The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Menggambar adalah imajinasi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Samuel Harry Wicaksana, 2019-07-18 02:56:02

Menggambar

Menggambar adalah imajinasi

Model merupakan sebuah objek yang akan menjadi inspirasi dalam
menggambar karya seni. Menggambar merupakan proses pengungkapan
gagasan seseorang melalui bahasa gambar. Menggambar model
merupakan kegiatan menggambar yang diawali dengan menentukan
objek model yang akan digambar. Objek gambar model dapat berupa
benda hidup seperti hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia, dan kumpulan
benda-benda mati yang disusun sesuai dengan komposisi, proporsi,
keseimbangan, dan irama yang baik sehingga gambar memiliki satu
kesatuan yang utuh. Gambar model yang akan dipelajari ialah objek alam
benda yang biasa disebut gambar bentuk.

Objek gambar alam benda memiliki struktur bentuk dan bidang dasar
yang berbeda-beda antara yang satu dengan lainnya. Bentuk-bentuk
tersebut antara lain seperti bola, kubus, bujur sangkar, kerucut, dan
tabung. Struktur bidang gambar model (alam benda) dapat berupa
bidang datar, melingkar, maupun mengerucut. Struktur bentuk dan
bidang tersebut memiliki kesan yang tidak sama apabila terkena sinar.
Model alam benda yang terkena sinar akan menghasilkan bayangan
dengan intensitas cahaya yang berbeda-beda. Efek bayangan yang
ditimbulkan dari pencahayaan memberikan kesan ruang pada model
sehingga gambar tampak seperti gambar tiga dimensi.

1. Menggambar Model Berbagai Bentuk 3 Dimensi
a. Menggambar model benda Kubistis
Benda kubistis adalah benda-benda yang bentuknya menyerupai bangun
kubus (balok). Misalnya, meja, kursi, lemari, bak sampah, kotak pensil,
dan sebagainya.
b. Menggambar model benda Silindris
Benda silindris adalah benda-benda yang bentuknya menyerupai silinder
(elips). Misalnya, botol, gelas, piring, mangkuk, teko, dan sebagainya.
c. Menggambar model benda Bebas
Benda yang memiliki bentuk bebas adalah benda yang bentuknya tidak
beraturan. Misalnya, buah-buahan, pepohonan, batu-batuan, dan lain
lainnya.

2. Prinsip Menggambar Model
a. Komposisi
Komposisi atau tata susunan merupakan cara kita menyusun dan
mengatur objek gambar yang digunakan sebagai model gambar sehingga
hasil gambar tampak menarik dan indah. Komposisi dapat dibuat melalui
bentuk objek gambar, warna objek gambar, jenis objek gambar, dan latar
belakang gambar.
Komposisi Simetris adalah komposisi yang membagi bidang menjadi 2
bagian yang sama persis. Komposisi simetris merupakan penataan objek
pada semua bagian disusun sama dengan bentuk yang sama pula,
sehingga keseimbangan tercipta dengan sendirinya.
Komposisi Asimetris adalah penataan objek pada tiap bagian tidak sama
dengan bentuk yang tidak sama pula, tetapi memiliki keseimbangan yang
sama.
Komposisi Sentral adalah penataan objek secara memusat dengan bagian
tengah sebagai porosnya, sehingga keseimbangan dapat tercapai.

b. Proporsi
Suatu benda tersusun dari suatu kesatuan berdasarkan ukuran antara
bagian satu dengan bagian lainnya. Kesebandingan, keseimbangan, atau
kesesuaian bentuk dan ukuran suatu benda antara bagian yang satu
dengan bagian yang lain itulah yang dinamakan proporsi. Dengan
menggunakan proporsi yang tepat, maka gambar benda yang dihasilkan
akan tampak wajar. Jika gambar yang dibuat tidak sesuai dengan
proporsi maka akan terkesan janggal.

c. Keseimbangan
Keseimbangan adalah keselarasan antara bidang gambar, objek gambar,
dan gambar yang dihasilkan. Keseimbangan hasil gambar model dapat
diperoleh dengan cara membuat skala, memberi efek perspektif pada
objek gambar dan sudut pandang penggambar.

d. Kesatuan (Unity)
Kesatuan adalah suatu penggambaran objek yang memberikan kesan
adanya kesatuan unsur-unsur yang terpadu. Kesatuan artinya
keterpaduan dari bagian-bagian gambar, tidak terkesan terbelah atau
terpisah.

3. Unsur-Unsur Menggambar Model
a. Garis
Garis terbentuk melalui goresan atau tarikan dari titik yang satu ke titik
yang lain. Bermacam bentuk garis, yaitu garis lurus, garis lengkung, garis
putus-putus, garis tak beraturan, dan lain-lain. Setiap garis tersebut dapat
menimbulkan kesan yang beragam yang dinamakan sifat garis. Misalnya,
garis lurus dapat mengesankan kaku, tegas, keras.

b. Bidang
Bidang berupa permukaan yang datar. Suatu garis yang dipertemukan
ujung pangkalnya akan membentuk bidang, baik bidang geometrik
maupun bidang organik. Bidang juga mempunyai sifat yang beragam
sesuai bentuknya.

c. Bentuk
Bentuk terjadi melalui penggabungan unsur bidang. Misalnya, sebuah
kotak terwujud dari empat sisi bidang yang disatukan.

d. Warna
Ada tiga jenis warna dasar, yaitu merah, kuning, dan biru. Dari ketiga
warna tersebut, dapat diperoleh berbagai jenis warna melalui proses
pencampuran. Warna dapat memberikan kesan tertentu. Ada warna
muda dan warna tua, warna terang dan warna gelap, serta warna redup
dan cerah. Warna gelap cenderung memberi kesan berat, sebaliknya
warna terang dapat memberi kesan ringan,

e. Tekstur
Tekstur adalah permukaan suatu benda, ada yang halus ada yang kasar.
Tekstur kasar misalnya terdapat pada batang kayu, daun, dan batu.
Tekstur halus, misalnya kaca, plastik, dan kertas. Dalam penggambaran
bentuk benda, tekstur bisa mengesankan bobot ringan dan berat.

f. Nada Gelap-Terang
Benda yang tertimpa cahaya (secara langsung atau tidak langsung), ada
sisi yang gelap dan ada sisi yang terang. Penggambaran bentuk benda
yang baik, salah satunya ditentukan oleh kelihaian menentukan sisi gelap
dan sisi terang secara tepat.

g. Ruang
Dalam seni bangunan, ruang terbentuk atas dua atau beberapa dinding
yang berjarak. Ruang juga bisa berupa rongga yang terdapat dalam seni
patung. Ruang di alam nyata dinamakan ruang nyata. Ruang yang
diwujudkan dalam gambar dinamakan ruang khayalan (imajiner). Kesan
ruang tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan perspektif, gelap
terang, dan warna.

4. Alat dan Bahan Menggambar Model
1. Media Kering
a. Pensil
b. Pengapus
c. Krayon
d. Spidol
e. Konte
f. Drawing Pen

2. Media Basah
a. Cat Air
b. Cat Poster
c. Tinta Bak
d. Cat Minyak
e. Ecolin

5. Cara dan Teknik Menggambar Model
Tahapan tahapan dalam menggambar model alam benda adalah:
1. Pengamatan
2. Sketsa
3. Menentukan Gelap Terang
4. Menentukan Teknik
5. Sentuhan Akhir

Teknik yang digunakan ialah:

1. Teknik Arsir

Teknik arsir dibuat dengan cara menorehkan pensil, spidol, tinta, atau
alat lain berupa garis garis berulang yang menimbulkan kesan gelap-
terang, gradasi, atau kesan dimensi.

2. Teknik Sapuan Basah (aquarel)
Teknik sapuan basah dapat menggunakan bahan dengan campuran air di
atas kertas, kain, atau bidang lain. Bila menggunakan bidang gambar
berupa kertas maka dapat menggunakan cat air, cat poster, atau tinta
bak.

3. Teknik Dussel (Gosok)
Teknik dussel adalah teknik menggambar dengan cara menggosok
sehingga menimbulkan kesan gelap-terang atau tebal-tipis. Alat yang bisa
digunakan antara lain pensil, krayon, dan konte.

4. Teknik Siluet (Blok)
Teknik Siluet adalah teknik menutup objek gambar dengan menggunakan
satu warna sehingga menimbulkan kesan siluet (blok)

5. Teknik Pointilis
Teknik pointilis adalah cara atau teknik menggambar dengan
menggunakan titik-titik hingga membentuk suatu objek.


Click to View FlipBook Version