The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by novihariyani40, 2023-08-20 18:28:09

INSTRUMEN SUPERVISI AKADEMIK (1)

INSTRUMEN SUPERVISI AKADEMIK (1)

INSTRUMEN SUPERVISI AKADEMIK Pembelajaran berdiferensiasi Pembelajaran yang berpihak pada murid


Tiga Tahapan Supervisi Akademik PRA OBSERVASI Kegiatan yang dilakukan sehari sebelum pelaksanaan observasi kelas minimal 15 menit sebelum observer melakukan observasi kelas OBSERVASI KELAS proses pengamatan yang dilakukan didalam kelas sesuai waktu yang telah disepakati PASCA OBSERVASI Kegiatan yang dilakukan setelah pelaksanaan observasi kelas. pada fase ini observer/ supervisor menggali apa yang menjadi kelebihan dan perbaikan dari kegiatan observasi kelas


PRA OBSERVASI KELAS Guru menyampaikan apa yang menjadi tujuan pembelajaran TUJUAN PEMBELAJARA Guru menyampaikan area pengembangan murid yang hendak dicapai AREA PENGEMBANGAN YANG HENDAK DICAPAI Guru menyampaikan strategi yang dipersiapkan, metode yang digunakan serta media yang digunakan STRATEGI YANG DIPERSIAPKAM


Mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara nyaman Penggunaan Komunikasi Positif adanya timbal balik antara murid dan guru; adanyatimbal balik juga antara murid dengan murid. Contoh perilaku guru: Interaksi terjadi dua arah (tidak didominasi oleh guru saja). Mendorong interaksi antarmurid pada saat pembelajaran (mendorong murid untukmengekspresikan pendapatnya, perasaannya, pilihannya. Validasi perasaan)." 1. 2. (2a) Interaktif: PENYIAPAN LINGKUNGAN BELAJAR


(2B) EMPATIK: GURU INGIN TAHU DAN MENCOBA MEMAHAMI SUDUT PANDANG MURID CONTOH : GURU MENDENGARKAN SECARA AKTIF PENDAPAT/PENJELASAN DARI MURID. GURU MENGAJUKAN PERTANYAAN UNTUK MENGKLARIFIKASI PENDAPAT/ PENJELASAN MURID (2C) EMOSI POSITIF: GURU MENGEKSPRESIKAN EMOSI POSITIF SELAMA BERINTERAKSI DENGAN ,MURID CONTOH TIDAK MENGGUNAKAN KATA BERMUATAN NEGATIF YANG DAPAT MERENDAHKAN DIRI MURID. MENUNJUKKAN EKSPRESI EMOSI POSITIF (SEPERTI: SENYUM, PANDANGAN MATA DIARAHKAN PADA MURID, EMOSI SENANG, ANTUSIAS, RAMAH, DLL.) MERESPON TANGGAPAN MURID DENGAN TETAP MENGHARGAI DAN MENGAPRESIASI PENDAPAT MURID.


3. PENERAPAN DISIPLIN GURU BERUPAYA MENERAPKAN PRINSIP RESTITUSI; YAITU MENGUATKAN DAN MENGAJARKAN MURID BAHWA KESALAHAN DAPAT MENJADI KESEMPATAN UNTUK BELAJAR. RESTITUSI JUGA MENEKANKAN REFLEKSI DIRI MURID TENTANG APA YANG BISA MEREKA LAKUKAN KETIKA MELAKUKAN KESALAHAN. 4. PEMBERIAN MOTIVASI GURU MENDORONG MURID UNTUK MAU DAN SEMANGAT BELAJAR.


Memandu proses belajar mengajar yang efektif Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dari sesi tersebut. Guru menghubungkan materi pembelajaran sebelumnya dengan tujuan pembelajaran sesi tersebut. Guru menyampaikan relevansi tujuan/materi pembelajaran dengan kehidupan seharihari/Menyampaikan pentingnya materi tersebut untuk kehidupan murid Guru menjelaskan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan pada sesi pembelajaran. PEMBUKAAN PROSES BELAJAR


Memandu proses belajar mengajar yang efektif Guru memberikan scaffolding untuk membantu murid yang mengalami kesulitan. Scaffolding yang dimaksud adalah suatu teknik pembelajaran di mana murid diberikan sejumlah bantuan, kemudian perlahan-lahan diadakan pengurangan terhadap bantuan tersebut hingga pada akhirnya, murid dapat menunjukkan kemandirian yang lebih besar dalam proses pembelajaran. PENDEKATAN DALAM MENDAMPINGI MURID


Memandu proses belajar mengajar yang efektif Diferensisasi Proses Diferensiasi Konten Diferensiasi Produk PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN


Memandu proses belajar mengajar yang efektif Guru mengajak murid mengambil rangkuman dan kesimpulan dari pembelajaran sesi tersebut Guru bersama murid merefleksikan pembelajaran Guru mengapresiasi kemajuan yang dicapai murid Memberikan tindak lanjut/ tugas PENUTUPAN PROSES BELAJAR


Melakukan Assesmen dan Umpan Balik UMPAN BALIK (1) Assessment of learning (2) Assessment for learning (3) Assessment as learning (4) Differentiated assessment Menetapkan bentuk asesmen (contoh, latihan soal, tugas laporan) sesuai dengan kemampuan murid Asesmen meliputi: MELAKUKAN ASESMEN


PASCA OBSERVASI KELAS Guru merefleksikan / berpikir ulang terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan REFLEKSI GURU Memuat tujuan percakapan dan identifikasi masalah yang dihadapi selama kegiatan pembelajaran TOPIK PERCAKAPAN rencana yang yang akan dilakukan untuk memperbaiki masalah yang dihadapi dan waktu pelaksanaan rencana RENCANA TINDAK LANJUT


Thank You!


Click to View FlipBook Version