Koneksi Antar Materi Modul 2.1 Jakarta Timur Ismi Hardiyanti, S.Pd. SDN Klender 14 Pagi CGP Angkatan 8
Perkenalkan Agustian Kahar Hidayat Fasilitator Lili Yulistiani Pengajar Praktik Ismi Hardiyanti CGP Angkatan 8
Pengertian Pembelajaran Berdiferensiasi Pembelajaran Berdiferensiasi adalah sebuah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. (Tomlinson 2000). Pembelajaran Berdiferensiasi adalah Pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar siswa. Guru memfasilitasi siswa sesuai dengan kebutuhan belajarnya karena tiap siswa terlahir dengan karakterisitik yang berbeda-beda sehingga guru tidak bisa memberikan perlakuan yang sama pada tiap murid.
Menentukan Tujuan Pembelajaran. Melakukan pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan tiga aspek, yaitu kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar murid (bisa dilakukan melalui wawancara, observasi, atau survey menggunakan angket, dil). Merencanakan pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan hasil pemetaan (memberikan berbagai pilihan baik dari strategi, materi maupun cara belajar). Mengevaluasi dan merefleksi pembelajaran yang sudah berlangsung. 1. 2. 3. 4. Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas
Modul 1.1 Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara Kaitan Antar Materi Di Tiap Modul Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak Modul 1.3 Visi Guru Penggerak Modul 1.4 Budaya Positif Modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi Profil Pelajar Pancasila
Dalam filosofinya, KHD menyampaikan bahwa pendidikan sejatinyan adalah menuntun segala potensi dalam diri murid sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagian yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia ataupun anggota masyarakat. Setiap murid kita terlahir dengan karakteristiknya masing-masing dan keunikannya tersendiri. Dengan memahami hal tersebut, maka seorang guru harus mempu menyelenggarakan Pembelajaran Berdiferensiasi yang dapat mengakomodir segala kebutuhan belajar murid melalui pemetaan kesiapan belajar, minat belajar dan profil belajar serta menerapan strategi pembelajaran berdiferensiasi sehingga guru dapat mewujudkan pendidikan yang berpihak pada murid. Kaitan Antara Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Filosofi Pemikiran KHD (Modul 1.1)
Seorang guru penggerak haruslah memiliki Nilai Guru Penggerak (Mandiri. Refelktif, Kolaboratif, Inovatif dan Berpihak Pada Murid) serta memiliki Peran Guru Penggerak (Menjadi Pemimpin Pembelajaran, Menjadi Coach Bagi Guru Lain, Mendorong Kolaborasi, Mewujudkan Kepemimpinan Murid dan Menggerakkan Komunitas Praktisi). Ketika seorang guru sudah memiliki Nilai dan Peran Guru Penggerak, maka guru tersebut akan mampu merancang Pembelajaran Berdiferensiasi Ketika seorang guru sudah memiliki Nilai dan Peran Guru Penggerak maka guru tersebut akan mampu merancang Pembelajaran Berdiferensiasi yang dapat mengakomodir segala kebutuhan belajar murid melalui pemetaan kesiapan belajar, minat belajar dan profil belajar serta menerapan strategi pembelajaran berdiferensiasi sehingga guru dapat mewujudkan pendidikan yang berpihak pada murid. Kaitan Antara Pembelajaran Berdiferensiasi dengan nilai dan peran guru penggerak (Modul 1.2)
Dalam menyusun Visi Guru Penggerak, guru dapat menggunakan pendekatan IA dengan tahapan BAGJA untuk mewujudkan Pembelajaran yang Berpihak Pada Murid Dengan menyusun Visi yang berpihak pada murid serta memahami hal tersebut, maka seorang guru harus mempu menyelenggarakan Pembelajaran Berdiferensiasi yang dapat mengakomodir segala kebutuhan belajar murid melalui pemetaan kesiapan belajar, minat belajar dan profil belajar serta menerapan strategi pembelajaran berdiferensiasi sehingga guru dapat mewujudkan pendidikan yang berpihak pada murid. Kaitan Antara Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Visi guru penggerak (Modul 1.3)
Wujud dari penerapan Budaya Positif di sekolah adalah dengan terselenggaranya Pembelajaran Berdiferensiasi di setiap kelas dengan posisi kontrol guru sebagai manajer. Suasana pembelajaran di dalam kelas akan terasa nyaman dan menyenangkan karena murid merasa dihargai akan hak dan kendalinya dalam proses belajar serta memiliki ikatan yang positif dengan guru. Ketika seorang guru sudah menerapkan Budaya Positif maka guru tersebut akan mampu merancang Pembelajaran Berdiferensiasi yang dapat mengakomodir segala kebutuhan belajar murid melalui pemetaan kesiapan belajar, minat belajar dan profil belajar serta menerapan strategi pembelajaran berdiferensiasi sehingga guru dapat mewujudkan pendidikan yang berpihak pada murid. Kaitan Antara Pembelajaran Berdiferensiasi dengan budaya positif (Modul 1.4)
Semua materi yang ada pada modul 1.2, 1.2, 1.3 dan 1.4 memiliki keterkaitan materi yang saling berkesinambungan dengan Pembelajaran Berdiferensiasi ini yang ada pada modul 2.1baik dari Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara yang menekankan bahwa pendidikan adalah sejatinya proses menuntun tumbuh kembangnya murid sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman anak. Nilai dan Peran Guru Penggerak yang diharapkan dapat melekat pada diri semua guru sehingga guru dapat menjadi Pemimpin Pembelajaran di kelas, Perumusan Visi yang diharapkan dapat mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid serta Budaya Positif yang senantiasa dapat diterapkan secara konsisten di kelas yang dapat menunjang proses Pembelajaran Berdiferensiasi ini. Kesimpulan
I' m glad to meet you! Thank you