Pengenalan Ka Bagas selaku koordinator PKL OTOPIA Coating & Detailing 3/31/2023 Desain Grafis
Pengantar Desain Grafis Menurut American Institute of Graphic Arts , desain grafis didefinisikan sebagai «seni dan praktik merencanakan dan memproyeksikan ide dan pengalaman dengan konten visual dan tekstual». Dalam istilah lain, desain grafis mengkomunikasikan ide atau pesan tertentu secara visual. Ini menyampaikan pesan dari proyek, acara, kampanye, atau produk». Desain grafis dapat digunakan oleh perusahaan untuk mempromosikan dan menjual produk melalui iklan. Selain itu, juga dapat digunakan dalam situs web untuk menyampaikan informasi yang rumit dengan cara yang mudah dicerna melalui infografis. Secara tidak langsung, desain grafis ini memang banyak digunakan di berbagai aspek bahkan di hal sesederhana penunjuk jalan. Penting juga untuk diingat bahwa meskipun banyak proyek desain grafis memiliki tujuan komersial seperti iklan dan logo, namun desain grafis juga bisa digunakan secara murni untuk kepentingan ekpresi seni artistik. Siapakah Graphic Designer? Graphic designer adalah orang di balik konten visual yang sering dilihat setiap harinya. Mulai dari iklan di billboard, majalah yang dibaca, post di Instagram, bahkan logo coffee shop favorit kamu. Sesuai namanya, seorang graphic designer bertugas untuk menciptakan konten visual yang terdiri dari elemen-elemen grafis dan bertujuan untuk mengkomunikasikan suatu pesan. Elemen Visual dalam Desain Grafis Untuk lebih memahami arti desain grafis, penting mengetahui elemen dan prinsip yang membentuk desain. Elemen visual desain grafis tersebut antara lain : • Warna Dalam membuat sebuah desain, penggunaan warna bukan sekedar sebagai perpaduan hijau, kuning, ataupun biru. Warna merupakan salah satu tool yang mengkomunikasikan sebuah mood atau memunculkan emosi tertentu. 1. Primary colors Merupakan warna dengan pigmen murni. Dengan kata lain, tidak akan ada pencampuran warna yang akan menghasilkan warna merah, kuning, ataupun biru. 2. Secondary colors Hasil perpaduan dua warna dari tiga warna primary colors. 3. Tertiary colors merupakan campuran antara primary color dan juga secondary color. • Garis Titik-titik yang saling berhubungan akan menghasilkan sebuah garis. Garis dapat membantu dalam mengatur sebuah informasi, mendefinisikan bentuk, menjelaskan sebuah movement, ataupun untuk menentukan emosi. Berikut ini adalah beberapa jenis garis yang bisa dibuat oleh seorang designer:
1. Horizontal, vertical, ataupun diagonal 2. Lurus, melengkung, ataupun bentuk bebas 3. Menciptakan sebuah pattern 4. Menjadi satu kesatuan ataupun terpisah Penggunaan garis yang tidak dimasukkan ke dalam desain bisa membentuk sebuah grid. Grid ini berguna untuk memberikan panduan pembuatan desain yang lebih terstruktur dan terarah. • Bentuk Penggunaan bentuk biasanya dimengerti sebagai sebuah area, ruang, atau figur yang dikelilingi sebuah outline. Walaupun terlihat sederhana, namun penggunaan bentuk juga bisa memberikan makna tertentu dalam sebuah desain. Terdapat dua tipe dari bentuk 1. Bentuk Geometri Dapat berbentuk dua dimensi ataupun tiga dimensi . Contoh dari bentuk geometri adalah segitiga, lingkaran, segi empat, segi lima, segi delapan, lengkungan, kubus, hingga balok. 2. Bentuk Organik Pada bagian ini, bentuk yang dimaksud adalah bentuk dari hal-hal natural. Bersifat lebih abstrak dan kurang bisa terdefinisi dengan baik. • Ruang Penentuan ruang atau spacing adalah sebuah hal yang paling penting dari elemen-elemen sebuah desain. Hal ini juga akan berkaitan dengan keseimbangan dan penekanan yang akan diberikan kepada audiens sebagai fokus utama desain. Penataan ruang ini juga menentukan hubungan dari antar elemen. Jika dua elemen visual diletakkan secara berdekatan maka menandakan bahwa ke dua elemen tersebut memiliki hubungan. • Teks Penggunaan teks pada sebuah desain akan sangat berkaitan erat pada pemilihan font, baik font yang diunduh ataupun dibuat sendiri. Hal ini karena jenis tulisan akan sangat mempengaruhi mood dalam desain. Selain itu tebal-tipis, lebar-sempit jarak antar huruf juga memiliki dampak juga pada sebuah desain. • Gambar «Kamu kan bisa gambar, jadi kamu pasti bisa desain» ini adalah salah satu kalimat yang sering muncul dan terdengar oleh seorang graphic designer. Gambar di sini bisa berbentuk foto ataupun sebuah ilustrasi tertentu. Seorang Graphic Designer harus mampu memilah gambar yang bisa mendukung desainnya. Apakah gambar yang terkesan happy dan fun, atau gambar yang mengundang rasa iba para audiensnya.
• Tesktur Bagi seorang Graphic Designer profesional, penggunaan tekstur ini sangat berguna untuk memberi kesan desain yang lebih hidup. 1. Tesktur dari objek natural 2. Tesktur dari sebuah pattern Pembuatan tesktur berdasarkan sebuah elemen visual yang dibuat secara repetisi. Dalam teknik fotografi, kamu juga bisa mempelajari dengan menambahkan layer background. • Teori warna Pada bagian ini, akan dibahas lebih mendetail mengenai apa itu color wheel. Color wheel adalah panduan yang digunakan untuk yang menjelaskan tentang hubungan antar warna. Pertama-tama, warna bisa dikategorikan menjadi warm dan cool . Hue adalah warna murni, tanpa adaya campuran hitam, putih, atau abu-abu. Contohnya, warna maroon itu punya red hue. Sedangkan warna lime memiliki green and yellow hue. int adalah warna yang dicampur dengan putih, sehingga warna itu menjadi lebih terang. Shade adalah warna yang dicampur dengan hitam, sehingga menjadi lebih gelap. Warna yang dihasilkan biasanya jadi lebih rich dan intense. Tone adalah warna yang dicampur dengan abu-abu. Seorang graphic designer perlu menemukan color harmony yang akan digunakan dalam desain sebelum memulai suatu project. Color harmony adalah kombinasi dua atau lebih warna yang harmonis dan bagus jika dipandang mata. Jenis-jenis color harmony antara lain analogous, complementary, split-complementary, monochromatic, dan triad. Analogous. warna-warna yang paling berdekatan di color wheel, sehingga jika dikombinasikan tidak akan terlihat kontras atau dramatis. Biasanya, kombinasi warna ini akan menimbulkan kesan calm dan tenang. Complementary. Warna-warna yang berseberangan di color wheel sehingga memiliki kontras yang paling tinggi. Contohnya adalah warna merah dan hijau yang sering dipakai untuk desain bertema Natal. Split-complementary atau compound. Mirip dengan complementary, namun terdapat perbedaan pada satu hue yang dipecah menjadi dua warna berdekatan.Biasanya jika menggunakan color harmony ini akan lebih fleksibel mengkombinasikan warna, karena hanya bekerja dengan satu hue. Triad. Color harmony ini mengandung tiga warna yang disebar secara merata di color wheel. Ketiga warna yang dipakai tidak harus warna murni, tapi bisa diubah shade dan tintnya agar tidak terlalu mencolok. Kunci dari penggunaan color harmony ini adalah pilih dua warna utama, dan satu warna pendukung yang tidak terlalu mencolok.
Dalam desain grafis, dikenal istilah color mode. CMYK untuk print dan RGB untuk digital. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penggunaan warna bisa memberikan efek emosi atau mood tertentu pada para audiensnya. Warna Dampak Emosional yang Muncul Warna-warna hangat (Merah, kuning, dan orange) 1.Memberikan energi 2.Sangat menarik perhatian 3.Meningkatkan nafsu makan 4.Jika digunakan secara dominan pada area yang besar akan terkesan berlebihan Warna hijau 1.Terkesan bersih 2.Mengingatkan akan alam 3.Menggambarkan kekayaan dan status, 4.biasa digunakan untuk brand Di industri finansial Warna biru 1.Menciptakan rasa optimis, stabilitas, ketenangan Warna pink 1.Merepresentasikan feminitas,kasih sayang, dan kelembutan Warna ungu 1.Memiliki kesan stabil dan tenang 2.Royal, mewah, dan nyaman
Prinsip Dasar Desain Grafis Setelah mengetahui beberapa elemen visual yang terdapat dalam sebuah desain, seorang graphic design juga harus mematuhi prinsip-prinsip desain dalam mengaplikasikan elemenelemen tersebut. Pengaplikasian prinsip desain ini akan sangat dekat dengan penggunaan layout. Ketika melihat sebuah desain, biasanya first impression audiens terbentuk ketika melihat layout. Layout adalah penataan dan penempatan seluruh elemen desain ke dalam suatu halaman. Layout yang baik adalah layout yang bisa membuat audiens mencerna informasi dalam desain dengan jelas dan mudah. Salah satu cara untuk memastikan layout yang dibuat sudha seimbang dan rapi adalah dengan menggunakan sistem grid.
Pengantar Desain Grafis (Bagian 2) Setelah mengetahui elemen dan juga prinsip dasar desain grafis, ada beberapa hal mendasar yang juga perlu dikuasai oleh seorang graphic designer. Hal-hal tersebut antara lain spesialisasi desain grafis, skala, dan hierarki dalam sebuah desain visual. Spesialisasi Graphic Designer Ada beberapa jenis spesialisasi dalam desain grafis, biasanya disebut sebagai design niche. 1. Brand identity design. Brand identity adalah elemen-elemen visual yang berperan sebagai "face of the brand", atau wajah dari suatu brand yang berfungsi untuk mengkomunikasikan brand value melalui elemenelemen grafis. Brand identity harus menggambarkan value dari brand tersebut. Contoh : Salah satu brand yang identitasnya sangat kuat adalah Apple. 2. Marketing & advertising graphic design Brand sangat bergantung kepada marketing, salah satunya dalam bentuk iklan, untuk mempengaruhi target audience mereka agar membeli produk atau memakai jasa mereka. Contoh : Salah satu agency bernama J. Walter Thompson (JWT) berhasil membuat sebuah campaign yang sukses yakni campaign Kitkat yang sangat terkenal "Take A Break, Take A Kitkat" 3. User interface graphic design User interface, atau biasanya disingkat UI, adalah bagaimana seorang user berinteraksi dengan suatu website atau aplikasi. 4. Publication graphic design Desain buku, majalah, atau apapun yang berbentuk tulisan long-form dan didistribusikan secara publik dapat dikategorikan sebagai publikasi. 5. Packaging graphic design packaging juga berfungsi untuk berkomunikasi dengan konsumen, sehingga packaging sebenarnya juga merupakan sebuah marketing tool. 6. Pattern design. pattern yang dibuat bisa digunakan untuk berbagai produk, mulai dari packaging, sampai produk fashion seperti pakaian. Untuk menjadi pattern designer, harus memiliki kemampuan ilustrasi dan punya pemahaman yang kuat tentang color theory. 7. Motion graphic design Salah satu bentuk dari motion graphic adalah GIF atau title sequence. Singkatnya, motion graphic design adalah elemen-elemen grafis yang dibuat bergerak. Ini bisa termasuk animasi, audio, video dan efek-efek lainnya.
Spesialisasi atau mengkhususkan diri ditujukan untuk menghasilkan tingkat keterampilan yang lebih tinggi dan akan membuat kita lebih mudah untuk menjadikan diri kita sebagai ahli yang bisa diandalkan dalam jenis desain itu. Meskipun banyak cabangnya dan masing-masing butuh skill dan teknik yang beda. Penggunaan Skala dalam Desain Grafis Skala dalam desain adalah perbandingan ukuran antara satu elemen dengan elemen lainnya. harus ada minimal dua elemen yang dibandingkan. 2 Misalnya, ada dua lingkaran berukuran berbeda di sebuah kertas. Skala adalah ukuran lingkaran pertama dibandingkan dengan lingkaran kedua. Skala yang kontras dapat menciptakan tension antar dua objek. • Penggunaan skala dalam desain tentunya memiliki beberapa fungsi 1. Dapat bercerita dan menciptakan mood dalam desain Jika dua objek dibuat menjadi seukuran, maka audiens akan secara otomatis membandingkan kemiripan atau koneksi antara kedua objek tersebut. 2. Menciptakan depth of field Depth of field adalah jarak dari objek terdekat ke objek terjauh dalam suatu gambar atau foto. Depth of field dapat menciptakan perspektif dalam gambar. 3. Menciptakan hierarki atau urutan visual di antara elemen-elemen desain Dampak penggunaan skala pada sebuah desain bisa disimak melalui studi kasus yang dilakukan oleh agency DDB. Pada tahun 1959, agensi ini merilis iklan di majalah berjudul "Think Small" untuk Volkswagen yang disebut "the ad that changed advertising" dan dinobatkan sebagai salah satu iklan terbaik sepanjang masa. Berbeda dengan yang dilakukan oleh Agency Leo Burnett di Dubai melalui iklan billboard untuk mempromosikan bahwa McDonalds menjual kopi selama 24 jam. Bayangkan saat melihat iklan di billboard, karena hanya dapat dilihat sekilas, maka penggunaan skala pada iklan ini pun menjadi sangat krusial. Ukuran angka 5 dan 8 pada billboard yang dibuat besar membuat audiens tetap dapat membaca iklan dengan jelas di waktu apapun, baik di pagi hari maupun di malam hari. Penggunaan Hierarki dalam Desain Grafis Hierarki dalam desain adalah sebuah prinsip dalam menyusun elemen-elemen desain sesuai dengan urutan kepentingannya. Dengan kata lain, hierarki mempengaruhi 3 bagaimana urutan kita melihat dan memahami suatu desain. Hierarki memungkinkan pembaca mencerna konten yang kompleks. Sebelum membuat hierarki, tentukan terlebih dahulu urutan informasi yang ingin disampaikan dan bagian mana dari keseluruhan informasi yang harus dilihat pertama.
1. Ciptakan kontras Warna, ukuran, bentuk, ketebalan, gaya teks yang kontras dapat menciptakan hierarki dalam desain Kontras tidak selalu berarti perbedaan yang benar-benar ekstrim. Perbedaan yang tidak mencolok tapi sangat berpengaruh terhadap hierarki dapat dicapai dengan Typographic Color. Typographic color adalah seberapa gelap atau terangnya suatu kalimat atau paragraph. 2. Ciptakan spatial cues Spatial cues adalah tanda atau gestur spasial. Gestur spasial itu adalah ketika mengubah jarak atau menggeser posisi ke kiri atau ke kanan. 3. Separasi Untuk menciptakan hierarki dapat juga dengan cara memisahkan elemen-elemen desain sesuai kelompoknya Dalam teori hierarki, ada beberapa cara audiens membaca atau melihat suatu halaman. Jika sedang mendesain sesuatu yang padat informasi, misalnya, poster event, atau majalah, arahkan mata audiens sesuai dengan urutan informasi dari yang paling penting sampai yang kurang penting. 1. F-Pattern Cara page scanning ini adalah yang paling banyak digunakan karena ini adalah cara kita membaca buku, surat, atau web page. Membaca dari kiri ke kanan, dari baris atas lalu turun ke baris berikutnya. 2. Z-Pattern Desain yang menggunakan banyak gambar sering dibuat menggunakan Z pattern. Karena otak lebih cepat memproses gambar daripada tulisan, maka audiens dapat lebih cepat meng-scan suatu halaman dengan melihat dari kiri ke kanan mulai dari atas secara diagonal. Z pattern ini juga banyak digunakan pada desain web, umumnya digunakan pada homepage yang memiliki hero image, alias gambar yang menjadi fokus utama.
Pengantar Desain Grafis (Bagian 3) Sebelumnya kamu telah belajar elemen dan prinsip dasar dari sebuah desain grafis. Kamu juga sudah mempelajari spesialisasi desain grafis, selain itu kamu juga sudah belajar mengenai skala dan hierarki desain visual yang mendasar untuk kamu ketahui sebagai seorang Graphic Designer. Hal selanjutnya yang penting pula untuk kamu pelajari adalah tipografi dan bagaimana cara menggunakan foto dalam desain visual yang kamu buat. Pengenalan Mengenai Tipografi tipografi itu dapat dibagi jadi tiga yakni fungsi penyampaian informasi, mempengaruhi perasaan pembacanya, serta menegaskan hierarki. Pada fungsi yang pertama, tipografi digunakan sebagai penyampaian informasi secara jelas dan efektif. Pemilihan huruf bakal sangat berpengaruh apakah sebuah teks itu dapat dibaca dengan jelas atau tidak. Contohnya pada kasus petunjuk jalan yang menggunakan font Sans Serif. Sedangkan untuk fungsi yang lebih berhubungan dengan perasaan fokus pada jenis font akan menimbulkan makna yang berbeda bagi tiap pembacanya. Ketika melihat sebuah teks, terutama dalam sebuah logo, kita seringkali dapat langsung merasakan apa yang ingin disampaikan oleh teks tersebut. Contohnya: logo band Metallica , dapat langsung terlihat bahwa feel-nya sangat strong, keras, dan agak galak. Dalam penggunaan tipografi ini terdapat beberapa istilah yang perlu diketahui oleh desainer grafis. Istilah-istilah tersebut antara lain: 1. Font Istilah ini sering disalahartikan dengan typeface. Satu typeface terdiri dari berbagai macam font. Misalnya, typeface Garamond terdiri dari font Garamond Regular, Garamond Italic, Garamond Bold. 2. Kerning dan Tracking Kerning adalah jarak antara dua individu huruf. Sedangkan tracking adalah pengaturan jarak antar huruf dalam sebuah kelompok teks. 3. Leading Leading adalah jarak antara 2 baris huruf atau kalimat. Sama seperti kerning, leading juga dapat diatur secara manual. Sama seperti tubuh manusia yang memiliki banyak istilah untuk menyebut anggota tubuhnya, font pun demikian. Ini beberapa contoh istilah anatomi dalam tipografi:
● Baseline Garis imajiner di mana karakter itu 'duduk' atau bertumpu. ● X height Tinggi karakter lower case (huruf kecil), biasanya yang dijadikan standard adalah huruf 'x'. ● Ascender Bagian bawah dari karakter seperti p dan q yang melebihi baseline. ● Descender Bagian atas dari karakter seperti b dan d yang melebihi X height. ● Cap height Tinggi karakter uppercase (huruf besar) yang dihitung dari karakter-karakter dengan dasar yang lurus seperti E, H, dan lain-lain. Sesuai dengan yang telah dijelaskan sebelumnya, satu typeface memiliki banyak jenis font. Berkaitan dengan hal ini, secara garis besar, font dibagi menjadi beberapa klasifikasi: 1. Serif Jenis font yang memiliki garis kecil yang menempel pada anatomi huruf utama. 2. Sans serif Sans artinya "tanpa". Singkatnya, font sans serif adalah font yang tidak memiliki elemen garis tambahan. 3. Script Jenis font ini menghilangkan tampilan "huruf cetak" dan menggantinya dengan gaya cursive atau tulisan sambung yang lebih natural dan menyerupai tulisan tangan. 4. Decorative font Font yang masuk ke dalam kategori ini biasanya memiliki karakteristik yang unik dan beragam. Dalam menggunakan tipografi dalam sebuah desain. Ada banyak elemen yang perlu dipertimbangkan seperti headline, subheadline, bodytext, dan lain-lain. Penentuan font yang kontras namun tetap harmonis dan seimbang akan menentukan seberapa baik pemanfaatan tipografi dalam desain yang dibuat. Ada tiga teori font pairing yang dapat dimanfaatkan untuk membantu dalam memilih pasangan font.
1. Pilih dari family typeface yang sudah ada Manfaatkan perbedaan weight seperti bold, heavy, thin untuk menciptakan kontras diantara headline, subheadline, dan bodytext. 2. Mengkombinasikan dua jenis font yang sama sekali berbeda Misalnya sans serif dan serif. Alasan utamanya adalah kontras. 3. Pasangkan font yang kontras namun masih memiliki X height, dan panjang ascender/descender yang mirip Hal ini ditujukan untuk menciptakan harmoni diantara dua hal yang kontras tersebut Memilih font yang cocok adalah aspek yang sangat penting dalam menciptakan sebuah brand identity, sampai kemudian juga membuat material marketing dan iklan untuk brand tersebut. Pilihan font yang tepat dapat membantu suatu brand untuk mengkomunikasikan nila-nilai dan tujuan dari brand tersebut. Foto dalam Desain Foto adalah salah satu elemen penting dalam desain, karena foto dapat mempengaruhi mood, tonality, dan keseluruhan konsep desain. Oleh karena itu, ada beberapa tips pada saat memilih treatment foto yang baik. Dalam fotografi, tidak ada aturan pasti, namun ada guideline yang dapat dijadikan panduan dalam membuat atau memilih foto yang bagus, di antaranya adalah: ● Rule of third Bayangkan foto dibagi menjadi 9 bagian oleh 2 garis horizontal dan 2 garis vertikal. Rule of third terjadi ketika posisi objek ada di garis-garis tersebut, atau di titik-titik pertemuan garisnya. Rule of third membuat foto terlihat lebih balanced dan menciptakan point of interest. ● Balancing element Menambahkan objek-objek lain selain subjek utama foto untuk mengisi ruang kosong dalam foto, sehingga tercapai "visual weight" yang seimbang agar foto terlihat lebih balanced. ● Leading lines Adanya "jalur" yang menarik audiens untuk melihat foto dan mengarahkan mata ke subjek utama dari foto. ● Pattern Adanya objek yang berulang dalam foto. Adanya pattern dalam foto menciptakan komposisi yang eye-catching dan menarik.
● Framing Mengelilingi subjek utama foto dengan hal-hal lain yang ada di sekitarnya. Dengan framing, subjek utama foto jadi terisolasi dari sekitarnya, sehingga hasilnya adalah foto yang memiliki fokus utama yang jelas. Teknik dasar yang tidak kalah penting adalah cropping, sebagai desainer, kita harus tau cropping yang tepat agar pesan yang ingin kita sampaikan dapat tertangkap dengan baik. Melalui cropping, kamu dapat mengubah bentuk foto, proporsi foto, juga menciptakan sense of drama dan intimacy. Saat menggunakan foto dalam desain, banyak modifikasi yang dapat dilakukan dari segi warna. Foto dapat dibuat menjadi full color, black and white, atau duotone. ● Foto full color 5 Digunakan ketika foto tersebut harus menjadi key element dalam melakukan story telling di dalam desain. Contohnya : cold tone dapat menimbulkan perasaan dingin, sedih, atau tenang. Warm tone dapat menimbulkan kesan hangat dan menyenangkan. ● Foto black and white Menimbulkan kesan yang lebih timeless dan lebih dramatis. Contohnya : adalah campaign Nike Dream Crazy. Dengan menggunakan foto close up black and white, iklan terasa powerful. Colin Kaepernick di sini dibuat lebih dramatis dan ekspresinya seolah-olah menceritakan kisahnya yang kontroversial. ● Duotone untuk menambah efek dramatis. Efek duotone tercipta saat sebuah foto hanya menggunakan dua warna yang saling kontras satu sama lain. Contohnya : adalah Spotify yang sangat sering menggunakan duotone dalam brand identitynya, mulai dari iklan sampai cover playlist. Dalam desain grafis, foto biasanya dikombinasikan dengan teks atau copy. Sebuah foto, tanpa teks apapun, dapat diinterpretasikan secara luas, namun sebuah foto yang dikombinasikan dengan teks yang sesuai dengan pesan atau informasi yang ingin disampaikan dapat mempertegas makna foto tersebut. berfungsi sebagai penjelas foto, pesan lanjutan dari foto, ataupun petunjuk bagi foto yang digunakan. Selain itu teks dapat dibuat floating diatas foto, tapi hal ini dapat menyebabkan desain terlihat terlalu "ramai" dan membuat teks kurang terbaca. Ada beberapa cara untuk menghindari hal tersebut, dapat dengan mengurangi opacity foto, menerangkan/menggelapkan foto, atau menggunakan box, bar, dan lainnya di belakang teks.