MATERI AJAR
KEANEKARAGAMAN HAYATI
KELAS X SMA
SESMESTER GANJIL
Oleh
Puput Andriani, S.Pd.
MATERI AJAR
MATERI PEMBELAJARAN KEANEKARAGAMAN HAYATI
Gambar 1. Peta konsep keanekaragaman hayati di Indonesia
Sumber:https://www.sainspedia.web.id/keanekaragaman-hayati/
1. Konsep keanekaragaman hayati
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Di
Indonesia terdapat berbagai jenis flora dan fauma yang
merupakan bagian dari keanekaragaman hayati.
Keanekaragaman hayati merupakan keanekaragaman pada makhluk
hidup yang menunjukkan adanya variasi bentuk, penampilan, ukuran,
serta ciri-ciri lainnya. Keanekaragaman hayati disebut juga biodiversitas
(biodiversity), meliputi keseluruhan berbagai variasi yang terdapat pada
tingkat gen, jenis, dan ekosistem di suatu daerah. Keanekaragaman ini
terjadi karena adanya pengaruh faktor genetik dan faktor lingkungan
yang memengaruhi fenotip (ekspresi gen). Faktor genetik bersifat relatif
konstan atau stabil pengaruhnya terhadap morfologi (fenotipe)
organisme. Adapaun faktor luar relatif labil pengaruhnya terhadap
morfologi (fenotipe) organisme. Secara garis besar, keanekaragaman
hayati terbagi menjadi tiga tingkat yaitu keanekaragaman gen,
keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistem.
1) Keanekaragaman gen
Keanekaragaman tingkatan ini disebabkan karena adanya variasi
gen atau struktur gen dalam suatu spesies makhluk hidup. Gen
sendiri merupakan faktor pembawa sifat keturunan yang dapat
dijumpai di dalam kromosom. Setiap susunan gen akan memberi
penampakan, baik anatomi ataupun fisiologi, pada setiap
organisme. Bila susunannya berbeda, alhasil penampakannya pun
akan berbeda pada satu sifat atau bahkan secara keseluruhan.
Keanekaragaman satu ini cukup mudah dikenali dengan ciri-
cirinya yang memiliki variasi, nama ilmiah yang sama, serta
perbedaan morfologi yang tidak terlalu mencolok. Biasanya,
keanekaragaman hayati tingkat gen disebut sebagai varietas.
Contoh keanekaragaman hayati tingkat gen pada tumbuhan:
Padi (Oryza sativa) dengan varietas: padi rojolele, padi
ciherang, padi ciliwung, dll.
Mangga (Mangifera indica) dengan varietas: mangga arumanis,
mangga manalagi, mangga golek, dll.
Durian (Durio zibethinus) dengan varietas: durian petruk,
durian bawor, durian monthong, dll.
Contoh keanekaragaman hayati tingkat gen pada hewan:
Anjing (Canis familiaris) dengan ras: anjing golden
retriever, anjing bulldog, anjing german shepherd, dll.
Kucing (Felis catus) dengan ras: kucing anggora, kucing persia,
kucing sphinx, dll.
Sapi (Bos taurus) dengan ras: sapi bali, sapi madura, sapi fries
holland, dll.
Gambar 2. Keanekaragaman tingkat gen
Sumber: https://agdesign.me/
2) Keanekaragaman jenis
Keanekaragaman tingkat jenis menunjukkan keanekaragaman atau variasi yang
terdapat pada berbagai jenis atau spesies makhluk hidup dalam genus yang sama atau
familia yang sama. Keanekaragaman ini lebih mudah diamati daripada
keanekaragaman gen, karena perbedaan antarspesies makhluk hidup dalam satu marga
lebih mencolok daripada perbedaan antarindivdu dalam satu spesies.
Contoh keanekaragaman hayati tingkat spesies pada tumbuhan:
Tingkat genus
Genus Citrus: jeruk bali (Citrus maxima), jeruk nipis (Citrus aurantifolia), dan
jeruk manis (Citrus nobilis).
Tingkat famili
Famili Poaceae: padi (Oryza sativa), jagung (Zea mays), dan alang-alang
(Imperata cylindrical).
Famili Zingiberaceae: kunyit (Curcuma domestica) dan jahe (Zingiber officinalis).
Gambar 3. Keanekaragaman tingkat jenis pada tumbuhan
Sumber: http://ilmusejarahbiologi.blogspot.com/2015/08/pengertian-tumbuhan-jahe-jahean-dan.html
Gambar 4. Keanekaragaman tingkat jenis pada hewan
Sumber: https://agdesign.me/
Keanekaragaman ini terjadi akibat perbedaan letak geografis yang
menyebabkan perbedaan iklim dan berpengaruh terhadap
perbedaan suhu, curah hujan, intensitas cahaya matahari, dan
lamanya penyinaran matahari. Dengan sekian banyak perbedaan
tersebut, flora dan fauna yang menempati suatu daerah akan
bervariasi pula.
Ekosistem adalah area geografis di mana Keanekaragaman ekosistem
tanaman, hewan, dan organisme lain,
serta iklim dan bentang alam, berinteraksi meliputi seluruh topologi daratan
bersama untuk membentuk kehidupan.
Ekosistem mengandung komponen biotik maupun perairan, yang didalamnya
serta faktor abiotik. Faktor biotik saling berinteraksi antara populasi
termasuk tanaman, hewan, dan organisme
lain. Faktor abiotik meliputi batu, suhu, dengan populasi lainnya atau
dan kelembaban. Setiap faktor dalam
suatu ekosistem tergantung pada faktor dengan lingkungan fisik seperti air
lain, baik secara langsung maupun tidak
langsung. Perubahan suhu suatu batuan dan lainnya yang saling
ekosistem akan sering mempengaruhi ketergantungan. Ketergantungan ini
tanaman apa yang akan tumbuh di sana,
misalnya. Hewan yang bergantung pada memberntuk suatu ekosistem yang
tanaman untuk makanan dan tempat
tinggal harus beradaptasi dengan boleh jadi menghuni sebuah
perubahan, pindah ke ekosistem lain, atau kawasan. Contoh ekosistem yang
binasa.
ada di Indonesia ekosistem padang
rumput, ekosistem mangrove,
ekosistem hutan hujan tropis di
Sumatera dan Kalimantan, daerah
terumbu karang di Bunaken dan
Raja Ampat dan tempat lainnya,
ekosistem padang lamun di Selat
Sunda, dan ekosistem lainnya.
Keanekaragaman ekosistem
Keanekaragaman ini terjadi akibat perbedaan letak geografis
yang menyebabkan perbedaan iklim dan berpengaruh terhadap
perbedaan suhu, curah hujan, intensitas cahaya matahari, dan
lamanya penyinaran matahari. Dengan sekian banyak perbedaan
tersebut, flora dan fauna yang menempati suatu daerah akan
bervariasi pula.
Indonesia memiliki kurang lebih 47 ekosistem alami yang
berbeda mulai dari ekosistem salju abadi sampai berbagai macam
ekosistem hutan dataran rendah dan padang rumput. Ada juga
ekosistem danau, rawa, terumbu karang, dan hutan bakau. Di
dalam ekosistem seluruh makhluk hidup melakukan hubungan
timbal balik, baik antarmakhluk hidup maupun makhluk hidup
dengan lingkungannya. Hubungan timbal balik ini menimbulkan
keserasian hidup di dalam ekosistem.
Gambar 2.Keanekaragaman hayati ekosistem
Sumber: https://arena-edukasi.blogspot.com/2020/03/keanekaragaman-hayati-tingkat-gen-jenis.html
a) Ekosistem terumbu karang
Terumbu karang adalah salah satu ekosistem penting bagi
keberlanjutan kawasan pesisir dan lautan. Secara ekologi,
ekosistem terumbu karang berfungsi sebagai penyangga bagi
kehidupan biota pesisir dan lautan. Terumbu karang
merupakan lingkungan yang sangat kaya akan keanekaragman
hayati. Selain itu juga sebagai pelindung pantai dari abrasi
akibat terpaan arus, angin, dan gelombang. Secara ekonomi,
ekosistem terumbu karang adalah satu kawasan dengan
potensi dan produksi ekonomi yang tinggi. Terumbu karang
juga merupakan kawasan yang mempunyai panorama bawah
laut yang sangat indah, yang sangat berpotensi dalam
pengembangan sektor pariwisata.
Gambar 3. Ekosistem terumbu karang
Sumber: https://regional.kompas.com/read/2022/02/11/132734278/terumbu-karang-jenis-
manfaat-dan-ekosistem?page=all
b) Ekosistem hutan hujan tropis
Hutan tropis adalah hutan yang terletak di wilayah tropis,
yaitu suatu wilayah yang terletak pada lintang 23,5 derajat
LU23,5 derajat LS. Hutan tropis lembab juga merupakan suatu
bioma hutan yang selalu basah sepanjang tahun artinya hutan
tersebut selalu diguyur hujan. Curah hujan yang turun di
tempat ini cenderung tinggi dengan curah hujan yang bisa
mencapai 2000 mm per tahun. Hutan tropis lembab mudah
ditumbuhi berbagai macam tumbuhan karena sepanjang tahun
hutan ini menerima sinar matahari yang cukup, air yang
cukup, dan curah hujan yang cukup. Pohon-pohon utama di
hutan ini mempunyai ketinggian dari 20-40 m, berdaun lebar
dan lebat, dan selalu hijau. Oleh kerenanya hutan tropis lembab
merupakan rumah yang ideal bagi sebagian flora dan fauna. Di
lingkungan hutan tropis lembab akan ditemukan
keanekaragaman hayati yang tinggi dan fauna yang beragam.
Binatang-binatang yang menghuni hutan ini seperti mamalia,
reptil, burung, amfibi, dan serangga.
Video 1. Ekosistem hutan hujan tropis
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=-FQcRoORxx8&t=14s
c) Ekoistem Padang Pasir
Ekosistem gurun adalah salah satu daerah yang memiliki curah hujan
yang sangat rendah, dengan curah hujan yang seperti itu di daerah gurun pun
juga mempunyai pola sebaran yang tidak teratur sehingga ada di sebagian
gurun yang tidak terkena hujan. tetapi dengan curah hujan yang rendah
gurun pasir memiliki tingkat penguapan yang sangat tinggi. sehingga daerah
gurun menjadi sangat gersang dan kering tentu sangat tidak cocok untuk di
jadikan tempat tinggak oleh beberapa jenis makhluk hidup.
Perubahan suhu yang ekstrim juga terjadi di daerah gurun pasir yakni
pada siang hari yang dimana suhupada siang hari akan sangat panas,
tetapipada malam hari akan menjadi sangat dingin. Hal ini di sebabkan
karena di gurun tidak ada pepohonan sehigga cahaya matahari dan udara
menerpa secara langsung. Ekosistem gurun memiliki ciri yang khas yaitu
mempunyai substrat pasir yang memiliki sifat yang sangat kering selain itu
substrat pasir pada gurun juga sangat rendah akan nutrisi sehingga tidak
subur dan hanya tumbuhan kaktus yang dapat tumbuh di gurun pasir.
Gambar 4. Ekosistem padang pasir
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=-FQcRoORxx8&t=14s
d) Ekosistem hutan mangrove
Ekosistem hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di daerah pasang
surut, terutama di pantai yang terlindung, laguna dan muara sungai yang
tergenang pada saat pasang dan bebas dari genangan pada saat surut yang
komunitas tumbuhannya bertoleransi terhadap garam. Menurut FAO, Hutan
Mangrove adalah Komunitas tumbuhan yang tumbuh di daerah pasang surut.
Kondisi habitat tanah berlumpur, berpasir, atau lumpur berpasir. Ekosistem
tersebut merupakan ekosistem yang khas untuk daerah tropis dan sub tropis,
terdapat di derah pantai yang berlumpur dan airnya tenang (gelombang laut
tidak besar). Ekosistern hutan itu disebut ekosistem hutan payau karena
terdapat di daerah payau (estuarin), yaitu daerah perairan dengan kadar
garam/salinitas antara 0,5 °/oo dan 30°/oo disebut juga ekosistem hutan
pasang surut karena terdapat di daerah yang dipengaruhi oleh pasang surut
air laut.
Video . Ekosistem hutan mangrove
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=8Lhqvt67GvY
GLOSSARIUM : keanekaragaman hayati
Biodiversitas
Genotip : ciri-ciri fisik yang tidak tampak dari luar, khususunya yang
bersangkutan dengan susunan genetika
Fenotip : karakteristik yang diamati dari organisme yang diatur oleh
genotipe dan lingkungan serta interaksi keduanya
Keanekaragaman : keanekaragaman individu dalam satu jenus
gen makhluk hidup
Keanekaagaman : keanekaragaman yang terdapat pada berbagai jenis
jenis makhluk hidup dalam genus yang sama atau familia yang
sama
Ekosistem : suatu kesatuan yang dibentuk oleh hubungan timbal balik
Flora antara makhluk hidup (biotik) dengan lingkungannya
Fauna
Biotik (abiotik)
Abiotik
Spesies : Komunitas tumbuhan suatu daerah.
: Komunitas hewan yang mendiami suatu daerah atau
pulau
: Komponen penyusun ekosistem yang terdiri atas makhluk
hidup
: Komponen penyusun ekosistem yang terdiri atas makhluk
tak hidup
: Organisme yang dapat melakukan perkawinan dengan
sesamanya dan menghasilkan keturunan yang fertil
DAFTAR PUSTAKA
Omegawati, dkk .2016. Biologi Untuk SMA/MA X. Klaten; Intan Pariwara. h : 39 – 45
Kusumawati Rohana & Windarsih Gut. 2010. Biologi Untuk SMA/MA. Klaten : Intan Pariwara.
h : 179 - 184
https://www.quipper.com/id/blog/mapel/biologi/materi-keanekaragaman-
hayati/
http://library.fis.uny.ac.id/opac/index.php?p=show_detail&id=2265
https://kkp.go.id/djprl/artikel/14410-zonasi-ekosistem-hutan-mangrove