The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by maulanalutfi415, 2022-10-01 00:29:16

MENGANALISIS UNSUR PEMBANGUN PUISI

MENGANALISIS UNSUR PEMBANGUN PUISI

kelas X

MENGANALISIS
UNSUR PEMBANGUN

PUISI




Kelas Bahasa Indonesia LUTFI MAULANA

UNSUR FISIK PUISI

Unsur fisik puisi terdiri atas:

1.Perwajahan puisi (tipografi), yaitu bentuk

puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi

unsur-unsur kata kata, tepi kanan-kiri, pengaturan
barisnya, hingga baris puisi yang tidak

pembangun puisi selalu dimulai dengan huruf kapital dan
diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal

tersebut sangat menentukan

pemaknaanterhadap puisi.

unsur-unsur 2. Diksi
pembangun puisi



Diksi adalah pemilihan kata-kata
yang dilakukan oleh penyair dalam
puisinya
Pemilihan kata-kata dalam puisi
erat kaitannya dengan makna,
keselarasan bunyi, dan
urutankata.

3. IMAJI

unsur-unsur Imaji, yaitu kata atau susunan kata-
pembangun puisi katayang dapat mengungkapkan
pengalaman indrawi, seperti
penglihatan, pendengaran, dan
perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi
tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji
penglihatan (visual), dan imaji raba
atau sentuh (imaji taktil). Imaji dapat
mengakibatkan pembaca seakan-
akan melihat, mendengar, dan
merasakan seperti apa yang dialami
penyair.

4. Kata konkret

Kata konkret, yaitu kata yang dapat
ditangkapdengan indra yang memungkinkan
munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan
dengan kiasan atau lambang. Misalnya kata
konkret “salju” melambangkan kebekuan cinta,
kehampaan hidup, dan lain-lain.

5. Gaya bahasa

Gaya bahasa, yaitu penggunaan bahasa yang
dapat menghidupkan atau meningkatkan efek dan
menimbulkan konotasi tertentu. Bahasa figuratif
menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya
memancarkan banyak makna atau kaya akan
makna. Gaya bahasa disebutjuga majas.


Adapun macam-macam majas antara lain
metafora, simile,personifikasi, litotes, ironi,
sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora,
pleonasme, antitesis, alusio, klimaks,antiklimaks,
satire, pars pro toto, totem pro parte, dan
paradoks.

6. Rima atau irama






Rima atau irama adalah
persamaan bunyi pada puisi, baik di
awal, tengah, dan akhir baris puisi.

UNSUR BATIN Tema
PUISI

Tema atau makna (sense) adalah pokok

persoalanyang disampaikan pengarangdalam

puisinya. Tema sebuah puisi dapat disampaikan

secara langsung maupun tidak langsung (makna puisi

dapat ditemukan setelahmembacadan

menafsirkannya).

RASA




Rasa (feeling), yaitu sikap penyair terhadap pokok
permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan
tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial
dan psikologi penyair,misalnya latar belakangpendidikan,
agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam
masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan
pengetahuan.

NADA (TONE)

Nada (tone), yaitu sikap penyairterhadap
pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema
dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan
nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan
pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan
masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada
sombong, menganggap bodoh dan rendahpembaca,
dan lain-lain.

AMANAT

Amanat/tujuan/maksud (intention),
yaitu pesan yang ingin disampaikan
penyair kepada pembaca.

ANALISISLAH
PUISI

BERIKUT

DKI. IBaZmryUaraownawi

Kalau aku merantau lalu datang musim kemarau
Sumur-sumur kering, daunan pun gugur bersama reranting
Hanya mata air air matamu ibu, yang tetap lancar mengalir
Bila aku merantau
Sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku
Di hati ada mayang siwalan memutikkan sari-sari kerinduan
Lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar
Ibu adalah gua pertapaanku
Dan ibulah yang meletakkan aku di sini
Saat bunga kembang menyemerbak bau sayang
Ibu menunjuk ke langit, kemudian ke bumi
Aku mengangguk meskipun kurang mengerti
Bila kasihmu ibarat samudera

Sempit lautan teduh tempatku mandi, mencuci lumut pada diri
Tempatku berlayar, menebar pukat dan melempar sauh
Lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku
Kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan
Namamu, ibu, yang kan kusebut paling dahulu
Lantaran aku tahu engkau ibu dan aku anakmu
Bila aku berlayar lalu datang angin sakal
Tuhan yang ibu tunjukkan telah kukenal
Ibulah itu bidadari yang berselendang bianglala
Sesekali datang padaku
Menyuruhku menulis langit biru
Dengan sajakku

Setelah membaca
puisi tersebut

kerjakan soal berikut
ini pada LKPD yang

sudah tersedia

Pertanyaan

1.Analisislah unsur fisik pada puisi tersebut!
2.Analisislah unsur batin pada puisi tersebut!


Click to View FlipBook Version