menjawab soal nomor 6-10! Apa kesukaan Kuri dalam cerita? a. Menjelajahi sungai c. Bertemu dengan Bambang b. Melihat kerajinan kayu d. Membuat ukiran Siapa yang mengajari Kuri untuk membuat ukiran? a. Bambang c. Pengrajin kayu lainnya b. Kuri d. Tidak disebutkan Apa hasil dari usaha keras Kuri dalam belajar membuat ukiran? a. Ia menjadi terkenal di desa c. Ia menjadi kaya b. Ia mendapat banyak teman baru d. Ia kehilangan semangat Bagaimana Kuri menjadi inspirasi bagi banyak orang di Jepara? a. Dengan mengikuti pameran seni c. Dengan membuat ukiran indah b. Dengan menjelajahi sungai d. Dengan bertemu Bambang Pesan moral apa yang dapat dipetik dari cerita ini? a. Keberanian adalah kunci kesuksesan b. Semangat dan kerja keras dapat mengubah hidup seseorang c. Kura-kura adalah hewan yang istimewa d. Membuat ukiran adalah hal yang mudah 6. 7. 8. 9. 10.
34 B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1. Apa pengertian dari cerpen! 2. Apa saja ciri-ciri dari cerpen? 3. Apa pengertian dari puisi! 4. Apa saja unsur-unsur dalam puisi? Buatlah puisi singkat yang mengangkat kearifan lokal di daerahmu berdasarkan pengalaman kalian masing-masing! 5.
Glosarium 35 A Adaptasi: Jenis fabel yang mengubah watak asli binatang menjadi karakter yang berbeda, seringkali menggunakan latar selain alam bebas. Adat: Kebiasaan atau tradisi yang berlaku dalam masyarakat, sering diabadikan dalam pantun adat. Agama: Keyakinan atau sistem kepercayaan yang dianut oleh seseorang atau sekelompok orang, tema dalam pantun agama. Alam Gaib: Dunia yang berhubungan dengan makhluk-makhluk supernatural atau ghaib, sering menjadi tema dalam legenda alam gaib. Alami: Jenis fabel yang menggunakan sifat asli binatang sebagaimana adanya di dunia nyata. Alur Cerita: Jalan cerita dalam fabel yang biasanya singkat dan sederhana. Amanat: Pesan moral yang terkandung dalam fabel, sering disampaikan di bagian koda. Asal-usul: Awal mula atau sejarah dari nama atau bentuk suatu tempat, biasanya diceritakan dalam legenda setempat. Audience: Penerima cerita atau pewaris pasif yang mempercayai kebenaran legenda. B Background: Latar belakang cerita, termasuk pengenalan tokoh, tempat, dan waktu dalam orientasi fabel. Bait: Satu unit dalam pantun yang terdiri dari empat baris atau larik. Bangsawan: Golongan masyarakat kelas atas, sering menjadi tokoh dalam legenda seperti Ratu Kalinyamat. Bersajak: Pola rima dalam pantun, biasanya a-b-a-b, dimana baris pertama bersajak dengan baris ketiga dan baris kedua bersajak dengan baris keempat. Budaya: Kebiasaan dan tradisi suatu masyarakat yang sering digambarkan dalam legenda.
36 C Cantik: Gambaran fisik yang sering digunakan untuk mendeskripsikan tokoh seperti Ratu Kalinyamat. Cerita Rakyat: Kisah-kisah yang diwariskan turun-temurun dalam masyarakat, termasuk legenda. F Fabel: Cerita pendek berupa dongeng yang menggambarkan watak manusia yang diibaratkan pada binatang. Feodalisme: Sistem sosial dan politik yang didasarkan pada kekuasaan golongan bangsawan, yang dibantah oleh peran aktif Ratu Kalinyamat dalam legenda. I Isi: Makna atau pesan yang terkandung dalam baris ketiga dan keempat pantun. J Jenaka: Jenis pantun yang berisi humor atau kelucuan untuk menghibur. K Karakter: Sifat atau watak tokoh dalam fabel, baik yang baik maupun buruk. Kejawen: Budaya dan kepercayaan Jawa kuno, yang mempengaruhi praktik dan pemahaman dalam legenda. Kerajaan: Entitas politik yang diperintah oleh seorang ratu atau raja, seperti kerajaan kecil yang didirikan oleh Ratu Kalinyamat. Kiasan: Gaya bahasa yang menggunakan perumpamaan atau ibarat, biasanya terdapat dalam pantun kiasan. Koda: Bagian terakhir dari fabel yang berisi pesan moral atau amanat cerita. Komplikasi: Klimaks dalam fabel yang berisi puncak masalah yang dialami oleh tokoh.
37 L Larik: Baris dalam pantun; setiap bait pantun terdiri dari empat larik. Latar: Tempat dan waktu di mana cerita fabel berlangsung, diperkenalkan dalam bagian orientasi. Legenda: Cerita rakyat berlatar sejarah yang dianggap benar-benar terjadi, sering menceritakan asal-usul suatu tempat atau budaya masyarakat. M Makhluk Supernatural: Entitas yang berada di luar batas-batas alam biasa, sering muncul dalam legenda alam gaib. Makna: Pesan atau isi yang tersirat dalam pantun, sering terdapat dalam baris ketiga dan keempat. Mantingan: Lokasi dekat Jepara di mana Ratu Kalinyamat mendirikan kerajaannya. Melayu: Suku bangsa yang terkenal dengan tradisi pantunnya, bagian dari kesusastraan Melayu. Moral: Pesan atau ajaran yang terkandung dalam fabel, sering disampaikan melalui karakter binatang. N Nasihat: Petuah atau saran bijak yang disampaikan melalui pantun nasihat. O Orientasi: Bagian awal fabel yang memperkenalkan tokoh, latar, dan tema cerita. P Pantun: Bentuk puisi dalam kesusastraan Melayu yang terdiri dari empat baris dalam setiap bait, dengan baris pertama dan kedua sebagai sampiran dan baris ketiga dan keempat sebagai isi. Pendahuluan: Bagian cerita yang sangat singkat dan langsung menuju ke inti cerita.
38 Pesan Moral: Ajaran atau nasihat yang terkandung dalam fabel. Pewaris Aktif: Orang yang menceritakan dan menyebarkan legenda. Pewaris Pasif: Orang yang mendengarkan dan mempercayai kebenaran legenda. Politik: Bidang yang berhubungan dengan pemerintahan, salah satu bidang yang ditekuni oleh Ratu Kalinyamat. R Rakyat Biasa: Tokoh dalam legenda yang berasal dari kalangan masyarakat umum. Religious Legend: Legenda yang berhubungan dengan kehidupan keagamaan. Resolusi: Bagian fabel yang berisi pemecahan masalah yang dialami oleh tokoh. S Sampiran: Bagian pantun yang terdiri dari baris pertama dan kedua, biasanya tidak memiliki hubungan makna langsung dengan isi. Sejarah Kolektif: Sejarah yang dikenal oleh masyarakat luas, namun tidak selalu akurat atau murni. Simbolis: Mengandung makna tersirat yang disampaikan melalui simbol atau kiasan dalam pantun. T Tapa: Praktik meditasi atau bertapa, yang dilakukan oleh Ratu Kalinyamat dalam legendanya. Teka-Teki: Pertanyaan atau teka-teki yang disampaikan dalam bentuk pantun teka-teki. Tema: Inti cerita atau pesan utama yang disampaikan dalam fabel. Tokoh: Karakter utama dalam fabel yang biasanya berupa binatang dengan sifat manusia. Topo Wudo: Bentuk tapa yang dilakukan oleh Ratu Kalinyamat dengan kondisi telanjang sebagai simbol ketulusan dan kejujuran. W Watak: Karakter atau sifat tokoh dalam fabel, seperti baik, buruk, bijaksana, atau cerdik.
Kunci Jawaban 39 Ayo Berlatih 1 Ayo Berlatih 2 Ayo Berlatih 3 Ayo Berlatih 4 1.C 2.C 3.C 4.B 5.B 1.C 2.B 3.C 4.C 5.C 1.B 2.C 3.B 4.A 5.C 1.B 2.A 3.B 4.B 5.C
Kunci Jawaban 40 Uji Kompetensi 1.D 2.B 3.C 4.D 5.A 6.B 7.A 8.A 9.C 10.B A. Cerpen adalah jenis karya sastra pendek yang memiliki cerita yang singkat dan padat. Cerpen biasanya ditulis dengan bahasa yang sederhana agar mudah dimengerti oleh pembaca. 1. Beberapa ciri-ciri cerpen antara lain memiliki cerita yang singkat dan padat, fokus pada satu peristiwa atau konflik, memiliki karakter utama yang jelas, dan ditulis dengan bahasa yang sederhana. 2. Puisi merupakan bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair dengan bahasa yang terikat irama, rima, penyusunan lirik dan bait, serta penuh makna. 3. Unsur-unsur dalam puisi antara lain irama, rima, penyusunan lirik dan bait. 4. Kebijakan guru (sesuai dengan keadaan dan pengalaman pribadi siswa. 5. B.
Daftar Pustaka 41 Cerpen Melalui Media “Elegi Esok Pagi ” Karya Ebid G.Ade Siswa Kelas Xi Sma Swasta Nasional Namotrasi Tahun Pelajaran 2018/2019. Jurnal Serunai Bahasa Indonesia, 16(2). Beru Ginting, S. U. (2019). Peningkatan Keterampilan Menulis Desfitria, R., & Nugraheni, A. S. (2021). Pengembangan Materi Ajar Pantun Pada Buku Tematik Kelas V Tema 4. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 2(1), 13–23. Panjaitan, M. O., Telaumbanua, E. A., & Ariani, F. (2020). Analisis Gaya Bahasa dalam Puisi “Danau Toba” Karya Sitor Situmorang. Asas: Jurnal Sastra, 9(1). Syafutri, H. D., & Hidayati, F. (2016). Fabel sebagai Alternatif Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Sastra Anak. Universitas Sebelas Maret, 1, 123–134. Yelly, P. (2019). Analisis Makhluk Superior (Naga) Dalam Legenda Danau Kembar (Kajian Semiotika Roland Barthes; Dua Pertandaan Jadi Mitos). Jurnal Serunai Bahasa Indonesia, 16(2), 121–125.
Biografi Penulis 42 Penulis bernama Mellia Nor Halifah biasa dipanggil "Melli". Lahir di Jepara, pada tanggal 3 Maret 2004. Berdomisili di Desa Kalipucang Kulon RT 4 RW 4, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara. Merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muria Kudus yang kini duduk di semester 4. Penulis bernama Bidayatul Hidayah biasa dipanggil "Bida". Berdomisili di Jl. R. Agil Kusumadya, Desa Jati Kulon RT 4 RW 6, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muria Kudus yang kini duduk di semester 4. Aktif berorganisasi yakni mengikuti UKM Forum Ilmiah Mahasiswa dan UMK Broadcasting.
Biografi Penulis 42 Penulis bernama Anastasia Jevis Elrika biasa dipanggil "Jevis". Lahir di Pati, pada tanggal 11 September 2004. Berdomisili di desa Tegalombo RT 6 RW 3, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati. Merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muria Kudus yang kini duduk di semester 4. Penulis bernama Vina Dewi Ambarwati biasa dipanggil "Vina". Lahir di pati pada tanggal 1 Februari 2005. Berdomisili di desa Sambirowo RT 3 RW 4, Kecamatan pucakwangi, Kabupaten Pati. Merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muria Kudus yang kini duduk di semester 4.
Biografi Penulis 43 Rani Setiawaty, Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Muria Kudus. Penulis pakar dalam bidang linguistik umum dan pembelajaran bahasa Indonesia. Penulis menempuh pendidikan S-1 dan S-2 pada Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penulis telah banyak menulis artikel ilmiah yang diterbitkan pada jurnal nasional dan internasional terakreditasi. ID Scopus 57215901367 , ID Sinta 6797373, dan email [email protected].
E-modul ini berfungsi sebagai panduan belajar bagi siswa kelas IV Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Di dalam emodul ini terdapat materi mengenai pengenalan Sastra Anak dengan berbagai jenis seperti cerita pendek, puisi, pantun, cerita legenda, dan cerita fabel dengan tujuan agar siswa dapat memahami konsep Bahasa Indonesia dan memperluas pengetahuan mereka tentang sastra. E-modul ini dilengkapi dengan materi, rangkuman, dan latihan soal seputar jenis jenis sastra, yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia siswa. Modul ini ditulis menggunakan bahasa yang sederhana dan dilengkapi dengan gambar-gambar, sehingga mudah dipahami oleh siswa.