The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Bahan Ajar Seni Lukis Teknik Aquarel

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by mochamadb21, 2022-11-10 18:36:48

Bahan Ajar

Bahan Ajar Seni Lukis Teknik Aquarel

Keywords: Seni Lukis,Aquarel,Teknik Aquarel

Bahan Ajar

Oleh:
Moch. Agil Syahryal Baequni



A. Kompetensi Dasar Dan Indikator Pencapaian Kompetensi
No. Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

1. 3.1 Mengevaluasi unsur, 3.1.1 Menafsirkan teknik berkarya seni lukis
prinsip, teknik dan
prosedur berkarya seni teknik aquarel (C5)
lukis denganberbagai
3.1.2 Menyimpulkan prosedur berkarya seni
bahan
lukis teknik aquarel (C5)

4.1 Membuat karya seni Lukis 4.1.1 Merancang karya seni rupa dua dimensi
dengan menggunakan menggunakan berbagai media dan
berbagai media dan teknik teknik dengan melihat model
dengan melihat model
4.1.2 Mengeksplorasi berbagai teknik pada
media kertas, dan

4.1.3 Mengomunikasikan hasil karya seni
Lukis Teknik aquarel.

B. Tujuan Pembelajaran

• Setelah mengamati penyajian tayangan ppt (condition) bersama guru,
peserta didik (audience) dapat menafsirkan (behaviour) informasi
mengenai teknik aquarel dengan benar (degree)

• Setelah mengamati tayangan ppt (condition) bersama guru, peserta
didik dapat menyimpulkan (behavior) informasi mengenai prosedur
berkarya seni lukis teknik aquarel dengan benar (degree)

• Setelah menyusun konsep dan prosedur melukis teknik aquarel
(condition), peserta didik (audience) dapat membuat karya seni lukis
teknik aquarel dengan benar (degree).

C. Materi Pembelajaran
• Teknik berkarya seni lukis aquarel
• Prosedur berkarya seni lukis aquarel
• Membuat karya seni Lukis aquarel

D. Metode Pembelajaran

Pendekatan : Pendekatan ilmiah (scientific approach)
Model : Project Based Learning (PjBL)
Metode : Diskusi, Tanya jawab,Ceramah dan Penugasan proyek

Untuk memudahkan Anda mempelajari materi dalam bab ini, perhatikan peta konsep berikut.

Karya Seni
Rupa

Pemahaman Pembuatan Karya
Dasar Karya Seni Rupa
Seni Rupa
Pembuatan Karya
Bahan, Media Unsur Seni Prinsip Dasar Seni Rupa
dan Teknik Rupa Komposisi
- Tentukan objek
Bahan: 1. Titik - Kesatuan (Unity) - Siapkan kertas dan pensil
- Cat Minyak 2. Garis - Keserasian - Pilih sudut pandang yang sesuai
- Cat Akrilik 3. Bidang (Harmony)
4. Bentuk - Buatlah sketsa objek
- Cat Air 5. Warna - Keseimbangan - Ciptakan komposisi
- Cat Plakat 6. Gelap terang (Balance) - Perhatikan proporsi model
7. Tekstur - Hapus garis kontruksi
dll. 8. Ruang dan - Fokus Perhatian - Masukkan detail benda
Kedalaman (Center of interest) - Berikan efek bayangan
Media : - Berikan nada penegasan
- Kertas - Keseimbangan - Perdalam nada ruang sekitar objek
- Kanvas (Proportion)

dll. - Irama (Rhyme)
- Kontras/ Gradasi
Teknik:
- Transparan

- Tempel
- Plakat
- Kolase

dll.

Apa itu
Seni Lukis?

Ada beberapa pengertian seni lukis menurut para ahli, sebagai berikut:

Menurut Harry Sulastianto
Definisi seni lukis menurut Sulastiano adalah cabang seni rupa murni yang
berwujud dua dimensi, biasanya dilakukan di atas kanvas dengan
menggunakan cat minyak atau cat akrilik.

Menurut Soedarso SP (2002)
Arti seni lukis menurut Soedarso merupakan sebuah karya manusia yang
mengkomunikasikan pengalaman-pengalaman batinnya, pengalaman batin
tersebut disajikan secara indah sehingga merangsang timbulnya pengalaman
batin pula pada manusia lain yang menghayatinya.

Dapat disimpulkan bahwa Seni Lukis merupakan kebebasan berekspresi
sebagai ungkapan perasaan dan gagasan manusia yang dituangkan dalam
bidang dua dimensional dengan menggunakan garis dan warna

Melukis merupakan kegiatan seni lukis di permukaan yang datar dengan
melibatkan ekspresi, emosi, dan gagasan secara penuh

A. Prinsip Dalam
Seni Lukis

1. Kesatuan(Unity)
Menurut Sidik (1981: 47), kesatuan atau unity adalah penyusunan

atau pengorganisasian dari elemen-elemen seni demikian rupa sehingga
menjadi kesatuan organic dan harmoni antara bagian-bagian dengan
keseluruhan. Kesatuan merupakan penyusunan dari elemen-elemen seni
rupa sehingga tiap-tiap bagianbagian yang tersusun tidak terlepas dengan
bagian lainnya dsamping itu untuk memperoleh kesatuan bentuk dan
keharmonisan di antara semua elemen.

2. Keseimbangan(Balance)
Prinsip keseimbangan berhubungan dengan berat ringan nya suatu

karya seni. Karya seni diatur agar mempunyai daya tarik yang sama di
setiap sisinya. Prinsip keseimbangan ini memberikan pengaruh besar pada
kesan suatu susunan unsur – unsur seni rupa. Balance bisa dibuat

3. Irama (Rythme)
Irama atau Ryhme merupakan pengulangan satu atau lebih unsur secara
teratur dan terus menerus sehingga mempunyai kesan bergerak.
Pengulangan ini bisa berwujud bentuk, garis, atau rupa – rupa warna.
Pengulangan unsur bentuk jika diletakkan ditempat yang sama maka akan
terlihat statis, berbeda dengan irama harmonis maka menghasilkan nilai
estetika yang unik.

4. Proporsi (Kesebandingan)
Proporsi adalah kesebandingan ukuran yang ideal dan harmonis antara
bagian-bagian benda yang menjadi objek lukisan yang dapat diamati.
Prinsip ini bertanggung jawab membandingkan bagian satu dengan bagian
lainnya sehingga terlihat selaras dan enak dipandang. Besar kecil,
panjang pendek, luas sempit, tinggi rendah adalah masalah prinsip
proporsi

5. Pusat Perhatian (Center of Interest)
Prinsip seni rupa ini disebut juga prinsip dominasi adalah usaha untuk
menampilkan bagian tertentu dari karya seni rupa sehingga terlihat
menonjol atau gampangnya terlihat berbeda dengan bagian yang lain di
sekitarnya. Bisa dilakukan dengan cara mengatur posisi, warna, ukuran,
dan unsur lainnya.

6. Keselarasan (Harmoni)

Keselarasan adalah prinsip guna menyatukan unsur yang ada di dalam
seni rupa dari berbagai bentuk berbeda. Keselarasan muncul dengan
adanya kesesuaian, kesamaan, dan tidak bertentangan. Keselarasan bisa
dimunculkan dengan cara mengatur warna, pencahayaan, bentuk dengan
rapi atau tidak terlalu mencolok satu sama lain. Tujuan prinsip harmoni
ini untuk menciptakan perpaduan yang selaras

B. Tujuan
Berkarya Seni

Lukis

Seni lukis memiliki beberapa fungsi dan tujuan bagi pelukisnya. Berikut
merupakan beberapa tujua seni lukis secara umum:

Tujuan Berkarya Contoh Karya Lukis

Tujuan Religius, yakni sebagai

1 bTuejnuatnuk pReelniggiuasb, diyaanknyi ansegbadgiatiujubkeantnuk
kpeenpgaadbdaiaTnuyhanagnd.itujukan kepada Tuhan.

2 Tujuan Kritik Sosial, yakni untuk
mTuejunaunnKjuriktikaSnoskiaril,tiykakantiauunktuektimdeankupnujuakskaann

2 tkerirthikaadtaaup kpeetimdaekrpiunatsaahn mterahuadpaupnpemerintah

pmeanugpuunaspaensgeutaesma spetaetm. pat.

Tujuan Ekspresi, yakni untuk

3

mTuejunanunEjkuskpkreasni, eykaksnpireusnituaktamueenumnjoukskian
3 dekaslparemsi adtiarui epmeolusikdiasla.m diri pelukis.

4 Tujuan Komersial, yakni
mpTueejmunabngeluiKtoammuenrastuikakla, nyamskneeilnemdraeapnagputetammkabekueannlitusnelgearna
4 ukonmtuerksiaml.endapat keuntungan

komersial.

C. Gaya dalam
Seni Lukis

Sebuah lukisan memiliki ciri khas, tema, dan teknik yang disebut gaya.
Berdasarkan cara pengungkapannya gaya lukisan dapat dibedakan menjadi tiga,

yaitu representatif, deformatif, dan nonrepresentatif.
A. Representatif

Merupakan perwujudan gaya seni rupa menggunakan keadaan nyata pada
kehidupan masyarakat dan gaya alam. Gaya seni rupa yang termasuk dalam
representatif antara lain

No Gaya Representatif Contoh Karya Lukis

1 pNkeeaantdugagrpaaaelnminsgb,gaaardlmaaemnnbynga,ayariaantmNnunaaeytlklauauemarkaalidgaisliaamksaaya,intanyaauitaasuletsaagegsmuasaeyu,lnmaasaieiseselusudneakeiisinyysuakgaaanantngnug
dengsaengalaalasmesuantyuadtae,ngsaenhainlagmganypaetar,bsaenhdiningggaan
perspektif, tpekesrbtuarn,daintagaunpunpewrsaprenkatif,sertatekgsetluarp,
1 taetraaunpgundiwbauranta dseenrtgaagnelsaeptetleitrianmgudnibgukiant. dPeenlgaaknu

sseenteilirtui pamyuannggkinm. enPgeglauknuakasnengiayaruipnai anytaanrga
lain Rubemnse,nCglgauundaek,aTnurngeayr,aCoinnsi taabnleta, rWa aklaidini,
Abdullah SRuuryboesnus,bCrloautod,ed, an BTausrunkeir,AbCdounllsathab. le,

Wakidi, Abdullah

2 RSuerayloiss,uybariotutog, adyaanyBaansgukmi Aebmdaunlladha.ng dunia ini
tanpa ilusi, apa adanya tanpa menambah atau

mReeanligsu,yraaintugi ogbayjeak,ypaenngggmamembaarnadnannag sedsuunaiai ini
2 dtaennpgaaniluksein, yaaptaaaandhaindyuap.taPnepruapma ennuasmanbtaahraatau

ymaennggmureanngggi unoabkjaenk,gaypaeningigaanmtabraaralaninnaTrusbeususa, i
Tdaernmgaizni,kdeannyaDtuaallnahh.idup. Perupa nusantara yang

menggunakan gaya ini antara lain Trubus, Tarmizi,

3 RdaonmDaunltlaish,.yaitu gaya seni yang lebih bersifat
imajiner, aliran ini melukiskan cerita-cerita yang

rRoommaannttiiss,,pyeariistutiwgaaydaahsseynait aytaanug kleejbaidhianbeyrasnifgat
3 dimraamjinaetris, .aPlierlaunkiisnyi amneglubkeirsgkaaynacreormitaa-ncetirsimtaeytasnbg

aronmtaarnatlias,inpFerraisntsiwisacodGahosyyaa,tRaadtaeun kSeajlaedhiadnanyang
Tdurarmneartis. Pelukis yang bergaya romantisme tsb

Gaya dalam Seni Lukis

B. Deformatif
Merupakan perubahan bentuk dari aslinya sehingga menghasilkan bentuk
baru namun tidak meninggalkan bentuk dasar aslinya. Gaya seni lukis yang
tergolong dalam gaya desformatif ini antara lain :

No Gaya Representatif Contoh Karya Lukis

1 EEkksspprreessiioonniiss,, yayiatuitugaygaasyeani rsuepnai yarnugpa yang
ppeennggggaammbbaarraannnnyyaa sseessuuaaii ddeennggaann kkeeaaddaaaann jijwiwaa
ssaanngg ppeerruuppaayayannggspsopnotnatnanpapdaadsaaastamatelmihealtihat
1 oobbyyeekk kkaarryyaannyyaa..PPeerruuppaayyaannggmmeenngggguunnaakaknangaya

ginaiyaantinairaanlatianraVilnacinenVtiVncaennGtoVgahndGanogAhfadnadni.
Afandi.

2 Impressionis, yaitu gaya seni rupa yang
pImenpgregsasmiobnaisr,annyyaaitusesugaaiydaengseanni kesruapnasaaytang
opebnygegkatmebrsaerabnuntydailsueksiusa. iPdeerungpaanykaensgan saat obyek

2 mteersnegbguutndaikluaknisg. aPyearuinpiaaynatnagramlaeinngCgluanuadkean gaya
Minioannetta,raGelaoinrgCelasuSdeeurMaot,nPeat,uGl GeoaruggeusinSe, uPraautl, Paul
CGeazuagnunine, dPaaunlSC.eSzuadnjonejodnaon. S.Sudjojono.

3 SSuurriiaalilsi,s, yyaaiittuugagyaaysaeniserunpi a rkuepbaanykaekbaannyakan
mmeennyyeerruuppaaii bbeennttuukk--bbeennttuukk yyaanngg sseerriinngg ddii dalam
dmailmampi,mpiemlupki,ispebleurkuissabhearumsaehnagmabeanigkaanbaibkeanntuk-

3 obmmhbbsmeebaeeeeednrnnynnnuetttegggusuumkhgkokkmaiuublkasasneneiihaeslnntaknlucgktisanaukereanrykudrnamatkpesi.egamekebsaPnecbaeiyegasknanaerrhigtuaaltuaiiuepnanskkrrnaiiuetrlaeaukshtysnedepaaaltrlaniannuutnlegarkbytkunhaeaaemhtsgn.SumaaipePaannduanelnavdgkrtheruatgieaiaerpdumortnraeonutbuenrsamyyndtkDmeautieanuakanentngalundgingngaopaetrlauiyarthaki

ini adalah Salvador Dali

Kubistis, yaitu gaya seni rupa yang
4 pKeunbgisgtaism, baryaanityua begrauypaa bidsaenngi segrui epma patyang
apteanuggbaemntbuakradnaysaarbneyraupkaubbuidsa. nPgelsuekgiis eymanpgat atau
mbeenntuggkunadkaasnagrnayyaa ini kaunbtaursa. lainPePlaubklios yang
4 Pmiceansgsgou,nBauktanMgoacyhatairn,iSarinhtaadrai, MlaioncPhatabrloAPpiicnasso,

dBuatnMFaojcahrtaSrid,Sirki.hadi, Mochtar Apin dan Fajar Sidik.

Gaya dalam
Seni Lukis

C. Nonrepresentatif

Merupakan suatu bentuk yang sulit untuk dikenal. Bentuk dasar dari
gaya ini sudah meninggalkan bentuk aslinya dan pada prinsipnya lebih
menekankan pada unusr-unsur formal, struktur, unsur rupa dan prinsip
estetik. Gaya seni lukis nonrepresentatif berupa susunan garis, bentuk, bidang
dan warna yang terbebas dari bentuk alam. Gaya ini memandang bahwa
ekspresi jiwa tidak dapat dihubugkan dengan obyek apapun, gaya ini
menonjolkan bidang yang diisi oleh warna dan dipilah dengan garis-garis
tegas. Gaya ini depelopori oleh Fajar Sidik, But Mochtar, Amry Yahya dan
Sadali.

D. Tema

Seni Lukis

1. Hubungan antara manusia dengan dirinya.
Seni lukis dapat digunakan untuk menuangkan ide atau gagasan dari seniman itu
sendiri. Terkadang seniman menggunakan potret wajah dirinya sendiri sebagai
objek atau subjek lukisan.

2. Hubungan antara Manusia dengan Manusia Lain
Terkadang seorang pelukis juga mengekspresikan cita-rasa keindahan
menggunakan orang-orang yang ada disekitarnya. Orang-orang tersebut bisa
jadi orang terdekat seperti istri/suami, anaknya, orangtua, saudara, teman atau
siapapun itu

3. Hubungan antara Manusia dengan Alam Sekitarnya
Alam sekitar seniman dapat menjadi objek atau subjek yang menarik untuk
menjadi tema lukisannya. Pemandangan gunung, hutan, laut, sungai,
perkampungan, hingga kota

4. Hubungan antara Manusia dengan Benda
Benda-benda yang ada di sekitar kita juga dapat memiliki keunikan dan
keindahan tersendiri sebagai sumber inspirasi melukis. Kita tidak pernah tahu
karya seunik apa yang dapat dihasilkan dengan menggunakan berbagai benda
keseharian yang ada di sekitar.

5. Hubungan antara Manusia dengan Aktifitasnya
Aktifitas kehidupan sehari-hari yang beragam terkadang mencetuskan suatu ide
untuk melukis. Kegiatan manusia dapat digambarkan secara langsung pada
karya lukis, atau hanya menginspirasi terhadap ekspresi dan emosi yang ingin
dikeluarkan oleh seniman.

6. Hubungan antara Manusia dengan Alam Khayal
Imajinasi atau khayalan yang terkadang tiba-tiba melintas atau direnungkan,
baik secara sadar ataupun tidak sadar (saat tertidur) merupakan inspirasi dan
tema yang luar biasa untuk

E. Media
Berkarya Seni Lukis

A. Alat

Beberapa alat lukis yang umumnya digunakan adalah sebagai berikut:
Kuas, fungsinya untuk mengaplikasikan cat pada media lukis/kanvas
Pisau Lukis, merupakan alternatif lain dari kuas untuk membubuhkan
cat. Cat yang dibubuhkan menggunakan ini biasanya dalam kuantitas
besar dan untuk keperluan menciptakan efek timbul/muncul 3d.
Pisau Palet, biasanya terbuat dari plastik dan digunakan untuk
mencampurkan cat.
Palet adalah tempat kita untuk mencampur dan menyiapkan cat
sebelum digunakan.
Pensil dapat digunakan sebagai alat lukis untuk menggambar sketsa.
Perlu diketahui bahwa bekas pensil dapat tidak tertutupi oleh cat,
sehingga sebaiknya gunakan dengan hati-hati dalam guratan yang
tipis.
Terdapat cat yang berbasis minyak dan air. Cat minyak biasa
digunakan untuk melukis jangka panjang, agar cat tidak mudah
kering dan dapat dengan mudah diperbaiki dengan mengelap cat yang
belum kering. Cat berbasis air seperti cat akrilik atau cat air lebih
cepat kering, sehingga lebih sulit untuk diperbaiki.
Tinta Bak merupakan cat alternatif yang cukup banyak digunakan
pada seni lukis.
Alat pembubuh cat khas/alternatif. Sikat gigi bekas, tongkat kayu
untuk mengucurkan cat enamel, dsb. Terdapat banyak alat lukis
alternatif lain yang dapat digunakan untuk menciptakan efek khusus.
Cat khas/alternative. Cat alternatif lain juga dapat digunakan,
tergantung kebutuhan lukisan yang diciptakan.

Media
Berkarya Seni Lukis

A. Bahan

Bahan merupakan berbagai material yang dibutuhkan untuk membuat
suatu lukisan. Berbeda dengan alat, bahan bersifat dapat habis, sehingga
harus diperhatikan pasokannya. Beberapa bahan atau media seni lukis
adalah sebagai berikut:

Media utama yang sering digunakan dalam melukis adalah kanvas,
karena terhitung awet dan tahan lama. Namun lukisan juga dapat
dibuat pada kertas, kain linen, papan kayu, papan fiber, kaca, dsb.
Terdapat bermacam jenis cat yang digunakan, dan salah satunya
adalah cat akrilik yang menggunakan bahan pencampur air namun
bersifat permanen. Cat lainnya meliputi cat minyak, cat gouache,
tempera, dsb. Jangan menggunakan cat minyak pada media kertas,
karena kertas akan tergerus oleh zat yang ada pada cat minyak.
Gunakan cat air dan lapisi dengan pelapis cat agar kertas bertahan
lama.
Terdapat juga media khas/alternatif untuk membuat lukisan. Media
alternatif untuk melukis tersebut meliputi kaca, lempengan kayu,
lempengan logam, lempengan plastik, atau benda datar dua dimensi
apa pun yang dapat menjadi media lukis jika digunakan dengan tepat.

F. Teknik
Berkarya Seni Lukis

Teknik dalam melukis ada berbagai macam, setiap orang akan memilih
sesuai dengan kemampuannya. Teknik seni lukis tentu sangat penting untuk
menghasilkan lukisan yang bagus. Dan secara umum teknik lukis dibagi
menjadi lima yang dapat digunakan secara luas dan dalam ruang lingkup
melukis sehari-hari antara lain:

1. Teknik Aquarel

Teknik aqurel adalah teknik melukis dengan menggunakan cat air (aquarel)
dengan sapuan warna yang tipis, sehingga lukisan yang dihasilkan
bernuansa transparan. Agar menghasilkan sapuan yang tipis dan ringan,
alangkah baiknya jika menggunakan cat yang sedikit encer.

2. Teknik Plakat

Berbeda dengan teknik seni lukis aquarel yang terkesan transparan. Teknik
plakat merupakan teknik melukis yang menggunakan cat air, cat akrilik
maupun cat minyak dengan sapuan tebal dan komposisi cat yang kental.
Sehingga memberi kesan yang colorfull pada setiap karya. Teknik seni lukis
ini sering digunakan oleh pelukis professional untuk menghasilkan lukisan
yang mempesona dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.

Teknik
Berkarya Seni Lukis

4.Teknik Spray

Teknik spray adalah teknik melukis dengan cara menyemprotkan cat ke
media lukis. Tujuan menggunakan teknik ini yakni untuk menghasilkan
lukisan yang lebih halus dan tampak lebih visual. Lukisan mural dan graffiti
di tembok-tembok jalan, itulah salah satu contoh melukis dengan teknik
spray.
5.Teknik Pointilis

Teknik ini membutuhkan kesabaran yang lebih daripada teknik lukis
lainnya, karena cara kerjanya dengan menggunakan titik-titik untuk
menghasilkan lukisan yang menawan. Sering kali para pelukis
menggunakan gradasi warna untuk mengatur gelap terang lukisan.

Teknik
Berkarya Seni Lukis

5.Teknik Tempra

Teknik lukis tempera merupakan teknik melukis dengan cara mencampurkan
kuning telur ke dalam cat sebagai bahan perekat. Lukisan ini sebagian
menggunakan kayu sebagai kanvasnya dan ada juga yang langsung
melukiskan ke tembok. Teknik tempera sempat menunjukkan masa jayanya
di eropa antara tahun 1200 hingga 1500an. Duccio dan Simone Martini
adalah diantara seniman Italia yang terkenal dengan menggunakan teknik
ini.

Teknik Lukis
Aquarel

Teknik aquarel adalah salah satu jenis teknik melukis yang
memanfaatkan cat air sebagai bahan lukis dengan cara mengoleskan
warna secara tipis dengan menggunakan sapuan kuas. Hal ini bertujuan
agar memperoleh hasil suatu lukisan yang terlihat transparan, tembus
pandang dan paduan warna yang tipis. Untuk menghasilkan sapuan yang
tipis dan ringan, sebaiknya kalian gunakan cat yang sedikit lebih encer.
Berikut merupakan beberapa teknik dari aquarel:

1. Wet on wet , merupakan suatu teknik melukis aquarel dengan cara
mengaplikasikan sapuan basah cat air pada permukaan kertas yang
telah dibasahi air. Menumpuk cat yang masih basah dengan cat warna
lain atau warna yang lebih gelap sehingga warnanya menjadi
tercampur atau bergradasi (bernuansa).

2. Wet on Dry, merupakan suatu teknik melukis aquarel dengan cara
mengaplikasikan sapuan basah cat air pada permukaan kertas yang
kering. Menumpuk cat yang telah kering dengan cat warna lain atau
warna yang lebih gelap sehingga menghasilkan tepi kuasan cat yang
tajam



PrOsedur Berkarya
Lukis Aquarel

1. Tentukan Tema Gambar
Pilih dan tentukan konsep gambar yang akan kalian inginkan untuk dilukis.
Pastikan objek gambar yang akan kalian lukis sudah ada dipikiran dan
didepan mata yang berupa model, sehingga jelas apa yang harus dilukis.
Sebenarnya untuk objek gambar kalian tidak harus yang muluk-muluk,
objek yang sederhana jika diberikan warna dan teknis yang benar pasti juga
akan memberikan hasil lukisan yang indah.

2. Membuat Sketsa Gambar
Buatlah sketsa objek dengan pensil secara tipis-tipis pada kertas. Hal ini
dilakukan agar dapat memperbaiki jika terjadi ketidaktepatan dalam
menggambar sketsa.

3. Membasahi Kertas dengan Air
Pada teknik aquarel ini kita sebelum mewarnai diharuskan membasahi media
gambar yaitu kertas atau kanvas dengan air secukupnya dengan menggunakan
kuas. Hal ini berguna untuk memberikan efek tipis pewarnaan pada lukisan
namun jangan sampai terlalu basah.

PrOsedur Berkarya
Lukis Aquarel

4. Pewarnaan

Bubuhkan cat air yang telah kalian siapkan pada media kertas yang sudah
dibasahi dengan kuas cat air.
Untuk arah sapuan kuasnya dari arah kiri ke kanan, atau bisa dari atas
menuju ke bawah dengan menyesuaikan bidang gambar yang akan diwarnai.
Usahakan untuk tidak menyapukan kuas secara menyilang, menggulung-
gulung maupun ke berbagai arah dan tidak mengulang-ulangnya. Hal ini
dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada media gambar, selain itu
kita tidak bisa mendapatkan intensitas warna yang kita inginkan. Oleh
karena itu sapukan warna sekali saja dan persiapkan cat air dengan
perolehan warna yang matang.

5. Drying (Pengeringan)
Sentuhan akhir yang dapat kita lakukan adalah dengan menjemur atau
mengangin-anginkan media gambar di bawah terik matahari, agar catnya bisa
kering secara sempurna. Sebaiknya tidak menggunakan alat-alat pengering,
dikhawatirkan dapat merusak media gambar (cat tercecer, menggulung, dan
sebagainya).


Click to View FlipBook Version