Jumlah Fi’liyah (Fiil Lazim) فِ ٌ ة َ ل ْ م ُ ج ِ ي ل ْ ع ِ ٌ ة )فعل الزم(
“Jumlah fi’liyah adalah kelompok kata yang diawali oleh FI’IL pada susunan kalimatnya.” PENGERTIAN
KATA dalam Bahasa Arab terbagi menjadi 3 yaitu: SEBELUM MEMBAHAS TENTANG PENGERTIAN JUMLAH FI’LIYAH, PERLU DIFAHAMI TERLEBIH DAHULU TENTANG PEMBAGIAN KATA DALAM BAHASA ARAB ISIM Kata yang tidak terikat oleh waktu. Seringkali berupa kata benda ب :Contoh ا َ ت كِ FI’IL Kata yang terikat oleh waktu. Seringkali berupa kata kerja ب :Contoh ضِر ْ َ ي HURUF Kata yang harus bersambung dengan isim/fiil agar memiliki makna yang lengkap Contoh: ْ ن ِ م
Fiil Lazim Fi’il yang tidak butuh objek (intransitif) FI’IL TERBAGI MENJADI 2 Fiil Muta’addi Fi’il yang membutuhkan objek (transitif) 01 02
Pada pola jumlah fi’liyah yang terdiri dari fiil lazim, maka pola kalimatnya adalah FIIL (predikat) diikuti FAIL (subjek). Seperti pada kalimat: د ْ ي َ ز َ لَس َ ج َ لَس َ ج = فعل د ٌْ ي َ ز = فاعل Fiil Lazim
Fiil Mutaaddi Pada pola jumlah fi’liyah yang terdiri dari fiil muta’addi, maka pola kalimatnya adalah FIIL (predikat) diikuti FAIL (subjek) dan MAF’UL BIH (objek). Seperti pada kalimat: آ َن ْ قر د الْ ْ ي َ ز أ َ ْقر َ ي ُ أ َ ْر ق َ ي = فعل د ٌْ ي َ ز = فاعل َن آ ْ ر ُ الْق = مفعول به
Pada pembahasan dalam materi ini, Kita akan focus pada pembahasan tentang pola jumlah fi’liyah yang terdiri dari Fiil + Fail terlebih dahulu
KAIDAH JUMLAH FI’LIYAH Fiil sejenis dengan Fail Fail berbentuk rofa’ Fiil menggunakan dhomir tunggal
Apabila fa’il jenisnya mudzakkar (lk), maka fiilnya juga mudzakkar seperti contoh: د ْ ي َ َ َب ز َذه Apabila fa’il jenisnya muannas (pr), maka fiilnya juga muannas seperti contoh: َ ب ب َذه ْت َ َ ن ْ ي َ ز Fiil harus SEJENIS dengan Fail
Fiil tetap menggunakan dhomir mufrod meskipun failnya berbentuk mufrod (tunggal), mutsanna (dua) atau jamak (banyak) Seperti contoh: َ َب ب َذه ِ ال َّ الط َ َب َذه انِ َ ب ِ ال َّ الط َ َب ب َذه ََُّّّل الط FIIL menggunakan dhomir MUFROD
Untuk lebih memahami tandatanda I’rob rofa’, silahkan perhatikan tabel berikut! FAIL dalam keadaan ROFA’
MEMAHAMI KAIDAH JUMLAH FI’LIYAH RUMUS SAKTI
FA’IL MUFROD Perhatikan seluruh fa’il pada gambar disamping! Seluruh fail pada contoh tersebut berharokat akhir dhommah karena fail harus rofa’ dan tanda rofa’nya isim mufrod adalah dhommah.
FAIL MUTSANNA Perhatikan seluruh fa’il pada gambar disamping! Seluruh fail pada contoh tersebut diakhiri dengan alif (dan nun) karena fail harus rofa’ dan tanda rofa’ isim mutsanna adalah alif.
FAIL JAMAK SALIM Perhatikan seluruh fa’il pada gambar disamping! Seluruh fail pada contoh sebelah kiri diakhiri dengan wawu (dan nun) karena fail harus rofa’ dan tanda rofa’ isim jama’ mudzakkar salim adalah wawu. Sedangkan pada contoh sebelah kanan diakhiri dengan dhommah karena fail harus rofa’ dan tanda rofa’ isim jama’ muannas salim adalah dhommah
Fail Jamak Taksir Fail jamak taksir tebagi menjadi 2, yaitu jamak taksir lil aqil (untuk yang berakal) dan lighoiril aqil (untuk yang tidak berakal. • Mufrod muannas • Mufrod mudzakkar Lil Aqil • Mufrod muannas Lighoiril Aqil Untuk fail jamak lil aqil, fiilnya bisa berbentuk mufrod muannas/ mufrod mudzakkar tergantung jenis katanya. Sedangkan untuk fail jamak lighoiril aqil, maka fiilnya berbentuk mufrod muannas karena setiap jamak dari kata benda (lighoiril aqil) dihukumi muannas.