PENDEKATAN TEHNIK NON FARMAKOLOGI DALAM KEBIDANAN Kelompok 1 Aromaterapi dengan Diffuser pada Anak Batuk/Flu, Gangguan Tidur, Tindakan (Suntikan, Angkat Jahitan)
Meet the Group ELISABET NATALIA LULU MAULIA MENTARI SITI HARDIANTI NENG SELI FITRIANI SYIFA FITHROTUL RAISYA MARSYA DEVI
JENIS-JENIS AROMATERAPI UNTUK ANAK DENGAN BATUK/FLU Aromaterapi
Nurbaiti, H. (2021). Aroma Terapi Menurunkan Intensitas Dismenorea Primer Pada Remaja Putri: Literature Review. Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education, 3(2). Peppermint Oil Peppermint berasal dari famili Lamiaceae. Aroma khas dari peppermint memiliki karakter manis kuat serta mentol yang tajam. Minyak essensial peppermint banyak dimanfaatkan sebagai stimulan saraf, vasokonstriktor dan kaitannya dengan sistem pencernaan. Peppermint ini mengandung mentol, yang memunculkan sensasi hangat dan dingin untuk melegakan atau meredakan tenggorokan yang gatal selama batuk.
JENIS-JENIS AROMATERAPI UNTUK ANAK DENGAN GANGGUAN TIDUR Aromaterapi
Lavender Oil Lavender merupakan famili Laminaceace yang banyak digunakan untuk relaksasi otot, penenang serta antikontraksi melalui sistem saraf. Minyak lavender adalah salah satu minyak essensial aromatik dalam aromaterapi. Minyak essensial bunga lavender yaitu silexan yang diperoleh dengan metode destilasi uap. Silexan dapat digunakan untuk gangguan kecemasan, tidur yang terganggu serta perbaikan suasana hati Nurbaiti, H. (2021). Aroma Terapi Menurunkan Intensitas Dismenorea Primer Pada Remaja Putri: Literature Review. Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education, 3(2).
JENIS-JENIS AROMATERAPI UNTUK ANAK DENGAN TINDAKAN (SUNTIKAN, ANGKAT JAHITAN) Aromaterapi
Citrus fresh (lemon) Oil Aromaterapi lemon merupakan jenis aromaterapi yang digunakan untuk mengatasi nyeri seperti setelah disuntik dan angkat jaitan juga mengatasi cemas. Zat yang terkandung dalam lemon salah satunya adalah linalool yang berguna untuk menstabilkan sistem saraf sehingga dapat menimbulkan efek tenang bagi siapapun yang menghirupnya. Darni, Z., & Khaliza, R. T. N. (2020). Penggunaan Aromaterapi Lemon Untuk Mengurangi Nyeri Pada Pasien Post Operasi: Sebuah Studi Kasus. Buletin Kesehatan: Publikasi Ilmiah Bidang kesehatan, 4(2), 138-148.
Indikasi dan Kontra Indikasi Aromaterapi untuk Anak
Indikasi dan Kontra Indikasi Aromaterapi untuk Anak dengan Batuk/Flu Peppermint Oil Indikasi Kontraindikasi Anak dengan gejala flu, masalah perut kembung, diare, mual, gangguan cemas, nyeri otot, gangguan saraf, pilek, gangguan pencernaan, dan peradangan pada saluran usus besar (IBS). Anak yang menderita kondisi atau memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap komponen atau komposisi yang ada di dalam obat ini. Penderita yang alergi peppermint oil ini dapat muncul reaksi alergi seperti mual, muntah, demam, sakit kepala, sariawan dan pembengkakan pada daerah tubuh. Pratiwi, Y. N. (2021). Efektivitas Peppermint Oil Pada Balita Dengan Masalah Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas. Universitas Muhammadiyah Magelang, 21–34.
Indikasi dan Kontra Indikasi Aromaterapi untuk Anak dengan Gangguan Tidur Lavender Oil Indikasi Kontraindikasi Anak dengan masalah insomnia, karena landungan utama dari aromaterapi bunga lavender (C10H18O) mempengaruhi bagian nucleus raphe di otak dan akan mensekresikan serotonin yang menghantarkan seseorang untuk tidur. Sejauh ini tidak terdapat kontraindikasi serta tidak menimbulkan sensitisasi dan iritasi saat digunakan di kulit maupun tidak mengiritasi mukosa sehingga aromaterapi bunga lavender (Lavandula angustifolia) aman untuk menurunkan risiko insomnia. Ramadhan, M. R., & Zettira, O. Z. (2017). Aromaterapi Bunga Lavender ( Lavandula angustifolia ) dalam Menurunkan Risiko Insomnia. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, 6, 60–63.
Indikasi dan Kontra Indikasi Aromaterapi untuk Anak dengan Tindakan (Suntikan, Angkat Jahitan) Citrus Fresh Lemon Oil Indikasi Kontraindikasi Anak dengan tindakan suntikan dan angkat jahitan, nyeri, cemas. Efek anti-inflamasi kuat dari minyak jeruk efektif mengurangi nyeri, infeksi, mengurangi respon inflamasi sehingga meringankan pembengkakan pada jaringan. Anak yang mempunyai alergi terhadap aromaterapi khususnya aromaterapi lemon essential oil. Sundara, A. K., Larasati, B., Meli, D. S., Wibowo, D. M., Utami, F. N., Maulina, S., ... & Gunarti, N. S. (2022). Aromaterapi Sebagai Terapi Stres Dan Gangguan Kecemasan. Jurnal Buana Farma, 2(2), 78-84.
Dosis Penggunaan Aromaterapi untuk Anak dengan Batuk/Flu, Gangguan Tidur dan Tindakan (Suntikan, Angkat Jahitan)
Campurkan 4-5 tetes esensial oil dengan 30 ml air mineral ke dalam diffuser, dilakukan selama 5-10 menit Dosis Aromaterapi untuk Anak dengan Batuk/Flu Aromaterapi Peppermint Oil
Campurkan 3-5 tetes esensial oil dengan 100 ml air mineral ke dalam diffuser, dilakukan selama 15-30 menit Dosis Aromaterapi untuk Anak dengan Gangguan Tidur Aromaterapi Lavender Oil
Campurkan 3-5 tetes esensial oil dengan 100 ml air mineral ke dalam diffuser, dilakukan selama 10-30 menit Dosis Aromaterapi untuk Anak dengan Tindakan (Suntikan, Angkat Jahitan) Aromaterapi Citrus Fresh Lemon Oil
Aromaterapi ZAT AKTIF YANG BERPERAN PADA AROMATERAPI UNTUK ANAK DENGAN BATUK/FLU
Melegakan hidung sehingga memudahkan bernafas Meringankan flu Meredakan peradangan Menurut (Koensoemardiyah, 2009) dalam (Amelia et al, 2018). aromaterapi peppermint memiliki kandungan bahan aktif Menthol, yang merupakan senyawa organik yang menciptakan sensasi dingin. Manfaat kandungan Menthol: PEPPERMINT Amelia, S., Oktorina, R., & Astuti, N. (2018). Aromaterapi Peppermint Terhadap Masalah Keperawatan Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas Anak Dengan Bronkopneumonia. Real in Nursing Journal, 1(2), 77-83.
Aromaterapi ZAT AKTIF YANG BERPERAN PADA AROMATERAPI UNTUK ANAK DENGAN GANGGUAN TIDUR
Menurut (Khadijah et al,. 2019) Aromaterapi lavender memiliki efek sedatif dan antineurodepresive yang memiliki kandungan utama yaitu linalool asetat yang dapat melonggarkan dan melemaskan sistem kerja urat-urat saraf dan otot-otot yang tegang. Saat menghirup lavender meningkatkan frekuensi gelombang alfa dan keadaan ini diasosiasikan dengan bersantai (relaksasi). Khadijah, S., & Vitrianingsih, V. (2019). Pengaruh Essential Oil Lavender terhadap Kuantitas Tidur Siang dan Gangguan Tidur Siang pada Anak Pra Sekolah. The Shine Cahaya Dunia Ners, 4(2). LAVENDER
Aromaterapi ZAT AKTIF YANG BERPERAN PADA AROMATERAPI UNTUK ANAK DENGAN TINDAKAN (SUNTIKAN, ANGKAT JAHITAN)
Menstabilkan sistem saraf pusat efek ketenangan Terapi nyeri dan kecemasan Menurut beberapa penelitian dalam (Sundara, et al, 2022) aromaterapi lemon mengandung zat kimia limeone geranil asetat, netrol, terpine, a pinene dan mercyme, serta linalool. dari kandungan tersebut meiliki manfaat: Sundara, A. K., Larasati, B., Meli, D. S., Wibowo, D. M., Utami, F. N., Maulina, S., ... & Gunarti, N. S. (2022). Aromaterapi Sebagai Terapi Stres Dan Gangguan Kecemasan. Jurnal Buana Farma, 2(2), 78-84. CITRUS LEMON
Mekanisme Kerja Aromaterapi
Tambahkan sedikit teks isi Mekanisme kerja aromaterapi dalam tubuh manusia berlangsung melalui dua sistem fisiologis, yaitu sirkulasi tubuh dan sistem penciuman. Organ penciuman merupakan satu-satunya indera perasa dengan berbagai reseptor saraf yang berhubungan langsung dengan dunia luar dan merupakan saluran langsung ke otak. Hanya sejumlah 8 molekul sudah dapat memicu impuls elektris pada ujung saraf. Dibutuhkan kurang lebih sekitar 40 ujung saraf yang harus dirangsang sebelum seseorang sadar bau apa yang dicium. Ali, B., Al-Wabel, N. A., Shams, S., Ahamad, A., Khan, S. A., & Anwar, F. (2015). Essential oils used in aromatherapy: A systemic review. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, 5(8), 601-611.
Penerimaan molekul bau tersebut oleh saraf olfactory epithelium, yang merupakan suatu reseptor yang berisi 20 juta ujung saraf. Ditransmisikannya bau tersebut sebagai pesan ke pusat penciuman yang terletak di bagian belakang hidung. Sel neuron menginterpretasi bau tersebut dan mengantarkannya ke sistem limbik yang kemudia akan dikirim ke hypothalamus untuk diolah. Bila minyak essensial dihirup, molekul yang mudah menguap akan membawa unsure aromatic yang terdapat dalam kandungan minyak tersebut ke puncak hidung. Rambut getar yang terdapat didalam akan berfungsi sebagai reseptor. Mengantarkan pesan elektrokimia ke pusat emosi dan daya ingat seseorang yang selanjutnya akan mengntarkan pesan balik ke seluruh tubuh melalui sistem sirkulasi. Pesan ayng diantar ke seluruh tubuh akan dikonversikan menjadi suatu aksi dengan pelepasan substansi neurokimia berupa perasaan senang, rilkes, tenang atau terangsang. Bau merupakan suatu molekul yang mudah menguap langsung ke udara. Apabila masuk ke rongga hidung melalui pernafasan, akan diterjemahkan oleh otak sebagi proses penicuman. Proses penciuman terbagi menjadi : Ali, B., Al-Wabel, N. A., Shams, S., Ahamad, A., Khan, S. A., & Anwar, F. (2015). Essential oils used in aromatherapy: A systemic review. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, 5(8), 601-611.
Pengiriman respon Essensial Oil inhalasi ke otak melalui sistem pernapasan dan penciuman: a. Essensial Oil yang dihirup melewati rongga hidung dan mencapai sistem penciuman atau sistem pernapasan b. Tinjauan jalur pengiriman molekul Essensial Oil di sistem penciuman c. Sekilas molekul Essensial Oil melintasi penghalang udara-darah untuk mencapai sistem peredaran darah. Fung, T. K., Lau, B. W., Ngai, S. P., & Tsang, H. W. (2021). Therapeutic effect and mechanisms of essential oils in mood disorders: Interaction between the nervous and respiratory systems. International Journal of Molecular Sciences, 22(9), 4844.
Terima Kasih