The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ekadamayanti60, 2022-11-26 21:24:22

BAHAN AJAR ARITMATIKA SOSIAL PRESENTASE KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN

DISUSUN OLEH
EKA DAMAYATI, S.Pd

Keywords: PRESENTASE KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN

BAHAN AJAR

ARITMATIKA SOSIAL (PRESENTASE KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN)

DI SUSUN OLEH EKA DAMAYATI

Capaian Pembelajaran:
Di akhir fase D, peserta didik dapat membaca, menuliskan, dan membandingkan bilangan
bulat, bilangan rasional, bilangan desimal, bilangan berpangkat dan bilangan berpangkat
tak sebenarnya, bilangan dengan menggunakan notasi ilmiah. Mereka dapat melakukan
operasi aritmetika pada ragam bilangan tersebut dengan beberapa cara dan
menggunakannya dalam menyelesaikan masalah Mereka dapat mengklasifikasi himpunan
bilangan real dengan menggunakan diagram Venn. Mereka dapat memberikan
estimasi/perkiraan hasil operasi aritmetika pada bilangan real dengan mengajukan alasan
yang masuk akal (argumentasi). Mereka dapat menggunakan faktorisasi prima dan
pengertian rasio (skala, proporsi, dan laju perubahan) dalam penyelesaian masalah

Indikator Pencapaian Kompetensi:
Peserta didik dapat;

1. Menyelesaikan permasalahan berkaitan dengan presentase keuntungan dan
kerugihan dalam kehidupan sehari hari.

2. Mengaitkan konsep aritmatika sosial dalam konteks presantese keuntungan dan
kerugian dikehidupan sehari hari.

Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran aritmatika sosial dikelas
2. Peserta didik dapat menjelaskan berkaitan dengan presentase Keuntungan dan
kerugian
3. Peserta didik dapat mengamati kegiatan didalam kehidupan sehari hari berkaitan
dengan Presentase keuntungan dan kerugian.
4. Peserta didik dapat menyelidiki cara menyelesaikan permasalahan yang berkaitan
dengan keuntungan dan kerugian di kehidupan sehari hari melalui kajian literasi,
penyelidikan, dan diskusi kelompok.
5. Peserta didik dapat bekerja sama melalui kegiatan diskusi kelompok dan studi
literatur.

A. Menentukan Presentase Untung dan Rugi
Persen artinya per seratus. Persen ditulis dalam bentuk p% dengan p bilangan real. Dalam
perdagangan, besar untung atau rugi terhadap harga pembelian biasanya dinyatakan dalam
bentuk persen. Pada persentase untung berarti untung dibandingkan terhadap harga
pembelian, dan pada persentase rugi berarti rugi dibandingkan terhadap harga pembelian.
Untuk selanjutnya, persentase untung atau rugi selalu dibandingkan terhadap harga
pembelian dan modal, kecuali jika ada keterangan lain

Presentase keuntungan × 100%
= × 100%

Presentase kerugian =

Jika persentase untung atau rugi diketahui, kita dapat menghitung harga beli atau harga
jualnya. Jika telah mengetahui bahwa untung (laba) = harga penjualan – harga pembelian,

maka

1. harga penjualan= harga pembelian + untung;

2. harga pembelian = harga penjualan – untung.

Jika telah mengetahui bahwa rugi = harga pembelian – harga penjualan, maka

1. harga penjualan = harga pembelian – rugi;

2. harga pembelian = harga penjualan + rugi

Jika % untung diketahui

Jika % Rugi diketahui

Catatan:
Dalam bentuk persen, harga beli dapat dianggap sebagai modal =100%.

Contoh Soal

1. Harga beli suatu barang Rp 84.000,00 per lusin. Harga jual Rp3.500,00 per buah. Tentukan
presentase untung atau rugi dari pembelian!
Jawab:
Diketahui:
Harga beli (B) perbuah = Rp.84.000,00  Rp.7.000,00
12
Harga jual (J) perbuah = Rp.3.500,00
Karena B > J maka transaksi dalam keadaan rugi (R) sebesar = Rp.7.000,00 – Rp.3.500,00
= Rp.3.500,00

Maka prosentase kerugiannya adalah: %R  B  J 100%,
B

 Rp.3.500,00 100%
Rp.7.000,00

= 1  100  50  50%
2 100 100

Jadi prosentase kerugiaanya adalah 50%

2. Harga beli 10 kg ikan adalah Rp96.000,00. Bila ikan itu dijual dengan harga Rp10.000,00 per
kg, tentukan presentase keuntungan atau kerugian dari jual beli ikan tersebut!
Jawab:
Harga beli (B) 10 kg ikan = Rp.96.000,00
Harga jual (J) 10 kg ikan = 10 x Rp.10.000,00 = Rp.100.000,00
Karena J > B maka pedagang dalam kondisi untung (U), dengan besar keuntungan adalah: U =
J – B = Rp.100.000,00 – Rp.96.000,00 = Rp.4.000,00
Maka prosentase keuntungan adalah: %U  J  B 100%
B
= Rp.4.000,00 100%
Rp.96.000,00

= 1  100  4,17  4,17%
24 100 100

Jadi prosentase keuntungannya adalah 4,17%

3. Sebuah lemari dibeli dengan harga Rp350.000,00. Lima bulan kemudian lemari itu dijual.
Tentukan harga jualnya apabila:
a. dikehendaki memperoleh keuntungan 15%
b. penjual menderita kerugian 25%
Jawab:

Diketahui:

Harga beli (B) = Rp.350.000,00

a. Harga jual (J) dengan keuntungan

untung (U) = 15 % atau U = 15

maka, J  B  B U
100

Rp.350.000,00 15
= Rp.350.000,00 +

100
= Rp.350.000,00 + Rp.3.500,00 x 15
= Rp.350.000,00 + Rp.52.500,00
= Rp.402.500,00
Jadi harga jual sebuah lemari dengan keuntungan 15 % adalah Rp.402.500,00
b. Harga jual (J) dengan kerugian
Rugi (R) = 25 % atau R = 25
Maka, J  B  B  R

100
 Rp.350.000,00  Rp.350.000,00  25

100
= Rp.350.000,00 – Rp.3.500,00 x 25
= Rp.350.000,00 – Rp.87.500,00
= Rp.262.500,00
Jadi harga jual sebuah lemari dengan kerugian 25 % adalah Rp.262.500,00


Click to View FlipBook Version