#50 GEREJA ST PERAWAN MARIA DIANGKAT KE SURGA
PAROKI KATEDRAL JAKARTA
APRIL
2021 Jl. Katedral No. 7B, Jakarta 10710
T. (021) 3457746 - 3519186
e-mail: [email protected]
www.katedraljakarta.or.id
facebook/instagram: katedraljakarta
WARTA MINGGUAN
Hari Minggu Paskah II (Hari Minggu Kerahiman Ilahi)
11 April 2021
DAMAI SEJAHTERA BAGI KAMU Sementara itu, buah-buah dari
pengalaman akan Yesus yang bangkit dan
Oleh: Rm. Christian Yudo, SJ hidup itu ada dalam olah pembaruan diri.
Pertama, dari perubahan keadaan batin
Hari ini kita memasuki minggu kedua paskah mereka. Semula para murid merasa takut
yang juga merupakan Minggu Kerahiman dan berkumpul di tempat yang terkunci
Ilahi. Minggu Kerahiman Ilahi adalah (Yoh 20:19,26). Mereka seakan kehilangan
perayaan Gerejani untuk menghormati harapan karena ditinggalkan orang yang
kegenapan cinta Allah Yang Maharahim. Hal menjadi pegangan. Namun karena
ini ditetapkan oleh Paus Yohanes Paulus II kehadiran Yesus dalam hidup mereka,
pada waktu kanonisasi Suster Faustina, merekapun mengalami damai dan menjadi
penerima anugerah kerahiman Allah, pada pribadi yang kuat dalam menghadapi
tanggal 30 April 2000. Pesta ini mau tantangan. Kedua, pembaruan diri itu
mengingatkan manusia akan belas kasih bukan seperti magic, namun proses
Allah yang tanpa batas dan mengajak perlahan untuk menerima nafas Yesus,
semua manusia untuk saling mengasihi dan bagian dari hidup Yesus. Bagian dari hidup
meneguhkan satu sama lain seperti bacaan- Yesus yang mana? Bagian dari
bacaan yang akan kita dengarkan hari perutusanNya untuk menampilkan wajah
minggu ini. Allah yang maharahim. “Sama seperti
Bapa mengutus Aku, demikian juga
Sekurangnya, ada dua pesan utama dari sekarang Aku mengutus kamu” (Yoh 20:21).
bacaan Injil hari minggu ini: pertama bahwa
Yesus yang disalibkan tetap hidup dan Perutusan untuk membawa kerahiman
kedua, pengalaman akan Yesus yang bangkit Allah itulah wujud nyata pembaruan diri.
dan hidup itu memperbarui cara hidup Perutusan ini butuh latihan perlahan,
manusia. Yesus yang tetap hidup itu seperti para murid yang melatih diri untuk
diwujudkan dengan Ia menunjukkan tangan berbagi harapan pada orang yang
dan lambung-Nya kepada para murid (Ia dijumpai, mendatangi orang yang
tidak hilang dari hidup mereka), ia menemani membutuhkan, mendengarkan keluh kesah
para murid-Nya yang ketakutan ataupun yang lain, tidak membiarkan diri mereka
mengalami keraguan. Inilah bukti nyata dari
kerahiman ilahi yakni bahwa Ia tidak dikuasai kebencian. BagaimaBnaACdAeJnUgaGnA:
meninggalkan para murid-Nya dan terus
menemani perjalanan mereka. kita? Apakah kita hanya berhenti pada
mengenang kerahiman Allah itu atau
berani memancarkan kerahiman Allah
dalam hidup kita?
KATEKESE
DOA RATU SURGA
Doa Ratu Surga (Puji Syukur No. 16)
P Ratu Surga bersukacitalah, Alleluya.
U Sebab Ia yang sudi kaukandung, Alleluya.
P Telah bangkit seperti yang disabdakanNya, Alleluya.
U Doakanlah kami pada Allah, Alleluya.
P Bersukacitalah dan bergembiralah, Perawan Maria, Alleluya.
U Sebab Tuhan sungguh telah bangkit, Alleluya.
Marilah berdoa: (bersama-sama)
Ya Allah, Engkau telah menggembirakan dunia dengan kebangkitan Putra-Mu,
Tuhan kami Yesus Kristus. Kami mohon, perkenankanlah kami bersukacita dalam
kehidupan kekal bersama bunda-Nya, Perawan Maria. Demi Kristus, Pengantara
kami. Amin.
Kapan ini didoakan/didaraskan?
Secara tradisi, doa “Ratu Surga” (Regina Caeli) didoakan dengan berdiri, pada
waktu pagi (06.00), siang (12.00) dan sore (18.00). SELAMA MASA PASKAH, Doa
“Ratu Surga” ini adalah doa untuk menggantikan doa “Malaikat Tuhan” (Angelus).
Mengapa selama Masa Paskah, Doa Malaikat Tuhan diganti Doa
Ratu Surga?
Ada beberapa alasan dan sejarah dibalik perubahan tersebut:
- Yang pertama terkait dengan kesesuaian misteri yang hendak direnungkan. Doa
Malaikat Tuhan merujuk pada misteri Inkarnasi, yaitu ketika “Sabda menjadi
manusia dan tinggal di antara kita” sedangkan doa Ratu Surga merujuk pada
misteri Paskah, yaitu pemenuhan dari misteri Inkarnasi, “Ia yang sudah kau
kandung telah bangkit seperti disabdakan-Nya.” Maka, sudah sepantasnya jika
doa Ratu Surga lebih sesuai dengan misteri yang ingin direnungkan dalam masa
paskah.
- Yang kedua terkait dengan tradisi. Diperkirakan bahwa antifon dalam “Ratu
Surga” berasal dari Abad ke-10 atau ke-11. Antifon ini ditemukan dan digunakan
dalam Antiphonarium Pertapaan St. Lupo di Benevento Abad 12, sedangkan teks
musik tertua tentang Ratu Surga disimpan di Vatikan, yaitu sebuah manuskrip dari
tahun 1171. Jadi, bukti-bukti historis menunjukkan bahwa doa Ratu Surga sudah
ada dalam khazanah kekayaan Gereja sejak waktu yang cukup lama.
KATEKESE
- Yang ketiga terkait dengan dimulainya perubahan doa tersebut. Pada tanggal 20
April 1742, Paus Benedictus XIV menyetujui bahwa selama masa Paskah (mulai
dari hari Raya Paskah sampai dengan Hari Raya Pentakosta), doa angelus
(malaikat Tuhan) diganti dengan antifon Regina Caeli (Ratu Surga), untuk
menegaskan misteri yang ingin direnungkan selama paskah dan juga kedalaman
dan kekayaan makna doa Ratu Surga yang sudah ada lama di dalam Gereja.
Apa makna doa ratu surga?
Doa Ratu Surga ingin mengungkapkan suatu permohonan kepada Allah Bapa, agar
bersama Maria kita dimampukan untuk menikmati sukacita dan kegembiraan
kebangkitan Yesus Kristus. Sukacita yang seperti apa? Sukacita penebusan dan
kegembiraan sebagai manusia baru, seperti halnya Maria yang diundang untuk
bersukacita saat Malaikat Gabriel datang kepadanya dan memilihnya menjadi
bunda Mesias sang penyelamat (Ave Maria, gratia plena).
Maka kita pun diundang untuk senantiasa rendah hari, bersyukur (bahkan di
tengah-tengah situasi sulit yang kita alami dalam hidup sehari-hari) dan untuk
terus memperbarui diri sehingga nantinya kita beroleh Kebangkitan bersama-Nya
di surga, bersama Bunda-Nya, orang-orang kudus dan semua orang yang kita
cintai! “Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya” (Mat. 28:6) dan
juga dapat kita temukan dalam doa “Ratu Surga”.
Mengapa dengan perantaraan Maria?
Arah dari doa ini adalah ALLAH. Namun kita mohon dengan perantaraan maria.
Ketika Yesus berkata kepada Yohanes saat Ia berada di atas kayu salib “Inilah
Ibumu” (Yoh. 19:27), Ia menunjuk kepada Maria bukan hanya sebagai ibu dari
murid yang dikasihi-Nya, tetapi juga sebagai ibu dari semua orang Kristiani, ibu
kita juga, sebagaimana telah dicatat oleh para teolog selama berabad-abad. Kita
berterima kasih kepada Bunda Maria untuk peran pentingnya dalam penyelamatan
kita sebagai pengantara kita dengan Yesus.
Gelar “Ratu Surga” tidak hendak menyatakan Maria sebagai saingan Allah dengan
kekuasaan surgawi-Nya. Maria dinyatakan sebagai Ratu justru karena kerendahan
hatinya yang menyerahkan seluruh hidupnya untuk melakukan kehendak Allah.
Allah sungguh merajai seluruh diri Maria.
JADWAL MISA
KETENTUAN MISA TATAP MUKA / OFFLINE
Misa tatap muka di Gereja Katedral hanya dibuka untuk:
Misa Harian jam 18.00
Misa Mingguan: SABTU jam 16.00 (jadwal tambahan per 10 April 2021)
MINGGU jam 09.00
Syarat dan ketentuan mengikuti misa di Gereja Katedral:
- Sehat, umur 18-59 tahun, sementara hanya untuk umat Paroki Katedral
- Sudah terdaftar di KK Biduk KAJ
- Mendaftar melalui website BELARASA --> http://belarasa.id
JADWAL MISA
MISA HARIAN & MINGGUAN
TEKS MISA MINGGUAN
WA Katedral Jakarta: 08119277177
Kirim pesan dengan mengetik angka:
1 : untuk teks misa mingguan
2 : untuk jadwal misa
3 : untuk info sekretariat
(Mohon perhatian: nomor WA di atas tidak dapat menjawab
chat / membalas pertanyaan selain informasi di atas)
PERMOHONAN INTENSI MISA
Umat diberi kesempatan untuk menyampaikan intensi misa di
semua jam misa (harian dan mingguan).
Permohonan dapat diajukan melalui Sekretariat Paroki (021-
345paling lambat 1 (satu) minggu sebelumnya.
PENGUMUMAN
PENGUMUMAN PERKAWINAN
PERTAMA
1. Siska Putri Giawa - Paroki Katedral Wilayah St. Fransiskus Xaverius
Lingkungan St. Aloysius Gonzaga & Riko Wijaya - Jakarta Pusat.
2. Mikael Eka Jaya Tumewu - Paroki Katedral Wilayah St. Ignatius Loyola
Lingkungan St. Bernardinus Realino & Pratiwi Dewi De Neefe Suardana
Paroki St. Maria Ratu Rosari, Gianyar - Bali
3. Yohana Fransisca Surati - Paroki Katedral Wilayah St. Fransiskus Xaverius
Lingkungan St. Stanislaus Kotska & Fransiskus Xaverius Nyoto - Paroki
Bekasi St. Arnoldus Wilayah St. Yakobus Lingkungan St. Yakobus 1
4. Christopher Jonathan Selvyn - Paroki Katedral Wilayah St. Ignatius
Loyola Lingkungan St. Bernardinus Realino & Natasha Efendy - Paroki Villa
Melati Mas St. Ambrosius Wilayah III Lingkungan St. Sesilia
5. Caecilia Maya Dharmahutama - Paroki Katedral Wilayah Gregorius
Lingkungan St. Tberesia Avilla & Denis Reinard - Paroki Toasebio St. Maria
de Fatima Wilayah St. Cecilia 1 Lingkungan St. Magdalena IV
PERSEMBAHAN KASIH
Umat diperkenankan memberikan persembahan kasih
melalui transfer atau scan QR code berikut:
Kolekte I:
BCA 391 300 1245
a.n. Gereja Katolik Katedral
Kolekte II:
CIMB 7061 9399 7300
a.n Gereja Katolik Katedral Jakarta
SEKRETARIAT
PELAYANAN SEKRETARIAT PAROKI
Senin - Sabtu: 08.00 - 18.00, Minggu libur
Pelayanan tatap muka terbatas dan mengikuti protokol.
Nomor telepon: 021-3457746 dan 3519186
E-mail: [email protected]
MEDIA SOSIAL PAROKI
FOLLOW & SUBSCRIBE:
@katedraljakarta
(instagram.com/katedraljakarta)
Katedral Jakarta
(facebook.com/katedraljakarta)
Komsos Katedral Jakarta
(youtube.com/komsoskatedraljakarta)
www.katedraljakarta.or.id
Kami mengajak Lingkungan/Seksi/Kategorial untuk berbagi cerita dan foto kegiatan lewat
e-mail: [email protected]
Sertakan dengan keterangan tentang kegiatan (tempat, waktu, dll).
Foto yang memenuhi syarat dapat ditampilkan di FB, Instagram atau warta mingguan (bukan
foto selfie, tidak buram & terlihat jelas jenis kegiatannya).