Pada kutipan tersebut memunculkan majas hiperbola. Majas hiperbola akan timbul karena kalimat yang diberikan kesan berlebihan. Kalimat yang memberi kesan berlebihan pada kutipan tersebut adalah “rindu kamu sekali”. Rindu artinya perasaan ingin bertemu seseorang, tetapi pengarang menambahkan kata sekali sehingga membuat kesan “rindu” ini menjadi berlebihan. 40 CONTOH MAJAS HIPERBOLA “Ibu rindu kamu sekali, Gus. Sayang kamu entah di mana.” (Thahar, 2020, hlm. 10). Sumber: www. canva.com
Pada kutipan tersebut memunculkan majas pars pro toto. Pars pro toto mengungkapkan sebagian objek yang sebenarnya menunjukkan keseluruhan objek. Kata “roda” diungkapkan sebagian objek yang sebenarnya mewakili sebuah mobil. CONTOH MAJAS PARS PRO TOTO “Orang-orang menunduk, mencari-cari jejak roda di tanah basah.” (Thahar, 2020, hlm. 62). 41 Sumber: www. canva.com
Bacalah kutipan-kutipan cerpen yang diberikan kemudian jawab pertanyaan secara tepat dan benar! Bacalah penggalan cerpen di bawah ini untuk menjawab soal nomor 1-3! “Sekitar enam tahun lalu kebahagiaan Anisah sekeluarga seperti berada di puncak. Putra sulungnya, Agus Budiman, lulus ujian masuk perguruan tinggi negeri terkemuka di Bandung. Tak seorang pun tamatan SMA di kampung itu yang lulus UMPTN waktu itu, kecuali Agus Budiman, putra Anisah, penjual lontong pecel di pinggir pagar sekolah Tsanawiyah. Ayahnya hanyalah seorang satpam pabrik kecap di dekat pasar kecamatan yang sering kambuh penyakit asmanya.” (Thahar, 2020, hlm. 2—3). 1. Sebutkan dua latar tempat yang terdapat dalam kutipan tersebut! 2. Jelaskan alur cerita yang digunakan oleh pengarang pada kutipan tersebut! 3. Jelaskan karakter tokoh Agus Budiman! LATIHAN SOAL I 42
Bacalah penggalan cerpen di bawah ini untuk menjawab soal nomor 4-5! “Perempuan ringkih itu ingin berbaring, melepas lelah dipukul rindunya yang terpendam. Tetapi, kamar itu mirip gudang yang sudah lama ditinggal pemiliknya. Semuanya berantakan dan penuh debu. Tumpukan buku, kertaskertas coretan, bungkus rokok, koran di segala sudut, kasur lecet yang terlipat, gelas-gelas bekas kopi, sendal butut, dan setumpuk pakaian kotor. Di balik pintu, bergelantungan celana jin robek dan jaket yang bau keringat petualang.” (Thahar, 2020, hlm. 7). 4. Di mana latar tempat perempuan ringkih berbaring? 5. Sebutkan dua majas yang terdapat dalam kutipan tersebut! 43
Stanton (2012) membagi unsur-unsur dalam menganalisis cerita pendek ke dalam 6 jenis, yakni alur, karakter, tema, latar, sudut pandang dan gaya bahasa. Alur adalah Rangkaian peristiwa yang terjadi di cerita secara kausal. Karakter Menurut Stanton (2012, hlm. 33) karakter merujuk pada dua konteks, konteks pertama berkenaan dengan intensitas kemunculan individu dalam cerita dan Konteks kedua berkenaan dengan percampuran keinginan, kepentingan, dan emosi karakter dari tokoh tersebut. Latar adalah pemuat keterangan atau petunjuk yang memuat tempat, suasana dan waktu sebuah cerita. Tema adalah ide atau gagasan cerita dalam karya sastra yang bertujuan untuk menyampaikan pikiran pengarang. Istilah sudut pandang dalam bahasa inggris disebut point of view atau viewpoint. Menurut Aminudin (2009, hlm. 90) mengatakan bahwa sudut pandang adalah cara pengarang menampilkan tokoh dalam cerita yang dipaparkannya agar lebih mudah dipahami oleh pembaca. Gaya adalah cara pengarang dalam menyampaikan cerita melalui kata, diksi dan majas yang bisa dijadikan ciri khas tiap pengarang (Marahimin, 2008, hlm. 58). Cerita pendek atau cerpen adalah kisah kehidupan seharihari mengenai peristiwa seseorang yang dikemas secara singkat. Hal ini senada dengan pendapat Widiyati (2020, hlm. 100) mengatakan cerpen adalah cerita yang ditulis secara pendek karena memiliki fokus cerita pada tokoh utama yang paling dominan atau yang menjadi pokok cerita. Nurgiyantoro (2013, hlm.10) memaparkan bahwa terdapat tiga jenis cerpen, berdasarkan ukurannya yaitu: Short Short Story, Middle Short Story dan Long Short Story. 44
Bacalah penggalan cerpen di bawah ini untuk menjawab soal nomor 1-3 “Tak ada hari libur bagi Anisah, hari Minggu pun ia bekerja sebagai tukang cuci di beberapa rumah. Ia perlu banyak uang untuk biaya sekolah putra kebanggaannya itu. Ia tak dapat mengharap banyak pada suaminya yang tiap sebentar harus berobat ke puskesmas. Sudah divonis oleh dokter sebagai penderita asma akut, toh suaminya tidak mau berhenti merokok. Berapalah gaji satpam yang sering mangkir seperti dia? Untuk uang jajan sekolah Gadis, adik Agus, saja suaminya tak mampu.” (Thahar, 2020, hlm.3). TES FORMATIF I Berilah tanda silang (X) pada salah satu huruf a, b, c, d, atau e yang jawabannya dianggap paling tepat dan benar! 1. Di manakah latar tempat Anisah bekerja sebagai tukang cuci? A. puskesmas B. rumah C. Tsanawiyah D. pasar kecap E. rumah sakit 45
2. Bagaimana karakter Anisah dalam kutipan cerpen di atas? A. baik hati B. pemarah C. setia D. pelit E. pemaaf 3. Pernyataan yang sesuai dengan penggalan cerpen tersebut adalah .... A. tokoh yang diceritakan dalam cerpen tersebut adalah Mira dan Nyonya Rakusni B. latar waktu yang terlihat dalam penggalan cerpen tersebut adalah Sabtu C. sudut pandang dalam cerpen tersebut adalah orang pertama-sampingan D. tokoh Ayah bekerja sebagai satpam dan Ibu sebagai tukang cuci E. tokoh Gadis adalah kakak dari Agus 46
Bacalah kutipan cerpen berikut! “Marzam bergegas mandi dan bersiap pergi ke kampus karena hari itu ia ada ujian. Sebelum berangkat, ia mengumumkan melalui pengeras suara, mengundang masyarakat untuk membantu memandikan dan menggali kubur dekat masjid pukul sepuluh. Setelah itu, ia berangkat dengan sepedanya ke kampus yang berjarak sekitar lima kilometer dari masjid.” (Thahar, 2020, hlm. 64). 4. Karakter bertanggung jawab tokoh Marzam sebagai mahasiswa dalam penggalan cerpen di atas ditunjukkan oleh tindakan …. A. Marzam bergegas mandi dan bersiap pergi ke kampus karena hari itu ia ada ujian B. Marzam mengumumkan melalui pengeras suara C. Marzam mengundang masyarakat untuk membantu memandikan jenazah D. Marzam mengundang masyarakat untuk menggali kubur dekat masjid pukul sepuluh E. Marzam berangkat dengan sepedanya ke kampus 47
Bacalah penggalan cerpen di bawah ini untuk menjawab soal nomor 5-6 “Pada suatu pagi aku menerima wesel dari surat kabar Ibu Kota. Aku ingat kacamata Emak. Aku ingin membawanya ke dokter mata setelah wesel itu aku uangkan. Akan kubonceng beliau ke dokter mata dan setelah itu kami langsung ke optikal memesan kacamata. Tetapi, ketika aku pulang ke desa yang Cuma berjarak lima belas kilometer dari rumahku, kudapati Mak terbaring demam. Ketiga kakak perempuanku berkeliling.” (Thahar, 2020, hlm. 55). 5. Sudut pandang yang digunakan oleh pengarang pada cerpen tersebut adalah .... A. orang ketiga-terbatas B. orang ketiga-tidak terbatas C. orang pertama-utama D. orang pertama-sampingan E. campuran 48
6. ... adalah latar waktu ketika tokoh Aku mendapatkan wesel dari surat kabar Ibu Kota. A. siang B. malam C. sore D. pagi E. subuh Bacalah kutipan cerpen berikut! “Menengok cucu, begitulah istilahnya. Dan takkan pernah tanpa buah tangan.” (Thahar, 2020, hlm. 52). 7. Apa majas yang digunakan oleh pengarang pada kutipan tersebut? A. hiperbola B. personifikasi C. litotes D. metafora E. Totem pro parte 49
Bacalah penggalan cerpen di bawah ini untuk menjawab soal nomor 8-9! “Ketika Marzam keluar dari bilik kecil di sayap masjid yang merupakan kamar tidur dan gudang itu, Guru Mansur dan jamaah tua itu sudah pergi. Dengan tulus Marzam menyelimuti sekujur mayat itu dengan kain batikpanjang pemberian ibunya. Marzam bingung. Lalu lintas di jalan raya yang terletak seratus meter dari masjid itu sudah mulai ramai oleh kendaraan bermotor. Di masjid itu kini hanya tinggal Marzam dan mayat.” (Thahar, 2020, hlm. 64). 8. Berikut ini merupakan latar tempat yang ditampilkan dalam penggalan cerpen, kecuali .... A. masjid B. kamar C. jalan raya D. gudang E. halaman masjid 50
9. Tema dikotomis dalam penggalan cerpen tersebut adalah .... A. menolong sesama B. kekeluargaan C. pendidikan D. percintaan E. ketuhanan 10. Tokoh yang digambarkan oleh pengarang sesuai dengan imajinasi sendiri dan tidak ada di dunia nyata disebut .... A. tokoh sentral B. tokoh antagonis C. tokoh tipikal D. tokoh berkembang E. tokoh statis 51
KUNCI JAWABAN KUNCI JAWABAN TTS Tokoh Harris Amanat Cerpen Intrinsik 1. 2. 3. 4. 5. KUNCI JAWABAN LATIHAN SOAL I 1. Bandung, Tsanawiyah, dan pasar kecamatan. 2. Kutipan tersebut menunjukkan alur mundur karena terdapat latar waktu enam tahun lalu. 3. Agus Budiman memiliki karakter yang rajin belajar dan pintar karena bisa lulus UMPTN di Bandung. 4. Latar tempat berupa kamar. 5. Majas personifikasi dan majas metafora. 52
1. B. rumah 2. C. setia 3. D. tokoh Ayah bekerja sebagai satpam dan Ibu sebagai tukang cuci 4. A. Marzam bergegas mandi dan bersiap pergi ke kampus karena hari itu ia ada ujian 5. C. orang pertama-utama 6. D. pagi 7. D. metafora 8. E. halaman masjid 9. A. menolong sesama 10. A. tokoh sentral KUNCI JAWABAN FORMATIF I 53 Sumber: www. canva.com
NO PERNYATAAN YA TIDAK 1. Apakah kalian telah memahami hakikat cerpen? 2. Apakah kalian telah memahami unsur intrinsik cerpen? 3. Apakah kalian telah memahami jenis tokoh dalam cerpen? 4. Apakah kalian telah memahami tiga tahapan alur dalam cerpen? 5. Apakah kalian telah mengenal klasifikasi majas? PENILAIAN DIRI Setelah kalian belajar unsur intrinsik. berikut diberikan tabel untuk mengukur diri kalian mengenai materi yang telah dipelajari. isilah tabel berikut dengan jujur disertai tanda ceklis ( ). 54 Sumber: www. canva.com
PEMBELAJARAN 2 Menganalisis Nilai Didaktis cerpen Sumber: www. canva.com
Menganalisis Nilai Didaktis Cerpen Nilai Didaktis berdasarkan pandangan Elmubarok Pengertian Nilai Didaktis PETA KONSEP 56
Tahukah kalian, bahwa kumpulan cerpen Rumah Ibu adalah salah satu cerpen yang menceritakan peristiwa di lingkungan keluarga dengan menonjolkan watak dan karakter tokoh dalam cerita serta mengandung beragam nilai didaktis. Pada pembelajaran II akan membahas menganai nilai didaktis berdasarkan pandangan Elmubarok yang dibagi menjadi 16, seperti nilai toleransi. Materi Pokok dan Apersepsi bagi Peserta Didik 57 Sumber: www. canva.com
Nilai didaktis yang terdapat dalam cerpen dapat memengaruhi karakter seseorang untuk di representasikan oleh peserta didik. Hal ini sesuai dengan pendapat Alwi (2007, hlm. 263) bahwa nilai didaktis berhubungan dengan perubahan tingkah laku dan karakter seorang individu ke arah yang lebih baik. Kumpulan cerpen Rumah Ibu memiliki beberapa nilai didaktis baik tersirat maupun tersurat yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh peserta didik. 58 Sumber: www. canva.com
Yuk Menjodohkan! Ayu sedang membantu nenek menyebrang jalan. Ayah dan Ibu sedang memberi makan pemulung jalanan. Pendeta Gibrel sedang berbincang dengan Ustad Roni. Pasangkan gambar dan kalimat nilai didaktis dengan tepat! Pak ustad sedang membantu pendeta beribadah. 59 Sumber: www. canva.com Sumber: www. canva.com Sumber: www. canva.com
Urain Materi Didaktis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti mendidik. Mendidik adalah suatu kegiatan dalam menuntun individu agar menanamkan kesopanan dan kecerdasan dalam berpikir serta bertindak. Aminudin (2002, hlm. 262) mengartikan didaktis sebagai kegiatan yang bersifat mendidik. Jadi, dapat dikatakan bahwa nilai didaktis adalah sebuah nilai berupa sifat yang memiliki tujuan untuk mendidik maupun arahan terkait tingkah laku, kesopanan, kecerdasan manusia dalam berpikir serta bertindak. 60 Sumber: www. canva.com
Nilai didaktis yang akan dibahas dalam penelitian ini mengacu pada pendapat Elmubarok (2013, hlm. 143) mengatakan bahwa nilai didaktis yang terkandung dalam kisah dan cerita sebagai berikut: Karya sastra adalah sarana terbaik dalam menyalurkan pesan dalam mendidik. Karya sastra yang baik dapat memberikan nilai-nilai kehidupan bagi pembaca. Nilai kehidupan seorang tokoh dalam karya sastra dapat diperoleh salah satunya melalui cerita pendek. Nilai Menolong Sesama Nilai ini dapat diartikan sebagai kegiatan saling membantu yang dilakukan oleh manusia tanpa mengharap sebuah imbalan. 61 Sumber: www. canva.com
Nilai Empati Nilai ini dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam memahami dan merasakan suatu hal yang orang lain pikirkan serta rasakan pada kondisi tertentu. Nilai Kejujuran Nilai ini diartikan sebagai perbuatan dan perkataan manusia tidak berbohong maupun berlaku curang. Nilai ini diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk saling memberi apa yang dimiliki dengan ikhlas . Nilai Saling Berbagi 62 Sumber: www. canva.com
Nilai ini diartikan sebagai keadaan seseorang yang perlu menjalankan tugas dan kewajibannya secara baik. Nilai kesetiaan Nilai Kesejatian Nilai ini diartikan sebagai sebuah kejadian yang dirasakan oleh seseorang agar dapat dijadikan pelajaran berharga bagi diri sendiri maupun orang lain. Nilai Hikmah Nilai ini diartikan sebagai perkataan maupun tindakan yang dilakukan oleh seseorang dengan orang lain atas dasar sebuah janji tanpa adanya pengkhianatan satu sama lain. 63 Sumber: www. canva.com
Nilai ini diartikan sebagai sebuah tindakan atau peristiwa yang dilakukan oleh seseorang dapat berguna bagi diri sendiri maupun orang lain. Nilai kegigihan & Keuletan Nilai Kebermanfaatan Nilai ini diartikan sebagai sikap dan tindakan seseorang dalam menghargai perbedaan agama, suku, ras, budaya dan tindakan orang lain yang berbeda dengan dirinya. Nilai Toleransi Nilai kegigihan diartikan sebagai keteguhan seseorang dalam memegang pendapat. Sedangkan, nilai keuletan diartikan sebagai rasa tidak mudah putus asa yang disertai kemauan seseorang dalam bekerja keras mencapai cita-cita. 64 Sumber: www. canva.com
Nilai ini diartikan sebagai seseorang yang memilih menenangkan hati dan menerima secara ikhlas dalam menghadapi tiap cobaan yang menimpanya. Nilai Menghargai Sesama Nilai Kesabaran Nilai ini diartikan sebagai keputusan yang dipilih oleh seseorang untuk membalas kejelekan yang dilakukan oleh orang lain dengan kebaikan yang diberikannya untuk orang tersebut. Nilai Membalas Kejelekan dengan Kebaikan Nilai ini diartikan sebagai sikap seseorang dalam menghormati tiap perbedaan pendapat maupun pikiran dengan orang lain dengan cara tidak memaksa dan tidak saling menyakiti. 65 Sumber: www. canva.com
Nilai ini diartikan sebagai akibat dari perbuatan jelek yang dilakukan oleh seseorang akan menimbulkan kecelakaan bagi diri sendiri maupun orang lain. Nilai Mengedepankan Kebaikan daripada Keburukan Nilai Bahaya Kejelekan Nilai ini diartikan sebagai seseorang yang berbuat sesuatu atas dasar niat yang baik, tulus dan ikhlas dalam kehidupan sehari-hari. Nilai Kualitas Amal Kebaikan Nilai ini diartikan sebagai keputusan seseorang yang memilih untuk melakukan kebaikan dan meninggalkan keburukan. 66 Sumber: www. canva.com
“Jejak Agus pun diikuti oleh pemuda-pemuda lulusan SMA di kampung itu, yakni bersekolah di tanah Jawa, terutama di Bandung, meskipun, bukan di perguruan tinggi negeri. Pada musim libur, mereka pulang ke kampung membaca cerita-cerita dan angin perubahan dari tanah seberang.” (Thahar, 2020, hlm.4). Nilai keuletan dan kegigihan dari tokoh tambahan yakni pemuda-pemuda yang gigih serta tidak putus asa dalam belajar sehingga dapat meneruskan jejak Agus untuk bersekolah di tanah Jawa, terutama di Bandung. Meskipun, mereka tidak masuk perguruan tinggi negeri. Kegigihan & keuletan yang dilakukan oleh pemuda-pemuda dalam mencari ilmu yang sungguh-sunguh tidak percuma karena mereka berhasil kuliah ke tempat yang jauh dan membawa banyak perubahan dari tanah seberang. Nilai kegigihan & keuletan terlihat secara eksplisit melalui narasi di cerpen. Berikut kutipan untuk memperkuat pernyataan di atas. CONTOH NILAI DIDAKTIS Nilai Kegigihan & keuletan 67 Sumber: www. canva.com
“Ia tak dapat mengharap banyak pada suaminya yang tiap sebentar harus berobat ke puskesmas.” (Thahar, 2020, hlm.3). “Barangkali ia sudah jadi bandit. Tidak usah kau kirim-kirim juga uang. Anak apa itu? Durhaka! " Janganlah Uda berkata begitu. Ia darah daging kita. Siapa tahu kelas nasibnya baik. Setidaknya, dia bisa hidup mandiri, tidak miskin seperti kita.” (Thahar, 2020, hlm. 2). Nilai kesabaran terlihat pada sosok Anisah yang sabar menerima keadaan suaminya yang tidak memiliki penghasilan besar karena keadaan suaminya yang sakit asma. Ia juga tidak pernah mengeluh ketika mengantarkan suaminya berobat ke puskesmas. Berikut kutipan untuk memperkuat pernyataan di atas. Nilai Kesabaran Nilai Mengedepankan Kebaikan daripada Keburukan Nilai mengedepankan kebaikan daripada keburukan terlihat ketika Anisah memilih untuk berkata dan prasangka baik mengenai Agus, sehingga ia tidak mendengarkan perkataan buruk dari suaminya. Anisah membela Agus ketika suaminya berkata bahwa Agus adalah bandit dan anak durhaka. Anisah berpikir bahwa Agus adalah anak kandungnya dan sudah dapat hidup mandiri, sehingga ia tidak pantas untuk dikatakan sebagai bandit maupun anak durhaka. Berikut kutipan untuk memperkuat pernyataan di atas. 68 Sumber: www. canva.com Sumber: www. canva.com
“Bu, maaf, Bu. HP Mas Agus agaknya tidak aktif. Saya sudah beberapa kali mengontaknya.” (Thahar, 2020, hlm. 7). Nilai kesetiaan pada tokoh utama dan tokoh tambahan . Anisah dan Gadis setia menemani suaminya sampai hembusan nafas terakhir di rumah sakit. Kesetiaan ini terlihat karena mereka tidak meninggalkan suami dan ayahnya dalam keadaan sakit. “Hari kesepuluh Ayah Agus dirawat di rumah sakit kabupaten, kondisinya terlihat semakin parah. Anisah dan Gadis tampaknya sudah pasrah.” (Thahar, 2020, hlm. 10). Nilai Kesetiaan Nilai Menolong sesama Perilaku menolong sesama antara tokoh tambahan dengan tokoh utama. Anisah kembali menerima bantuan dari teman Agus. Teman Agus mencoba menghubungi Agus tetapi HP Agus sedang tidak aktif. Perilaku menolong ini menguntungkan bagi Anisah. 69 Sumber: www. canva.com Sumber: www. canva.com
“Kadang-kadang ia juga ke luar kota, ke Jogja, Solo, begitu,” kata yang lain “Baru-baru ini ia ikut sarasehan para penyair muda di pedalaman Solo,” kata yang lain lagi. Nilai kebermanfaatan secara implisit dilakukan oleh tokoh utama. Agus menebarkan beragam manfaat kepada orang lain dengan cara mengikut banyak kegiatan sepereti diskusi, panitia seminar, latihan drama, baca puisi, koordinator demo. Melalui kegiatan tersebut, ia dapat bermanfaat bagi orang yang memerlukan bantuan. “Susah ketemu dia. Dia itu sibuk. Kadang-kadang diskusi, panitia seminar, latihan drama, baca puisi, bahkan kadang jadi koordinator demo.” (Thahar, 2020, hlm. 5). Nilai Kebermanfaatan Nilai kejujuran Nilai kejujuran terlihat secara implisit ketika teman Agus selalu berkata jujur mengenai kesibukan Agus pada Anisah. Mereka selalu memberikan informasi terbuka dan apa adanya. Kegiatan yang dilakukan oleh Agus seperti ikut sarasehan. Selain itu, ia juga pergi ke luar kota, ke Jogja dan Solo. 70 Sumber: www. canva.com Sumber: www. canva.com
“Mereka menghibur Anisah dengan keramahan orang-orang terpelajar.” (Thahar, 2020, hlm. 9). Nilai saling berbagi terlihat dari tindakan tokoh tambahan. Anak-anak kos dengan tulus menemani Anisah dan rela berbagi rezekinya dengan membawakan makanan untuk Anisah yang sedang berada di rumah kos. “Anak-anak kos yang baik itu bermurah hati membersihkan kamar Agus dan membawakan makanan.” (Thahar, 2020, hlm. 9). Nilai Saling Berbagi Nilai Kualitas Amal Kebaikan Nilai kualitas amal kebaikan yang dilakukan oleh tokoh tambahan pada tokoh utama. Teman Agus rela dengan ketulusan dan rasa yang ikhlas menghibur Anisah yang sedang gundah menunggu kehadiran Agus di rumah kos. 71 Sumber: www. canva.com Sumber: www. canva.com
Nilai hikmah dalam cerpen ini yakni sebagai orang tua tidak boleh memaksakan kehendak seorang anak. Seorang anak harus diberikan kebebasan untuk menentukan jalan hidupnya. Berikut kutipan untuk memperkuat pernyataan di atas. “Anakmu bukanlah anakmu, ia hanya busur panah mesti kau lepaskan. Aku sudah lama bukan kanak lagi.” (Thahar, 2020, hlm. 11). Nilai Hikmah Pada kutipan tersebut, Agus mengingatkan pada orang tuanya melalui surat bahwa Agus sebagai anak dari titipan Tuhan Yang Maha Esa sehingga tidak boleh terlalu dikekang serta harus terus menuruti semua kemauan orang tuanya. Agus hanya ingin hidup mandiri dan bebas dalam menggapai mimpinya di Bandung karena usia Agus yang sudah dewasa. 72 Sumber: www. canva.com
LATIHAN SOAL II 1. Menurut Alwi nilai didaktis adalah ... 2. Sebutkan minimal 3 nilai didaktis berdasarkan pandangan Elmubarok! 3. Ayah menerima secara ikhlas penyakit asma akut yang dideritanya. Apa bentuk nilai didaktis yang diimplementasikan oleh Ayah? 4. Tokoh Aku membelikan celana yang bagus untuk Bapak sebagai bentuk oleh-oleh. Apa bentuk nilai didaktis yang diimplementasikan oleh tokoh Aku? 5. Kata “kesabaran” berasal dari kata dasar sabar. Apa yang dimaksud dengan sabar menurut KBBI? 73
Didaktis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti mendidik. Mendidik adalah suatu kegiatan dalam menuntun individu agar menanamkan kesopanan dan kecerdasan dalam berpikir serta bertindak. Nilai kehidupan seorang tokoh dalam karya sastra dapat diperoleh salah satunya melalui cerita pendek. Elmubarok (2013, hlm. 143) mengemukakan 16 nilai didaktis yang terdapat dalam cerpen diantaranya: 1) nilai menolong sesaman 2) nilai empati, 3) nilai kejujuran, 4) nilai saling berbagi, 5) nilai kesetiaan, 6) nilai kesejatian, 7) nilai hikmah , 8)nilai kegigihan & keuletan, 9) nilai kebermanfaatan, 10) nilai toleransi, 11) nilai menghargai sesama, 12) nilai kesabaran, 13) nilai membalas kejelekan dengan kebaikan, 14) nilai mengedepankan kebaikan daripada keburukan, 15) nilai bahaya kejelekan, 16) nilai kualitas amal kebaikan. 74
TES FORMATIF II Berilah tanda silang (X) pada salah satu huruf a, b, c, d, atau e yang jawabannya dianggap paling tepat dan benar! 1. Apa arti kata “didaktis” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia? A. mendidik B. menggurui C. menuntun D. membimbing E. mengarahkan 75
Bacalah kutipan cerpen di bawah ini! “Sebenarnya aku tidak punya cara lain untuk menambah uang membeli kacamata Mak. Paling-paling aku menunggu honor karanganku di surat-surat kabar.” (Thahar, 2020, hlm. 51). 2. Nilai didaktis yang terkandung dalam kutipan cerpen di atas ialah .... A. nilai kesabaran B. nilai kegigihan & keuletan C. nilai toleransi D. nilai kejujuran E. nilai bahaya kejelekan 76
Bacalah penggalan cerpen di bawah ini! “(1)Mengapa Isa dibilang Etek Lena orang Jawa? Padahal, Isa lahir di sini, ayah Isa juga orang sini; (2) Maksudnya, ibumu, Nak; (3)Ibumu dilahirkan di Jawa; (4)Tapi, katanya Isa bukan orang sini; (5) Itu hanya guyon, Nak. Kau harus bangga karena kau punya tanah asal dua.” (Thahar, 2020, hlm. 53—54). 3. Nilai didaktis yang menunjukkan tentang nilai toleransi pada perbedaan suku ditandai dengan kalimat nomor .... A. (1) B. (2) C. (3) D. (4) E. (5) 77
Bacalah penggalan cerpen di bawah ini! “Dua minggu kemudian baru aku dapat menyisihkan lima belas ribu rupiah untuk tambahan beli kacamata Mak. Aku pulang ke desa dengan penuh harapan untuk membahagiakan hatinya.” (Thahar, 2020, hlm. 54). 4. Nilai didaktis yang terkandung dalam cerpen di atas ialah .... A. nilai menghargai sesama B. nilai hikmah C. nilai kegigihan & keuletan D. nilai bahaya kejelekan E. nilai kesetiaan 78
5. Kutipan di bawah ini yang mengandung nilai didaktis berupa nilai kesetiaan ialah .... A. “Susah ketemu dia. Dia itu sibuk. Kadang-kadang diskusi, panitia seminar, latihan drama, baca puisi, bahkan kadang jadi koordinator demo.” (Thahar, 2020, hlm. 5). B. “Hari kesepuluh Ayah Agus dirawat di rumah sakit kabupaten, kondisinya terlihat semakin parah. Anisah dan Gadis tampaknya sudah pasrah.” (Thahar, 2020, hlm. 10). C. “Dengan pertolongan pemilik rumah kos, Anisah berhasil masuk ke kamar pengap berukuran dua kali tiga meter itu.” (Thahar, 2020, hlm. 7). D. “Dengan senyum mengembang ia pun berkata, kalau Ibu tidak cukup uang beli tiket pesawat, bisa naik bus lintas Sumatra. Cuma dua malam, kok. Jadi, Ibu bisa lihat kesibukannya. Sekalian melepas rindu.” (Thahar, 2020, hlm. 6). E.“Kalau Mas Agus belum juga datang, Ibu jangan khawatir. Anggaplah kami anak-anak Ibu sendiri.” Kata salah seorang (Thahar, 2020, hlm. 9). 79
6. Berikut ini nilai didaktis menurut Elmubarok, kecuali .... A. nilai hikmah B. nilai religius C. nilai empati D. nilai kualitas amal kebaikan E. nilai saling berbagi Petunjuk: Untuk soal nomor 7 s.d. 8 berikut pilihlah A. jika (1), (2), (3) benar B. jika (1) dan (3) benar C. jika (2) dan (4) benar D. jika (4) benar E. jika semua benar. 80
7. Bacalah penggalan cerpen di bawah ini! 1) “Anak-anak kos yang baik itu bermurah hati membersihkan kamar Agus dan membawakan makanan.” (Thahar, 2020, hlm. 9). 2) “... Kalau Bapak telah kubelikan celana yang bagus. Beliau senang sekali.” (Thahar, 2020, hlm. 50). 3) “Marzam mendapatkan ganti sepotong bantal dan selembar kain batik panjang baru dari istiri Guru Mansur.” (Thahar, 2020, hlm. 66). 4) “Ia adalah mahasiswa sebuah perguruan tinggi agama.” (Thahar, 2020, hlm. 64). Nilai didaktis yang menunjukkan nilai saling berbagi yaitu .... A. jika (1), (2), (3) benar B. jika (1) dan (3) benar C. jika (2) dan (4) benar D. jika (4) benar E. jika semua benar 81
8. Bacalah penggalan cerpen di bawah ini! 1) “Ia tak dapat mengharap banyak pada suaminya yang tiap sebentar harus berobat ke puskesmas.” (Thahar, 2020, hlm.3). 2) “Dengan pertolongan pemilik rumah kos, Anisah berhasil masuk ke kamar pengap berukuran dua kali tiga meter itu.” (Thahar, 2020, hlm. 7). 3) “Ayahnya hanyalah seorang satpam pabrik kecap di dekat pasar kecamatan yang sering kambuh penyakit asmanya.” (Thahar, 2020, hlm.3). 4) “Bu, maaf, Bu. HP Mas Agus agaknya tidak aktif. Saya sudah beberapa kali mengontaknya.” (Thahar, 2020, hlm. 7). Nilai didaktis yang menunjukkan nilai menolong sesama yaitu .... A. jika (1), (2), (3) benar B. jika (1) dan (3) benar C. jika (2) dan (4) benar D. jika (4) benar E. jika semua benar 82
Petunjuk : untuk soal nomor 9 s.d 10 berikut, berilah tanda silang (x) pada B bila pertanyaan betul dan S bila pertanyaan salah. 9. B – S Nilai empati merupakan kemampuan seseorang dalam memahami dan merasakan suatu hal yang orang lain pikirkan serta rasakan pada kondisi tertentu. 10. B – S Nilai kesejatian adalah sebuah kejadian yang dirasakan oleh seseorang agar dapat dijadikan pelajaran berharga bagi diri sendiri maupun orang lain. 83
KUNCI JAWABAN Jawaban Menjodohkan Ayu sedang membantu nenek menyebrang jalan. Ayah dan Ibu sedang memberi makan pemulung jalanan. Pendeta Gibrel sedang berbicara dengan ustad Roni. 1. 2. 3. JAWABAN LATIHAN SOAL 84 1. nilai didaktis adalah hubungan perubahan tingkah laku dan karakter seorang individu ke arah yang lebih baik. 2. Nilai didaktis menurut Elmubarok, yaitu: 1) nilai menolong sesama, 2) nilai empati, 3) nilai kejujuran, 4) nilai saling berbagi, 5) nilai kesetiaan, 6) nilai kesejatian, 7) nilai hikmah, 8) nilai kegigihan & keuletan, 9) nilai kebermanfaatan, 10) nilai toleransi, 11) nilai menghargai sesama, 12) nilai kesabaran, 13) nilai membalas kejelekan dengan kebaikan, 14) nilai mengedepankan kebaikan daripada keburukan, 15) nilai bahaya kejelekan, 16) nilai kualitas amal kebaikan. 3. Nilai kesabaran 4. Nilai saling berbagi 5. Menurut KBBI, sabar adalah tahan menghadapi situasi.
1. A. mendidik 2. A. nilai kesabaran 3. E. (5) 4. C. nilai kegigihan & keuletan 5. B. “Hari kesepuluh Ayah Agus dirawat di rumah sakit kabupaten, kondisinya terlihat semakin parah. Anisah dan Gadis tampaknya sudah pasrah.” (Thahar, 2020, hlm. 10). 6. B. nilai religius 7. A. jika (1), (2), (3) benar 8. C. jika (2) dan (4) benar 9. B 10. S JAWABAN TES FORMATIF II 85
NO PERNYATAAN YA TIDAK 1. Apakah kalian telah memahami hakikat nilai didaktis? 2. Apakah kalian telah memahami nilai kejujuran, nilai empati, nilai kesabaran, nilai kesetiaan? 3. Apakah kalian telah memahami nilai kesejatian, nilai saling berbagi, nilai menolong sesama, nilai hikmah? 4. Apakah kalian telah memahami nilai kegighan & keuletan, nilai kebermanfaatan, nilai toleransi, nilai menghargai sesama?? 5. Apakah kalian telah memahami nilai bahaya kejelakan, nilai mengedepankan kebaikan daripada keburukan, nilai kualitas amal kebaikan, nilai 1. membalas kejelekan dengan kebaikan ? Setelah kalian belajar unsur intrinsik. berikut diberikan tabel untuk mengukur diri kalian mengenai materi yang telah dipelajari. isilah tabel berikut dengan jujur disertai tanda ceklis ( ). PENILAIAN DIRI 86 Sumber: www. canva.com
S Analisis :penyelidikan terhadap suatu peristiwa untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya. Cerpen :cerita pendek (kurang dari 10.000 kata) yang memberikan kesan tunggal dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi. Empati :keadaan mental yang membuat seseorang memiliki perasaan dan pikiran yang sama dengan orang lain. Kausal :hubungan sebab-akibat. Klimaks :puncak dari suatu hal dan kejadian yang berkembang secara terus menerus. Konflik :ketegangan dalam cerita rekaan. Latar :keterangan mengenai waktu, tempat dan suasana dalam karya sastra. Majas :cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain. Nilai :sifat-sifat yang penting atau berguna bagi kemanusiaan. Sastra :tulisan. Struktur :sesuatu yang disusun dengan pola tertentu. xii
Daftar Pustaka Alwi. H. (2007). KBBI Edisi Tiga. Jakarta: Balai Pustaka. Aminudin. (2002). Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Argesindo. Aminudin. (2009). Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Argesindo. Elmubarok. Z. (2013). Membumikan Pendidikan Nilai. Bandung: Alfabeta. Marahimin, I. (2008). Menulis Secara Populer. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya. Nurgiyantoro, B. (2012). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. xiii
Daftar Pustaka Nurgiyantoro, B. (2013). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Nurgiyantoro, B. (2015). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Nurgiyantoro, B. (2018). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Stanton, R. (2012). Teori Fiksi . Yogyakarta: Pustaka Fajar. Thahar, H. E. (2020). Rumah Ibu. Jakarta: KOMPAS. Widiyati, S. (2020). Buku Ajar Kajian Prosa Fiksi. Sulawesi Tangerang: LPPM Universitas Muhammadiyah Buton Press. xiv