Pelatihan Manajemen dan SMART ASN
Siap Jadi
SMART ASN
Penulis
Arlistria Muthmainnah, S.E., MM
Peserta Latsar CPNS Tahun 2022 Kemendikbudristek
Gel 3 Angkatan X
1 SMART ASN
Melihat kembali pada sejarah, era revolusi industri 1.0 dimulai pada
tahun 1784 yang ditandai dengan adanya produksi mekanis yang
menggunakan tenaga air dan uap. Lalu berkembang menjadi revolusi industri
2.0 pada tahun 1870 yang ditandai dengan dimulainya produksi massal
berdasarkan pembagian kerja, dan revolusi industri 3.0 pada tahun 1969 yang
ditandai dengan penggunaan elektronik dan teknologi informasi guna
otomatisasi produksi.
Optimalisasi strategi 6P adalah jalan utama untuk mencapai birokrasi Indonesia berkelas
dunia. Setiawan menekankan, tahun 2019 adalah tahun terakhir RPJMN ke-3 dimana sistem
merit menjadi fokus pembangunan ASN. Artinya, setiap instansi pemerintah sudah tidak asing
dengan sistem ini, dan harus benar-benar menerapkan sistem merit dalam setiap seleksi.
Perlu diingat, sistem merit adalah kebijakan dan manajemen SDM aparatur negara yang
berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar. Adil dan wajar berarti
tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin,
status pernikahan, umur, ataupun kondisi kecacatan.
Menyambut tahun 2020, Indonesia masuk ke dalam Grand Design Pembangunan ASN 2020-
2024. Kementerian PANRB gencar memperbaiki kinerja ASN mulai dari tahap rekrutmen yang
kini sudah menggunakan sistem digital. Harapannya, dengan sistem rekrutmen yang berhasil
menekan angka kecurangan, pemerintah bisa mendapatkan orang-orang terpilih yang akan
menggerakkan sistem pemerintahan Indonesia. Mereka yang terpilih dengan sistem ini,
diharapkan bisa menjadi Smart ASN 2024 untuk membawa birokrasi Indonesia berkelas dunia.
Setiawan menjelaskan, Smart ASN memiliki profil yang disiapkan untuk menghadapi era
disrupsi dan tantangan dunia yang semakin kompleks. Profil Smart ASN meliputi integritas,
nasionalisme, profesionalisme, berwawasan global, menguasai IT dan bahasa asing,
berjiwa hospitality, berjiwa entrepreneurship, dan memiliki jaringan luas. “Di tahun 2024, kita
ingin mendapatkan anak-anak dengan profil ini (Smart ASN). Dengan itu kita akan
mendapat digital talent dan digital leader,” tegas Setiawan.
2 MANAJEMEN ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN
yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik,
bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Manajemen ASN lebih
menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu
tersedia sumber daya aparatur sipil Negara yang unggul selaras dengan perkembangan
jaman.
Berdasarkan jenisnya, Pegawai ASN terdiri atas:
1) Pegawai Negeri Sipil (PNS); dan
2) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan kebijakan
yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas dari pengaruh
dan intervensi semua golongan dan partai politik Untuk menjalankan kedudukannya
tersebut, maka Pegawai ASN berfungsi sebagai berikut:
a. Pelaksana kebijakan public;
b. Pelayan public; dan
c. Perekat dan pemersatu bangsa
Agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dapat
meningkatkan produktivitas, menjamin kesejahteraan ASN dan akuntabel, maka
setiap ASN diberikan hak. Setelah mendapatkan haknya maka ASN juga
berkewajiban sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya. ASN sebagai profesi
berlandaskan pada kode etik dan kode perilaku. Kode etik dan kode perilaku ASN
bertujuan untuk menjaga martabat dan kehormatan ASN. Kode etik dan kode perilaku
yang diatur dalam UU ASN menjadi acuan bagi para ASN dalam penyelenggaraan
birokrasi pemerintah