The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Tugas Agama Katolik Kelas IX

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Melia Wdh21, 2023-02-27 13:51:01

Memori Rabu Abu

Tugas Agama Katolik Kelas IX

2023 PRESENT BY Amelia Widiharyanto / IXC / 2 Ayu Felicia / IXB / 5 Nala Maharani / IXD 1 Kirana Maheswwari / IXA / PELAJARAN AGAMA KATOLIK SMP TEGALJAYA


Rabu Abu sendiri bukan hanya sekedar paham akan arti abu sebagai pertobatan serta rasa penyesalan atas segala dosa yang sudah dilakukan sekaligus menghayatinya dengan melakukan puasa. Akan tetapi, Rabu Abu yang merupakan sebuah pertobatan namun masih saja melakukan dosa, maka itu menandakan jika kita belum memahami dengan baik apa itu arti dariRabu Abu.Rabu Abu bisa dikatakansudah benar-benarkitapahami jika melakukanpuasa dengan menahanhawanafsu serta berpantang danjuga tidak berbuat dosa lagi serta semakinpeduli dengansesama Penggunaan abu dalam liturgi Rabu Abu ini berasal dari Perjanjian Lama, dimana abu menjadi lambang perkabungan, rasa sesal, berkabung dan juga pertobatan umat. Masa Rabu Abu ini menjadi awal pembaharuan diri, intropeksi diri serta pertobatan. Namun bukan berarti sesudah masa Paskah, umat bisa berbuat semaunya tanpa ada pertobatan. Sikap selalu mawas diri dan juga pertobatan menjadi panggilan hidup bagi umat yang percaya seumur hidupnya. Gereja Perdana menggunakan abu sebagai simbolis yang juga serupa. Dengan beberapa contoh tersebut, akhirnya abu dipakai sebagai tanda awal masa Pra Paskah yakni persiapan selama 40 hari dan belum termasuk hari minggu untuk menyambut hari Paskah. RitualperayaanRabu Abuini ditemukanpada masa Gregorian Sacramentaryyangterbit sekitar abad ke-8. by Amelia Widiharyanto Rabu Abu merupakan hari pertama dari masa Pra Paskah dalam liturgi tahunan gerejawi. Hari Rabu Abu sendiri jatuh setiap hari Rabu , 40 hari sebelum hari Paskahtiba. PadahariRabu Abuini, semuaumat akan datangkegereja dan diberi tanda salib pada bagian dahi yang menjadi sebuah simbol untuk pengingat umat sebagai tandakesedihan,penyesalanyang mendalam sertapertobatan. Penggunaanabu dalam liturgiRabu Abu ini berasal dari PerjanjianLama, dimana abu menjadi lambang perkabungan, rasa sesal, berkabung dan juga pertobatan umat. Masa Rabu Abu ini menjadi awal pembaharuan diri, intropeksi diri serta pertobatan. Namun bukan berarti sesudah masa Paskah, umat bisa berbuat semaunya tanpa ada pertobatan. Sikap selalu mawas diri dan juga pertobatan menjadipanggilanhidup bagiumatyangpercaya seumurhidupnya. Makna dari Rabu Abu sendiri adalah para umat yang percaya mengungkapkan sikap penyesalan serta pertobatan yang didasari dengan kesadaran kefanaan diri serta betapa bergantungnya kita dengan rahmat Kristus. Sedangkan tanda sali dari abu yang ada pada dahi yang diberikan pada perayaan Rabu Abu tidak hanya sebagai tanda saja, namun memiliki maksud yaki memungkinkan setiap individu untuk menghayati makna Rabu Abu meskipun sudah ada penjelasan secara objektifnya. Simbol abu ini selayaknya dijadikan tanda peringatan jika kita adalah manusia yang penuh akan dosa dan sudah membuat Yesus disalibkan karena dosa yang sudah kita perbuat. Karena itulah, umat yang datang ke gereja pada masa Rabu Abu akan diberi tanda salib dengan abu pada bagian dahi sebagai pengingat kita akan ritual Israel Kuno saat seseorang menabur abu di atas kepala atau seluruh bagian tubuh sebagai tanda akan kesedihan, pertobatan dan rasa menyesalyang mendalam. Dalam misa Rabu Abu ini, maka abu akan diberikan pada umat dari hasil pembakaran daun palma yang sudah diberkati dan diberikan pada minggu Palma setahun sebelumnya. Gereja Katolik di seluruh dunia juga meminta umat untuk mengembalikan daun palma yang sudah dibawa pulang dan sudah mengering dari perayaan Paskah tahun lalu untuk dibawa kembalikegerejayangnantinya akan dibakar sampai menjadi abu. Pusat dari ibadah Rabu Abu sendiri adalah Kristus yakni dengan simbol abu, maka kita kembali diingatkan dan disadarkan kembali jika kita sebagai umat sangat membutuhkan penebusan Kristus sebab kita tidak akan bisa menyelamatkan diri kita sendiri karena kefanaan serta dosa-dosa kita. Setiap umat sangat memerlukan belas kasih dan kerahiman dari Allahsebab kitahanyalah debu danakankembali menjadi debu.


C E L E B R A T I O N C E L E B R A T I O N AshWednesday Gereja Par o ki H ari / tanggal D o kumentasi : : : : K o t b a h R o m o sebagai orang beriman, berbagai hal kita lakukan sebagai perwujudan iman kita. Di masa prapaskah ini, kita harus lebih berkomitmen dalam menjalankan iman kerohanian kita. Beberapa cara yang dapat kita lakukan adalah dengan berdoa kepada tuhan tak hanya bagi iman kita, tetapi juga bagi sesama, berderma dalam berbagai bentuk seperti pelayanan, serta membangun komitmen di dalam diri untuk tetap rendah hati dan patuh pada ajarannya. dengan berkembangnya iman pastinya kita dapat bangkit dan tumbuh bersama terutama untuk keluar dari situasi pasca pandemi seperti ini. Tr i tunggal Mahakudus Tuka Paroki Tr i tunggal Mahakudus Tuka Rabu, 22 Februar i 2023


Terimakasih!


Click to View FlipBook Version