Bab. 3
Kimia Unsur
PUJI. S.PD SMAN 46
JAKARTA
Kelimpahan Unsur-Unsur Golongan Utama di
Alam
SIFAT-SIFAT UNSUR-UNSUR GOLONGAN UTAMA
(ALKALI, ALKALI TANAH, HALOGEN, GAS MULIA)
Sifat Fisika Sifat Kimia
Golongan IA (Alkali)
Golongan IIA (Alkali Tanah)
Golongan VIIA (Halogen)
Golongan VIIIA (Gas Mulia)
Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab
Golongan IA (Alkali) Sifat Fisika
Warna nyala
Natrium
Litium
Kalium
Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab
Golongan IA (Alkali)
Sifat Kimia
reaksi kalium dengan air
Golongan Alkali
• Dari atas ke bawah logam alkali semakin reaktif.
• Logam alkali bereaksi dengan air menghasilkan gas hidrogen.
• Reaksinya dengan oksigen menghasilkan senyawa oksida.
• Reaksi logam alkali dengan hidrogen menghasilkan senyawa
hidrida.
Golongan IIA (Alkali Tanah) Sifat Fisika
Stronsium
Barium
Kalsium
Golongan IIA (Alkali Tanah)
Sifat Kimia
Golongan Alkali Tanah
• Sifat unsur-unsur logam alkali tanah dari atas ke bawah semakin
reaktif, tetapi kurang reaktif jika dibandingkan logam alkali yang
seperiode.
Golongan VIIA (Halogen)
Sifat Fisika
Golongan VIIA (Halogen)
Sifat Kimia
Golongan Halogen
• Halogen bersifat reaktif. Halogen dapat bereaksi dengan logam,
nonlogam, metaloid tertentu, hidrogen, dan air.
• Halogen merupakan oksidator kuat.
• Kelarutan unsur halogen berbeda-beda. Fluorin jika dilarutkan
dalam air akan mengoksidasi air. Klorin dan bromin dapat larut
dengan baik dalam air. Iodin sukar larut dalam air.
• Unsur halogen dapat bereaksi dengan hidrogen membentuk asam
halida.
• Unsur halogen (kecuali fluorin) dapat membentuk asam-asam
beroksigen (oksihalogen).
• Kekuatan asam oksihalogen yaitu HClO4 > HClO3 > HClO2 > HClO.
• Kekuatan asam halida yaitu HI > HBr > HCl > HF.
Golongan VIIIA (Gas Mulia)
Sifat Fisika
Golongan VIIIA (Gas Mulia)
Sifat Kimia
Golongan Gas Mulia
• Gas mulia sukar bereaksi (bersifat inert) karena konfigurasi
elektronnya stabil sehingga jarang ditemukan dalam bentuk senyawa.
• Gas mulia sedikit larut dalam air, kecuali helium dan neon karena
ukuran atomnya terlalu kecil.
PEMBUATAN, KEGUNAAN, DAN DAMPAK
UNSUR-UNSUR GOLONGAN UTAMA
Golongan Alkali
Logam aGloklaolnigdaipneArlokalelih melalui proses elektrolisis lelehan garam kloridanya.
Golongan Alkali Tanah
Logam alkali tanah,
kecuali Mg dibuat
dengan mereduksi
garam fluoridanya
menggunakan
logam-logam yang
lebih aktif.
Mg(OH)2 dan Al(OH)2 dimanfaatkan sebagai obat mag
Golongan VIIA
Senyawa yang mengandung unsur golongan halogen umumnya
menimbulkan dampak negatif. Senyawa CFC dapat mengakibatkan
rusaknya lapisan ozon (O3).
Golongan VIIIA Obat luka mengandung iodine
sebagai antiseptik
Unsur-unsur gas mulia diperoleh dengan
cara penyulingan bertingkat udara cair,
kecuali radon.
Radon diperoleh dari peluruhan radioaktif
isotop radium-226.
Gas argon juga dapat diperoleh dengan
pemanasan campuran udara dengan
kalsium karbida.
Unsur-Unsur Periode Ketiga
Kelimpahan Unsur-Unsur Periode Ketiga di Alam
Sifat-Sifat Unsur Periode Ketiga
Pembuatan, Kegunaan, dan Dampak Penggunaan Unsur-
Unsur Periode Ketiga
KELIMPAHAN UNSUR-UNSUR PERIODE KETIGA
DI ALAM
Sifat-Sifat Unsur Periode Ketiga
1. Sifat Logam dan Nonlogam Unsur-Unsur Periode Ketiga
UUnnssuurr looggaamm: : Unsur Unsur
semilogam: nonlogam:
Na, Mg, dan
Al. Si P, S, Cl, dan Ar.
2. Sifat Kepriodikan Unsur-Unsur Periode Ketiga
3. Sifat Reduktor dan Oksidator Unsur-Unsur Periode Ketiga
unsur-unsur periode ketiga semakin ke kanan semakin mudah mengalami reaksi reduksi. Oleh karenanya,
sifat oksidatornya semakin bertambah dan sifat reduktornya semakin berkurang
4. Sifat Konduktor Listrik 5. Sifat Asam-Basa Unsur-Unsur
Periode Ketiga
Dapat menghantarkan Tidak dapat menghantarkan
listrik: listrik: Unsur-unsur periode ketiga semakin ke kanan
sifat basanya semakin berkurang dan sifat
Na, Mg, dan Al. P, S, Cl, dan Ar
asamnya semakin bertambah.
Pembuatan, Kegunaan, dan Dampak Unsur-Unsur
Periode Ketiga
Pembuatan Pembuatan asam sulfat:
a. Proses kontak
1. Natrium : elektrolisis lelehan NaCl cara b. Proses bilik timbal
2. Magnesium : elektrolisis lelehan MgCl2
3. Aluminium : proses Bayer dan Hall-Heroult Chip komputer dari silikon
4. Silikon : mereduksi SiO2
5. Fosfor : proses Wohler
6. Sulfur : cara Sisilia, cara Frasch, dan
Claus
7. Klorin : elektrolisis larutan garam dapur
Unsur-Unsur GolonganTransisi Periode Empat
Kelimpahan Unsur-Unsur Golongan Transisi Periode Empat
di Alam
Sifat-Sifat Unsur Golongan Transisi Periode Empat
Pembuatan, Kegunaan, dan Dampak Penggunaan Unsur-
Unsur Golongan Transisi Periode Empat
KELIMPAHAN UNSUR-UNSUR TRANSISI
PERIODE EMPAT DI ALAM
1. Skandium 0,0025% di kerak bumi. Bijih nikel
2. Titanium 0,6% di kerak bumi. Bijih krom
3. Vanadium 0,02% di kerak bumi.
4. Krom 0,0122% di kerak bumi.
5. Mangan lumayan berlimpah di kerak bumi.
6. Besi berada di peringkat keempat berdasarkan
kelimpahannya di alam.
7. Kobalt murni tidak ditemukan di alam. Kobalt ditemukan
dalam persenyawaannya dengan nikel.
8. Nikel berada di peringkat ke-24 berdasarkan
kelimpahannya kerak bumi.
Sifat-Sifat Unsur Golongan Transisi Periode Empat
1. Sifat-Sifat Unsur Golongan Transisi Periode Empat
a. SifatSLifoagt aLomgam b. Bilangan Oksidasi c. Senyawa Berwarna
meSmSeempmuunauyaaunui snsusifruarttrtarloangsniassiimsi . Unsur transisi Senyawa yang
Admalmeoneyngagmaampikku.ainbtyaaatnikalsoinfgaattitmik ini mempunyai beberapa dibentuk dari ion-ion
dleeAlnedshia,tantiystaiuknidskuiadrtiathrn,adnasinsi bilangan oksidasi. logam transisi
sebagian besar
cuklougpabmesinair sehingga Unsur-unsur transisi berwarna.
bermsiefangt akekribaas tdkaann ktiutiakt periode empat bersifat
elektropositif (mudah Warna ini
leleh, titik didih, dan melepaskan elektron) disebabkan oleh
densitas unsur transisi sehingga bilangan tingkat energi
cukup besar oksidasinya bertanda elektron pada unsur-
sehingga bersifat positif. unsur transisi hampir
keras dan kuat. sama.
d. SSififaatt MLoagagmnetik
Diamagnetik: Paramagnetik: Feromagnetik:
Unsur transisi Unsur transisi Unsur transisi
yang menolak yang sedikit yang dapat
medan magnet. dapat ditarik ditarik dengan
Contoh: unsur Zn medan magnet. sangat kuat oleh
Contoh: unsur Sc medan magnet
Contoh: unsur Fe,
Co, dan Ni
e. Ion Kompleks
Unsur transisi dapat membentuk ion kompleks karena
memiliki orbital-orbital yang masih kosong.
Contoh nama senyawa kompleks:
[Ag(NH3)2]Cl : diamin perak(I) klorida
Na2[Cu(OH)4] : natrium tetrahidrokso kuprat(II)
Pembuatan, Kegunaan, dan Dampak Unsur-Unsur
Golongan Transisi Periode Empat
Baja sebagai kerangka bangunan
Titanium digunakan sebagai bahan
badan pesawat
Tembaga sebagai bahan baku kabel
listrik